Sofyan Chalid bin Idham Ruray
Открыть в Telegram
5 141
Подписчики
-124 часа
-167 дней
-5730 день
Архив постов
🍂 “Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan baginya, maka Allah akan memahamkannya dengan agama.”[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Mu’awiyah radhiyallahu’anhu]
4) Beriman kepada takdir Allah subhanahu wa ta’ala, bahwa segala sesuatu di alam ini, baik maupun buruk telah ditakdirkan oleh Allah tabaraka wa ta’ala, termasuk ketentuan rezeki, maka tidak perlu takut dan khawatir akan kekurangan rezeki, hendaklah senantiasa bergantung hanya kepada Allah ta’ala, dan Allah subhanahu wa ta’ala telah menegaskan,
وَمَن يَتَوَكَّلۡ عَلَى ٱللَّهِ فَهُوَ حَسۡبُهُۥٓۚ إِنَّ ٱللَّهَ بَٰلِغُ أَمۡرِهِۦۚ قَدۡ جَعَلَ ٱللَّهُ لِكُلِّ شَيۡءٖ قَدۡرٗا
🍂 “Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu.” [Ath-Thalaq: 3]
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لَوْ أَنَّكُمْ تَوَكَّلْتُمْ عَلَى اللهِ حَقَّ تَوَكُّلِهِ لَرَزَقَكُمْ كَمَا يَرْزُقٌ الطَّيْرَ تَغْدُوْ خِمَاصًا وَتَعُوْدُ بِطَانًا
🍂 "Jika kalian bertawakkal kepada Allah subhanahu wa ta’ala dengan sebenarnya, niscaya Dia akan memberi rezeki kepada kalian sebagaimana Dia memberi rezeki kepada burung, ia berangkat di pagi hari dalam keadaan lapar dan kembali dalam kondisi kenyang.” [HR. At-Tirmidzi dan Ibnu Majah dari Umar bin Khaththab radhiyallahu’anhu, Shahih At-Tirmidzi: 1911]
5) Perintah mencari rezeki dengan cara yang halal, dan bahwa ketaatan kepada Allah adalah sebab yang melancarkan rezeki dan perbuatan dosa adalah penghalang rezeki. Allah ta’ala berfirman,
وَمَن يَتَّقِ ٱللَّهَ يَجۡعَل لَّهُۥ مَخۡرَجٗا وَيَرۡزُقۡهُ مِنۡ حَيۡثُ لَا يَحۡتَسِبُۚ
🍂 “Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya." [Ath-Thalaaq: 2-3]
➡ Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,
وَلَوۡ أَنَّ أَهۡلَ ٱلۡقُرَىٰٓ ءَامَنُواْ وَٱتَّقَوۡاْ لَفَتَحۡنَا عَلَيۡهِم بَرَكَٰتٖ مِّنَ ٱلسَّمَآءِ وَٱلۡأَرۡضِ وَلَٰكِن كَذَّبُواْ فَأَخَذۡنَٰهُم بِمَا كَانُواْ يَكۡسِبُونَ
🍂 “Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan perbuatannya.” [Al-A'raaf: 96]
➡ Allah subhanahu wa ta’ala juga berfirman,
ظَهَرَ ٱلۡفَسَادُ فِي ٱلۡبَرِّ وَٱلۡبَحۡرِ بِمَا كَسَبَتۡ أَيۡدِي ٱلنَّاسِ لِيُذِيقَهُم بَعۡضَ ٱلَّذِي عَمِلُواْ لَعَلَّهُمۡ يَرۡجِعُونَ
🍂 “Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)." [Ar-Ruum: 41]
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لَا يَزِيدُ فِي الْعُمْرِ إِلَّا الْبِرُّ، وَلَا يَرُدُّ الْقَدَرَ إِلَّا الدُّعَاءُ، وَإِنَّ الرَّجُلَ لَيُحْرَمُ الرِّزْقَ بِالذَّنْبِ يُصِيبُهُ
🍂“Tidak ada yang menambah umur kecuali kebajikan, tidak ada yang menolak takdir kecuali doa, dan sungguh seseorang benar-benar dihalangi untuk mendapat rezeki karena dosa yang ia kerjakan.” [HR. Ibnu Majah dari Tsauban radhiyallahu’anhu, lihat Ash-Shahihah: 154]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
