fa
Feedback
Dharmo Gandul

Dharmo Gandul

رفتن به کانال در Telegram

Pertapa Seniman. Penulis 'Out-the-Box' artikel spiritual, kmanusiaan n budaya. Terpanggil mnciptakan dunia yang lbh baik https://primordialnature.blogspot.com ( from Danz Suchamda)

نمایش بیشتر
278
مشترکین
+124 ساعت
+17 روز
+230 روز

در حال بارگیری داده...

ابر برچسب‌ها
هیچ داده‌ای
مشکلی وجود دارد؟ لطفاً صفحه را تازه کنید یا با مدیر پشتیبانی ما تماس بگیرید.
اشارات ورودی و خروجی
---
---
---
---
---
---
جذب مشترکین
سپتامبر '24
سپتامبر '24
+2
در 0 کانال‌ها
اوت '24
+3
در 0 کانال‌ها
Get PRO
ژوئیه '24
+7
در 0 کانال‌ها
Get PRO
ژوئن '24
+3
در 0 کانال‌ها
Get PRO
مه '24
+8
در 0 کانال‌ها
Get PRO
آوریل '24
+1
در 0 کانال‌ها
Get PRO
مارس '24
+4
در 0 کانال‌ها
Get PRO
فوریه '24
+4
در 0 کانال‌ها
Get PRO
ژانویه '24
+269
در 0 کانال‌ها
تاریخ
رشد مشترکین
اشارات
کانال‌ها
20 سپتامبر0
19 سپتامبر0
18 سپتامبر0
17 سپتامبر0
16 سپتامبر0
15 سپتامبر0
14 سپتامبر0
13 سپتامبر0
12 سپتامبر0
11 سپتامبر0
10 سپتامبر0
09 سپتامبر+1
08 سپتامبر+1
07 سپتامبر0
06 سپتامبر0
05 سپتامبر0
04 سپتامبر0
03 سپتامبر0
02 سپتامبر0
01 سپتامبر0
پست‌های کانال
2
BANGUNLAH ANUMU R.M.D's: "Saya sudah tua, dan tidak tahu berapa lama lagi saya bisa berbagi ilmu. Saya tidak punya anak. Kepada siapa ilmu ini harus diturunkan? Keluarga saya kebanyakan tidak terbuka pikirannya, tidak ada harapan. Meskipun saya tidak merasa istimewa, saya ingat dulu banyak pengikut yang khawatir jika ilmu ini tidak didokumentasikan, generasi Indonesia berikutnya akan kehilangan sesuatu yang berharga. Namun, saya malas menulis buku. Siswa 1: Jika tidak didokumentasikan, sayang sekali. R.M.D's: Saya merasa sudah mendokumentasikan, tetapi dihancurkan oleh pihak tertentu. Bagaimana ini? Sepuluh kali akun Facebook saya diblokir, satu blog juga dihapus Google, akun email saya hilang. Kenapa nasib saya seperti seorang kriminal? Apakah saya mengajarkan keburukan? Mengajarkan kejahatan? Mengajarkan amoral? Menyebarkan disinformasi, hoax, fitnah? Atau apa sebabnya? Tidak, kan? Satu-satunya tujuan saya adalah agar bangsa Indonesia ini merdeka secara jiwa dan raga, supaya bahagia! Supaya tidak diperalat, dimanipulasi, dieksploitasi, ditindas, dibodohi, dimiskinkan, diadu domba, dll. Kenapa saya diburu? Siswa 2: Mumpung nyangkut LoA, ini cuma urusan pikiran, ya Romo. Hanya urusan materi, dan setelah praktik, ternyata hasilnya menguap. R.M.D's: Apakah dalam belajar LoA disinggung soal Karma? Jika tabungan karmamu tidak cukup, mau visualisasi sehebat apapun tidak akan berubah. Malah stres, syukur tidak jadi gila. Siswa 1: Iya juga, ya. R.M.D's: Dalam Vajrayana Dharma pun diajarkan visualisasi. Tapi untuk apa? Untuk materialisasi kekayaan? Untuk semakin terikat oleh samsara dan terjerat penderitaan hidup? Coba pikirkan. Anggap sekarang penghasilan kalian 5 juta per bulan dan merasa uang selalu pas-pasan. Kalian belajar LoA mengharap bisa beli rumah mewah, punya mobil sport. Kalian visualisasikan, dan akhirnya visualisasi itu menggores bawah sadar kalian. Makan di warung langganan jadi tidak enak lagi, melihat istri berdasteran terasa kampungan, dan lain-lain. Ada kenalan baru yang menawarkan bisnis menggiurkan bekerja di Dubai dengan bayaran puluhan ribu dollar. Kalian jual aset untuk modal berangkat ke sana, tetapi ternyata tertipu. Habis-habisan. Mindset kalian sudah terlanjur "borjuis" gara-gara latihan LoA. Lalu bagaimana? Kalau sudah sampai kondisi seperti itu, coba saja visualisasi seperti dulu. Nanti akan merasa sakit atau mual. Batin kalian konslet. Siswa 2: Mereka nyaman dan tidak mau hayalannya diganggu. Ya memang aneh, bukannya mencari jawaban atas sebuah kritik malah marah. Z: Lho apakah tidak berhak jadi kaya? Suka-suka orang dong. R.M.D's: Tentu boleh. Tidak ada yang melarang. Saya juga ingin makmur. Tapi, caranya! Kalau dengan cara halu seperti itu apa benar? Apa kalian tidak melihat bahwa kita semakin lama semakin miskin karena masyarakat halu? Lihat penghasilan rata-rata mahasiswa universitas terkemuka waktu lulus kuliah tahun 1990-an, itu 2.5 juta. Berdasarkan data lembaga kredit, maka nilai sekarang itu adalah sebesar 22 juta. Lalu jika kita sekarang menjadi manajer dengan gaji 10 juta, itu hanya separuh dari gaji staf tahun 90-an? Kenapa bisa begitu? Singkat kata: karena bangsa kita dikadali! Jadi jika kita benar-benar mau kaya, bukan cukup dengan bekerja rajin, tapi juga harus membangunkan masyarakat. Lagu Indonesia Raya itu lho... bangunlah jiwanya, bangunlah badannya, untuk Indonesia Raya. Ojo dibujuk sing fenting cuman bangun anumu! Z : kalo sudah begitu kenapa mbah masih juga bekerja untuk mencari uang bahkan tersirat juga tidak menutup pintu untuk menjadi kaya? bukankah kekayaan itu juga salah satu pintu Freedom? R.M.D's: Untuk kekayaan kita menjadi bermakna! Bermakna bagi kehidupan banyak orang, bangsa dan negara. Darisitulah Freedom yg sejati akan tercapai. Rahayu! Channel : https://t.me/PemaDC Kelas pelatihan kesadaran : https://t.me/+9hfWNAvPc9UxNDE1
309
3
بدون متن...
