ru
Feedback
Bage-Bage Faedah

Bage-Bage Faedah

Открыть в Telegram

Media Dakwah Ahlussunnah Pembimbing Channel: • Al-Ustadz Abu Farhan Husein hafizhahullah • Al-Ustadz Abdush Shamad hafizhahullah • Al-Ustadz Muhammad Bahreisy hafizhahullah Yuk! Tebarkan Dakwah Masukan & Saran = @mediadakwahambon

Больше
1 459
Подписчики
-224 часа
-77 дней
-830 день
Архив постов
🗓 Kalender Faedah Jumat,01 Dzulqa'dah 1445 H / 10 Mei 2024 M 🏷 Surga Dunia 📤 Yuk! Tebarkan Dakwah 📲 Join Sosial Media Kam
🗓 Kalender Faedah Jumat,01 Dzulqa'dah 1445 H / 10 Mei 2024 M 🏷 Surga Dunia 📤 Yuk! Tebarkan Dakwah 📲 Join Sosial Media Kami ▪️ Telegram : https://t.me/bagebagefaedah ▪️ Instagram : https://instagram.com/bagebagefaedah ▪️ Saluran Whatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029VaDLhwxFcow3WeQFPV0Z 💻 Daftar Tautan : https://linktr.ee/bagebagefaedah #kalenderfaedah #kalender #surga #dunia

Repost from Syabab Ambon
BERUSAHALAH MERAIH SURGA - Ustadz Abu Nasim Mukhtar حفظه الله 📱📲 Yuk Kunjungi Serta Ambil Faedahnya Kemudian Bagikan Jangan Lupa Diamalkan... Join Telegram Desain : t.me/syababambon http://radioislam.id/RadioNasehatAmbon Ikuti kami di Instagram https://instagram.com/syababambon Ikuti kami di Kanal WhatsApp https://whatsapp.com/channel/0029Va9yktoC6Zvd8PqQ3c3S Daftar tautan : https://linktr.ee/syababambon

🗓 Kalender Faedah Kamis, 30 Syawal 1445 H / 09 Mei 2024 M 🏷 Dengan Kejujuran dan Ketulusan 📤 Yuk! Tebarkan Dakwah 📲 Join
🗓 Kalender Faedah Kamis, 30 Syawal 1445 H / 09 Mei 2024 M 🏷 Dengan Kejujuran dan Ketulusan 📤 Yuk! Tebarkan Dakwah 📲 Join Sosial Media Kami ▪️ Telegram : https://t.me/bagebagefaedah ▪️ Instagram : https://instagram.com/bagebagefaedah ▪️ Saluran Whatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029VaDLhwxFcow3WeQFPV0Z 💻 Daftar Tautan : https://linktr.ee/bagebagefaedah #kalenderfaedah #kalender #kejujuran #ketulusan

2023062405 Diselamatkan dari Api Neraka Karena Akhlak Mulia.mp31.35 MB

▪️ Kutipan Faedah DAURAH AMBON 1444 H ➖➖➖➖➖➖ Diselamatkan dari Neraka KARENA AKHLAK MULIA 🎙 Al-Ustadz Usamah Mahri  حفظہ الله تعالــﮯ Di dalam hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam, beliau bersabda:
يَحْرُمُ على النَّارِ، كلُّ هيِّنٍ لينٍ قريبٍ سهلٍ
"Diharamkan atas neraka setiap hamba yang mudah, lunak, dekat, dan gampang." Diharamkan atas neraka, artinya dia diselamatkan di Yaumul Qiyamah dari api neraka karena sifat-sifat kebaikan yang ada padanya. Hamba tersebut tawadhu (rendah hati), hayyin (tenang/teduh), layyin (lembut/santun), dia pun lunak, mudah, dekat dengan saudara-saudaranya dan dia 'sahl' mudah dalam bermuamalah, mudah untuk mencintai saudaranya, mudah pula untuk dicintai oleh mereka. ➖➖➖➖➖➖
〰️ Faedah, Informasi & Arsip 〰️ SUARA TAUHID 107,8 FM AMBON ▪️  t.me/radiosuaratauhid1078fm

Pukul 10:55 WIT pesawat mendarat di Bandar Udara Internasional Pattimura. Kedua gurunda tercinta --al Ustadz Abu Nashim Mukhtar dan al Ustadz Saiful Bahri hafizhahumullah-- tiba di Kota Ambon dengan selamat. Sehat wal afiat. Sambutan awal oleh Satgas Penjemputan yang beranggotakan ikhwah yang bekerja di Bandara Pattimura Ambon. Beliau berdua disambut sejak keluar dari pintu pesawat. Bahkan, pernah di antara ustadz kita dijemput sejak dari dalam pesawat. Di pintu kedatangan asatidzah dan panitia di Ambon dan Gemba siap menyambut. Wajah riang beriring kegembiraan menjadikan suasana begitu hangat. Saling berjabat tangan, berpelukan satu sama lain. Membayangkannya saja membuat hati gembira. Saat-saat indah adalah berjumpa dengan ikhwah, bahkan salaf mengatakan bertemu dengan ikhwah adalah obat. Bincang-bincang ringan bertanya kabar mengisi perjumpaan ini. Bagi Ustadz Mukhtar, kedatangan beliau kali ini belum hilang dari kenangan beliau setelah masa wabah mereda. Ya, beliau ketika itu berbalas pantun dengan syabab peserta daurah. Tidak canggung, bahkan seperti sudah mengenal semenjak lama. Di tempat lain, Satgas Penjemputan yang menangani bagasi secara cekatan mengamankan segera barang-barang bawaan asatidzah. Alhamdulillah, Satgas Penjemputan di bandara di setiap titik ada ikhwah di sana. Dari porter, security penjaga pintu masuk check-in, logistik, bagasi, bahkan petugas karantina. Tidak perlu menunggu lama, koper sudah masuk di mobil yang sudah disiapkan panitia untuk khusus angkutan barang. Setelah semua siap, switch-on, dan rombongan pun keluar bandara. Beriringan beberapa mobil, tuan rumah dan tamu bersama menuju rumah Abu Abdirrahman Hasan. Beliau mengundang untuk sekadar membasahi tenggorokan di bawah terik siang ini. Meskipun bukan ala kadarnya, menu ringan dan berat dihidangkan. Alhamdulillah. Redaktur Bage-Bage Faedah di atas ferry penyeberangan Hunimua-Waipirit, 2 Mei 2024 https://t.me/bagebagefaedah

