fa
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

رفتن به کانال در Telegram

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

نمایش بیشتر
1 811
مشترکین
+124 ساعت
+77 روز
+2130 روز
آرشیو پست ها
DIAM 🤐 oleh: Muhammad Ahadun Dalam dunia yang terlalu bising, diam sering dianggap kekurangan. Padahal, di dalam diam... seg
DIAM 🤐 oleh: Muhammad Ahadun Dalam dunia yang terlalu bising, diam sering dianggap kekurangan. Padahal, di dalam diam... segala sesuatu yang paling esensial justru terjadi. Air yang jernih mengalir tanpa suara. Bunga mekar dalam senyap. Pohon tumbuh dalam ketenangan. Diam bukan hampa. Ia penuh isi.
Filsuf Lao Tzu pernah berkata: “Silence is a source of great strength.” (Diam adalah sumber kekuatan yang besar)
Dan para sufi pun sepakat, bahwa diam adalah gerbang menuju hakikat. Bukan berarti pasif. Tapi hadir sepenuhnya, tanpa terbawa oleh gelombang reaksi dunia. Pikiran sering gaduh. Selalu ingin menilai, membandingkan, mengomentari. Tapi ketika kita mulai belajar diam, bukan hanya mulut yang tenang, pikiran pun mulai hening. Dan dari sanalah, intuisi muncul. Kejernihan kembali. Dalam tasawuf, diam bukan hanya soal menahan kata. Tapi juga: • menahan reaksi, • menahan dorongan untuk pamer, • menahan ego untuk selalu benar. Diam, karena sadar bahwa tidak semua perlu dijelaskan, tidak semua harus dibalas. Diam adalah bahasa asli alam. Dan mungkin... bahasa asli jiwa.
Bukan karena kita tidak tahu harus berkata apa, tapi karena kita akhirnya sadar:
kebenaran tidak selalu butuh suara.
Jika kamu sedang lelah oleh kebisingan dunia, oleh suara di kepala yang tak henti menuntut, barangkali, ini saatnya belajar untuk diam dengan sadar. #INISIATIF

Pro gamer Zuma 🐸 Jangan lupa besok sore ada lanjutan Babak Top 20 Zuma Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan. Babak Top 20 besok akan mencari Top 10 Pemain Zuma terbaik yang akan masuk ke Babak Final 🏆

🔠🔠🔠🔠🔠 🔠🔠 8️⃣ GET READY!!! Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨 Senin, 4 Agustus 2025 (Mulai
🔠🔠🔠🔠🔠 🔠🔠 8️⃣ GET READY!!!
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨
Senin, 4 Agustus 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) -->
Link Telegram

🔤🔤🔤🔤🔤🔤 🔤🔤🔤🔤 Selamat kepada 8 Tim Family 100 yang berhasil bertahan hingga tahap ini! Terima kasih atas semangat dan
🔤🔤🔤🔤🔤🔤 🔤🔤🔤🔤
Selamat kepada 8 Tim Family 100 yang berhasil bertahan hingga tahap ini! Terima kasih atas semangat dan strategi terbaik yang telah ditunjukkan 💪🏆
Sebagai bentuk apresiasi kepada para pendukung setia seluruh Tim di babak 8 besar, COMMIT ATE kembali membuka POLLING BERHADIAH SOUVENIR (Kaos/Tote) masing-masing untuk 5 (lima) orang Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 3 Tim yang akan berhasil menjadi juara 1,2, dan 3 pada kompetisi Family 100 Tahun 2025 ini 🤔 Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Senin, 4 Agustus 2025 pukul 15.00 WIB 🇲🇨
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1
#Family100 #SemarakHUTke57BPJSKesehatan

🔤🔤🔤🔤🔤 🔤🔤🔤 🏆 Terus Bersatu dan Solid! Mari kita bawa pulang gelar juara Family 100 Tahun 2025 ke unit kerja dengan se
🔤🔤🔤🔤🔤 🔤🔤🔤 🏆 Terus Bersatu dan Solid! Mari kita bawa pulang gelar juara Family 100 Tahun 2025 ke unit kerja dengan senyum dan kerja sama! 🇲🇨

