Sofyan Chalid bin Idham Ruray
Открыть в Telegram
5 167
Подписчики
-124 часа
-87 дней
-4330 день
Архив постов
Download Buku Gratis (11)
Judul: Al-Ushulus Sittah (6 Prinsip Islam)
Penulis: Asy-Syaikh Muhammad At-Tamimi rahimahullah
Penerjemah: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
Penerbit: Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam
Link Download: https://t.me/taawundakwah/8501
Link Alternatif: http://bit.ly/6_Prinsip_Islam
📋 RINGKASAN TATA CARA SHOLAT GERHANA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
1. Berniat dalam hati untuk sholat gerhana karena Allah ta’ala, melafazkannya termasuk bid’ah (mengada-ada dalam agama).
2. Takbiratul ihram.
3. Membaca istiftah, ta’awwudz, dan basmalah secara sirr.
4. Membaca Al-Fatihah dan surat lain secara jahr, dan hendaklah memanjangkan bacaan, yaitu memlih surat yang panjang.
5. Bertakbir lalu ruku’ dan memanjangkan ruku’, yaitu membaca bacaan ruku’ dengan mengulang-ngulangnya.
6. Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengucapkan, ”Sami’allahu liman hamidah,” jika badan sudah berdiri tegak membaca, ”Rabbana walakal hamdu.”
7. Setelah itu tidak turun sujud, namun kembali membaca Al-Fatihah dan surat panjang, akan tetapi lebih pendek dari yang pertama.
8. Bertakbir lalu ruku’ dengan ruku’ yang panjang, namun lebih pendek dari ruku’ yang pertama.
9. Kemudian bangkit dari ruku’ seraya mengucapkan, ”Sami’allahu liman hamidah,” jika badan sudah berdiri tegak membaca, ”Rabbana walakal hamdu.” Dan hendaklah memanjangkan berdiri I’tidal ini.
10. Bertakbir lalu sujud dengan sujud yang panjang, yaitu dengan mengulang-ngulang bacaan sujud.
11. Kemudian bangkit untuk duduk di antara dua sujud seraya bertakbir, lalu duduk iftirasy, dan hendaklah memanjangkan duduknya.
12. Kemudian sujud kembali seraya bertakbir dan hendaklah memanjangkan sujud, namun lebih pendek dari sujud sebelumnya.
13. Bangkit ke raka’at kedua seraya bertakbir, setelah berdiri untuk raka'at kedua maka lakukanlah seperti pada raka’at yang pertama, namun lebih pendek dari raka’at yang pertama.
14. Kemudian duduk tasyahhud, membaca shalawat, dan salam ke kanan dan ke kiri.
15. Setelah itu disunnahkan bagi imam berkhutbah kepada manusia untuk mengingatkan mereka bahwa gerhana matahari dan bulan adalah tanda-tanda kebesaran dan keagungan Allah untuk mempertakuti hamba-hamba-Nya dan agar mereka memperbanyak do'a, dzikir dan sedekah.
Tambahan Beberapa Permasalahan:
16. Waktu melakukan sholat gerhana adalah selama terjadinya gerhana, apabila gerhana telah selesai sedang sholatnya belum selesai maka hendaklah sholatnya dipendekkan dan tetap disempurnakan, namun tidak lagi dipanjangkan (Fatawa Ibnil ‘Utsaimin: 8241).
17. Apabila sholat selesai namun gerhana belum selesai maka tidak disyari’atkan untuk mengulang sholatnya, tapi hendaklah melakukan sholat sunnah yang biasa dikerjakan, atau memperbanyak dzikir dan do’a sampai gerhana selesai (Fatawa Ibnil ‘Utsaimin: 9241).
18. Disyari’atkan untuk melakukannya secara berjama’ah di masjid. Dan dibolehkan untuk melakukannya di rumah, namun lebih baik di masjid (Fatawa Ibnil ‘Utsaimin: 4041, 5041).
19. Disunnahkan menyeru manusia untuk sholat dengan ucapan, “Ash-Sholaatu Jaami’ah.” Tidak ada adzan dan iqomah untuk sholat gerhana selain seruan tersebut, dan boleh diserukan berulang-ulang (Fatawa Ibnil ‘Utsaimin: 2241).
