KABAR USAHA
رفتن به کانال در Telegram
963
مشترکین
اطلاعاتی وجود ندارد24 ساعت
-67 روز
-1830 روز
در حال بارگیری داده...
کانالهای مشابه
هیچ دادهای
مشکلی وجود دارد؟ لطفاً صفحه را تازه کنید یا با مدیر پشتیبانی ما تماس بگیرید.
ابر برچسبها
اشارات ورودی و خروجی
---
---
---
---
---
---
جذب مشترکین
ژوئیه '26
ژوئیه '260
در 0 کانالها
ژوئن '260
در 0 کانالها
Get PRO
مه '26
+1
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '260
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '260
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '26
+2
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '260
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '250
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '250
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '250
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '25
+1
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '250
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '25
+2
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '250
در 0 کانالها
Get PRO
مه '250
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '250
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '25
+4
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '25
+1
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '25
+1
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '24
+1
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '24
+1
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '240
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '24
+2
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '24
+1
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '24
+8
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '24
+1
در 0 کانالها
Get PRO
مه '24
+2
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '24
+1
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '240
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '24
+1
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '24
+2
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '23
+1
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '23
+2
در 1 کانالها
Get PRO
اکتبر '23
+2
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '23
+2
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '23
+4
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '23
+10
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '23
+2
در 0 کانالها
Get PRO
مه '23
+3
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '23
+5
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '23
+7
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '23
+11
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '23
+12
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '22
+8
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '22
+5
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '22
+2
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '22
+8
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '22
+2
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '22
+4
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '22
+2
در 0 کانالها
Get PRO
مه '22
+5
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '22
+9
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '22
+8
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '22
+3
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '22
+9
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '21
+8
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '21
+6
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '21
+1
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '21
+3
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '21
+10
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '21
+8
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '21
+8
در 0 کانالها
Get PRO
مه '21
+8
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '21
+12
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '21
+30
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '21
+13
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '21
+19
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '20
+3 045
در 0 کانالها
| تاریخ | رشد مشترکین | اشارات | کانالها | |
| 04 ژوئیه | 0 | |||
| 03 ژوئیه | 0 | |||
| 02 ژوئیه | 0 | |||
| 01 ژوئیه | 0 |
پستهای کانال
Saat Semua Pintu Terasa Tertutup, Ke Mana Lagi Harus Mengetuk?
Siang ini di Setu, hawa udara terasa cukup terik dan kering. Permukaan meja kayu yang saya sentuh terasa hangat, sedikit menyimpan panas dari cahaya matahari yang menyusup masuk melalui celah jendela. Tidak ada bau tanah basah hari ini; yang ada hanyalah aroma debu tipis yang tertiup angin jalanan dan sedikit wangi sisa kopi yang tertinggal di cangkir keramik di sebelah tangan kanan saya. Suasana di luar pun terdengar ramai dengan deru knalpot yang konstan, menandakan kehidupan di sekitar Masjid Jami Al-Hikmah Hidayah sedang sibuk-sibuknya.
Duduk di kursi kerja ini, saya baru saja menutup telepon dari seorang klien yang mungkin sedang merasa dunianya runtuh. Dia mengeluh panjang lebar, mencari sandaran.
Saya mendengarkan. Tapi di tengah percakapan itu, saya teringat sesuatu yang sering saya bisikkan pada diri sendiri: "Mau ngeluh? Jangan ke manusia, langsung saja kepada Sang Pemilik semesta."
Bukan karena manusia tidak peduli, tapi sering kali, kita semua—saya, Anda, klien saya tadi—sedang sama-sama sibuk menahan sakitnya sendiri. Saat kita terlalu lelah dengan beban di pundak, kita tidak lagi punya ruang untuk memikul beban orang lain.
Dunia profesional, apalagi di dunia konsultan yang saya jalani bersama tim di PT Sinergi Hadi Sejahtera, memang sering terasa seperti ruang kedap suara. Kita dituntut untuk selalu tampil "siap", selalu punya solusi, seolah-olah kita tidak punya rapuh. Padahal, di balik setiap proposal yang disusun atau strategi yang kami tawarkan, ada proses "mengeluh" yang privat—bukan dalam bentuk kata-kata, tapi dalam bentuk sujud panjang di atas sajadah, saat hening malam memeluk raga.
Sering kali, orang bertanya bagaimana saya menghadapi tantangan di bisnis ini tanpa melihat secara fisik. Saya jawab: solusinya bukan dengan mencari validasi dari manusia lain, melainkan dengan menyelaraskan frekuensi diri dengan Sang Pemilik Skenario.
