ru
Feedback
Terapi Penyakit Hati (الدَّاءُ وَالدَّوَاءُ)

Terapi Penyakit Hati (الدَّاءُ وَالدَّوَاءُ)

Открыть в Telegram

Arsip Rekaman | Kitab : Ad-Daa' Wad Dawaa' | Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه الله | Kajian Rabu malam ba'da magrib di Masjid As-Sakinah Nogosari Boyolali

Больше
Страна не указанаКатегория не указана
1 415
Подписчики
+424 часа
+297 дней
+38130 дней
Архив постов
بِسْـــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــــــــــــْم 🔵🔴⚫  Dengan mengharap ridho Allah ta'ala semata... 🚌🚲🛵  Hadirilah Kajian Rutin Islam Ilmiah... 📎 *TERAPI PENYAKIT HATI* (Pertemuan ke 27) Dari Kitab : الْجَوَابُ الْكَافِي لِمَنْ سَأَلَ عَنِ الدَّوَاءِ الشَّافِي *(الدَّاءُ وَالدَّوَاءُ)* لِلْإِمَامِ الْعَلَّامَةِ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ بْنِ أَيُّوبَ ابْنُ قَيِّمِ الْجَوْزِيَّةِ _رَحِمَهُ اللَّهُ_ 💺Pemateri : *Al Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza* حفظه اللــــــــه ⏰  Rabu malam Kamis Ba'da magrib - Isya, 29 Shafar 1448 H /12 Agustus 2026 M 🕌 Tempat Masjid As Sakinah https://maps.google.com/?cid=14445733975884938598 🖥️ Arsip Rekaman : https://t.me/Terapi_PenyakitHati 🌹🌻🌴🌳🎋🌳🌴🎋 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" ADAB MASUK KAMPUNG: 1.Tidak ngebut 2. Buka kaca mobil/helm Motor 3. Menyapa warga/salam 📶 Bisa Anda Simak di: 📲 Aplikasi telegram √ https://bit.ly/TaklimNogosari Informasi : 📱081239391462

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Drama & Realita Wahai hati yang sedang merajut mimpi tentang cinta... Engkau mungkin pernah melihat lelaki itu berlari di tengah hujan membawa bunga demi wanita yang dicintainya. Engkau melihat tatapan yang tak pernah bosan, perhatian yang tak pernah pudar, dan kata-kata manis yang seolah tak pernah habis. Tak ada tagihan yang menumpuk. Tak ada anak yang menangis di tengah malam. Tak ada tubuh yang letih sepulang bekerja. Tak ada pertengkaran karena salah paham. Semuanya indah. Semuanya romantis. Semuanya sempurna. Seakan-akan kehidupan setelah pernikahan hanyalah rangkaian kebahagiaan tanpa ujian. Namun ketahuilah... Itu hanyalah drama yang ditulis manusia. Sedangkan rumah tangga adalah takdir yang ditulis Allah ta'ala. Drama berakhir saat penonton tersenyum. Sedangkan pernikahan justru dimulai ketika akad telah terucap. Ada hari ketika suami pulang dengan tubuh yang letih dan pikiran yang penuh. Ada hari ketika istri menangis, bukan karena tidak dicintai, tetapi karena hatinya sedang diuji. Ada hari ketika rezeki terasa sempit. Ada hari ketika cinta harus diperjuangkan, bukan sekadar dirasakan. Karena rumah tangga bukan taman yang selalu berbunga. Ia adalah ladang amal. Tempat dua insan belajar sabar ketika kecewa, memaafkan ketika terluka, mengalah ketika ego berbicara, dan bertahan ketika keadaan tidak sesuai harapan. Allah Ta'ala berfirman: ﴿وَلَنَبْلُوَنَّكُمْ بِشَيْءٍ مِنَ الْخَوْفِ وَالْجُوعِ وَنَقْصٍ مِنَ الْأَمْوَالِ وَالْأَنْفُسِ وَالثَّمَرَاتِ ۗ وَبَشِّرِ الصَّابِرِينَ﴾ "Sungguh, Kami pasti akan menguji kalian dengan sedikit rasa takut, lapar, kekurangan harta, jiwa, dan buah-buahan. Dan sampaikanlah kabar gembira kepada orang-orang yang sabar." (QS. Al-Baqarah: 155) Maka jangan ukur calon suamimu dengan tokoh fiktif yang hidup dari naskah. Ukur dia dengan agama, amanah, dan ketakwaannya. Sebab wajah yang tampan akan menua. Romantisme akan naik dan turun. Perasaan akan mengalami pasang dan surut. Namun agama yang kokoh akan tetap menjadi pelita ketika badai datang dan jalan terasa gelap. Karena cinta yang dibangun di atas khayalan akan mudah runtuh saat berhadapan dengan kenyataan. Sedangkan cinta yang dibangun di atas iman akan tetap bertahan, bahkan ketika usia menua, wajah berubah, dan air mata lebih banyak hadir daripada tawa. Sebab tujuan pernikahan bukan sekadar hidup bahagia bersama. Tetapi berjalan bersama menuju surga. ┉┅━❀━┅┉┈ 035. Dari Hati Ke Hati https://t.me/Terapi_PenyakitHati