20. Apabila bertemu waktu sholat wajib dan sholat gerhana maka didahulukan sholat wajib (Fatawa Ibnil ‘Utsaimin: 9931).
21. Boleh mengerjakan sholat gerhana meski di waktu-waktu terlarang, karena pendapat yang kuat insya Allah, yang terlarang hanyalah sholat-sholat sunnah mutlak, yang tidak memiliki sebab (Fatawa Ibnil ‘Utsaimin: 0341, 1341).
22. Apabila makmum tidak mendapatkan ruku’ yang pertama maka ia tidak mendapatkan raka’at tersebut, hendaklah ia menyempurnakannya setelah imam salam dengan raka’at yang sempurna, yaitu tiap raka’at terdiri dari dua ruku’ (Fatawa Ibnil ‘Utsaimin: 9141).
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Sumber:
https://www.facebook.com/1661721914060613/posts/2720245084874952/
http://sofyanruray.info/ringkasan-tata-cara-sholat-gerhana/
Terkait:
"Memetik Hikmah di Balik Gerhana"
https://web.facebook.com/sofyanruray.info/posts/934051670077649
http://sofyanruray.info/memetik-hikmah-di-balik-gerhana/
Klik Telegram:
http://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
#Yuk_share agar menjadi amal yang terus mengalir insya Allah. Baarokallaahu fiykum.
Bolehkah Wanita Safar Tanpa Mahram untuk Menuntut Ilmu
https://youtu.be/v0cRQ7vEZsY
📋 MAKSIAT MENJAUHKAN HATI DARI ALLAH 'AZZA WA JALLA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Allah 'azza wa jalla berfirman,
قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيمَ ثُمَّ لآتِيَنَّهُم مِّن بَيْنِ أَيْدِيهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَن شَمَآئِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِينَ
"Iblis berkata: Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan menghalang-halangi mereka dari jalan Engkau yang lurus, kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur." [Al-A'rof: 16-17]
Ayat yang mulia ini menjelaskan dahsyatnya tekad setan untuk menjauhkan manusia dari Allah 'azza wa jalla dan jalan-Nya yang lurus.
Maka menuruti godaan setan dan bisikan hawa nafsu untuk bermaksiat akan menjauhkan hati seseorang dari Allah 'azza wa jalla.
Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
وَمِنْهَا: وَحْشَةٌ يَجِدُهَا الْعَاصِي فِي قَلْبِهِ بَيْنَهُ وَبَيْنَ اللَّهِ لَا تُوَازِنُهَا وَلَا تُقَارِنُهَا لَذَّةٌ أَصْلًا، وَلَوِ اجْتَمَعَتْ لَهُ لَذَّاتُ الدُّنْيَا بِأَسْرِهَا لَمْ تَفِ بِتِلْكَ الْوَحْشَةِ، وَهَذَا أَمْرٌ لَا يَحِسُّ بِهِ إِلَّا مَنْ فِي قَلْبِهِ حَيَاةٌ، وَمَا لِجُرْحٍ بِمَيِّتٍ إِيلَامٌ، فَلَوْ لَمْ تُتْرَكِ الذُّنُوبُ إِلَّا حَذَرًا مِنْ وُقُوعِ تِلْكَ الْوَحْشَةِ، لَكَانَ الْعَاقِلُ حَرِيًّا بِتَرْكِهَا.
“Diantara dampak jelek dosa adalah merasa jauh dari Allah yang menyelimuti hati pelaku maksiat, yang tidak mungkin digantikan dan ditutupi oleh kelezatan apa pun, walau terkumpul seluruh kelezatan dunia tidak akan sanggup menghilangkan perasaan jauh tersebut.
Akan tetapi perkara ini tidak dapat dirasakan kecuali orang yang di hatinya masih ada kehidupan, karena tidaklah luka dapat menyakiti mayyit.
Maka seandainya dosa-dosa itu tidaklah ditinggalkan kecuali karena khawatir munculnya perasaan jauh dari Allah tersebut, sudah sepantasnya bagi orang yang berakal untuk meninggalkannya.” [Al-Jawaabul Kaafi, hal. 52]
Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah juga berkata,
فَلَوْ نَظَرَ الْعَاقِلُ وَوَازَنَ لَذَّةَ الْمَعْصِيَةِ وَمَا تُوقِعُهُ مِنَ الْخَوْفِ وَالْوَحْشَةِ، لَعَلِمَ سُوءَ حَالِهِ، وَعَظِيمَ غَبْنِهِ، إِذْ بَاعَ أُنْسَ الطَّاعَةِ وَأَمْنَهَا وَحَلَاوَتَهَا بِوَحْشَةِ الْمَعْصِيَةِ وَمَا تُوجِبُهُ مِنَ الْخَوْفِ وَالضَّرَرِ الدَّاعِي لَهُ.