💻 Sumber: http://www.taawundakwah.com/aqidah/kesempurnaan-islam-dan-perintah-mencari-rezeki-dengan-cara-yang-halal/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
📮Gabung Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
📱PIN BB: 5D4F8547
🎬Youtube: Ta'awun Dakwah
📙 Kesempurnaan Islam dan Perintah Mencari Rezeki dengan Cara yang Halal 🎯
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّهُ لَيْسَ شَيْءٌ يُقَرِّبُكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ, وَيُبَاعِدُكُمْ مِنَ النَّارِ إِلَّا قَدْ أَمَرْتُكُمْ بِهِ, وَلَيْسَ شَيْءٌ يُقَرِّبُكُمْ مِنَ النَّارِ, وَيُبَاعِدُكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ إِلَّا قَدْ نَهَيْتُكُمْ عَنْهُ, وَأَنَّ الرُّوحَ الْأَمِينَ نَفَثَ فِي رُوعِيَ أَنَّهُ لَنْ تَمُوتَ نَفْسٌ حَتَّى تَسْتَوْفِيَ رِزْقَهَا, فَاتَّقُوا اللهَ وَأَجْمِلُوا فِي الطَّلَبِ, وَلَا يَحْمِلَنَّكُمُ اسْتِبْطَاءُ الرِّزْقِ أَنْ تَطْلُبُوهُ بِمَعَاصِي اللهِ, فَإِنَّهُ لَا يُدْرَكُ مَا عِنْدَ اللهِ إِلَّا بِطَاعَتِهِ
🍂“Sungguh tidak ada satu pun yang mendekatkan kalian ke surga dan menjauhkan kalian dari neraka kecuali aku telah memerintahkannya kepada kalian, dan tidak ada satu pun yang mendekatkan kalian ke neraka dan menjauhkan kalian dari surga kecuali aku telah melarangnya atas kalian. Dan sungguh ar-ruhul amin (Malaikat Jibril yang terpercaya) telah menyampaikan kepadaku bahwa tidak akan mati satu jiwa sampai ia menyempurnakan rezekinya, maka bertakwalah kepada Allah dan perbaguslah dalam mencari rezeki, dan sekali-kali janganlah lambatnya rezeki menjadikan kalian mencarinya dengan bermaksiat kepada Allah, karena sesungguhnya tidak akan diraih apa yang ada di sisi Allah kecuali dengan menaati-Nya.” [HR. Al-Baihaqi dalam Syu’abul Iman dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2866]
📝 #Beberapa_Pelajaran:
1) Dalam hadits yang mulia ini Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam menegaskan bahwa beliau telah mengajarkan semua kebaikan dan memperingatkan semua kejelekan, maka Islam adalah agama yang sempurna, mengatur seluruh aspek kehidupan manusia, baik hubungan dengan Allah maupun hubungan dengan makhluk, dan seluruh aturan Islam demi mengantarkan manusia kepada kebahagiaan di dunia dan lebih utama di akhirat, yaitu selamat dari azab Allah dan masuk surga. Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ
🍂“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Ku-ridai Islam itu jadi agama bagimu.” [Al-Maidah: 3]
2) Karena seluruh kebaikan telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan semua kejelekan telah diperingatkan oleh beliau, maka barangsiapa mengada-ada atau menambah-nambah dalam agama;
👉 Sama saja ia menganggap agama ini belum sempurna sehingga perlu ditambah.
👉 Sama saja ia menuduh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam belum menunaikan tugas beliau untuk mengajarkan semua kebaikan karena ternyata masih ada kebaikan lain yang belum beliau ajarkan.