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Luka Tanpa Airmata Wahai wanita yang menjadi tempat pulang seorang lelaki... Jika engkau ingin melihat seorang lelaki perlahan kehilangan cahayanya, maka teruslah rendahkan dirinya. Teruslah hitung kekurangannya, ungkit kegagalannya, dan remehkan setiap usahanya. Hari demi hari, mungkin engkau merasa menang. Namun sesungguhnya yang sedang runtuh bukan dirinya semata, melainkan rumah yang kalian bangun bersama. Allah ﷻ berfirman: *"﴿ وَعَاشِرُوهُنَّ بِالْمَعْرُوفِ ﴾** "Bergaullah dengan mereka secara patut." (QS. An-Nisa: 19) Dan kebaikan itu tidak hanya dituntut dari suami kepada istri, tetapi juga dari istri kepada suami. Betapa banyak lelaki yang sanggup menghadapi kerasnya dunia, teriknya matahari, dan beratnya beban mencari nafkah. Namun ia tak sanggup menghadapi satu hal, rumah yang kehilangan penghargaan. Padahal mungkin di luar sana ia sedang berjuang sendirian. Menahan lelah yang tidak diceritakan. Menyimpan sedih yang tidak ditampakkan. Memikul tanggung jawab yang tidak ringan. Lalu ia pulang dengan harapan menemukan ketenangan. Namun yang menyambutnya justru celaan. Yang terdengar bukan doa, melainkan hinaan. Yang ia dapatkan bukan penghargaan, melainkan perbandingan. Maka sedikit demi sedikit semangatnya layu. Keikhlasannya terkikis. Dan senyumnya menghilang tanpa ada yang menyadari. Rasulullah ﷺ bersabda: «خَيْرُكُمْ خَيْرُكُمْ لِأَهْلِهِ، وَأَنَا خَيْرُكُمْ لِأَهْلِي» "Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya." (HR. At-Tirmidzi) Rumah tangga bukan medan untuk saling mengalahkan. Bukan pula tempat membuktikan siapa yang lebih kuat. Ia adalah perahu yang hanya akan selamat jika kedua penumpangnya saling menjaga. Ingatlah... Ketika engkau menghormati suamimu, engkau sedang menjaga pemimpin keluargamu. Ketika engkau menguatkan hatinya, engkau sedang menguatkan masa depan anak-anakmu. Dan ketika engkau mendoakannya dalam sujudmu, para malaikat pun mengaminkan kebaikan untuk rumah tanggamu. Sebab seorang lelaki sering kali tidak membutuhkan pujian yang banyak. Cukup satu kalimat penghargaan dari istrinya, maka ia akan kembali kuat menghadapi dunia. Maka jagalah lisanmu. Karena ada hati yang bisa hidup oleh satu kata yang baik. Dan ada hati yang bisa hancur oleh satu kalimat yang merendahkan. Jangan sampai orang yang setiap hari berjuang untuk keluarganya, justru terluka oleh orang yang paling ia cintai. Sebab bila sebuah hati telah terlalu lama disakiti, ia mungkin tetap tinggal di rumah yang sama, tetapi tidak lagi pulang dengan jiwa yang sama. "Seorang suami mungkin tidak menangis di hadapan istrinya. Namun Allah mengetahui berapa banyak luka yang ia sembunyikan di balik diamnya." ┉┅━❀━┅┉┈ 034. Dari Hati Ke Hati https://t.me/Terapi_PenyakitHati

"Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!" Merdekaa!! Rasulullah ﷺ ketika menaklukkan Khaibar mengumandangkan: __"Allahu Akb
"Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar!" Merdekaa!! Rasulullah ﷺ ketika menaklukkan Khaibar mengumandangkan: __"Allahu Akbar! Hancurlah Khaibar..." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)__ Takbir bukan sekadar pekikan di lisan. Ia adalah kalimat yang menanamkan keyakinan bahwa Allah lebih besar dari segala ketakutan, lebih besar dari musuh, dan lebih besar dari kematian itu sendiri. Demikianlah yang pernah menggema di Surabaya pada 10 November 1945. Di hadapan tank-tank baja dan meriam Sekutu, rakyat Surabaya hampir tidak memiliki apa-apa. Namun mereka memiliki sesuatu yang jauh lebih kuat: iman, keyakinan, dan keberanian untuk berkorban. Karena tank hanya terbuat dari besi. Sedangkan hati mereka terhubung kepada Rabb yang menciptakan besi. Ketahuilah kemenangan tidak selalu dimulai dari kuatnya senjata, melainkan dari kuatnya keyakinan. Allahu Akbar. Kalimat yang dahulu menggema di Khaibar. Kalimat yang membakar semangat rakyat Surabaya. Dan kalimat yang semoga tetap hidup di dalam dada.

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 049 | Ingat, Azabnya Sangat Pedih Jangan hanya mengingat luasnya rahmat Allah... Sebab banyak manusia yang mengingat surga, namun melupakan neraka. Mereka berbicara tentang ampunan-Nya, tetapi lupa akan siksa-Nya. Mereka berharap dipeluk rahmat, namun berjalan menuju murka dengan maksiat. Benar, rahmat Allah sangat luas. Luas melebihi dosa yang menggunung. Luas melebihi umur yang terbuang. Luas melebihi air mata penyesalan yang terlambat mengalir. Namun jangan lupa... Allah yang memiliki surga, juga memiliki neraka. Allah yang mengampuni, juga mengazab. Allah yang Maha Penyayang, juga Mahakeras hukuman-Nya bagi orang yang menentang-Nya. Allah ﷻ berfirman: ﴿ نَبِّئْ عِبَادِي أَنِّي أَنَا الْغَفُورُ الرَّحِيمُ ۝ وَأَنَّ عَذَابِي هُوَ الْعَذَابُ الْأَلِيمُ ﴾ "Kabarkanlah kepada hamba-hamba-Ku bahwa Aku-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang. Dan bahwa azab-Ku adalah azab yang sangat pedih." (QS. Al-Hijr: 49-50) Betapa banyak orang yang menangis ketika mendengar kisah rahmat Allah, tetapi tidak pernah menangis ketika mendengar dahsyatnya api neraka. Padahal, seandainya manusia mengetahui panasnya satu hembusan dari Jahannam, niscaya mereka akan lebih banyak menangis daripada tertawa. Maka hiduplah di antara harapan dan ketakutan. Berharaplah sebesar-besarnya kepada rahmat Allah, namun takutlah sebesar-besarnya kepada azab-Nya. Karena hati yang hanya mengenal harapan akan mudah terlena. Dan hati yang hanya mengenal ketakutan akan mudah berputus asa. Sedangkan para penghuni surga berjalan menuju Rabb mereka dengan dua sayap, rasa takut dan harapan. https://t.me/Terapi_PenyakitHati

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Dua Sejoli Kehidupan [2] (Sabar & Yakin) Di antara bekal terbesar yang menguatkan kesabaran adalah keyakinan. Sebab sabar bukanlah sekadar kemampuan menahan diri, melainkan buah dari hati yang mengenal Rabb-nya, mempercayai janji-Nya, dan meyakini hikmah di balik setiap takdir-Nya. Bagaimana mungkin seseorang sanggup bertahan di atas ketaatan, menahan gejolak syahwat, serta menerima pahitnya ujian, jika ia tidak yakin bahwa Allah melihat, mendengar, dan akan membalas semuanya dengan sebaik-baik balasan? Allah ﷻ berfirman: ﴿ إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ ﴾ "Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan disempurnakan pahala mereka tanpa batas." (QS. Az-Zumar: 10) Karena itulah sabar dan yakin adalah dua sejoli yang tak pernah berpisah. Sabar menahan langkah agar tidak menyimpang, sedangkan yakin menerangi jalan agar tidak kehilangan arah. Sabar membuat seorang hamba tetap berdiri saat badai menerpa, dan yakin membuatnya tetap tersenyum karena mengetahui bahwa di balik awan yang gelap, ada rahmat Allah yang sedang menunggu waktu terbaik untuk turun. Ketika kesabaran terasa berat, keyakinan akan berbisik lembut ke dalam hati: "Bukankah Rabb-mu telah berjanji? Bukankah pahala-Nya tanpa batas? Bukankah pertolongan-Nya lebih dekat daripada yang engkau sangka?" Maka sebesar keyakinan seorang hamba kepada Rabb-nya, sebesar itu pula kesabarannya. Sebab hati yang yakin tidak hanya melihat ujian yang sedang dijalani, tetapi juga melihat ganjaran yang sedang menanti. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 033. Dari Hati Ke Hati https://t.me/Terapi_PenyakitHati