photo content

MasyaAllah, sampai pada tahap ini, tentu bukan asal-asalan, sekadar main-main saja. Persiapan semakin matang, penyambutan sudah direncanakan sedemikian mantap. Mendirikan "bangunan" ini saja sudah memakan biaya dan tenaga, waktu dan kerja sama. Mengurug, menghaluskan lantai pun harus tersedia semen, pasir, dan kerikil, diaduk ditambahkan air. Cangkul, linggis, parang, palu, paku, meski kadang-kadang dibawa dan tidak kembali, tetapi amat sangat bersyukur setiap kerja senantiasa alat lengkap masing-masing membawa senjata. Memasang atap seng pun meski sementara tapi harus tertata. Jika dipasang asal-asalan, dikhawatirkan jika angin bertiup kencang akan beterbangan atap-atap itu. Membahayakan. Belum lagi hadirnya perabot-perabot masak yang digantung itu, bukan bermain sulap tiba-tiba ada. Ember, timba, galon, meja, kursi, belum lagi nampan, teko, gelas, sendok, pisau dan lainnya, upaya personil Seksi Konsumsi bekerja agar tugas esok tidak perlu lagi meraba-raba. Tungku dan panci pun berhasil hadir. Semua ada proses yang pasti ada harganya, berbalas pahala apabila ikhlas karena Allah semata. Tahap demi tahap inilah yang harus dijalani dalam setiap apapun. Pasti ada keringat yang menetes, pekerjaan rumah yang ditunda, urusan bisnis yang ditangguhkan, janji yang diundur, demi agar persiapan penyelenggaraan program dakwah berjalan semarak menggembirakan. Meski lelah letih, tapi beriring dengan canda tawa riang gembira. Menjalankan tugas dengan lapang dada, mengalah demi maslahah, dakwah sunnah tampak semakin meriah. Masing-masing mengambil peran, mengambil bagian, tepat sebagaimana tema Daurah Gemba sebelumnya yang disampaikan oleh Al-Ustadz Ahmad Khadim hafizhahullah, Ambil Bagianmu dalam Dakwah. Masing-masing mengambil peran sebagai personil masing-masing seksi, siap ditempatkan, siap menerima tugas. Kekompakan inilah yang akan menjadikan dakwah bernuansa harmonis, semua mengambil peran sesuai kemampuan pada bidangnya. Kemudian, setelah itu, juga seperti tema Daurah Gemba yang disampaikan Al-Ustadz Mukhtar hafizhahullah, Menjaga Semangat Taawun dalan Dakwah, tergambar dari susunannya, yaitu bahwa harus istiqamah dalam menjalankan peran. Alhamdulillah, Daurah Gemba semakin rutin, semoga menjadi wasilah semakin tampak syiar dakwah sunnah, mempererat ukhuwah. Terakhir, kembali mengutip dari nasihat Al-Ustadz Mukhtar hafizhahullah, _Terkadang kita beralasan, "banyak kerjaan.", emang kita pikir dakwah ini untuk mereka yang menganggur saja?_ _tidak sadarkah kita, ketika saat beralasan, "aku masih banyak pekerjaan."... bahwa konsekuensi itu berat... konsekuensi itu kita akan menyatakan, "dakwah ini hanya berlaku untuk orang-orang yang ngga punya pekerjaan; orang yang menganggur saja."_ Redaktur Bage-Bage Faedah 1 Mei 2024 https://t.me/bagebagefaedah

