ru
Feedback
Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Открыть в Telegram
5 142
Подписчики
-124 часа
-207 дней
-5630 день
Архив постов
Adab dan Akhlak Penuntut Ilmu.mp325.06 MB

#Faidah_Tafsir: 🌴 MEMOHON AMPUN DOSA, SOLUSI SEMUA PROBLEMA ✅ Allah ta’ala berfirman tentang ucapan Nabi Nuh ‘alaihissalaam, فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كانَ غَفَّاراً يُرْسِلِ السَّماءَ عَلَيْكُمْ مِدْراراً وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهاراً 🌱 “Maka aku katakan kepada mereka: Mohonlah ampun kepada Rabbmu, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan melimpah, serta memperbanyak harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” [Nuh: 10-12] ✅ Al-Hafiz Ibnu Hajar rahimahullah menyebutkan sebuah atsar dari Al-Imam Al-Hasan Al-Bashri rahimahullah, أَنَّ رَجُلًا شَكَى إِلَيْهِ الْجَدْبَ فَقَالَ اسْتَغْفِرِ اللَّهَ وَشَكَى إِلَيْهِ آخَرُ الْفَقْرَ فَقَالَ اسْتَغْفِرِ اللَّهَ وَشَكَى إِلَيْهِ آخَرُ جَفَافَ بُسْتَانِهِ فَقَالَ اسْتَغْفِرِ اللَّهَ وَشَكَى إِلَيْهِ آخَرُ عَدَمَ الْوَلَدِ فَقَالَ اسْتَغْفِرِ اللَّهَ ثُمَّ تَلَا عَلَيْهِمْ هَذِهِ الْآيَةَ 🌱 “Bahwa seseorang mengadukan kemarau panjang kepada Al-Hasan Al-Bashri, maka beliau berkata: ➡ Mohon ampunlah kepada Allah! Orang yang lain mengadukan kemiskinan, maka beliau berkata: ➡ Mohon ampunlah kepada Allah! Orang yang lain mengadukan kekeringan kebunnya, maka beliau berkata: ➡ Mohon ampunlah kepada Allah! Orang yang lain mengadukan kemandulan (tidak punya anak), maka beliau berkata: ➡ Mohon ampunlah kepada Allah! Kemudian beliau membacakan kepada mereka ayat ini (Nuh: 10-12).” [Fathul Baari, 11/98] 💻 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/639164669566352:0 ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah di Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah ⤵ 📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/sofyanruray.info 🌐 Web: www.sofyanruray.info 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah

Khutbah_Jumat_Sumber_Kebahagiaan.mp312.17 MB

⬆ #Audio_Khutbah Jum'at 💿 Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah 🔥 KUDETA ITU BERDARAH 💾 Link Download: http://bit.ly/29Y4kPc 🕌 Disampaikan di Masjid Nurul Islam Rawa Bambu, Pasar Minggu Jakarta Selatan ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ رَأَى مِنْ أَمِيرِه شَيْئًا يَكْرَهُهُ فَلْيَصْبِرْ فَإِنَّهُ مَنْ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ شِبْرًا فَمَاتَ فَمِيتَةٌ جَاهِلِيَّةٌ “Barangsiapa yang melihat suatu (kemungkaran) yang ia benci pada pemimpinnya, maka hendaklah ia bersabar, karena sesungguhnya barangsiapa yang memisahkan diri dari jama’ah (pemerintah) sejengkal saja, kemudian ia mati, maka matinya adalah mati jahiliyah.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Abbas radhiyallahu’anhuma] ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda, إِنَّكُمْ سَتَرَوْنَ بَعْدِي أَثَرَة وَأُمُورًا تُنْكِرُونَهَا قَالُوا فَمَا تَأْمُرُنَا يَا رَسُولَ اللهِ قَالَ أَدُّوا إِلَيْهِمْ حَقَّهُمْ وَسَلُوا اللَّهَ حَقَّكُمْ “Sesungguhnya kalian akan melihat (pada pemimpin kalian) kecurangan dan hal-hal yang kalian ingkari (kemungkaran)”. Mereka bertanya, “Apa yang engkau perintahkan kepada kami wahai Rasulullah?” Beliau menjawab, “Tunaikan hak mereka (pemimpin) dan mintalah kepada Allah hak kalian.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu] ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda, يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّة لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ “Akan ada sepeninggalku para penguasa yang tidak meneladani petunjukku dan tidak mengamalkan sunnahku, dan akan muncul diantara mereka (para penguasa) orang-orang yang hati-hati mereka adalah hati-hati setan dalam jasad manusia.” Aku (Hudzaifah) berkata, “Bagaimana aku harus bersikap jika aku mengalami hal seperti ini?” Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Engkau tetap dengar dan taat kepada pemimpin itu, meskipun punggungmu dipukul dan hartamu diambil, maka dengar dan taatlah.” [HR. Muslim dari Hudzaifah Ibnul Yaman radhiyallahu’anhu] ✅ Sahabat yang Mulia Ubadah bin Shamit radhiyallahu’anhu berkata, دَعَانَا رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم فَبَايَعْنَاه فَكَانَ فِيمَا أَخَذَ عَلَيْنَا أَنْ بَايَعَنَا عَلَى السَّمْعِ وَالطَّاعَةِ فِى مَنْشَطِنَا وَمَكْرَهِنَا وَعُسْرِنَا وَيُسْرِنَا وَأَثَرَةٍ عَلَيْنَا وَأَنْ لاَ نُنَازِعَ الأَمْرَ أَهْلَهُ قَالَ إِلاَّ أَنْ تَرَوْا كُفْرًا بَوَاحًا عِنْدَكُمْ مِنَ اللَّهِ فِيهِ بُرْهَانٌ “Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyeru kami, lalu kami pun membai’at beliau. Diantara sesuatu yang beliau ambil bai’at atas kami adalah, kami membai’at beliau untuk senantiasa mendengar dan taat kepada pemimpin, baik pada saat kami senang maupun susah; sempit maupun lapang, dan dalam keadaan hak-hak kami tidak dipenuhi, serta agar kami tidak berusaha merebut kekuasaan dari pemiliknya. Beliau bersabda, “Kecuali jika kalian telah melihat kekafiran yang nyata, sedang kalian memiliki dalil dari Allah tentang kekafirannya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim] 💻 Baca Selengkapnya: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/636551009827718:0 🌹 Semoga bermanfaat, mohon ta'awun menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah. Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum. ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah

KUDETA ITU BERDARAH.mp37.63 MB

Sifat_Orang_yang_Bertaqwa,_Sifat.mp310.67 MB

Karakter Orang Munafiq (1).mp312.46 MB

[Jeda Kajian] Cita-cita Tertinggi Seorang Muslim.mp31.62 MB

[Jeda Kajian] Bahagiamu, Bahagiaku Juga.mp31.11 MB

🌾 HANYA AMALAN YANG MENEMANI DI ALAM KUBUR ➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, يَتْبَعُ المَيِّتَ ثَلاَثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ 🌹 “Yang mengikuti mayit ke kuburnya ada tiga, lalu dua kembali dan yang tinggal bersamanya hanya satu; yang mengikutinya adalah keluarganya, hartanya dan amalnya, lalu kembali keluarga dan hartanya, dan yang tinggal hanya amalnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu] 📝 #Beberapa_Pelajaran: 1) Hadits yang mulia ini mengajarkan kepada kita pentingnya amal shalih dalam kehidupan dunia ini sebagai bekal untuk kehidupan di negeri akhirat yang kekal. Allah ta’ala berfirman, وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى وَاتَّقُونِ يَا أُولِي الألْبَابِ 🌿 “Dan berbekallah, sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa, dan bertakwalah kepada-Ku wahai orang-orang yang berakal.” [Al-Baqoroh: 197] 2) Sungguh sangat disayangkan sekali, apabila kita baru tersadar untuk beramal shalih tatkala kematian telah datang menjemput kita, saat penyesalan tiada lagi berarti. Allah ta’ala berfirman, حَتَّى إِذَا جَاءَ أَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ رَبِّ ارْجِعُونِ لَعَلِّي أَعْمَلُ صَالِحًا فِيمَا تَرَكْتُ كَلا إِنَّهَا كَلِمَةٌ هُوَ قَائِلُهَا وَمِنْ وَرَائِهِمْ بَرْزَخٌ إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُونَ 🌿 “(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata: “Wahai Rabbku kembalikanlah aku (ke dunia), agar aku dapat beramal shalih yang telah aku tinggalkan.” Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkannya saja. Dan di hadapan mereka ada dinding (alam barzakh) sampai hari mereka dibangkitkan.” [Al-Mukminun: 99-100] 3) Lebih mengerikan lagi, ketika penghuni neraka meraung-raung untuk meminta dikembalikan ke dunia demi beramal shalih. Allah ta’ala berfirman, وَهُمْ يَصْطَرِخُونَ فِيهَا رَبَّنَا أَخْرِجْنَا نَعْمَلْ صَالِحًا غَيْرَ الَّذِي كُنَّا نَعْمَلُ أَوَلَمْ نُعَمِّرْكُمْ مَا يَتَذَكَّرُ فِيهِ مَنْ تَذَكَّرَ وَجَاءَكُمُ النَّذِيرُ فَذُوقُوا فَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ نَصِيرٍ 🌿 “Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Wahai Rabb kami, keluarkanlah kami niscaya kami akan mengerjakan amal shalih, berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah Kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berpikir bagi orang yang mau berpikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seorang penolong pun.” [Faathir: 37] 4) Peringatan untuk tidak terlena dengan keluarga dan harta, kemudian lupa beramal shalih untuk kehidupan yang hakiki dan kebahagiaan yang sejati di negeri akhirat. Allah ta’ala berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لا تُلْهِكُمْ أَمْوَالُكُمْ وَلا أَوْلادُكُمْ عَنْ ذِكْرِ اللَّهِ وَمَنْ يَفْعَلْ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْخَاسِرُونَ 🌿 “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah harta-hartamu dan anak-anakmu melalaikan kamu dari mengingat Allah. Barangsiapa yang berbuat demikian maka mereka itulah orang-orang yang merugi.” [Al-Munafiqun: 9] 5) Amalan yang akan menemani seseorang di alam kubur adalah seperti yang disebutkan dalam hadits Al-Barro bin ‘Azib radhiyallahu’anhu, yaitu apabila amalnya baik maka yang akan menemaninya dalam bentuk seseorang yang bagus wajahnya, pakaiannya dan aromanya, apabila amalannya jelek maka jelek pula yang akan menemaninya. 💻 Sumber: 🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/637676289715190:0 🔹 http://sofyanruray.info/hanya-amalan-yang-menemani-di-alam-kubur/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah

Bahagiamu, Bahagiaku Juga.mp321.15 MB

📝 PERHATIKAN AKHIR AMALANMU: TULISLAH YANG BAIK DI MEDIA-MEDIA SOSIAL...! ✅ Saudaraku -semoga Allah merahmatimu-, perhatikanlah apa yang engkau ucapkan dan amalkan, sesuaikanlah selalu dengan Kitab Allah ta'ala dan Sunnah Nabi-mu shallallahu'alaihi wa sallam sesuai Pemahaman Salaf... Jauhilah ucapan dan amalan yang membuat Allah murka kepadamu... Karena bisa jadi, itu adalah akhir amalanmu, sedang amalan manusia baik atau buruknya tergantung episode terakhirnya... ✅ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ العَبْدَ لَيَعْمَلُ، فِيمَا يَرَى النَّاسُ، عَمَلَ أَهْلِ الجَنَّةِ وَإِنَّهُ لَمِنْ أَهْلِ النَّارِ، وَيَعْمَلُ فِيمَا يَرَى النَّاسُ، عَمَلَ أَهْلِ النَّارِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ الجَنَّةِ، وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِخَوَاتِيمِهَا "Sungguh seorang hamba benar-benar beramal dalam pandangan mata manusia sebagai amalan penghuni surga, dan sungguh ia termasuk penghuni neraka. Dan seorang hamba beramal dalam pandangan mata manusia sebagai amalan penghuni neraka, sedang ia termasuk penghuni surga, dan hanyalah amalan itu tergantung pada penutupnya." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Sahl bin Sa'ad As-Sa'idi radhiyallahu'anhu] 🚧 Dan di masa ini, termasuk ucapan dan amalan yang sangat penting untuk lebih diperhatikan adalah apa yang kita tulis dengan tekanan jari kita dan apa yang kita 'share' di media-media sosial seperti FB, Twitter, BB, WA, Telegram dan lain-lain. Betapa tidak, satu ucapan kita yang singkat, dengan sangat cepat akan tersebar ke seluruh dunia melalui media-media tersebut, maka takutlah kepada Allah ta'ala, jangan sampai ucapan kita atau apa yang kita 'share' mengundang murka-Nya karena mengandung: ➡ Ajakan kepada syirik dan kufur ➡ Ajakan kepada bid'ah ➡ Ajakan kepada maksiat ➡ Ajakan kepada perpecahan ➡ Ajakan kepada fitnah yang menyibukkan para penuntut ilmu dari mempelajari dan menyebarkan ilmu yang bermanfaat ➡ Ajakan kepada fanatisme golongan dan hizbiyyah ➡ Ajakan kepada pembangkangan terhadap pemerintah ➡ Ajakan kepada celaan terhadap para ulama ➡ Ajakan kepada permusuhan terhadap orang-orang shalih, dan lain-lain. Sungguh sangat mungkin terjadi, apa yang kita tulis atau kita bagikan tersebut adalah 'status' terakhir kita yang akan dibaca oleh jutaan manusia tanpa mampu kita 'sunting' kembali, maka jadikanlah statusmu sebagai ladang pahala yang akan terus mengalir sepeninggalmu, bukan dosa yang akan terus engkau panen sepeninggalmu... ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ دَعَا إِلَى هُدًى كَانَ لَهُ مِنَ الأَجْرِ مِثْلُ أُجُورِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْئًا وَمَنْ دَعَا إِلَى ضَلاَلَةٍ كَانَ عَلَيْهِ مِنَ الإِثْمِ مِثْلُ آثَامِ مَنْ تَبِعَهُ لاَ يَنْقُصُ ذَلِكَ مِنْ آثَامِهِمْ شَيْئًا “Barangsiapa yang mengajak kepada hidayah maka ia mendapatkan pahala orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun. Dan barangsiapa yang mengajak kepada kesesatan maka ia mendapatkan dosa orang-orang yang mengikutinya tanpa mengurangi dosa mereka sedikit pun.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda, إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلاَّ مِنْ ثَلاَثَةٍ إِلاَّ مِنْ صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ Apabila mati seorang manusia maka terputus amalannya kecuali tiga: 1) Sedekah jariyah. 2) Ilmu yang bermanfaat (yaitu ilmu agama yang diamalkan dan diajarkan). 3) Anak shalih yang selalu mendoakannya. [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallaahu'anhu] Dan diantara bekal yang paling jelek untuk dibawa ke negeri akhirat adalah permusuhan terhadap orang-orang shalih... ✅ Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, بئس الزاد إلى المعاد العدوان على العباد “Sejelek-jeleknya perbekalan menuju hari kebangkitan adalah permusuhan terhadap hamba-hamba (yang shalih).” [As-Siyar, 10/41] 💻 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/637424126407073:0 📮 Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah: http://bit.ly/1TwCsBr 📲 Gabung Group WA: 08111377787