وَسِرُّ الْمَسْأَلَةِ: أَنَّ الطَّاعَةَ تُوجِبُ الْقُرْبَ مِنَ الرَّبِّ سُبْحَانَهُ، فَكُلَّمَا اشْتَدَّ الْقُرْبُ قَوِيَ الْأُنْسُ، وَالْمَعْصِيَةُ تُوجِبُ الْبُعْدَ مِنَ الرَّبِّ، وَكُلَّمَا زَادَ الْبُعْدُ قَوِيَتِ الْوَحْشَةُ.
“Jika orang yang berakal mau meneliti dan menimbang kelezatan maksiat dengan akibat buruknya berupa rasa takut dan jauh dari Allah, maka ia akan mengetahui jeleknya keadaan dirinya dan besarnya ketololannya, karena ia telah menukar kenyamanan, keamanan dan kelezatan dalam ketaatan dengan keterasingan dari Allah dan konsekuensinya berupa ketakutan dan bahaya yang mengancamnya.
Inti permasalahannya: Ketaatan seorang hamba mendekatkannya kepada Ar-Robb subhanahu wa ta’ala, maka setiap kali menguat kedekatan dengan-Nya bertambah pula kenyamanan bersama-Nya, sedang maksiat menjauhkan dari Ar-Robb tabaraka wa ta’ala, dan setiap kali bertambah jauh maka semakin terasing dari-Nya.” [Al-Jawaabul Kaafi, hal. 75-76]
Sumber:
https://www.facebook.com/1661721914060613/posts/2719508871615240/
https://www.instagram.com/p/CBpHIbih2VL/
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
Klik Telegram:
http://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
#Yuk_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
📋 TAUBAT DAN ISTIGHFAR MELANCARKAN REZEKI
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كانَ غَفَّاراً يُرْسِلِ السَّماءَ عَلَيْكُمْ مِدْراراً وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهاراً
“Maka aku (Nuh) katakan kepada mereka: Mohon ampunlah kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan melimpahkan harta dan anak-anak kepadamu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” [Nuh: 10-12]
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,
وَيَٰقَوۡمِ ٱسۡتَغۡفِرُواْ رَبَّكُمۡ ثُمَّ تُوبُوٓاْ إِلَيۡهِ يُرۡسِلِ ٱلسَّمَآءَ عَلَيۡكُم مِّدۡرَارٗا وَيَزِدۡكُمۡ قُوَّةً إِلَىٰ قُوَّتِكُمۡ وَلَا تَتَوَلَّوۡاْ مُجۡرِمِينَ
"Dan (Hud berkata): "Wahai kaumku, mohonlah ampun kepada Rabbmu lalu taubatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras atasmu, dan Dia akan menambahkan kekuatan kepada kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa." [Hud: 52]
Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan sebuah atsar dari Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah,
أَنَّ رَجُلًا شَكَى إِلَيْهِ الْجَدْبَ فَقَالَ اسْتَغْفِرِ اللَّهَ وَشَكَى إِلَيْهِ آخَرُ الْفَقْرَ فَقَالَ اسْتَغْفِرِ اللَّهَ وَشَكَى إِلَيْهِ آخَرُ جَفَافَ بُسْتَانِهِ فَقَالَ اسْتَغْفِرِ اللَّهَ وَشَكَى إِلَيْهِ آخَرُ عَدَمَ الْوَلَدِ فَقَالَ اسْتَغْفِرِ اللَّهَ ثُمَّ تَلَا عَلَيْهِمْ هَذِهِ الْآيَةَ
“Bahwa seseorang mengadukan kemarau panjang kepada Al-Hasan Al-Bashri, maka beliau berkata: Mohon ampunlah kepada Allah! Orang yang lain mengadukan kemiskinan, maka beliau berkata: Mohon ampunlah kepada Allah! Orang yang lain mengadukan kekeringan kebunnya, maka beliau berkata: Mohon ampunlah kepada Allah! Orang yang lain mengadukan kemandulan (tidak punya anak), maka beliau berkata: Mohon ampunlah kepada Allah! Kemudian beliau membacakan kepada mereka ayat ini (Surat Nuh ayat 10-12).” [Fathul Baari, 11/98]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Sumber:
https://www.instagram.com/p/CBnFoghBQvS/
https://www.facebook.com/1661721914060613/posts/2718800118352782/
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
Klik Telegram:
http://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
#Yuk_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
📋 MAKSIAT MENGHAMBAT REZEKI
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ
“Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan ke luar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya.” [QS. Ath-Thalaaq: 2-3]
Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,
وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ
“Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” (QS. Al-A'raaf: 96)
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
وَأَنَّ الرُّوحَ الْأَمِينَ نَفَثَ فِي رُوعِيَ أَنَّهُ لَنْ تَمُوتَ نَفْسٌ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا, فَاتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ, وَلَا يَحْمِلَنَّكُمُ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ تَطْلُبُوهُ بِمَعَاصِي اللهِ, فَإِنَّهُ لَا يُدْرَكُ مَا عِنْدَ اللهِ إِلَّا بِطَاعَتِهِ
“Dan sungguh Malaikat Jibril yang terpercaya telah menyampaikan kepadaku bahwa tidak akan mati satu jiwa sampai ia menyempurnakan rezekinya, maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki, dan sekali-kali janganlah lambatnya rezeki menjadikan kalian mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah, karena sesungguhnya tidak akan diraih apa yang ada di sisi Allah kecuali dengan menaati-Nya.” [HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2866]
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
لَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ، وَلَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ
“Tidak ada yang menambah umur kecuali kebajikan, tidak ada yang menolak takdir kecuali doa, dan sungguh seseorang benar-benar dihalangi untuk mendapat rezeki karena dosa yang ia kerjakan.” [HR. Ibnu Majah dari Tsauban radhiyallahu’anhu, lihat Ash-Shahihah: 154]
Al-'Allaamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
وَكَمَا أَنَّ تَقْوَى اللَّهِ مَجْلَبَةٌ لِلرِّزْقِ فَتَرْكُ التَّقْوَى مَجْلَبَةٌ لِلْفَقْرِ، فَمَا اسْتُجْلِبَ رِزْقُ اللَّهِ بِمِثْلِ تَرْكِ الْمَعَاصِي.
“Sebagaimana takwa kepada Allah ta’ala merupakan sebab meraih rezeki maka tidak bertakwa kepada-Nya adalah sebab kefakiran, maka tidaklah dapat diraih rezeki Allah dengan sesuatu yang menyamai amalan meninggalkan maksiat.” [Al-Jawaabul Kaafi, hal. 52]
Sumber:
https://www.instagram.com/p/CBnFoghBQvS/
https://www.facebook.com/1661721914060613/posts/2718800118352782/
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
Klik Telegram:
http://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
#Yuk_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
MEMBANGUN RUMAH DI SURGA
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَا مِنْ عَبْدٍ مُسْلِمٍ يُصَلِّى لِلَّهِ كُلَّ يَوْمٍ ثِنْتَىْ عَشْرَةَ رَكْعَةً تَطَوُّعًا غَيْرَ فَرِيضَةٍ إِلاَّ بَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِى الْجَنَّةِ
“Tidaklah seorang muslim melakukan sholat sunnah karena Allah setiap hari sebanyak 12 raka’at yang bukan sholat wajib, kecuali Allah akan membangunkan baginya sebuah rumah di surga.” [HR. Muslim dari Ummu Habibah radhiyallahu’anha]
Dalam riwayat lain,
أَرْبَعِ رَكَعَاتٍ قَبْلَ الظُّهْرِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَهَا وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْمَغْرِبِ وَرَكْعَتَيْنِ بَعْدَ الْعِشَاءِ وَرَكْعَتَيْنِ قَبْلَ الْفَجْرِ
“Empat raka’at sebelum zhuhur, dua raka’at setelah zhuhur, dua raka’at setelah maghrib, dua raka’at setelah isya, dan dua raka’at sebelum shubuh.” [HR. At-Tirmidzi dari Aisyah dan Ummu Habibah radhiyallahu’anhuma, Shahihul Jaami’: 6183]
Sumber: https://www.instagram.com/p/CBj5AuNJD0C/
Simak Juga "Sholat-sholat Sunnah Sebelum dan Sesudah Sholat Wajib" https://youtu.be/hQsGd7UBcC8
____________________________
Multaqa Duat Indonesia - MDI
Lembaga Kerja Sama Para Da'i Indonesia
🌏 Web: https://multaqaduat.com/wp/