photo content

Kenangan Rumah Inap Tenang, hening, damai. Jauh dari hiruk pikuk dunia yang kian sibuk. Sangat bersahabat untuk rehat dari bising dan riuhnya ruang kerja yang penat. Dinding dari kayu pada bagian luar, dan gipsum dilapisi wallpaper putih glossy pada bagian dalam. Plafon pun putih bersih dengan satu lampu tepat di bagian tengahnya. Diisi dua springbed seukuran satu badan, lengkap dengan bantal dan selimut. Lemari kayu semakin menambah kesan alami. Hanya ada satu meja, dengan teras lesehan menjadikan suasana seperti di rumah sendiri. Meja kursi sambung terbuat dari kayu diletakkan di bagian depan dan sisi kiri rumah. Dilindungi pohon mangga yang tidak terlalu tinggi tapi cukup rindang untuk berteduh. Didampingi kolam renang yang dikelilingi pohon anggur, suasana terasa harmoni dan segar. Semakin indah ketika ada satu pohon kelapa di sudut kolam, membawa hawa pantai ke daratan. Itulah gambaran rumah inap asatidzah untuk Daurah Gemba. Terletak di pinggiran desa, yang menawarkan sensasi hidup di alam yang alami. Tidak ada gaduh, tak ada riuh. Terlebih gegap gempita. Hanya sayup-sayup kadang terdengar sesekali suara kendaraan melintas pada siang hari. Adapun pada malam hari, nyaris hanya kuakan katak dan sesekali kokokan ayam. Kicau burung di pagi hari cukup riuh, beterbangan di atas pepohonan kebun yang mengelilingi. Memang, rumah inap Asatidzah ini berada di antara kebun-kebun. Pada area rumah didominasi kebun jeruk dengan berbagai varietas. Ada pula pohon jambu, rambutan, sawo, mangga, hingga pohon berumur panjang seperti cengkeh dan pala sudah tumbuh di sana. Menyusuri kebun area rumah, ada saluran air untuk kebutuhan pengairan persawahan yang ada di sekitar. Kangkung, genjer, singkong daun, ubi, tumbuh di tanah menambah hijau alam. Belut dan ikan air tawar pun masih hidup di sekitar saluran air. Meskipun populasinya terbatas, tetapi cukup menjadi tanda betapa alami lingkungannya. Saluran itu pun melintas di pinggir kolam ikan yang sengaja dibuat untuk sang tuan memelihara beberapa jenis ikan, seperti gurame dan nila. Esok, InsyaAllah, 2 Mei 2024 kami sambutkan selamat datang Ustadzuna, Al-Ustadz Abu Ali Saiful Bahri dan Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar _hafizhahumullah._ Semoga udara di sini cocok, sehingga makin kerasan dan betah lebih lama. Semoga lebih sering mengunjungi kami. Kehadiran orang yang dicintai merupakan obat, motivasi, keriangan, dan titik perjumpaan. Kebahagiaan yang amat sangat dinanti. Semoga pula sambutan kami menjadi oleh-oleh ketika nanti mesti kembali. Semoga di akhirat kelak bersama disertakan dalam pecinta Rasulullah _shalallahu alaihi wa sallam_ hingga bertetangga di surga. Amin. Sebuah kenangan tentang Rumah Inap Asatidzah untuk kegiatan Kajian Islam Ilmiah di Masjid al-Maghfirah Mahad As-Salafy, Gemba, SBB, Maluku pada 2-5 Mei 2024. Redaktur Bage-Bage Faedah Ambon, 1 Mei 2024 https://t.me/bagebagefaedah

photo content

🗓 Kalender Faedah Rabu, 29 Syawal 1445 H / 09 Mei 2024 M 🏷 Orang yang Ikhlas Adalah Wali Allah 📤 Yuk! Tebarkan Dakwah 📲 J
🗓 Kalender Faedah Rabu, 29 Syawal 1445 H / 09 Mei 2024 M 🏷 Orang yang Ikhlas Adalah Wali Allah 📤 Yuk! Tebarkan Dakwah 📲 Join Sosial Media Kami ▪️ Telegram : https://t.me/bagebagefaedah ▪️ Instagram : https://instagram.com/bagebagefaedah ▪️ Saluran Whatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029VaDLhwxFcow3WeQFPV0Z 💻 Daftar Tautan : https://linktr.ee/bagebagefaedah #kalenderfaedah #kalender #orang #ikhlas #wali #Allah

بسم الله الر حمن الر حيم Hadirilah! Kajian Islam Ilmiah Ahlussunnah Wal Jam'ah Kota Ambon 📜 Indahnya Islam 🎙 Al-Ustadz Abu
بسم الله الر حمن الر حيم Hadirilah! Kajian Islam Ilmiah Ahlussunnah Wal Jam'ah Kota Ambon 📜 Indahnya Islam 🎙 Al-Ustadz Abu Ali Saiful Bahri hafizhahullah 🕌 Masjid Darussalaf, Perumahan Pesona Alam, Ambon ⏰ Ba'da Subuh - Selesai 🗓 Rabu, 29 Syawal 1445 H / 08 Mei 2024 M 📤 Penyelenggara : Yayasan Abu Bakr Asshiddiq Ambon bekerja sama dengan Panitia Kajian Islam Ilmiah Ahlussunnah Wal Jama'ah Gemba 💻 Live Streaming : ▪️ https://t.me/radiosuaratauhid1078fm ▪️ http://nasehatambon.com/app 📲 Didukung Oleh : ▪️ https://t.me/nasehatambon ▪️ https://t.me/syababambon ▪️ https://t.me/bagebagefaedah ▪️ https://t.me/SalafyGemba

