ru
Feedback
Creative Trader Channel

Creative Trader Channel

Открыть в Telegram

Official Telegram Channel by Creative Trader www.creative-trader.id

Больше

📈 Аналитический обзор Telegram-канала Creative Trader Channel

Канал Creative Trader Channel (@creativetrader) языкового сегмента Индонезийский является активным участником. Сейчас сообщество объединяет 41 877 подписчиков, занимая 2 790 место в категории Экономика и финансы и 1 476 место в регионе Индонезия.

📊 Показатели аудитории и динамика

С момента создания невідомо проект демонстрирует стремительный рост, собрав аудиторию из 41 877 подписчиков.

Согласно последним данным от 21 июля, 2026, канал показывает стабильную активность. За последние 30 дней изменение числа участников составило -312, а за последние 24 часа — -6, при этом общий охват остаётся высоким.

  • Статус верификации: Не верифицирован
  • Уровень вовлечённости (ER): Средний показатель вовлечённости аудитории составляет 10.00%. В первые 24 часа после публикации контент обычно набирает 8.06% реакций от общего числа подписчиков.
  • Охват публикаций: В среднем каждый пост получает 4 188 просмотров. В течение первых суток публикация набирает 3 376 просмотров.
  • Реакции и взаимодействия: Аудитория активно поддерживает контент: среднее количество реакций на один пост — 47.
  • Тематические интересы: Контент сосредоточен на ключевых темах, таких как saham, ihsg, fundamental, bandar, goreng.

📝 Описание и контентная политика

Автор описывает ресурс как площадку для выражения субъективного мнения:
Official Telegram Channel by Creative Trader www.creative-trader.id

Благодаря высокой частоте обновлений (последние данные получены 22 июля, 2026) канал поддерживает актуальность и высокий уровень охвата публикаций. Аналитика показывает, что аудитория активно взаимодействует с контентом, что делает его важной точкой влияния в категории Экономика и финансы.

41 877
Подписчики
-624 часа
-877 дней
-31230 день
Архив постов
Puji Tuhan hari ini saham-saham kesayangan kita kembali digoreng tinggi 🙏🏻🙏🏻
Puji Tuhan hari ini saham-saham kesayangan kita kembali digoreng tinggi 🙏🏻🙏🏻

Sebagai rakyat kita punya 2 pilihan : 1. Percaya 2. Keluar dari Indonesia
Sebagai rakyat kita punya 2 pilihan : 1. Percaya 2. Keluar dari Indonesia

photo content
+2

photo content

Market Report Sesi 1  by www.creative-trader.id IHSG mengalami kenaikan 1.41 %. Top Gainer MLPT, 25% JGLE, 18% TRON, 16.2% BEEF, 15.6% ARKO, 14.8% Top Loser KOKA,-12.3% JELI,-9.5% PAMG,-9.5% NANO,-8.3% FILM,-8.3% Naik setelah Investor Asing Beli kemarin: TPIA 7.5% / 345.2M BRPT 3.6% / 96.8M BBRI 1.7% / 92.1M DEWA 9.5% / 52.1M Naik setelah turun 3 hari: - Lonjakan volume: DFAM  71x MLPT  64x CPRO  51x

Konglomerasi Report Sesi 1
Konglomerasi Report Sesi 1

Mari kita terus nikmati Rezeki ini sambil menunggu gajian minggu depan. 🥳
Mari kita terus nikmati Rezeki ini sambil menunggu gajian minggu depan. 🥳

Pengorbanan para Pahlawan Bursa tidak hanya terjadi di saham-saham berfundamental, di saham Konglo pun para Pahlawan Bursa mu
Pengorbanan para Pahlawan Bursa tidak hanya terjadi di saham-saham berfundamental, di saham Konglo pun para Pahlawan Bursa mulai giat berkorban. Salah satu contohnya bisa kita lihat di saham DSSA kemarin, kita lihat kaum PB di broker XL memimpin aksi jual di saham DSSA kemarin, menjual sahamnya ke AK, TP, dan HD. Pengorbanan yang tidak sia-sia karena pagi ini saham DSSA langsung digoreng tinggi.🤩

Kejatuhan harga saham Big Banks sepanjang semester pertama 2026 ternyata menyebabkan hilangnya kepercayaan Investor Ritel dan Pahlawan Bursa pada saham BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI. Sejak tanggal 1-20 bulan ini untuk pertama kalinya kalinya dalam 6 bulan terakhir investor ritel tercatat melakukan aksi cutloss di saham-saham Big Banks. Sangat berbeda dengan periode yang sama di bulan-bulan sebelumya dimana para Pahlawan Bursa selalu melakukan aksi panic buying di saham-saham tersebut yang membuat IHSG dan saham Big Banks terus turun sepanjang semester pertama 2026. Pada bulan Juli secara total para Pahlawan Bursa tercatat melakukan penjualan sebanyak 298 M di 4 saham Big Banks. Jumlah ini turun drastis dibanding bulan Juni dimana ritel melakukan pembelian sebanyak 2.69 T di saham-saham yang dulu sempat menjadi saham kepercayaan para Pahlawan Bursa ini. Menarik dilihat apakah hilangnya kepercayaan ritel pada saham Big Banks ini akan terus berlanjut, yang tentunya akan bisa membuat IHSG terus melanjutkan kenaikannya, atau hanya effect sementara saja di masa Piala Dunia dan Liburan Anak Sekolah

