fa
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

رفتن به کانال در Telegram

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

نمایش بیشتر
1 860
مشترکین
اطلاعاتی وجود ندارد24 ساعت
+57 روز
+1130 روز
آرشیو پست ها
Ask the Experts edisi #398 dengan Host yang bertugas kakak @MumuAmiruddin dan @aakarpohon
Ask the Experts edisi #398 dengan Host yang bertugas kakak @MumuAmiruddin dan @aakarpohon

DUNNING KRUGER EFFECT 😶‍🌫️ oleh: Arisdiansah Diantara jebakan orang yang baru punya kemampuan adalah “Dunning Kruger” effec
DUNNING KRUGER EFFECT 😶‍🌫️ oleh: Arisdiansah Diantara jebakan orang yang baru punya kemampuan adalah “Dunning Kruger” effect. Ini sama seperti orang yang baru belajar karate atau taekwondo lalu mulai agak bisa, lalu sombong. Dunning Kruger ini adalah ilusi skill, dan sebagian kita mungkin pernah terjebak disini. Ok deh, saya tidak membicarakan orang lain, saya membicarakan diri saya sendiri. Dulu awal nyemplung ke dunia “Bisnis kebijaksanaan” ini pernah saya merasa hebat karena belajar lebih dahulu tentang suatu ilmu. Anggap saja tentang Marketing. Dan ternyata, makin belajar dan belajar, saat ini merasa semakin bodoh. Ya kadang godaan untuk sombong selalu menggoda. Intinya masih banyak yang belum kita pelajari. Banyak yang belum kita tahu. Membaca materi dari para inovator atau marketer diluar sono membuat kita rasa-rasanya masih kerdil. Disana sudah kemana dan dimana, saya masih gini2 saja pengetahuannya. Efek jeleknya lagi adalah ketika kita gunakan pengetahuan dan skill kita untuk menilai orang lain. Menarik apa yg disampaikan Dunning dan Kruger,
“kesalahan dalam menilai orang yang inkompeten berawal dari kesalahan menilai diri sendiri, sedangkan kesalahan dalam menilai orang yang sangat kompeten berawal dari kesalahan menilai orang lain".
Peta diatas bisa memandu kita, di manakah posisi kita berada. #breaktime #INISIATIF

TIDAK ADA YANG TAHU 🙏 FYI. Sampai berakhirnya waktu konfirmasi, tidak ada peserta yang melaporkan bisa menebak 2 opsi pollin
TIDAK ADA YANG TAHU 🙏 FYI. Sampai berakhirnya waktu konfirmasi, tidak ada peserta yang melaporkan bisa menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat 🇲🇨 Jadi semntara hadiahnya disimpan dulu untuk tantangan selanjutnya yah ✈️ Pagi-pagi bangkitkan semangat dengan lagu Pak Dirut: Belum Tahu (BPJS) 🎤 https://youtu.be/pcTH4wRpJhE?si=XrIuPN0SOi3z5Cs1

DUNNING KRUGER EFFECT 😶‍🌫️ oleh: Arisdiansah Diantara jebakan orang yang baru punya kemampuan adalah “Dunning Kruger” effec
DUNNING KRUGER EFFECT 😶‍🌫️ oleh: Arisdiansah Diantara jebakan orang yang baru punya kemampuan adalah “Dunning Kruger” effect. Ini sama seperti orang yang baru belajar karate atau taekwondo lalu mulai agak bisa, lalu sombong. Dunning Kruger ini adalah ilusi skill, dan sebagian kita mungkin pernah terjebak disini. Ok deh, saya tidak membicarakan orang lain, saya membicarakan diri saya sendiri. Dulu awal nyemplung ke dunia “Bisnis kebijaksanaan” ini pernah saya merasa hebat karena belajar lebih dahulu tentang suatu ilmu. Anggap saja tentang Marketing. Dan ternyata, makin belajar dan belajar, saat ini merasa semakin bodoh. Ya kadang godaan untuk sombong selalu menggoda. Intinya masih banyak yang belum kita pelajari. Banyak yang belum kita tahu. Membaca materi dari para inovator atau marketer diluar sono membuat kita rasa-rasanya masih kerdil. Disana sudah kemana dan dimana, saya masih gini2 saja pengetahuannya. Efek jeleknya lagi adalah ketika kita gunakan pengetahuan dan skill kita untuk menilai orang lain. Menarik apa yg disampaikan Dunning dan Kruger,
“kesalahan dalam menilai orang yang inkompeten berawal dari kesalahan menilai diri sendiri, sedangkan kesalahan dalam menilai orang yang sangat kompeten berawal dari kesalahan menilai orang lain".
Peta diatas bisa memandu kita, di manakah posisi kita berada. #breaktime #INISIATIF