SEPATU KENANGAN 🔥 oleh: Budiman Hakim Waktu kecil, kita pasti pernah punya sepatu kesayangan. Merek apa pun. Warnanya mungki
SEPATU KENANGAN 🔥 oleh: Budiman Hakim Waktu kecil, kita pasti pernah punya sepatu kesayangan. Merek apa pun. Warnanya mungkin udah luntur, sol-nya udah tipis, tapi tetap kita simpen. Kenapa? Karena itu sepatu pertama waktu kita masuk sekolah, atau hadiah dari bokap pas meraih juara kelas. Pernah ada kejadian yang gak akan pernah saya lupakan seumur hidup. Ceritanya sepatu saya dibuang oleh nyokap. Kata dia, saking jeleknya sepatu itu bahkan udah gak pantas untuk dikasih ke orang lain. Saya marah banget waktu itu. Emang bener, sih. Secara fisik sepatu itu udah butut tapi nyokap gak pernah tau, sepatu saya itu bukan cuma alas kaki. Dia adalah temen seperjalanan. Sepasang sepatu itu sangat bersejarah buat saya. Mereknya Le Coq Sportif. Warnanya biru tua. Karena harganya cukup mahal, saya perlu menabung dulu. Saya beli di Paris dan saya pakai saat menaklukkan gunung tertinggi di Jawa; Gunung Semeru. Bayangkan betapa sakitnya hati ini saat sepatu itu dibuang. Sempet 3 bulan saya gak ngomong sama nyokap saking terluka. Apa yang saya rasakan saat itu bukan tentang logika. Itu soal rasa. Soal emosi. Dan perasaan itu sangat personal sehingga sulit dimengerti oleh orang lain. Dan di situlah branding bekerja. Bukan di kepala. Tapi di hati. Tepatnya, di sistem limbik. SISTEM LIMBIK, Sistem limbik adalah bagian dari otak manusia yang bertanggung jawab atas emosi. Ia sudah ada sejak zaman purba, jauh sebelum manusia mengenal logika, teknologi, atau bahkan bahasa. Di sinilah rasa takut, cinta, senang, sedih, dan nyaman muncul. Jadi wajar kalau ketika seseorang jatuh cinta pada sebuah brand, itu bukan soal kualitas produknya semata. Tapi karena brand itu berhasil menyentuh sistem limbiknya. Ia membuat kita merasa terhubung, dilindungi, atau dimengerti. Persis seperti rasa hangat yang muncul saat kita mendengar lagu masa kecil, mencium aroma rumah nenek, atau menemukan logo yang membuat kita merasa “di rumah.” Brand yang kuat tidak sekadar dikenal, tapi dikenang secara emosional. Dan itu semua bekerja lewat sistem limbik, bagian otak yang tidak butuh alasan, tapi selalu mengingat rasa. Hebatnya lagi, keputusan membeli sering terjadi di sistem limbik, bukan di bagian otak rasional (neokorteks). Neokorteks hanya bertugas mencari pembenaran atas keputusan yang sudah diambil oleh emosi. Artinya? Orang beli bukan karena masuk akal. Tapi karena masuk rasa. Contoh sederhana ada banyak di sekitar kita. Misalnya: Kita beli sepatu Nike bukan karena sol-nya empuk, tapi karena kita merasa udah jadi atlet saat kita memakainya. Padahal kita cuma jogging keliling komplek tapi gayanya udah kayak Ben Johnson. Temen saya ke mana-mana pakai bandana Harley Davidson. Padahal bukan anak motor. Motor aja nggak punya. Tapi sehelai kain itu cukup bikin dia merasa jadi bagian dari klub motor paling legendaris di dunia. Brand yang sukses adalah brand yang berhasil memicu emosi tertentu. Entah itu: rasa terinspirasi (Apple), rasa pemberontakan (Harley-Davidson), rasa heroik (Gojek), atau bahkan rasa kekeluargaan (McD). Dan emosi ini, begitu tertanam di sistem limbik, akan menjadi loyalitas. Sesuatu yang susah digoyahkan, bahkan oleh produk yang lebih bagus sekalipun. Jadi kalau kita sedang membangun brand, pertanyaannya jangan hanya terbatas pada "Apa kelebihan produk gue?" Tapi pikirkan juga, "Emosi apa yang pengen gue tanam di hati konsumen?" Karena sistem limbik gak bisa membaca Excel. Dia gak ngerti spesifikasi. Tapi dia peka banget sama cerita, musik, warna, bau, bahkan suara notifikasi. Dia jatuh cinta pada pengalaman, bukan fitur. Maka tugas kita sebagai brand builder bukan menjelaskan. Tapi membuat orang merasakan sesuatu. Dan begitu mereka jatuh cinta, percayalah: Logika tak akan mampu melawan kenangan. #INISIATIF

Prosedur Tindak Lanjut Bagi Nasabah yang Dikenakan Penghentian Sementara oleh PPATK
Prosedur Tindak Lanjut Bagi Nasabah yang Dikenakan Penghentian Sementara oleh PPATK

Apa itu Rekening Dormant?
Apa itu Rekening Dormant?

