KABAR USAHA
رفتن به کانال در Telegram
955
مشترکین
اطلاعاتی وجود ندارد24 ساعت
-37 روز
-1130 روز
در حال بارگیری داده...
کانالهای مشابه
هیچ دادهای
مشکلی وجود دارد؟ لطفاً صفحه را تازه کنید یا با مدیر پشتیبانی ما تماس بگیرید.
ابر برچسبها
اشارات ورودی و خروجی
---
---
---
---
---
---
جذب مشترکین
اوت '26
اوت '260
در 0 کانالها
ژوئیه '260
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '260
در 0 کانالها
Get PRO
مه '26
+1
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '260
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '260
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '26
+2
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '260
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '250
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '250
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '250
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '25
+1
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '250
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '25
+2
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '250
در 0 کانالها
Get PRO
مه '250
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '250
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '25
+4
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '25
+1
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '25
+1
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '24
+1
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '24
+1
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '240
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '24
+2
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '24
+1
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '24
+8
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '24
+1
در 0 کانالها
Get PRO
مه '24
+2
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '24
+1
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '240
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '24
+1
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '24
+2
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '23
+1
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '23
+2
در 1 کانالها
Get PRO
اکتبر '23
+2
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '23
+2
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '23
+4
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '23
+10
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '23
+2
در 0 کانالها
Get PRO
مه '23
+3
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '23
+5
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '23
+7
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '23
+11
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '23
+12
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '22
+8
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '22
+5
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '22
+2
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '22
+8
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '22
+2
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '22
+4
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '22
+2
در 0 کانالها
Get PRO
مه '22
+5
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '22
+9
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '22
+8
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '22
+3
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '22
+9
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '21
+8
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '21
+6
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '21
+1
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '21
+3
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '21
+10
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '21
+8
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '21
+8
در 0 کانالها
Get PRO
مه '21
+8
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '21
+12
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '21
+30
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '21
+13
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '21
+19
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '20
+3 045
در 0 کانالها
| تاریخ | رشد مشترکین | اشارات | کانالها | |
| 01 اوت | 0 |
پستهای کانال
Saat Semua Pintu Terasa Tertutup, Ke Mana Lagi Harus Mengetuk?
Siang ini di Setu, hawa udara terasa cukup terik dan kering. Permukaan meja kayu yang saya sentuh terasa hangat, sedikit menyimpan panas dari cahaya matahari yang menyusup masuk melalui celah jendela. Tidak ada bau tanah basah hari ini; yang ada hanyalah aroma debu tipis yang tertiup angin jalanan dan sedikit wangi sisa kopi yang tertinggal di cangkir keramik di sebelah tangan kanan saya. Suasana di luar pun terdengar ramai dengan deru knalpot yang konstan, menandakan kehidupan di sekitar Masjid Jami Al-Hikmah Hidayah sedang sibuk-sibuknya.
Duduk di kursi kerja ini, saya baru saja menutup telepon dari seorang klien yang mungkin sedang merasa dunianya runtuh. Dia mengeluh panjang lebar, mencari sandaran.
Saya mendengarkan. Tapi di tengah percakapan itu, saya teringat sesuatu yang sering saya bisikkan pada diri sendiri: "Mau ngeluh? Jangan ke manusia, langsung saja kepada Sang Pemilik semesta."
Bukan karena manusia tidak peduli, tapi sering kali, kita semua—saya, Anda, klien saya tadi—sedang sama-sama sibuk menahan sakitnya sendiri. Saat kita terlalu lelah dengan beban di pundak, kita tidak lagi punya ruang untuk memikul beban orang lain.
Dunia profesional, apalagi di dunia konsultan yang saya jalani bersama tim di PT Sinergi Hadi Sejahtera, memang sering terasa seperti ruang kedap suara. Kita dituntut untuk selalu tampil "siap", selalu punya solusi, seolah-olah kita tidak punya rapuh. Padahal, di balik setiap proposal yang disusun atau strategi yang kami tawarkan, ada proses "mengeluh" yang privat—bukan dalam bentuk kata-kata, tapi dalam bentuk sujud panjang di atas sajadah, saat hening malam memeluk raga.
Sering kali, orang bertanya bagaimana saya menghadapi tantangan di bisnis ini tanpa melihat secara fisik. Saya jawab: solusinya bukan dengan mencari validasi dari manusia lain, melainkan dengan menyelaraskan frekuensi diri dengan Sang Pemilik Skenario.
Di PT Sinergi Hadi Sejahtera, kami belajar bahwa pendekatan konsultasi yang efektif bukan hanya soal angka atau data yang tertata rapi di perangkat lunak pembaca layar, melainkan tentang ketulusan mendengarkan masalah klien yang sering kali tidak tersampaikan lewat kata-kata. Kami mengedepankan empati yang mendalam karena kami pun, sebagai penyandang disabilitas, terbiasa menghadapi tantangan yang orang lain mungkin tak sempat pikirkan.
Mungkin hari ini Anda sedang lelah. Mungkin target tidak tercapai, atau komunikasi dengan mitra bisnis terasa buntu seperti tembok beton yang saya sentuh di pojok ruangan ini—panas dan keras. Sebelum Anda mencari telinga manusia yang mungkin juga sedang lelah mendengar, coba ambil napas dalam-dalam. Sadari bahwa di balik riuh rendah dunia yang terasa terik ini, ada Sang Pemilik semesta yang tidak pernah sibuk, tidak pernah lelah, dan selalu punya waktu untuk mendengar keluhan yang paling jujur sekalipun.
Jika manusia sedang sibuk menahan sakitnya sendiri, bukankah lebih nyaman untuk berbagi pada Dia yang tidak punya batas dalam memikul beban kita?
Bagaimana dengan Anda? Apakah hari ini Anda merasa sudah cukup "didengar", atau justru sedang menjadi pendengar untuk beban orang lain yang sebenarnya sudah sangat berat?
| 2 | * Dulu: Kita punya 1.000 orang yang tahu produk kita \rightarrow yang beli cuma 10% (100 orang) \rightarrow masing-masing belanja Rp100.000 \rightarrow dan mereka cuma beli 2 kali setahun. Total omset kita = Rp20.000.000.
* Sekarang: Kita coba lebih rajin promosi dan ramah. Orang yang tahu naik jadi 2.000 orang \rightarrow yang beli naik jadi 20% (400 orang) \rightarrow karena ditawari paket hemat, mereka belanja Rp200.000 \rightarrow karena pelayanannya ramah, mereka balik beli sampai 4 kali.
Tebak jadi berapa? Omset kita berubah jadi Rp320.000.000! Melompat 16 kali lipat hanya karena kita memperbaiki hal-hal kecil tadi. Asyik banget, kan? ˆ⌣ˆ
Teman-teman pejuang disabilitas yang saya banggakan, langkah besar selalu dimulai dari langkah kecil yang dilakukan dengan penuh cinta dan konsisten. Di bawah naungan PT Sinergi Hadi Sejahtera, kita tidak berjalan sendirian. Kita adalah keluarga yang saling menopang agar bisa berdiri tegak dan mandiri bersama.
Kalau Anda merasa bingung harus mulai dari mana, punya kendala di produk, atau cuma butuh teman untuk curhat dan berbagi cerita tentang perjuangan bisnisnya, silakan sapa saya ya. Saya akan sangat senang mendengarkan.
> 📱 Yuk, Ngobrol Bareng Abdul Hadi di WA: 082331562910
> Jika coretan santai ini terasa bermanfaat dan bisa membakar semangat baru, yuk bagikan saluran Karya Setara ini ke teman-teman yang lain lewat tautan di bawah ini:
> 🔗 Ikut Saluran Solusi Pejuang Disabilitas: https://bit.ly/suscribe_saluranSolusiPejuangDisabilitas_WA
>
Mari kita buktikan bersama bahwa keterbatasan bukan alasan untuk menyerah. Karya kita setara, dan sukses adalah milik kita semua! Selamat mencoba dan semangat ya! 🪴🍒
#KaryaSetara #SinergiHadiSejahtera #PejuangDisabilitas | 50 |
| 3 | ## Omset Mandek Bikin Pusing? Yuk, Kita Duduk Bareng dan Bedah Rahasianya Sambil Ngopi ☕️
Halo Sahabat Karya Setara semuanya, bagaimana kabarnya hari ini? Semoga sehat dan selalu bersemangat, ya!
Beberapa hari lalu, saya sempat mengobrol dengan salah satu teman pejuang disabilitas yang baru merintis usaha kerajinan tangan. Di tengah obrolan, beliau menghela napas panjang dan berbisik lirik, *"Mas Hadi, kok rasa-rasanya omset saya segini-gini aja ya? Kadang jenuh, rasanya pengen menyerah aja."*
Mendengar itu, hati saya rasanya langsung *mak jleb*. Jujur, saya paham betul rasanya. Di dunia bisnis, wajar banget kalau kita kadang merasa lelah dan mentok. Rasanya sudah kerja keras dari pagi ketemu malam, tapi angka di celengan belum bergerak naik. Kalau sudah begitu, rasanya mau tutup buku aja dan pulang, hehehe... :p
Tapi tunggu dulu, Sahabat. Sebelum kita patah semangat, mari kita taruh dulu bebannya sebentar, ambil segelas teh atau kopi hangat, dan kita bedah masalah ini pelan-pelan sebagai seorang sahabat.
Kami di PT Sinergi Hadi Sejahtera selalu percaya bahwa keterbatasan fisik atau situasi apa pun bukanlah penghalang untuk kita bisa mandiri secara ekonomi. Lewat wadah Karya Setara ini, kita ingin maju bareng-bareng. Nah, hari ini saya mau bocorin satu cara pandang sederhana yang bisa mengubah jalannya bisnis kita.
### Ternyata, Omset Itu Cuma "Efek Samping"!
Banyak dari kita yang stres mikirin, *"Aduh, gimana ya biar omset naik? Gimana ya biar untung gede?"*
Ternyata, rahasianya adalah: omset, keuntungan, dan jumlah pembeli itu nggak perlu dipusingkan di awal. Kenapa? Karena tiga hal itu hanyalah "efek samping" atau hasil akhir dari pelayanan (*service*) dan cara jualan (*selling*) kita sehari-hari.
