Ask The Experts
Открыть в Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
Больше1 812
Подписчики
Нет данных24 часа
+77 дней
+2230 день
Архив постов
1 812
Di film Squid game ada sosok Ibu. Dia ikutan game mematikan ini demi bisa membantu anaknya yang sedang terlilit hutang karena suka main judi. Sang Ibu nekat demi kebahagiaan anaknya.
Betapa terkejutnya sang anak melihat Ibu ikut main. Sementara sang Ibu marah saat tahu anaknya juga ikutan main. Tapi nasi sudah menjadi nasi goreng. Ehh. Gak bisa balik lagi. Dua-duanya akhirnya ikutan.
Ada sesi dimana Ibu kecewa. Saat putranya gak nurutin ibunya. Si ibu minta anaknya pencet tombol merah, anaknya malah pencet tombol biru. Tapi setelah itu sang putra minta maaf. Dan begitulah Ibu, pintu maafnya selalu terbuka. Meski Ibu telah terluka hatinya. Meski ibu telah banyak menangis karena tingkah anaknya. Maafnya selalu ada. Ibu, terbuat dari apa hatimu?
Ada juga sesi saat Ibu harus berkorban di permainan ketiga. Dia biarkan anaknya bersama yang lain demi anaknya selamat. Karena yang dibutuhkan hanya tiga orang. Kalau sama ibunya jadi empat. Kalau lebih, semuanya dibunuh. Maka sang Ibu berkata, "Silahkan nak kamu bersama mereka. Biar ibu cari teman lain,"
Ibu....
😭
Ibu akan sentiasa ada untuk anaknya. Ibu akan selalu melakukan apapun untuk kebahagiaan anaknya. Pengorbanannya bukan hanya saat melahirkan dan membesarkan. Tapi seumur hidup anaknya.
Aku ingat ibuku. Meski udah nikah, ibu masih diam-diam kasih aku duit. Dia belikan banyak baju untuk istriku. Dibelikannya kami lemari. Bahkan dibelikannya aku motor second. Padahal bukan kewajibannya. Begitulah Ibu.
Jadi kangen almarhumah. Alfatihah....
Oleh: Kak Oksa
#INISIATIF #TGIF
1 812
Selamat pagi Sahabat!
Sebuah tulisan di buku ini buat saya sangat bagus dan mengena banget buat saya.
_"It's not as if our lives are divided simply into light and dark. There's a shadowy middle ground. Recognising and understanding the shadows is what a healthy intelligence does. And to acquire a healthy intelligence takes a certain amount of time and effort."_Saya pribadi menerjemahkan dan memahaminya seperti ini: Bahwa kita tidak bisa mendefinisikan diri kita dan kehidupan kita sebagai sesuatu yang menyenangkan ataupun menyedihkan. 🙏 Ada kalanya kita senang, bangga, puas, atau damai. Namun ada kalanya juga kita merasakan sedih, marah, cemburu, atau kecewa. Itu adalah warna-warni dalam hidup kita. Kemampuan untuk mengenali dan memahami setiap emosi yang kita alami setiap saat adalah salah satu keterampilan yang akan membuat hidup kita menjadi lebih sehat. Dan untuk memiliki keterampilan ini membutuhkan waktu, kesabaran, dan ketekunan. 🤝 Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini? Have a nice day! ❤️ oleh: Iwan Kusworo #INISIATIF
1 812
PEMULA VS AHLI 😎
oleh: Muhammad Farid Maricar
Salah satu hal yang membedakan seorang ahli dan pemula adalah apa yang mereka inginkan dari orang lain atas kemampuan mereka. Para pemula menginginkan pujian, validasi, rekognisi, dan hal semisal. Berbeda dengan para ahli (expert) yang selalu mencari kritik, dari ahli yang lain, tentu yang sifatnya objektif, bukan yang subjektif.
Mengapa begitu? Pemula sering mencari pujian dan validasi. Hal ini wajar, karena pujian membantu membangun rasa percaya diri yang mereka butuhkan untuk terus belajar dan berkembang.
Pujian menjadi tanda bahwa mereka diakui dan berada di jalur yang benar. Namun, kebutuhan ini sering mencerminkan ketidakpercayaan diri terhadap kemampuan mereka sendiri.
Berbeda dengan pemula, ahli lebih menghargai kritik objektif. Kritik bagi mereka bukanlah ancaman, tetapi alat untuk menemukan kelemahan yang dapat diperbaiki. Ahli memahami bahwa kesempurnaan tidak dicapai dengan menghindari kesalahan, melainkan dengan belajar dari koreksi.