Follow IG narsum buat inspirasi lainnya 👇 https://www.instagram.com/winslicious?igsh=bGdqaTB5bGlkY2Nq

Repost from N/a
Salam INISIATIF ✅ Ask The Experts #edisi398 Ayoo, siapa nih yang udah gak sabar untuk mendengarkan sharing dari Ask the Exper
Salam INISIATIF ✅ Ask The Experts #edisi398 Ayoo, siapa nih yang udah gak sabar untuk mendengarkan sharing dari Ask the Experts Edisi 398 besok ?? Spesial buat Bapak/Ibu Sobat ATE, jangan sampai terlewat yaa... ATE akan mengulas teknik pengambilan foto dengan menggunakan smartphone "Shoot Like a Pro" secara fun and meaningful bersama Narasumber keren dan dipandu oleh Host kece kita kakak @MumuAmiruddin dan kakak @aakarpohon 😍 Selasa, 6 Feb 2024 Pukul 19:00 WIB Oh iya, kita akan sharing bersama narasumber melalui “Live Chat di group telegram Ask the Experts” Jadi narsum akan sharing dengan sistem chat di group telegram Ask the Experts ☺️ Link Instagram Ask the Experts

WHY SHOULD ANYONE BE LED BY YOU? (Mengapa seseorang mau anda pimpin?) 🎖 oleh: Pambudi Sunarsihanto Definisi yang paling basic dari seorang leader adalah “dia punya followers”. Kedengaran klasik, tapi bukankan memang demikian? Percuma aja kita ngaku jadi leader, kalau nobody follow you, kan? Masalahnya kan, kita juga pengin followers yang cerdas. Dan mereka pasti akan bertanya, “Ngapain gua harus follow leader yang ini?”
Rob Goffee dan Gareth Jones menulis buku “Why should anyone led by you?”
Ya jelaslah, kalau orang beli mobil kan maunya beda-beda. Yang beli Mercedes pengin prestige. Yang beli Toyota pengin easy maintenance dan kalau dijual lagi harganya tinggi. Yang pengin mobil lain, mungkin tertarik karena dengan harga murah mereka masih menemukan solusi untuk masalah transportasi mereka. Setiap merek mobil pasti mepunyai “value proposition” yang berbeda-beda. Dan consumer pasti akan memilih mobil sesuai dengan apa yang mereka inginkan. Semakin consistent, value proposition mereka, maka akan semakin sukses penjualannya. Leaders need to do the same thing! What are the “value propositions” that you offer to your followers? Apakah: - Apakah Pengalaman anda yang lebih banyak dan followers anda bisa belajar dari anda? => Experience! - Apakah kemampuan anda meningkatkan credibility team anda, yang membuat semua orang akan respect pada team anda? => CREDIBLE! - Apakah reputasi anda karena anda selalu berhasil mendidik dan mengembangkan anak buah anda? => PEOPLE DEVELOPER! - Apakah karena anda mempunyai consistent track record untuk selalu exceed objective anda, sehingga mereka ingin belajar dari anda ? => STRONG PERFORMER! - Apakah anda mempunyai banyak kenalan dan network, yang bisa membantu anda sehingga anda dapat membantu dan dibantu pada saat yang tepat? => NETWORKING! - Apakah anda mempunyai visi yang bagus tentang masa depan yang membuat mereka tertarik untuk menjadi bagian dari itu? => VISIONARY! - Apakah anda sangat jago dalam memilih prioritas dan berani berkata tidak, agar prioritas yang paling penting bagi bisnis masih berjalan dengan baik? => PRIORITY! Atau apa? Ingat your followers are smart. Dan mereka membutuhkan “sesuatu yang membuat mereka mau mengikuti anda”. Jadi bagaimana dong? Ada beberapa rekomendasi yang bisa diikuti ... 1) Define your top 3 strengths ✅ What are your strength? What are your competitive advantage? Apa yang anda miliki dan tidak dimiliki orang lain? Experience? Priority? Visionary? People Developer? Strong Performer? Credibility? Knowledge Sharer? Atau apa? Pertama kali, bikinlah anda sendiri mengetahui strength anda, agar anda bisa menggunakannya dengan baik. 2) Act consistently on your strength ✅ Buatlah 3 top strength anda menjadi reminder bagi anda sendiri. Agar anda selalu konsisten (dalam pikiran, perkataan dan perbuatan). Konsistensi membuat followers anda mudah mengerti anda dan mengikuti anda. Sebaliknya, inkonsistensi akan membuat follower anda bingung dan kemudian akan meninggalkan anda. 3) Never tell how good you are. Let others do your marketing ✅ Jangan cerita ke orang tentang strength anda, atau tentang leadership value proposition anda. Burung merak tidak pernah teriak-teriak bilang bahwa dia cantik. Dia cukup mengembangkan sayapnya, dan semua orang akan mengaguminya. Stop tell how good you are. Just act consistently and others will follow you. 4) Sharpen your shaw ✅ Anda sudah punya top 3 strength anda? That was the good news. You know what is the bad news? They will not be relevant in 2-3 years. Terus meneruslah belajar, Pertajam strength anda, dan belajarlah bidang lain yang akan semakin memperkuat competitive advantage anda! Remember, what are your leadership values proposition? Define, Act consistently, and continuously sharpen your shaw! Salam Hangat, Pambudi Sunarsihanto #INISIATIF #SemangatSenin

