ru
Feedback
Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Открыть в Telegram
5 158
Подписчики
-724 часа
-127 дней
-5030 день
Архив постов
📋 PUASA SUNNAH 1-9 DZULHIJJAH بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Puasa termasuk amal shalih yang sangat agung, dan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam menganjurkan untuk memperbanyak amal shalih, khususnya di awal Dzulhijjah. Sebagaimana sabda beliau shallallahu’alaihi wa sallam, مَا مِنْ أَيَّامٍ العَمَلُ الصَّالِحُ فِيهِنَّ أَحَبُّ إِلَى اللهِ مِنْ هَذِهِ الأَيَّامِ العَشْرِ ، فَقَالُوا : يَا رَسُولَ اللهِ ، وَلاَ الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : وَلاَ الجِهَادُ فِي سَبِيلِ اللهِ ، إِلاَّ رَجُلٌ خَرَجَ بِنَفْسِهِ وَمَالِهِ فَلَمْ يَرْجِعْ مِنْ ذَلِكَ بِشَيْءٍ “Tidaklah ada hari-hari yang lebih dicintai Allah ta’ala untuk beramal shalih melebihi sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Sahabat bertanya: Wahai Rasulullah, tidak pula jihad di jalan Allah? Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Tidak pula jihad di jalan Allah, kecuali seseorang yang keluar berjihad bersama diri dan hartanya, lalu tidak ada yang kembali sedikitpun.” [HR. Al-Bukhari, Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, dan lafazh ini milik At-Tirmidzi, Shahih Abi Daud: 2107] Maka dianjurkan berpuasa sunnah pada 9 hari pertama di bulan Dzulhijjah, berdasarkan keumuman dalil tentang keutamaan amal shalih pada sepuluh hari pertama di bulan Dzulhijjah. Adapun tanggal 10, 11, 12, 13 Dzulhijjah diharamkan berpuasa. Dan terdapat dalil khusus dari sebagian istri Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُومُ تِسْعَ ذِي الْحِجَّةِ، وَيَوْمَ عَاشُورَاءَ، وَثَلَاثَةَ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ، أَوَّلَ اثْنَيْنِ مِنَ الشَّهْرِ وَالْخَمِيسَ “Dahulu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berpuasa Sembilan hari awal Dzulhijjah, hari ‘Asyuro (10 Muharram), tiga hari setiap bulan Senin pertama dari bulan tersebut dan hari Kamis.” [HR. Abu Daud, Shahih Abi Daud: 2106] Boleh melakukan puasa ini sembilan hari penuh atau sebagiannya saja. Dan lebih ditekankan lagi untuk berpuasa pada hari Arafah (9 Dzulhijjah) bagi selain jama’ah haji. Berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, ثَلاَثٌ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ فَهَذَا صِيَامُ الدَّهْرِ كُلِّهِ صِيَامُ يَوْمِ عَرَفَةَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ وَالسَّنَةَ الَّتِى بَعْدَهُ وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاءَ أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ “Puasa tiga hari tiap bulan, puasa Ramadhan sampai Ramadhan berikutnya, maka inilah puasa yang bagaikan berpuasa setahun penuh, puasa Arafah (9 Dzulhijjah) aku harapkan kepada Allah dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun yang akan datang, dan puasa Asyura (10 Muharram) aku harap kepada Allah dapat menghapuskan dosa setahun lalu.” [HR. Muslim dari Abu Qotadah radhiyallahu’anhu] JIKA BERBEDA PENETAPAN AWAL DZULHIJJAH ANTARA SUATU NEGERI DENGAN KOTA MAKKAH, KAPAN PUASA ARAFAH? Pendapat yang kuat insya Allah adalah tetap mengikuti ru’yah dan keputusan Pemerintah di negeri tersebut. Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata, لو قدر أنه تأخرت الرؤية عن مكة وكان اليوم التاسع في مكة هو الثامن عندهم، فإنهم يصومون يوم التاسع عندهم الموافق ليوم العاشر في مكة، هذا هو القول الراجح “Andaikan ru’yah di suatu negeri terlambat dari Makkah, sehingga tanggal 9 di Makkah adalah tanggal 8 di negeri mereka, maka hendaklah mereka berpuasa pada tanggal 9 di negeri mereka yang bertepatan dengan tanggal 10 di Makkah, inilah pendapat yang kuat.” [Al-Fatawa, 20/29] Simak #Video_Pendek On YouTube: https://youtu.be/yFDcPPFBc44 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]

