ru
Feedback
Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Открыть в Telegram
5 145
Подписчики
-224 часа
-217 дней
-5730 день
Архив постов
Untaian Nasehat dan Adab 2.mp318.58 MB

♻ HIKMAH DAN KEUTAMAAN PUASA TASU'A (9 MUHARRAM) DAN ‘ASYURO (10 MUHARRAM) بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ➡ Sahabat yang Mulia Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berkata, حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِع قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- 🌴 “Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berpuasa pada hari ‘Asyuro (10 Muharram) dan beliau memerintahkan untuk berpuasa padanya, maka para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ‘Asyuro adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.” Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Kalau begitu tahun depan -insya Allah- kita akan berpuasa pada hari kesembilan (juga).” Ibnu ‘Abbas berkata, belum sampai tahun depan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam wafat.” [HR. Muslim] 📝 #Beberapa_Pelajaran: 1) Sangat ditekankan berpuasa di tanggal 10 Muharram berdasarkan hadits yang mulia ini, juga hadits Abu Qotadah radhiyallahu’ahu, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, 🌴 “Dan puasa hari ‘Asyuro (10 Muharram), aku harap kepada Allah dapat menghapuskan dosa tahun sebelumnya.” [HR. Muslim] 2) Juga disyari’atkan berpuasa pada tanggal 9 Muharram demi menyelisihi orang-orang Yahudi dan Nasrani. Bahkan berpuasa di kebanyakan atau seluruh Muharram lebih baik lagi, berdasarkan hadits Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, 🌴 “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah; Muharram, dan sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam.” [HR. Muslim] 3) Tujuan besar agama yang mulia ini adalah agar kaum muslimin menyelisihi orang-orang kafir, maka tidak boleh melakukan tasyabbuh (menyerupai) mereka dalam ciri-ciri khusus mereka, baik dalam perkara agama maupun dunia, sebagaimana dalam hadits Abdullah bin Umar radhiyallahu’anhuma, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ 🌴 “Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia bagian dari mereka.” [HR. Abu Daud, Shahihul Jami’: 6149] 4) Kesamaan ajaran Syi’ah dan Yahudi; orang-orang Yahudi menjadikan tanggal 10 Muharram sebagai hari raya, sebagaimana dalam hadits Abu Musa Al-‘Asy’ari radhiyallahu’anhu, beliau berkata, يَوْمُ عَاشُورَاءَ، يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ تَتَّخِذُهُ عِيدًا 🌴 “Hari ‘Asyuro (10 Muharram) adalah hari yang dimuliakan orang-orang Yahudi, mereka menjadikannya sebagai hari raya.” [HR. Ibnu Abi Syaibah no. 9353] ⛔ Demikian pula orang-orang Syi’ah, mereka menjadikan hari ‘Asyuro sebagai ‘Hari Raya Bersedih dan Meratap’. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, 🌴 “Dengan sebab terbunuhnya Al-Husain radhiyallahu’anhu, maka setan memunculkan dua bid’ah bagi manusia, yaitu bid’ah bersedih dan meratap pada hari ‘Asyuro (10 Muharram)” [Minhajus Sunnah, 2/332] ⛔ Mereka manyakiti diri-diri mereka di hari tersebut sebagai tanda berkabung atas kematian Al-Husain radhiyallahu’anhu. Padahal Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُود وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ 🌴 “Bukan bagian dari kami; orang yang menampar-nampar wajah, merobek-robek pakaian dan menyeru dengan seruan jahiliyah (ketika ditimpa musibah).” [HR. Al-Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu] 5) Kewajiban mencontoh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dalam beribadah... 💻 Baca Selengkapnya: 🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/678701602279325:0 🔸 http://sofyanruray.info/hikmah-dan-keutamaan-puasa-tasua-9-muharram-dan-asyuro-10-muharram/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah

Amalan_amalan_di_Bulan_Muharram.mp327.87 MB

♻ SYARAT MENDAPATKAN AMPUNAN DOSA SETAHUN DENGAN PUASA ‘ASYURO ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاء أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ 🌴 “Dan puasa hari ‘Asyuro (10 Muharram), aku harap kepada Allah dapat menghapuskan dosa tahun sebelumnya.” [HR. Muslim dari Abu Qotadah radhiyallahu’anhu] 🚧 Syarat untuk mendapatkan penghapusan dosa setahun yang disebutkan dalam hadits ini adalah dengan menjauhi dosa-dosa besar atau bertaubat kepada Allah ta’ala dari dosa-dosa besar tersebut. Dan Muharram adalah bulan yang Allah muliakan, maka lebih tidak patut bagi seorang hamba untuk melakukan dosa atau menunda-nunda taubat. ✅ Asy-Syaikhul ‘Allaamah Ibnu Baz rahimahullah berkata, قال جمهور أهل العلم إن أداء الفرائض وترك الكبائر يكفر السيئات الصغائر، أما الكبائر فلا يكفرها إلا التوبة إلى الله سبحانه وتعالى 🌴 “Jumhur ulama berkata: Sesungguhnya mengamalkan kewajiban-kewajiban dan meninggalkan dosa-dosa besar dapat menghapus dosa-dosa kecil. Adapun dosa-dosa besar tidak dapat dihapus kecuali dengan taubat kepada Allah subhanahu wa ta’ala.” [Nur ‘alad Darb, 6/64] ✅ Asy-Syaikhul ‘Allaamah Ibnu Baz rahimahullah juga berkata, وهكذا قوله في صوم يوم عاشوراء «إنه يكفر السنة التي قبله» يعني عند اجتناب الكبائر لقوله سبحانه وتعالى: {إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ}، ولقوله صلى الله عليه وسلم: «الصلوات الخمس والجمعة إلى الجمعة ورمضان إلى رمضان كفارات لما بينهن مالم تغش الكبائر» إذا اجتنب الكبائر، ما اجتنبت الكبائر كلها ألفاظ جاءت في الحديث عن النبي صلى الله عليه وسلم 🌴 “Demikian pula sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam tentang puasa ‘Asyuro, إنه يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِي قَبْلَهُ “Sesungguhnya puasa ‘Asyuro menghapus dosa tahun sebelumnya.” [HR. Muslim dari Abu Qotadah radhiyallahu’ahu] Maknanya adalah ketika dosa-dosa besar dijauhi. • Berdasarkan firman Allah ta’ala, إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ “Jika kamu menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang kamu mengerjakannya, niscaya Kami hapus kesalahan-kesalahanmu (dosa-dosamu yang kecil).” (An-Nisa: 31) • Dan berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, الصَّلَوَاتُ الْخَمْسُ، وَالْجُمْعَةُ إِلَى الْجُمْعَةِ، وَرَمَضَانُ إِلَى رَمَضَانَ، مُكَفِّرَاتٌ مَا بَيْنَهُنَّ مَا لَمْ تُغْشَ الْكَبَائِرُ “Sholat yang lima waktu, sholat Jum’at sampai Jum’at berikutnya, dan puasa Ramadhan sampai Ramadhan berikutnya, adalah penghapus-penghapus dosa di antara waktu-waktu tersebut, selama dosa besar tidak dilakukan.”(HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu) • Dalam lafaz yang lain, إِذَا اجْتَنَبَ الْكَبَائِرَ “…Apabila ia menjauhi dosa-dosa besar.” • Dalam lafaz yang lain, مَا اجْتُنِبَتِ الْكَبَائِرُ “…Apabila dosa-dosa besar dijauhi.” Semua ini adalah lafaz yang datang dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.” [Nur ‘alad Darb, 6/65-66] 💻 Sumber: 🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/678264422323043:0 🔸 http://sofyanruray.info/syarat-untuk-mendapat-ampunan-dosa-setahun-dengan-puasa-asyuro/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah 📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah

017_Memahami_Al_Maidah_51_Wajib.mp310.38 MB

016 Bantahan terhadap Pelaku Syirik.mp35.39 MB

Bahaya Riya bagi Amal Ibadah.mp313.76 MB

010 Ketika Lalat Jatuh Ke Minuman.mp313.09 MB

🌻 PERAYAAN TAHUN BARU DI BULAN MUHARRAM BUKAN AJARAN ISLAM ➡ Sahabat yang Mulia Anas bin Malik radhiyallahu’anhu berkata, قَدِمَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- الْمَدِينَةَ وَلَهُمْ يَوْمَانِ يَلْعَبُونَ فِيهِمَا فَقَالَ مَا هَذَانِ الْيَوْمَانِ قَالُوا كُنَّا نَلْعَبُ فِيهِمَا فِى الْجَاهِلِيَّةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- إِنَّ اللَّهَ قَدْ أَبْدَلَكُمْ بِهِمَا خَيْرًا مِنْهُمَا يَوْمَ الأَضْحَى وَيَوْمَ الْفِطْرِ 🍂 “Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam mendatangi kota Madinah, para sahabat memiliki dua hari raya yang padanya mereka bersenang-senang. Maka beliau bersabda: Dua hari apa ini? Mereka menjawab: Dua hari yang sudah biasa kami bersenang-senang padanya di masa Jahiliyah. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Sesungguhnya Allah telah mengganti kedua hari tersebut dengan dua hari yang lebih baik, yaitu idul adha dan idul fitri.” [HR. Abu Daud, Shahih Abi Daud: 1039] ➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda, إِنَّ لِكُلِّ قَوْمٍ عِيدًا وَهَذَا عِيدُنَا 🍂 “Sesungguhnya setiap kaum memiliki hari raya, dan ini adalah hari raya kita.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha] ➡ Asy-Syaikhul ‘Allamah Ibnu Baz rahimahullah berkata, 🍂 “Demikian pula perayaan malam isra’ mi’raj, malam nisfu Sya’ban, perayaan tahun baru hijriyyah (peringatan hijrah Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam), atau fathu Makkah dan perang Badar, semua itu termasuk bid’ah (mengada-ada dalam agama), karena perkara-perkara ini terjadi di masa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam namun beliau tidak merayakannya. Andaikan perayaan itu termasuk pendekatan diri kepada Allah ta’ala tentunya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam telah merayakannya, atau memerintahkan para sahabat untuk merayakannya atau para sahabat sendiri yang merayakannya sepeninggal beliau, maka tatkala Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan sahabat tidak merayakannya kita pun mengetahui bahwa itu adalah bid’ah atau tidak disyari’atkan.” [Nuur ‘alad Darb, 3/101] 📝 #Beberapa_Pelajaran: 1) Hari raya, yaitu hari yang selalu dirayakan berulang-ulang, dalam Islam telah ditentukan oleh syari’at, tidak boleh ditambah dan dikurangi, bahkan semua tradisi hari raya sebelum Islam tidak boleh dilestarikan. 2) Barangsiapa menambah-nambah atau mengada-adakan hari raya atau hari peringatan selain yang ditentukan oleh syari’at maka ia telah melampaui batas dalam agama. 3) Hari-hari peringatan yang selalu dirayakan berulang-ulang seperti perayaan maulid, muharram, isra’ mi’raj, ulang tahun, hari kemerdekaan dan lain-lain termasuk menambah-nambah dalam syari’at karena syari’at telah menentukan hari raya khusus yaitu idul fitri dan idul adha, maka tidak boleh ditambah apa pun selainnya. 4) Mengada-adakan hari-hari raya lain atau hari peringatan juga termasuk bentuk tasyabbuh (ikut-ikutan) kepada orang-orang kafir. 5) Keteladanan para sahabat dalam mengikuti bimbingan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, karena setelah larangan tersebut para sahabat tidak memiliki hari perayaan dan peringatan lagi selain idul adha dan idul fitri. ➡ Para sahabat tidak pernah merayakan maulid padahal mereka yang paling cinta terhadap Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, karena mereka memahami arti cinta yang sebenarnya adalah meneladani beliau, bukan malah melakukan yang beliau benci yaitu berbuat bid'ah dalam agama tanpa petunjuk beliau. ➡ Para sahabat tidak pernah merayakan tahun baru Islam, padahal mereka orang yang paling cinta terhadap Islam dan paling kuat dan besar perjuangan mereka untuk Islam, karena mereka lebih memahami arti mencintai Islam daripada kita. 💻 Sumber: 🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/677633769052775:0 🔸 http://sofyanruray.info/mengapa-perayaan-hari-besar-selain-idul-adha-dan-idul-fitri-termasuk-bidah/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah

009 Darah yang dihalalkan.mp34.07 MB

Urgensi Sholat Lima Waktu.mp39.30 MB

⛔ Larangan Memilih Pemimpin Kafir dalam Surat Al-Maidah Ayat 51 Sesuai Terjemahan Resmi Depag RI dan Penafsiran Ahli Tafsir ➡️ Allah ‘azza wa jalla berfirman, يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تَتَّخِذُوا الْيَهُودَ وَالنَّصَارَى أَوْلِيَاءَ بَعْضُهُمْ أَوْلِيَاءُ بَعْضٍ وَمَنْ يَتَوَلَّهُمْ مِنْكُمْ فَإِنَّهُ مِنْهُمْ إِنَّ اللَّهَ لَا يَهْدِي الْقَوْمَ الظَّالِمِينَ “Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa diantara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim.” [Al-Maidah: 51] Terjemahan ayat yang mulia ini kami petik dari Terjemahan Al-Qur’an Departeman Agama Republik Indonesia, dan selaras dengan penjelasan para ulama ahli Tafsir Al-Qur’an dan Bahasa Arab berikut ini. ➡️ Al-Imam Abu Bakr Al-Jashshosh Al-Hanafi rahimahullah (w. 370 H) berkata kitab Tafsir beliau, وَفِي هَذِهِ الْآيَةِ دَلَالَةٌ عَلَى أَنَّ الْكَافِرَ لَا يَكُونُ وَلِيًّا لِلْمُسْلِمِ “Dalam ayat ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa orang kafir tidak boleh menjadi wali bagi seorang muslim.” [Ahkaamul Qur’an, 4/99] Makna wali memang memiliki cakupan makna yang luas, dan pemimpin atau penguasa termasuk dalam cakupan maknanya. Disebutkan dalam kamus-kamus Bahasa Arab, الوِلاية، بِالْكَسْرِ، السُّلْطَانُ “Perwalian dengan dikasrah huruf awalnya bermakna sultan (penguasa).” [Mukhtaarus Shihah, hal. 345, Lisaanul Arab, 15/407, Tajul ‘Arus, 40/242] Perwalian juga bermakna bersifat loyal atau lawan dari permusuhan, makna ini juga disebutkan dalam kamus-kamus Bahasa Arab, (الْوَلِيُّ) ضِدُّ الْعَدُوِّ “Wali adalah lawan kata musuh.” [Mukhtaarus Shihah, hal. 345, Tajul ‘Arus, 40/242] ➡️ Ahli Tafsir Mazhab Syafi’i Al-Imam Ibnu Katsir Asy-Syafi’i rahimahullah (w. 774 H) berkata dalam kitab Tafsir beliau, ينهى تعالى عباده المؤمنين عن موالاة اليهود والنصارى “Dalam ayat ini Allah ta’ala melarang hamba-hamba-Nya yang beriman untuk bersikap loyal kepada Yahudi dan Nasrani.” [Tafsir Ibnu Katsir, 3/132] Dan tidak diragukan lagi bahwa memilih pemimpin termasuk sebesar-besarnya sikap loyal. Oleh karena itu ULAMA ISLAM SELURUHNYA SEPAKAT ATAS HARAMNYA MEMILIH PEMIMPIN KAFIR. ➡️ Imam Besar Mazhab Syafi’i Al-Imam An-Nawawi Asy-Syafi’i rahimahullah telah menukil ijma’ dari Al-Qodhi ‘Iyadh, قال القاضي عياض أجمع العلماء على أن الإمامة لا تنعقد لكافر وعلى أنه لو طرأ عليه الكفر انعزل “Berkata Al-Qodhi ‘Iyadh, Ulama telah sepakat (ijma’) bahwa kepemimpinan tidak sah bagi seorang kafir, dan jika seorang pemimpin muslim menjadi kafir maka harus diselengserkan.” [Syarah Muslim, 12/229] ➡️ Al-Imam Ibnu Hazm rahimahullah berkata, وأن يكون مسلما لأن الله تعالى يقول ولن يجعل الله للكافرين على المؤمنين سبيلا والخلافة أعظم السبيل ولأمره تعالى بإصغار أهل الكتاب وأخذهم بأداء الجزية وقتل من لم يكن من أهل الكتاب حتى يسلموا “Syarat pemimpin haruslah seorang muslim, karena Allah ta’ala berfirman, ‘Dan Allah sekali-kali tidak memberi jalan kepada orang-orang kafir untuk menguasai orang-orang yang beriman.’ (An-Nisa: 141). Dan kepemimpinan adalah sebesar-besarnya jalan (untuk menguasai kaum muslimin).” [Al-Fishol, 4/128] Maka jelaslah keharaman memilih pemimpin kafir berdasarkan Al-Qur’an dan kesepakatan ulama Islam, sehingga apabila para ulama mengingatkan kaum muslimin untuk tidak memilih pemimpin kafir, dari sisi mana dianggap memanipulasi ayat…?! 💻 Sumber: 🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/677211869094965:0 🔸 http://sofyanruray.info/larangan-memilih-pemimpin-kafir-dalam-surat-al-maidah-ayat-51-adalah-terjemahan-resmi-depag-ri-dan-penafsiran-ahli-tafsir/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡️ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta'awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵️ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah

009 Memutus Hubungan Kekerabatan.mp315.43 MB

🚧 HARI ASYURO ADALAH HARI PUASA, BUKAN HARI RATAPAN KEMATIAN AL-HUSAIN RADHIYALLAHU’ANHU ➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاء أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ 🌿 “Dan puasa hari ‘Asyuro (10 Muharram), aku harap kepada Allah dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya.” [HR. Muslim dari Abu Qotadah radhiyallahu’anhu] ➡ Hadits yang mulia ini menunjukkan keutamaan berpuasa di hari Asyuro (10 Muharram), tetapi kelompok sesat Syi’ah memiliki bid’ah tersendiri, yaitu perayaan hari kesedihan dan ratapan terhadap kematian Al-Husain bin ‘Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhuma di Karbala, Iraq yang dibunuh oleh sebagian pendukung Yazid bin Mu’awiyah tanpa persetujuan beliau. ➡ Padahal kaum Syi’ahlah sesungguhnya yang menyebabkan kematian beliau, karena kedatangan Al-Husain radhiyallahu’anhu ke Karbala setelah menerima surat-surat undangan dari penduduk Iraq agar beliau mendatangi mereka yang menyatakan sebagai pendukung-pendukung beliau, kenyataannya ketika beliau dan rombongannya diserang oleh pasukan pendukung Yazid bin Mu’awiyah, orang-orang Syi’ah malah lari, tidak ada satu pun yang berani menolong Al-Husain radhiyallahu’anhu. ✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, وصار الشيطان بسبب قتل الحسين رضي الله عنه يحدث للناس بدعتين بدعة الحزن والنوح يوم عاشوراء 🚫 “Dengan sebab terbunuhnya Al-Husain radhiyallahu’anhu, maka setan memunculkan dua bid’ah bagi manusia, yaitu bid’ah bersedih dan meratap pada hari ‘asyuro (10 Muharram)” [Minhajus Sunnah, 2/332] ✅ Padahal Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, أَرْبَعٌ فِى أُمَّتِى مِنْ أَمْرِ الْجَاهِلِيَّةِ لاَ يَتْرُكُونَهُنَّ الْفَخْرُ فِى الأَحْسَابِ وَالطَّعْنُ فِى الأَنْسَابِ وَالاِسْتِسْقَاءُ بِالنُّجُومِ وَالنِّيَاحَةُ 🚫 “Empat perkara pada umatku yang termasuk perkara Jahiliyah yang tidak mereka tinggalkan, berbangga dengan keturunan, mencaci nasab, menisbatkan hujan kepada bintang dan meratapi mayit.” [HR. Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu] ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda, النَّائِحَةُ إِذَا لَمْ تَتُبْ قَبْلَ مَوْتِهَا تُقَامُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَعَلَيْهَا سِرْبَالٌ مِنْ قَطِرَانٍ وَدِرْعٌ مِنْ جَرَبٍ 🚫 “Seorang wanita yang meratapi mayit jika tidak bertaubat sebelum mati maka pada hari kiamat ia akan dibangkitkan dengan memakai pakaian dari ter dan baju tameng dari kudis.” [HR. Muslim dari Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu] ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda, لَيْسَ مِنَّا مَنْ لَطَمَ الْخُدُود وَشَقَّ الْجُيُوبَ وَدَعَا بِدَعْوَى الْجَاهِلِيَّةِ 🚫 “Bukan bagian dari kami, orang yang menampar-nampar wajah, merobek-robek pakaian dan menyeru dengan seruan jahiliyah (ketika ditimpa musibah).” [HR. Al-Bukhari dari Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu] ✅ Sahabat yang Mulia Abu Musa Al-Asy’ari radhiyallahu’anhu berkata, إِنَّ رَسُولَ اللهِ صلى الله عليه وسلم بَرِئَ مِنَ الصَّالِقَة وَالْحَالِقَةِ وَالشَّاقَّةِ 🚫 “Sesungguhnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berlepas diri dari wanita yang meraung-raung, memotong rambut dan mencabik-cabik pakaian (ketika ditimpa musibah).” [HR. Muslim] ⛔ Sebaliknya, golongan sesat Nashibah (Pembenci Ahlul Bait) merayakan bid'ah hari raya kegembiraan pada hari Asyuro. 💻 Baca Selengkapnya: 🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/676564895826329:0 🔸 http://sofyanruray.info/amalan-bulan-muharram-dan-peringatan-dari-kemungkaran-kemungkaran-di-dalamnya/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah 📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah

Secerah Wajahmu, Seindah Senyummu.mp321.37 MB

☀ KEUTAMAAN SHOLAT DHUHA DAN WAKTUNYA YANG PALING UTAMA ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, يُصْبِحُ عَلَى كُلِّ سُلاَمَى مِنْ أَحَدِكُمْ صَدَقَةٌ فَكُلُّ تَسْبِيحَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَحْمِيدَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَهْلِيلَةٍ صَدَقَةٌ وَكُلُّ تَكْبِيرَةٍ صَدَقَةٌ وَأَمْرٌ بِالْمَعْرُوفِ صَدَقَةٌ وَنَهْىٌ عَنِ الْمُنْكَرِ صَدَقَةٌ وَيُجْزِئُ مِنْ ذَلِكَ رَكْعَتَانِ يَرْكَعُهُمَا مِنَ الضُّحَى 🌴 “Setiap pagi, atas setiap persendian seorang dari kalian hendaklah bersedekah, maka setiap ucapan tasbih (subhaanallaah) adalah sedekah, setiap ucapan tahmid (alhamdulillaah) adalah sedekah, setiap ucapan tahlil (laa ilaaha illallaah) adalah sedekah, setiap ucapan takbir (Allaahu Akbar) adalah sedekah, memerintahkan yang ma’ruf adalah sedekah, dan melarang yang mungkar juga sedekah. Dan mencukupi itu semua dua raka’at sholat dhuha yang dilakukan seseorang.” [HR. Muslim dari Abu Dzar radhiyallahu’anhu] ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda, صَلاَةُ الأَوَّابِينَ حِينَ تَرْمَضُ الْفِصَالُ 🌴 “Sholatnya orang-orang yang taat (sholat dhuha) adalah ketika anak-anak unta mulai kepanasan.” [HR. Muslim dari Zaid bin Arqom radhiyallahu’anhu] ✅ Al-Imam An-Nawawi rahimahullah berkata, وَفِيهِ : فَضِيلَة الصَّلَاة هَذَا الْوَقْت . قَالَ أَصْحَابنَا : هُوَ أَفْضَل وَقْت صَلَاة الضُّحَى ، وَإِنْ كَانَتْ تَجُوز مِنْ طُلُوع الشَّمْس إِلَى الزَّوَال 🌴 “Dalam hadits ini terdapat keutamaan sholat (dhuha) di waktu ini. Para ulama sahabat-sahabat kami berkata, inilah waktu sholat dhuha yang paling afdhal (yaitu tatkala anak-anak unta mulai kepanasan), meskipun boleh sholat dhuha sejak terbit matahari (yakni sempurna terbitnya) sampai waktu tergelincir (yakni sebelum waktu zhuhur).” [Syarah Muslim, 6/30] 💻 Sumber: http://sofyanruray.info/keutamaan-beberapa-sholat-sunnah/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah 📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah

015 Sepotong Kisah dari Perang Khaibar.mp39.30 MB

⛔ [RINGKASAN] PERINGATAN DARI KEMUNGKARAN-KEMUNGKARAN DI BULAN MUHARRAM 1) Perayaan Tahun Baru Islam ➡ Semua bentuk perayaan apa pun, seperti peringatan hijrahnya Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, isra’ mi’raj, maulid, hari kemerdekaan, hari kasih sayang, hari ibu, hari bapak dan lain-lain termasuk kategori bid’ah karena tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, dan setiap bid’ah itu sesat. ➡ Di sisi lain, perayaan-perayaan tersebut adalah bentuk tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir, ditambah lagi dengan kemungkaran-kemungkaran lain yang tidak jarang terjadi dalam perayaan tersebut, seperti: ➡ Dzikir-dzikir dan do’a-do’a yang diada-adakan tanpa ada contohnya dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam. ➡ Ikhtilat (campur baur) antara pria dan wanita. ➡ Lagu, nyanyian dan musik. ➡ Berdzikir dan bershalawat sambil teriak-teriak bahkan diiringi musik. ➡ Pemborosan harta dengan melakukan pawai obor, membakar petasan dan lain-lain. 2) Peringatan Hari Kesedihan dan Ratapan Syi’ah pada Hari Asyuro (10 Muharram): 3) Perayaan Hari Kebahagiaan Nashibah (Pembenci Ahlul Bait) 4) Merasa Sial di Bulan Muharram ➡ Sebagian orang menganggap bulan Muharram atau bulan Suro adalah bulan keramat yang dapat membawa kesialan, sehingga tidak boleh mengadakan pernikahan atau hajatan di bulan ini. ➡ Anggapan sial seperti ini adalah kesyirikan kepada Allah ta’ala yang dapat menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari Islam, sebab menganggap sial sesuatu dan meyakini bahwa sesuatu itu dapat menimpakan bahaya kepadanya selain Allah ta’ala adalah syirik besar. ➡ Adapun menganggap sial sesuatu dan meyakini sesuatu itu hanyalah sebab dan Allah yang menimpakan bahaya adalah syirik kecil. 5) Ngalap Berkah dari Kotoran Kerbau Bule dan Benda-benda yang Dianggap Keramat 6) Upacara Sesajen 🚫 Upacara sesajen termasuk bid’ah, bahkan padanya terdapat beberapa bentuk kesyirikan, diantaranya: ➡ Pertama: Meyakini setan-setan seperti 'ratu' pantai Selatan dan 'kiai' sapu jagad di gunung Merapi dapat memberikan keamanan atau melindungi dari bahaya adalah syirik besar yang menyebabkan pelakunya murtad, keluar dari Islam. ➡ Kedua: Mendekatkan diri kepada setan-setan tersebut dengan memuliakannya dan mempersembahkan berbagai macam bentuk upacara dan sesajen, ini adalah syirik besar. ➡ Ketiga: Menyembelih untuk selain Allah ta’ala, ini juga syirik besar, karena menyembelih itu ibadah, tidak boleh dipersembahkan untuk selain Allah ta’ala. ➡ Keempat: Harap dan tawakkal kepada setan-setan tersebut agar dianugerahkan kebaikan atau dilindungi dari bahaya, ini adalah syirik besar yang menyebabkan murtad. ➡ Kelima: Takut kepada setan-setan tersebut karena meyakini bahwa mereka dapat menimpakan bahaya tanpa izin Allah 'azza wa jalla, ini adalah syirik besar yang menyebabkan murtad. 7) Mengkhususkan hari untuk saling memaafkan dan menganggapnya sebagai ajaran agama, ini termasuk bid’ah karena tidak ada dalil yang mengkhususkannya. 8) Mengkhususkan hari untuk ibadah dan doa tertentu di awal dan akhir tahun hijriah, ini juga termasuk bid’ah karena tidak ada dalil yang mengkhususkannya dan menunjukkannya. 9) Ucapan selamat tahun baru hijriah, ini tidak disyari’atkan, walau asalnya mubah namun dapat menjadi bid’ah jika dianggap sebagai bagian dari syari’at, karena tidak ada dalil syari’atnya (Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 1/454/20795). 10) Keyakinan bahwa amalan diangkat di akhir tahun dan beramal shalih dengan maksud untuk penutupan tahun. 💻 Baca Selengkapnya: 🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/675509205931898:0 🔸 http://sofyanruray.info/amalan-bulan-muharram-dan-peringatan-dari-kemungkaran-kemungkaran-di-dalamnya/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah 📒 Hastag: #Kajian_Sunnah

📝 ANJURAN MEMPERBANYAK PUASA DI BULAN MUHARRAM ➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَان شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ وَأَفْضَلُ الصَّلاَةِ بَعْدَ الْفَرِيضَةِ صَلاَةُ اللَّيْلِ 🌿 “Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah: Muharram, dan sholat yang paling utama setelah sholat wajib adalah sholat malam.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] ✅ Hadits yang mulia ini menunjukkan anjuran berpuasa di bulan Muharram seluruhnya atau sebagian besarnya. ✅ Hanya saja yang lebih utama untuk berpuasa adalah tanggal 10 Muharram, dan urutan keutamaan berikutnya adalah berpuasa tanggal 9 Muharram. ➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, وَصِيَامُ يَوْمِ عَاشُورَاء أَحْتَسِبُ عَلَى اللَّهِ أَنْ يُكَفِّرَ السَّنَةَ الَّتِى قَبْلَهُ 🌿 “Dan puasa hari ‘Asyuro (10 Muharram), aku harap kepada Allah dapat menghapuskan dosa setahun sebelumnya.” [HR. Muslim dari Abu Qotadah radhiyallahu’anhu] ✅ Sahabat yang Mulia Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma berkata, حِينَ صَامَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَوْمَ عَاشُورَاءَ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّهُ يَوْمٌ تُعَظِّمُهُ الْيَهُودُ وَالنَّصَارَى فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- فَإِذَا كَانَ الْعَامُ الْمُقْبِلُ – إِنْ شَاءَ اللَّهُ – صُمْنَا الْيَوْمَ التَّاسِع قَالَ فَلَمْ يَأْتِ الْعَامُ الْمُقْبِلُ حَتَّى تُوُفِّىَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- 🌿 “Ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam berpuasa pada hari ‘Asyuro (10 Muharram) dan beliau memerintahkan untuk berpuasa padanya, maka sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya ia adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.” Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, “Kalau begitu tahun depan insya Allah kita akan berpuasa pada hari kesembilan (juga).” Ibnu ‘Abbas berkata, belum sampai tahun depan, Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam wafat.” [HR. Muslim] ✅ Adapun hadits tentang puasa pada tanggal 11 Muharram adalah hadits dha’if, namun boleh berpuasa pada hari itu berdasarkan dalil dan alasan yang lain, yaitu: 1) Dalil umum tentang memperbanyak puasa pada bulan Muharram. 2) Dalil khusus tentang disyari’atkannya berpuasa tiga hari setiap bulan. 3) Untuk kehati-hatian agar mendapati hari ke 10 Muharram, jika penentuan awal bulan Muharram masih samar. 💻 Sumber: 🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/675240305958788:0 🔸 http://www.taawundakwah.com/fiqih/larangan-berbuat-zalim-dan-anjuran-memperbanyak-puasa-di-bulan-muharram/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah 📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah

⛔ LARANGAN BERBUAT ZALIM DI BULAN MUHARRAM ➡ Allah ta’ala berfirman, إِنَّ عِدَّةَ الشُّهُورِ عِنْدَ اللَّهِ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا فِي كِتَابِ اللَّهِ يَوْمَ خَلَقَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضَ مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُم ذَلِكَ الدِّينُ الْقَيِّمُ فَلَا تَظْلِمُوا فِيهِنَّ أَنْفُسَكُمْ 🌿 “Sesungguhnya jumlah bulan di sisi Allah adalah 12 bulan dalam kitab Allah pada hari Dia menciptakan langit dan bumi, diantaranya 4 bulan yang haram, itulah agama yang lurus, maka janganlah kalian menzalimi diri-diri kalian di bulan-bulan itu.” [At-Taubah: 36] ✅ Ayat yang mulia ini menunjukkan kemuliaan bulan haram dan peringatan untuk tidak berbuat zalim di bulan-bulan ini dan anjuran memperbanyak amal shalih. 🌙 Apa saja yang termasuk bulan haram? Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, السَّنَةُ اثْنَا عَشَرَ شَهْرًا مِنْهَا أَرْبَعَةٌ حُرُمٌ ثَلاَثَةٌ مُتَوَالِيَاتٌ ذُو الْقَعْدَةِ وَذُو الْحِجَّةِ وَالْمُحَرَّمُ وَرَجَبٌ شَهْرُ مُضَرَ الَّذِى بَيْنَ جُمَادَى وَشَعْبَانَ 🌿 “Tahun itu terdiri dari 12 bulan, diantaranya 4 bulan haram; tiga bulan berurutan: Dzul Qo’dah, Dzul Hijjah dan Muharram. Adapun Rajab yang juga merupakan bulannya kaum Mudhar, berada diantara Jumaada dan Sya’ban.” [Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Bakrah radhiyallahu’anhu] ✅ Hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa Muharram termasuk bulan haram. Dinamakan bulan haram karena dosa dan amal shalih di bulan-bulan ini dilipatgandakan. ➡ Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, وجعل الذنب فيهن أعظم، والعمل الصالح والأجر أعظم 🌿 “Dan Allah ta’ala menjadikan dosa di bulan-bulan itu lebih besar, demikian pula amal saleh dan pahala lebih agung.” [Tafsir Ibnu Katsir, 4/148] 🚧 Perbuatan zalim diharamkan di seluruh bulan, namun di bulan-bulan haram lebih diharamkan dan lebih besar dosanya. 🚧 Perbuatan zalim ada tiga macam: 1) Kezaliman terbesar, yang mencakup: ➡ Semua bentuk kesyirikan. ➡ Semua bentuk kekafiran. 2) Kezaliman seseorang terhadap dirinya, yang mencakup: ➡ Semua perbuatan dosa. ➡ Tidak memenuhi kebutuhan dirinya, seperti kebutuhan terhadap tidur, makan dan menikah. Wajib dipenuhi sesuai kebutuhannya. Tidak boleh dizalimi walau dengan alasan ibadah. 3) Kezaliman seseorang terhadap orang lain, yang mencakup: ➡ Kezaliman terhadap darah, seperti melukai, membunuh dan memukul. ➡ Kezaliman terhadap harta, seperti mencuri, menipu dan menunda-nunda pembayaran hutang padahal sudah mampu, apalagi yang tidak mau bayar sama sekali. ➡ Kezaliman terhadap kehormatan, seperti menghina, mencaci dan mengghibah. 💻 Sumber: 🔸 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/675240305958788:0 🔸 http://www.taawundakwah.com/fiqih/larangan-berbuat-zalim-dan-anjuran-memperbanyak-puasa-di-bulan-muharram/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah 📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah