✎﹏ᵀᴬᴿᵀᴱᴱᴸ ᴸᴬᴮ
رفتن به کانال در Telegram
بسم الله الرمن الرحيم مرحبا بطالب العلم “Welcome to seeker of knowledge.” 🔰تدربيات على مخارج الحروف العربية🔰 نفعنا الله وإياكم بما نشرناه🌹 ✎﹏ᵀᴬᴿᵀᴱᴱᴸ ᴸᴬᴮ
نمایش بیشتر2 016
مشترکین
+324 ساعت
+197 روز
+23730 روز
آرشیو پست ها
2 015
👍Bismillah..
🔴 Bantu share ya teman-teman..
❤️🔥❤️🔥❤️🔥❤️🔥👍agar kebermanfaatannya semakin meluas biidznillah.. jazaakunnallahu khoiron wa baarokallahu fiikun🤍
نفعنا الله وإياكم بما نشرناه🌸
https://t.me/+scu2tMcWwDYwZmU9
2 015
🔴 Mari kita bahas..
bunyi ض (ḍād) memang bisa terdengar memiliki kemiripan dengan ل (lām) saat diucapkan ini wajar karena sama-sama menggunakan ḥāffah (tepi lidah) sebagai tempat keluarnya bunyi.
Perbedaannya:
Lām (ل) keluar dari tepi depan lidah (adnā al-ḥāffah) sampai muntaha haffah (akhir dari tepi lidah) yang menyentuh 8 gusi gigi atas.
Sedangkan Ḍād (ض) keluar dari salah satu atau kedua tepi lidah yang dimulai dari aqsho haffah sampai adna haffah..menempel pada dinding dalam 4 gerham atas.
Perlu diperhatikan ; Jika membaca ḍād mulai dari adnā al-ḥāffah lalu area kontaknya memanjang (stretching) hingga muntahā al-ḥāffah,
maka akan muncul suara "lām" karena titik awalnya bunyi menggunakan makhroj lām.
Tes sederhana ;
Jika saat mengucapkan ض kita masih merasakan kerja utama di ujung lidah, biasanya makhrajnya belum tepat. Pada ḍād, yang dominan harus sisi lidah (ḥāffah) bagian aqso..atau sisi lidah bagian dalam.
2 015
Bismillah..simak di detik ke 25 suara dhodnya sedikit keliru (yang digunakan adalah adna hafah ke muntaha hafah) jadi mirip lam..
Pernahkah teman-teman menemukan hal yang semisal ?
2 015
﷽
الحلقة 10 : استخراج الأحكام برواية ورش والتنبيه على ما قد يقع من أخطاء في الآيات [29-32] البقرة.
2 015
+1
Mengapa Sebagian orang Pengen Segalanya Serba Instan?
Pengen sukses cepat, pengen kurus cepat, pengen pintar cepat. Pengen cepat selesai belajar, pengen langsung coba melafadzkan saat dikoreksi padahal guru belum selesai menjelaskan, pengen langsung fasih padahal baru sekali coba mengikuti, dll Allahul mustaan..
Al-Qur'an sudah mendiagnosis kecenderungan ini lebih dari 1400 tahun yang lalu.
"Dan manusia berdoa untuk keburukan sebagaimana ia berdoa untuk kebaikan. Dan manusia itu bersifat tergesa-gesa."
(QS. Al-Isra': 11)
Secara sains, fenomena ini dikenal sebagai instant gratification. Otak melepaskan dopamin ketika mendapatkan kesenangan atau hadiah yang cepat. Itulah sebabnya scrolling media sosial terasa lebih menarik daripada membaca buku, dan junk food lebih menggoda daripada makanan sehat. Sistem dopamin otak cenderung memilih reward instan daripada manfaat besar yang baru dirasakan dalam jangka panjang.
