fa
Feedback
(DISBANDED) Abyss Of The Horizon.

(DISBANDED) Abyss Of The Horizon.

رفتن به کانال در Telegram

𝟭𝟭𝟭𝟳 : Wandering multiple horizons to pursue vis dreams and holy grail, th' eighth juvenile cherish each other amidst the equivalent courage. Will thou affix xyr jaunt 'nd decisively perceive vis trueselves? ✶

نمایش بیشتر
3 669
مشترکین
اطلاعاتی وجود ندارد24 ساعت
-587 روز
-35230 روز
آرشیو پست ها
Di sisi lain, Simon berhasil menemukan jawaban teka-teki dan segera ia mencari keberadaan komputer. Saat berjalan di labirin, ia mematung terkejut melihat seseorang dengan rambut abu-abu terang yang ia kenal sedang melakukan tindakan keji. Simon dapat melihat bahwa yang menjadi korban adalah Khale. Matanya sudai terlepas dari tempatnya dan Simon dapat melihat bahwa Naraya sedang mencoba mengambil jantung korbannya. Untuk menghindari ketahuan, ia memutar balik dan mencari jalan lain. Tidak jauh dari sana ada sebuah komputer di ujung lorong. Ia segera menuju komputer tersebut dan menjawab teka-teki dengan kata 'a book'. Brangkas pun terbuka otomatis, memperlihatkan sebuah pisau dan secarik kertas di dalamnya.

Karena tak kunjung datang, akhirnya ia berniat mencari keberadaan Naraya, naas baru saja dia berbalik badan ada sebuah benda menghantam keras kepalanya beberapa kali sehingga langsung membuatnya tak sadarkan diri dengan darah mengalir deras dari kepalanya. "Gua...kira lu b-baik...t-ter–" belum selesai Khale menyelesaikan kalimatnya, Naraya layangkan kayu yang di ambil dari penyangga meja ke kepala Khale sehingga membuat tengkoraknya pecah seketika sehingga ia kehilangan nyawa. Sang pelaku merasa cemas, bersalah, dan takut, sehingga hanya bisa menggigit bibir. Dengan tangan gemetar, ia mengeluarkan pisau dari saku celananya dan mulai membedah tubuh Khale, untuk diambil jantung dan matanya.

Setelah membaca teka-teki, kelima pria itu berpencar dengan cemas, sementara Naraya berdiri di balik lemari buku, menunggu korban. Tak lama, suara Khale terdengar, dan Naraya berpura-pura mencari petunjuk di antara buku-buku. "Eh kak, lo masih nyari clue ya? Gua ikut boleh ngga? Jujur bingung banget banget tapi tadi gua nemu tempat dimana komputernya sih, ya please?" Ujar Khale memohon pada Naraya untuk menemaninya. "Yaudah deh boleh, Khal." Akhirnya Naraya menyetujui dan pergi bersama Khale. Di tengah perjalanan, Naraya memutuskan untuk menjalankan aksinya. Ia berkata kepada Khale, "Khal, bentar ya, barang aku jatuh, tunggu sini aja, nanti aku nyusul." Khale hanya bisa menghela napas dan menunggu.

Yang bener coba absen kata tejo

What am i?
Anonymous voting

Tungkai kelima pria itu membawa mereka ke sebuah ruangan yang penuh rak buku, yang mereka ketahui sebagai perpustakaan. Di tengah meja, Hogan menemukan secarik kertas yang menarik perhatian keempat pria lainnya untuk berkumpul di sekitar meja. "Hah lagi, bahkan sekarang harus mencar. Fuck." keluh Khale. "Yaudah deh kita ikutin perintah aja, berarti mulai sekarang kita masing-masing ya, buat dapetin jawabannya." titah Simon. Yang lain dengan berat hati setuju dengannya, akhirnya mereka berpencar mengelilingi perpustakaan yang cukup besar dan berbentuk labirin itu.

Library.
Library.

Xixixi bercanda azza dikzz,,,

Des ghosting yak?

Naraya langsung menyembunyikan pisau dan kertas itu di dalam sakunya sebelum akhirnya dia memanggil yang lain untuk membagikan senter masing-masing kepala. Khale yang bingung darimana senter itu berasal langsung mengajukan pertanyaan kepada Naraya. "Kenapa ada senter, dapet dari mana?" "Ngga tau, aku juga nemu di laci meja itu soalnya kebuka sendiri dan ternyata ada senter disana." Ucap Naraya menjelaskan tanpa memberi tahu bahwa dia menemukan barang lain disana. Woody mengedarkan pandangannya, masih penasaran dengan ruangan usang ini. Matanya tertuju pada pintu dengan warna cat yang berbeda diruangan ini, akhirnya ia berjalan menuju pintu tersebut. Ceklek Pintu itu terbuka dan ada sebuah lorong gelap yang ia yakini mengapa mereka memegang senter. "Guys ada jalan nih, kayaknya kita harus lewat sini." Ujarnya sebelum ia jalan lebih dahulu dan diikuti yang lain.

Hogan mengambil secarik kertas itu seketika raut wajahnya berubah kesal setelah membaca isi yang ada di kertas tersebut. "Damn, maksudnya jangan percaya temen sendiri apaan." Woody yang berada disebelah menepuk pundaknya. "tenang aja, gua bakal tetap percaya sama lu, cil." ucap Woody meyakinkan Hogan bahwa ia akan terus percaya dengan sahabatnya itu. Saat semua sibuk dengan lembaran kertas, Naraya berjalan menuju meja dan menemukan laci yang terbuka. Di dalam laci, ia melihat lima buah senter, pisau bedah dan secarik kertas.

Penasaran ga isi kertasnya apaan?

Mereka semua menyerengit kan dahi kebingungan dengan kalimat yang berada di papan tulis itu. Tak berapa lama Woody menyadari sesuatu "Ini kayaknya teka-teki, ya ngga sih? Kalimatnya kayak merajuk ke suatu kata soalnya." Semua yang di ruangan itu mengangguk setuju dengan statement yang dibuat oleh Woody. "Berarti kalau gitu pasti disini banyak petunjuknya buat ngejawabnya." Lanjutnya. "Berarti kita mencar buat nyarinya ya, biar cepet bisa keluar." Ujar simon. Dan langsung dibalas dengan anggukan lainnya. Mereka mulai mencari petunjuk di setiap sudut ruangan, dan setelah satu jam, akhirnya berhasil menemukan petunjuk dari jawaban tersebut. "Siapa yang mau coba jawab?" Tanya Hogan kepada mereka. "Aku deh sini." Naraya langsung berjalan kedepan untuk menjawab pertanyaan teka-teki dipapan tulis. Naraya mengambil kapur dan menuliskan sebuah jawaban 'a secret', tak lama terdengar suara bahwa mereka menjawab dengan benar. Tak lama lembaran kertas beterbangan dari atas.

What am i?
Anonymous voting

Mereka mengamati ruangan tersebut dengan perasaan yang campur aduk, kebingungan, takut ingin untuk cepat keluar dari tempat ini dan kembali ke rumah. Khale menyadari sebuah kalimat di papan tulis dan segera memanggil keempat pria yang baru ia kenal hari ini, dan mereka semua kebingungan dengan kalimat yang berada di papan tersebut.

Classroom.
Classroom.