Terapi Penyakit Hati (الدَّاءُ وَالدَّوَاءُ)
Открыть в Telegram
Arsip Rekaman | Kitab : Ad-Daa' Wad Dawaa' | Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه الله | Kajian Rabu malam ba'da magrib di Masjid As-Sakinah Nogosari Boyolali
БольшеСтрана не указанаКатегория не указана
1 415
Подписчики
+424 часа
+297 дней
+38130 дней
Архив постов
🔈🔈 AUDIO REKAMAN :
TERAPI PENYAKIT HATI
📖 Kitab : الداء والدواء
::: Pertemuan ke 26 :::
💺Oleh : Al Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه اللــــــــه
🕌 Masjid As-Sakinah Gununglondo, Nogosari, Boyolali.
::: t.me/Terapi_PenyakitHati
◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️
🔈🔈 AUDIO REKAMAN :
TERAPI PENYAKIT HATI
📖 Kitab : الداء والدواء
::: Pertemuan ke 25 :::
💺Oleh : Al Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه اللــــــــه
🕌 Masjid As-Sakinah Gununglondo, Nogosari, Boyolali.
::: t.me/Terapi_PenyakitHati
◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️
❀ من القلب إلى القلب ❀
Dari Hati ke Hati
┈┉┅━❀━┅┉┈
Kebenaran Yang Beradab
Kebenaran yang beradab tidak kehilangan ketegasannya.
Ia hanya memilih jalan yang lebih dekat kepada hati.
Rasulullah ﷺ bersabda:
مَنْ أَرَادَ أَنْ يَنْصَحَ لِسُلْطَانٍ بِأَمْرٍ، فَلَا يُبْدِ لَهُ عَلَانِيَةً، وَلَكِنْ لِيَأْخُذْ بِيَدِهِ فَيَخْلُوَ بِهِ، فَإِنْ قَبِلَ مِنْهُ فَذَاكَ، وَإِلَّا كَانَ قَدْ أَدَّى الَّذِي عَلَيْهِ لَهُ
“Barang siapa hendak menasihati seorang penguasa dalam suatu perkara, janganlah ia menampakkan nasihat itu secara terang-terangan. Hendaknya ia menyendiri dengannya. Jika ia menerima, itulah yang diharapkan; jika tidak, ia telah menunaikan kewajibannya.” (HR. Ahmad no. 15333; dinilai shahih oleh Al-Albani).
Ada sebuah hikmah sederhana yang dekat dengan kehidupan kita.
Kita saja sebagai suami dan ayah,
sering kali hati terasa berat
ketika keputusan kita ditegur dengan kemarahan,
terlebih jika dilakukan di hadapan orang lain.
Padahal boleh jadi teguran itu benar.
Namun ketika harga diri terasa disentuh,
hati terkadang lebih sibuk membela diri
daripada mendengarkan kebenaran.
Begitulah manusia.
Maka Nabi ﷺ mengajarkan:
jangan hanya pikirkan apa yang ingin kita sampaikan,
pikirkan pula bagaimana ia sampai ke hati.
Sebab nasihat bukan tentang memenangkan suara,
tetapi tentang menyelamatkan saudara dari kesalahan.
Satu nasihat yang disampaikan dalam kelembutan
terkadang mampu membuka pintu hati
yang tak mampu dibuka oleh seribu teriakan.
Kita menyampaikan aspirasi.
Tetapi bila yang kita rindukan adalah perbaikan,
jangan biarkan cara kita menyampaikan kebenaran
justru membuat kebenaran itu sulit diterima.
Karena kebenaran membutuhkan keberanian,
namun ia akan semakin indah ketika ditemani adab.
┉┅━❀━┅┉
040. Dari Hati Ke Hati
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
Repost from Taklim Nogosari 🇮🇩
Dikarenakan Ustadz Abu Nabil Hafidzahullah hari Rabu malam kamis ada jadwal diluar maka kajian kitab Adda'u Waddawaa'u dipindah ke hari Selasa malam ini, Barakallahu fikum
بِسْـــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــــــــــــْم
🔵🔴⚫ Dengan mengharap ridho Allah ta'ala semata...
🚌🚲🛵 Hadirilah Kajian Rutin Islam Ilmiah...