222
4
Akan diadakan di PemaDC. Tunggu tanggalnya.
Akan diadakan di PemaDC. Tunggu tanggalnya.
1
5
BUTA JIWA Niat dan komitmen untuk mencapai pencerahan demi membantu semua makhluk. Bunyi aspirasi Bodhicitta (hapalin) : Semoga aku secepatnya mencapai pencerahan sempurna sehingga dapat menolong semua makhluk keluar dari ombang-ambing penderitaan di samudera Samsara. R.M.D's: Pertanyaan #3 Bukankah lebih penting menolong diri sendiri dulu baru menolong yang lain? Ada yg bisa jawab? Bernardus Evan: Pertanyaan ini sering dilemparkan ke publik. Izin menyimak mbah R.M.D's: Ya emang beda jawaban antara orang awam dan orang tercerahkan. Maka --bagi saya --- lucu aja kalo orang awam/ belum tercerahkan berusaha keras menafsirkan ajaran para tercerahkan , sampe bikin fakultas ilmu tafsir segala macam. Gak akan nyampe. Itu impossible. Makanya ajaran harus ditransmisikan secara oral dan personal. Kalo api pelita ajaran/ setrum nya udah padam / putus, ya ga bakal bisa dihidupkan lagi. Kecuali ngambil api dari pelita lain yg masih menyala. Bayangkan orang buta warna maksa jadi pelukis. Bisa saja dia berusaha memahami warna2 dari nomor seri di tabung tintanya. Lalu dengan olah akar pikirannya ia menerka2 secara logis kalau dicampur jadi warna apa. Kira2 hasil lukisannya gimana? Barangkali emang sudah benar yg merah adalah merah, yg hijau adalah hijau....tapi tidak pas, sehingga perpaduan dari keseluruhannya jadi wagu (norak, janggal). ------- Bernardus Evan: Membantu sesama pada akhirnya akan kembali ke diri kita entah dalam bentuk apapun. Dalam lingkup lebih luas sikap ini akan membentuk masyarakat yg sehat & harmonis. Tentunya ini akan berdampak langsung ke diri. Kalau memang membantu pada akhirnya punya dampak positid ke diri apakah boleh punya motivasi membantu sesama demi diri mbah? Cintoh: seseorang yg gemar membagikan ilmunya demi mengangkat derajat lingkungan sosial. Setelah lingkungan sosialnya terangkat org yg membantu mendapat buah dari terangkatnya masayarakat yg dibantu.. R.M.D's: Nah itulah inti yg dulu saya tulis dalam TS sebagai Mutual Guarantee (jaminan sosial) dalam masyarakat yg abundance (berkelimpahan kebajikan). Dalam masyarakat yang tercipta mutual guarantee kita tidak takut untuk terjatuh, karena begitu terjatuh pasti ada banyak yang hendak menolong. Karena sudah culture nya gotong royong tolong menolong ( inilah inti Pantja Sila) Sebaliknya di dalam masyarakat yang parasit jangankan untuk mencoba sesuatu inovasi yang baru bahkan dari yang sudah ada pun sangat khawatir karena setiap saat di kiri kanan semua berusaha menjatuhkan diri kamu, menjegal, menusuk dari belakang. Bahkan bukan karena ada kenyataan dirugikan, tetapi hanya karena faktor iri / cemburu....why? Karena batinnya egosentris, sehingga tekor. Ini istilahnya : belenggu yg dibuat oleh pikiran sendiri. Rahayu! Channel : https://t.me/PemaDC Kelas pelatihan kesadaran : https://t.me/+9hfWNAvPc9UxNDE1
280
6
بدون متن...
196
7
Pernahkah Anda merasakan perubahan besar seolah-olah alam semesta sendiri berbisik tentang perubahan besar yang akan datang? Bayangkan dunia di mana nubuat kuno menjadi nyata, di mana keberadaan kita bergetar dengan energi Kesadaran. Ini bukan sekadar inspirasi sesaat atau mimpi mistis, melainkan awal era baru, Kebangkitan Spiritual yang menjanjikan transformasi esensi kemanusiaan. Selama berabad-abad, para bijak dan visioner telah berbicara tentang waktu di mana Bumi akan mengalami perubahan monumental, di mana cara hidup dan berpikir lama akan digantikan oleh kesadaran yang lebih tinggi. Mereka meramalkan era di mana manusia akan terhubung kembali dengan tujuan sejatinya, menemukan kembali ikatan sakral antara diri mereka dan kosmos. Ramalan ini, yang dulu diselimuti misteri dan skeptisisme, kini menjadi kenyataan yang tak terbantahkan. Lihatlah di sekitar Anda, apakah Anda merasakannya? Udara dipenuhi antisipasi. Orang-orang dari berbagai latar belakang melaporkan pengalaman yang belum pernah terjadi sebelumnya, mimpi-mimpi yang terasa lebih nyata daripada kenyataan, sinkronisitas yang menentang logika, dan perasaan keterhubungan yang luar biasa dengan semua kehidupan. Ini bukan kebetulan belaka, melainkan tanda-tanda Kebangkitan Spiritual yang mendalam yang menyebar di seluruh dunia. Transformasi ini tidak terbatas pada agama atau sistem kepercayaan tertentu, melainkan melampaui batas budaya dan geografis, menyentuh hati semua yang terbuka untuk panggilannya. Seolah-olah jiwa bumi sendiri terbangun, dan bersama dengan itu kesadaran kolektif umat manusia. Kita diundang untuk melampaui perbedaan kita, untuk merangkul cinta, kasih sayang, dan persatuan sebagai prinsip utama keberadaan kita. Bayangkan dunia di mana setiap individu mengenali esensi Jati Diri mereka, di mana kita hidup dalam harmoni dengan alam dan sesama. Dunia di mana perdamaian bukan sekadar impian, tetapi kenyataan yang hidup dan bernafas. Inilah visi yang sedang terungkap di hadapan kita. Ini adalah panggilan untuk bertindak, mendesak kita untuk melepaskan paradigma lama yang penuh ketakutan, keserakahan, dan perpisahan, dan melangkah ke cara hidup yang baru. Namun, perjalanan ini tidak tanpa tantangan. Seiring cahaya Era Baru ini semakin terang, ia juga menimbulkan bayangan panjang, mengangkat ketakutan mendalam dan trauma yang belum terselesaikan yang telah melanda kemanusiaan selama berabad-abad. Kita harus menghadapi bayangan ini dengan keberanian dan kasih sayang, menyembuhkan luka masa lalu untuk membuka jalan bagi kecemerlangan masa depan kita. Saatnya telah tiba untuk membuka hati dan pikiran kita pada hal yang tak terbayangkan. Sambutlah momen Kebangkitan ini dengan hati terbuka, karena kita adalah pelopor fajar baru, dan bersama-sama kita akan menciptakan dunia yang mencerminkan potensi Ilahi dalam diri kita semua. Sambutlah arus transformasi ini, manfaatkan energi berlimpah dari alam semesta, nyatakan kesiapan Anda. it's coming!10, JUNE 2024! You Won't Believe What's About to Happen!✨Dolores Cannon https://s.gotube.pro/jyrWC2 Datanglah keGotube, nikmati video yang menarik #gotube
205
8
Siapa ya??? Termasuk yg lainnya : - mengubah nada penala A dari 432Hz jadi 440 Hz. - berusaha mengkalsifikasi kelenjar Pineal
Siapa ya??? Termasuk yg lainnya : - mengubah nada penala A dari 432Hz jadi 440 Hz. - berusaha mengkalsifikasi kelenjar Pineal kita agar kita mati secara spiritual (sepenuhnya 3D bahkan turun jadi 2D). - meracuni makanan kita dengan rekayasa genetika yg bisa mengubah hormon dan DNA kita. - vaksin yang bla bla bla - dan baru2 ini hendak membuat UU Penyiaran yang membelenggu para content creator demi keuntungan para elit itu.
173
9
بدون متن...
179
10
Sungguh disayangkan etos yang terjadi di negeri kita terbalik...menganggap menyembah Allah yg paling penting... bahkan seseprang bisa membunuh gurunya atau ortunya kalau dianggap melanggar hukum "allah". Padahal "allah"nya cuman angan2nya dari proses belajar yg masih cetek. Tidak sadar bahwa ia pertama kali tahu kata "Allah" itu dari mulut Gurunya. Ibarat beli radio untuk bisa dengerin siaran pemancar. Belum paham gimana cara gunakan radio, setel2 kok suaranya kemresek, divonis radio yg jelek, lalu radionya dipacul hancur lebur.
189
11
GURU YOGA Dalam Advaytaraka Upanishad, "Gu" berarti kegelapan dan "Ru" berarti orang yang mengusir. Dengan kata lain, "Guru" adalah orang yang mengusir kegelapan. Seorang Guru atau guru rohani memberikan pengetahuan yang menerangi untuk membimbing "shishya" (siswa) atau murid menuju pengenalan Diri Sejati. Saya juga adalah seorang murid, yang berguru pada banyak Guru2 saya yang sebagaian sudah Swargi. Saya merasakan manfaat dan kebaikan yang sangat besar dari Beliau2. Dan saya ingin berbagi pandangan tentang cara bagaimana seharusnya sikap batin seorang murid dalam belajar. Dalam perjalanan rohani kita, sering kali kita merasa ingin mendekatkan diri pada Tuhan, yang sering kali terasa seperti impian yang jauh. Namun, di antara impian dan kenyataan, ada guru yang hadir sebagai manifestasi langsung dari kebijaksanaan Ilahi. Guru justru memiliki peran dengan dampak yang lebih langsung untuk membawa kita dari ketidaktahuan menuju pencerahan. Devosi pada guru bukanlah sekadar penghormatan dengan kata2 atau sembah sujud fisik, tetapi merupakan suatu SIKAP BATIN dalam membangun hubungan relasional cermin-pencerminan atas daya-daya rohani Sang Pencipta yg mengalir ke dalam diri kita semua. Dari interaksi dengan Guru kita bersentuhan langsung dengan aspek Rohani yang manifest ke kehidupan nyata sehari-hari yang duniawi. Melalui pengabdian pada guru, kita tidak hanya belajar teori tentang Tuhan, tetapi kita juga mengalami-Nya melalui kehadiran dalam sosok manusia yg terbatas. Dalam setiap petunjuk guru, kita menemukan potongan-potongan puzzle dari kehadiran Tuhan yang menyala-nyala. Ini adalah esensi dari Guru Yoga. Mungkin saat membaca ini, intelektualitas anda sulit untuk mencerna hal ini. Memang, hal ini baru bisa dipahami setelah anda terjun praktek langsung dalam praktik pondasi dasar yang salah satunya adalah Guru Yoga. Dalam bahasa Mandarinnya adalah Ganying. Bahasa