Ask The Experts
Открыть в Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Больше1 811
Подписчики
+124 часа
+57 дней
+2330 день
Архив постов
1 811
🔤🔤🔤 🔤🔤🔤🔤 🔤🔤🔤🔤 👑
"YOUR TALENT, OUR PRIDE"Salam INISIATIF 😵💫 Halo Sobat ATE yang selalu rindu akan tantangan, ceilaaaaaahh 🔥 Dalam rangka memeriahkan Hari Sumpah Pemuda yang akan jatuh pada 28 Oktober 2024, kami memanggil kalian semua dari Sabang sd Merauke untuk unjuk kebolehan hobi/bakat yang mungkin selama ini terpendam 🎆 📆 Periode pendaftaran mulai saat ini 6 Oktober 2024 s.d. 25 Oktober 2024 Baca di sini untuk detail informasi lebih lanjut ⁉️💡 #INISIATIF #ATETalentHunt2024 #YourTalentOurPride
1 811
+1
🔠🔠🔠🔠🔠🔠 🫡
Selamat dan sukses kepada kakak @IlhamNuryadiAkbar (KC Pematangsiantar) atas prestasinya sebagai Juara 2 Lomba menulis puisi ke 18 Tingkat Nasional (Kategori umum) yang diadakan oleh Tulis.me
dengan total peserta lomba 1.400 🇮🇩
Pemenang 1 s/d 3, selain mendapatkan uang tunai juga mendapatkan tiket mengikuti Ubud Writers and Readers Festival (UWRF) sebuah festival sastra tahunan yang diadakan di Ubud, Bali, Indonesia.
Festival ini dianggap sebagai festival sastra terbesar dan paling bermakna di Asia Tenggara karena akan mendatangkan hingga 170 penulis dan seniman dari seluruh penjuru dunia. 🔥
1 811
Repost from N/a
Semangat Pagi
halo Sobat INISIATIF,
pernah liat video ini muncul di beranda Anda ?
👉👉 Perubahan itu Beresiko??
Perubahan itu perlu dikelola lhoo... gimana cara pengelolaannya? kebijakannya dimana yaa?
ada Perdir 14 tahun 2024 nih,, seperti apa isinya yaa?
cek gambaran Pengelolaan Perubahannya
Apa sih Change Management
#ICEMATCHA #ICE2k24 #ChangeManagement
1 811
🔤🔤🔤🔤🔤🔤 🔤🔤🔤🔤🤘
Waktu kecil rebutan mainan, udah dewasa rebutan warisan. Jangan ya dek yah 🤦♂️
Video Highres 🚩
#INISIATIF
1 811
PAYLATER, MENJERAT dan MERUSAK DIMENSI FINANCIALMU!!!! 😭🫣
Oleh : Agung Prasetyo Utomo
Salah satu ciri-ciri anak muda yang bisa sukses adalah yang bisa menunda kesenangan terutama kesenangan yang sifatnya konsumtif.
Awalnya saya gak paham apa itu PAYLATER sampai minggu ini..
Saya baca di berita :
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melaporkan total utang masyarakat Indonesia melalui PayLater mencapai Rp25,82 triliun pada Juli 2024. Jumlah ini meningkat tajam dibandingkan periode sebelumnya.
Akhirnya saya penasaran apa sih Paylater sampai akhirnya saya menyimpulkan kalau jaman saya muda dulu usia awal awal kerja 20 tahun lalu... Pay Later itu ya KARTU KREDIT yang tidak ada wujudnya tetapi digital akun yang bisa dipakai belanja sekarang bayarnya kemudian bisa dibayar cash bulan depan atau juga dibayar mencicil tiap bulan tentu dengan kena bunga..
Namanya Kartu Kredit dan Kredit Tanpa Agunan ya pasti bunganya gede, kalau saya baca berita bunganya bisa 2% an sebulan jadi kalau disetahunkan bisa 24% an itu juga belum ketambahan biaya administrasi dan lain-lain... Miriplah ama tahun 2000 di mana kartu kredit bunga gede-gedean, tapi kemudian ada banyak perubahan sekarang ini... ada biaya macam-macam, ada biaya late charges yang kadang lebih gede dari bunga...
Jaman saya dulu jadi pimpinan di kantor saya yang punya beberapa anak buah yang error masalah financial dengan banyaknya kartu kredit yang dia pakai kemudian gak bisa bayar karena hutangnya di mana-mana...