Kalau kita mau omsetnya melesat sampai 16 kali lipat, kuncinya cuma ada di 4 langkah sederhana ini. Kita nggak usah muluk-muluk langsung naik drastis, cukup naikkan sedikit saja di setiap langkahnya. Yuk, kita pelajari pelan-pelan:
### 1. Bikin Orang Tahu Dulu (Prospek)
Bagaimana orang mau beli kalau mereka nggak tahu kita jualan apa, iya kan? Jadi tugas pertama kita adalah mengenalkan produk kita ke banyak orang.
* Cara gampangnya: Mulai dari yang paling dekat. Share foto produk di status WhatsApp, Facebook, atau Twitter. Kalau ada modal sedikit, bisa bagi-bagi brosur atau tempel pamflet di tempat yang ramai. Jangan malu untuk bilang, *"Ini lho, karya hebat saya!"*
### 2. Bantu Mereka Mengambil Keputusan (% Closing)
Kalau sudah ada yang nanya-nanya lewat chat atau datang langsung, jangan langsung dijutekin atau buru-buru disuruh bayar.
* Cara gampangnya: Dengarkan dulu ceritanya, mereka butuhnya apa? Lalu kasih solusi lewat produk kita. Di akhir obrolan, kasih penawaran spesial yang sayang banget kalau dilewatkan. Misalnya: *"Khusus hari ini, kalau beli sekarang dapat potongan harga ya, Kak."* Bikin mereka merasa rugi kalau nggak beli saat itu juga.
### 3. Sambil Menyelam Minum Air (Average Sales)
Ini trik supaya uang yang dibelanjakan pembeli jadi lebih banyak dalam sekali beli.
* Cara gampangnya: Tawarkan produk pelengkap. Kalau ada yang beli celana, tawarkan sekalian ikat pinggangnya. Atau kalau beli kue satu toples, tawarkan, *"Mau sekalian tambah satu toples lagi Kak buat hadiah saudara? Harganya jadi lebih hemat lho."* Yang tadinya mau beli satu, jadi beli dua!
### 4. Jaga Hubungan Biar Mereka Balik Lagi (Repeat Order)
Pembeli paling berharga adalah pembeli lama yang mau belanja lagi ke tempat kita.
* Cara gampangnya: Ini soal hati. Berikan pelayanan terbaik, ramah, jujur, dan pastikan kualitas produk kita memang bagus. Pelanggan yang merasa disayang dan dihargai pasti bakal balik lagi tanpa perlu kita suruh.
### Keajaiban Kalau Kita Mau Berusaha Sedikit Saja
Mari kita bayangkan matematika sederhananya tanpa perlu pusing dengan rumus yang ribet. | 40 |
| 4 | 🌱 Sikap Itu Pondasi, Bukan Sekadar Tambahan
Pernah nggak sih kita sibuk banget ngejar mimpi?
Pengen kaya kayak Abdurrahman bin Auf.
Pengen punya bisnis unicorn, valuasi triliunan.
Pengen bisa wakaf kayak Usman bin Affan.
Saya pun pernah mikir begitu.
Tapi ternyata, mimpi besar nggak cukup kalau sikap kita masih berantakan.
Yang bikin usaha sering tumbang bukan produknya, bukan modalnya. Tapi cara kita bersikap.
Kalau mentalnya negatif, gampang nyerah, gampang tersinggung, gampang campur aduk urusan rumah sama bisnis.
Saya pernah ngalamin itu. Rasanya pahit banget.
Pelanggan pergi, hati capek, bisnis nggak jalan.
Baru saya sadar… orang-orang besar itu bukan cuma jago cari duit.
Mereka punya sikap yang sehat.
Mereka bisa menghargai diri sendiri, jaga etika sama pelanggan, pisahin urusan pribadi dari bisnis, dan anggap usaha sebagai ladang kebaikan.
Kadang bisnis kalah bukan karena produknya jelek… tapi karena respon dan sikap pemiliknya nggak siap.
🌱 Kalau kamu lagi mikir gimana caranya bikin usaha lebih ringan dan rapi, mungkin ini bisa jadi awal:
👉 https://linkku.id/sinergihadi/
Kalau butuh sistem simple buat rapihin konten teks, bisa cek di sini:
👉 https://tintahadi.blogspot.com/p/shs-copyw-system.html
Lewat Chat Kilat, saya bantu pelan-pelan supaya komunikasi bisnis terasa lebih rapi, lebih nyaman dibaca, dan lebih enak dilihat pelanggan.
Kalau kakak lagi capek ngurus semuanya sendiri, mungkin ini bisa jadi awal buat bikin bisnis terasa lebih ringan 🌱
Yuk ngobrol santai dulu 😊
👉 https://tintahadi.blogspot.com/p/chat-kilat.html
✍️ Abdul Hadi — TunaNetra 🪞
👉 Pelanggan puas, bisnis makin maju! 🌟 | 55 |