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253
📋 MAKSIAT MENGHALANGI CAHAYA ILMU
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Allah 'azza wa jalla berfirman,
وَاتَّقُوا اللَّهَ وَيُعَلِّمُكُمُ اللَّهُ
“Dan bertakwalah kepada Allah; dan Allah akan mengajarimu.” [Al-Baqoroh: 282]
Allah 'azza wa jalla juga berfirman,
يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنْ تَتَّقُوا اللَّهَ يَجْعَلْ لَكُمْ فُرْقَانًا وَيُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan (ilmu untuk membedakan antara kebenaran dan kebatilan), menghapuskan kesalahan-kesalahanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan Allah mempunyai karunia yang besar.” [Al-Anfal: 29]
Al-Mufassir As-Sa’di rahimahullah berkata,
“Firman Allah ta’ala, 'Dan bertakwalah kepada Allah; dan Allah akan mengajarimu.' (Al-Baqorah: 282)
Dapat dijadikan dalil bahwa takwa kepada Allah adalah sarana untuk menggapai ilmu agama.
Namun yang lebih jelas sisi pendalilannya adalah firman Allah ta’ala, 'Wahai orang-orang yang beriman, jika kamu bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan.' (Al-Anfal: 29)
Maknanya adalah Allah akan memberikan ilmu agama yang dengannya kalian dapat:
- Mengenal hakikat.
- Membedakan antara kebenaran dan kebatilan.”
[Tafsir As-Sa’di, hal. 105]
Al-'Allamah Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata,
“Firman Allah ta’ala, 'Niscaya Dia akan memberikan kepadamu furqaan.' (Al-Anfal: 29)
Artinya kalian dapat membedakan:
- Antara kebenaran dan kebatilan.
- Antara yang berbahaya dan yang bermanfaat.
Maka ilmu agama termasuk dalam makna ayat ini, yaitu Allah ta’ala akan menganugerahkan ilmu-ilmu kepada orang yang bertakwa, yang tidak Allah berikan kepada orang yang tidak bertakwa.
Karena sesungguhnya dengan takwa seseorang akan meraih:
- Tambahan petunjuk.
- Tambahan ilmu.
- Tambahan hapalan.
Oleh karena itu disebutkan dari Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah, bahwa beliau berkata,
شكوت إلى وكيع سوء حفظي ... فأرشدني إلى ترك المعاصي
وقال اعلم بأن العلم نور ... ونور الله لا يؤتاه عاصي
'Aku pernah mengadukan kepada guruku; Waki’ akan buruknya hapalanku, maka beliau membimbingku untuk meninggalkan maksiat, dan beliau mengabarkan kepadaku bahwa ilmu itu adalah cahaya, dan cahaya Allah tidak akan diberikan kepada orang yang bermaksiat.'
Dan tidak diragukan lagi bahwa setiap kali bertambah ilmu seseorang maka bertambah pula kemampuannya mengenal dan membedakan antara kebenaran dan kebatilan.
Demikian pula termasuk dalam makna furqaan adalah pemahaman yang Allah bukakan untuk orang yang bertakwa, karena takwa adalah sebab kuatnya pemahaman, dan kekuatan yang dengannya akan menghasilkan tambahan ilmu.” [Kitabul ‘Ilm, hal. 44]
Ketika Imam Malik rahimahullah melihat kecerdasan Asy-Syafi’i muda yang luar biasa, maka beliau berkata,
إِنِّي أَرَى اللَّهَ قَدْ أَلْقَى عَلَى قَلْبِكَ نُورًا، فَلَا تُطْفِئْهُ بِظُلْمَةِ الْمَعْصِيَةِ
“Sesungguhnya aku melihat (tanda) Allah ta’ala telah menganugerahkan cahaya (ilmu) di hatimu, maka janganlah engkau padamkan cahaya tersebut dengan kegelapan maksiat.” [Al-Jawaabul Kaafi, hal. 52]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
من الذنوب ما يكون سببا لخفاء العلم النافع أو بعضه بل يكون سببا لنسيان ما عُلم
"Diantara dosa-dosa, ada yang dapat menjadi sebab yang menghalangi ilmu yang bermanfaat atau sebagiannya, bahkan dapat menjadi sebab terlupanya ilmu yang sudah diketahui." [Majmu' Al-Fatawa, 14/160]
Al-'Allaamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
فَإِنَّ الْعِلْمَ نُورٌ يَقْذِفُهُ اللَّهُ فِي الْقَلْبِ، وَالْمَعْصِيَةُ تُطْفِئُ ذَلِكَ النُّورَ.