Widih yang menagih mulai dari ngefax berlembar-lembar dengan tinta hitam
"woei Pak X bayar kartu kreditmu"
Sampai datang ke kantor deb colector... Sampai akhirnya ada salah satu nasabah meninggal dunia baru aturannya diperketat ama pemerintah.
Sebagai atasan saya kadang juga dapat telepon tagihan kartu kredit anak buah saya... diomelin debt colector...
Saya cuma jawab :
"Si Mr X sudah dewasa, semua tanggung jawab hukum atas hutang dia adalah tanggung jawab dia... Saat kasih hutang tidak ngasih tahu saya kenapa saat macet saya ikutan ditagihin...."
Ya itu cerita 15 tahun yang lalu...
Sekarang kartu kredit bermetamorfosa menjadi PAYLATER
Lebih Mudah
Tetap Tanpa Agunan
Tetap bunganya tinggi di atas 24% setahun
Menaikkan GAYA HIDUP, gaya hidup konsumerisme
Akhirnya banyak yang memilih terjerat hutang Paylater
Tidak bisa menunda kesenengan
Slik OJK/BI Checking jadi hitam, tidak bisa aktivitas perbankan lain kayak misal mau punya rumah KPR
Bahkan ada yang tidak bisa kerja karena pemberi kerja meminta BI Checking Online
Tidak menutup kemungkinan ke depan calon mertua akan minta BI Checking calon menantunya... Karena hutang selain dibawa mati juga hutang dibawa nikah.
Mana ada mertua yang mau anaknya diajak nanggung hutang calon menantunya... Lha milih yang lain aja lah...
Paylater selain merusak demensi financialmu.. tentu akan merusak dimensi kehidupanmu yang lain
Ingat!! Kalau ke pengadilan perceraian... kasus paling banyak juga salah satunya karena EKONOMI bisa jadi masalah Paylater yang gak selesai-selesai
#INISIATIF
1 811
TIDAK CUKUP HANYA MEDICAL CHECK UP (Buat Yang Mau Menikah) 🥰
oleh: Agung Prasetyo Utomo
KISAH TREKING & SHARING
Jangan Lupa Minta Slik OJK Sebelum Jatuh Cinta
Hari ini sekitar 10 jam sejak pukul 05.30 sampai pukul 14.30 kami ber 13 melakukan perjalanan ke Sentul dari Jakarta Timur buat Treking ke Bukit Panisan.
Macam-macam profesi kami, tapi paling banyak adalah digital marketing dengan produknya masing masing, ada juga pensiunan, ada juga wartawan, tapi ada juga yang Certify Financial Planner (CFP), dan ada juga Konsultan Minat Bakat Potensi Diri.
Teman yang CFP cerita kalau 3 bulan ini dia diajak roadshow oleh salah satu instansi pemerintah buat memberikan seminar ke adik-adik mahasiswa di seluruh Indonesia.
Materinya ada beberapa :
1. Psikologi pernikahan
2. Kesehatan Pernikahan
3. Keuangan Pernikahan
Nah teman saya yang ini membawakan materi Persiapan Pernikahan secara Keuangan.
Pertanyaan awal saya, mengapa koq instansi pemerintah ini melakukan kegiatan bagus ini?
Jawaban teman saya :
Keprihatinan kepada generasi educated muda yang memiliki pilihan Child Free... Gak mau punya anak karena merasa menjadi BEBAN... Terutama generasi Wanita.
Saya pun mengangguk-angguk memahami alasan dilakukan hal ini... dan saya sepakat sekali bahwa 3 ilmu di atas emang harus diajarkan.
Terus kalau dikeuangan apa yang sampean ajarkan? tanya saya kemudian
1. HUTANG adalah Tanggung Jawab suami istri walau dilakukan sebelum menikah.
Jadi teman saya memberikan pemahaman ke adik-adik mahasiswa untuk sebelum nikah melakukan pengecekan financial ke calon pasangannya. Kalau calon pasangannya sudah memiliki tanggungan hutang Paylater, Pinjol dll. Harap berpikir lebih jauh untuk melangkah ke pernikahan. Karena ketika menikah maka tanggung jawab itu jadi tanggung jawab berdua...
Sontak para adik-adik Mahasiswa baru sadar dan paham...Kagetlah mereka walau akhirnya memahami.
Jadi wajar kalau sebelum menikah atau sebelum saling jatuh cinta cek dulu SLIK OJK nya dan juga diajarkan bagaimana mengajukan Slik OJK secara online... Jangan sampai keburu menikah ternyata bermasalah secara perilaku keuangan....Padahal data perceraian di Pengadilan kebanyakan ya salah satunya masalah Ekonomi.. Jadi lebih baik memilih yang sejak awal SLIK OJK (BI Checking nya) clean...
