fa
Feedback
Ruang Faedah

Ruang Faedah

رفتن به کانال در Telegram

Kanal pribadi, untuk mengisi waktu dengan hal positif. Kata ulama: "Jiwamu, jika tak kau sibukkan dengan hal positif, maka akan berbuat negatif." Narahubung: @Rawatebbot

نمایش بیشتر
4 792
مشترکین
اطلاعاتی وجود ندارد24 ساعت
-27 روز
+1830 روز
آرشیو پست ها
Percaya atau tidak, bahwa sebenarnya kehidupan manusia sudah tertata rapi, tenang dan penuh kebaikan. Titik kekacauan pertama di kehidupan dunia ini terjadi kala manusia lebih memprioritaskan nafsunya ketimbang tunduk pada aturan hidup yang ada. Menjadi jelas bagi kita, semakin banyak aturan hidup yg diterapkan maka semakin bahagia. Semakin jauh pasti semakin berantakan dan sengsara. Aturan hidup adalah aturan yang sudah ditetapkan oleh Allah. Dialah sumber kebaikan dunia dan akhirat, dan dari sisi-Nyalah kebahagiaan seorang hamba didapatkan, tidak pada selain-Nya. 📜 Ustadz Lukman Umar Bajuber 🔗 @Ruang_Faedahh 🔗 https://bit.ly/Ruangfaedah

Saat merasa bosan dan lelah dengan rutinitas mencari ilmu, ada baiknya kamu membaca salah satu gubahan syair ini: إِنَّ الْعَنَاءَ فِي سَبِيلِ الْعِلْمِ لَذَّةٌ وَالتَّعَبُ مِنْ أَجْلِ الْمَعْرِفَةِ سَعَادَةٌ “Sesungguhnya kesulitan dalam menuntut ilmu adalah sebuah kenikmatan, dan kelelahan demi meraih pengetahuan adalah sebuah kebahagiaan.” Kenapa bisa kesulitan dan lelah dalam mencari ilmu disebut dengan kenikmatan dan kebahagiaan? Karena lelahnya mungkin terasa hari ini, tapi buah dari ilmu akan kita rasakan sepanjang hidup. Maka ketika mulai bosan dan lelah, ingatlah: tidak semua rasa lelah harus dihindari. Ada lelah yang justru membawa kita kepada kebahagiaan. Atau bisa juga kamu ingat gubahan Asy Syafi'i rahimahullah dalam Diwan nya: وَمَنْ لَمْ يَذُقْ مُرَّ التَّعَلُّمِ سَاعَةً تَجَرَّعَ ذُلَّ الْجَهْلِ طُولَ حَيَاتِهِ “Barang siapa tidak merasakan pahitnya belajar walau sesaat, niscaya ia akan meneguk hinanya kebodohan sepanjang hidupnya.” Maka bersabarlah dengan lelahnya belajar. Sebab pahitnya menuntut ilmu hanya sementara, sedangkan manfaatnya akan mengiringimu sepanjang usia. @Ruang_Faedahh

Menyibukkan Beribadah pada Hari Jumat: Imam al-Hafizh Ibnul-Qayyim rahimahullah berkata tentang Hari Jumat: "Itulah hari yang disunahkan untuk disibukkan dengan ibadah. Hari Jumat memiliki keistimewaan dibandingkan dengan hari-hari lainnya dalam berbagai bentuk ibadah yang wajib dan sunnah. Allah Subhanahu wa Ta'ala menjadikan bagi setiap umat sebuah hari khusus untuk beribadah dan meninggalkan kesibukan dunia." ✍ Maka Hari Jumat adalah hari untuk beribadah." 📜 [Zadul-Ma'ad] Imam an-Nawawi rahimahullah berkata: "Hari Jumat adalah hari untuk berdoa, berdzikir, dan beribadah." 📝 [al-Majmu'] Dan al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata: "Bagian akhir hari Jumat lebih utama daripada bagian awalnya karena diakhir hari Jumat ada waktu yang diharapkan sebagai waktu doa yang mustajab." 📝 [Majmu' ar-Rasa'il] التفرغ للطاعات يوم الجمعة: . قال الحافظ ابن القيِّم ـ رحمه الله ـ عن يوم الجمعة: هو اليوم الذي يُستحب أنْ يُتفرّغ فيه للعبادة، وله على سائر الأيام مَزية بأنواع من العبادات واجبة ومستحبة، فالله سبحانه جعل لأهل كُلّ مِلة يومًا يتفرغون فيه للعبادة ويتخلون فيه عن أشغال الدنيا، فيوم الجمعة يوم عبادة.." [زاد المعاد] . وقال الإمام #النووي ـ رحمه الله ـ : يوم الجمعة يوم دُعاء وذِكرٍ وعِبادةٍ. [المجموع] . وقال الحافظ #ابن_رجب ـ رحمه الله ـ : وآخره أفضل من أوله لِمَا يُرجى في آخره من ساعة الإجابة. [مجموع الرسائل] •┈┈┈❁┈•✿❁📚❁✿•┈❁┈┈┈• #keutamaan #jumat #ibadah 📮 Kritik & Saran || @Rawatebbot ▶️ Kanal Telegram || https://telegram.me/Ruang_Faedahh ▶️ Saluran WhatsApp || https://whatsapp.com/channel/0029VaeN6MSGufIn9kr9iP21