Inilah mengapa mereka lebih memilih kritik daripada pujian, karena hanya kritik yang memberi mereka peluang untuk terus tumbuh dan mencapai tingkat keahlian yang lebih tinggi.
Perubahan mindset dari mencari pujian ke menerima kritik menandai perubahan penting dalam pola pikir. Ketika seseorang mulai melihat kritik sebagai peluang, itu menunjukkan bahwa ia telah melampaui kebutuhan akan validasi eksternal dan mulai percaya pada kemampuan dirinya sendiri.
Namun akhirnya kita sadar, bahwa orang yang cerdas dan mau berkembang memilih untuk menerima koreksi daripada pujian. Sehingga jika masih mencari pujian, validasi, adalah simbol ketidak percayaan pada keahlian sendiri, sehingga masih haus dengan hal-hal semacam itu.
Kalau kita masih haus dengan pujian, apalagi dalam hal yang kita merasa diri kita ahli, maka sebenarnya keahlian kita patut diragukan.
#INISIATIF
1 812
Repost from N/a
STRATEGIC PLANNING FROM VISION TO EXECUTION 🎯 ♟
Bagi para penggemarnya, catur bukan hanya sekadar permainan, ia adalah cerminan dari kehidupan itu sendiri. Setiap langkah di atas papan catur mengandung risiko dan konsekuensi yang harus dipertimbangkan dengan matang. Bila dikaitkan dalam konteks pengabdian kita sebagai Duta BPJS Kesehatan, filosofi catur dapat menjadi panduan yang berguna untuk mengelola risiko dengan strategi yang tepat dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab untuk mencapai target organisasi 🏆Yuk join belajar bersama dalam Chess Class 2025 COMMIT BKC yang spesial menghadirkan 2 orang Pelatih yang sarat pengalaman tanding skala Nasional hingga Internasional 🔥 🗓 Rabu, 8 Januari 2025) ⏰ 18.30 WIB sd 20.00 WIB 👤 Chess Lovers BPJS Kesehatan 📱 Cek Link Zoom di Grup BKC: https://t.me/+Hw_pX1nGsDAwNmM1 #INISIATIF #BerpikirSebelumBertindak
1 812
Turut Berduka Cita atas berpulangnya salah satu rekan kita Sobat ATE kakak @TitoSanger. Semoga segala amal ibadah dan dedikasi beliau diterima oleh Tuhan YME. Perjuanganmu akan kami lanjutkan 🤲
Kirim doa terbaik 🫡
1 812
Sistem ini diciptakan untuk membantu rakyat menghadapi situasi sulit, bukan untuk menanggung biaya pengobatan yang sebenarnya tidak membahayakan secara finansial.
Jadi, mari kita lebih bijak dalam menggunakan BPJS. Jangan jadikan sistem ini kambing hitam hanya karena aturan yang tampaknya membatasi. Aturan itu ada untuk memastikan bahwa BPJS dapat bertahan dan benar-benar membantu mereka yang paling membutuhkan.
Kalau sakit ringan, coba periksa di puskesmas dulu. Kalau memang darurat, tentu IGD siap membantu. Dan kalau ada yang mengeluhkan BPJS tidak menanggung semuanya, ingatkan mereka bahwa sistem ini adalah penyelamat untuk situasi darurat yang benar-benar bisa menghancurkan keuangan seseorang. Bukan untuk kasus "ecek-ecek."
Karena pada akhirnya, kesehatan itu tanggung jawab bersama, bukan hanya pemerintah atau BPJS. Kita semua, sebagai masyarakat, punya peran untuk mendukung sistem ini berjalan dengan baik. Kalau semua orang bijak, BPJS bisa terus menjadi harapan bagi mereka yang benar-benar membutuhkan.
Sumber:
https://www.facebook.com/share/1Gth65wJT8/
#INISIATIF
1 812
BPJS dan Drama 144 Penyakit: Salahnya di Mana? 🇮🇩
oleh: dr. Erta Priadi Wirawijaya Sp. JP
Belakangan ini, BPJS jadi bahan obrolan hangat di media sosial. Banyak influencer yang tampaknya "momojo-kan" BPJS, terutama soal aturan 144 penyakit yang katanya hanya bisa ditangani di PPK 1 alias puskesmas. Belum lagi ada yang meledek aturan kalau kunjungan ke IGD itu tidak ditanggung kalau bukan kasus darurat. Jadi, sebenarnya salahnya di mana?