👉 Sama saja ia menganggap dirinya lebih baik dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, karena ia memiliki amalan kebaikan yang belum pernah diajarkan dan diamalkan oleh beliau.
➡ Oleh karena itu semua bid'ah sesat, walau dianggap baik (hasanah) oleh orang yang melakukannya. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah menegaskan,
أَمَّا بَعْدُ فَإِنَّ خَيْرَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ وَخَيْرُ الْهُدَى هُدَى مُحَمَّدٍ وَشَرُّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا وَكُلُّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ
🍂 “Ammaa ba’du, sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah kitab Allah dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad (shallallahu’alaihi wa sallam) dan seburuk-buruk urusan adalah perkara baru (dalam agama) dan semua bid'ah (perkara baru dalam agama) itu sesat.” [HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma]
3) Pentingnya menuntut ilmu agama agar dapat mengetahui dan mengamalkan semua bimbingan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. Sungguh sangat aneh, apabila seseorang bersemangat dalam mengamalkan perkara-perkara baru (bid’ah) dalam agama, padahal yang diajarkan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam masih sangat banyak yang belum ia pelajari dan amalkan. Inilah diantara rahasia besar sabda Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam,
مَنْ يُرِدِ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهْهُ فِي الدِّينِ
⬆ #Audio_Kajian dan Video #Tanya_Jawab Singkat
📝 Tentang Haul Syaikh Abdul Qodir Jailani rahimahullah
💿 Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah
🎥 Link Video: https://youtu.be/UXvuKVGlxTg
📲 Link Audio: http://bit.ly/1nIFKmL
🌹 Semoga bermanfaat, mohon ta'awun menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah. Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
📱PIN BB: 5D4F8547
🎬Youtube: Ta'awun Dakwah
5) Ada keyakinan yang batil bahwa apabila mayyit terkena air mata keluarganya maka ia akan mendapat azab, keyakinan ini tidak berdasar dalil. Bahkan menangis itu sendiri tidak terlarang jika tanpa mengeluarkan ucapan atau tidakan yang bertentangan dengan syari’at.
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam pun menangis ketika meninggal putera beliau yang bernama Ibrahim, beliau memeluknya dan menciumnya, dalam keadaan beliau menangis, seraya bersabda,
إِنَّ الْعَيْنَ تَدْمَعُ وَالْقَلْبَ يَحْزَنُ ، وَلاَ نَقُولُ إِلاَّ مَا يَرْضَى رَبُّنَا وَإِنَّا بِفِرَاقِكَ يَا إِبْرَاهِيمُ لَمَحْزُونُونَ
🌴 “Sesungguhnya mata boleh menangis, hati pun bersedih, namun kita tidak boleh mengucapkan kecuali yang diridhoi oleh Rabb kita. Sesungguhnya kami sedih karena berpisah denganmu wahai Ibrahim.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
💻 Sumber: http://sofyanruray.info/mayyit-tersiksa-karena-tangis-ratapan-keluarga/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
📱PIN BB: 5D4F8547
🎬Youtube: Ta'awun Dakwah
⛔ Mayyit Tersiksa karena Tangis Ratapan Keluarga 🔥
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الْمَيِّتَ لَيُعَذَّبُ بِبُكَاءِ أَهْلِهِ عَلَيْهِ
🌴 “Sesungguhnya mayit diazab karena tangis ratapan keluarganya atasnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma]
✅ Dalam riwayat yang lain,
الْمَيِّتُ يُعَذَّبُ فِى قَبْرِهِ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ
🌴 “Mayit itu diazab di kuburnya dengan sebab ratapan atasnya.” [HR. Muslim dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma]
✅ Dalam hadits yang lain,
مَنْ نِيحَ عَلَيْهِ فَإِنَّهُ يُعَذَّبُ بِمَا نِيحَ عَلَيْهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ
🌴 “Barangsiapa yang diratapi kematiannya maka ia akan diazab dengan sebab ratapan itu pada hari kiamat.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Al-Mughirah bin Syu’bah radhiyallahu’anhu]
📝 #Beberapa_Pelajaran:
1) Mayit akan diazab dengan sebab tangisan keluarganya yang disertai ratapan, hal itu jika si mayit mewasiatkan untuk diratapi atau ia tidak mewasiatkan untuk meninggalkannya padahal ia tahu mereka biasa melakukannya, apatah lagi ketika hidupnya ia pernah mengajari mereka untuk melakukan ratapan kematian.