Why?
Karena setelah menikah karakter positif itu patut dijaga siapa tahu memerlukan untuk beli rumah secara KPR.
Bahasa gaulnya gini gaes :
Artinya, pasangan yang ngutang, kita juga akan dikejar.
Lha kan ya mabok, bukan mulai rumah tangga dari 0 tapi mulai dari minus
Bahkan pasangan itu ngutangnya sebelum nikah
baru nikah, eh udah ikutan dikejar debt collector... Mau Yura???
2. Pesan kedua adalah....
QUOTE TODAY setelah banyak ngobrol sama teman-teman treking :
a. Jangan kamu membalut kemalasanmu dengan kesholehanmu.
Contoh :
Rajin aktif ikut pengajian tapi malas mencari nafkah yang akhirnya merepotkan anak istri tidak ternafkahi dengan mengutarakan ke anak istri Akherat lebih penting dari dunia.
b. Menikah itu menerima kelebihan suami/istri sekaligus juga menelan kekurangannya...
Seutuhnya diterima...
Gimana bener gak nih?
#INISIATIF
1 811
Selamat malam, Sahabat BREED!
Masih ingat adegan dari potongan gambar di atas?
Ya. Itu adalah salah satu scene dari film Spiderman yang dibintangi oleh Tobey Maguire dan Kirsten Dunst.
Uncle Ben di sini berpesan pada Peter Parker, "With great power, comes great responsibility."
Kalimat ini bagus, namun akan lebih dalam lagi maknanya apabila dibalik rangkaiannya.
"With great responsibility, comes great power."
Semakin besar kita mau mengambil tanggung jawab atas hidup kita, semakin besar kendali yang kita miliki.
Menerima tanggung jawab atas masalah yang kita hadapi adalah langkah awal menuju penyelesaiannya.
Ini juga akan menjauhkan kita dari victim mentality, atau selalu merasa menjadi korban, yang ujung-ujungnya cenderung menyalahkan orang lain atau menyalahkan keadaan, dan tidak mau mengambil tindakan.
Maaf "nyampah" malem-malem. Pas kebetulan nemu insight bagus ini, masih dari bukunya Mark Manson. 🤭
Selamat beristirahat semuanya. ❤️
1 811
Perubahan itu pasti dan keberhasilan adalah milik mereka yang siap menghadapi tantangan baru ~ Dirum
Baca dan saksikan selengkapnya 👉
1 811
Gak enaknya lagi setelah lulus kuliah atau sekolah sudah tidak disebut lagi sebagai Pelajar atau Mahasiswa tetapi udah ganti gelar Sarjana atau Lulusan... Nah ini berat... saat jadi pelajar atau mahasiswa kalau salah masih dipandang wajar salah masih belajar... Kalau udah lulus statusnya bukan wajar salah tetapi koq Goblok ya sebagai Lulusan atau Sarjana... Ini beban berat seakan-akan kita gak boleh salah. Tapi fakta yang dihadapi emang gitu.. Jangan sampai kita bikin banyak kesalahan dalam kehidupan yang akhirnya bikin ribet diri kita sendiri dalam menjalani kehidupan.
Jadi sekarang kamu segera cari kursus Bahasa Arab... Agar kamu nanti cari kesempatan kerja di Timur Tengah lebih mudah karena menguasai bahasa Arab... Pekerjaannya apa jangan dipikirin dari sekarang. Siapkan diri dulu aja , bangun kompetensi diri dari Bahasa Arab dulu...
Setelah lulus kuliah kamu juga pasti akan menikah, nah nanti kalau milih istri yang bener-bener jangan asal pilih. Karena istri itu belahan jiwa yang mana akan menjadi Ibadah Seumur hidup sebagai suami istri. Jadikan pernikahan itu laksana surga di dunia bukan laksana neraka di dunia. Salah satu yang kadang ditemuin dalam pernikahan kadang begini.
Saat muda, kita membuat berbagai pilihan tanpa memikirkan masa depan. Terkadang pilihan-pilihan itu merugikan kita di usia paruh baya.
Salah satu yang saya amati adalah tentang pasangan hidup dan pernikahan. Sekali-kali kamu coba nongkrong ke Pengadilan Agama lihatin wajah wajah mereka yang sedang berproses perceraian banyak belajar dari situ.