Pertama-tama, mari kita pahami bahwa BPJS itu sistem jaminan sosial. Fungsinya bukan untuk menanggung semua jenis penyakit, apalagi yang ringan seperti masuk angin atau "patah hati" karena habis ditolak gebetan. BPJS dirancang untuk mencegah warganya jatuh miskin karena biaya pengobatan penyakit berat, seperti serangan jantung, stroke, atau kanker. Kalau Anda harus jual rumah gara-gara biaya perawatan, di sinilah BPJS berperan sebagai penyelamat.
Kenapa 144 Penyakit di Puskesmas? 🤝
Sekarang soal 144 penyakit yang katanya hanya boleh ditangani di puskesmas. Logikanya sederhana: penyakit ini dianggap ringan dan bisa ditangani tanpa perlu fasilitas rumah sakit besar. Contohnya, demam biasa, batuk pilek, atau masalah pencernaan ringan. Kalau semua orang dengan penyakit ringan langsung menyerbu rumah sakit besar, fasilitas kesehatan akan penuh sesak. Bayangkan kalau Anda datang ke IGD karena serangan jantung, tapi antreannya panjang karena ada yang datang hanya untuk minta surat sakit buat absen kerja.
Jadi, aturan ini sebenarnya untuk efisiensi. Penyakit ringan cukup ditangani di PPK 1, yang lebih dekat dan cepat. Kalau memang membutuhkan rujukan, puskesmas atau dokter keluarga akan merujuk Anda ke rumah sakit.
IGD Hanya untuk Darurat 🤝
Lalu soal IGD. Banyak yang protes karena BPJS tidak menanggung kunjungan ke IGD jika bukan kasus darurat. Mari kita luruskan: IGD itu singkatan dari Instalasi Gawat Darurat, bukan Instalasi Gawat Sedikit. Kalau Anda datang ke IGD karena sakit perut setelah makan kebanyakan gorengan, atau habis mukbang super pedas ya wajar kalau tidak ditanggung. Itu bukan kasus darurat, dan Anda mungkin hanya butuh istirahat atau makan makanan lebih sehat.
Sistem ini bukan cuma ada di Indonesia. Coba lihat di negara lain. Misalnya di Singapura, kalau Anda datang ke IGD rumah sakit tanpa alasan darurat, Anda tetap harus bayar. Biayanya bisa lumayan mahal, meskipun Anda punya asuransi kesehatan. Sistemnya dibuat agar orang lebih bijak dalam menggunakan fasilitas kesehatan, bukan untuk meledek atau menyusahkan pasien.
BPJS untuk Kasus Berat, Bukan Penyakit "Ecek-ecek 🤝
Sekarang bayangkan ini: Anda dirawat karena serangan jantung dan butuh pengobatan yang total biayanya mencapai 100 juta. Nah, inilah peran BPJS yang sebenarnya. Biaya besar seperti ini yang seharusnya di-cover, karena tanpa bantuan, Anda mungkin harus menjual harta benda atau berutang hanya untuk bisa sembuh.
Tapi kalau semua penyakit, termasuk yang ringan seperti masuk angin atau demam biasa, ikut ditanggung, anggaran BPJS pasti kewalahan. Tidak ada negara mana pun yang sistem asuransinya bisa menanggung semua penyakit tanpa batas. Itu sebabnya, penyakit ringan sebaiknya diatasi secara out of pocket alias bayar sendiri. Lagi pula, biaya pengobatan penyakit ringan biasanya tidak akan membuat kantong bolong, kan? Atau kalau tidak out of pocket ya, setidaknya ada iur bayar atau co payment seperti yang diterapkan hampir di semua negara lain di dunia yang sistem kesehatan nya sudah mapan seperti German atau Singapura.
Sebagai dokter, kita juga punya tanggung jawab untuk membantu mengedukasi masyarakat. Jangan semua keluhan langsung diarahkan ke rumah sakit besar. Kalau memang kasusnya ringan dan bisa ditangani di puskesmas atau dengan istirahat di rumah, itu adalah pilihan yang lebih baik. Edukasi seperti ini penting untuk meringankan beban BPJS dan memastikan anggaran digunakan untuk kasus-kasus yang memang membutuhkan perawatan intensif.
Sebaliknya, untuk kasus berat seperti stroke, serangan jantung, atau kanker, BPJS memang harus hadir.
Bersambung ke hal 2 👇
1 812
🇮🇩 PATRICK KLUIVERT?