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 048 | Berharap Dengan Amal Jangan jadikan luasnya rahmat serta ampunan Allah sebagai alasan untuk bermalas-malasan dalam beramal. Allah ﷻ berfirman: ﴿ إِنَّ الَّذِينَ آمَنُوا وَالَّذِينَ هَاجَرُوا وَجَاهَدُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ يَرْجُونَ رَحْمَتَ اللَّهِ ﴾ "Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad di jalan Allah, mereka itulah yang mengharapkan rahmat Allah." (QS. Al-Baqarah: 218) Perhatikanlah... Ketika Allah menyebut harapan akan rahmat-Nya, Dia mendahuluinya dengan iman, hijrah, dan jihad. Ayat ini seakan tergambar nyata dalam kehidupan para sahabat رضي الله عنهم. Mereka beriman ketika kebanyakan manusia memilih kekafiran. Mereka berhijrah meninggalkan rumah, keluarga, dan tanah kelahiran yang mereka cintai. Mereka berjihad dengan harta, tenaga, bahkan darah & airmata demi menegakkan agama-Nya. Padahal merekalah generasi yang paling dekat dengan Rasulullah ﷺ dan paling besar peluangnya untuk mendapatkan kabar gembira surga. Namun kedekatan mereka dengan rahmat Allah tidak membuat mereka merasa aman. Justru semakin besar harapan mereka, semakin besar pula pengorbanan mereka. Rahmat Allah memang seluas lautan yang tak bertepi. Namun seorang pelaut yang ingin sampai ke seberang tidak cukup hanya memandangi lautan dari pantai. Ia harus mengangkat sauh, membentangkan layar, lalu menempuh perjalanan yang panjang. Demikian pula seorang hamba. Rahmat Allah bukan untuk dijadikan alasan berhenti melangkah, tetapi untuk menumbuhkan harapan agar terus berjalan menuju-Nya. Karena orang yang benar-benar berharap rahmat Allah tidak akan sekedar berangan-angan, melainkan berjuang menempuh jalan keselamatan. https://t.me/Terapi_PenyakitHati

📖 Kajian Kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa' "Jangan tertipu oleh luasnya rahmat, hingga engkau merasa aman dari azab. __Sebab banyak air mata tertumpah di Hari Kiamat, karena dahulu terlalu banyak senyum saat bermaksiat."__ ✨ Pembahasan: Azab Itu Nyata 👤 Bersama: Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه الله InsyaAllahu ta'ala : 🗓 Rabu, malam ini 🕕 18.20 WIB 📡 Live t.me/taklimnogosari 📲 Rekaman t.me/Terapi_PenyakitHati __"Betapa banyak manusia berharap pada rahmat Allah, namun hidup seolah tidak pernah mendengar tentang neraka.__ Padahal yang menjanjikan surga, Dialah pula yang memperingatkan tentang azab-Nya."

بِسْـــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــــــــــــْم 🔵🔴⚫  Dengan mengharap ridho Allah ta'ala semata... 🚌🚲🛵  Hadirilah Kajian Rutin Islam Ilmiah... 📎 TERAPI PENYAKIT HATI (Pertemuan ke 26) Dari Kitab : الْجَوَابُ الْكَافِي لِمَنْ سَأَلَ عَنِ الدَّوَاءِ الشَّافِي *(الدَّاءُ وَالدَّوَاءُ)* لِلْإِمَامِ الْعَلَّامَةِ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ بْنِ أَيُّوبَ ابْنُ قَيِّمِ الْجَوْزِيَّةِ _رَحِمَهُ اللَّهُ_ 💺Pemateri : Al Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه اللــــــــه ⏰  Rabu malam Kamis Ba'da magrib - Isya, 22 Shafar 1448 H /05 Agustus 2026 M 🕌 Tempat Masjid As Sakinah https://maps.google.com/?cid=14445733975884938598 🖥️ Arsip Rekaman : https://t.me/Terapi_PenyakitHati 🌹🌻🌴🌳🎋🌳🌴🎋 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" ADAB MASUK KAMPUNG: 1.Tidak ngebut 2. Buka kaca mobil/helm Motor 3. Menyapa warga/salam 📶 Bisa Anda Simak di: 📲 Aplikasi telegram √ https://bit.ly/TaklimNogosari Informasi : 📱081239391462