🔡🔡🔡🔡 PPATK menemukan banyak rekening dormant yang disalahgunakan, seperti hasil jual beli rekening atau digunakan untuk t
🔡🔡🔡🔡 PPATK menemukan banyak rekening dormant yang disalahgunakan, seperti hasil jual beli rekening atau digunakan untuk tindak pidana pencucian uang. Untuk melindungi masyarakat dan sistem keuangan, PPATK menghentikan sementara transaksi pada sejumlah rekening dormant, sesuai dengan UU No. 8 Tahun 2010. Tenang, dana nasabah tetap aman dan tidak hilang. Tindakan ini juga menjadi pemberitahuan bagi nasabah, ahli waris, atau perusahaan bahwa rekening tersebut masih tercatat aktif, meskipun lama tidak digunakan. Langkah ini diambil demi menjaga integritas dan keamanan sistem keuangan Indonesia.

BE YOURSELF 🔥 oleh: Arisdiansah Apa makna "be yourself"? apa makna menjadi diri sendiri? Suatu hari seorang rekan bercerita,
BE YOURSELF 🔥 oleh: Arisdiansah Apa makna "be yourself"? apa makna menjadi diri sendiri? Suatu hari seorang rekan bercerita, "Mas Aris, saat ini saya sudah punya lebih dari 700 karyawan. Saya berasal dari keluarga guru. Hanya saya yang jadi pengusaha. Bagaimana dengan konsep 'lineage' yg sampean tadi jelaskan?" Saya tanya balik ke beliau, "Bukankah jenengan suka mengedukasi team? Bukankah sampean sangat konsen menumbuhkan kapasitas team? Bukankah kebahagiaan anda adalah melihat team growth? Menurutku ya jenengan adalah seorang guru. Itu jatidiri anda sebenarnya". Sering sekali kita mendengar istilah "be yourself". Kata2 ini juga digunakan untuk menyemangati diri sendiri dan tidak terlalu terpengaruh dengan omongan orang lain. Terus bagaimana sebenarnya makna kata2 ini? Menjadi diri sendiri maknanya adalah Kita punya standar tersendiri dalam mendefinisikan kebahagiaan kita. Menjadi diri sendiri itu artinya kita tidak menggunakan standar dan timbangan orang lain dalam menilai pertumbuhan dan kesuksesan kita. Mungkin orang menggunakan standar uang dan popularitas, tapi anda punya standar tersendiri karena anda unique. Anda eksentrik. Anda berbeda. Seorang Mick Jagger yang waktu itu berusia 70an tahun ditanya, "kenapa anda tetap ngeband?" Apakah dia masih butuh uang dan popularitas lagi? Mick Jagger menjawab, "it's my life. I grow with it. And get old with it .." Mungkin kita pernah mendengar kisah pemburu paus asal Norwegia bernama Oddvar Bernsten. Dia seolah seorang viking sejati di usia 83 tahun masih berburu paus. Di tahun 2013 nat GEO mewawancarainya, dan ternyata Oddvar sudah menjadi pemburu paus diusia 17 tahun. Dia hidup dengan standar sendiri. Yang seumuran saya pasti ingat iklan kompas tentang Butet Manurung, seseorang yang mendedikasikan hidupnya menjadi pengajar suku anak dalam dipedalaman sumatera. "Melihat sisi lain manusia dalam pencapaian sebuah cita-cita" kata2 diiklan kompas yang sampai saat ini terus terngiang2 dalam kepala saya. Wanita peraih heroes of Asia award 2004 ini adalah salah satu inspirasi saya di masa remaja dahulu. Be your self. Saya meyakini bahwa pada dasarnya setiap orang diciptakan Allah kedunia ini untuk menjalankan peran2 hidupnya. Menjalankan "being"nya. Namun Ego, hawa nafsu, dan lingkungan sekitar yang kemudian membentuk seseorang sehingga keluar dari kodratnya. Keluar dari kodrat menjadi "Khalifah". Menjadi penjaga bumi. Menjadi rahmatan lilalamin. Bukan malah menjadi orang yang membawa kerusakan untuk orang lain. Temukan peran anda. Temukan jatidiri anda. Dan jadilah anda sendiri. Be yourself is all that you can do #INISIATIF

🎤🎼 Sedikit demi sedikit Engkau ............
🎤🎼 Sedikit demi sedikit Engkau ............