Di PT Sinergi Hadi Sejahtera, kami belajar bahwa pendekatan konsultasi yang efektif bukan hanya soal angka atau data yang tertata rapi di perangkat lunak pembaca layar, melainkan tentang ketulusan mendengarkan masalah klien yang sering kali tidak tersampaikan lewat kata-kata. Kami mengedepankan empati yang mendalam karena kami pun, sebagai penyandang disabilitas, terbiasa menghadapi tantangan yang orang lain mungkin tak sempat pikirkan.
Mungkin hari ini Anda sedang lelah. Mungkin target tidak tercapai, atau komunikasi dengan mitra bisnis terasa buntu seperti tembok beton yang saya sentuh di pojok ruangan ini—panas dan keras. Sebelum Anda mencari telinga manusia yang mungkin juga sedang lelah mendengar, coba ambil napas dalam-dalam. Sadari bahwa di balik riuh rendah dunia yang terasa terik ini, ada Sang Pemilik semesta yang tidak pernah sibuk, tidak pernah lelah, dan selalu punya waktu untuk mendengar keluhan yang paling jujur sekalipun.
Jika manusia sedang sibuk menahan sakitnya sendiri, bukankah lebih nyaman untuk berbagi pada Dia yang tidak punya batas dalam memikul beban kita?
Bagaimana dengan Anda? Apakah hari ini Anda merasa sudah cukup "didengar", atau justru sedang menjadi pendengar untuk beban orang lain yang sebenarnya sudah sangat berat?
| 2 | * Dulu: Kita punya 1.000 orang yang tahu produk kita \rightarrow yang beli cuma 10% (100 orang) \rightarrow masing-masing belanja Rp100.000 \rightarrow dan mereka cuma beli 2 kali setahun. Total omset kita = Rp20.000.000.
* Sekarang: Kita coba lebih rajin promosi dan ramah. Orang yang tahu naik jadi 2.000 orang \rightarrow yang beli naik jadi 20% (400 orang) \rightarrow karena ditawari paket hemat, mereka belanja Rp200.000 \rightarrow karena pelayanannya ramah, mereka balik beli sampai 4 kali.
Tebak jadi berapa? Omset kita berubah jadi Rp320.000.000! Melompat 16 kali lipat hanya karena kita memperbaiki hal-hal kecil tadi. Asyik banget, kan? ˆ⌣ˆ
Teman-teman pejuang disabilitas yang saya banggakan, langkah besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan penuh cinta dan konsisten. Di bawah naungan PT Sinergi Hadi Sejahtera, kita tidak berjalan sendirian. Kita adalah keluarga yang saling menopang agar bisa berdiri tegak dan mandiri bersama.
Kalau Anda merasa bingung harus mulai dari mana, punya kendala di produk, atau cuma butuh teman untuk curhat dan berbagi cerita tentang perjuangan bisnisnya, silakan sapa saya ya. Saya akan sangat senang mendengarkan.
> 📱 Yuk, Ngobrol Bareng Abdul Hadi di WA: 082331562910
> Jika coretan santai ini terasa bermanfaat dan bisa membakar semangat baru, yuk bagikan saluran Karya Setara ini ke teman-teman yang lain lewat tautan di bawah ini:
> 🔗 Ikut Saluran Solusi Pejuang Disabilitas: https://bit.ly/suscribe_saluranSolusiPejuangDisabilitas_WA
>
Mari kita buktikan bersama bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Karya kita setara, dan sukses adalah milik kita semua! Selamat mencoba dan semangat ya! 🪴🍒
#KaryaSetara #SinergiHadiSejahtera #PejuangDisabilitas | 50 |
| 3 | ## Omset Mandek Bikin Pusing? Yuk, Kita Duduk Bareng dan Bedah Rahasianya Sambil Ngopi ☕️
Halo Sahabat Karya Setara semuanya, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga sehat dan selalu bersemangat, ya!
Beberapa hari lalu, saya sempat mengobrol dengan salah satu teman pejuang disabilitas yang baru merintis usaha kerajinan tangan. Di tengah obrolan, beliau menghela napas panjang dan berbisik lirik, *"Mas Hadi, kok rasa-rasanya omset saya segini-gini aja ya? Kadang jenuh, rasanya pengen menyerah aja."*
Mendengar itu, hati saya rasanya langsung *mak jleb*. Jujur, saya paham betul rasanya. Di dunia bisnis, wajar banget kalau kita kadang merasa lelah dan mentok. Rasanya sudah kerja keras dari pagi ketemu malam, tapi angka di celengan belum bergerak naik. Kalau sudah begitu, rasanya mau tutup buku aja dan pulang, hehehe... :p
Tapi tunggu dulu, Sahabat. Sebelum kita patah semangat, mari kita taruh dulu bebannya sebentar, ambil segelas teh atau kopi hangat, dan kita bedah masalah ini pelan-pelan sebagai seorang sahabat.