Bikin POA buat kegiatan kantor ❌ Bikin POA buat kegiatan keluarga ✅ Ada gak yah duta BPJS Kes/ keluarganya yang seperti ini d
+7
Bikin POA buat kegiatan kantor ❌ Bikin POA buat kegiatan keluarga ✅ Ada gak yah duta BPJS Kes/ keluarganya yang seperti ini di rumah? ✈️ #weekend

Seperti kata pepatah Karena pada akhirnya semua yang hanya pintar bilang sayang akan selalu kalah dengan yang berani datang m
Seperti kata pepatah
Karena pada akhirnya semua yang hanya pintar bilang sayang akan selalu kalah dengan yang berani datang meminang. #eaaaaa 💔
#TGIF #weekend

Sebelum pulang kantor, jangan lupa disetel dulu lagu baru Pak Dirut ini buat menemani perjalanan pulangmu 🎼 https://youtu.be/pcTH4wRpJhE?si=XrIuPN0SOi3z5Cs1

POWER FORCE 🔥 oleh: Arisdiansah
Kualitas level kesadaran seseorang bisa dilihat dari cara dia merespons kritik dan perbedaan pendapat.
"aku punya ambisi yang ...", langsung dipotong sama guru saya, "ambisi? Ambisi apa? Kenapa harus ambisi? Itu bukan energi" Awalnya saya kurang menerima pendapat guru saya, hingga kemudian saya menemukan sendiri tentang apa itu hakekat ambisi. David Hawkins dalam bukunya "Power Force" menjelaskan bahwa ternyata ambisi itu masih di level force. Masih di level kekuatan bukan energi. Orang yang punya hasrat (desire) maka mereka punya ambisi-ambisi, tetapi masih di level force. Masih sangat rentan karena pada dasarnya kekuatan itu bukan dari energi inti. Ambisi juga dimiliki oleh orang di level kesadaran (anger) atau marah. Orang yang marah akan memiliki kekuatan (force) yang bisa digunakan untuk mencapai kesuksesan, tetap dengan cara mengalahkan atau dorongan untuk tidak mau kalah. Diatasnya lagi ambisi juga dimiliki oleh orang dengan kesadaran di level (pride) atau bangga diri. Kekuatan Ambisi itu timbul dari dorongan kekuatan atas kebanggaan diri. Kekuatannya menjadi meningkat karena dirinya harus berada di posisi tertinggi. Terhormat. Dan segala jenis Ter yang lain.. Orang di level ini secara sadar atau tidak sadar terjebak ke dalam kesombongan. Dan itu masih dalam wilayah kesadaran Force. David hawkin kemudian menjelaskan level yang lebih tinggi dibandingkan dengan ambisi. Yaitu ketika orang sudah melewati level kesadaran bangga diri (pride) hingga mencapai kesadaran courage (keberanian). Orang yang berada di level ini secara otomatis mereka akan masuk zona Power (energi). Kekuatan power ini lebih murni yang berasal dari dalam diri. Maka bentuknya sudah bukan lagi berupa ambisi, tetapi naik kelas menjadi energi determinasi. Sebuah energi yang punya kekuatan lebih dahsyat dibandingkan dengan ambisi.
Level kesadaran seorang Leader terlihat dari bagaimana cara dia berbagi kesuksesan. Ketika semua pencapaian dan kesuksesan teamnya hanya diarahkan kepada dirinya sendiri (tidak kepada teamnya atau orang2 yg terlibat) maka level kesadarannya masih dilevel pride (bangga diri). Dia belum benar2 menjadi leader yang berada dilevel "power" atau energi, walaupun seandainya hari2 dia bicara tentang leadership.
#INISIATIF #Leadership