📎 *TERAPI PENYAKIT HATI*
(Pertemuan ke 29)
Dari Kitab :
الْجَوَابُ الْكَافِي لِمَنْ سَأَلَ عَنِ الدَّوَاءِ الشَّافِي *(الدَّاءُ وَالدَّوَاءُ)* لِلْإِمَامِ الْعَلَّامَةِ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ بْنِ أَيُّوبَ ابْنُ قَيِّمِ الْجَوْزِيَّةِ _رَحِمَهُ اللَّهُ_
💺Pemateri : *Al Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza* حفظه اللــــــــه
⏰ *Selasa malam Rabu(khusus pekan ini)* Ba'da magrib - Isya, 12 Rabi'ul Awwal 1448 H /25 Agustus 2026 M
🕌 Tempat
Masjid As Sakinah
https://maps.google.com/?cid=14445733975884938598
🖥️ Arsip Rekaman :
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
🌹🌻🌴🌳🎋🌳🌴🎋
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
ADAB MASUK KAMPUNG:
1.Tidak ngebut
2. Buka kaca mobil/helm Motor
3. Menyapa warga/salam
📶 Bisa Anda Simak di:
📲 Aplikasi telegram
√ https://bit.ly/TaklimNogosari
Informasi :
📱081239391462
❀ من القلب إلى القلب ❀
Dari Hati ke Hati
┈┉┅━❀━┅┉┈
Mayoritas yang Mana?
“Maulid dilakukan banyak orang, maka tentu benar.”
Jika banyaknya orang dijadikan ukuran kebenaran, maka mari kita bertanya:
"Mayoritas yang mana yang lebih pantas diikuti?"
Mayoritas manusia hari ini yang merayakan maulid,
atau mayoritas kaum Muslimin pada tiga generasi terbaik
yang hidup paling dekat dengan Rasulullah ﷺ,
namun tidak pernah menjadikan maulid sebagai ibadah?
Nabi ﷺ telah bersabda:
خَيْرُ النَّاسِ قَرْنِي، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ، ثُمَّ الَّذِينَ يَلُونَهُمْ
“Sebaik-baik manusia adalah generasiku, kemudian orang-orang setelah mereka, kemudian orang-orang setelah mereka.” (HR. Bukhori)
Kalau begitu,
mengapa kita memilih mayoritas manusia hari ini,
sementara meninggalkan mayoritas generasi yang telah dipuji langsung oleh Nabi ﷺ?
Kebenaran tidak ditimbang dengan banyaknya tangan yang mengangkatnya, tetapi dengan seberapa dekat ia kepada Sunnah Rasulullah ﷺ dan jalan generasi terbaik umat ini.
Sebab dalam agama, pertanyaannya bukan:
“Berapa banyak yang melakukannya?”
Tetapi:
“Siapa yang lebih dahulu melakukannya?”
“Apakah Rasulullah ﷺ melakukannya?”
“Apakah para sahabat melakukannya?”
“Apakah tiga generasi terbaik melakukannya?”
Jika mereka tidak melakukannya sebagai ibadah,
maka banyaknya orang yang melakukannya setelah mereka
tidak serta-merta menjadikannya Sunnah.
Sebab kebenaran tidak menjadi benar karena banyak yang mengikutinya, dan kebatilan tidak menjadi benar hanya karena banyak yang melakukannya.
┉┅━❀━┅┉┈
040. Dari Hati Ke Hati
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
❀ من القلب إلى القلب ❀
Dari Hati ke Hati
┈┉┅━❀━┅┉┈
Ambil Baiknya, Buang Buruknya? [2]
Jika perutmu sakit,
apakah engkau akan berkata:
__“Berobatlah kepada dokter mana saja.
Ambil baiknya, buang buruknya.”__
Tentu tidak.
Engkau akan mencari dokter yang benar-benar memahami penyakit itu.
Bukan sekadar dokter yang pandai berbicara,
tetapi yang memiliki ilmu untuk mengenali penyakit,
mengetahui sebabnya,
dan memahami bagaimana mengobatinya.
Sebab engkau sadar,
salah memilih dokter bisa memperparah penyakit.
Lalu bagaimana dengan agama?
Bukankah yang sedang kita cari bukan sekadar kesembuhan tubuh,
tetapi keselamatan jiwa?
Bukankah yang dipertaruhkan bukan sekadar kesehatan beberapa puluh tahun,
tetapi keselamatan yang tidak berujung di akhirat?
Namun anehnya, untuk urusan agama sebagian orang berkata:
__“Ngaji kepada siapa saja boleh.
Ambil baiknya, buang buruknya.”__
Padahal dalam perkara agama,
tidak semua yang berbicara layak dijadikan tempat mengambil agama.
Karena itu Muhammad bin Sirin رحمه الله berkata:
إِنَّ هَذَا الْعِلْمَ دِينٌ، فَانْظُرُوا عَمَّنْ تَأْخُذُونَ دِينَكُمْ
“Sesungguhnya ilmu ini adalah agama. Maka perhatikanlah dari siapa kalian mengambil agama kalian.”
Mereka tidak berkata,
“Ambil saja apa yang baik dari siapa pun.”
Mereka justru mengajarkan kita untuk berhati-hati dari siapa agama itu diambil.
Sebab ilmu bukan sekadar informasi.
Ilmu adalah agama.
Dan agama bukan tempat untuk bereksperimen:
ambil yang cocok,
tinggalkan yang tidak cocok,
ambil yang terasa indah,
buang yang terasa berat.
Karena bisa jadi sesuatu yang kita anggap “baik”
justru dibangun di atas pemahaman yang keliru.
Maka sebagaimana engkau memilih dokter untuk menjaga tubuhmu,
pilihlah siapa yang engkau jadikan guru untuk menjaga agamamu.
Sebab salah memilih dokter mungkin membuat tubuhmu semakin sakit.
Tetapi salah memilih guru
bisa membuat hati menyangka kesesatan sebagai petunjuk.
┉┅━❀━┅┉┈
039. Dari Hati Ke Hati
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
❀ من القلب إلى القلب ❀
Dari Hati ke Hati
┈┉┅━❀━┅┉┈
Ambil Baiknya, Buang Buruknya?
“Ngaji kepada siapa saja tidak masalah. Ambil yang baik, buang yang buruk.”
Terdengar dewasa,
tetapi tidak semua yang terdengar baik adalah kebenaran.
Bagaimana mungkin seseorang memilah cahaya dari kegelapan, jika ia sendiri belum mengenal cahaya?
Seperti orang yang belum pernah mengenal emas,
lalu disuruh memilih emas di antara logam-logam yang berkilau.
Yang berkilau bisa saja bukan emas, dan yang ia buang, justru emas yang sebenarnya.
Allah Ta'ala berfirman:
فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ
“Maka bertanyalah kepada ahlul dzikr jika kalian tidak mengetahui.” (QS. An-Nahl: 43)
Maka jangan hanya mencari guru yang pandai berbicara,
carilah guru yang benar dalam mengambil dan memahami ilmu.
Lihatlah:
Apa yang ia ajarkan? Dari siapa ia mengambilnya?
Dan dengan pemahaman siapa ia memahaminya?
Ukurlah dengan Al-Qur’an dan Sunnah, sebagaimana dipahami oleh para Sahabat.
Allah Ta'ala berfirman:
فَإِنْ آمَنُوا بِمِثْلِ مَا آمَنْتُمْ بِهِ فَقَدِ اهْتَدَوْا
“Jika mereka beriman sebagaimana kalian beriman, sungguh mereka telah mendapat petunjuk.” (QS. Al-Baqarah: 137)
Sebab dalam perkara agama,
guru bukan sekadar tempat mengambil ilmu,
ia adalah jalan yang dapat membentuk cara kita mengenal Allah yang satu.
Jangan sembarang memilih jalan, jika yang kita cari adalah keselamatan.
┉┅━❀━┅┉┈
038. Dari Hati Ke Hati
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
❀ من القلب إلى القلب ❀
Dari Hati ke Hati
┈┉┅━❀━┅┉┈
Patah Hati yang Abadi
Di dunia, mereka bersujud kepadanya, memanggilnya ketika takut, mengharap kepadanya ketika butuh, bahkan menggantungkan hidup kepadanya.
Mereka mengira telah menemukan sandaran yang tak akan pernah meninggalkan.
Namun ketika manusia dikumpulkan di hadapan Allah, yang dahulu mereka cintai,
justru berdiri sebagai musuh.
Allah Ta'ala berfirman:
وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ
“Dan apabila manusia dikumpulkan, sesembahan itu menjadi musuh mereka dan mengingkari pemujaan mereka.” (QS. Al-Ahqaf: 6)
Seakan terdengar sebuah percakapan:
“Bukankah dahulu aku menyembahmu?”
Lalu datang jawaban yang mematahkan seluruh harapan:
“Aku tidak pernah menyuruhmu menyembahku.
Aku tidak mampu menolongmu.
Dan hari ini, aku berlepas diri darimu.”
Yang dahulu dipanggil dengan penuh harap, kini menjadi saksi atas kesesatan.
Yang dahulu dianggap pelindung, kini menjadi musuh.
Betapa pahitnya pengkhianatan itu.
Ketika sandaran yang paling dicintai justru menjadi sebab penyesalan.
Maka jangan gantungkan hati kepada selain Allah.
Sebab semua sandaran akan runtuh, semua cinta yang salah dapat berubah menjadi permusuhan, dan setiap penghambaan kepada selain-Nya akan berujung pada penyesalan.
Karena ada patah hati yang sembuh oleh waktu, tetapi ada patah hati yang penyesalannya menjadi abadi.
┉┅━❀━┅┉┈
037. Dari Hati Ke Hati
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿
053 | Azab Itu Nyata [4]
(Saat Rahmat Jadi Alasan Tuk Bermaksiat)
Rasulullah ﷺ bersabda:
لمَّا عُرِجَ بي مَرَرْتُ بِقومٍ لهُمْ أَظْفَارٌ من نُحاسٍ ، يَخْمُشُونَ وُجُوهَهُمْ وصُدُورَهُمْ ، فقُلْتُ : مَنْ هؤلاءِ يا جبريلُ ؟ قال : هؤلاءِ الذينَ يأكلونَ لُحُومَ الناسِ ، ويَقَعُونَ في أَعْرَاضِهِمْ .
Ketika aku di Mi'rajkan, aku melewati suatu kaum yang memiliki kuku-kuku dari tembaga. Mereka mencakar-cakar wajah-wajah dan dada-dada mereka sendiri. Lantas aku berkata; "Siapakah mereka wahai Jibril?" Jibril menjawab; "Mereka adalah para pemakan daging manusia (suka membicarakan aib orang lain), dan suka menjatuhkan kehormatan orang lain" (HR. Ahmad)
Ada manusia yang tak pernah menyentuh tubuh orang lain,
namun setiap hari ia memakan dagingnya.
Lidahnya tak berdarah, tetapi setiap kata yang ia lemparkan telah merobek kehormatan seseorang.
Betapa mengerikannya,
ketika kata-kata yang kita anggap ringan
ternyata berubah menjadi kuku-kuku tembaga
yang mencabik wajah dan dada kita sendiri.
Sebab aib yang kita kunyah hari ini,
bisa jadi adalah luka
yang kelak mencabik kita di hadapan Allah.
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
Repost from Taklim Nogosari 🇮🇩
بِسْـــــــــــــمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيـــــــــــــْم
🔵🔴⚫ Dengan mengharap ridho Allah ta'ala semata...
🚌🚲🛵 Hadirilah Kajian Rutin Islam Ilmiah...
📎 TERAPI PENYAKIT HATI
(Pertemuan ke 28)
Dari Kitab :
الْجَوَابُ الْكَافِي لِمَنْ سَأَلَ عَنِ الدَّوَاءِ الشَّافِي (الدَّاءُ وَالدَّوَاءُ) لِلْإِمَامِ الْعَلَّامَةِ أَبُو عَبْدِ اللَّهِ مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ بْنِ أَيُّوبَ ابْنُ قَيِّمِ الْجَوْزِيَّةِ _رَحِمَهُ اللَّهُ_
💺Pemateri : Al Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه اللــــــــه
⏰ Rabu malam Kamis Ba'da magrib - Isya, 07 Rabi'ul Awwal 1448 H /19 Agustus 2026 M
🕌 Tempat
Masjid As Sakinah
https://maps.google.com/?cid=14445733975884938598
🖥️ Arsip Rekaman :
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
🌹🌻🌴🌳🎋🌳🌴🎋
"""""""""""""""""""""""""""""""""""""""
ADAB MASUK KAMPUNG:
1.Tidak ngebut
2. Buka kaca mobil/helm Motor
3. Menyapa warga/salam
📶 Bisa Anda Simak di:
📲 Aplikasi telegram
√ https://bit.ly/TaklimNogosari
Informasi :
📱081239391462
🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿
052 | Azab Itu Nyata [3]
(Saat Rahmat Jadi Alasan Tuk Bermaksiat)
Rasulullah ﷺ bersabda:
"مَرَرْتُ لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي عَلَى قَوْمٍ تُقْرَضُ شِفَاهُهُمْ بِمَقَارِيضَ مِنْ نَارٍ، فَقُلْتُ: مَنْ هَؤُلَاءِ؟ قَالُوا: خُطَبَاءُ مِنْ أُمَّتِكَ مِنْ أَهْلِ الدُّنْيَا، كَانُوا يَأْمُرُونَ النَّاسَ بِالْبِرِّ وَيَنْسَوْنَ أَنْفُسَهُمْ."
"Pada malam ketika aku diperjalankan dalam peristiwa Isra, aku melewati suatu kaum yang bibir mereka digunting dengan gunting-gunting dari api. Aku bertanya, “Siapakah mereka?” Mereka menjawab, “Mereka adalah para penceramah dari umatmu, dari kalangan orang-orang yang mengejar dunia. Mereka dahulu memerintahkan manusia untuk berbuat kebajikan, tetapi mereka melupakan diri mereka sendiri.”
Ada lisan yang menyeru manusia menuju surga,
namun pemiliknya justru berjalan menuju kebinasaan.
Ia mengajarkan kebaikan kepada banyak manusia,
tetapi lupa bahwa dirinya pun sedang dipanggil untuk berubah.
Sebab yang paling menakutkan bukanlah
ketika kita tidak mampu menasihati orang lain,
melainkan ketika nasihat yang keluar dari lisan
tak pernah sampai ke dalam hati sendiri.
Jangan sampai lisan kita menjadi jalan hidayah bagi manusia,
tetapi menjadi jalan kebinasaan bagi diri kita sendiri.
Karena kelak,
lisan yang dahulu begitu fasih menyeru kepada kebaikan,
bisa menjadi lisan yang digunting oleh api.
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿
051 | Azab Itu Nyata [2]
(Saat Rahmat Jadi Alasan Tuk Bermaksiat)
Rasulullah ﷺ bersabda,
"هَذَا فُلَانٌ، بَعَثْتُهُ سَاعِيًا عَلَى بَنِي فُلَانٍ، فَغَلَّ نَمِرَةً، فَدُرِّعَ الْآنَ مِثْلَهَا مِنْ نَارٍ"
ini adalah kuburan seseorang yang dahulu aku utus sebagai pemungut zakat kepada Bani Fulan. Ia mengambil secara khianat sebuah namirah (sejenis pakaian/kain). Maka sekarang pakaian yang serupa dengannya telah dikenakan kepadanya dari api neraka.’” (HR. Ahmad)
Amanah yang terlihat kecil di dunia,
bisa menjadi api yang besar di akhirat.
Jangan remehkan dosa hanya karena
yang diambil sedikit,
yang disembunyikan sekejap,
atau yang dianggap takkan diketahui manusia.
Sebab yang tersembunyi dari manusia,
tak pernah tersembunyi dari Allah.
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
❀ من القلب إلى القلب ❀
Dari Hati ke Hati
┈┉┅━❀━┅┉┈
Mereka Penjaga Kemerdekaan
Mungkin mereka tak ada
di tengah riuh perlombaan,
tak pula berdiri di atas panggung perayaan.
Mereka hanya orang-orang biasa
yang diam-diam menjaga sesuatu yang luar biasa,
Kemerdekaan.
Tak ada bendera di tangan mereka,
tetapi tauhid berkibar di dalam dada.
Tak banyak suara,
tetapi iman mereka rawat.
Tak banyak sorotan,
tetapi amal shalih mereka perjuangkan.
Sebab mereka tahu…
kemerdekaan yang diwariskan dengan darah dan airmata
akan sia-sia
jika oleh hawa nafsu mereka masih terjajah.
Allah Ta'ala berfirman:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ
__“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman dan beramal shalih, bahwa Dia akan menjadikan mereka berkuasa di bumi.”
(QS. An-Nur: 55)__
Maka jangan hanya tanyakan:
“Apa yang telah negeri ini berikan kepadaku?”
Sesekali tanyakan kepada hati:
“Apa yang telah kulakukan
agar kemerdekaan ini
tidak berakhir
di tanganku?”
Karena negeri ini membutuhkan
bukan hanya manusia yang bebas dari penjajahan, tetapi manusia yang merdeka dari dunia dan hanya tunduk kepada Allah Rab alam semesta.
┉┅━❀━┅┉┈
036. Dari Hati Ke Hati
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
Kemerdekaan Yang Dijanjikan
Allah ﷻ berfirman:
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ، وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَىٰ لَهُمْ، وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا ۚ يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا ۚ وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَٰلِكَ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kamu dan mengerjakan kebajikan, bahwa Dia sungguh-sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi, sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa; dan sungguh, Dia akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai bagi mereka; dan Dia benar-benar akan mengubah keadaan mereka, setelah berada dalam ketakutan menjadi aman sentosa. Mereka tetap menyembah-Ku dengan tidak mempersekutukan-Ku dengan sesuatu apa pun. Tetapi barang siapa tetap kafir setelah janji itu, maka mereka itulah orang-orang yang fasik.”
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
Ibu yang menyuapkan kehidupan untukmu,
ibu pula yang sedang menyuapkan Surga untukmu.
Ia tak ingin engkau menderita di dunia,
dan tak rela engkau tersiksa di akhirat.
Namun betapa tragis...
Saat tangan yang membangunkanmu untuk shalat Subuh dianggap musuh,
padahal itulah tangan yang sedang berusaha menyelamatkanmu dari api yang tak pernah padam.
Ia takut engkau terlambat menghadap Rabb-mu,
tetapi engkau justru membuatnya lebih dahulu menghadap Rabb-nya.
Sungguh, hati yang mati karena dosa sering kali tak lagi mampu membedakan
antara kasih sayang dan gangguan.
🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿
050 | Azab Itu Nyata [1]
(Saat Rahmat Jadi Alasan Tuk Bermaksiat)
Rasulullah ﷺ bersabda,
يُجَاءُ بِالرَّجُلِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ، فَيُلْقَى فِي النَّارِ، فَتَنْدَلِقُ أَقْتَابُ بَطْنِهِ، فَيَدُورُ بِهَا كَمَا يَدُورُ الْحِمَارُ بِالرَّحَى، فَيَجْتَمِعُ عَلَيْهِ أَهْلُ النَّارِ، فَيَقُولُونَ: يَا فُلَانُ مَا شَأنُكَ؟ أَلَستَ كُنْت تَأْمُرُ بِالْمَعْرُوفِ، وَتَنْهَى عَنِ الْمُنْكَرِ؟ فَيَقُولُ: كُنْتُ آمُرُكُم بِالْمَعْرُوفِ وَلَا آتِيهِ، وَأَنْهَاكُم عَنِ الْمُنْكَرِ وَآتِيهِ
"Kelak akan didatangkan seseorang pada hari kiamat, lalu dilemparkan ke dalam neraka hingga terurai usus-ususnya. Ia berputar-putar di neraka seperti keledai yang berputar-putar di tempat penggilingan. Para penghuni neraka pun mengerumuninya seraya mengatakan, "Hai fulan! Ada apa denganmu? Bukankah kamu dahulu memerintahkan kebaikan dan melarang dari kemungkaran?" Orang itu menjawab, "Dahulu aku memerintahkan kalian dengan kebaikan tetapi aku sendiri tidak mengerjakannya, dan aku melarang kalian dari kemungkaran tetapi aku sendiri melakukannya." (HR. Bukhori & Muslim)
Betapa menyedihkan nasib seorang yang dahulu suaranya memenuhi majelis, lisannya menyeru kepada kebaikan, nasihatnya membuat manusia menangis. Namun pada hari ketika segala rahasia dibuka, ternyata amalnya tertinggal jauh di belakang ucapannya.
Ia mengajak manusia menuju cahaya, tetapi dirinya sendiri berjalan menuju kegelapan.
Ia melarang manusia dari jurang dosa, namun diam-diam ia jatuh ke dalamnya.
Maka janganlah takut jika kebaikan kita tidak dikenal manusia. Takutlah ketika kebaikan hanya hidup di lisan, tetapi mati di dalam perbuatan.
Sebab di sisi Allah, yang menyelamatkan bukanlah indahnya kata-kata, melainkan jujurnya langkah yang mengikuti kata-kata itu.
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
📢 📖 Siaran Langsung:
Kajian Kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa'
"Jangan tertidur di atas hamparan rahmat, hingga lalai dari dahsyatnya kiamat. Sebab akan datang hari ketika neraka didekatkan, sementara sesal tak lagi mendatangkan manfaat."
✨ Pembahasan:
Azab Itu Nyata [ Bagian ke 2 ]
👤 Bersama:
Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه الله
InsyaAllahu ta'ala :
🗓 Rabu, malam ini
🕕 18.15 WIB
📡 Live t.me/taklimnogosari
📲 Rekaman t.me/Terapi_PenyakitHati
"Setan tidak selalu membuat manusia putus asa dari rahmat Allah. Terkadang ia membuat manusia terlalu yakin dengan rahmat Allah, hingga berani meremehkan azab-Nya."