بسم الله الر حمن الر حيم Hadirilah! Kajian Islam Ilmiah Ahlussunnah Wal Jam'ah Kota Ambon 📜 Bersabar Di Jalan Hidayah 🎙 Al-
بسم الله الر حمن الر حيم Hadirilah! Kajian Islam Ilmiah Ahlussunnah Wal Jam'ah Kota Ambon 📜 Bersabar Di Jalan Hidayah 🎙 Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar hafizhahullah 🕌 Masjid Abu Bakr Asshiddiq Komplek Muhajirin, Kebun Cengkeh ⏰ Ba'da Subuh - Selesai 🗓 Rabu, 29 Syawal 1445 H / 08 Mei 2024 M 📤 Penyelenggara : Yayasan Abu Bakr Asshiddiq Ambon bekerja sama dengan Panitia Kajian Islam Ilmiah Ahlussunnah Wal Jama'ah Gemba 💻 Live Streaming : ▪️ https://t.me/radiosuaratauhid1078fm ▪️ http://nasehatambon.com/app 📲 Didukung Oleh : ▪️ https://t.me/nasehatambon ▪️ https://t.me/syababambon ▪️ https://t.me/bagebagefaedah ▪️ https://t.me/SalafyGemba

Repost from Bage-Bage Faedah
Sejenak membaca _story_ itu, seketika terbentang di benak ini sebuah tulisan dari Al-Ustadz Mukhtar hafizhahullah. Kalimat yang pendek tetapi melekat di ingatan. Bahwa, "Peserta adalah tamu yang diundang." Sehingga selayaknya tuan rumah, panitia berupaya sekuat tenaga mengerahkan segala upaya. Tujuannya agar tamu merasakan suasana nyaman, kondusif, dan membawa pulang cerita dan kenangan manis. Nanti, ketika tuan rumah menyelenggarakan kembali, kesan pelayanan sebelumnya masih hangat dan membanggakan, dirindukan untuk kembali berulang. Kajian Islam Ilmiah atau disebut dengan 'Daurah', bagi Ahlus Sunnah Wal Jamaah merupakan momen yang ditunggu, dinantikan, dirindukan, bahkan dituntut. Jarak bukan sesuatu yang diperhitungkan. Sudah sering daurah diselenggarakan di tempat nun jauh, tetap saja didatangi. Ramai. Tenaga, pikiran, waktu, bahkan biaya, menjadi hal biasa dikorbankan untuk demi mengikuti daurah. Bagi sang tuan rumah, menjamu tamu merupakan sebuah kebahagiaan. Dada terasa sangat lega ketika di akhir penutupan, semua berjalan aman dan sukaria. Ada perasaan nikmat yang tidak bisa dituliskan ketika para tamu kembali dengan membawa kenangan nan indah. Tetapi, sebelum itu semua, tuan rumah menyiapkan segala hal. Lelah letih sejak sebelum dibuka acara hingga tamu pulang pun tugas belum usai. Menyiapkan tempat sehingga benar-benar siap ketika tamu tiba. Tempat ibadah, tempat majelis, tempat istirahat, tempat membersihkan diri, tempat menyimpan perbekalan, bahkan tempat kendaraan. Atau, jika tamu tiba-tiba sakit, seluruhnya tuan rumah berbagi kerja menangani masing-masing bidang. Belum lagi, tentang jamuan. Angkringan dengan aneka minuman, ragam cemilan, ditambah makanan pokok. Tuan rumah mempersiapkan dari mendirikan dapur, mengumpulkan kayu bakar, membuat tungku, menyiapkan peralatan masak, bahan untuk masak, proses masak hingga menghidangkan. Setelah itu pun harus memperhatikan mungkin ada tamu yang belum mendapat bagian. Memperhatikan kebersihan alat dan tempat setelah digunakan. Memungut sampah yang kadang jatuh berceceran, memperhatikan jamuan berikutnya dari pagi, siang, hingga malam. Apakah kerja tuan rumah hanya itu? Masih banyak yang tidak tersebutkan. Begitu banyaknya kerja, layaklah tuan rumah itu disebut sedang bertempur, berjuang, dan berkorban, agar ilmu itu sampai dengan sebaik-baiknya kepada para tamu. Fokus untuk menyimak dari satu sesi ke sesi selanjutnya, menggali dari satu faedah ke faedah berikutnya. Hingga semoga semua itu menjadi bekal menjalankan agama hingga berjumpa dengan Allah Rabb alam semesta. Satu kalimat penutup, sekali lagi mengutip dari tulisan Al-Ustadz Mukhtar hafizhahullah. "Ciptakanlah momen itu momen kebaikan, sehingga suatu saat nanti kita menceritakan sebuah momen, maka kita menceritakan momen kebaikan. Jika kita menciptakan momen keburukan, suatu saat nanti kita bercerita tentang momen, maka keburukan yang diceritakan." Yuk, kita sama-sama menciptakan momen kebaikan. Sehingga kelak kita dapat bercerita tentang kenangan di Gemba adalah kenangan kebaikan. Redaktur Bage-Bage Faedah Ambon, 28 April 2024 https://t.me/bagebagefaedah