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Sejak Neraka Diciptakan عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ لِجِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: «مَا لِي لَمْ أَرَ مِيكَائِيلَ ضَاحِكًا قَطُّ؟» قَالَ: «مَا ضَحِكَ مِيكَائِيلُ مُنْذُ خُلِقَتِ النَّارُ» Dari Anas Bin Malik, Rasulullah ﷺ bertanya kepada Jibril: "Aku tidak pernah melihat Mikail tertawa." "Mikail tidak pernah tertawa sejak neraka diciptakan." (HR. Ahmad) Sejak Neraka diciptakan, Mikail tidak pernah tertawa. Padahal ia tidak pernah bermaksiat. Tidak pernah melalaikan perintah Allah. Tidak pernah membawa dosa yang harus dipertanggungjawabkan. Namun pengetahuan tentang dahsyatnya neraka telah cukup membuatnya tenggelam dalam rasa takut kepada Rabbnya. Lalu bagaimana dengan kita? Kita yang hari-harinya dipenuhi kekurangan. Dosa demi dosa bertumpuk, sementara tawa sering kali lebih banyak daripada istighfar. Wahai jiwa... Neraka bukan sekadar api yang membakar. Ia adalah tempat ketika penyesalan tidak lagi berguna, air mata tidak lagi menyelamatkan, dan permohonan untuk kembali ke dunia tidak lagi dikabulkan. Allah Ta'ala berfirman: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ﴾ "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu ." (QS. At-Tahrim: 6) Maka sebelum datang hari ketika taubat tidak lagi diterima, menangislah karena takut kepada Allah. Sebab bisa jadi, setetes air mata yang jatuh dalam kesendirian karena takut kepada-Nya, menjadi sebab keselamatan dari lautan penyesalan pada Hari Kiamat. Dan sungguh, keberuntungan terbesar bukanlah banyaknya tawa di dunia. Tetapi ketika seluruh manusia diliputi ketakutan, lalu Allah menyelamatkan kita dari Neraka dan berfirman: ﴿ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ﴾ "Masuklah kalian dengan selamat dan aman." (QS. Al-Hijr: 46) Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memenuhi hati para malaikat-Mu dengan rasa takut kepada-Mu, maka penuhilah hati kami dengan rasa takut yang menghalangi kami dari maksiat dan mengantarkan kami menuju surga-Mu. آمين. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 032. Dari Hati Ke Hati https://t.me/Terapi_PenyakitHati

عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ لِجِبْرِيلَ عَلَيْهِ السَّلَامُ: «مَا لِي لَمْ أَرَ مِيكَائِيلَ ضَاحِكًا قَطُّ؟» قَالَ: «مَا ضَحِكَ مِيكَائِيلُ مُنْذُ خُلِقَتِ النَّارُ» Dari Anas Bin Malik, Rasulullah ﷺ bertanya kepada Jibril: "Aku tidak pernah melihat Mikail tertawa." "Mikail tidak pernah tertawa sejak neraka diciptakan." (HR. Ahmad) Sejak Neraka diciptakan, Mikail tidak pernah tertawa. Padahal ia tidak pernah bermaksiat. Tidak pernah melalaikan perintah Allah. Tidak pernah membawa dosa yang harus dipertanggungjawabkan. Namun pengetahuan tentang dahsyatnya neraka telah cukup membuatnya tenggelam dalam rasa takut kepada Rabbnya. Lalu bagaimana dengan kita? Kita yang hari-harinya dipenuhi kekurangan. Dosa demi dosa bertumpuk, sementara tawa sering kali lebih banyak daripada istighfar. Wahai jiwa... Neraka bukan sekadar api yang membakar. Ia adalah tempat ketika penyesalan tidak lagi berguna, air mata tidak lagi menyelamatkan, dan permohonan untuk kembali ke dunia tidak lagi dikabulkan. Allah Ta'ala berfirman: ﴿يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنْفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَارًا وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ﴾ "Wahai orang-orang yang beriman, jagalah diri kalian dan keluarga kalian dari api neraka yang bahan bakarnya manusia dan batu." (QS. At-Tahrim: 6) Maka sebelum datang hari ketika taubat tidak lagi diterima, menangislah karena takut kepada Allah. Sebab bisa jadi, setetes air mata yang jatuh dalam kesendirian karena takut kepada-Nya, menjadi sebab keselamatan dari lautan penyesalan pada Hari Kiamat. Dan sungguh, keberuntungan terbesar bukanlah banyaknya tawa di dunia. Tetapi ketika seluruh manusia diliputi ketakutan, lalu Allah menyelamatkan kita dari Jahannam dan berfirman: ﴿ادْخُلُوهَا بِسَلَامٍ آمِنِينَ﴾ "Masuklah kalian dengan selamat dan aman." (QS. Al-Hijr: 46) Ya Allah, sebagaimana Engkau telah memenuhi hati para malaikat-Mu dengan rasa takut kepada-Mu, maka penuhilah hati kami dengan rasa takut yang menghalangi kami dari maksiat dan mengantarkan kami menuju surga-Mu. آمين.

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ "Aku Simpan Doa Itu.." عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رضي الله عنه أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ ﷺ قَالَ: «لِكُلِّ نَبِيٍّ دَعْوَةٌ مُسْتَجَابَةٌ، فَتَعَجَّلَ كُلُّ نَبِيٍّ دَعْوَتَهُ، وَإِنِّي اخْتَبَأْتُ دَعْوَتِي شَفَاعَةً لِأُمَّتِي يَوْمَ الْقِيَامَةِ» "Setiap nabi memiliki satu doa yang pasti dikabulkan. Maka setiap nabi telah menyegerakan doanya. Adapun aku, aku simpan doaku sebagai syafaat bagi umatku pada Hari Kiamat." (HR. Al-Bukhari dan Muslim) Renungkanlah... Andaikan Rasulullah ﷺ menghendaki, niscaya satu doa itu cukup untuk menghapus seluruh luka yang beliau rasakan. Tak ada batu-batu Thaif yang melukai tubuh mulianya. Tak ada darah yang mengalir dari wajah & gigi yang patah di Uhud. Tak ada malam-malam panjang yang ditemani rasa lapar. Tak ada rumah yang berbulan-bulan sepi dari asap masakan. Namun beliau tidak memilih jalan itu. Beliau memilih bersabar... Menggigit pahitnya kesabaran. Menelan pedihnya ujian. Memikul beratnya dakwah. Lalu menyimpan satu doa yang paling berharga, bukan untuk dirinya... Tetapi untuk umatnya. Untuk kita. Untuk hari ketika kaki-kaki gemetar di Padang Mahsyar. Ketika lembaran-lembaran dosa dibuka tanpa tersisa. Saat seorang anak lari dari ayahnya, dan seorang ibu lupa kepada anak yang pernah dikandungnya. Di saat itulah... Ada seorang Nabi yang masih berkata, "Umatku... umatku..." Beliau menahan luka di dunia, agar memiliki syafaat untuk mereka di akhirat. Beliau menahan derita yang mampu beliau hindari, demi keselamatan yang ingin beliau hadiahkan kepada umatnya. Lalu apa balasan yang pantas untuk cinta sebesar itu? Bukan sekadar air mata. Bukan sekadar pujian. Tetapi tauhid yang murni kepada Allah. Dan sunnah yang hidup dalam setiap langkah kehidupan. Karena syafaat itu bukan untuk setiap orang. Ia diperuntukkan bagi mereka yang menjaga tauhidnya, mencintai sunnahnya, dan bersabar berjalan di atas jalan yang diwariskan Nabinya. Beliau telah menggigit kesabaran demi kita... Maka pantaskah kita mengeluh saat harus bersabar menjaga tauhid? Beliau telah menahan luka demi kita... Maka pantaskah kita merasa berat saat harus berpegang teguh kepada sunnah? Beliau telah menyimpan satu doa untuk keselamatan kita di akhirat... Maka simpanlah tauhid dalam hati dan amalan, simpanlah sunnah dalam kehidupan, dan jagalah keduanya hingga nafas terakhir. Sebab kelak, di tengah dahsyatnya Hari Kiamat, tidak ada yang lebih membahagiakan daripada dipanggil sebagai umat Muhammad ﷺ, lalu dinaungi oleh syafaatnya yang menyelamatkan. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 031. Dari Hati Ke Hati https://t.me/Terapi_PenyakitHati