Fabrizio Romano memberikan Tweet terkait pelatih baru Timnas Indonesia, yakni pelatih asal Belanda🇳🇱, Patrick Kluivert (48th). Kontrak 2 tahun dengan 2 tahun opsi perpanjangan.
Statistik Kepelatihan:
2008-2010 | 🇳🇱 AZ Alkmaar (assistant)
2010-2010 | 🇦🇺 Brisbane Roar (assistant)
2010-2011 | 🇳🇱 NEC Breda (assistant)
2011-2012 | 🇳🇱 Jong Twente
2012-2014 | 🇳🇱 Belanda (assistant)
2015-2016 | 🇨🇼 Curaçao
2016-2016 | 🇳🇱 Ajax Amsterdam (youth)
2018-2019 | 🇨🇲 Cameroon (assistant)
2021-2021 | 🇨🇼 Curaçao (interim)
Terakhir melatih adalah tahun 2021 sebagai pelatih sementara Timnas Curacao.
Sementara saat aktif bermain, Patrick Kluivert adalah seorang striker dengan 79 caps dan 40 gol untuk Timnas Belanda. Di level klub, ia bermain untuk Ajax, AC Milan, Barcelona, Valencia, hingga Newcastle United, dan pensiun di Lille pada tahun 2008 di usia 32 tahun.
Pelatih Timnas Indonesia pengganti Shin Tae-yong akan diumumkan secara resmi pada 12 Januari 2024
📝garudafansbook
1 812
Seorang pelatih sekaliber Klopp pun belum tentu bisa meracik tim dengan pemain yang tingkat kemampuan passing-nya di bawah rata-rata. Belum tentu punya kesabaran saat menangani tim U-22, yang bahkan mengoper bola ke temannya sendiri, malah jatuh di kaki pemain lawan. Belum tentu pelatih sekaliber Louis Van Gaal akan sabar meladeni pemain yang saat diberitahu makanan sehat terangguk-angguk, namun setengah jam berikutnya mulai mencari Indomie dan gorengan.Ada tulisan bagus terkait berita pemecatan Shin Tae-Yong dari posisi Pelatih Kepala Timnas Indonesia 🇮🇩 https://unhas.tv/jangan-menangis-coach-shin/1? #INISIATIF
1 812
‼️BREAKING NEWS‼️
Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, membenarkan kabar bahwa Patrick Kluivert menjadi salah satu dari tiga kandidat pelatih yang dipertimbangkan PSSI untuk menggantikan Shin Tae-yong. Meski begitu, ia tak menyebut dua kandidat lainnya.
1 812
🇮🇩The biggest loss for all Indonesian football fans! 💔
The man who brought so many historic moments for Indonesia’s national team officially ends his journey as head coach today.
Thank you, Shin Tae-Yong!
Terima kasih, Shin Tae-Yong!
감사합니다, 신태용! (Gamsahamnida, Shin Tae-Yong!)
1 812
oleh: Iqbal Aji Daryono
Ini sudah hari ketiga saya menjalani terapi: bangun tidur, bebersih, belum pegang HP (ini syaratnya), trus baca buku dua jam. Rasanya membahagiakan.
Tahun kemarin, saya sedikit sekali membaca buku. Overdosis kerjaan (saya nulis sampai 5 buku, lengkap dengan turun lapangan), dolan-dolan, dan tentu ratusan jam skrol-skrol-an. Tahun ini, saya kepengen membaca lagi yang agak banyak.
Saya membaca bukan untuk pretensi menjadi intelektual (seperti kata Mas Dodo tentang saya--sebuah amatan yang sangat jitu), bukan juga untuk cari-cari kutipan buat bahan tulisan (Mas Kae pernah gak percaya kalo saya baca buku karena esai-esai saya dulu gak pernah ada kutipan-kutipan intelektualnya bhaaa).
Saya membaca untuk mencari jeda dari banjir informasi yang lama-lama membosankan--sudah terjadi sejak lama, tapi meledak lagi terutama sejak era monetisasi FB itu, Bun.
Sadar gak sadar, cecaran reels IG (saya gak Tiktokan), mulai potongan ceramah pengajian, scene liburan Livy Renata, kelebat bayangan indah Dara Sarasvati, hingga video-video tabrakan mobil dan maling ketangkep, itu semua membuat kita sprint terus sampe ngos-ngosan. Kita jadi sering kehilangan momen untuk duduk, diam, dan mencerna.