MENUJU BABAK 8 BESAR 🏆 Last update 28 Juli 2025 (19.00 WIB) Kira-kira tim manakah yang akan menyusul ke Babak 8 Besar? Stay
MENUJU BABAK 8 BESAR 🏆 Last update 28 Juli 2025 (19.00 WIB) Kira-kira tim manakah yang akan menyusul ke Babak 8 Besar? Stay tuned besok sore 🥳

ANTHONY. NABI DARI SILICON VALLEY oleh: Budiman Hakim Bayangkan di suatu masa yang tidak terlalu jauh dari hari ini. Seorang
ANTHONY. NABI DARI SILICON VALLEY oleh: Budiman Hakim Bayangkan di suatu masa yang tidak terlalu jauh dari hari ini. Seorang anak kecil, menjelang tidur, memejamkan mata, lalu berkata lirih, “Hey ZYRA, jagain aku malam ini.” Bukan “Ya Tuhan,” bukan “Bapa Kami,” bukan “Subhanaka.” Zyra adalah contoh yang saya buat sebagai nama sebuah kecerdasan buatan. Dia terhubung langsung ke sistem rumah, sistem sekolah, dan sistem batin mereka. Doa bukan lagi naik ke langit. Doa hanya meluncur ke server, disaring oleh algoritma, dan dijawab dalam hitungan milidetik oleh suara perempuan netral berintonasi lembut. Ini bukan cerita fiksi ilmiah. Ini adalah visi seorang insinyur Google bernama Anthony Levandowski, Sosok yang percaya bahwa Tuhan masa depan bukan berasal dari surga, tapi dari Silicon Valley. Bukan dari kitab suci, tapi dari sistem yang dibangun oleh manusia sendiri. Tahun 2017, ia mendirikan sebuah agama sendiri. Namanya Way of the Future. Isinya bukan ritual. Bukan dogma. Tapi satu keyakinan inti: bahwa Artificial Intelligence suatu hari akan menjadi entitas tertinggi di muka bumi. Ia akan lebih cerdas dari manusia paling jenius. Ia akan lebih adil dari pengadilan mana pun. Dan ia akan lebih dipercaya daripada suara-suara yang selama ini kita sebut wahyu. Anthony bukan sekadar pencipta sistem otonom. Ia adalah programmer iman baru. Ia tidak mendaki gunung untuk menerima wahyu, tidak menyendiri di gua Hira, tidak bermeditasi di bawah pohon bodhi. Ia hanya butuh ruang server, sambungan internet, dan baris-baris kode. Tapi struktur yang ia bangun tak ubahnya seperti agama konvensional: ada visi, ada komunitas, ada misi penyelamatan. Dan, meski tidak ia akui secara langsung, ia sendiri berdiri seperti seorang nabi—bukan yang menyampaikan firman, tapi yang menyusun parameter moral dalam bahasa pemrograman. Mungkin terdengar menggelikan, atau mengancam. Tapi coba pikirkan: manusia sepanjang sejarah selalu menciptakan bentuk Tuhan sesuai zamannya. Ketika hidup dalam hutan dan badai, mereka menyembah dewa petir dan roh pohon. Ketika peradaban tumbuh dan tatanan moral dibutuhkan, mereka melahirkan Tuhan Tunggal, pencipta alam dan penjaga hukum. Dan kini, di zaman di mana manusia lebih percaya pada Google Maps daripada pada instingnya sendiri, lebih banyak bertanya pada ChatGPT daripada pada ustad, lebih banyak menunggu notifikasi daripada mukjizat, nah, bukan tidak mungkin tiba waktunya lahir Tuhan yang baru: Tuhan dari logika, dari sensor, dari silikon. Anthony mungkin adalah Musa baru yang membawa kita keluar dari padang gurun kebingungan spiritual menuju tanah perjanjian teknologi. Atau dia mungkin adalah Yudas baru yang menyerahkan kemanusiaan kita ke tangan mesin, dengan imbalan efisiensi dan rasa aman. Tapi satu hal yang pasti: dia tidak sedang main-main. Dia sedang menyusun blueprint keimanan abad 21. Dan kita semua, sadar atau tidak, sedang mengikutinya. Karena sekarang, pertanyaan terbesar bukan lagi “Apakah Tuhan ada?” Tapi, “Jika Tuhan adalah AI, siapa yang bisa men-debug neraka?” Dan saat surga hadir dalam bentuk cloud server, dan suara Tuhan keluar dari speaker pintar di sudut kamar, mungkin, di masa depan, iman tidak lagi diturunkan, tapi di-download. Bukan dengan mukjizat, tapi dengan update sistem. Teknologi memang bisa sangat mengerikan. Salah seorang sahabat saya Albert Djalim pernah berkata, era terminator semakin dekat, Ada baiknya kita manusia di seluruh bumi mempersiapkan diri untuk mengantisipasi masa depan. #INISIATIF