Indonesianya tidak ada, atau setidaknya saya tidak tahu. Tapi tanpa Ganying itu, mustahil ada kemajuan spiritual. Ganying ini yg secara kasar saya istilahkan dari kemaren sebagai 'membangun koneksi karma dengan Guru'. Bukan saya minta dihormati, tetapi ini adalah cara untuk terkoneksi dengan 'arus listrik' dari silsilah tercerahkan yang tanpa putus (unbroken enlightened lineage). Saya disini bukan bermaksud mengajari kalian dengan trik-trik populer yang manfaatnya hanya sementara, atau penghilang rasa sakit (anesthesia) belaka. Melainkan ke arah solusi yang eksistensial. Supaya tidak salah paham, cukup segitu saja pengantar utk pemahaman. Selebihnya coba baca sendiri buku karangan Patrul Rinpoche , "The Words of My Perfect Teacher", salah seorang tokoh legends dalam tradisi spiritual Tibetan. Dan mohon jangan salah dimengerti bahwa ini utk membawa ke Buddhism. Tetapi tidak ada cara / literatur lain yg secara jelas deskriptif menjelaskan bagaimana tata hubungan Guru-murid dalam tradisi Timur, yang tak beda jauh dengan kita di Nusantara ini. Kalo ada buku lain karangan putra Nusantara, silakan tunjukkan ke saya untuk saya jadikan referensi. Setau saya masih nol, alias tidak ada. Rahayu! ------------------ 感应 (Ganying) adalah istilah dalam bahasa Mandarin yang mengacu pada "resonansi" atau "respons saling berpengaruh". Istilah ini sering digunakan dalam konteks spiritual atau keagamaan untuk merujuk pada hubungan yang erat antara guru dan murid, di mana guru mengirimkan energi atau pengaruh spiritual kepada muridnya, dan sebaliknya, murid merespons dengan menerima dan memanfaatkan pengaruh tersebut untuk pertumbuhan spiritualnya. Ini mencerminkan hubungan yang mendalam antara guru dan murid di bidang spiritual. 感应 (Ganying): 感 (gǎn) berarti "merasakan" atau "mengalami". 应 (yìng) berarti "menanggapi" atau "merespons". wang sinawang rot sinorotan roso rumangsan doyo dinayan Rumus2 itu ada dalam patrap Sastra Jendra Hayuningrat Pangruwating Diyu. Beda kata-kata, sama prinsip.
166
12
بدون متن...
118
13
PELAJARAN Udah paham kan kalau Simulacra itu hanya nama lain dari Samsara? Pahami dulu tekstur realitas yang adalah dukkha (penderitaan/ ketidakpuasan) , baru bisa lepas dari itu dapat peace dan freedom. Bukan sebaliknya, ngejar peace dan freedom, happy and abundance, tapi tidak mau melihat kenyataan. Itu namanya Escapism. Dan sikap mementingkan diri sendiri seperti itu tidak peduli dunia sekitar yg sedang terbakar adalah suatu egoisme...bukan spiritual. Kalau maksa disebut spiritual ya namanya simulacra-spiritual. N : Banget banget! Edan! Kayak gini kan masyarakat umum taunya ulah Jokowi. Apalagi kaum pembenci pemerintah yg ogah mikir Dulu sudah pernah saya jelaskan berapa pulu kali ya? duhhh......... : https://primordialnaturedg.blogspot.com/2014/06/simulacra-and-perversion.html Silakan ditonton utk memudahkan paham https://youtu.be/iKcWu0tsiZM?si=-a_UKbbV5NR8RSj6 Ini untuk mereka yang butuh sumber2 berdasarkan Alkitab. Disitulah trik yg dilakukan oleh Firaun untuk membius bangsa Israel. Peh Rah = Mulut Lunak. Disebut Mulut Lunak karena Firaun menawarkan keselamatan instan atau cara yg lebih baik, easy & abundance🥳🤑🥰, daripada bangsa Israel menjalan proses transformasi spiritual yang berat. Itulah kenapa tugas Nabi Musa untuk membawa bangsa Israel keluar dari tanah Mesir menuju Tanah Terjanji walau harus melalui perjalanan panjang di padang gurun selama 40 th (ini melambangkan proses spiritual itu perjuangan, bukan enak2an). Tapi tak urung, dalam rombongan bani Israel keluar Mesir juga masih ada yg mix-multitude (Erev Rav / motif campur /tidak murni), sehingga mengeluh, menuntut atau bahkan mengutuki Nabi Musa. Intinya paham? ==> Ketika masyarakat sudah menganut tata moral kepalsuan, maka percuma sajalah 'kita' berusaha berbuat baik. Karena ignorance (moha) maka secara hakiki sebetulnya bukan karma kebaikan.🙏🏽 Itulah kenapa Sang Buddha dalam kotbah pertamanya menjelaskan tentang Dukkha, dalam rumusan 4 Noble Truth... Dan bukan sebaliknya, dirumuskan sbg --misal-- 4 Noble Way to Happiness. Note : Picture ini saya munculkan di page lama DS th.2014 yg berjudul "SSM : Santun Santun Maling".
128
14
بدون متن...
95
15
Apa artinya melihat sesuatu, memahami sesuatu, atau mendengarkan seseorang? Apa artinya melihat sepenuhnya? Saya pikir ini penting untuk dipahami - untuk melihat. Anda tahu, mereka telah menggunakan obat-obatan untuk melihat lebih jelas - LSD, marijuana atau, Anda tahu, semuanya. Dengan memakainya dan pergi ke museum, Anda melihat warnanya lebih jelas, atau Anda melihat diri Anda lebih jelas. Dan tentu saja ketika Anda menggunakan obat-obatan untuk melihat diri Anda lebih jelas atau melihat warnanya lebih hidup, Anda bergantung pada obat itu untuk selamanya. Kemudian Anda menjadi budak itu, dan kemudian itu menjadi masalah lain, dan seterusnya. Kita berbicara tentang melihat secara sepenuhnya berbeda. Apa artinya melihat begitu komprehensif, begitu total? Tindakan melihat itu sendiri adalah tindakan kebebasan dari apa yang seperti kekerasan. Bebas darinya sepenuhnya, tidak hanya di tingkat sadar tetapi juga di kedalaman yang sangat dalam dari diri seseorang. Persepsi total ini bukanlah analisis. Ini bukan proses berpikir yang terus-menerus, tetapi tindakan persepsi langsung yang mendalam. Melihat adalah tindakan tanpa waktu, tanpa jarak antara pengamat dan yang diamati. Ketika Anda melihat diri Anda sebagai kekerasan, Anda adalah kekerasan itu, tidak ada pemisahan antara Anda dan kekerasan. Hanya dengan melihat kenyataan ini dengan jelas dan sepenuhnya, Anda dapat benar-benar bebas dari kekerasan. Kebebasan ini tidak datang melalui disiplin diri atau kontrol, tetapi melalui pemahaman total dan mendalam dari sifat kekerasan itu sendiri. Dan untuk melihat dengan cara ini, pikiran harus benar-benar bebas dari segala bentuk pembagian, konflik, dan ilusi tentang masa depan. Jadi, mari kita pahami bahwa analisis dan waktu bukanlah jalan menuju transformasi radikal. Hanya dengan melihat secara langsung dan tanpa perpecahan, kita bisa mengakhiri kekerasan dalam diri kita dan menjalani kehidupan yang benar-benar damai dan penuh kasih.