Ada sebuah pepatah indah mengingatkan kita agar tidak kecewa manakala kebaikan kita dilupakan begitu saja إِن ضَاعَ عند النّاس حُسن صنيعك مَاضَاعَ عِند اللّه حبَّة خَردَل. “Jika kebaikan yang engkau lakukan di mata manusia dianggap sia-sia, maka di sisi Allah tidak ada yang sia-sia, walaupun hanya sebesar biji sawi.” Pepatah tersebut senada dengan Firman Allah ta'ala, فَمَن يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ “Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya.” [Az-Zalzalah: 7] Maka tak perlu bersedih apabila kebaikanmu tidak dihargai dan diingat oleh manusia, sebab Allah maha mengetahui dan mencatat setiap amal sekecil apapun, dan tidak ada kebaikan yang luput dari-Nya. @Ruang_Faedahh

🍃 ••••••••••••••••••• Banyak berzikir (mengingat Allah) adalah kunci kelapangan dada, serta penghilang rasa sedih dan gelisah yang menyelimuti hati. Renungkanlah kisah Nabi Yunus 'alaihissalam ketika beliau berdoa di tengah kegelapan (perut ikan, lautan, dan malam): "Bahwa tidak ada Tuhan selain Engkau. Maha Suci Engkau, sesungguhnya aku adalah termasuk orang-orang yang zalim." Maka seketika itu pula jawaban Allah datang: "Maka Kami telah memperkenankan doanya dan menyelamatkannya dari kedukaan. Dan demikianlah Kami selamatkan orang-orang yang beriman." Maka, barangsiapa yang dadanya terasa sesak, pikirannya kusut, dan jiwanya merasa terhimpit hingga merasakan panasnya kesedihan dan kobaran kegelisahan; inilah obatnya: Berzikirlah. Mereka yang banyak berzikir, rasa sedih tidak akan menemukan jalan menuju hati mereka. Kalaupun kesedihan itu mencoba datang, ia akan segera berbalik lari menjauh. Tagar: #Dzikir •┈┈┈❁┈•✿❁📚❁✿•┈❁┈┈┈• ▶️ Kanal Telegram || https://telegram.me/Ruang_Faedahh

Jika tidak beriman kepada takdir, kita pasti akan terus banyak menyalahkan keadaan. Lalu kita mulai berandai-andai, “Andai saja begini… dan begitu ..” Namun, bukankah Rasulullah ﷺ telah mengajarkan bahwa “seandainya” adalah pintu masuk setan? Karena mengandai-andai hanya menambah sesak dada, dan berakhir pada stres yang berkepanjangan. @Ruang_Faedahh

Suatu ketika Ada seorang lelaki ditanya, “Apa yang paling berat bagi hati?” Ia menjawab, “Dosa yang sudah terbiasa dilakukan, nikmat yang kita kira akan selalu ada, dan kematian yang kita lupa bahwa ia begitu dekat.” Maka jangan terus menunda taubat hanya karena merasa masih punya hari esok. Jangan sampai kita berkata, “Nanti saja aku bertaubat.” Sebab, berapa banyak orang yang pagi harinya masih sempat membuka mata, tetapi tidak sampai menikmati sore. Dan berapa banyak yang masih sempat menyambut malam, tetapi tidak pernah sampai melihat pagi kembali. Selagi Allah masih memberi kita kesempatan, jangan tunggu esok untuk kembali kepada-Nya. @Ruang_Faedahh