Kami di PT Sinergi Hadi Sejahtera selalu percaya bahwa keterbatasan fisik atau situasi apa pun bukanlah penghalang untuk kita bisa mandiri secara ekonomi. Lewat wadah Karya Setara ini, kita ingin maju bareng-bareng. Nah, hari ini saya mau bocorin satu cara pandang sederhana yang bisa mengubah jalannya bisnis kita.
### Ternyata, Omset Itu Cuma "Efek Samping"!
Banyak dari kita yang stres mikirin, *"Aduh, gimana ya biar omset naik? Gimana ya biar untung gede?"*
Ternyata, rahasianya adalah: omset, keuntungan, dan jumlah pembeli itu nggak perlu dipusingkan di awal. Kenapa? Karena tiga hal itu hanyalah "efek samping" atau hasil akhir dari pelayanan (*service*) dan cara jualan (*selling*) kita sehari-hari.
Kalau kita mau omsetnya melesat sampai 16 kali lipat, kuncinya cuma ada di 4 langkah sederhana ini. Kita nggak usah muluk-muluk langsung naik drastis, cukup naikkan sedikit saja di setiap langkahnya. Yuk, kita pelajari pelan-pelan:
### 1. Bikin Orang Tahu Dulu (Prospek)
Bagaimana orang mau beli kalau mereka nggak tahu kita jualan apa, iya kan? Jadi tugas pertama kita adalah mengenalkan produk kita ke banyak orang.
* Cara gampangnya: Mulai dari yang paling dekat. Share foto produk di status WhatsApp, Facebook, atau Twitter. Kalau ada modal sedikit, bisa bagi-bagi brosur atau tempel pamflet di tempat yang ramai. Jangan malu untuk bilang, *"Ini lho, karya hebat saya!"*
### 2. Bantu Mereka Mengambil Keputusan (% Closing)
Kalau sudah ada yang nanya-nanya lewat chat atau datang langsung, jangan langsung dijutekin atau buru-buru disuruh bayar.
* Cara gampangnya: Dengarkan dulu ceritanya, mereka butuhnya apa? Lalu kasih solusi lewat produk kita. Di akhir obrolan, kasih penawaran spesial yang sayang banget kalau dilewatkan. Misalnya: *"Khusus hari ini, kalau beli sekarang dapat potongan harga ya, Kak."* Bikin mereka merasa rugi kalau nggak beli saat itu juga.
### 3. Sambil Menyelam Minum Air (Average Sales)
Ini trik supaya uang yang dibelanjakan pembeli jadi lebih banyak dalam sekali beli.
* Cara gampangnya: Tawarkan produk pelengkap. Kalau ada yang beli celana, tawarkan sekalian ikat pinggangnya. Atau kalau beli kue satu toples, tawarkan, *"Mau sekalian tambah satu toples lagi Kak buat hadiah saudara? Harganya jadi lebih hemat lho."* Yang tadinya mau beli satu, jadi beli dua!
### 4. Jaga Hubungan Biar Mereka Balik Lagi (Repeat Order)
Pembeli paling berharga adalah pembeli lama yang mau belanja lagi ke tempat kita.
* Cara gampangnya: Ini soal hati. Berikan pelayanan terbaik, ramah, jujur, dan pastikan kualitas produk kita memang bagus. Pelanggan yang merasa disayang dan dihargai pasti bakal balik lagi tanpa perlu kita suruh.
### Keajaiban Kalau Kita Mau Berusaha Sedikit Saja
Mari kita bayangkan matematika sederhananya tanpa perlu pusing dengan rumus yang ribet. | 40 |
| 4 | 🌱 Sikap Itu Pondasi, Bukan Sekadar Tambahan
Pernah nggak sih kita sibuk banget ngejar mimpi?
Pengen kaya kayak Abdurrahman bin Auf.
Pengen punya bisnis unicorn, valuasi triliunan.
Pengen bisa wakaf kayak Usman bin Affan.
Saya pun pernah mikir begitu.
Tapi ternyata, mimpi besar nggak cukup kalau sikap kita masih berantakan.
Yang bikin usaha sering tumbang bukan produknya, bukan modalnya. Tapi cara kita bersikap.