✅ Al-Imam Abdullah bin Mubarok rahimahullah berkata,
إذا كان ينهاهم في حياته ففعلوا شيئا من ذلك بعد وفاته، لم يكن عليه شئ
🌴 “Jika si mayit telah melarang mereka ketika hidupnya, lalu mereka masih tetap meratapinya setelah kematiannya, maka ia tidak akan diazab sedikit pun.” [Umdatul Qori, 4/74, Ahkamul Janaiz, hal. 28]
✅ Ucapan beliau ini merupakan pendapat Jumhur ulama, sebagai bentuk kompromi dengan firman Allah ta’ala,
وَلا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى
🌴 “Seseorang tidaklah menanggung dosa orang lain.” [Al-An’am: 164]
2) Beberapa bentuk ratapan:
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُودَ وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ
🌴 “Bukan bagian dari kami orang yang menampar-nampar pipi, merobek-robek pakaian dan menyeru dengan seruan jahiliyah (ketika ditimpa musibah).” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu]
✅ Sahabat yang mulia Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu berkata,
إِنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم بَرِئَ مِنَ الصَّالِقَة وَالْحَالِقَةِ وَالشَّاقَّةِ
🌴 “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berlepas diri dari wanita yang meraung-raung, memotong rambut dan mencabik-cabik pakaian (ketika ditimpa musibah).” [HR. Muslim]
✅ Sahabat yang Mulia Jabir bin Abdullah Al-Bajali radhiyallahu’anhu berkata,
كُنَّا نَعُدُّ الِاجْتِمَاعَ إِلَى أَهْلِ الْمَيِّتِ وَصَنِيعَةَ الطَّعَامِ بَعْدَ دَفْنِهِ مِنَ النِّيَاحَةِ
🌴 “Dahulu kami menganggap bahwa berkumpul di rumah keluarga mayyit dan membuat makanan setelah ia dikuburkan termasuk meratap.” [HR. Ahmad, Ahkamul Janaaiz, hal. 167]
3) Meratap termasuk bid'ah dan tasyabbuh kepada orang-orang kafir, karena itu termasuk kebiasaan Jahiliyah yang merupakan dosa besar.
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
أَرْبَعٌ فِى أُمَّتِى مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لاَ يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِى الأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِى الأَنْسَابِ وَالاِسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ
🌴 “Empat perkara pada umatku yang termasuk perkara Jahiliyah yang tidak mereka tinggalkan, berbangga dengan keturunan, mencaci nasab, menisbatkan hujan kepada bintang dan meratapi mayit.” [HR. Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu]
4) Peringatan khusus bagi para wanita untuk tidak meratapi mayyit, karena yang paling banyak meratap adalah kaum wanita.