Menikah dengan orang yang salah akan menjadi hal yang akan kita sesali.
Saat masih muda, periksa kembali motivasi kamu nanti menikah. Jangan menikah untuk meniru teman sebaya, atau untuk kedudukan sosial atau karena tekanan. Menikahlah karena cinta dan persahabatan, nikahi orang yang tepat, nikahi sahabat kamu yang kamu mengenal betul akhlaknya.
Karena jika kamu menikah dengan orang yang salah atau karena alasan yang salah, kamu harus bertahan dengan orang itu seumur hidup. Keadaan bisa menjadi lebih buruk di antara kalian berdua berdua; kemudian depresi, kekerasan fisik, perselingkuhan, rasa sakit, rasa malu, kasus pengadilan, kepahitan akan menentukan tahun-tahun paruh baya kamu, semuanya karena kamu memilih orang yang salah. Keadaan akan menjadi lebih buruk saat anak-anak terlibat. Buatlah pilihan pasangan yang tepat saat kamu masih muda. Apa itu? Ikuti petunjuk agama bagaimana menikah, tetapi mempelajari ilmu yang mendukung petunjuk agama juga akan lebih baik.
Jangan karena merasa udah jatuh cinta setengah mati udah pasti cocok... Jangan kayak gitu...
Itulah mengapa saya selalu menyarankan banyak belajar ke orang-orang tua bukan cuma pelajaran sekolah kuliah tetapi juga Ilmu Kehidupan... Belajar ke orang yang sudah sampai di tujuan yang sama yang kamu inginkan itu lebih baik dari pada mencari jalan sendiri. Tetapi juga jangan yang kamu inginkan terlalu rendah.
Saya hanya mendoakan agar tujuan kamu kerja di Timur Tengah setelah lulus kuliah bisa tercapai... Pelajari dari sekarang , siapkan kompetensimu dari sekarang, agar ketika kesempatan itu datang kamu bisa mencapainya dan mendapatkannya.
Sukses = Kepantasan Kompetensi Diri + Kesempatan
#INISIATIF
1 811
TIDAK SEMUA ILMU DI AJARKAN DI SEKOLAH FORMAL 📝
oleh: Agung Prasetyo Utomo
Kemarin sore ngobrol ama si anak ngenger di rumah saya sambil di mobil perjalanan pulang dari Bandara Sukarno Hatta menuju ke rumah... Anak ngenger yang nyetirin saya ini lulusan pesantren di mana sejak SD SMP SMA di pesantren... Secara karakter dan akhlak saya amati dan berinteraksi hampir tidak ada masalah. Semua baik baik saja... Minimal modal dasar karakter sudah ada... Al Amin... Yang bisa dipercaya dan sepertinya emang bisa dipercaya, walau ini ujiannya paling pas biasanya keterkaitan dengan UANG... belum pernah teruji ini.. makanya saya masih bilang sepertinya.
Ingat kalau kata buku sentuhan tangan midas ada 5 hal yang bikin kita sukses : 1. Ibu Jari : Karakter diri 2. Telunjuk : Focus , Follow One Course Until Sukses 3. Jari Tengah : Konsistensi 4. Jari Manis : Network 5. Kelingkinh : Kompetensi Detail.Salah satu bahasannya adalah... dia sampaikan... saya setelah 2 minggu lalu diskusi ama Pak APU... saya batalkan cita-cita saya setelah lulus kuliah 2 tahun lagi untuk kerja di Pesantren bergaji 3jt sebulan... Masuk akal juga masak saya sekarang kuliah di biayain Pak APU 4.5jt sebulan kemudian saya kerja target saya di bawah biaya kuliah. Cita cita saya terlalu rendah... Saya sadar dan rencana saya setelah lulus kuliah 2 tahun lagi saya akan pergi ke luar negeei ke Timur Tengah mencari pekerjaan di sana... Jadi saya ijin untuk mulai kursus Bahasa Arab dari sekarang. Bagus... kalau kamu sadar... jadi manusia itu jangan terlalu seneng ketika semua cita-citanya tercapai karena bisa jadi cita-citanya terlalu rendah.. Emang bikin cita-cita ya harus SMART Spesific Measurable Achievable Relevant Timeline ... Tinggi boleh terlalu tinggi yang gak masuk akal juga gak boleh... Misal.. kamu sekolah agama terus cita-cita kamu mau jadi dokter spesialis jantung di usia 25 tahun... ini gak realistis gak relevant. Pengalaman hidup saya, ketika saya kuliah dulu saya berpikir kalau udah selesai kuliah udah selesai sekolah semuanya enak hidup tenang.. Ternyata KAGAK... Lulus sekolah atau kuliah itu malah