📹 VIDEO SERI KAJIAN KITAB TAUHID #18 BAB 6 DALIL KE-1 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ METODE DAKWAH KEPADA ORANG KAFIR Allah 'azza wa jalla berfirman, أُولَـٰئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَىٰ رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ ۚ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورً “Orang-orang yang mereka sembah itu, mereka sendiri mencari jalan kepada Rabb mereka, siapa diantara mereka yang lebih dekat (kepada Allah), dan mereka mengharapkan rahmat-Nya serta takut azab-Nya; sesungguhnya azab Rabbmu adalah sesuatu yang (harus) ditakuti.” [Al Isra’: 57] Saudaraku rahimakumullah, ayat yang mulia ini mengajak manusia berfikir bahwa orang-orang shalih seperti para nabi dan wali yang disembah selain Allah adalah hamba-hamba yang beribadah kepada-Nya. Mereka berusaha mendekatkan diri kepada Allah, mengharap rahmat-Nya dan takut azab-Nya. Oleh karena itu yang seharusnya disembah adalah Allah 'azza wa jalla. Siapa orang-orang shalih yang dimaksud dalam ayat ini? Apa pilar-pilar ibadah yang mereka miliki? Dan bagaimana cara mendakwahi orang kafir? Simak Selengkapnya: https://youtu.be/6zVyNropw8g Kajian Sebelumnya: 1. MEMAHAMI TAUHID https://youtu.be/mJ152Isyk3c 2. FAIDAH BASMALAH https://youtu.be/5i7_UeYKrLI 3. TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA & MISI PENGUTUSAN RASUL https://youtu.be/pioCKth9O2U 4. PERINTAH BERTAUHID & BERBAKTI KEPADA ORANG TUA https://youtu.be/ulq-47fzhQo 5. SEPULUH WASIAT ALLAH TA'ALA https://youtu.be/FeMduU1g6Tg 6. MENGENAL HAK ALLAH TA'ALA & HAK HAMBA https://youtu.be/U4f90f1t1YY 7. TAUHID BENTENG TERKUAT & PINTU HIDAYAH TERBESAR https://youtu.be/ipE2VkpnTGY 8. SUDAH BENARKAH SYAHADATMU? https://youtu.be/ZiIhI0ZRmvA 9. TAUHID SEBAB TERBESAR MENGGAPAI AMPUNAN https://youtu.be/ouXZyt8kab0 10. PROFIL PEJUANG SEJATI https://youtu.be/rAqXWSOfp0Q 11. LEBIH DARI 70.000 ORANG MASUK SURGA TANPA HISAB https://youtu.be/t1uCCIutSyc 12. DOSA YANG TIDAK TERAMPUNKAN https://youtu.be/e3h2tQVt76Y 13. BAHAYA SYIRIK KECIL https://youtu.be/6W1eu8BLHD8 14. AKHIR KEHIDUPAN YANG PALING TRAGIS https://youtu.be/79VDOzevC80 15. MENGUTAMAKAN DAKWAH TAUHID https://youtu.be/RL7fE-C8Urc 16. KISAH PENGUTUSAN MU'ADZ BIN JABAL https://youtu.be/gPecS-lSLAs 17. KISAH PENGANGKATAN ALI BIN ABI THALIB SEBAGAI PANGLIMA https://youtu.be/HqZl3DjkaV8 📋 TELEGRAM KITAB TAUHID & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham, Lc hafizhahullah Telegram: - Video: https://t.me/videokitabtauhid - Audio: https://t.me/kitab_tauhid WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan kepada satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 TIGA DOSA TERBESAR بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Seri Kajian Akhlak Mulia Ahlus Sunnah (05) Rujukan: Kitab Shahih Al-Adabil Mufrod karya Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah Bab. 7 Bahaya Durhaka kepada Orang Tua Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda, أَلا أُنَبِّئُكُمْ بِأَكْبَرِ الْكَبَائِرِ؟ ثَلاثًا، قَالُوا : بَلَى يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَالَ : الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَعُقُوقُ الْوَالِدَيْنِ، وَجَلَسَ وَكَانَ مُتَّكِئًا، أَلا وَقَوْلُ الزُّورِ، مَا زَالَ يُكَرِّرُهَا حَتَّى قُلْتُ : لَيْتَهُ سَكَتَ "Maukah kalian aku kabarkan tentang dosa yang paling besar? Beliau bertanya tiga kali. Mereka pun menjawab: Tentu wahai Rasulullah. Maka Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda: 1. Menyekutukan Allah, 2. Durhaka kepada kedua orang tua. Kemudian beliau duduk, yang sebelumnya beliau bersandar. Kemudian beliau bersabda: 3. Ingatlah, juga termasuk dosa terbesar adalah ucapan dusta. Dalam riwayat lain ada tambahan: Dan persaksian palsu. Abu Bakrah radhiyallahu'anhu berkata: Beliau terus-menerus mengulang kata-katanya, sehingga aku berharap semoga beliau diam (karena aku mengasihani beliau)." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Bakrah radhiyallahu'anhu] [Shahih Ghayatul Maram: 277, Shahih Al-Bukhari: 78, Kitabul Adab: 6, Bab Uququl Walidain Minal-Kaba’ir, Muslim: 1, Kitabul Iman: 143] Simak Penjelasannya: https://youtu.be/VtEKdN7lYv8 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 EMPAT KRITERIA HAJI MABRUR بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, الْعُمْرَةُ إِلَى الْعُمْرَةِ كَفَّارَةٌ لِمَا بَيْنَهُمَا وَالْحَجُّ الْمَبْرُورُ لَيْسَ لَهُ جَزَاءٌ إِلاَّ الْجَنَّةُ “Antara umroh sampai umroh berikutnya adalah penghapus dosa yang dilakukan antara keduanya, dan haji yang mabrur tidaklah ada balasannya kecuali surga.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] Ringkasan Beberapa Penafsiran Ulama tentang Makna Haji Mabrur: 1. Haji yang dilakukan dengan ikhlas karena Allah ta’ala, yang dilandasi dengan tauhid yang murni tanpa tercampur dengan kesyirikan sedikitpun, dan bukan karena ingin pamer atau ingin dipanggil “Pak Haji” dan “Bu Haji”. 2. Mencontoh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam pelaksanaannya, tidak melakukan bid’ah atau amalan yang tidak berdasarkan pada Al-Qur’an dan As-Sunnah. 3. Berusaha menjauhi perbuatan-perbuatan yang haram sebelum menunaikan ibadah haji, ketika menunaikannya maupun setelahnya. 4. Haji yang memberikan pengaruh yang baik terhadap orang yang mengamalkannya, sehingga ia menjadi lebih baik setelah berhaji. Simak Penjelasannya: https://youtu.be/QA3jG4OSoso GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