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ
🌴 “Seorang wanita yang meratapi mayit jika tidak bertaubat sebelum mati maka pada hari kiamat ia akan dibangkitkan dengan memakai pakaian dari ter dan baju tameng dari kudis.” [HR. Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu]
⬆ Kumpulan #Video_Khutbah Jum'at
💿 Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah
📝 Hak Allah atas Hamba dan Hak Hamba atas Allah
🎥 Link Video: https://youtu.be/rhOMwyus2zU
💾 Link Download Audio: http://bit.ly/1RaF5lP
🏡 Disampaikan di Masjid Daarus Salaam Komplek Kebun Binatang Ragunan Jakarta Selatan
📝 Orang Beriman Tidak Menyekutukan Allah
🎥 Link Video: https://youtu.be/r4FkqL4g1YQ
💾 Link Download Audio: http://bit.ly/1Rlc8cp
🏡 Disampaikan di Masjid Hijau Nurul Iman Cilangkap Jakarta Timur
📝 Generasi Pengganti yang Jelek
🎥 Link Video: https://youtu.be/bXfPDEl68EM
💾 Link Download Audio: http://bit.ly/21pkH5f
🏡 Disampaikan di Masjid Al-Hidayah Apartemen Green Pramuka Jakarta Timur
🌹 Semoga bermanfaat, mohon ta'awun menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah. Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
📱PIN BB: 5D4F8547
🎬Youtube: Ta'awun Dakwah
🌹 Saudariku Muslimah, Janganlah Berhias dan Bergaya seperti Wanita Jahiliyah 🌷
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
✅ Allah ta’ala berfirman,
وَلا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الأولَى
🌴 “Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” [Al-Ahzab: 33]
📝 Penjelasan Ulama Ahli Tafsir tentang Makna Tabarruj:
➡ Al-Imam Mujahid rahimahullah, “Dahulu wanita Jahiliyah keluar dan berjalan di depan kaum lelaki, inilah yang dimaksud berhias Jahiliyah.” [Tafsir Ibnu Katsir, 6/410]
➡ Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata, “Wanita-wanita Jahiliyah (di depan kaum lelaki) berjalan, bergaya dan bercanda ria, maka Allah ta’ala melarang tabarruj tersebut.” [Tafsir Atn-Thobari, 20/259, Tafsir Ibnu Katsir, 6/410]
➡ Al-Mufassir Muqotil bin Hayyan rahimahullah berkata, “Tabarruj (berhias dan bersolek Jahiliyah) adalah seorang wanita mengenakan kerudung di kepalanya namun tidak melilitnya dengan baik agar menutupi perhiasan kalungnya, antingnya dan lehernya, sehingga nampaklah semua itu, inilah yang disebut tabarruj Jahiliyyah, kemudian larangan tabarruj ini berlaku umum bagi seluruh wanita beriman.” [Tafsir Ibnu Katsir, 6/410]
➡ Al-Imam Ma’mar bin Rasyid rahimahullah berkata, “Tabarruj adalah seorang wanita keluar rumah dengan menampakkan kecantikannya.” [Fathul Bari, 1/86]
➡ Al-Imam Ath-Thobari rahimahullah berkata, “Sesungguhnya tabarruj itu adalah seorang wanita yang menampakkan perhiasan dan menampilkan kecantikannya kepada kaum lelaki.” [Tafsir Atn-Thobari, 20/260]
➡ Al-Imam As-Sa’di rahimahullah berkata, “Firman Allah ta’ala, “Dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu.” Maknanya: Wahai para wanita, janganlah kalian sering keluar rumah dengan mempercantik diri atau mengenakan wewangian seperti kebiasaan wanita-wanita Jahiliyah dahulu yang tidak memiliki ilmu dan ketakwaan, maka semua larangan ini demi mencegah kejelekan dan sebab-sebabnya.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 663]
📚 Kesimpulan Makna Larangan Tabarruj:
1) Larangan bagi wanita terlihat cantik oleh laki-laki asing (selain suami dan mahramnya).
2) Larangan bagi wanita bercampur baur dengan kaum lelaki, apalagi berdua-duaan.
3) Larangan bagi wanita bergaya di depan lelaki asing, maka jelaslah haramnya semua profesi yang mengandalkan ‘gaya’ dan kecantikan seorang wanita, seperti:
➡ SPG yang melayani umum baik pria dan wanita,
➡ Penyanyi, dan ini adalah profesi yang haram,
➡ Artis dan model, ini juga profesi yang haram karena mengandung berbagai keharaman,
➡ Dan berbagai profesi lainnya yang mengeksploitasi kaum wanita sebagai penarik kaum lelaki selain suaminya.