mengantarkan saya ke dunia kehidupan yang sesungguhnya beda kayak naik gunung... Misal kita naik gunung tentu kita usaha sampai penuh agar sampai puncak, sampai puncak kita menikmati keindahan alamnya dan puas habis itu turun... Plong rasanya. Lulus Sekolah atau Kuliah gak gitu... perasaan awalnya gitu... ternyata setelah lulus sampai puncak yang saya lihat adalah gunung-gunung yang lain yang mau gak mau harus saya selesaikan episodenya... Gunung mencari pekerjaan, gunung mencari uang, gunung menikah berkeluarga, gunung berelasi dengan teman, gunung bersosial dengan lingkungan.. dan masih banyak lagi gunung-gunung yang lain dan mau gak mau seneng gak seneng harus saya hadapi. Lanjut part 2
1 811
💫SAMPAI BERTEMU BESOK 😵💫
Istilah coaching pasti sudah tak asing lagi di telinga kita, tapi meskipun demikian masih ada banyak perbedaan persepsi terkait definisi, tujuan dan manfaat coaching ini. Banyak orang menganggap bahwa coaching hanya untuk mereka yang memiliki masalah besar atau krisis dalam karir. Ada juga yang beranggapan bahwa coaching dan mentoring adalah hal yang sama. Selain itu banyak yang beranggapan bahwa coaching adalah salah satu solusi instan untuk membereskan semua masalah. Apakah benar demikian adanya? Kali ini mari kita luruskan pemahaman tentang coaching untuk memaksimalkan manfaatnya 🎊
📺 Room: https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1 🗓 Waktu: Kamis, 10 Okt 2024 (19.30 WIB) 👉 Set a Reminder #INISIATIF
1 811
Selamat pagi, Sahabat BREED!
Pernahkah Anda mempunyai cita-cita yang tinggi, namun sampai hari ini hal tersebut masih sekedar jadi angan-angan?
Jika kita memiliki keinginan yang tinggi, namun tanpa diikuti tindakan yang nyata untuk mendapatkannya... bisa jadi itu karena kita TIDAK benar-benar menginginkannya.
Adakah yang bercita-cita punya usaha sendiri, tapi belum mulai belajar cara berwiraswasta atau mengumpulkan modal?
Atau adakah yang bercita-cita punya berat badan ideal, namun enggan untuk pergi ke pusat kebugaran atau sekedar rutin lari pagi?
Atau adakah yang bercita-cita ingin mempersunting gadis idamannya, namun untuk melakukan pendekatan dan mengungkapkan perasaan saja tidak mau? 🤭
Di sinilah letak masalahnya. Kita hanya jatuh cinta pada hasil akhir, namun tidak jatuh cinta pada proses dan perjuangan yang dibutuhkan untuk mencapainya.
"Who you are is defined by what you're willing to struggle for."
Perjuangan yang kita jalani akan menentukan kesuksesan kita. Setiap permasalahan yang kita hadapi, ketika terselesaikan, akan memberikan kebahagiaan tersendiri dalam hidup kita. Dan level permasalahan yang akan kita hadapi pun sedikit demi sedikit akan meningkat, tapi tidak apa-apa, karena di situlah letak keasyikannya.
Mari kita renungkan lagi apa yang benar-benar kita inginkan dalam hidup ini. 😊
Thank God It's Monday! ❤️
---
Note: insight dari buku "The Subtle Art of Not Giving a F*ck" (Mark Manson).
1 811
RECHARGE YOUR ENERGY 👑
Hanya pemain hebat yang selalu diturunkan pada permainan yang sulit 🇲🇨Bersiap Minggu (29/9) mulai pukul 16.00 WIB sd 19.00 WIB. Tersedia Souvenir seru-seruan 1 buah kaos ATE INISIATIF 2024 buat pemain peringkat 1. 🥰
Join di Grup Telegram ATE (Khusus Internal) untuk mengikuti tantangannya
📱
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1#Weekend
1 811
Seperti lagu Pak Dirut Belum Tahu (BPJS) 🇮🇩
https://www.instagram.com/p/DAZ0RGzTzOB/?igsh=MWJ1OWpvbXRobzFpcA==
1 811
+5
Panduan strategi klasik dari Sun Tzu yang tetap relevan dan tak lekang oleh waktu, cocok buat latihan teknik negosiasi 😇
#INISIATIF #Strategi
1 811
Kekuatan adalah Sementara, Namun Rasa Hormat Abadi 🫡
Oleh : Muhammad Farid Maricar
Sering kali, kita melihat bagaimana kekuatan, baik itu berupa jabatan, ataupun kekayaan, dapat membawa seseorang ke puncak dari mendapatkan popularitas atau pengaruh.
Namun, kita semua tahu itu bersifat sementara. Jabatan akan habis masanya, harta dapat berkurang, dan ketenaran bisa memudar. Hal yang tetap adalah rasa hormat yang kita dapatkan dari orang lain.
Rasa hormat itu bukanlah sesuatu yang bisa dibeli atau diraih melalui kekuatan yang sementara tadi, melainkan melalui tindakan yang menunjukkan integritas, empati, dan rasa tanggung jawab kepada orang lain.
Di masyarakat, seringkali reputasi dikaitkan dengan status, jabatan, atau keanggotaan di dalam lingkungan prestisius.
Namun, reputasi yang sesungguhnya bukanlah hasil dari hal-hal tersebut, melainkan dari apa yang kita kontribusikan dan bagaimana kita memperlakukan orang lain.
Dalam kehidupan sehari-hari, cara kita berinteraksi dengan orang lain, kebaikan yang kita berikan, serta nilai yang kita tanamkan, jauh lebih berpengaruh terhadap reputasi kita di mata orang lain dibandingkan dengan kekayaan atau status sosial.
Reputasi bukanlah sesuatu yang bisa kita bangun hanya dengan menunjukkan kekuatan atau otoritas. Orang lebih menghargai tindakan yang nyata, yang mencerminkan kualitas seseorang.
Misalnya, seorang pemimpin yang dikenal karena dedikasinya terhadap kesejahteraan timnya akan dihormati lebih tinggi dibandingkan pemimpin yang hanya mengandalkan kekuasaan atau gelar yang dimilikinya.
Karena proses mengagumi seseorang tidak muncul karena jabatannya, tetapi dari tindakannya. Dalam hal ini, tindakan memiliki peran penting dalam membentuk citra diri kita di hadapan orang lain.
Jika kita ingin dihargai, kita harus menambah nilai dalam kehidupan orang lain, baik itu dengan membantu mereka mencapai tujuan mereka, memberikan inspirasi, atau sekadar menjadi pendengar yang baik.
Dengan berfokus pada tindakan yang benar dan memberikan kontribusi yang positif, kita menciptakan kekaguman yang tulus dari orang lain.
Sering kali, orang yang tidak memiliki jabatan tinggi atau kekayaan besar lebih dikagumi karena kesederhanaan dan ketulusan mereka dalam bertindak. Ini menunjukkan bahwa tindakan yang memberikan dampak nyata jauh lebih berharga dibandingkan posisi atau status sosial.
Di dunia yang penuh dengan persaingan dan pencapaian, orang sering kali mencari cara untuk membuat diri mereka dihargai. Namun, penghargaan yang sebenarnya datang dari menambah nilai dalam kehidupan orang lain.
Menjadi seseorang yang berkontribusi positif, yang peduli, dan yang mau bekerja untuk kebaikan bersama adalah cara terbaik untuk mendapatkan penghargaan sejati dari orang lain.
Jika kita ingin dikenang, kita harus fokus pada bagaimana kita bisa memberikan dampak, bukan pada apa yang bisa kita terima dari orang lain.
Ini mengajarkan kita bahwa untuk mendapatkan nilai di mata orang lain, kita harus terlebih dahulu memberikan sesuatu yang bernilai.
#INISIATIF
1 811
12. Anda bekerja lembur hanya untuk membayar tagihan 13. Anda meminjam lagi untuk melunasi pinjaman lama 14. Anda menggunakan tabungan untuk membayar tagihan rutin 15. Pada akhir bulan, hampir mustahil bagi Anda untuk tidak kehabisan uang 16. Anda merasa harus mengumpulkan banyak uang 17. Anda menderita gejala fisik dan/atau psikologis akibat stres yang berkaitan dengan uangSumber : Buku Money Syndrome. So kamu mengalami yang mana hari ini di Dimensi Kehidupan Financialmu... UANG BUDAKMU atau UANG MAJIKANMU #INISIATIF
Уже доступно! Исследование Telegram 2025 — ключевые инсайты года 