Power Force 🔥
Power Force 🔥

Semoga segala amal baik dan dedikasimu menjadi penerang di kehidupan yang selanjutnya 🙏 Yuk simak pesan Pak Dirum 👇 https://www.instagram.com/reel/C2sIu1bRqIX/?igsh=aWo2NDJrNWNqNjc0

SI PALING JITU + LUCKY 🏹 Sampai batas pengumuman waktu konfirmasi berakhir, hanya ada 3 Sobat yang berhasil memprediksi dengan tepat skor kemenangan Timnas Australia dan Tim dengan jumlah kartu kuning lebih banyak 🇮🇩 1. Cahyo Pradipta @cahyopradipta (Staf Komunikasi dan Kesekretariatan KC Jakarta Timur) 🎖 2. M. Alfian Yuliansyah @Fiansyah (Staf UPK KC Sidoarjo) 🎖 3. Suryo Adi @suryoadi (Kabag Kepesertaan KC Pati) 🎖
Selamat kepada para pemenang yang masing-masing berhak mendapatkan giveaway voucher 50 K 🏆
Trims atas partisipasinya dan sampai bertemu pada tebak2 seru selanjutnya 🙏

Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Australia pada babak 16 besar Piala Asia 2023. Tim Garuda menyerah 0-4 di Stadion
Timnas Indonesia harus mengakui keunggulan Australia pada babak 16 besar Piala Asia 2023. Tim Garuda menyerah 0-4 di Stadion Jassim Bin Hamad, Doha, Qatar, Minggu (28/1/2024). Gol bunuh diri Elkan Baggot membuat Australia memimpin. Martin Boyle kemudian memperbesar keunggulan Soccerroos jelang rehat. Australia melengkapi kemenangan dengan kontribusi Craig Goodwin dan Harry Souttar.
SI PALING JITU 👑 Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni: - Australia menang selain opsi skor di atas - Timnas Indonesia Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Bukti capturean tersebut bisa dikirim via japri ke @MumuAmiruddin disertai data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu 🇲🇨 Konfirmasi bisa kami tunggu sd Senin sore ini pukul 17.00 WIB 🙏 Note: jika penebak jitu melebihi kuota hadiah yg disiapkan, maka seperti biasa akan dilanjutkan ke pengundian 🎁 #INISIATIFdukungtimnas