⛔ SEPANJANG SEJARAH KUDETA MUDARATNYA LEBIH BESAR, AMBILLAH PELAJARAN…! 🚧 Mengambil pelajaran dari sejarah suatu bangsa dan kisah yang telah berlalu adalah perintah Allah ta’ala kepada kaum mukminin, قَدْ خَلَتْ مِن قَبْلِكُمْ سُنَنٌ فَسِيرُواْ فِي الأَرْضِ فَانْظُرُوا كَيْفَ كَانَ عَاقِبَةُ الْمُكَذَّبِينَ “Telah lewat sebelum kalian ujian-ujian yang menimpa pengikut para nabi, maka berjalanlah di muka bumi lalu lihatlah bagaimana akibat yang jelek bagi orang-orang yang mendustakan.” [Ali Imron: 137] Sejatinya, sejarah yang telah berlalu harus memberikan pelajaran besar bagi umat Islam, bahwa pemberontakan terhadap pemerintah muslim, yang zalim sekali pun, hanyalah mendatangkan kemudaratan yang lebih besar dibanding manfaatnya. ✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Bahwa Allah ta’ala mengutus Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam demi kemaslahatan para hamba di kehidupan dunia dan akhirat, dan bahwa beliau memerintahkan kepada kebaikan dan melarang dari kerusakan, maka apabila dalam satu perbuatan terdapat kebaikan dan kerusakan, hendaklah kaum muslimin mengambil mana yang paling kuat dari keduanya; jika kebaikannya lebih banyak dari kerusakannya, hendaklah mereka melakukannya. Namun apabila kerusakannya lebih banyak dari kebaikannya, hendaklah mereka meninggalkannya, karena sesungguhnya Allah ta’ala mengutus Rasul-Nya shallallahu’alaihi wa sallam untuk menghasilkan kemaslahatan dan menyempurnakannya, serta menghilangkan kemudaratan dan menguranginya. Maka, jika yang berkuasa dari kalangan khalifah (yang tidak lebih pantas) seperti Yazid, Abdul Malik, Al-Manshur dan selain mereka; bisa jadi dikatakan bahwa wajib mencopotnya dan memeranginya sampai ia lengser dan digantikan oleh yang lainnya, sebagaimana yang dilakukan oleh mereka yang berpendapat bolehnya pemberontakan, maka ini adalah pendapat yang rusak, karena sungguh kerusakannya lebih besar dari kemaslahatannya. Dan pada umumnya, tidaklah mereka memberontak kepada penguasa kecuali timbul kejelekan yang lebih besar dibanding kebaikan, seperti mereka yang memberontak kepada Yazid di Madinah, pemberontakan Ibnul Asy’ats terhadap Abdul Malik di Iraq, pemberontakan Ibnul Mulhab terhadap anaknya Abdul Malik di Khurasan, pemberontakan Abu Muslim yang menyerukan pemberontakan terhadap penguasa di Khurasan, juga pemberontakan terhadap Al-Manshur di Madinah dan Bashroh dan yang semisalnya, pada akhirnya dua kemungkinan, mereka dikalahkan atau mereka menang lalu berakhirlah kekuasaan pemerintah sebelumnya, namun yang terjadi adalah tidak ada hasil yang baik bagi para pemberontak tersebut. Abdullah bin Ali dan Abu Muslim yang melakukan pemberontakan dengan membunuh banyak orang akhirnya keduanya dibunuh oleh Abu Ja’far Al-Manshur, adapun penduduk Al-Harah, Ibnul Asy’ats, Ibnul Mulhab dan selain mereka akhirnya menderita kekalahan, demikian pula pasukan-pasukannya, sehingga mereka tidaklah menegakkan agama dan tidak pula menyisakan dunia, padahal Allah ta’ala tidak memerintahkan suatu perkara yang tidak menghasilkan kebaikan bagi agama ataupun dunia, meskipun yang memberontak itu dari kalangan wali Allah yang bertakwa dan termasuk penduduk surga (perbuatan mereka tidak dapat dibenarkan).” [Minhaajus Sunnah, 4/313-315] 📝 Pembahasan Berikutnya: ➡ HARAMNYA PEMBERONTAKAN KEPADA PENGUASA MUSLIM YANG ADIL MAUPUN YANG ZALIM ➡ KESEPAKATAN ULAMA ISLAM ATAS HARAMNYA PEMBERONTAKAN ➡ BANTAHAN TERHADAP PENDAPAT BOLEHNYA MEMBERONTAK TERHADAP PEMIMPIN YANG ZALIM KARENA TELAH DILAKUKAN OLEH SEBAGIAN SALAF ➡ HARAMNYA PEMBERONTAKAN MESKI TERHADAP PEMERINTAH YANG MERAIH KEKUASAAN DENGAN CARA YANG SALAH ➡ PEMBERONTAKAN DENGAN KATA-KATA JUGA DIHARAMKAN ➡ SOLUSI DALAM MENGHADAPI PEMERINTAH YANG ZALIM 💾 Baca Selengkapnya: 💻 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/636551009827718:0 💻 http://sofyanruray.info/sepanjang-sejarah-kudeta-mudaratnya-lebih-besar-ambillah-pelajaran/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah ⤵ 📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr 📲 Gabung Group WA: 08111377787