Menariknya, Al-Qur'an tidak sekadar mengungkap masalahnya, tetapi juga menunjukkan solusinya. Sifat tergesa-gesa adalah bagian dari fitrah manusia, namun tanpa kontrol ia bisa menjadi bumerang yang merugikan diri sendiri.
Di sinilah peran takwa. Takwa adalah rem terbaik bagi fitrah tersebut. Ia membuat seseorang mampu menahan diri, bersabar, berpikir panjang, dan memilih jalan yang diridhai Allah meskipun hasilnya tidak datang seketika. Jika hawa nafsu berkata, "Aku ingin sekarang juga," maka takwa berkata, "Tunggu, lihat mana yang paling baik di sisi Allah."
Karena itu, sabar...sabar..sabar..
Sabar sejatinya adalah buah takwa dalam tindakan. Sabar bukan sekadar menunggu, tetapi kemampuan mengendalikan diri agar tidak dikendalikan oleh dorongan sesaat.
Dalam belajar Al-Qur'an pun demikian. Kita ingin bacaan langsung fasih, makhraj langsung tepat, dan hafalan langsung kuat.
Namun kemahiran tidak lahir dalam semalam. Setiap ayat yang diulang, setiap kesalahan yang diperbaiki, dan setiap usaha yang terus dijaga adalah latihan takwa dan kesabaran. Kita sedang memilih pahala dan hasil jangka panjang dibanding kepuasan sesaat.
Maka jangan kecewa jika perjalanan terasa lambat. Yang berbahaya bukan lambatnya proses, tetapi berhentinya langkah.
Jadi bersabarlah sesuatu yang tumbuh perlahan akan berakar lebih kuat, bertahan lebih lama biidznillah 🌸
2 015
﷽
b. Pangkal Tenggorokan (Laring)
Pangkal tenggorokan atau laring (larynx) adalah rongga yang terletak di bagian atas trakea (batang tenggorok) dan berfungsi sebagai penghubung antara faring dan saluran pernapasan.
Salah satu komponen terpenting dalam laring adalah sepasang pita suara (vocal cord) yang berperan dalam pembentukan suara.
Ketika udara dari paru-paru melewati laring, pita suara dapat berada dalam berbagai posisi.
Pita suara dapat terbuka lebar sehingga udara mengalir tanpa getaran, atau mendekat dan bergetar akibat aliran udara yang melaluinya. Getaran inilah yang menghasilkan suara dasar (phonation) yang kemudian dimodifikasi oleh organ-organ artikulasi lainnya menjadi bunyi bahasa yang berbeda-beda.
Dalam kajian fonetik, laring merupakan pusat pembentukan suara bersuara (voiced sounds) karena getaran pita suara menjadi faktor utama yang membedakan bunyi bersuara dan tidak bersuara.
Selain itu, laring juga berperan dalam mengatur intensitas, tinggi rendah suara, dan kualitas suara seseorang.
Dalam ilmu tajwid, daerah laring berkaitan erat dengan makhraj al-ḥalq (tenggorokan). Dan pita suara merupakan makhraj dari huruf hamzah dan Ha. Perlu difahami Kondisi dan kerja laring sangat memengaruhi pelaksanaan sifat-sifat huruf, terutama al-jahr (الجهر) dan al-hams (الهمس) yang berhubungan dengan getaran pita suara dan aliran udara.
Pemahaman tentang fungsi laring membantu menjelaskan bagaimana huruf-huruf Al-Qur'an dapat diucapkan dengan tepat sesuai makhraj dan sifatnya.
Catatan: Dalam pendekatan anatomi modern yang digunakan oleh para pakar tajwid laring dipandang sebagai salah satu organ penting dalam proses produksi suara yang menjadi dasar terbentuknya bunyi-bunyi bahasa dan huruf-huruf Al-Qur'an.
2 015
b. Pangkal Tenggorokan (Laring)
Pangkal tenggorokan atau laring (larynx) adalah rongga yang terletak di bagian atas trakea (batang tenggorok) dan berfungsi sebagai penghubung antara faring dan saluran pernapasan.