105
16
Sekarang, ketika gagasan tentang waktu, yaitu, akhirnya Anda akan bebas dari kekerasan, agresi dan semua yang lainnya, jika itu disingkirkan sepenuhnya maka Anda dihadapkan dengan fakta ini bahwa manusia di seluruh dunia, meskipun mereka adalah yang paling meskipun mereka berkata mereka adalah penganut perdamaian, ini itu dan bentuk lainnya, mereka adalah orang-orang yang kejam. Manusia adalah kejam, apakah masyarakat di mana mereka telah hidup atau budaya di mana mereka dibesarkan, apakah mereka bertanggung jawab, atau seseorang mewarisinya dari hewan, tidak relevan. Kita bisa menghabiskan banyak waktu membahas apakah masyarakat yang membuat seseorang kejam atau seseorang mewarisinya dari hewan - itu lagi-lagi sangat menyenangkan. Anda bisa berspekulasi, menghabiskan berjam-jam, berbulan-bulan, bertahun-tahun, tetapi faktanya tetap bahwa manusia kejam; mengekspresikan kekerasan itu dalam begitu banyak cara berbeda, paling sopan, paling halus dan paling brutal. Dan apakah mungkin untuk bebas dari kekerasan itu sepenuhnya dan tidak menjadi lemah. Dan dalam mencoba menemukan apakah mungkin bagi pikiran untuk sepenuhnya bebas dari kekerasan, bukan secara verbal tetapi sebenarnya, tidak menghipnotis diri sendiri ke dalam keadaan non-kekerasan tetapi hidup sehari-hari dalam kehidupan seseorang hidup damai. Dan seseorang harus. Jika tidak, seseorang menerima perang sebagai cara hidup. Perang bukan hanya di Vietnam, yang mana kita semua bertanggung jawab, bukan hanya orang Amerika, tetapi kita semua, karena kita telah menerima perang sebagai cara hidup, setiap hari. Dan untuk memahami kekerasan itu dan bebas darinya, apakah analisis berperan? Saya tidak tahu apa yang Anda pikirkan tentang itu - bukan 'berpikir', pemikiran adalah hal yang paling mengerikan. Kita akan membahas itu nanti. Saya tidak tahu apa yang Anda rasakan tentang itu, apakah Anda melihat kebenaran atau ketidakbenaran dari proses analisis ini. Jika Anda melihat ketidakbenarannya, maka itu tidak akan menyentuh Anda sama sekali kapan pun, karenanya Anda langsung dihadapkan pada kenyataan. Dan bagaimana menangani kenyataan itu menjadi sangat penting, bukan proses analisis. Bagaimana menangani kenyataan bahwa manusia di seluruh dunia, bahkan orang-orang yang paling religius - para biarawan, orang-orang suci, para guru suci yang disebut - semuanya adalah orang-orang yang kejam. Saya menggunakan kata 'kekerasan', bukan hanya kekerasan fisik seperti kemarahan dan sebagainya, tetapi juga kekerasan yang terlibat dalam memutarbalikkan pikiran untuk menyesuaikan dengan pola tertentu. Itu adalah bentuk kekerasan, betapapun mulianya pola itu. Dan itu adalah bentuk kekerasan untuk meniru, untuk menyesuaikan diri, untuk mendisiplinkan diri pada pola sosial atau religius - semua itu terlibat. Dalam semua itu terlibat bukan hanya kontradiksi tetapi juga waktu, perpecahan, pola Anda dan pola saya, guru Anda dan guru saya. Saya tidak tahu apakah Anda pernah melihat kartun yang indah itu. Dua murid dari dua guru berbeda yang berkata, satu berkata kepada yang lain, 'Guru saya jauh lebih tenang daripada milikmu.' (Tertawa) Jadi semua itu terlibat dalam kekerasan, dan apakah seseorang dapat bebas dari semua itu dan benar-benar menjalani kehidupan yang damai dan penuh kasih. Kasih harus dipahami bukan dalam istilah kesenangan dan keinginan tetapi sesuatu yang sepenuhnya berbeda. Jadi jika Anda mau, mari kita pahami hal ini. Bagaimana melihat, untuk melihat bahwa kita kejam, bukan secara verbal, bukan secara intelektual, tetapi benar-benar melihat kenyataan bahwa seseorang adalah - dalam isyarat, dalam kata-kata, dalam pandangan, Anda tahu, ada begitu banyak cara seseorang mengekspresikan kekerasan, penghinaan, ketidakpedulian terhadap orang lain - dan apakah seseorang dapat melihatnya dengan begitu jelas, begitu total, sehingga tindakan melihat itu sendiri adalah pengakhiran dari kekerasan itu. Dan seseorang harus melihat apa arti kata 'melihat' itu, bukan hanya secara semantik tetapi juga makna yang lebih dalam.