4) Larangan bagi wanita bercanda ria di depan lelaki asing, apakah bercanda ria bersama teman-teman wanitanya, terlebih lagi bersama kaum lelaki, sama saja di dunia nyata atau dunia maya dan di media-media sosial.
5) Larangan bagi wanita mengenakan kudung ‘gaul’, yang hanya melilit kepala tapi masih menampakkan telinga, atau leher dan anggota tubuh lainnya yang seharusnya ditutup.
6) Larangan bagi wanita keluar rumah tanpa suatu keperluan dan tampil cantik saat keluar rumah atau tanpa mengenakan jilbab syar’i.
7) Larangan bagi wanita menampakkan perhiasan dan kecantikan, dari sini dapat dipahami bahwa tujuan hijab adalah untuk menyembunyikan perhiasan dan menutup semua bentuk kecantikan wanita, maka sangat aneh kalau desain-desain hijab dibuat indah dan cantik-cantik, kemudian para wanita yang mengenakannya ber-selfie ria dan berlomba-lomba memamerkan ‘hijab’ mereka di berbagai media.
8) Larangan bagi wanita keluar rumah dengan memakai wewangian atau memakai wewangian dan tercium oleh lelaki asing.
9) Larangan menyerupai wanita Jahiliyyah, wanita kafir dan fasik dalam segala hal yang merupakan ciri khas mereka, baik dalam agama maupun dunia, termasuk dalam berpakaian dan penampilan.
10) Larangan melakukan segala hal yang dapat menjerumuskan ke dalam dosa dan menjadi penyebab kaum lelaki terjerumus dalam dosa.
💻 http://sofyanruray.info/wahai-muslimah-janganlah-berhias-dan-bergaya-seperti-wanita-jahiliyah/
🌹 Karena Wanita Harus Dinasihati 🎈
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا
🌻 “Dan berilah nasihat dengan baik kepada para wanita, karena sesungguhnya wanita itu tercipta dari tulang rusuk (yang bengkok), dan tulang rusuk yang paling bengkok itu adalah bagian paling atasnya, jika engkau memaksa untuk meluruskannya engkau akan mematahkannya, namun jika engkau biarkan ia akan tetap bengkok, maka nasihatilah para wanita dengan baik.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairahradhiyallahu’anhu]
📝 #Beberapa_Pelajaran:
1) Kewajiban menasihati wanita dengan metode yang lembut dan tidak membiarkannya dalam kebengkokan, hendaklah diluruskan namun dengan cara yang baik, bukan dengan cara yang kasar dan keras.
2) Bersikap kasar dan keras kepada wanita akan mematahkannya, maknanya adalah akan terjadi perceraian.
3) Isyarat bolehnya menceraikan seorang istri apabila tidak dapat diluruskan.
4) Anjuran untuk menggunakan metode pendekatan hati dalam menasihati, agar hati orang yang dinasihati lebih mudah menerima kebenaran.
5) “Politik” dalam mengatur wanita adalah dengan memaafkan kesalahannya dan bersabar menghadapi kebengkokannya serta tetap memberi nasihat dengan cara yang baik.
📚 [Disarikan dari Fathul Baari, (9/253-254) dan‘Umdatul Qori, (29/403-405)]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
💻 Sumber: http://sofyanruray.info/karena-wanita-harus-dinasihati/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
📮Gabung Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
📱PIN BB: 5D4F8547
🎬Youtube: Ta'awun Dakwah
🌻 Metode Dakwah yang Tepat di Zaman Ini 🌹
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ
🌴 “Sesungguhnya kelembutan itu, tidaklah terdapat pada sesuatu kecuali akan membaguskannya, dan tidaklah dihilangkan dari sesuatu kecuali akan menjelekkannya.” [HR. Muslim dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha]
✅ Asy-Syaikh Al-‘Allaamah Ibnu Baz rahimahullah berkata,
🌴 “Hendaklah menasihati Ikhwan akan tetapi dengan kelembutan, dengan ucapan yang baik, tidak dengan cara yang melampaui batas terhadap manusia, tidak dengan memukul, mencerca dan melaknat mereka, namun dengan ucapan yang baik dan metode yang bagus.