Salah satu komponen terpenting dalam laring adalah sepasang pita suara (vocal cord) yang berperan dalam pembentukan suara.
Ketika udara dari paru-paru melewati laring, pita suara dapat berada dalam berbagai posisi.
Pita suara dapat terbuka lebar sehingga udara mengalir tanpa getaran, atau mendekat dan bergetar akibat aliran udara yang melaluinya. Getaran inilah yang menghasilkan suara dasar (phonation) yang kemudian dimodifikasi oleh organ-organ artikulasi lainnya menjadi bunyi bahasa yang berbeda-beda.
Dalam kajian fonetik, laring merupakan pusat pembentukan suara bersuara (voiced sounds) karena getaran pita suara menjadi faktor utama yang membedakan bunyi bersuara dan tidak bersuara.
Selain itu, laring juga berperan dalam mengatur intensitas, tinggi rendah suara, dan kualitas suara seseorang.
Dalam ilmu tajwid, daerah laring berkaitan erat dengan makhraj al-ḥalq (tenggorokan). Dan pita suara merupakan makhraj dari huruf hamzah dan Ha. Perlu difahami Kondisi dan kerja laring sangat memengaruhi pelaksanaan sifat-sifat huruf, terutama al-jahr (الجهر) dan al-hams (الهمس) yang berhubungan dengan getaran pita suara dan aliran udara.
Pemahaman tentang fungsi laring membantu menjelaskan bagaimana huruf-huruf Al-Qur'an dapat diucapkan dengan tepat sesuai makhraj dan sifatnya.
Catatan: Dalam pendekatan anatomi modern yang digunakan oleh para pakar tajwid laring dipandang sebagai salah satu organ penting dalam proses produksi suara yang menjadi dasar terbentuknya bunyi-bunyi bahasa dan huruf-huruf Al-Qur'an.
2 015
b. Pangkal Tenggorokan (Laring)
Pangkal tenggorokan atau laring (larynx) adalah rongga yang terletak di bagian atas trakea (batang tenggorok) dan berfungsi sebagai penghubung antara faring dan saluran pernapasan.
Salah satu komponen terpenting dalam laring adalah sepasang pita suara (vocal cord) yang berperan dalam pembentukan suara.
Ketika udara dari paru-paru melewati laring, pita suara dapat berada dalam berbagai posisi.
Pita suara dapat terbuka lebar sehingga udara mengalir tanpa getaran, atau mendekat dan bergetar akibat aliran udara yang melaluinya. Getaran inilah yang menghasilkan suara dasar (phonation) yang kemudian dimodifikasi oleh organ-organ artikulasi lainnya menjadi bunyi bahasa yang berbeda-beda.
Dalam kajian fonetik, laring merupakan pusat pembentukan suara bersuara (voiced sounds) karena getaran pita suara menjadi faktor utama yang membedakan bunyi bersuara dan tidak bersuara.
Selain itu, laring juga berperan dalam mengatur intensitas, tinggi rendah suara, dan kualitas suara seseorang.
Dalam ilmu tajwid, daerah laring berkaitan erat dengan makhraj al-ḥalq (tenggorokan). Dan pita suara merupakan makhraj dari huruf hamzah dan Ha. Perlu difahami Kondisi dan kerja laring sangat memengaruhi pelaksanaan sifat-sifat huruf, terutama al-jahr (الجهر) dan al-hams (الهمس) yang berhubungan dengan getaran pita suara dan aliran udara.
Pemahaman tentang fungsi laring membantu menjelaskan bagaimana huruf-huruf Al-Qur'an dapat diucapkan dengan tepat sesuai makhraj dan sifatnya.
Catatan: Dalam pendekatan anatomi modern yang digunakan oleh para pakar tajwid laring dipandang sebagai salah satu organ penting dalam proses produksi suara yang menjadi dasar terbentuknya bunyi-bunyi bahasa dan huruf-huruf Al-Qur'an.