“Sesungguhnya ilmu itu adalah cahaya yang Allah curahkan di hati seorang hamba, dan maksiat mematikan cahaya tersebut.” [Al-Jawaabul Kaafi, hal. 52]
Sumber: https://www.facebook.com/1661721914060613/posts/2717780461788081/
GABUNG GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Ketik: Daftar
Kirim ke: wa.me/628111833375
Atau: wa.me/628111377787
#Yuk_share agar jadi amal shalih yang terus mengalir insya Allah. Baarokallaahu fiykum.
📋 MAKSIAT ITU RACUN, PENAWARNYA ADALAH TAUBAT
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
إنَّ العبدَ إذا أخطأَ خطيئةً نُكِتت في قلبِهِ نُكْتةٌ سوداءُ، فإذا هوَ نزعَ واستَغفرَ وتابَ سُقِلَ قلبُهُ، وإن عادَ زيدَ فيها حتَّى تعلوَ قلبَهُ، وَهوَ الرَّانُ الَّذي ذَكَرَ اللَّه كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
"Sesungguhnya seorang hamba apabila melakukan dosa maka muncul di hatinya satu titik hitam, apabila ia berhenti, memohon ampun dan bertaubat maka menjadi bersih lagi hatinya, namun apabila ia kembali melakukan maksiat maka bertambah pula titik hitam itu sampai menutupi hatinya.
Itulah penutup hati yang disebutkan oleh Allah 'azza wa jalla,
كَلَّا بَلْ رَانَ عَلَى قُلُوبِهِمْ مَا كَانُوا يَكْسِبُونَ
'Sekali-kali tidak (Al-Qur'an bukan dongeng), akan tetapi (mereka tidak dapat memahami dan mengimani Al-Qur'an) karena dosa yang menutupi hati mereka'." (Al-Muthaffifin: 14) [HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Shahih At-Tirmidzi: 3334]
Al-'Allaamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
الذنب بمنزلة شرب السم، والتوبة ترياقه ودواؤه، والطاعة هي الصحة والعافية
"Berbuat dosa bagaikan meminum racun, taubat adalah penawarnya dan obatnya, sedangkan ketaatan adalah kesehatan dan keselamatan." [Madaarijus Saalikin, 1/222]
Al-'Allaamah Ibnul Qoyyim rahimahullah juga berkata,
أَنَّ الذُّنُوبَ وَالْمَعَاصِيَ تَضُرُّ، وَلَا بُدَّ أَنَّ ضَرَرَهَا فِي الْقَلْبِ كَضَرَرِ السُّمُومِ فِي الْأَبْدَانِ عَلَى اخْتِلَافِ دَرَجَاتِهَا فِي الضَّرَرِ، وَهَلْ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ شَرٌّ وَدَاءٌ إِلَّا سَبَبُهُ الذُّنُوبُ وَالْمَعَاصِي
“Sungguh dosa dan maksiat sangat membahayakan, bahayanya pasti berpengaruh pada hati seperti bahaya racun pada badan sesuai perbedaan tingkatan bahayanya, dan tidaklah kejelekan dan penyakit di dunia dan akhirat kecuali sebabnya adalah dosa dan maksiat.” [Al-Jawaabul Kaafi, hal. 42]
Sumber: https://www.instagram.com/p/CBhS6byBdxM/
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
Klik Telegram:
http://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke: wa.me/628111833375
Atau: wa.me/628111377787
#Yuk_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
ISTRI YANG TIDAK AKAN MENCIUM HARUMNYA SURGA
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
أَيُّمَا امْرَأَةٍ سَأَلَتْ زَوْجَهَا طَلاقًا فِي غَيْرِ مَا بَأْسٍ فَحَرَامٌ عَلَيْهَا رَائِحَةُ الْجَنَّة
“Wanita mana saja yang meminta cerai kepada suaminya tanpa alasan yang dibenarkan maka haram atasnya mencium harumnya surga.” [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Tsauban radhiyallahu’anhu, Shahih Abi Daud: 1928]
Asy-Syaikh Al-'Allamah Ibnu Baz rahimahullah berkata,
والمعنى: التحذير من طلب الطلاق من دون علة، أما إذا كان هناك علة لكونه كثير المعاصي والشرور؛ لأنه سكير، لأنه يتهاون بالصلاة في الجماعة أو لا يصلي، أو لأنه يظلمها ويؤذيها بالضرب بغير حق، أو ما أشبه ذلك فهي معذورة تطلب الطلاق، وليس لها البقاء مع من لا يصلي؛ لأن من ترك الصلاة كفر، فعليها أن تمتنع منه وأن تطلب منه الطلاق فإن أبى ترفع الأمر إلى المحكمة فليس لها البقاء مع من لا يصلي.
"Makna hadits ini adalah peringatan keras bagi wanita agar tidak minta cerai tanpa sebab.
Adapun jika ada sebab, seperti:
- Suaminya banyak maksiat dan amalan buruk,
- Suka mabuk,
- Tidak menjaga sholat berjama'ah,
- Tidak sholat,
- Menzalimi dan menyakiti istri tanpa alasan yang benar, atau perbuatan dosa yang lain.
Maka istri memiliki alasan untuk meminta cerai.
Dan tidak boleh bagi istri untuk tetap bersama suami yang tidak sholat, karena orang yang meninggalkan sholat menjadi kafir, maka wajib bagi istri untuk menjauh dari suaminya dan meminta cerai.
Kalau suaminya tidak mau menceraikan, maka hendaklah ia mengurus cerai di Pengadilan, karena tidak boleh ia bersama suami yang tidak sholat."
Simak: https://youtu.be/ATWqG_wv8m0
Simak Juga: http://bit.ly/10-dosa-besar-wanita
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
Telegram:
http://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
WAG:
wa.me/628111833375
wa.me/628111377787
#Yuk_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
KEAGUNGAN DAN KEBESARAN HANYA MILIK ALLAH 'AZZA WA JALLA
Kitab Kaidah-kaidah Tauhid - Kaidah Tauhid Rububiyah Ke-35
https://youtu.be/JwVNbC8FlNQ
Download Buku Gratis
Judul: Bahaya Ideologi Komunis dan ISIS
Penulis: Ustadz Arif Fathul Ulum, Lc hafizhahullah
Penerbit: Ma'had Al-Furqon Al-Islami Gresik Jawa Timur
Turut Menyebarkan: Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam
Link Download: https://t.me/taawundakwah/8481
Link Alternatif: http://bit.ly/Bahaya_Komunis_dan_ISIS
📋 HUKUM CAIRAN KUNING DAN COKELAT KAUM WANITA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Shahabiyah yang Mulia Ummu ‘Athiyyah radhiyallahu’anha berkata,
كُنَّا لاَ نَعُدُّ الْكُدْرَةَ وَالصُّفْرَةَ شَيْئًا
“Kami (para sahabat wanita) dahulu tidak menganggap cairan berwarna keruh dan kuning (yang keluar di masa suci sebagai haid) sedikit pun.” [Riwayat Al-Bukhari]
Al-Bukhari rahimahullah juga menyebutkan,
وَكُنَّ نِسَاءٌ يَبْعَثْنَ إِلَى عَائِشَةَ بِالدُّرْجَةِ فِيهَا الْكُرْسُفُ فِيهِ الصُّفْرَةُ فَتَقُولُ لاَ تَعْجَلْنَ حَتَّى تَرَيْنَ الْقَصَّةَ الْبَيْضَاءَ تُرِيدُ بِذَلِكَ الطُّهْرَ مِنَ الْحَيْضَةِ
“Dan dahulu para wanita mengirimkan bejana kepada Aisyah, yang padanya terdapat kapas yang mengandung cairan berwarna kuning, maka Aisyah berkata, “Janganlah kalian terburu-buru (untuk melakukan sholat) wahai para wanita, sampai kalian melihat keluarnya cairan putih.” Beliau memaksudkan dengan keluarnya cairan putih maka telah suci dari haid.” [Shahih Al-Bukhari]
Ringkasan Beberapa Permasalahan Terkait Darah Kebiasaan Wanita
1. Darah haid berwarna hitam atau merah kehitaman, kental dan berbau;
- Apabila keluar maka tidak dibolehkan bagi seorang wanita beberapa perkara:
(1) Sholat,
(2) Puasa,
(3) Thawaf,
(4) Tidak boleh digauli oleh suaminya di kemaluannya, namun boleh di selainnya,
(5) Tidak boleh diceraikan di masa haid.