Istiqomah Pasca Ramadhan.mp311.66 MB

📝 UCAPAN SELAMAT DARI ARAB SAUDI UNTUK PEMERINTAH DAN RAKYAT TURKI ✅ Bismillaah walhamdulillaah. Dahulu Ahlus Sunnah menasihati rakyat Mesir untuk taat kepada Pemerintah Militer Mesir yang telah berhasil dalam kudeta mereka hingga meraih kekuasaan. ➡ Benar bahwa kudeta salah besar menurut syari'at. Tapi jika mereka sudah berkuasa maka syari'at juga memerintahkan kita untuk taat, demi menghindari kemudaratan yang lebih besar. ✅ Dan kini, alhamdulillah kudeta militer di Turki gagal, maka Ahlus Sunnah pun bersyukur dan tetap menyeru kaum muslimin untuk taat kepada Pemerintah Muslim Turki yang berkuasa. ➡ Inilah ucapan selamat dari Pemerintah Ahlus Sunnah Salafi Kerajaan Saudi Arabia, melalui Kementerian Luar Negerinya untuk Pemerintah dan Rakyat Turki: صرح مصدر مسؤول بوزارة الخارجية أن المملكة العربية السعودية تابعت بقلقٍ بالغٍ تطورات الأوضاع في جمهورية تركيا الشقيقة، التي من شأنها زعزعة أمنها واستقرارها والمساس برخاء شعبها الشقيق. وعبّر المصدر عن ترحيب المملكة بعودة الأمور إلى نصابها بقيادة الرئيس رجب طيب أردوغان؛ وحكومته المنتخبة، وفي إطار الشرعية الدستورية، وفق إرادة الشعب التركي. واختتم المصدر تصريحه، بالتعبير عن حرص المملكة على أمن واستقرار وازدهار جمهورية تركيا الشقيقة. Juru Bicara Kementerian Luar negeri Arab Saudi menegaskan bahwa Kerajaan Saudi Arabia mengikuti dengan sangat prihatin atas perkembangan kondisi politik di negara saudara kami Republik Turki yang sedang digoncang keamanannya dan kestabilannya serta diganggu kenyamanan saudara-saudara kami rakyat Turki. Juru Bicara Kementerian juga mengucapkan selamat dari Kerajaan Saudi Arabia atas kembalinya urusan negara kepada kepemimpinan Presiden Rajab Thayib Erdogan dan pemerintahannya yang terpilih dalam kerangka syari'at dan aturan yang sesuai dengan kehendak rakyat Turki. Juru bicara Kementerian menutup ucapan selamat ini dengan menegaskan bahwa Kerajaan Saudi Arabia sangat berkeinginan untuk membantu negara saudara kami Turki untuk menjaga keamanan, kestabilan dan kemajuan. 💻 Sumber Berita: Web Resmi Kementerian Luar Negeri Kerajaan Saudi Arabia 💻 Sumber Terjemahan: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/636114286538057 ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah ⤵ 📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/sofyanruray.info 🌐 Web: www.sofyanruray.info 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah

📒 RENUNGAN UNTUK SUAMI YANG MEMBIARKAN FOTO ISTRINYA ATAU SAUDARA PEREMPUANNYA DI MEDSOS ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, ثَلاَثَةٌ قَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِمُ الْجَنَّةَ: مُدْمِنُ الْخَمْرِ، وَالْعَاقُّ، وَالدَّيُّوثُ، الَّذِي يُقِرُّ فِي أَهْلِهِ الْخَبَثَ 🌴 “Tiga golongan manusia yang Allah haramkan surga bagi mereka: (1) Pecandu khamar, (2) Orang yang durhaka kepada kedua orang tua, (3) Dayyuts; orang yang membiarkan kemaksiatan di tengah-tengah keluarganya.” [HR. Ahmad dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 2366] 📒 KISAH KECEMBURUAN YANG MENGHARUKAN ✅ Hakim Abu Abdillah Muhammad bin Ahmad bin Musa rahimahullah berkata, حضرت مجلس موسى بن إسحاق القاضي بالري سنة ست وثمانين ومائتين، وتقدمت امرأة، فادعى وليها على زوجها خمس مائة دينار مهرا، فأنكر، فقال القاضي: شهودك؟ قَالَ: قد أحضرتهم، فاستدعى بعض الشهود أن ينظر إلى المرأة ليشير إليها في شهادته، فقام الشاهد، وقالوا للمرأة قومي، فقال الزوج: تفعلون ماذا؟ قَالَ الوكيل: ينظرون إلى امرأتك وهي مسفرة لتصح عندهم معرفتها، فقال الزوج: فإني أشهد القاضي أن لها علي هذا المهر الذي تدعيه، ولا تسفر عن وجهها، فردت المرأة وأخبرت بما كان من زوجها، فقالت المرأة: فإني أشهد القاضي أني قد وهبت له هذا المهر وأبرأته منه في الدنيا والآخرة، فقال: القاضي يكتب هذا في مكارم الأخلاق. 🌴 “Aku hadir di majelis Hakim Musa bin Ishaq di daerah Ray pada tahun 286 H, ketika itu datang seorang wanita mengajukan sebuah kasus, walinya menuntut suaminya sebesar 100 dinar (425 gram emas) sebagai mahar baginya yang belum dibayar, tetapi suaminya mengingkari tuntutan tersebut. Maka hakim berkata: Mana saksi-saksimu? Ia berkata: Inilah mereka telah aku hadirkan. Kemudian sebagian saksi meminta untuk melihat wajah wanita tersebut agar dapat memastikan persaksiannya, saksi pun berdiri, dan mereka berkata kepada sang istri: Berdirilah! Sang suami pun berkata: Apa yang akan kalian lakukan? Wakil mereka berkata: Para saksi akan melihat istrimu dalam keadaan terbuka wajahnya (tanpa cadar) agar mereka dapat memastikan siapa wanita tersebut. Maka sang suami berkata: Sungguh aku persaksikan kepada hakim bahwa aku harus membayar mahar sesuai tuntutannya, tetapi janganlah ia membuka wajahnya. Sang istri segera merespon sikap suaminya, ia berkata: Sungguh aku pun mempersaksikan kepada hakim bahwa aku telah memberikan kepadanya mahar tersebut dan aku lepaskan tuntutan darinya di dunia dan akhirat. Hakim berkata: Ini harus ditulis dalam kemuliaan akhlak.” [Tarikh Bagdad, 13/55] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم 💻 Sumber: 📂 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/635903919892427:0 📂 http://sofyanruray.info/salah-kaprah-tentang-foto-akhwat-di-medsos/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah

📲📷 PERINGATAN DARI DOSA BESAR YANG DIANGGAP REMEH DI MUSIM LEBARAN 📹💻 [AKIBAT SALAH KAPRAH TENTANG FOTO AKHWAT DI MEDSOS] ⛔ Sebagian Ikhwan dan Akhwat yang sudah ngaji mengira bahwa seorang wanita apabila telah menutup auratnya, terlebih telah bercadar boleh kemudian difoto, baik difoto sendiri (selfie) atau orang lain, lalu diunggah ke internet dan media-media sosial seperti Facebook dan Twitter, atau dijadikan foto profil BBM, WA dan lain-lain. 🚧 Ini adalah kesalahan besar karena wanita adalah aurat dan fitnah (godaan) yang muncul darinya bagi laki-laki sangat besar, walau dimaklumi bahwa foto wanita yang tidak menutup aurat pada umumnya lebih besar godaannya, tetapi bukan berarti foto wanita yang sudah menutup aurat tidak lagi menggoda kaum lelaki, bahkan bagi sebagian lelaki wanita yang menutup aurat lebih menggoda, lebih membuat penasaran. ⛔ Dan sungguh sangat ironis sekali, ketika seseorang dinasihati agar tidak melakukannya maka ia berkata: Banyak Ikhwan dan Akhwat “Salafi” atau “bermanhaj salaf” yang melakukannya. Padahal dalil adalah Al-Qur’an dan As-Sunnah, bukan perbuatan mereka. ✅ Saudara-saudariku rahimakumullaah, perhatikanlah ayat yang mulia berikut ini, قُلْ لِلْمُؤْمِنِينَ يَغُضُّوا مِنْ أَبْصَارِهِمْ وَيَحْفَظُوا فُرُوجَهُمْ ذَلِكَ أَزْكَى لَهُمْ إِنَّ اللَّهَ خَبِيرٌ بِمَا يَصْنَعُونَ 🌿 “Katakanlah kepada kaum laki-laki yang beriman: Hendaklah mereka menahan sebagian pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang mereka perbuat.” [An-Nur: 30] Ayat yang mulia ini memerintahkan untuk menahan pandangan dari wanita yang tidak halal, perhatikanlah dengan baik apakah ayat ini bersifat umum, atau memberi pengkhususan bahwa apabila wanita sudah menutup aurat boleh dipandang…?! Jelas, ayat tersebut berlaku umum, mencakup semua wanita, kecuali yang dikhususkan dalam kondisi hajat atau darurat seperti melihat untuk keperluan pernikahan, menjadi saksi, pengobatan dan lain-lain, dibolehkan sebatas keperluan dan tidak disertai syahwat. ➡ Perhatikan juga sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, إِنَّ الْمَرْأَةَ تُقْبِلُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ وَتُدْبِرُ فِى صُورَةِ شَيْطَانٍ فَإِذَا أَبْصَرَ أَحَدُكُمُ امْرَأَةً فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّ ذَلِكَ يَرُدُّ مَا فِى نَفْسِهِ 🌿 “Sesungguhnya wanita itu datang dalam rupa setan dan pergi dalam rupa setan, maka apabila seorang dari kalian melihat wanita, hendaklah ia mendatangi istrinya, karena dengan begitu akan menentramkan gejolak syahwat di jiwanya.” [HR. Muslim dari Jabir radhiyallahu’anhu] Apakah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mengatakan bahwa wanita yang membuka aurat datang dalam rupa setan dan wanita yang sudah menutup aurat datang dalam rupa malaikat…?! Tidak, beliau hanya mengatakan wanita, maka berlaku umum, apakah yang sudah menutup aurat atau belum, hukumnya sama saja, tidak boleh dilihat tanpa alasan yang dibenarkan syari’at. ⛔ AWAS DOSANYA AKAN SEMAKIN BESAR…! 🚧 Apabila foto-foto wanita ini tersebar maka tentu dosanya akan semakin besar, semakin luas tersebar semakin besar pula dosa yang harus ditanggung pembuatnya dan penyebarnya, dan siapakah yang sanggup menjamin tersebarnya foto Akhwat tidak akan memunculkan kemungkaran seperti zina mata, zina hati hingga zina kemaluan, baik zina kemaluan ini dilakukan dengan pemilik foto atau orang lain…?! ✅ Allah ta’ala berfirman, إِنَّ الَّذِينَ يُحِبُّونَ أَنْ تَشِيعَ الْفَاحِشَةُ فِي الَّذِينَ آمَنُوا لَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ فِي الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ وَاللَّهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ 🌴 “Sesungguhnya orang-orang yang ingin agar perbuatan yang amat keji itu tersebar di kalangan orang-orang yang beriman, bagi mereka azab yang pedih di dunia dan di akhirat. Dan Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui.” [An-Nur: 19] 💻 Baca Selengkapnya: 📂 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/635903919892427:0 📂 http://sofyanruray.info/salah-kaprah-tentang-foto-akhwat-di-medsos/ 📮 Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah: http://bit.ly/1TwCsBr