Saya membaca biar masih bisa mikir dengan agak-agak matang. Entah jadi matang beneran atau enggak, yang jelas saya yakin bahwa salah satu skill utama untuk menghadapi gempuran AI sebentar lagi adalah kemampuan sekaligus daya tahan dalam berpikir logis, syukur-syukur kritis.
Saya membaca, juga biar bisa jadi contoh untuk anak-anak saya.
Pernah satu masa, saya pake Kindle untuk membaca. Anak-anak tidak sadar bahwa saya sedang membaca. Taunya ya Si Bapak main gadget aja. Begitu saya balik ke buku kertas, anak lanang jadi ikut-ikutan mau membaca.
Berkali-kali, di berbagai forum, saya ditanyai oleh audiens: Mas, gimana caranya agar anak-anak suka membaca? Saya jawab dengan balas bertanya, "Lha ortunya sendiri membaca atau enggaak? Anak-anak bisa melihat ortunya sedang membaca, atau cuma dapat perintah-perintah aja?"
Tentu, ini baru hari ketiga saya menjalani terapi ini. Masih terasa berat. Ibaratnya otak agak lama berkarat, apalagi lama sekali gak nulis esai (fyi, itu latihan berpikir terberat untuk saya), dan harus diputar mesinnya pelan-pelan sambil menuangkan beberapa tetes minyak goreng.
Makanya, saya menuliskan ini. Biar besok kalo tiba-tiba terapi saya macet, saya bisa malu sendiri. Itu kalo masih ingat malu, ding. 🫥
#INISIATIF
1 812
Repost from N/a
Sekelas Grand Master (GM) pun bisa gemetar 😱
Jadi gemetar saat/setelah permainan catur itu memang biasa terjadi, apalagi bagi mereka yang sedang dihadapkan pada momen yang menguji adrenalin (terancam/bersemangat) yang membutuhkan konsentrasi tinggi 🤝
Yuk join Community of Interest (COMMIT) BPJS Kesehatan Chess Club (BKC) bagi kalian yang memiliki ketertarikan di dunia catur (terbuka mulai dari level beginner, intermediate, hingga level advanced)👇 https://t.me/+Hw_pX1nGsDAwNmM1#INISIATIF #BerpikirSebelumBertindak
1 812
Repost from N/a
COMING SOON 🇮🇩
Battle Team Chess Arena 🔥
Kolaborasi BPJS Kesehatan Chess Club (BKC) dan UKM Catur Universitas Indonesia🏅
Salam INISIATIF ✅
Dalam rangka mempererat silaturahmi dan mendukung kampanye nilai INISIATIF serta budaya fun and meaningful di BPJS Kesehatan, kami dengan bangga mengumumkan pertandingan catur persahabatan yang akan mempertemukan Tim Catur BPJS Kesehatan dengan adik-adik mahasiswa dari UKM Catur Universitas Indonesia 🤝
Diharapkan kegiatan ini tidak hanya akan menjadi ajang kompetisi catur yang seru, tetapi juga sebagai sarana untuk saling berbagi pengetahuan, menjalin persahabatan, dan menguatkan nilai-nilai kolaborasi serta INISIATIF positif di generasi muda♟
Jangan lupa membiasakan diri untuk Selalu Berpikir Sebelum Bertindak1. Join ke Grup BPJS Kesehatan Chess Club (BKC) 👇 https://t.me/+Hw_pX1nGsDAwNmM1 2. Daftarkan dirimu pada link berikut ini maks Jumat, 10 Januari 2025 pukul 15.00 WIB (peserta yang tidak teregistrasi tidak berhak mengklaim doorprize peringkat akhir) https://bit.ly/KolaborasiBPJSKesUI ‼️ 3. Join arena turnamen battle BPJS Kes Vs Univ Indonesia: https://lichess.org/tournament/FI6THF1h Password: (INISIATIF2025) #INISIATIF #BerpikirSebelumBertindak
1 812
GROWTH MINDSET 🔥
Oleh: Iwan Kusworo
Sebuah quote yang legendaris dari penulis Paulo Coelho di bukunya “The Alchemist” ternyata punya makna yang sangat mendalam jika kita membaca keseluruhan isi bukunya.
“And, when you want something, all the universe conspires in helping you to achieve it.” (Dan ketika Anda menginginkan sesuatu, seluruh alam semesta berkonspirasi untuk membantu Anda mencapainya)Di bukunya kita bisa menemukan konteks yang lebih luas dari dialog antara Santiago dan Melchizedek, yang diawali dengan pembahasan tentang “the world’s greatest lie.” —
Santiago:
“What’s the world’s greatest lie?”