➡ Allah jalla wa ‘ala berfirman,
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
🍂 “Serulah (manusia) kepada jalan Rabb-mu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik.” (An-Nahl: 125)
Allah ta’ala juga berfirman,
فَبِمَا رَحْمَةٍ مِنَ اللَّهِ لِنْتَ لَهُمْ وَلَوْ كُنْتَ فَظًّا غَلِيظَ الْقَلْبِ لَانْفَضُّوا مِنْ حَوْلِكَ
“Maka disebabkan rahmat dari Allah-lah kamu berlaku lemah-lembut terhadap mereka. Sekiranya kamu bersikap kasar lagi berhati keras, tentulah mereka menjauhkan diri dari sekelilingmu.” (Ali Imron: 159)
➡ Allah ta’ala juga berfirman kepada Musa dan Harun ketika Dia mengutus keduanya untuk mendakwahi Fir’aun,
فَقُولَا لَهُ قَوْلًا لَيِّنًا لَعَلَّهُ يَتَذَكَّرُ أَوْ يَخْشَى
🍂 “Maka berbicaralah kamu berdua kepadanya dengan kata-kata yang lemah lembut, mudah-mudahan ia ingat atau takut.” (Thaaha: 44)
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ الرِّفْقَ لاَ يَكُونُ فِى شَىْءٍ إِلاَّ زَانَهُ وَلاَ يُنْزَعُ مِنْ شَىْءٍ إِلاَّ شَانَهُ
🍂 “Sesungguhnya kelembutan itu, tidaklah terdapat pada sesuatu kecuali akan membaguskannya, dan tidaklah dihilangkan dari sesuatu kecuali akan menjelekkannya.” (HR. Muslim dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha)
🌹 Terutama di zaman ini. Zaman ini adalah zaman kelembutan, sabar dan hikmah, bukan zaman kekerasan. Kebanyakan manusia dalam kebodohan terhadap agama dan lalai serta lebih mementingkan dunia, maka berdakwah harus dengan kesabaran dan kelembutan agar sampai kepada manusia dan mereka dapat memahami ilmu agama. Dan kita memohon hidayah kepada Allah untuk semuanya.” [Majmu’ Al-Fatawa, 8/376]
📝 #Beberapa_Pelajaran:
1) Perintah menghiasi diri dengan akhlak kelembutan dalam segala urusan, seperti dalam bergaul dengan orang lain maupun dalam memperlakukan hewan, kendaraan dan yang lainnya, terutama dalam berdakwah dan mengajarkan agama.
2) Larangan bersifat kasar lagi keras.
3) Kelembutan adalah sebab meraih segala kebaikan dan sifat keras lagi kasar adalah sebab munculnya berbagai macam kejelekan.
4) Harus dipahami juga, terkadang sikap kasar lagi keras diperlukan dan dianjurkan dalam keadaan tertentu, seperti ketika memerangi orang-orang kafir atau ketika maslahat untuk bersikap keras lebih besar daripada berlemah lembut, akan tetapi asal dalam berdakwah adalah kelembutan, terlebih di zaman ini, zaman merebaknya kebodohan dan kesesatan serta dominasi orang-orang yang sesat dan sedikitnya Ahlus Sunnah wal Jama’ah.
5) Keindahan dan keluhuran akhlak Islam.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
💻 Sumber: http://sofyanruray.info/metode-dakwah-yang-tepat-di-zaman-ini/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
📮Gabung Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
📱PIN BB: 5D4F8547
🎬Youtube: Ta'awun Dakwah
001 Pelajaran Penting dari Basmalah (Muqoddimah 4 Kaidah).mp318.51 MB
Уже доступно! Исследование Telegram 2025 — ключевые инсайты года 