c) ASK THE QUESTION WITH “WHY?” Permasalahan yang paling besar yang kita hadapi adalah kita sering menanyakan “Siapa yang melakukan sebuah pekerjaan?” (WHO?) atau “Kapan pekerjaan itu harus dilakukan?” (WHEN?). Pertanyaan-pertanyaan itu tidak akan membantu kita menganalisa permasalahan lebih dalam, dan tidak akan membuat kita menciptakan opportunity bisnis. Coba ganti dengan menanyakan “WHY”. Seandainya kita melakukan ABC, tanyakan mengapa kita selalu melakukan ABC? Karena kita memerlukan CDE. Mengapa kita memerlukan CDE? Untuk menjalankan FGH. Ok, bagaimana kalau kita tetap bisa menjalankan FGH, tanpa melakukan CDE, dan ABC. Bagaimana jika kita bisa mengefisiensikan ABC dan mengoptimalkan CDE, dan tetap mencapai FGH , bahkan dengan lebih rendah costnya? Atau bahkan dengan menyederhanakan prosesnya agar customer lebih happy? Keep asking “WHY”, and you fill find new opportunities. d) RAISE YOUR HAND, DON’T WAIT TO BE ASKED Terakhir, seringkali opportunity tidak akan datang ke anda. Begitu anda mengenalinya, angkat tangan, ajukan diri anda dengan sukarela, dan jangan menunggu untuk ditunjuk! Seringkali opportunity tidak pernah datang, tetapi anda yang harus menciptakannya sendiri. ** Jadi ingat ya, untuk mengenali peluang (opportunity) di tempat kerja anda, dan memanfaatkannya dengan maximal, lakukan 4 hal di bawah ini: - BE BIGGER THAN YOUR JOB DESCRIPTION - BECOME THE “GO TO” PERSON - ASK THE QUESTION WITH “WHY?” - RAISE YOUR HAND, DON’T WAIT TO BE ASKED That’s how you can move from “burn-out” to “stand-out” in your career. Salam Hangat, Pambudi Sunarsihanto

MAU “BURN-OUT” ATAU “STAND-OUT”? (Bagaimana menemukan opportunity untuk melejitkan karier anda) oleh: Pambudi Sunarsihanto ** Beberapa tahun yang lalu, seorang talent bernama Jimmy datang ke saya, untuk minta coaching tentang kariernya. Jimmy adalah lulusan sebuah perguruan tinggi terbaik di negeri ini, merasa bahwa dia sudah melakukan yang terbaik dalam pekerjaannya. Hampir semua target pekerjaannya sudah dilampauinya. Tetapi kariernya tidak berkembang. Banyak rekan-rekan kerjanya sudah dipromosi beberapa kali, dan sekarang posisinya lebih tinggi dari dia. “What’s wrong with me Pak Pam? Atau apakah memang saya tidak punya kenalan “orang dalam”, dan itu menghambat karier saya? Kenapa saya tidak dipromosi juga? Apakah yang dipromosi hanya yang punya “orang dalam?” “Lama-lama capek juga Pak, sibuk kerja, tapi gak dipromosi, bahkan mau burn-out” ** Saya berdiskusi beberapa lama dengan Jimmy untuk menanyakan bagaimana Jimmy bekerja. Intinya ternyata adalah, Jimmy hanya menunggu apapun pekerjaan yang datang ke depan matanya. Dan memang semua itu dikerjakan dengan baik. Tetapi tidak banyak orang yang mengenal Jimmy (selain bossnya dan beberapa kolega di teamnya). Ini bukan tentang mekanisme orang dalam. Ini tentang mekanisme promosi. Ada beberapa orang yang akan menentukan promosi anda, Board of Directors, key HR person, dan beberapa stakeholders yang harus kita ketahui. Dan di mana-mana “tak kenal maka tak sayang”. Anda harus dikenal, sebelum anda dipromosikan. Kalau mereka tak kenal anda, maka bagaimana mereka akan propose untuk mempromosikan anda? Bahasa kerennya “improve your VISIBILITY”, membuat anda dikenal para pemegang keputusan. Dan itu sama pentingnya dengan mengerjakan pekerjaan itu sendiri. “Tetapi Pak Pam, mengapa harus demikian? Bukankah yang penting adalah mengerjakan pekerjaan kita sebaik-baiknya dan melampaui target kita?” “Pada posisi staff memang demikian. Pada posisi yang lebih tinggi, bahkan saat menjadi leader, dalam pekerjaan kita, mau tidak mau kita harus jagoan membangun network, mengenali peluang bisnis (opportunity), mengeksekusi sebuah peluang dengan disiplin, hingga menjadi business result yang positive. Lihat bahwa eksekusi hanya satu bagian dari keseluruhan yang diperlukan di atas kan? Its not only about implementation, it is also about networking, identifying opportunities, and making business impact” Jimmy mengangguk-angguk menyadari hal itu. “Terus , how do I recognize and sport an opportunity? “ ** Alex Malley, dalam bukunya “The Naked CEO”, merekomendasikan 4 langkah di bawah ini: a) BE BIGGER THAN YOUR JOB DESCRIPTION Jangan hanya fokus pada pekerjaan anda. Pikirkan bahwa anda adalah bagian dari seluruh organisasi atau perusahaan anda. Apapun pekerjaan anda, atau di departemen manapun anda bekerja: Kenali model bisnisnya, kenali bagaimana mencari profit, apa product nya, apa yang membedakan perusahaan anda dengan yang lain, bagaimana meningkatkan customer loyalty, bagaimana berinovasi untuk menciptakan product baru? Setelah itu pikirkan bagaimana anda bisa berperan dan berkontribusi dalam peningkatan dalam hal-hal tersebut, bukan hanya dalam pekerjaan anda. b) BECOME THE “GO TO” PERSON Janganlah menjadi katak dalam tempurung. Buatlah anda dikenal orang lain. Bersikap akrab dengan orang lain. Dan terutama buatlah mereka merasa “nyaman” untuk mendekati anda, bila mereka memerlukan bantuan anda. Buatlah anda menjadi orang yang dicontact, dihubungi dan diminta bantuan, saat mereka membutuhkan. Become the “person to go” when they need help. Hal ini akan bisa diperkuat lagi dengan satu hal: Be different, make yourself unforgettable. Pelajari satu kompetensi atau hobby atau bahasa asing yang akan membuat anda berbeda dari yang lain. Misalnya dengan menjadi satu-satunya orang di Marketing yang mengerti Finance, atau menjadi satu-satunya orang di HR yang mengerti OKR, atau menjadi satu-satunya orang di Operations yang mengertu Customer Loyalty, atau satu-satunya orang yang bisa bahasa Korea, atau apapun yang akan membedakan anda dari yang lain.

