𝐇𝐔𝐍𝐓𝐄𝐑 𝐄𝐀𝐆𝐋𝐄
Открыть в Telegram
A sense of 𝘀𝗼𝗹𝗶𝗱𝗮𝗿𝗶𝘁𝘆 in this halfway 𝗰𝘂𝗯𝗯𝘆𝗵𝗼𝗹𝗲 with a strong grip like an eagle in order to unite opinions. ✶ Bot Official :: @HUNTEREAGLEOFC_BOT ✶ Bot Mp/ps :: @HUNTEREAGLEMPPS_BOT ⌗ since on March 19, 2020
Больше9 461
Подписчики
Нет данных24 часа
Нет данных7 дней
Нет данных30 дней
Архив постов
9 461
2. Ledakan terestrial terbesar
Letusan gunung berapi terbesar dalam catatan sejarah terjadi di Indonesia pada tahun 1815, ketika Gunung Tambora meletus dari ketinggian 4.000 meter.
Shanaka de Silva, ahli vulkanologi di Oregon State University, mengatakan bahwa berdasarkan ukuran energi panas, ledakan Tambora setara dengan 800 megaton TNT (lebih dari 14 kali ledakan Tsar Bomba).
Menurut Geological Society of London, suara ledakan Tambora bergema hingga sejauh 2.600 km. Material yang dimuntahkan Tambora ke atmosfer memblokir sinar matahari sehingga menyebabkan "Tahun Tanpa Musim Panas" pada tahun 1816.
Namun, de Silva mengatakan, catatan prasejarah memiliki bukti adanya letusan lain yang lebih besar dari Tambora.
9 461
1. Ledakan terbesar akibat manusia
Pada tahun 1961, Uni Soviet menjatuhkan bom termonuklir raksasa di atas Pulau Novaya Zemlya di Samudra Arktik.
Disebut "Tsar Bomba," bom tersebut meledak dengan kekuatan 50 hingga 60 megaton TNT. Menurut George William Herbert, profesor di James Martin Center for Nonproliferation Studies, California, ledakan Tsar Bomba adalah ledakan nuklir terbesar yang pernah terjadi.
Tsar Bomba meledak dengan lebih dari 3.300 kali kekuatan "Little Boy", bom nuklir yang dijatuhkan di Kota Hiroshima, Jepang, pada tahun 1945.
9 461
Beberapa ledakan besar pernah mengguncang planet kita, dari kejatuhan meteor hingga senjata nuklir. Melansir Live Science, berikut adalah beberapa ledakan terbesar yang pernah terjadi di Bumi.
9 461
Hello guys 👋, selamat malammmm. Balik lagi dengan malming syaren atau ZESYA & DARREN yuhuuuu, jadi sekarang kita konten nya berdua guyss 👥. Hayoo tebak mau bawain konten apa? Yapss konten nya berjudul " 3 LEDAKAN TERBESAR YANG PERNAH TERJADI " mau tau apa aja? Yu ikut kami ~ ngueng
#𝗗𝗘𝗠𝗘𝗧𝗘𝗥
9 461
Oke itu aja konten yang ingin saya sampaikan, semoga dapat bermanfaat bagi para pembaca. Jangan lupa juga nih buat yang belum ikutan opmem, segera mendaftar.
Anyway buat yang sejak tadi menyimak konten ini, send id cnit kalian di comsect dong untuk 2 orang tercepat aja. Thank you and see you in the next content❤️🔥
[ #𝗗𝗘𝗠𝗘𝗧𝗘𝗥 ]
9 461
Perbedaan victim blaming dan playing victim
Meski terdengar mirip, victim blaming dan playing victim merupakan dua istilah yang berbeda. Playing victim merupakan salah satu cara seseorang untuk menghadapi sebuah masalah dengan memanipulasi peran sebagai korban, baik secara sadar maupun tidak.