Tanggal ini batul ka?

Sejenak membaca _story_ itu, seketika terbentang di benak ini sebuah tulisan dari Al-Ustadz Mukhtar hafizhahullah. Kalimat yang pendek tetapi melekat di ingatan. Bahwa, "Peserta adalah tamu yang diundang." Sehingga selayaknya tuan rumah, panitia berupaya sekuat tenaga mengerahkan segala upaya. Tujuannya agar tamu merasakan suasana nyaman, kondusif, dan membawa pulang cerita dan kenangan manis. Nanti, ketika tuan rumah menyelenggarakan kembali, kesan pelayanan sebelumnya masih hangat dan membanggakan, dirindukan untuk kembali berulang. Kajian Islam Ilmiah atau disebut dengan 'Daurah', bagi Ahlus Sunnah Wal Jamaah merupakan momen yang ditunggu, dinantikan, dirindukan, bahkan dituntut. Jarak bukan sesuatu yang diperhitungkan. Sudah sering daurah diselenggarakan di tempat nun jauh, tetap saja didatangi. Ramai. Tenaga, pikiran, waktu, bahkan biaya, menjadi hal biasa dikorbankan untuk demi mengikuti daurah. Bagi sang tuan rumah, menjamu tamu merupakan sebuah kebahagiaan. Dada terasa sangat lega ketika di akhir penutupan, semua berjalan aman dan sukaria. Ada perasaan nikmat yang tidak bisa dituliskan ketika para tamu kembali dengan membawa kenangan nan indah. Tetapi, sebelum itu semua, tuan rumah menyiapkan segala hal. Lelah letih sejak sebelum dibuka acara hingga tamu pulang pun tugas belum usai. Menyiapkan tempat sehingga benar-benar siap ketika tamu tiba. Tempat ibadah, tempat majelis, tempat istirahat, tempat membersihkan diri, tempat menyimpan perbekalan, bahkan tempat kendaraan. Atau, jika tamu tiba-tiba sakit, seluruhnya tuan rumah berbagi kerja menangani masing-masing bidang. Belum lagi, tentang jamuan. Angkringan dengan aneka minuman, ragam cemilan, ditambah makanan pokok. Tuan rumah mempersiapkan dari mendirikan dapur, mengumpulkan kayu bakar, membuat tungku, menyiapkan peralatan masak, bahan untuk masak, proses masak hingga menghidangkan. Setelah itu pun harus memperhatikan mungkin ada tamu yang belum mendapat bagian. Memperhatikan kebersihan alat dan tempat setelah digunakan. Memungut sampah yang kadang jatuh berceceran, memperhatikan jamuan berikutnya dari pagi, siang, hingga malam. Apakah kerja tuan rumah hanya itu? Masih banyak yang tidak tersebutkan. Begitu banyaknya kerja, layaklah tuan rumah itu disebut sedang bertempur, berjuang, dan berkorban, agar ilmu itu sampai dengan sebaik-baiknya kepada para tamu. Fokus untuk menyimak dari satu sesi ke sesi selanjutnya, menggali dari satu faedah ke faedah berikutnya. Hingga semoga semua itu menjadi bekal menjalankan agama hingga berjumpa dengan Allah Rabb alam semesta. Satu kalimat penutup, sekali lagi mengutip dari tulisan Al-Ustadz Mukhtar hafizhahullah. "Ciptakanlah momen itu momen kebaikan, sehingga suatu saat nanti kita menceritakan sebuah momen, maka kita menceritakan momen kebaikan. Jika kita menciptakan momen keburukan, suatu saat nanti kita bercerita tentang momen, maka keburukan yang diceritakan." Yuk, kita sama-sama menciptakan momen kebaikan. Sehingga kelak kita dapat bercerita tentang kenangan di Gemba adalah kenangan kebaikan. Redaktur Bage-Bage Faedah Ambon, 28 April 2024