Kejatuhan harga saham Big Banks sepanjang semester pertama 2026 ternyata menyebabkan hilangnya kepercayaan Investor Ritel dan
Kejatuhan harga saham Big Banks sepanjang semester pertama 2026 ternyata menyebabkan hilangnya kepercayaan Investor Ritel dan Pahlawan Bursa pada saham BBCA, BBRI, BMRI dan BBNI. Sejak tanggal 1-20 bulan ini untuk pertama kalinya kalinya dalam 6 bulan terakhir investor ritel tercatat melakukan aksi cutloss di saham-saham Big Banks. Sangat berbeda dengan periode yang sama di bulan-bulan sebelumya dimana para Pahlawan Bursa selalu melakukan aksi panic buying di saham-saham tersebut yang membuat IHSG dan saham Big Banks terus turun sepanjang semester pertama 2026. Pada bulan Juli secara total para Pahlawan Bursa tercatat melakukan penjualan sebanyak 298 M di 4 saham Big Banks. Jumlah ini turun drastis dibanding bulan Juni dimana ritel melakukan pembelian sebanyak 2.69 T di saham-saham yang dulu sempat menjadi saham kepercayaan para Pahlawan Bursa ini. Menarik dilihat apakah hilangnya kepercayaan ritel pada saham Big Banks ini akan terus berlanjut, yang tentunya akan bisa membuat IHSG terus melanjutkan kenai

Market Report akhir sesi by www.creative-trader.id IHSG mengalami kenaikan 0.91% yang dimotori oleh pembelian investor asing sebesar 156.54 Miliar rupiah. Berikut report penutupan sesi kedua: Top Foreign Buy TPIA, 349.3M BRPT, 97M BBRI, 93.4M BNBR, 83.4M DEWA, 51.9M Top Local Buy BMRI, 238.9M ASII, 172.8M ANTM, 73.1M BBNI, 55.2M BUVA, 44.4M Top Gainer PAMG, 23.5% BNBR, 23.5% FWCT, 20.5% RISE, 18.8% SQMI, 14.9% Top Loser PRDL,-14% JELI,-12.3% MLPT,-11.2% RBMS,-9.3% MARK,-8.5%

Indahnya kebersamaan, hari Jumat saham berfundental digoreng tinggi, hari ini giliran Non Fundamental yang digoreng lebih tin
Indahnya kebersamaan, hari Jumat saham berfundental digoreng tinggi, hari ini giliran Non Fundamental yang digoreng lebih tinggi lagi. Kalau terus bahu membahu gini IHSH bisa terus naik meskipun kondisi dalam negeri tidak ada perubahan.

Analisa Struktur Kepemilikan RISE (Saham Konglo Terbaik Sesi 1 ) Saham ini akhirnya masuk ke daftar elit High Shareholding Co
Analisa Struktur Kepemilikan RISE (Saham Konglo Terbaik Sesi 1 ) Saham ini akhirnya masuk ke daftar elit High Shareholding Concentration karena jika kita pelajari kepemilikan saham ini dikuasai oleh Local CP (Cooperate Local) yang sepertinya dibuat dengan tujuan khusus untuk menjadi pemegang saham oleh Bandar saham RISE. Jika anda pelajari portfolio masing-masing pemegang saham >1% bisa terlihat kalau hampir semuanya dimiliki oleh orang yang sama. Jadi wajar kalau harga saham RISE digoreng hari ini, setelah terpilih dalam jajaran elit HSC.

photo content

Market Report Sesi 1 by www.creative-trader.id IHSG mengalami kenaikan 0.86 %. Top Gainer RISE, 17.2% FWCT, 16.9% SQMI, 16.4% KOKA, 14.7% CTTH, 13.6% Top Loser JELI,-10.6% PRDL,-10.4% RBMS,-9.3% MLPT,-7.6% MARK,-6.6% Naik setelah Investor Asing Beli kemarin: BBCA 0.8% / 693.5M BBRI 2.7% / 264.5M TLKM 3% / 76.3M BUMI 3.3% / 16M Naik setelah turun 3 hari: FWCT 16.9% NTBK 12% Lonjakan volume: RISE 23x FWCT 15x SQMI 6x NTBK 5x

Konglomerasi Report 11.20 AM Piala Dunia beres, bandar-bandar langsung gas goreng saham, menjelang gajian PB.
Konglomerasi Report 11.20 AM Piala Dunia beres, bandar-bandar langsung gas goreng saham, menjelang gajian PB.

Piala Dunia sudah beres, tetapi gajian Pahlawan Bursa masih 1 minggu lagi. Jadi masih ada ruang untuk kebangkitan IHSG sampai
Piala Dunia sudah beres, tetapi gajian Pahlawan Bursa masih 1 minggu lagi. Jadi masih ada ruang untuk kebangkitan IHSG sampai akhir minggu ini.

photo content

Tebak hasil Spanyol vs Argentina
Anonymous voting