Menurut ahli, playing victim biasa dilakukan oleh mereka yang merasa takut dan tidak berani mengakui kesalahan dalam dirinya. Ketakutan ini umumnya akan semakin terasa karena adanya kekhawatiran terhadap tekanan atau perlawanan dari orang lain yang membuat pelaku playing victim lebih dulu mengambil peran korban. Hal ini akan dilakukannya sebelum dicap sebagai pihak negatif oleh sekitar.
Di sisi lain, playing victim umumnya akan bersinggungan dengan victim blaming. Victim blaming merupakan respon dari adanya peristiwa atau tragedi yang terjadi pada orang lain, dan kerap menunjukkan sikap menyalahkan korban tanpa mendengarkan penjelasan terlebih dahulu. Hal ini adalah sebuah respons terhadap sebuah peristiwa dimana terdapat korban dan pelaku.
9 461
Dampak negatif victim blaming
Victim blaming bisa memberikan banyak dampak negatif bagi korban, termasuk menambah beban mental. Korban bisa saja percaya dengan kata-kata orang yang menyalahkannya, sehingga menganggap dirinya memang benar-benar pantas untuk ditimpa kejahatan atau kecelakaan tersebut.
Selain itu, perilaku victim blaming juga bisa memberikan dampak berupa:
• Membuat korban maupun orang-orang yang mengetahui kejadian tersebut jadi tidak memandang sesuatu secara objektif,
• Menyudutkan korban yang selamat dari suatu kejadian,
• Mengecilkan dampak dari suatu aksi kriminal, sehingga pelaku tidak mendapatkan ganjaran yang setimpal,
• Membuat korban segan bicara atau melaporkan kejadian
Secara tidak sadar, perlakukan kolektif victim blaming membuat sistem yang tidak berpihak pada korban.
9 461
Dari mana asal victim blaming?
Secara psikologis, victim blaming bisa terjadi karena ada rasa abai terhadap kondisi orang lain. Ditambah lagi dengan perasaan superior yang membuat seseorang cenderung merasa kurang empati dengan apa yang dialami orang lain.
Secara spesifik, psikolog meyakini tendensi victim blaming secara paradoks merupakan kebutuhan mendasar bahwa dunia ini adalah tempat yang baik. Untuk membuatnya terwujud, perlu ada alasan yang masuk akal terhadap semua yang terjadi di sekitar.
Nyatanya dalam keseharian, ada banyak sekali berita menyeramkan yang benar-benar terjadi. Sebagai bentuk perlindungan terhadap semua ketakutan itu, muncul tendensi untuk melakukan victim blaming sehingga hal-hal malang atau kesialan itu terasa “jauh” dari diri sendiri.
9 461
Contoh victim blaming
Contoh victim blaming bisa didapati dari pernyataan-pernyataan yang menyalahkan korban seperti misalnya:
• "Kenapa kamu ada di tempat seperti itu?"
• "Kenapa kamu tidak berteriak?"
• "Kenapa kamu tidak melawan?"
• "Mengapa kamu memakai pakaian yang memancing?"
• "Makanya jangan genit jadi orang!”
• "Kenapa kamu tidak lari dan malahan diam saja?"
Seringkali pernyataan tersebut muncul akibat kesalahpahaman bahwa setiap orang memiliki kemampuan untuk menghindari kejahatan dari orang lain. Serta mempercayai bahwa orang lain tidak akan menyakiti atau melecehkan secara spontan jika tidak dipancing atau diberi kesempatan. Namun, menjadi korban kejahatan bukanlah kesalahan siapa pun kecuali si pelaku kejahatan.
9 461
Victim blaming atau menyalahkan korban adalah tindakan merendahkan korban kejahatan atau kecelakaan dengan cara turut menuntut korban bertanggung jawab atas seluruh atau sebagian kejahatan yang menimpa mereka.
Sayangnya, victim blaming bisa dilakukan siapapun, mulai dari masyarakat umum, media, bahkan orang terdekat dan profesional hukum, medis, hingga kesehatan mental.