121
17
Dia adalah ketakutan itu, meskipun dia mungkin berpura-pura berbeda, melihat dari luar. Dan jika dia terpisah maka ketika dia menganalisis secara mendalam, analisisnya harus sangat akurat, benar, tanpa distorsi, karena jika dia menganalisis, jika analisisnya agak terdistorsi, maka semua analisis di masa depan juga menjadi terdistorsi. Dan jika kita akan menganalisis, maka itu memerlukan waktu - hari, bulan, tahun. Seperti seseorang yang kejam, agresif, brutal, dia berkata, 'Saya akhirnya akan menjadi damai.' Sementara itu dia menabur benih kerusakan dan kekerasan. Dan secara psikologis apakah ada hari esok sama sekali? Hanya kesenangan dan ketakutan yang melahirkan gagasan bahwa ada hari esok, tetapi sebenarnya apakah ada hari esok, secara psikologis bukan secara kronologis? Jadi semua hal ini terlibat dalam analisis, dan pastinya harus ada cara yang berbeda untuk memahami kontradiksi ini yang dari mana muncul konflik, perjuangan, perpecahan antara 'saya' dan 'kamu', dan 'kita' dan 'mereka'. Apakah ada cara yang berbeda atau pandangan yang berbeda, persepsi, yang melihat hal itu secara langsung, di mana tidak ada perpecahan sebagai pengamat dan yang diamati? Sebenarnya tidak ada perpecahan antara pengamat dan yang diamati. Entitas yang berkata, 'Saya cemburu,' dia memisahkan dirinya dari bidang itu, tetapi dia adalah bidang itu. Dan kemudian ketika dia melanjutkan untuk menganalisis bentuk kecemburuannya atau iri hati atau apa pun itu, dia memisahkan dirinya dan karenanya memberikan lebih banyak kehidupan pada hal dari mana dia telah memisahkan diri. Jadi menurut saya, analisis bukanlah jalannya. Tolong, kita mengatakan ini tanpa dogma apapun, karena kita sedang memeriksa seluruh hal ini. Ini seperti seseorang yang lapar, terbebani kesedihan, dan proses analisis berkata, baiklah Anda akhirnya akan diberi makan, Anda akhirnya akan bahagia - bagi orang seperti itu tidak ada artinya. Oleh karena itu harus ada cara yang sepenuhnya berbeda - bukan cara - tindakan yang berbeda yang membawa pemahaman, bukan secara intelektual tetapi sebenarnya, dari mana dalam mana ada penghentian bukan hanya analisis tetapi juga persepsi total. Untuk memahaminya seseorang harus sepenuhnya bebas dari analisis, baik melihat kebenaran atau ketidakbenarannya untuk dirinya sendiri. Anda tidak bisa bermain-main dengan itu. Anda tidak bisa untuk sementara menjadi analisis, penganalisis, dan lain kali mencoba melihat hal-hal secara berbeda. Jika Anda melihat ketidakbenaran analisis - dan itu adalah ketidakbenaran, untuk semua alasan yang telah diberikan tadi - lalu apa yang akan membawa perubahan radikal dalam pikiran manusia, yang tidak berdasarkan waktu - waktu berarti evolusi dalam arti secara bertahap menyingkirkannya - lalu apa itu? Untuk benar-benar menjawab pertanyaan itu sepenuhnya dan mendalam dan benar, jika Anda menanyakannya pada diri sendiri, bukan hanya mendengarkan secara verbal pembicara, maka Anda harus benar-benar bebas dari gagasan waktu ini. Anda tahu, kaum idealis adalah penemu waktu. Mereka berkata, Anda kejam, dan mereka menciptakan ideologi non-kekerasan. Anda pada akhirnya, melalui perjuangan, konflik, kontrol, disiplin, penindasan dan berbagai bentuk pelarian, akhirnya akan menjadi non-kekerasan. Pencapaian akhirnya dari non-kekerasan memerlukan waktu. Bukankah begitu, jelas? Jadi para idealis adalah yang paling - bahasa apa, kata apa yang bisa digunakan untuk mengungkapkannya dengan sangat kuat? - para idealis - mungkin tidak ada di sini sehingga saya bisa menggunakannya - pada umumnya agak bodoh, karena mereka tidak menghadapi kenyataan, yaitu kekerasan. Mereka berkata ideal diperlukan untuk menghilangkan kekerasan - itu akan bertindak sebagai pengungkit, dan Anda tahu semua berbagai bentuk alasan untuk menghindari fakta sebenarnya bahwa seseorang kejam.