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Rumah Nenek Ada satu istilah yang hampir dipahami semua orang: "Rumah nenek." Dan entah mengapa, yang terbayang sering kali adalah rumah yang sederhana. Cat yang memudar, kusen yang mulai lapuk, perabot lama yang tetap dipertahankan, bahkan terkadang terlihat jauh lebih sederhana dibanding rumah anak-anaknya. Lalu ada yang bertanya dalam hati, "Mengapa rumah anaknya bagus, sedangkan rumah orangtuanya seperti itu?" Andai mereka tahu cerita di baliknya... Bukan karena sang anak tak peduli. Bukan karena sang anak tak ingin membalas jasa. Justru berkali-kali sang anak datang membawa niat memperbaiki rumah itu. Mengganti atapnya, mengecat dindingnya, mempercantik tempat yang telah menjadi saksi masa kecilnya. Namun berkali-kali pula jawaban itu terdengar: "Tidak usah, Nak... uangnya simpan saja. Kalian masih punya banyak kebutuhan. Sekolahkan anak-anakmu dengan baik. Kami sudah cukup bahagia." Begitulah orangtua. Ketika kita kecil, mereka mengurangi jatah makan mereka agar kita kenyang. Ketika kita sekolah, mereka menunda keinginan mereka agar kita bisa belajar. Dan ketika mereka telah tua, mereka masih saja menyingkirkan keinginan mereka agar anak-anaknya hidup lebih baik. Allah Ta'ala berfirman: ﴿وَاخْفِضْ لَهُمَا جَنَاحَ الذُّلِّ مِنَ الرَّحْمَةِ﴾ "Rendahkanlah dirimu terhadap keduanya dengan penuh kasih sayang." (QS. Al-Isra': 24) Maka jangan terburu-buru menilai dari apa yang tampak. Sebab bisa jadi rumah tua yang sederhana itu bukan tanda kurangnya bakti seorang anak, melainkan bukti betapa besarnya cinta orangtua yang tak pernah berhenti berkorban. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 030. Dari Hati Ke Hati https://t.me/Terapi_PenyakitHati

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Titipan & Pengkhianatan Begitu besar pengaruh seorang anak bagi keselamatan orang tuanya. Kalau tidak, mengapa Nabi Ibrahim dan Nabi Zakariya 'alaihimassalam terus memohon keturunan, bahkan ketika usia telah senja dan harapan tampak menjauh? ﴿رَبِّ هَبْ لِي مِنَ الصَّالِحِينَ﴾ "Ya Rabbku, anugerahkanlah kepadaku keturunan yang saleh." (QS. Ash-Shaffat: 100) Mereka memahami bahwa anak yang saleh bukan sekadar penyejuk mata, tetapi juga cahaya yang menerangi kuburnya. Namun betapa sering kita menangis saat meminta, lalu lalai saat menjaga. Dulu tangan terangkat penuh harap. Kini amanah itu tumbuh tanpa teladan, tanpa arahan, tanpa pendidikan takwa. Padahal anak yang saleh adalah salah satu amal yang tak terputus setelah kematian. «... أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ» "Atau anak saleh yang mendoakannya." (HR. Muslim) Jangan sampai yang dahulu lahir dari tangisan doa, justru menjadi saksi atas kelalaian kita. Sebab terkadang, pengkhianatan terbesar adalah ketika kita menyia-nyiakan amanah yang pernah paling lama kita minta kepada Allah. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 029. Dari Hati Ke Hati https://t.me/Terapi_PenyakitHati

🔴🔴 SEDANG BERLANGSUNG... Taklim Rutin Salafy Nogosari Terapi Penyakit Hati| Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil  حفظه الله | Masjid As-Sakinah Nogosari Boyolali 📲 Aplikasi telegram √ https://t.me/TaklimNogosari ✍️ Hadir Di Majelis ilmu lebih Utama ———————————————— 🌐 Ayo dukung dakwah Ahlussunnah dengan men-Subscribe Channelnya.

📖 Kajian Kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa' "Jangan terlalu sibuk menghitung luasnya rahmat Allah, hingga lupa bahwa azab-Nya telah menunggu sejak sakaratul maut." ✨ Pembahasan: Saat Ruh Dipanggil Pulang 👤 Bersama: Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه الله InsyaAllahu ta'ala : 🗓 Rabu, malam ini 🕕 18.20 WIB 📡 Live t.me/taklimnogosari 📲 Rekaman t.me/Terapi_PenyakitHati "Sebab tidak semua ruh disambut dengan kabar gembira, ada yang keluar menuju ampunan-Nya, dan ada yang keluar menuju murka-Nya."

بِسْـــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــــــــــــْم 🔵🔴⚫  Dengan mengharap ridho Allah ta'ala semata... 🚌🚲🛵  Hadirilah Kajian Rutin Islam Ilmiah... 📎 *TERAPI PENYAKIT HATI* (Pertemuan ke 25) Dari Kitab : الْجَوَابُ الْكَافِي لِمَنْ سَأَلَ عَنِ الدَّوَاءِ الشَّافِي *(الدَّاءُ وَالدَّوَاءُ)* لِلْإِمَامِ الْعَلَّامَةِ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ بْنِ أَيُّوبَ ابْنُ قَيِّمِ الْجَوْزِيَّةِ _رَحِمَهُ اللَّهُ_ 💺Pemateri : *Al Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza* حفظه اللــــــــه ⏰  Rabu malam Kamis Ba'da magrib - Isya, 15 Safar 1448 H /29 Juli 2026 M 🕌 Tempat Masjid As Sakinah https://maps.google.com/?cid=14445733975884938598 🖥️ Arsip Rekaman : https://t.me/Terapi_PenyakitHati 🌹🌻🌴🌳🎋🌳🌴🎋 """"""""""""""""""""""""""""""""""""""" ADAB MASUK KAMPUNG: 1.Tidak ngebut 2. Buka kaca mobil/helm Motor 3. Menyapa warga/salam 📶 Bisa Anda Simak di: 📲 Aplikasi telegram √ https://bit.ly/TaklimNogosari Informasi : 📱081239391462

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Dua Sejoli Kehidupan Ada dua tamu yang hampir selalu datang bergandengan dalam perjalanan hidup seorang hamba. Yang satu sering membuat mata basah, sedangkan yang lain mengusap air mata itu. Yang pertama bernama masalah, yang kedua bernama solusi. Kita sering hanya melihat kedatangan yang pertama, padahal Allah telah mengutus yang kedua untuk berjalan bersamanya. Bukankah Rabb kita berfirman: فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا ۝ إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا “Karena sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan. Sesungguhnya bersama kesulitan ada kemudahan.” (QS. Al-Insyirah: 5–6) Perhatikan, Allah tidak mengatakan “setelah kesulitan ada kemudahan”, tetapi “bersama kesulitan ada kemudahan.” Artinya, saat ujian itu hadir, rahmat-Nya pun sebenarnya sedang berjalan mendekat. Maka, jangan hanya memandang besarnya masalah. Pandanglah pula janji Allah yang selalu menyertainya. Sebab di setiap ujian yang Allah takdirkan, telah Dia titipkan jalan keluar yang paling tepat, pada waktu yang paling indah menurut hikmah-Nya. Tenanglah… Setiap malam membawa fajar, dan setiap masalah membawa solusi yang telah Allah ukur dengan penuh kasih sayang. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 028. Dari Hati Ke Hati https://t.me/Terapi_PenyakitHati

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 047 | Dosa Berbalut Harapan Setan tidak selalu mengajakmu bermaksiat dengan berkata.. "Lakukanlah dosa!" Kadang ia datang dengan kalimat yang terdengar begitu menenangkan.. "Tidak apa-apa… Allah Maha Pengampun." Lalu dosa yang berulang mulai terasa ringan. Taubat ditunda. Hati mulai nyaman dengan maksiat. Dan setiap kali rasa takut kepada Allah muncul, setan kembali membisikkan.. "Nanti saja bertaubat. Bukankah rahmat Allah begitu luas?" Padahal Allah ta'ala berfirman: وَلَا يَغُرَّنَّكُمْ بِاللَّهِ الْغَرُورُ “Janganlah sekali-kali penipu memperdayakan kalian tentang Allah.” (QS. Luqman: 33) Husnuzan kepada Allah bukanlah terus-menerus berjalan menuju dosa sambil berharap ampunan. Husnuzan adalah ketika engkau berharap Allah mengampunimu, lalu harapan itu membuatmu berlari meninggalkan maksiat. Adapun ketika engkau terus memeluk dosa karena merasa Allah pasti mengampuni… mungkin itu bukan husnuzan kepada Allah, melainkan setan yang sedang menghiasi maksiat dengan pakaian harapan. https://t.me/Terapi_PenyakitHati

❀ من القلب إلى القلب ❀ Dari Hati ke Hati ┈┉┅━❀━┅┉┈ Bersama Hingga Senja Jangan hanya melihat manisnya candaan sepasang suami-istri yang telah menua bersama. Di balik tawa mereka di usia senja, ada ribuan kali saling memaafkan, menahan ego, dan memilih untuk tetap bertahan. Sebab rumah tangga yang panjang bukanlah rumah tangga tanpa luka, melainkan rumah tangga yang penghuninya berkali-kali memilih untuk menyembuhkan, bukan meninggalkan. وَالْعَفْوُ أَقْرَبُ لِلتَّقْوَىٰ “Dan memaafkan itu lebih dekat kepada takwa.” (QS. Al-Baqarah: 237) Maka, jika kelak engkau melihat dua insan tua masih bercanda dalam cinta, ketahuilah: Tawa itu mungkin adalah suara dari ribuan luka yang telah mereka maafkan. ┈┉┅━❀━┅┉┈ 027. Dari Hati Ke Hati https://t.me/Terapi_PenyakitHati