Kisah Nabi Yunus Alaihissalaam Baca disini

✍️ LOMBA MENULIS ANTOLOGI 🕋 “Jalan Pulang Menuju Baitullah” Kalau suatu hari Allah mengundangmu ke Baitullah, kisah apa yang ingin kamu bawa pulang? Sebuah pengalaman, doa, perjuangan, atau kerinduan yang tak pernah selesai? Yuk, tuangkan kisahmu dalam Lomba Menulis Buku Antologi “Jalan Pulang Menuju Baitullah”. 📖 Panjang tulisan: 1.500–3.000 kata 🗓️ Pendaftaran: 5 September–20 Oktober 2026 Tidak pernah haji atau umrah? Tetap bisa ikut! 🤍 Tersedia 3 kategori: 🕋 A — Aku Pernah Sampai Kisah perjalanan haji atau umrah yang benar-benar dialami. 🌿 B — Aku Sedang Menanti & Berjuang Kisah doa, perjuangan, dan kerinduan menuju Baitullah. 🤍 C — Kisah Orang yang Kucintai Menuliskan kisah orang lain yang memiliki perjalanan menuju Baitullah. 🎁 Hadiah: voucher potongan harga program umrah, sertifikat, uang pembinaan, dan paket buku eksklusif. 📥 Daftar di sini: https://lynk.id/kitabsyabab.id Kami tunggu kisahmu. Barangkali tulisanmu menjadi bagian dari cerita indah menuju Baitullah. 🕋🤍 #JalanPulangMenujuBaitullah #KitabSyabab #LombaMenulis #LombaMenulisAntologi #RinduBaitullah #MenulisDenganHati

photo content

Antara Pengejar Dunia dan Pengejar Ilmu مَن يَطْلُبِ العَيْشَ يَأْتِي المَوْتُ يَطْلُبُهُ وَطَالِبُ الجَاهِ تَعْلُو فَوْقَهُ الرُّتَبُ Siapa yang mengejar dunia, kematian justru akan mengejarnya. Dan siapa yang mengejar kedudukan, ia akan terus diburu oleh ambisi dan tingkatan. Allah ﷻ mengingatkan: أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِككُّمُ الْمَوْتُ “Di mana pun kalian berada, kematian akan mendatangi kalian.” (An-Nisā’: 78) وَطَالِبُ العِلْمِ كُلُّ النَّاسِ تَطْلُبُهُ كَأَنَّهُ المَاءُ يَرْوِي مَنْ بِهِ جَدَبُ Adapun pencari ilmu, manusia akan mencarinya. Ia laksana air yang menyegarkan jiwa yang dahaga. Sebab ilmu mengangkat pemiliknya. Allah ﷻ berfirman: قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لَا يَعْلَمُونَ “Apakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?” (Az-Zumar: 9) وَهَكَذَا النَّاسُ إِمَّا زَاهِدٌ وَرِعٌ رَفِيقُهُ قَلَمٌ أَصْحَابُهُ الكُتُبُ Begitulah manusia: ada yang hidup zuhud dan wara‘; teman setianya pena, sahabatnya kitab-kitab. وَآخَرٌ هَمُّهُ دُنْيَا يُجَمِّعُهَا كَأَنَّهَا النَّارُ يُرْمَى فَوْقَهَا الحَطَبُ Ada pula yang seluruh pikirannya tertuju pada dunia, sibuk mengumpulkannya; seperti api yang terus dilempari kayu bakar, semakin banyak, semakin menyala. Rasulullah ﷺ bersabda: لَنْ يَمْلَأَ فَاهُ إِلَّا التُّرَابُ “Tidak ada yang akan memenuhi mulut anak Adam kecuali tanah.” (Riwayat al-Bukhārī dan Muslim) لَا يَسْتَوِي النَّاسُ هَذَا عَيْشُهُ رَغَدٌ وَعَكْسُهُ ذَاكَ عَيْشٌ كُلُّهُ عَطَبُ Manusia tidaklah sama. Ada yang hidupnya lapang karena hatinya merasa cukup, dan ada yang hidupnya sempit karena terus mengejar sesuatu yang tak pernah cukup. Pada akhirnya, dunia akan kita tinggalkan, sementara ilmu dan amal akan menjadi bekal perjalanan. Maka jangan sampai kita menjadi orang yang sepanjang hidupnya sibuk mengumpulkan sesuatu yang pasti ditinggalkan, tetapi lupa mempersiapkan sesuatu yang pasti didatangi. فَاخْتَرْ لِنَفْسِكَ مَا يَبْقَى، لَا مَا يَفْنَى Pilihlah untuk dirimu sesuatu yang kekal, bukan sesuatu yang akan binasa. @Ruang_Faedahh