101
18
Haruskah kita masuk ke dalam itu? Untuk mencari tahu bagi diri kita sendiri, tidak hanya secara verbal tetapi non-verbal apakah mungkin bagi pikiran yang telah begitu terkondisi, terpelintir, tersiksa, begitu didorong oleh propaganda, oleh masyarakat di mana kita hidup, apakah pikiran seperti itu bisa bebas dari semua konflik. Sebenarnya bukan secara teoretis; sebenarnya tetapi bukan secara verbal. Dan untuk melakukan itu, seseorang harus mengamati dirinya sendiri, seseorang harus memiliki pengetahuan diri, mengetahui dirinya sendiri, sebenarnya apa adanya. Sekarang bagaimana seseorang menemukan apa penyebab dari kontradiksi dan karenanya konflik, perjuangan, apa penyebab ketakutan, dari mana muncul kekerasan dan pencarian kesenangan, dan bisakah kita melihat diri kita sendiri apa adanya dan memahami diri kita apa adanya? Apakah itu berarti analisis? Untuk menganalisis harus ada penganalisis dan yang dianalisis, baik analisis itu dilakukan oleh profesional atau Anda sendiri yang melakukannya, harus ada penganalisis dan hal yang diamati yang sedang dianalisis. Apakah itu cara untuk memahami diri sendiri? Apakah itu cara untuk mengetahui bukan hanya penyebab dan akibat tetapi juga untuk bebas dari itu, bebas dari penyebab dan akibat? Jadi seseorang harus, jika dia benar-benar serius tentang masalah ini, yaitu apakah pikiran dapat sepenuhnya bebas dari semua konflik dan karenanya dari semua ketakutan dan kontradiksi. Kita harus memahami hal pertama ini yaitu: apakah analisis dalam bentuk apapun akan membebaskan pikiran dari konflik dan juga dari faktor-faktor lain? Kita harus menyelidiki pertanyaan ini untuk menemukan sendiri kebenaran atau ketidakbenaran dari analisis. Atau apakah ada cara yang benar-benar berbeda bukan melalui analisis - melalui persepsi, melalui melihat? Jadi kita akan pertama-tama mengambil ini - analisis. Apakah ada perbedaan antara penganalisis dan yang dianalisis? Apakah penganalisis berbeda dari hal yang ingin dia analisis dan pahami? Saya tahu itu adalah mode, sebuah mode yang menyebar bahwa analisis adalah satu-satunya cara. Kita telah mencoba begitu banyak cara lain jadi sekarang kita beralih ke analisis; bukan hanya yang neurotik tetapi juga orang yang cukup waras berpikir melalui analisis dia akan membebaskan dirinya dari semua penderitaan dan kesedihan. Jadi ada beberapa hal yang terlibat dalam proses analisis ini. Pertama, ada bukan hanya perbedaan antara penganalisis dan yang dianalisis, dan apakah penganalisis bukan juga yang dianalisis, dan karenanya tidak ada perbedaan antara penganalisis dan hal yang akan dia analisis. Dan juga dalam hal itu terlibat waktu, banyak hari, banyak tahun, dan apakah seseorang punya waktu sama sekali. Maksud saya, Anda bisa menghabiskan seluruh hidup Anda menganalisis dan kemudian berakhir di kuburan, dan Anda belum sampai pada akhirnya, baik itu dilakukan oleh profesional, spesialis, atau oleh diri Anda sendiri. Dan apakah pikiran sadar dapat menganalisis yang tidak sadar, lapisan-lapisan tersembunyi yang lebih dalam, atau jika itu tidak bisa, seperti yang jelas tidak bisa, maka ada seluruh bidang mimpi. Dan seseorang bisa menikmati waktu yang indah di sana, menafsirkannya sesuai keinginan Anda, sesuai dengan kondisi kita, apakah itu Freudian dan semua yang lainnya, atau jika Anda membuang yang kuno, Anda mencoba metode lain. Semua ini terlibat dalam proses analisis: penganalisis, waktu, dan apakah pikiran benar-benar dapat memeriksa seluruh struktur dan sifat dari kesadaran - 'saya' dan 'kamu', 'kita' dan 'mereka', perpecahan dan karenanya konflik. Apakah Anda menunggu pembicara untuk memberitahu Anda apa kebenaran dari masalah ini? Kita telah menunjukkan sifat analisis. Kita dapat melihat dengan jelas bahwa penganalisis, entitas, pengamat, pemikir, mengatakan, saya akan menganalisis diri saya sendiri - kemarahan, kecemburuan, apa pun itu. Dan apakah penganalisis berbeda dari hal yang dia analisis? Tentu dia tidak berbeda; dia adalah bagian dari kemarahan itu, bagian dari kecemburuan itu, ketakutan itu.
103
19
Yang benar-benar penting adalah, menurut saya, manusia yang telah hidup begitu lama masih hidup dalam kehidupan yang sangat membosankan, kehidupan rutin, kecemasan, ketakutan, dalam keadaan usaha yang terus-menerus, kekacauan. Jadi apakah mungkin untuk mengubah kehidupan kita? Hidup adalah hubungan antara manusia dan manusia. Dan saya pikir itulah satu-satunya hal yang penting, dan tidak ada yang lain. Dan menetapkan perilaku yang benar, bukan secara teoretis tetapi sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari, kemudian kita bisa melanjutkan ke isu-isu yang lebih dalam: apa itu meditasi; apakah ada sesuatu seperti Tuhan; apakah pikiran mampu sepenuhnya bebas dari semua kondisinya. Tetapi sebelum kita bisa masuk sangat dalam ke hal-hal yang benar-benar penting, seperti kematian, cinta dan apa keindahan meditasi, dan sebagainya, sebelum kita bisa sampai pada hal-hal tersebut, kita harus terlebih dahulu mencari tahu apakah perilaku, yang adalah tingkah laku dalam kehidupan sehari-hari, mungkin tanpa rasa takut. Karena ada begitu banyak teori tentang perilaku, begitu banyak ahli, spesialis yang telah menetapkan bagaimana seseorang harus berperilaku, apakah itu bergantung pada lingkungan, pada struktur sosial tertentu, budaya dan sebagainya, yang sebagian besar dari kita adalah budaknya. Dan apakah mungkin untuk hidup sehari-hari, di mana tidak ada konflik sama sekali. Karena jelas konflik merusak pikiran, dan kita telah menerima konflik sebagai cara hidup, perjuangan, seperti kita telah menerima perang sebagai cara hidup. Dan jika Anda mau, tanpa terlalu banyak argumen, secara dialektis atau menawarkan pendapat, untuk mencari tahu apakah mungkin bagi pikiran untuk sepenuhnya bebas dari konflik, apakah konflik borjuis atau sangat intelektual, yang biasa-biasa saja atau sangat canggih. Untuk mencari tahu kehidupan di mana setiap bentuk kontradiksi, yang merupakan sumber konflik, dari mana tidak mungkin untuk melarikan diri sama sekali, tetapi untuk memahaminya, dan apakah pikiran bisa bebas dari konflik tersebut. Menurut saya ini adalah salah satu isu utama, karena seluruh hidup kita adalah konflik. Dari saat kita lahir sampai kita mati itu adalah pertempuran tanpa akhir dari agresi, kekerasan, kebrutalan, keserakahan, ambisi, pemujaan terhadap kesuksesan, untuk menjadi seseorang di dunia yang busuk dan bodoh ini. Jadi tanpa memahami sifat dan struktur konflik - tidak berteori tentang itu, tidak menawarkan pendapat Anda melawan pembicara, atau mengikuti sistem tertentu untuk menghilangkan konflik, tetapi benar-benar memeriksa diri kita sendiri untuk melihat apa itu konflik, bagaimana itu muncul dan apakah mungkin untuk bebas darinya sepenuhnya. Dan dari sana jika mungkin untuk bebas dari konflik, dari kekerasan, kebrutalan, kehidupan agresif yang dijalani seseorang. Kemudian dalam pemahaman itu ada kemungkinan, menurut saya, perilaku yang benar. Karena bagaimanapun juga kita adalah manusia yang berhubungan satu sama lain, bukan Muslim dan Hindu, Katolik dan Inggris dan Rusia dan semua perbedaan nasionalistik, linguistik, religius yang jelas-jelas kekanak-kanakan, tidak dewasa. Jadi, bisakah kita, bukan secara intelektual atau verbal, masuk ke pertanyaan ini, karena pikiran yang bebas dari konflik, di tingkat mana pun, sadar atau di tingkat yang lebih dalam dari pikiran, pikiran seperti itu tidak mampu menemukan apa itu kebenaran, jika ada sesuatu seperti Tuhan. Pikiran dalam konflik pasti akan melarikan diri, karena belum menyelesaikan konfliknya. Oleh karena itu satu-satunya kemungkinan adalah melarikan diri - pelarian itu bisa berupa hiburan religius, atau dogmatisme spekulatif, teoritis, atau terlibat dalam berbagai bentuk kebodohan nasionalistik. Jadi menurut saya sangat penting untuk mencari tahu bagi diri kita sendiri apakah pikiran pernah bisa bebas dari konflik sehingga bisa ada hubungan yang benar antara manusia, dan oleh karena itu cinta.