Dakwah Gaul dengan Musik Berhasil, Apakah Jadi Boleh? https://youtu.be/8Ipl4bP7S-o

📋 NASIHAT UNTUK ORANG TUA: JANGAN PERSULIT ANAK MENIKAH بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Menikahkan dan membantu anak memilih pasangan yang shalih / shalihah adalah bagian dari tanggung jawab orang tua atas anak, untuk menjaga mereka dari api neraka. Karena dengan menikah membantu mereka menjaga diri dari perbuatan dosa. Sebaliknya, menunda-nunda pernikahan tanpa alasan syar'i termasuk sebab terbesar munculnya berbagai kerusakan. Oleh karena itu agama memerintahkan para pemuda untuk segera menikah apabila telah mampu, dan mengingatkan orang tua untuk tidak mempersulit pernikahan anak. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, يَا مَعْشَرَ الشَّبَابِ، مَنِ اسْتَطَاعَ البَاءَةَ فَلْيَتَزَوَّجْ، فَإِنَّهُ أَغَضُّ لِلْبَصَرِ وَأَحْصَنُ لِلْفَرْجِ، وَمَنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَعَلَيْهِ بِالصَّوْمِ فَإِنَّهُ لَهُ وِجَاءٌ “Wahai para pemuda, siapa diantara kalian yang telah mampu hendaklah segera menikah, karena itu lebih menundukkan pandangan dan menjaga kemaluan, barangsiapa belum mampu menikah maka hendaklah ia berpuasa, karena itu akan menjadi perisai baginya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu] Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda, إِذَا أَتَاكُمْ مَنْ تَرْضَوْنَ خُلُقَهُ وَدِينَهُ فَزَوِّجُوهُ ، إِلاَّ تَفْعَلُوا تَكُنْ فِتْنَةٌ فِي الأَرْضِ وَفَسَادٌ عَرِيضٌ “Jika datang kepada kalian seorang pelamar putri kalian yang kalian ridhoi akhlaknya dan agamanya maka nikahkanlah, jika kalian tidak melakukannya maka akan terjadi fitnah (bencana) di muka bumi dan kerusakan yang luas.” [HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Shahih Ibni Majah: 1601] Al-'Allamah Al-Munawi rahimahullah berkata, المراد إن لم تزوجوا من ترضون ذلك منه ونظرتم إلى ذي مال أو جاه يبق أكثر النساء بلا زوج والرجال بلا زوجة فيكثر الزنا ويلحق العار فيقع القتل ممن نسب إليه العار فتهيج الفتن وتثور المحن “Maknanya, apabila kalian tidak menikahkan putri kalian dengan orang yang kalian ridhoi akhlak dan agamanya, lalu kalian lebih mengutamakan orang yang memiliki harta atau kedudukan, sehingga kebanyakan wanita akan tetap dalam kondisi tanpa suami dan kaum lelaki tanpa istri, maka akan terjadi banyak perbuatan zina dan orang yang menanggung malu, dan bisa jadi muncul pembunuhan dari orang yang menanggung malu tersebut, sehingga fitnah-fitnah akan semakin berkobar dan bencana-bencana semakin meluas.” [Faidhul Qodir, 1/313] Asy-Syaikh Al-'Allamah Ibnu Baz rahimahullah berkata, "Menunda pernikahan anak tanpa alasan syar'i adalah kezaliman kepadanya dan bisa menjadi sebab keduanya tidak menikah. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam telah mengingatkan, اتقوا الظلم فإن الظلم ظلمات يوم القيامة “Takutlah berbuat zalim, karena kezaliman adalah kegelapan-kegelapan pada hari kiamat.” [HR. Al-Bukhari (2447) dan Muslim (2578)] Maka wasiatku kepada para wali (orang tua) untuk bertakwa kepada Allah ta’ala dan segera menikahkan wanita-wanita yang berada di bawah perwalian mereka dengan laki-laki yang sekufu (dalam agama dan akhlaq). Dan hendaklah berhat-hati dari kezaliman terhadap para wanita dan menunda pernikahan mereka tanpa alasan yang benar. Semoga Allah Ta’ala memberikan taufiq kepada semuanya. [Majmu’ Al-Fatawa, (20/420)] Simak Selengkapnya: https://youtu.be/isj1G0rTpdQ 📋 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📹 VIDEO SERI KAJIAN KITAB TAUHID #17 BAB 5 DALIL KE 3 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ KISAH PENGANGKATAN ALI BIN ABI THALIB SEBAGAI PANGLIMA PERANG KHAIBAR Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam di saat perang Khaibar bersabda, لأُعْطِيَنَّ الرَّايَةَ غَدًا رَجُلاً يًحِبُّ اللهَ وَرَسُوْلَهُ، وَيُحِبُّهُ اللهُ وَرَسُوْلُهُ، يَفْتَحُ اللهُ عَلَى يَدَيْهِ، فَبَاتَ النَّاسُ يَدُوْكُوْنَ لَيْلَتَهُمْ أَيُّهُمْ يُعْطَاهَا، فَلَمَّا أَصْبَحُوْا غَدَوْا عَلَى رَسُوْلِ اللهِ r كُلُّهُمْ يَرْجُوْنَ أَنْ يُعْطَاهَا، فَقَالَ: أَيْنَ عَلِيٌّ بْنُ أَبِيْ طَالِبٍ؟ فَقِيْلَ: هُوَ يَشْتَكِي عَيْنَيْهِ، فَأَرْسَلُوْا إِلَيْهِ فَأُتِيَ بِهِ، فَبَصَقَ فِيْ عَيْنَيْهِ وَدَعَا لَهُ، فَبَرَأَ كَأَنْ لَمْ يَكُنْ بِهِ وَجَعٌ، فَأَعْطَاهُ الرَّايَةَ، فَقَالَ: انْفُذْ عَلَى رِسْلِكَ حَتَّى تَنْـِزلَ بِسَاحَتِهِمْ، ثُمَّ ادْعُهُمْ إِلَى الإِسْلاَمِ، وَأَخْبِرْهُمْ بِمَا يَجِبُ عَلَيْهِمْ مِنْ حَقِّ اللهِ تَعَالَى فِيْهِ، فَوَاللهِ لأَنْ يَهْدِيَ اللهُ بِكَ رَجُلاً وَاحِدًا خَيْرٌ لَكَ مِنْ حُمُرِ النَّعَمِ “Sungguh akan aku serahkan bendera (komando perang) ini besok pagi kepada orang yang mencintai Allah dan Rasul-Nya, dan dia dicintai oleh Allah dan Rasul-Nya, Allah akan memberikan kemenangan dengan sebab kedua tangannya (kepemimpinannya). Maka semalam suntuk para sahabat memperbincangkan siapakah di antara mereka yang akan diserahi bendera itu, di pagi harinya mereka mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Masing-masing berharap agar ia yang diserahi bendera tersebut, maka saat itu Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bertanya: Di mana Ali bin Abi Thalib? Mereka menjawab: Beliau sedang sakit pada kedua matanya. Kemudian mereka mengutus orang untuk memanggilnya, beliau pun didatangkan, kemudian Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam meludahi kedua matanya, seketika itu matanya sembuh seperti tidak pernah terkena penyakit sebelumnya, kemudian Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam menyerahkan bendera itu kepada beliau dan bersabda:  Majulah engkau ke depan dengan tenang hingga engkau sampai di halaman benteng mereka, kemudian ajaklah mereka masuk Islam, dan sampaikanlah kepada mereka akan hak-hak Allah dalam Islam, maka demi Allah, sungguh apabila Allah memberi hidayah kepada seseorang dengan sebab engkau itu lebih baik bagimu dari unta-unta merah (harta yang paling berharga)." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa'ad As-Sa'idi radhiyallahu'anhu] Simak Selengkapnya: https://youtu.be/HqZl3DjkaV8 Kajian Sebelumnya: 1. MEMAHAMI TAUHID https://youtu.be/mJ152Isyk3c 2. FAIDAH BASMALAH https://youtu.be/5i7_UeYKrLI 3. TUJUAN PENCIPTAAN MANUSIA & MISI PENGUTUSAN RASUL https://youtu.be/pioCKth9O2U 4. PERINTAH BERTAUHID & BERBAKTI KEPADA ORANG TUA https://youtu.be/ulq-47fzhQo 5. SEPULUH WASIAT ALLAH TA'ALA https://youtu.be/FeMduU1g6Tg 6. MENGENAL HAK ALLAH TA'ALA & HAK HAMBA https://youtu.be/U4f90f1t1YY 7. TAUHID BENTENG TERKUAT & PINTU HIDAYAH TERBESAR https://youtu.be/ipE2VkpnTGY 8. SUDAH BENARKAH SYAHADATMU? https://youtu.be/ZiIhI0ZRmvA 9. TAUHID SEBAB TERBESAR MENGGAPAI AMPUNAN https://youtu.be/ouXZyt8kab0 10. PROFIL PEJUANG SEJATI https://youtu.be/rAqXWSOfp0Q 11. LEBIH DARI 70.000 ORANG MASUK SURGA TANPA HISAB https://youtu.be/t1uCCIutSyc 12. DOSA YANG TIDAK TERAMPUNKAN https://youtu.be/e3h2tQVt76Y 13. BAHAYA SYIRIK KECIL https://youtu.be/6W1eu8BLHD8 14. AKHIR KEHIDUPAN YANG PALING TRAGIS https://youtu.be/79VDOzevC80 15. MENGUTAMAKAN DAKWAH TAUHID https://youtu.be/RL7fE-C8Urc 16. KISAH PENGUTUSAN MU'ADZ BIN JABAL https://youtu.be/gPecS-lSLAs 📋 TELEGRAM KITAB TAUHID & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham, Lc hafizhahullah Telegram: - Video: https://t.me/videokitabtauhid - Audio: https://t.me/kitab_tauhid WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan kepada satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]

📋 EMPAT KEISTIMEWAAN ORANG YANG DICINTAI ALLAH 'AZZA WA JALLA بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Allah 'azza wa jalla berfirman, أَلَا إِنَّ أَوْلِيَاءَ اللَّهِ لَا خَوْفٌ عَلَيْهِمْ وَلَا هُمْ يَحْزَنُونَ، الَّذِينَ آمَنُوا وَكَانُوا يَتَّقُونَ، لَهُمُ الْبُشْرَىٰ فِي الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَفِي الْآخِرَةِ ۚ لَا تَبْدِيلَ لِكَلِمَاتِ اللَّهِ ۚ ذَٰلِكَ هُوَ الْفَوْزُ الْعَظِيمُ "Ingatlah, sungguh wali-wali Allah itu, tidak ada rasa takut mereka dan tidak pula bersedih hati. Mereka orang-orang yang beriman dan bertakwa. Bagi mereka berita gembira di kehidupan dunia dan akhirat. Tidak ada perubahan bagi kalimat-kalimat Allah. Yang demikian itu adalah kemenangan yang besar." [Yunus: 62-64] Ayat yang mulia ini menjelaskan tentang wali-wali Allah 'azza wa jalla, yaitu orang-orang yang Allah cintai. Bahwa sifat mereka ada dua: 1. Beriman. 2. Bertakwa. Keistimewaan mereka ada empat: 1. Tidak merasa takut. 2. Tidak bersedih hati. 3. Kabar gembira di kehidupan dunia. 2. Kabar gembira di akhirat. Simak Penjelasan Selengkapnya: https://youtu.be/bf54LlsYGd8 📋 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