Terjemahan-Khutbah-Syaikh-Abdul-Hadi-Al-Umairy.mp313.53 MB

Agar_Selamat_dari_Kerugian_Khutbah.mp38.75 MB

⏰ CARA MEMANFAATKAN WAKTU BA’DA ASHAR SAMPAI MAGHRIB DI HARI JUM'AT UNTUK BERDOA ➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً، لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ 🌴 “Hari Jum’at itu dua belas saat, tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah (pada salah satu saat) kecuali Allah akan mengabulkan permohonannya, maka carilah (waktu pengabulan itu) di akhir saat setelah Ashar.” [HR. An-Nasaai dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 703] ✅ Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah berkata, ورأى بعض أهل العلم من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم وغيرهم أن الساعة التي ترجى بعد العصر إلى أن تغرب الشمس 🍃 “Dan sebagian ulama, baik dari kalangan sahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam maupun selain mereka berpendapat bahwa waktu yang diharapkan terkabulnya doa tersebut adalah ba’da Ashar sampai matahari terbenam.” [Shahihut Targhib, 1/171] 📖 Penjelasan: 1. Zhahir, yang nampak jelas bahwa makna hadits ini mutlak (umum), berdoa setelah Ashar sampai Maghrib dapat dilakukan kapan dan di mana saja. 2. Apabila dilakukan setelah sholat Ashar sambil menunggu sholat Maghrib di masjid maka ini lebih besar peluang dikabulkannya, karena orang yang menunggu sholat sama dengan orang yang sedang sholat. 3. Apabila sakit maka boleh dilakukan di rumah, lebih baik dilakukan di tempat ia melakukan sholat Ashar sambil menunggu Maghrib. 4. Seorang wanita juga dianjurkan untuk menunggu sholat Maghrib di tempat ia sholat Ashar di rumah seraya berdoa kepada Allah ta'ala. 5. Datang ke masjid lebih awal sebelum sholat Maghrib dengan maksud untuk berdoa setelah melakukan sholat tahiyyatul masjid. 📚 [Lihat Majmu' Fatawa Asy-Syaikh Ibni Baz rahimahullah, 30/270-271] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم 💻 Sumber: http://sofyanruray.info/cara-memanfaatkan-waktu-bada-ashar-sampai-maghrib-di-hari-jumat-untuk-berdoa/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah