fa
Feedback
Arist & Ray

Arist & Ray

کانال بسته

Wakil Penasehat Berjangka Certified Technical Analyst Part of Ruang Investasi Indonesia Admin Grup Diskusi >> @MisterAngler https://sociabuzz.com/mancingdollar/tribe Support MD ⏏️⏏️

نمایش بیشتر

📈 تحلیل کانال تلگرام Arist & Ray

کانال Arist & Ray در بخش زبانی اندونزیایی بازیگری فعال است. در حال حاضر جامعه شامل 87 552 مشترک است و جایگاه 1 042 را در دسته اقتصاد و امور مالی و رتبه 453 را در منطقه اندونيسيا دارد.

📊 شاخص‌های مخاطب و پویایی

از زمان ایجاد در невідомо، پروژه رشد سریعی داشته و 87 552 مشترک جذب کرده است.

بر اساس آخرین داده‌ها در تاریخ 30 ژوئن, 2026، کانال فعالیت پایداری دارد. در ۳۰ روز گذشته تغییر اعضا برابر 9 654 و در ۲۴ ساعت گذشته برابر -136 بوده و همچنان دسترسی گسترده‌ای حفظ شده است.

  • وضعیت تأیید: تأیید نشده
  • نرخ تعامل (ER): میانگین تعامل مخاطب 20.12% است و در ۲۴ ساعت نخست پس از انتشار، محتوا معمولاً 15.01% واکنش نسبت به کل مشترکان کسب می‌کند.
  • دسترسی پست‌ها: هر پست به طور میانگین 17 631 بازدید دریافت می‌کند. در اولین روز معمولاً 13 153 بازدید جمع‌آوری می‌شود.
  • واکنش‌ها و تعامل: مخاطبان به‌طور فعال حمایت می‌کنند؛ میانگین واکنش به هر پست 95 است.
  • علایق موضوعی: محتوا بر موضوعات کلیدی مانند emas, ekonomi, dolar, ihsg, bunga تمرکز دارد.

📝 توضیح و سیاست محتوایی

نویسنده این فضا را محل بیان دیدگاه‌های شخصی توصیف می‌کند:
Wakil Penasehat Berjangka Certified Technical Analyst Part of Ruang Investasi Indonesia Admin Grup Diskusi >> @MisterAngler https://sociabuzz.com/mancingdollar/tribe Support MD ⏏️⏏️

به لطف به‌روزرسانی‌های پرتکرار (آخرین داده در تاریخ 01 ژوئیه, 2026)، کانال همواره به‌روز و دارای دسترسی بالاست. تحلیل‌ها نشان می‌دهد مخاطبان به‌طور فعال با محتوا تعامل دارند و آن را به نقطه اثرگذاری مهم در دسته اقتصاد و امور مالی تبدیل کرده‌اند.

87 552
مشترکین
-13624 ساعت
-8947 روز
+9 65430 روز
آرشیو پست ها
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pasar Global Mulai Panik Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan sempat menyentuh level
Rupiah Tembus Rp17.500 per Dolar AS, Pasar Global Mulai Panik Nilai tukar rupiah kembali tertekan dan sempat menyentuh level Rp17.500 per dolar AS pada perdagangan hari ini. Pelemahan ini dipicu meningkatnya ketegangan geopolitik antara Amerika Serikat dan Iran yang mendorong harga minyak dunia melonjak tajam. Harga minyak Brent kini bertahan di atas US$104 per barel setelah negosiasi damai AS-Iran kembali menemui jalan buntu. Investor global khawatir konflik di kawasan Timur Tengah akan mengganggu distribusi minyak melalui Selat Hormuz, jalur penting bagi pasokan energi dunia. Kondisi tersebut membuat investor mulai menarik dana dari negara berkembang, termasuk Indonesia, lalu memindahkannya ke aset safe haven seperti dolar AS dan obligasi Amerika. Dampaknya, tekanan terhadap rupiah semakin besar dan pasar saham domestik ikut melemah. Di sisi lain, Bank Indonesia dikabarkan terus melakukan intervensi besar-besaran untuk menjaga stabilitas rupiah. Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut tekanan terhadap mata uang Indonesia berasal dari kombinasi perang Timur Tengah, suku bunga tinggi AS, serta arus keluar modal asing. Menariknya, meski konflik global memanas, harga emas justru bergerak fluktuatif. Kenaikan harga minyak dinilai berpotensi memicu inflasi dan membuat bank sentral dunia mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama, sehingga emas sempat terkoreksi akibat penguatan dolar AS.

MORNIIINGGG YALL😄😄😄😄 Nih mindol spill dulu beberapa hasil anak-anak mandol kemarin 🥰🥰 Buat yang masih “liat-liat dulu”, santai… tapi tiap hari liat orang lain jalan terus itu lama-lama juga kerasa sendiri🫣🫣🫣 Yang awalnya cuma coba-coba, sekarang malah udah jalanin rutin. Emang gitu, kadang yang keliatan simpel justru yang paling kepake 👌👌👌 Gak usah ribet mikir kebanyakan, kalau ga sekarang mau kapan?😎😎 Yang penting mulai dulu, nanti sambil jalan baru kebuka sendiri alurnya. Daripada tiap pagi cuma jadi penonton story orang cuan, mending sekalian ikut jalan biar gak ketinggalan terus 😙😙😙😙 chat @MisterAngler buat tau caranyaa🤩🤩🤩

photo content
+9

USA500- kalau turun ke 5476, kira2 gmn ya?
USA500- kalau turun ke 5476, kira2 gmn ya?

Ekspor RI Masih Kuat di Tengah Gejolak Global, Surplus Dagang Tembus US$3,32 Miliar Di tengah kondisi ekonomi dunia yang lagi
Ekspor RI Masih Kuat di Tengah Gejolak Global, Surplus Dagang Tembus US$3,32 Miliar Di tengah kondisi ekonomi dunia yang lagi penuh tekanan akibat konflik geopolitik dan perlambatan perdagangan global, Indonesia justru masih berhasil mencatat surplus neraca dagang selama 71 bulan berturut-turut. Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus perdagangan Indonesia pada Maret 2026 mencapai US$3,32 miliar. Nilai ekspor nasional tercatat sebesar US$22,53 miliar, sementara impor berada di angka US$19,21 miliar. Walau secara tahunan ekspor RI turun sekitar 3,1%, beberapa sektor justru mengalami lonjakan ekstrem. Komoditas bijih logam, terak, dan abu tercatat naik lebih dari 8.000% dibanding bulan sebelumnya. Selain itu, ekspor aluminium dan logam mulia juga ikut melonjak tajam akibat tingginya permintaan dari Hong Kong, Thailand, dan Taiwan. Pemerintah kini mulai mempercepat berbagai perjanjian dagang internasional dengan Uni Eropa dan Kanada demi menjaga momentum ekspor Indonesia. Langkah ini dilakukan untuk mengurangi ketergantungan pada pasar tradisional sekaligus menghadapi ancaman perlambatan ekonomi global. Di sisi lain, Kementerian Perdagangan juga baru menerbitkan aturan ekspor terbaru yang memberi pemerintah kewenangan lebih besar untuk membekukan atau mencabut izin ekspor jika dianggap mengganggu kepentingan nasional. Kebijakan ini disebut sebagai langkah antisipasi menghadapi kondisi perdagangan global yang makin tidak stabil. Meski begitu, tekanan tetap ada. Harga energi dunia yang naik dan permintaan global yang mulai melemah membuat banyak analis memperingatkan bahwa surplus dagang Indonesia bisa mulai menyusut pada semester kedua 2026 jika situasi geopolitik terus memburuk.

Nah masih pagi udh gajian 24 jt aja 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰
Nah masih pagi udh gajian 24 jt aja 🥰🥰🥰🥰🥰🥰🥰

Senin pagi, market baru mulai gerak🚀 Sebagian trader masih pemanasan, warga ManDol biasanya sudah siap cari momentum dari awal🎣 Di sini bukan sibuk nebak market, tapi sibuk nunggu timing yang pas buat entry😏 Kalau mau ikut nimbrung di lingkaran diskusinya, izin dulu ke @MisterAngler🔥

Dalam beberapa jam lagi market akan buka. Bagi yg Minggu lalu cuma jadi penonton doang, Minggu ini kalian harus ikutan cuan juga bareng anak² ManDoll yang lain. Emangnya enak apa cuma jadi penonton di saat yg lain pesta cuan❓❓❓ Jadi jangan kelamaan, langsung izin ke @MisterAngler biar besok kalian bisa langsung ikutan 💱💱💱💱💱

🔼🔼🔼🔼🔼🔼🔼 Segera tonton video di atas supaya portofolio kamu yang kebakaran bisa selamat 👍👍

BI Siap Intervensi Besar-besaran Setelah Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Hari ini pasar masih fokus ke kondisi rupiah yang sempa
BI Siap Intervensi Besar-besaran Setelah Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Hari ini pasar masih fokus ke kondisi rupiah yang sempat menyentuh level terlemah baru di kisaran Rp17.445 per dolar AS. Bank Indonesia langsung menyatakan siap melakukan intervensi besar dan berkelanjutan di pasar domestik maupun offshore untuk menjaga stabilitas mata uang Indonesia.  Di sisi lain, harga minyak Brent sempat melonjak di atas US$120 per barel sebelum kembali bergerak fluktuatif. Pasar khawatir perang dan ancaman gangguan Selat Hormuz bisa memicu krisis energi baru seperti era 1970-an. Kekhawatiran ini bikin aset safe haven seperti dolar dan emas makin diburu investor global.  Meski tekanan global masih tinggi, data ekonomi domestik Indonesia sebenarnya cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 tercatat 5,61% dan inflasi masih terkendali di sekitar 2,4%. Sentimen inilah yang membuat IHSG dan rupiah sempat berbalik menguat dalam perdagangan terakhir walau volatilitas pasar masih tinggi. 

BI Siap Intervensi Besar-besaran Setelah Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Hari ini pasar masih fokus ke kondisi rupiah yang sempa
BI Siap Intervensi Besar-besaran Setelah Rupiah Sentuh Rekor Terlemah Hari ini pasar masih fokus ke kondisi rupiah yang sempat menyentuh level terlemah baru di kisaran Rp17.445 per dolar AS. Bank Indonesia langsung menyatakan siap melakukan intervensi besar dan berkelanjutan di pasar domestik maupun offshore untuk menjaga stabilitas mata uang Indonesia.  Di sisi lain, harga minyak Brent sempat melonjak di atas US$120 per barel sebelum kembali bergerak fluktuatif. Pasar khawatir perang dan ancaman gangguan Selat Hormuz bisa memicu krisis energi baru seperti era 1970-an. Kekhawatiran ini bikin aset safe haven seperti dolar dan emas makin diburu investor global.  Meski tekanan global masih tinggi, data ekonomi domestik Indonesia sebenarnya cukup kuat. Pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 tercatat 5,61% dan inflasi masih terkendali di sekitar 2,4%. Sentimen inilah yang membuat IHSG dan rupiah sempat berbalik menguat dalam perdagangan terakhir walau volatilitas pasar masih tinggi. 

Gimana rasanya diombang ambingkan oleh news? Hari ni bilang perang, besok bilang mau damai. Lusa harga minyak naik, malamnya berita NFP ekonominya bagus. Capek kan?? Makanya jgn dengar news. Lihat chart nya aja. Chart tidak bohong. News itu ya cuma kerjaan wartawan biar dapat viewers dan dapat duit. Coba lu posisikan diri sbg pemilik media., apa yg bakal lu lakukan biar media lu rame?

Perang Rusia-Ukraina Memanas Lagi, Ancaman Serangan Besar ke Kiev Bikin Pasar Global Waspada Situasi makin tegang setelah Rus
Perang Rusia-Ukraina Memanas Lagi, Ancaman Serangan Besar ke Kiev Bikin Pasar Global Waspada Situasi makin tegang setelah Rusia mengeluarkan ancaman serangan besar-besaran ke Kiev menjelang peringatan Victory Day pada 9 Mei. Moskow bahkan meminta warga sipil dan diplomat asing meninggalkan ibu kota Ukraina demi alasan keamanan. Di sisi lain, Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky menyebut langkah Rusia sebagai “sinisme total” karena serangan tetap berlangsung di tengah pembahasan gencatan senjata sementara. Ketegangan geopolitik ini ikut memengaruhi pasar global. Harga minyak dunia kembali naik akibat kekhawatiran terganggunya pasokan energi, sementara investor ramai memburu aset safe haven seperti emas dan dolar AS. Kondisi tersebut membuat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, kembali berada di bawah tekanan. Pengamat menilai konflik yang terus berkepanjangan berpotensi memperbesar risiko perlambatan ekonomi global apabila eskalasi perang semakin meluas ke kawasan lain. Hingga kini, upaya diplomasi internasional untuk menghentikan perang masih belum menunjukkan hasil signifikan.

USA500- Apa yang kau tunggu kawan? Kau tak memberiku easy money. It's oke, ill wait.
USA500- Apa yang kau tunggu kawan? Kau tak memberiku easy money. It's oke, ill wait.