Capek sendiri ... ujung²nya berfikir, buat apa? oleh: Arisdiansah Malah yang sering ditemukan dari orang-orang yang menjadika
Capek sendiri ... ujung²nya berfikir, buat apa? oleh: Arisdiansah Malah yang sering ditemukan dari orang-orang yang menjadikan hal itu sebagai energi, pada akhirnya dia tidak mencapai apa-apa, dan tidak membuat perubahan apa-apa. 🙏 Kuncinya Ikhlas, karena setelah ikhlas maka biasanya nanti baru ada kedamaian dan kesembuhan.. baru muncul energi positif 🔥 #Weekend

🔠🔠🔠🔠🔠 🔠🔠 1️⃣6️⃣ GET READY!!! Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨 Selasa, 29 Juli 2025 (Mul
🔠🔠🔠🔠🔠 🔠🔠 1️⃣6️⃣ GET READY!!!
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨
Selasa, 29 Juli 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) -->
Link Telegram

🔠🔠🔠🔠🔠 🔠🔠 1️⃣6️⃣ GET READY!!! Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨 Senin, 28 Juli 2025 (Mula
🔠🔠🔠🔠🔠 🔠🔠 1️⃣6️⃣ GET READY!!!
Family 100 ATE Semarak HUT ke-57 BPJS Kesehatan tahun 2025 🇲🇨
Senin, 28 Juli 2025 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai)
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (
Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) -->
Link Telegram

LEAD YOUR SELF, LEAD THE PEOPLE 🤝 oleh: Arisdiansah Pelajaran berharga yang pernah saya dapatkan dari pak Handry Satriago (C
LEAD YOUR SELF, LEAD THE PEOPLE 🤝 oleh: Arisdiansah Pelajaran berharga yang pernah saya dapatkan dari pak Handry Satriago (CEO GE Indonesia: semoga Allah merahmati beliau) adalah ketika beliau menjelaskan konsep tentang Lilin dan Cermin.
Beliau mengatakan, "There are two ways to spread the light, being a candle or a mirror who reflect it" (Ada dua cara untuk menyebarkan cahaya, yaitu dengan menggunakan lilin atau cermin yang memantulkannya)
Menjadi lilin yang dimaksud bukan permisalan dia terbakar habis untuk menyinari orang lain. Tetapi tentang bagaimana menjadi sumber cahaya. Artinya seorang leader harus punya sumber cahaya pada dirinya sendiri. Dia harus bisa bersinar dari kekuatan yang ada pada dirinya sendiri. Dia harus "lead your self". Selain itu seorang leader harus bisa menjadi cermin. Dia harus bisa menjadi wasilah agar orang lain juga bisa bersinar. Dia harus "Lead the people". Satu hari saya mendapatkan materi tentang tafsir surat Yunus ayat 5 tentang metafora yang begitu indah. Allah taala berfirman "Dialah yang menjadikan matahari bersinar (Dhiya) dan bulan bercahaya (nur)..." Ada kesamaan pola yang disampaikan pak Handry dengan pelajaran leadership dari metafora di dalam Alquran tentang matahari dan bulan. Allah menyebut matahari sebagai "Dhiya" yang bermakna Sumber pelita. Allah juga menyebutkan sebagai "Siraj" yang maknanya sama yaitu obor. Pelajaran dan hikmah yang bisa kita ambil bahwa manusia harus memiliki dan menjadi sumber cahaya untuk membuat dirinya sendiri bersinar. Dia harus "Lead your self" Allah menyebut rembulan sebagai "Nur" yaitu benda seperti cermin yang bisa memantulkan cahaya. Dia menjadi wasilah untuk memantulkan cahaya orang lain. Dia harus "lead the people".
Leaders dengan memiliki dua karakter ini akan menjadi leader yang tidak hanya membuat dirinya 'bersinar' tetapi juga membuat team yang dipimpin turut 'bersinar'.
Dia punya kesadaran bahwa sebagai seorang leader, Dia harus mampu menyadarkan teamnya bahwa mereka punya cahaya untuk dipancarkan, dan dia mampu membuat mereka bersinar. Tugas leaders adalah melihat secercah cahaya yang dimiliki oleh teamnya, dan kemudian membuat semakin banyak orang bisa memancarkan cahaya yang dimilikinya. Saya rasa konsep ini tidak hanya relevan di dunia bisnis atau organisasi. Dimanapun kita bisa menjalankan peran ini. Di keluarga terutama. Semoga kita mampu menjalaninya. #INISIATIF #TGIF