MAKNA & PEMBAGIAN TAUHID Muqoddimah Kitab Kaidah-kaidah Tauhid karya Asy-Syaikh Walid bin Rasyid As-Su'aidan hafizhahullah Pertemuan Perdana Cara Mudah Belajar Tauhid dengan Kaidah-kaidah https://youtu.be/hPPpxfDlfjg

Nasihat dan Renungan untuk Aktivis LGBT بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Allah ‘azza wa jalla berfirman, وَأَمْطَرْنَا ع
Nasihat dan Renungan untuk Aktivis LGBT بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Allah ‘azza wa jalla berfirman, وَأَمْطَرْنَا عَلَيْهِمْ مَطَرًا فَانْظُرْ كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُجْرِمِينَ “Dan Kami turunkan kepada mereka hujan batu; maka perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang berdosa itu.” [Al-A’raf: 84] Baca Selengkapnya: https://sofyanruray.info/nasihat-dan-renungan-untuk-aktivis-lgbt/

📋 [TANYA JAWAB] HUKUM MENYENTUH & MEMBACA AL-QUR'AN TANPA BERWUDHU بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Ringkasan 5 Cakupan Pembahasan: 1. Tidak Boleh Menyentuh dan Membaca Al-Qur'an Tanpa Bersuci Menurut Mayoritas Ulama dan Penjelasan Dalil-dalilnya 2. Makruh Menyebut Nama Allah 'azza wa jalla Tanpa Berwudhu dan Dalilnya 3. Keringanan bagi Wanita Haidh untuk Membaca Al-Qur'an dan Hendaklah Tidak Menyentuh Langsung 4. Orang Kafir Boleh Menyentuh dan Membaca Terjemahan atau Tafsir Al-Qur'an untuk Mempelajarinya 5. Kapan Dibolehkan Tayammum? Simak Selengkapnya: https://youtu.be/ulCPh-RQa_A 📋 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 MEMBALAS KEBAIKAN ORANG TUA بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Seri Kajian Akhlak Mulia Ahlus Sunnah (04) Rujukan: Kitab Shahih Al-Adabil Mufrod karya Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah Lanjutan Bab. 5 Berbicara Lemah Lembut kepada Orang Tua عَنْ هِشَامِ بْنِ عُرْوَةَ، عَنْ أَبِيهِ، قَالَ : وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ ، قَالَ : لا تَمْتَنِعْ مِنْ شَيْءٍ أَحَبَّاهُ Dari Hisyam bin Urwah dari bapaknya rahimahumallaah, beliau berkata tentang firman Allah 'azza wa jalla, "Dan rendahkanlah dirimu kepada kedua orang tuamu karena sayang." (Al-Isra: 24) maknanya: "Janganlah kamu enggan melakukan sesuatu yang disukai oleh kedua orangtuamu." Bab. 7 Membalas Kebaikan Kedua Orang Tua عن أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : لا يَجْزِي وَلَدٌ وَالِدَهُ، إِلا أَنْ يَجِدَهُ مَمْلُوكًا فَيَشْتَرِيَهُ فَيُعْتِقَهُ Dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, dari Nabi shallallahu 'alaihi wasallam, beliau bersabda, "Seorang anak tidak akan sanggup membalas kebaikan orang tuanya, kecuali bila orang tuanya seorang budak lalu ia membelinya dan memerdekakanya." Dari Abu Burdah rahimahullah, bahwa beliau melihat Ibnu Umar radhiyallahu'anhuma dan seorang laki-laki dari Yaman sedang thawaf di Ka'bah, orang itu sambil menggendong ibunya di belakang punggungnya seraya berkata, "Sesungguhnya aku di hadapan ibuku ibarat unta yang penurut. Sekiranya unta itu mengejutkan penunggangnya, maka aku tidak mengejutkan." Kemudian orang itu berkata, "Wahai Ibnu Umar, apakah menurutmu aku telah membalas kebaikan ibuku?" Ibnu Umar radhiyallahu'anhuma menjawab, "Belum, bahkan belum sebanding dengan satu tarikan nafasnya saat melahirkanmu." Lalu Ibnu Umar radhiyallahu'anhuma thawaf kemudian mendatangi maqom Ibrahim lalu shalat dua raka'at kemudian berkata, "Wahai Ibnu Abi Musa, sesungguhnya setiap dua raka'at shalat akan menghapus dosa-dosa sebelumnya." عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو رضي الله عنهما ، قَالَ : جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُبَايِعُهُ عَلَى الْهِجْرَةِ، وَتَرَكَ أَبَوَيْهِ يَبْكِيَانِ، فَقَالَ : ارْجِعْ إِلَيْهِمَا، وَأَضْحِكْهُمَا كَمَا أَبْكَيْتَهُمَا Dari Abdullah bin Amr radhiyallahu'anhuma, beliau berkata, "Seseorang datang kepada Nabi shallallahu'alaihi wa sallam seraya membaiatnya untuk berhijrah (ke medan perang) dan meninggalkan kedua orang tuanya yang menangisinya, lalu Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda: Pulanglah kepada keduanya, dan buatlah keduanya tersenyum sebagaimana engkau telah membuat keduanya menangis." Dari Abu Hazim, bahwasanya Abu Murrah, Maula (budak yang dimerdekakan) Ummu Hani' binti Abu Thalib radhiyallahu'anha