Selamat pagi🥱🥱🥱 Semoga harinya secerah saldo anak anak mandol kermarin 🤪🤪🤪 Mindol abis liat hasil kemarin cuma bisa bilang… yang kerja diem-diem emang biasanya bikin kaget 😙😙😙😙 Awalnya pada banyak mikir, ujung-ujungnya malah banyak yang bilang “kok bisa segini?” 🤥🤥🤥 Jangan kebanyakan nunggu perfect timing karena yang gercep biasanya udah jalan duluan pas yang lain masih nanya-nanya🤌🤌🤌 chat @MisterAngler buat join grup yaaa😉😉😉😉😉

photo content
+9

Saking asiknya scalping sampe lupa liat jam kalau ternyata udh hampir jam 12 malam 🤣🤣🤣 Lanjut besok lagi, @MisterAngler ma
Saking asiknya scalping sampe lupa liat jam kalau ternyata udh hampir jam 12 malam 🤣🤣🤣 Lanjut besok lagi, @MisterAngler mau mandi dulu takut masuk angin ☕️☕️☕️☕️

Rupiah Tertekan, Emas Malah Makin Bersinar Nilai tukar rupiah kembali jadi sorotan setelah sempat menyentuh level terlemah te
Rupiah Tertekan, Emas Malah Makin Bersinar Nilai tukar rupiah kembali jadi sorotan setelah sempat menyentuh level terlemah terhadap dolar AS. Kondisi ini membuat Bank Indonesia turun tangan dengan intervensi besar-besaran di pasar valuta asing demi menjaga stabilitas mata uang nasional. Gubernur BI menyebut tekanan datang dari tingginya suku bunga AS, ketegangan geopolitik Timur Tengah, hingga arus keluar dana asing dari pasar emerging market.  Di tengah pelemahan rupiah, harga emas justru terus menunjukkan kekuatan. Harga emas Antam sempat naik Rp30.000 dan bertahan di kisaran Rp2,79 juta per gram. Permintaan emas global juga meningkat karena investor mulai mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian ekonomi dan konflik global yang makin panas.  Fenomena ini ikut mendorong lonjakan bisnis emas dalam negeri. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) melaporkan penjualan emas mencapai 7,83 ton pada kuartal pertama 2026, dengan pendapatan melonjak hampir 197% dibanding tahun lalu. Tren ini menunjukkan minat masyarakat terhadap emas masih sangat tinggi, terutama sebagai pelindung nilai ketika pasar keuangan sedang tidak stabil.  Meski begitu, ekonomi Indonesia sebenarnya masih menunjukkan pertumbuhan yang cukup solid. Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh 5,61% pada kuartal pertama 2026, menjadi yang tertinggi dalam lebih dari tiga tahun terakhir. Konsumsi masyarakat selama Ramadan dan Lebaran disebut menjadi salah satu pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional. 

Harga Minyak Dunia Bergejolak, Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasar Global Harga minyak dunia kembali menjadi perhati
Harga Minyak Dunia Bergejolak, Konflik Timur Tengah Picu Kekhawatiran Pasar Global Harga minyak dunia kembali menjadi perhatian pasar internasional setelah konflik di kawasan Timur Tengah memicu gangguan distribusi energi global. Ketegangan di sekitar Selat Hormuz — jalur penting yang dilalui hampir 20% pasokan minyak dunia — membuat harga minyak Brent sempat melonjak di atas 114 dolar AS per barel, level tertinggi dalam hampir empat tahun terakhir.  Situasi semakin memanas setelah Uni Emirat Arab resmi keluar dari OPEC mulai 1 Mei 2026. Keputusan tersebut dinilai mengejutkan pasar karena UEA merupakan salah satu produsen minyak terbesar di kawasan Teluk. Banyak analis menilai keluarnya UEA dapat melemahkan pengaruh OPEC dalam menjaga stabilitas harga minyak global.  Di tengah krisis tersebut, OPEC+ tetap memutuskan menaikkan target produksi minyak sebesar 188 ribu barel per hari mulai Juni 2026. Namun, pasar menilai kenaikan produksi itu belum cukup untuk menutupi risiko gangguan pasokan akibat konflik Iran dan penutupan jalur distribusi di Selat Hormuz.  Bank investasi Barclays bahkan menaikkan proyeksi harga minyak Brent 2026 menjadi 100 dolar AS per barel. Jika konflik terus berlanjut dan distribusi minyak global semakin terganggu, harga minyak diperkirakan masih bisa naik lebih tinggi dalam beberapa bulan ke depan.