("Apa kebohongan terbesar di dunia?”)
Melchizedek:
“It’s this: that at a certain point in our lives, we lose control of what’s happening to us, and our lives become controlled by fate. That’s the world’s greatest lie.”
("Begini: pada titik tertentu dalam hidup kita, kita kehilangan kendali atas apa yang terjadi pada kita, dan hidup kita dikendalikan oleh takdir. Itu adalah kebohongan terbesar di dunia")— Berapa banyak dari kita yang dulu ketika masih kecil mempunyai cita-cita setinggi langit? Apakah itu menjadi astronot, dokter, penemu hebat, atau ingin menyelamatkan dunia. Dahulu kita begitu bebasnya “bermimpi” ingin mencapai sesuatu yang lebih besar yang sangat kita idamkan. Hingga... pada satu titik dalam hidup kita, kita mulai merasakan bahwa kenyataan tak seindah yang dulu kita bayangkan. Tekanan ekonomi, tuntutan keluarga dan masyarakat, serta banyak hal lainnya, membuat kita berhenti bermimpi dan akhirnya pasrah pada nasib dan mengikuti ekspektasi orang-orang di sekitar kita. Kita kehilangan kendali akan hidup dan cita-cita kita sendiri. Tapi apakah benar begitu kenyataannya? Buku ini akan membuka mata kita tentang bagaimana menghadapi perubahan dan mengembangkan “growth mindset” agar kita tidak tergerus oleh roda jaman. Saya harus bilang, buku ini sangat bagus dan dalam maknanya. 🥺 #INISIATIF #TGIF
1 812
+9
DON'T BELIEVE IN LUCK, BELIEVE IN YOURSELF 🔥
Terima kasih atas kebersamaan dan dedikasi adik-adik magang program JKN Apprenticeship Program selindo, semoga sedikit banyaknya ilmu dan pengalaman yang diterima selama berkiprah di BPJS Kesehatan dalam 1 Tahun belakangan ini bisa bermanfaat buat tmn2 di kemudian hari 🥰
Tetaplah menjadi corong penghubung informasi seputar Program JKN di lingkungan masyarakat. Salam sehat dan sukses. See you on Top 🤝
#INISIATIF
1 812
KOMITMEN 🤝
oleh: Muhammad Farid Maricar
Definisi 'komitmen' ini menarik. Menurut the American Heritage Dictionary, komitmen adalah 'The state of being emotionally or intellectually devoted, as to a belief, a course of action, or another person' yang artinya kondisi di mana seseorang secara emosional maupun intelektual menyerahkan diri, apakah itu untuk sebuah agama atau kepercayaan, serangkaian tindakan, atau seseorang.Berdasarkan definisi tersebut, maka bisa disimpulkan bahwa komitmen tidak akan bisa dibangun tanpa adanya kesiapan baik dari sisi akal maupun perasaan, yang tentunya ada beberapa komponen yang perlu dipenuhi untuk diperkuat untuk mendapatkan kesiapan tersebut: 1. Niat ✅ Kita butuh niat yang kuat, untuk meyakinkan diri melakukan sesuatu. 2. Tindakan ✅ Kita butuh tindakan sebagai bukti bahwa kita memang benar-benar menginginkannya. 3. Perhitungan ✅ Perhitungan kita lakukan agar kita tidak buta atas apa yang kita lakukan, jangan sampai kita melakukannya tanpa arah yang jelas. 4. Kesabaran ✅ Yang kita butuhkan dalam proses yang naik turun (pasang surut). Dalam menjalani komitmen ini, banyak hal yang terkadang terjadi di luar keinginan kita, banyak terjadi perbedaan yang mungkin tidak bisa ditoleransi. Tapi, di balik semua itu, Alhamdulillah atas izin dari Allah, kita bisa bertahan, dan masih senantiasa berharap untuk menjadi lebih kuat ke depannya dan berharap Allah berikan petunjuk untuk itu. 💪 Tentu niat yang senantiasa diperbaiki, menjaga interaksi satu sama lain, dengan perencanaan yang matang, perhitungan yang jelas, dan sabar yang terus dipoles sangat diperlukan untuk menjaga semua itu.
Selamat bersiap mengawali aktifitas perdana kantor di Tahun 2025
🇮🇩#INISIATIF
Уже доступно! Исследование Telegram 2025 — ключевые инсайты года 