- Apabila telah suci hendaklah mandi wajib terlebih dahulu sebelum melakukan sholat, thawaf dan berhubungan suami istri di kemaluan.
- Hukum wanita nifas sama dengan wanita haid.
2. Darah istihadhah berwarna merah dan tidak kental;
- Apabila keluar maka seorang wanita tetap berada di masa suci, wajib untuk sholat, puasa dan boleh digauli oleh suaminya di kemaluannya.
- Pendapat yang kuat insya Allah, tidak ada dalil shahih lagi sharih (tegas) yang menunjukkan keluarnya darah istihadhah membatalkan wudhu, tidak pula mewajibkan mandi. Di sisi lain, mandi atau wudhu bagi wanita istihadhah sangat memberatkan, dan kaidah syari’at menyatakan, “Al-Masyaqqoh tajlibut taysir” (Adanya beban yang berat melahirkan kemudahan).
- Cukup bagi wanita yang mengalami istihadhah untuk menggunakan pembalut dan sekali berwudhu untuk melakukan sholat, kemudian apabila keluar darah istihadhah setelah itu maka tidak wajib mandi ataupun wudhu.
3. Cairan yang keluar di masa suci, apakah berwarna keruh, kuning atau selain hitam dan merah kehitaman, tidak termasuk haid, sebagaimana dalam hadits Ummu 'Athiyyah radhiyallahu'anha di atas.
4. Sebaliknya, apabila masih keluar cairan di masa haid walau tidak lagi berwarna hitam atau merah kehitaman, masih termasuk haid, sebagaimana dalam hadits Aisyah radhiyallahu'anha di atas.
5. Tanda suci dari haid ada dua, yaitu apabila telah kering atau keluar cairan putih.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Simak: https://youtu.be/IYkKMS7j7EM
Simak Kajian Islam Online bersama Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
- Youtube: https://www.youtube.com/c/kajiansofyanruray
- Facebook: https://www.facebook.com/sofyanruray.info
- Instagram: https://www.instagram.com/sofyanruray.info
- Telegram: https://t.me/sofyanruray
- Twitter: https://twitter.com/sofyanruray
- Website: https://sofyanruray.info
- WAG: wa.me/628111833375
#Yuk_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
MULIA DENGAN SUNNAH
Rasulullah ﷺ bersabda,
وَجُعِلَ الذُّلُّ وَالصَّغَارُ عَلَى مَنْ خَالَفَ أَمْرِي
"Dan dijadikan kehinaan serta kerendahan atas orang yang menyelisihi ajaranku." [HR. Ahmad dari Ibnu Umar radhiyallahu'anhuma, Shahih Al-Jaami': 2831]
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
إنما يَرفعُ اللهُ الشخصَ بقدر تمسكه بسُنة الرسول ﷺ
"Sesungguhnya Allah mengangkat derajat seseorang sesuai dengan kadar keteguhannya pada sunnah Rasulullah ﷺ." [Tuhfatul Mujib, no. 339]
Sumber: https://www.instagram.com/p/CBZMGi7pbnP/
___________________________
Multaqa Duat Indonesia - MDI
Lembaga Kerja Sama Para Da'i Indonesia
🌏 Web: https://multaqaduat.com/wp/
📹 Youtube: http://bit.ly/multaqaduat
📺 Instagram: http://bit.ly/igmultaqaduat
📠 Telegram: t.me/multaqaduat
🎙️ Twitter: http://bit.ly/twittermultaqaduat
📱 Facebook: www.fb.com/multaqaduat
☎️ Admin MDI: wa.me/6282297975253
Уже доступно! Исследование Telegram 2025 — ключевые инсайты года 