mengabarinya, bahwasanya beliau berkendara bersama Abu Hurairah radhiyallahu'anhu menuju tanahnya yang berada di Al-'Aqiq, ketika memasuki tanahnya beliau berseru dengan suara lantang (penuh kegembiraan), "Semoga keselamatan, rahmat dan berkah Allah menyertaimu wahai Ibu. Ibunya radhiyallahu'anha menjawab: Semoga kesejahteraan, rahmat dan berkah Allah menyertaimu juga. Abu Hurairah radhiyallahu'anhu berkata: Mudah-mudahan Allah menyayangimu wahai ibu sebagaimana engkau memelihara aku sewaktu kecil. Ibunya radhiyallahu'anha berkata: Semoga Allah membalasmu dengan kebaikan dan meridhaimu, sebagaimana kamu berbuat baik kepadaku di masa tua." Simak Penjelasannya: https://youtu.be/V1QfAe3iCoA GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

Hukum Menggunakan Aplikasi Wajah Tua FaceApp https://youtu.be/FzVpRUOtFM8

📋 HUKUM MENGGUNAKAN APLIKASI WAJAH TUA FaceApp بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Sedikitnya ada 5 pelanggaran syari'at dalam penggunaan Aplikasi Wajah Tua FaceApp: 1. Termasuk syirik apabila diyakini pasti akan seperti itu wajahnya. Karena bagaimana wajah kita di masa depan hanya Allah 'azza wa jalla yang mengetahui, bahkan kita pun tidak tahu akan hidup sampai tua atau mati muda. Masa depan termasuk perkara ghaib, tidak ada yang mengetahuinya kecuali Allah 'azza wa jalla, sebagaimana firman-Nya, قُلْ لا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَوَاتِ وَالأرْضِ الْغَيْبَ إِلا اللَّهُ “Katakanlah: Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang mengetahui perkara yang ghaib, kecuali Allah.” [An-Naml: 65] Oleh karena itu mempercayai para dukun atau tukang ramal adalah kekafiran, sebagaimana sabda Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا، فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ، فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَعَلَى مُحَمَّد “Barangsiapa mendatangi dukun atau peramal, lalu ia mempercayai ucapan dukun atau peramal tersebut maka ia telah kafir terhadap (Al-Qur’an) yang diturunkan kepada Nabi Muhammad -shallallahu’alaihi wa sallam-.” [HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu dan Al-Bazzar dari Jabir radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 3387] Andai seseorang meyakini ramalan Aplikasi maka patut kita khawatir menjadi sama dengan kepercayaan kepada dukun atau tukang ramal. 2. Minimalnya menjadi pintu yang menjerumuskan kepada syirik. Apabila tidak diyakini wajah masa depannya akan seperti ramalan Aplikasi maka tidak termasuk syirik besar tapi dapat menjerumuskannya kepadanya. Oleh karena itu sekedar datang dan bertanya kepada dukun walau tidak percaya maka hukumnya tetap haram dan termasuk dosa besar, bahkan termasuk syirik kecil karena bisa menjadi pintu menuju syirik besar. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ، لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً “Barangsiapa mendatangi paranormal, lalu bertanya tetang sesuatu, maka tidak diterima sholatnya selama 40 malam.” [HR. Muslim dari Hafshoh radhiyallahu’anha] 3. Merubah ciptaan Allah 'azza wa jalla. Inilah yang diinginkan oleh setan, sebagaimana Allah sebutkan dalam Al-Qur'an tentang ucapan setan, وَلَآمُرَنَّهُمْ فَلَيُغَيِّرُنَّ خَلْقَ اللَّهِ "Dan akan aku suruh mereka (mengubah ciptaan Allah), lalu benar-benar mereka mengubahnya." [An-Nisa: 119] 4. Membuat gambar bernyawa. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ أَصْحَابَ هَذِهِ الصُّوَرِ يُعَذَّبُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَيُقَالُ لَهُمْ أَحْيُوا مَا خَلَقْتُمْ – وَقَالَ – إِنَّ الْبَيْتَ الَّذِي فِيهِ الصُّوَرُ لاَ تَدْخُلُهُ الْمَلاَئِكَةُ. “Sesungguhnya para pembuat gambar-gambar bernyawa ini akan diazab di hari kiamat dan dikatakan kepada mereka: Hidupkan yang telah kalian ciptakan.” Dan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda, “Sesungguhnya rumah yang terdapat padanya gambar-gambar bernyawa tidak akan dimasuki oleh malaikat.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu'anha] 5. Pelanggaran minimalnya menggunakan Aplikasi Wajah Tua FaceApp termasuk perbuatan sia-sia. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda, مِنْ حُسْنِ إِسْلَامِ الْمَرْءِ، تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ "Termasuk baiknya keislaman seseorang adalah ia meninggalkan apa yang tidak bermanfaat baginya." [HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu] Simak Selengkapnya: https://youtu.be/FzVpRUOtFM8 📋 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 APA YANG DIINGINKAN WANITA DARI SEORANG LELAKI? بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Saudaraku rahimakumullah, istri adalah amanah Allah 'azza wa jalla di pundak suami, wajib atas suami memperlakukan istri dengan baik. Allah 'azza wa jalla berfirman, وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ “Dan pergaulilah mereka (istri-istrimu) dengan cara yang baik.” [An-Nisa: 19] Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda, فَاتَّقُوا اللَّهَ فِي النِّسَاءِ فَإِنَّكُم أَخَذتُمُوهُنَّ بِأَمَانَةِ اللَّهِ وَاستَحلَلتُم فُرُوجَهُنَّ بِكَلِمَةِ اللَّهِ “Bertakwalah kepada Allah dalam memperlakukan para wanita, karena kalian telah mengambil mereka (sebagai istri) dengan perjanjian Allah dan menghalalkan hubungan suami istri dengan kalimat Allah.” [HR. Muslim dari Jabir radhiyallahu’anhu] Istri adalah wasiat Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam untuk para suami agar menjauhi dosa dalam memperlakukannya. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda, إِنَّي أُحَرِّجُ عليكم حقَّ الضعيفينِ : اليتيمُ ، والمرأةُ "Sesungguhnya aku mengingatkan kalian dosa menyia-nyiakan hak dua yang lemah: Anak yatim dan wanita." [HR. Ibnu Majah dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu, Shahihul Jaami': 2447] Dan termasuk berbuat baik kepada istri adalah memenuhi keinginannya terhadap suami, selama tidak bertentangan dengan syari'at. Lalu apa yang diinginkan seorang istri terhadap suami? Asy-Syaikh Prof. Dr. Muhammad Bazmul hafizhahullah berkata, باختصار تريد اولا الأمان... لا تريد زوجا يجعلها تعيش في خوف، كأن يهددها دائما بالزواج عليها... او يشعرها بأن اصحابه والجلوس معهم اهم من الجلوس معها... او تشعر بأنه يمكن ان يتركها بسبب طول عينه التي يتتبع بها النساء.. تريد زوجا يحترمها.... فهو يشاورها.... ولا يقلل من قيمتها.. يعجبه جمالها... وحديثها... وطبخها... ولا ينتقصها امام احد. تريد زوجا يعطبها الحنان الذي تحتاجه بعد تعبها في بيته ومع ولده. وتريد حبا صادقا... يجعلها تشعر انها اختصرت له كل النساء...حبا يشعرها بأنوثتها... فلا تبخل عليها يا زوجها... واتق الله فيها فإنها أحد الضعيفين... الذين اوصانا بهما الرسول صلى الله عليه وسلم. Secara singkat aku jelaskan, wanita menginginkan dari laki-laki: 1. Kenyamanan. Wanita tidak ingin suaminya membuat ia hidup dalam kekhawatiran, seperti: - Suami yang suka mengancam akan poligami. - Suami yang membuat istri merasa bahwa sang suami duduk bersantai bersama teman-temannya lebih penting daripada bersama istri. - Suami yang membuat istri merasa sewaktu-waktu suaminya akan meninggalkannya lalu menikah dengan wanita lain, karena sang suami tidak menjaga pandangannya dari wanita lain. 2. Wanita ingin suami memberikan kelembutan dan kasih sayang, yang ia butuhkan (terutama) setelah capek mengurus rumah dan anak. 3. Wanita ingin suami mencintainya dengan jujur, yang membuat ia merasa telah mengalahkan semua wanita di hati suaminya, yang membuat ia dihargai sebagai wanita. Maka janganlah engkau pelit untuk memberikan apa yang diinginkan istrimu wahai suami. Dan bertakwalah kepada Allah dalam memperlakukan istrimu, karena istri adalah salah satu dari dua yang lemah, yang telah diwasiatkan Nabi shallallaahu'alaihi wa sallam untuk kita perlakukan dengan baik. Sumber: https://web.facebook.com/sofyanruray.info/posts/1308949352587877 📋 INFO SAFARI DAKWAH BANDUNG JAWA BARAT Insya Allah Bersama Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah "DAHSYATNYA HARI KEBANGKITAN" Ahad, 18 Dzulqa'dah 1440 / 21 Juli 2019 Jam 09.00 di Masjid Al-Irsyad Satya Parahyangan Bandung Barat. Info wa.me/6287722045273 "ENGGAN MASUK SURGA" Ahad, 18 Dzulqa'dah 1440 / 21 Juli 2019 Ba'da Maghrib di Masjid Al-Asy'ari UNISBA Bandung. Info: wa.me/6285361617575 📋 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 10 DOSA BESAR WANITA بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 1. Syirik dan kufur. Contoh: Percaya dukun, menggunakan pelet, mengingkari salah satu ajaran syari'at, atau membencinya atau bahkan mengolok-oloknya, dan lain-lain. 2. Durhaka kepada suami dan mengingkari kebaikan suami. 3. Kemungkaran-kemungkaran lisan. Contoh: Melaknat, ghibah, namimah, takhbib, dan lain-lain. 4. Minta cerai tanpa alasan syar'i. 5. Tabarruj, menampakkan kecantikan dan perhiasan kepada selain suaminya atau terlihat selain mahramnya. 6. Meratapi mayit. Contohnya: Menangisi mayit sampai teriak-teriak, dan lain-lain. 7. Sering ziarah kubur. 8. Menyerupai kaum laki-laki. 9. Safar ke negeri kafir tanpa memenuhi syarat-syaratnya. 10. Mempercantik diri dengan cara yang haram. Contoh: Membuat tato, memakai rambut palsu, mencukur alis, mengikir gigi, dan lain-lain. Simak Selengkapnya: https://youtu.be/founrJil8zE 📋 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