Repost from Ruang Faedah
Jumat sore akan segera tiba. Waktu yang tersisa dari harimu tinggal beberapa jam lagi. Maka manfaatkanlah sebaik-baiknya sebelum lembaran amal hari ini ditutup. Perbanyaklah bershalawat kepada Nabi ﷺ, dan bersungguh-sungguhlah memohon kepada Allah. Siapa tahu, di antara doa-doamu hari ini ada yang bertepatan dengan waktu mustajab, lalu Allah mengabulkannya, sehingga Allah memperbaiki urusanmu, mengobati kegundahan hatimu, atau membukakan untukmu pintu-pintu kebaikan yang tak pernah engkau sangka sebelumnya. Maka, janganlah engkau mengakhiri hari Jumat ini kecuali telah memiliki bagian yang banyak dari zikir, doa, tilawah Al-Qur'an dan amalan saleh lainnya. @Ruang_Faedahh

🍂 Imam al-Auza’i رحمه الله berkata: “Tidak ada satu waktu pun dari waktu-waktu yang kita jalani di dunia ini, melainkan kelak akan diperlihatkan kepada seorang hamba pada hari kiamat. Tidaklah berlalu satu jam yang di dalamnya ia tidak mengingat Allah Ta‘ala, melainkan jiwanya akan diliputi penyesalan yang mendalam karena telah menyia-nyiakannya. Lalu, bagaimana dengan seseorang yang waktu demi waktunya telah berlalu, hari demi hari, malam demi malam, sementara ia tidak menggunakan waktu-waktu tersebut untuk mengingat Rabb-nya?! Sungguh, waktu yang telah berlalu tidak akan pernah kembali. Maka jangan biarkan hari-hari kita berlalu tanpa dzikir, tanpa ketaatan, dan tanpa amal yang mendekatkan kita kepada Allah. Sebab kelak, kita akan menyadari betapa berharganya setiap waktu yang dahulu kita sia-siakan.” 📜 [ Hilyatul Auliya' ] @Ruang_Faedahh

+1
QOF MQGHRI 260826 1.mp34.88 MB

Harga sebuah pencapaian Orang-orang bijak sepakat bahwa tidak ada tujuan yang dapat diraih tanpa usaha yang sepadan. Sebab, ketika seseorang benar-benar tahu apa yang ingin ia capai, segala pengorbanan yang harus ia berikan akan terasa lebih ringan. Sebaliknya, siapa yang mengejar sebuah pencapaian tanpa memahami jalan dan tahapan yang harus dilalui, ia akan mudah tersandung sebelum sampai pada tujuannya. Dan siapa yang terlalu memberi kelonggaran kepada dirinya, membiarkan waktu berlalu tanpa kesungguhan, pada akhirnya akan dikalahkan oleh beratnya perjalanan hidup. Setiap perjalanan memiliki tujuan, dan setiap tujuan memiliki jalan untuk mencapainya. Setiap jalan membutuhkan pertimbangan, pandangan yang jernih, dan kebijaksanaan dalam menentukan langkah. Sebab, ketika seseorang tidak mampu membaca dan memahami apa yang ada dalam dirinya, berbagai kesempatan dan keberhasilan yang sebenarnya dekat dengannya pun dapat luput begitu saja. تَهونُ عَلَينا في المَعالي نُفوسُنا وَمَن خَطَبَ الحَسناءَ لَم يُغلِها المَهرُ “Demi meraih kemuliaan, mengorbankan diri terasa ringan bagi kami. Sebab, siapa yang menginginkan sesuatu yang indah dan bernilai tinggi, tidak akan menganggap mahal pengorbanan yang harus diberikan untuk mendapatkannya.” 📌 Pada akhirnya, sesuatu yang bernilai tinggi memang menuntut harga yang setimpal. Semakin luhur tujuan yang kita kejar, semakin besar pula kesungguhan dan pengorbanan yang perlu kita siapkan. Sebab, ketika kita benar-benar tahu apa yang kita inginkan, perjuangan untuk mendapatkannya tidak lagi terasa sebagai beban. @Ruang_Faedahh

