RUSTLER #WILDWEST
رفتن به کانال در Telegram
A cowboy lives by his own rules and honor. Driven by adventure, fueled by freedom. Follow our journey! ... 𓃗 SFS/HFW : @RustlrBot Main Bot : @Rusztler_bot
نمایش بیشتر2 505
مشترکین
+2024 ساعت
+487 روز
+19630 روز
آرشیو پست ها
2 505
NOTICE NAILED 'PON THE OL' SALOON BOARD
BY LANTERN GLOW & DUST-WORN HAND : 🔅
⠀ ⠀ ⠀
Hear ye, riders! And gentlefolk crossing these plains. The trail bears witness to a bond still riding through high noon blaze and the hush of starbound nights—a union that's kept its saddle through distance and time untamed.
"From dusk 'til dawn, through rusted trails
and golden skies, bound by the quiet oath
of the West..." ★ @Rustlerr, on the road!
⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀ ⠀
@heimdersterne. Let it be known across every porch and prairie. These souls ride not as strangers, but as two keep one horizon. May their campfire never falter in the wind, nor their reins slip loose when the night runs long.
2 505
BRAKK!
Pintu saloon didobrak hingga engselnya hampir lepas. Lima orang pria bersenjata lengkap merangsek masuk. Di depan mereka berdiri "The Butcher" Vance, seorang bandit kejam yang kepalanya dihargai ratusan dolar. Mata Vance langsung tertuju pada meja sudut.
"Serahkan petanya, Jibby! Kamu tidak bisa lari lagi setelah mencuri dari kami!" gertak Vance, moncong senapannya mengarah lurus ke dada Jibby.
Mave bersiap menarik pelatuknya, namun ia kalah cepat. Dengan gerakan secepat kilat yang hampir tak kasat mata, Jibby menendang meja hingga terbalik, menjadikannya tameng, sementara tangan kanannya sudah memuntahkan peluru tepat ke dada anak buah Vance yang paling dekat.
"Butuh bantuan, Tuan Pemburu Bayaran?" seru Elena di balik desingan peluru.
Mave terkekeh, adrenalinnya terpacu. "Dengan senang hati, Nona!"
Mave berguling ke balik meja bar, menarik dua pistolnya, dan melepaskan tembakan beruntun. Saloon seketika berubah menjadi medan perang penuh asap mesiu dan pecahan kaca. Jibby bergerak dengan keanggunan yang mematikan, setiap tembakannya tidak pernah meleset. Kombinasi ketepatan menembak Mave dan kelincahan jibby membuat kelompok Vance kocar-cair dalam hitungan menit, meninggalkan Vance yang terpaksa mundur dan kabur menembus badai di luar.
Napas Mave terengah-engah saat badai mesiu di dalam ruangan mereda. Ia menatap Jibby yang sedang meniup asap dari moncong pistol peraknya dengan tenang, seolah baru saja menyelesaikan tarian, bukan baku tembak.
"Kaukah pencuri yang mereka maksud?" tanya Mave sambil menyarungkan senjatanya.
Jibby mendekat, lalu mengeluarkan sebuah gulungan kulit tua dari balik jubahnya. "Ini bukan sekadar barang curian, Mave. Ini peta rute tambang emas ilegal milik walikota korup yang mendanai geng Vance. Saya tidak mencurinya untuk kaya, saya mencurinya untuk menghancurkan mereka."
Jibby menatap Mave dalam-dalam, tatapan yang penuh daya pikat sekaligus tantangan. "Vance akan kembali dengan pasukan yang lebih besar di kota sebelah. Saya butuh seorang penembak jitu yang tidak takut mati. Bagaimana, Tuan Pemburu Bayaran?"
Mave terdanpar sejenak. Menatap peta itu, lalu menatap wanita misterius di hadapannya. Pekerjaan ini berbahaya, bahkan mungkin bunuh diri, tapi ia tahu ia sudah terpikat sejak wanita itu melangkah masuk ke pintu saloon.
Mave membetulkan posisi topinya dan tersenyum tipis. "Kudaku sudah beristirahat cukup, Jibby. Pimpin jalannya."
2 505
Plot cerita untuk @Jiheont
Matahari baru saja tenggelam di balik ufuk Oakhaven, menyisakan langit merah darah yang perlahan ditelan badai pasir. Mave mengikat kudanya erat-erat di tiang depan Blackwood Saloon, lalu melangkah masuk ke dalam kedai yang remang-remang. Aroma wiski murah dan keringat langsung menyengat hidungnya. Sebagai mantan lawman yang kini menjadi pemburu bayaran, Mave selalu memilih sudut paling gelap untuk mengawasi sekitar.
Suasana malam itu tenang, terlalu tenang, sampai denting lonceng pintu memecah keheningan. Seorang wanita melangkah masuk. Seluruh ruangan mendadak senyap. Ia mengenakan gaun hitam pekat yang elegan namun praktis untuk berkuda, kontras dengan debu gurun yang mengotori lantai saloon. Topi koboi bertepi lebar sengaja ditarik agak rendah, menyembunyikan sebagian wajahnya yang menawan. Namun, yang paling menarik perhatian Mave bukan parasnya, melainkan kilatan perak dari balik jubahnya—sepasang revolver laras panjang bergagang ukiran.
Wanita itu berjalan tenang menuju meja di sudut terjauh, mengabaikan tatapan liar para lelaki di sana. Aura misterius sekaligus berbahaya memancar kuat dari setiap gerakannya.
Didorong rasa penasaran, Mave berdiri dan berjalan mendekat, membawa botol wiski di tangan. "Gurun sedang mengamuk di luar, Nona. Kurasa mengobrol bisa sedikit menghangatkan suasana," ujar Mave, menarik kursi di hadapannya tanpa permisi.
Wanita itu mendongak. Sepasang mata elangnya menatap Mave tajam, namun ada segaris senyum tipis di bibirnya. "Nama saya Jibby," ucapnya, suaranya rendah dan berwibawa. "Dan jika saya jadi Anda, Tuan... saya akan tetap menjaga tangan saya dekat dengan sarung pistol."
"Mengapa begitu?" tanya Mave, menaikkan sebelah alisnya.
"Karena badai yang sebenarnya baru saja tiba."
2 505
Repost from N/a
⠀
[HEX. CORE_IN_LØRE / 'AUXILIΛRY'_1.05]
⊛ WIRED.IN.BASE ⌨ ………… 👾
Crimson Fumes: LOG-18, Veiled City Space.
(Abstrused The Stance As Only One Eye
Could Be Seen In The Interval.) ❖
⌔ ⌔ ⌔
#ATEEZisBAD
📟 ↷ Within the field of outcome vision,
its delineation began to break free
and replaced by dusks that were
about to wreck the current civility
─── /// ・ /// ───
⠀
3.4 DATA LEAKED
CACHE BACKUP: ID-256
in % TRANSFERED
اکنون در دسترس! پژوهش تلگرام ۲۰۲۵ — مهمترین بینشهای سال 