photo content

بسم الله الر حمن الر حيم Hadirilah! Kajian Islam Ilmiah Ahlussunnah Wal Jam'ah Kota Ambon 📜 Semangat Ibadah Walaupun di Saat
+1
بسم الله الر حمن الر حيم Hadirilah! Kajian Islam Ilmiah Ahlussunnah Wal Jam'ah Kota Ambon 📜 Semangat Ibadah Walaupun di Saat Susah 🎙 Al-Ustadz Abu Ali Saiful Bahri hafizhahullah 🕌 Masjid Abu Bakr Asshiddiq Komplek Muhajirin, Kebun Cengkeh 📜 Peran Penting Majelis Ilmu dalam Mempererat Ukhuwah 🎙 Al-Ustadz Abu Nasim Mukhtar hafizhahullah 🕌 Masjid Nurul Huda Air Sakula, Negeri Laha ⏰ Ba'da Maghrib - Selesai 🗓 Selasa, 28 Syawal 1445 H / 07 Mei 2024 M 📤 Penyelenggara : Yayasan Abu Bakr Asshiddiq Ambon bekerja sama dengan Panitia Kajian Islam Ilmiah Ahlussunnah Wal Jama'ah Gemba 💻 Live Streaming : ▪️  https://t.me/radiosuaratauhid1078fm ▪️ http://nasehatambon.com/app 📲 Didukung Oleh : ▪️ https://t.me/nasehatambon ▪️ https://t.me/syababambon ▪️ https://t.me/bagebagefaedah ▪️ https://t.me/SalafyGemba

🗓 Kalender Faedah Selasa, 28 Syawal 1445 H / 08 Mei 2024 M 🏷 Memperhatikan Dua Perkara 📤 Yuk! Tebarkan Dakwah 📲 Join Sosi
🗓 Kalender Faedah Selasa, 28 Syawal 1445 H / 08 Mei 2024 M 🏷 Memperhatikan Dua Perkara 📤 Yuk! Tebarkan Dakwah 📲 Join Sosial Media Kami ▪️ Telegram : https://t.me/bagebagefaedah ▪️ Instagram : https://instagram.com/bagebagefaedah ▪️ Saluran Whatsapp : https://whatsapp.com/channel/0029VaDLhwxFcow3WeQFPV0Z 💻 Daftar Tautan : https://linktr.ee/bagebagefaedah #kalenderfaedah #kalender #memperhatikan #dua #perkara