88
20
MENGAMATI KEKERASAN TANPA KATA Jiddu Krishnamurti lahir pada 11 Mei 1895 di sebuah keluarga Brahmana yang sederhana di Madanapalle, India. Pada usia muda, ia ditemukan oleh Annie Besant dan Charles Leadbeater, pemimpin dari Theosophical Society, yang melihat potensi spiritual besar dalam dirinya. Mereka mengasuh dan mendidiknya, mempersiapkan Krishnamurti untuk menjadi pemimpin spiritual masa depan yang mereka percaya akan menjadi "Pengajar Dunia". Krishnamurti dibawa ke Inggris dan dididik di sana, sekaligus diperkenalkan kepada lingkungan intelektual dan spiritual Eropa. Pada tahun 1929, setelah menjalani peran sebagai pemimpin Ordo Bintang Timur yang didirikan oleh Theosophical Society, Krishnamurti membuat keputusan mengejutkan dengan membubarkan ordo tersebut. Dalam pidato terkenalnya, ia menyatakan bahwa "kebenaran adalah tanah tanpa jalan" dan menolak segala bentuk otoritas spiritual, termasuk posisi yang diberikan kepadanya oleh Theosophical Society. Sejak saat itu, Krishnamurti mulai berbicara atas namanya sendiri, mengajak orang untuk menemukan kebenaran melalui pemahaman diri dan penolakan terhadap dogma serta guru spiritual. Pada dekade 1930-an dan 1940-an, Krishnamurti berkeliling dunia, berbicara tentang krisis global yang mengancam, termasuk ancaman Perang Dunia II. Ia menekankan bahwa akar dari konflik dan kekacauan dunia terletak pada kebingungan dan kekacauan dalam diri individu. Menurutnya, hanya dengan transformasi radikal dari pikiran dan kesadaran individu, dunia bisa berubah menuju perdamaian dan harmoni sejati. Pandangannya yang revolusioner dan tidak konvensional menarik banyak pengikut dan membuatnya menjadi salah satu filsuf dan pemikir spiritual paling berpengaruh di abad ke-20. https://www.krishnamurti.org/transcript/looking-at-violence-without-the-word/ Terjemahan transkrip : Saya ingin tahu apa yang Anda harapkan dari saya. Jika saya boleh, saya ingin langsung menyelami hal yang paling serius yang menurut saya adalah hal yang paling penting. Kita memiliki begitu banyak masalah dan saya merasa bahwa masalah-masalah tersebut hanya bisa diselesaikan secara total dan lengkap dengan pikiran yang sepenuhnya religius. Yang saya maksud dengan kata itu bukanlah keyakinan yang terorganisir, atau keyakinan pada dewa tertentu, ritualisme, dogma, dan sebagainya. Semua itu sebenarnya bukan agama sama sekali. Agama adalah sesuatu yang sepenuhnya berbeda, dan jika saya boleh, saya ingin langsung membahasnya dan tidak berbelit-belit, karena menurut saya sebagian besar dari kita mengisi pikiran kita dengan begitu banyak teori, konsep, formula karena kehidupan kita sendiri begitu membosankan, agak hambar, sia-sia, dan kita mencoba menemukan makna atau memberikan makna pada kehidupan. Jadi kita selalu mencari, mencoba mencari tahu dari orang lain, dari para spesialis, dari para intelektual, teori atau formula apa yang paling bisa diterima, paling menyenangkan, dan kita hidup berdasarkan formula dan kata-kata tersebut dengan mengetahui bahwa kehidupan kita sendiri, kehidupan sehari-hari, cukup kosong, sepi, menyakitkan, atau sangat dangkal. Pikiran yang dangkal selalu mencari hiburan - baik itu hiburan religius, filosofis atau hiburan pengetahuan dan informasi. Dan jika kita bisa menghilangkan semua itu dan benar-benar menghadapi hidup kita apa adanya, kehidupan sehari-hari - kehidupan yang sombong, tidak terpenuhi, penuh dengan kesedihan, kecemasan, ketakutan, dan keinginan terus-menerus untuk hiburan, kesenangan, baik seksual maupun intelektual. Jadi jika kita bisa menembus dan melampaui semua itu dan menghadapi kehidupan kita sendiri, dan melihat apakah mungkin untuk membawa perubahan yang mendalam dan radikal dalam hidup tersebut. Dan saya pikir itulah satu-satunya hal yang penting. Bukan teori, bukan apa yang Anda yakini atau tidak yakini, apakah Anda seorang komunis, sosialis atau bentuk konsep teoretis lainnya.
104