📋 MALAM PERTAMA DI ALAM KUBUR بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Saudaraku rahimakumullaah ketahuilah, bagaimana malam pertama kita di alam kubur, menentukan keadaan kita di malam-malam berikutnya. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ الْقَبْرَ أَوَّلُ مَنَازِلِ الْآخِرَةِ فَإِنْ نَجَا مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَيْسَرُ مِنْهُ وَإِنْ لَمْ يَنْجُ مِنْهُ فَمَا بَعْدَهُ أَشَدُّ مِنْهُ قَالَ وَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا رَأَيْتُ مَنْظَرًا قَطُّ إِلَّا وَالْقَبْرُ أَفْظَعُ مِنْهُ "Sungguh kuburan adalah awal persinggahan di negeri akhirat, jika selamat darinya maka perjalanan selanjutnya akan lebih mudah, dan jika tidak selamat maka yang selanjutnya akan lebih berat. Rasulullah shallallahu‘alaihi wasallam juga bersabda: Tidak pernah aku melihat pemandangan yang mengerikan kecuali (azab) kubur lebih mengerikan darinya." [HR. At-Tirmidzi dari Utsman bin Affan radhiyallahu'anhu, Shahihul Jaami': 1684] Ke mana ruh kita setelah dicabut sampai dikuburkan? Bagaimana keadaan malam pertama di alam kubur? Simak Kajiannya: https://youtu.be/-Jg7Mjs6AXQ 📋 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

Pemesanan Buku Panduan 0817-5470-102 Kajian Perdana Masjid Al-Azhar Summarecon Bekasi
Pemesanan Buku Panduan 0817-5470-102 Kajian Perdana Masjid Al-Azhar Summarecon Bekasi

📋 WASPADAI SEMBILAN DOSA BESAR بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ Seri Kajian Akhlak Mulia Ahlus Sunnah (03) Rujukan: Kitab Shahih Al-Adabil Mufrod karya Al-Imam Al-Bukhari rahimahullah Bab 5. Berbicara Lemah Lembut kepada Orang Tua عَنْ طَيْسَلَةُ بْنُ مَيَّاسٍ ، قَالَ : كُنْتُ مَعَ النَّجَدَاتِ، فَأَصَبْتُ ذُنُوبًا لا أَرَاهَا إِلا مِنَ الْكَبَائِرِ، فَذَكَرْتُ ذَلِكَ لابْنِ عُمَرَ ، قَالَ : مَا هِيَ؟ قُلْتُ : كَذَا وَكَذَا، قَالَ : لَيْسَتْ هَذِهِ مِنَ الْكَبَائِرِ، هُنَّ تِسْعٌ : الإِشْرَاكُ بِاللَّهِ، وَقَتْلُ نَسَمَةٍ، وَالْفِرَارُ مِنَ الزَّحْفِ، وَقَذْفُ الْمُحْصَنَةِ، وَأَكْلُ الرِّبَا، وَأَكْلُ مَالِ الْيَتِيمِ، وَإِلْحَادٌ فِي الْمَسْجِدِ ، وَالَّذِي يَسْتَسْخِرُ، وَبُكَاءُ الْوَالِدَيْنِ مِنَ الْعُقُوقِ، قَالَ لِي ابْنُ عُمَرَ : أَتَفْرَقُ النَّارَ، وَتُحِبُّ أَنْ تَدْخُلَ الْجَنَّةَ؟ قُلْتُ : إِي وَاللَّهِ، قَالَ : أَحَيٌّ وَالِدُكَ؟ قُلْتُ : عِنْدِي أُمِّي، قَالَ : فَوَاللَّهِ لَوْ أَلَنْتَ لَهَا الْكَلامَ، وَأَطْعَمْتَهَا الطَّعَامَ، لَتَدْخُلَنَّ الْجَنَّةَ مَا اجْتَنَبْتَ الْكَبَائِرَ Dari Thaisalah bin Mayyas, beliau berkata, "Aku pernah bersama orang-orang An-Najdah, maka aku terjerumus dosa-dosa, yang aku sangka itu adalah dosa-dosa besar. Kemudian aku bertanya kepada Ibnu Umar maka beliau bertanya: Dosa-dosa apa itu? Aku menjawab: Ini dan itu. Ibnu Umar berkata: Itu tidak termasuk dosa-dosa besar. Dosa-dosa besar itu ada sembilan, yaitu: 1. Menyekutukan Allah, 2. Membunuh orang, 3. Lari dari medan jihad, 4. Menuduh zina kepada wanita mukminah, 5. Memakan harta riba, 6. Mengambil harta anak yatim, 7. Berbuat dosa di masjid, 8. Orang yang suka menghina orang lain, 9. Menyebabkan orang tua menangis karena perbuatan durhaka. Ibnu Umar berkata kepadaku: Apakah engkau takut masuk neraka dan ingin masuk surga? Aku berkata: Tentu demi Allah. Ibnu Umar berkata: Apakah orang tuamu masih hidup? Aku menjawab: Ibuku masih hidup. Ibnu Umar berkata: Demi Allah, apabila engkau berbicara lemah lembut kepada orang tuamu dan memberi makan kepadanya, maka sungguh engkau benar-benar akan masuk surga asalkan engkau menjauhi dosa-dosa besar." [Shahih, Ash-Shahihah: 2898] Simak Penjelasannya: https://youtu.be/edzAUFK4258 GABUNG TELEGRAM & GROUP WA TA'AWUN DAKWAH DAN BIMBINGAN ISLAM Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah Telegram: http://t.me/taawundakwah WAG: wa.me/628111377787 wa.me/628111833375 #Yuk_bantu_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam, مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu] Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.

Masjid Al-Azhar Summarecon Bekasi
Masjid Al-Azhar Summarecon Bekasi