Kalau mentalnya negatif, gampang nyerah, gampang tersinggung, gampang campur aduk urusan rumah sama bisnis.
Saya pernah ngalamin itu. Rasanya pahit banget.
Pelanggan pergi, hati capek, bisnis nggak jalan.
Baru saya sadar… orang-orang besar itu bukan cuma jago cari duit.
Mereka punya sikap yang sehat.
Mereka bisa menghargai diri sendiri, jaga etika sama pelanggan, pisahin urusan pribadi dari bisnis, dan anggap usaha sebagai ladang kebaikan.
Kadang bisnis kalah bukan karena produknya jelek… tapi karena respon dan sikap pemiliknya nggak siap.
🌱 Kalau kamu lagi mikir gimana caranya bikin usaha lebih ringan dan rapi, mungkin ini bisa jadi awal:
👉 https://linkku.id/sinergihadi/
Kalau butuh sistem simple buat rapihin konten teks, bisa cek di sini:
👉 https://tintahadi.blogspot.com/p/shs-copyw-system.html
Lewat Chat Kilat, saya bantu pelan-pelan supaya komunikasi bisnis terasa lebih rapi, lebih nyaman dibaca, dan lebih enak dilihat pelanggan.
Kalau kakak lagi capek ngurus semuanya sendiri, mungkin ini bisa jadi awal buat bikin bisnis terasa lebih ringan 🌱
Yuk ngobrol santai dulu 😊
👉 https://tintahadi.blogspot.com/p/chat-kilat.html
✍️ Abdul Hadi — TunaNetra 🪞
👉 Pelanggan puas, bisnis makin maju! 🌟 | 55 |
| 5 | 🚨 “Bukan kamu yang tidak berbakat… mungkin kamu hanya terlalu cepat menyerah di tengah jalan.”
Bismillah.
Ada momen ketika kita melihat orang lain seperti “ditakdirkan” sukses di bisnis.
Jualan terlihat mudah, respon cepat, hasil pun terasa nyata.
Sementara kita? Masih ragu, masih maju mundur. Bahkan kadang belum mulai sudah merasa kalah.
Aku pernah menemui cerita sederhana.
Seseorang punya produk bagus, niatnya kuat. Tapi setiap mau posting, selalu tertunda.
Takut tidak laku. Takut tidak ada yang respon.
Akhirnya hari demi hari lewat… tanpa langkah berarti.
Kalau direnungkan, ini bukan tentang bakat.
Ini tentang bagaimana kita memperlakukan proses.
Sering kali kita lupa…
Kita melihat orang lain di “hasil akhir”, sementara kita baru di “halaman pertama”.
Coba bayangkan tukang sayur di pasar.
Awalnya mungkin belum pandai menawarkan, belum luwes melayani.
Tapi karena setiap hari bertemu pembeli, lama-lama terbiasa.
Dari canggung… jadi percaya diri.
Bisnis juga begitu.
Kemampuan itu tumbuh karena diulang, bukan karena langsung ada.
Menulis caption? Bisa dilatih.
Foto produk? Bisa dipelajari.
Berani menawarkan? Itu lahir dari kebiasaan.
Mulailah dari kecil.
Tidak perlu langsung sempurna.
Cukup 10 menit sehari.
Latih diri menulis, mencoba, memperbaiki.
Pelan saja… tapi konsisten.
Sekarang coba tanya ke diri sendiri…
Apakah benar kamu tidak berbakat?
Atau kamu belum cukup sabar menjalani prosesnya?
Karena dalam bisnis, yang bertahan bukan yang paling hebat di awal.
Tapi yang terus belajar dan tidak berhenti di tengah jalan. 🌱
Dan kalau di perjalanan kamu merasa kewalahan—terutama dalam membalas chat pelanggan—itu hal yang sangat wajar.
Banyak usaha justru terhambat bukan karena produknya, tapi karena respon yang lambat.
Di sinilah kamu bisa mulai terbantu dengan sistem seperti Chat Kilat—yang membantu menjaga respon tetap aktif meski kamu sedang sibuk.
Silakan cek dan kenali lebih jauh di sini:
📌 Facebook: https://www.facebook.com/abdulhadidiva
📩 Telegram: https://t.me/kabarusaha
🎥 Cerita Pengembang: https://www.youtube.com/live/WJGVyVBXIw0?si=XjNKdaeGKeH3UeWp
📊 Gambaran Sistem: https://bit.ly/GambaranChatKilat
📞 Chat Kilat: 085189999672
Karena dalam bisnis, bukan hanya tentang memulai…
Tapi tentang bertahan dan terus memperbaiki.