Allah sangat mampu mewujudkan apa yang kau impikan Apa yang kita harapkan, Allah mampu mewujudkannya, meskipun seluruh sebab telah terputus dan segala jalan terasa sempit. Allah tetap mampu mewujudkannya, meskipun keadaan seakan tidak memungkinkan, meskipun ada berbagai rintangan dan apa pun yang menghalangi. Sebab, Dia-lah Yang Mahakuasa, yang di tangan-Nya segala urusan berada. Tidak ada sesuatu pun di bumi maupun di langit yang mampu melemahkan-Nya. “Dan Allah-lah Yang Mahaperkasa, berkuasa atas hamba-hamba-Nya, dan Dia Mahamengetahui lagi Mahateliti.” (Al-An‘ām: 18) @Ruang_Faedahh

Aku juga ingin mendapat taufiq untuk selalu berdo'a... Aku tidak pernah sekalipun iri atas kenikmatan yang di rasakan orang lain, sebagaimana aku iri kepada orang-orang yang senantiasa memanjatkan doa. Sebab, dalam doa mereka tampak ketulusan penghambaan dan adab mereka yang begitu agung kepada Allah. Kamu bisa melihat bagaimana mereka menyambut setiap ketetapan Allah dengan lapang dan penuh penerimaan. Mereka terus-menerus memohon kepada-Nya, meskipun jawaban atas doa itu terasa begitu lama. Hati mereka dipenuhi keyakinan kepada Allah; tak ada sesuatu pun yang mampu mengalahkannya dan tak ada keputusasaan yang mampu mengepungnya. Dengan keyakinan itu, mereka justru menikmati panjangnya munajat kepada Allah, dan seakan-akan telah merasakan datangnya pertolongan sebelum waktunya tiba. Dalam keadaan apa pun, mereka tetap mendapatkan pahala dan berada dalam keberuntungan. Sebab, doa mereka tidak pernah sia-sia: adakalanya dikabulkan, adakalanya disimpan pahalanya untuk mereka, atau dengan doa itu Allah menolak suatu keburukan yang semestinya menimpa mereka. @Ruang_Faedahh

Repost from Al Jauziyyah
. النـاس مـا اسـتـغـنـيـت كـنـت أخـالـهـم وإذا افـتـقـرت إلـيـهـم فـضـحـوكـا Saat aku berkecukupan, mereka adalah ‘temanku’ Namun tatkala aku membutuhkan mereka, mereka menertawaiku.” 📕 | Raudhatul 'Uqala' 1/86. .

Allah tidak pernah lupa pada kebaikan yang pernah kamu lakukan, pada luka yang selama ini kamu tahan, ataupun pada senyum yang tetap kamu berikan meski hatimu sendiri sedang tidak baik-baik saja. Mungkin manusia lupa pada kebaikanmu. Mungkin mereka tidak tahu seberapa keras kamu berusaha untuk tetap sabar. Bahkan mungkin, orang yang kamu perlakukan dengan baik justru berbalik menyakitimu. Tapi Allah tidak pernah lupa. Dia tahu setiap lelah yang kamu sembunyikan, setiap air mata yang jatuh tanpa suara, setiap sabar yang kamu perjuangkan, dan setiap kebaikan yang kamu lakukan meski tak pernah dipuji. Allah berfirman: إِنَّا لَا نُضِيعُ أَجْرَ مَنْ أَحْسَنَ عَمَلًا “Sesungguhnya Kami tidak menyia-nyiakan pahala orang yang berbuat kebaikan.” — QS. Al-Kahf: 30 Jadi, tetaplah berbuat baik. Tetaplah bersabar. Tidak semuanya harus dilihat manusia untuk menjadi berarti. Sebab ada Allah yang melihat semuanya. ومَا كَانَ رَبُّكَ نَسِيًّا “Dan Tuhanmu tidak pernah lupa.” — QS. Maryam: 64 @Ruang_Faedahh

Tetaplah kuat, tersenyumlah, dan ucapkanlah: Alhamdulillah. Sebab, ada Rabb Yang Maha Pengasih lagi Maha Pemurah. Dia mengetahui keadaanmu, memahami setiap luka dan lelahmu. Dia akan melapangkan kesulitanmu, menghapus dosa-dosamu, dan mengangkat derajatmu di sisi-Nya. Maka, tersenyumlah. Yakinlah, senyum yang kau hadirkan di bibirmu bukan hanya akan membahagiakan orang-orang di sekitarmu, tetapi juga akan terlebih dahulu menenangkan dan membahagiakan hatimu sendiri. Sebab engkau adalah seorang yang ridha, berhati indah, menerima setiap ketetapan Allah dengan penuh keimanan. @Ruang_Faedahh