Tidak apa-apa kalau hari ini masih pelan.
Yang penting kamu tidak berhenti.
Mulai saja dulu.
Sisanya… biarkan proses yang membentukmu.
— Abdul Hadi DIVA ☕✍️
#MotivasiBisnis | 71 |
| 6 | 🔥 — 🚨 🛑 Bismillah…
Saat Iklan Habis, Tapi Harapan Ikut Padam
Pernah ada di titik ini?
Budget iklan sudah keluar.
Harapan sudah dipasang tinggi.
Tapi hasilnya… sunyi.
Tidak ada chat. Tidak ada closing.
Dan yang lebih menyakitkan—muncul suara kecil di kepala:
“Kayaknya aku nggak cocok bisnis online…”
Kalau kamu pernah merasakan itu, kamu tidak sendiri.
Saya pernah ngobrol dengan seorang pelaku UMKM. Produknya bagus, niatnya kuat, bahkan sudah berani pasang iklan.
Hari pertama: semangat.
Hari kedua: masih optimis.
Hari ketiga: mulai gelisah.
Hari kelima: iklan berhenti… dan dia ikut berhenti.
Bukan karena produknya jelek.
Bukan juga karena pasarnya tidak ada.
Tapi karena ia mengira satu hal:
iklan itu seperti saklar—dinyalakan, langsung menghasilkan.
Padahal kenyataannya… tidak sesederhana itu.
Dalam dunia digital, terutama Meta Ads, hasil itu bukan soal cepat atau lambat.
Tapi soal proses membaca dan memahami data.
Yang membedakan pebisnis yang bertahan dan yang menyerah bukanlah:
❌ Siapa yang punya tools paling canggih
❌ Siapa yang punya modal paling besar
Melainkan:
✅ Siapa yang mau belajar dari hasil iklannya
✅ Siapa yang berani mencoba ulang dengan strategi baru
✅ Siapa yang sabar menemukan pola yang tepat
Karena sejatinya, pola konversi itu dibangun, bukan ditemukan sekali jadi..
Seperti Dokter Mendiagnosis
Bayangkan kamu sakit, lalu datang ke dokter.
Apakah dokter langsung memberi obat tanpa pemeriksaan?
Tidak.
Dia akan bertanya.
Menganalisis gejala.
Mungkin mencoba beberapa pendekatan.
Begitu juga dengan iklan.
Saat iklan tidak menghasilkan, itu bukan tanda gagal.
Itu adalah data awal untuk memahami apa yang perlu diperbaiki.
Mungkin audiensnya kurang tepat
Mungkin copywriting-nya belum menyentuh
Mungkin penawarannya belum cukup kuat
Jadi bukan produknya yang harus diganti…
Tapi cara menyampaikannya.
Lalu, Harus Mulai dari Mana?
Pelan-pelan saja.
Tidak perlu langsung sempurna.
Mulai dari:
Evaluasi iklan sebelumnya (apa yang sudah berjalan, apa yang tidak)
Uji pendekatan baru (gambar, teks, target market)
Bangun value yang membuat bisnismu berbeda
Karena di pasar yang ramai, yang menang bukan yang paling murah.
Tapi yang paling dipercaya dan dirasakan manfaatnya.
Sekarang, Coba Tanya Diri Sendiri…
Apakah aku benar-benar gagal…
Atau aku hanya berhenti terlalu cepat?
Apakah aku sudah cukup belajar dari data…
Atau baru mencoba sekali lalu menyerah?
Dan yang paling penting—
Seberapa serius aku ingin membangun bisnis ini menjadi aset jangka panjang?
Pelan, Tapi Bertumbuh
Tidak semua proses harus cepat.
Tidak semua usaha langsung terlihat hasilnya.
Yang penting, kamu tetap berjalan.
Belajar. Memperbaiki. Menguatkan fondasi.
Karena bisnis yang kuat bukan dibangun dari keberuntungan…
Tapi dari kesabaran, ketekunan, dan keberanian mencoba lagi.
Kalau hari ini kamu merasa “boncos”, mungkin itu bukan akhir.
Bisa jadi itu adalah titik awal kamu benar-benar belajar.
Kalau tulisan ini terasa dekat dengan kondisi kamu,
mungkin ada temanmu yang juga sedang butuh dikuatkan.
Silakan bagikan.
Siapa tahu, dari satu tulisan sederhana… ada harapan yang kembali menyala. 🔥🚀 | 73 |
اکنون در دسترس! پژوهش تلگرام ۲۰۲۵ — مهمترین بینشهای سال 