Dikomplain pendaki, brand The North Face langsung bertindak 🎖 - Penanganan pengaduan/ keluhan yang cepat (responsif) ✅ - Dikemas dalam konten yang menarik ✅ #INISIATIF #Responsif #weekend

🔤🔤🔤🔤🔤2️⃣ 🔤🔤🔤🔤 ‼️ Indonesia untuk pertama kalinya lolos ke babak gugur Piala Asia setelah selalu gagal pada empat kes
🔤🔤🔤🔤🔤2️⃣ 🔤🔤🔤🔤 ‼️
Indonesia untuk pertama kalinya lolos ke babak gugur Piala Asia setelah selalu gagal pada empat kesempatan sebelumnya. Kini Indonesia harus bertemu lawan tangguh di Babak 16 Besar, yakni Australia. Australia yang pernah jadi juara Asia pada 2015 jelas diunggulkan karena punya kualitas skuad dan pengalaman dibanding tim muda Indonesia. Apalagi menurut catatan pertemuan, Indonesia cuma menang sekali dari 15 pertemuan dengan Australia. Kemenangan itu didapat pada laga terakhir Grup 1 kualifikasi Piala Dunia 1982 zona Asia dan Oseania dengan skor 1-0 pada 30 Agustus 1981, lewat gol Herry Risdianto pada menit ke-88. Sisanya Indonesia cuma tiga kali imbang dan 11 kali kalah, termasuk dengan skor 0-1 pada pertemuan terakhir di Kualifikasi Piala Asia 2011 di Brisbane tahun 2010. Akankah kiprah Timnas Indonesia di Piala Asia 2023 ini akan terus berlanjut?
Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Timnas dari jauh, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan voucher ovo/ gopay IDR 50 K masing-masing untuk 3 Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat ❓ Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Minggu malam besok pukul 18.30 WIB (saat kick off dimulai) syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan) https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1 #INISIATIFdukungTimnas

KITA GAK MENYERAH, TAPI KITA COBA CARI JALAN YANG LAIN 😯 Video: Okky Putra Tjahjono Tulisan: Arisdiansah Saya sepakat, karena saya pernah mengalami ini, bahwa ada kalanya seseorang harus berani memutuskan bahwa bisnis ini harus tutup secepatnya. Dulu tahun 2010 saya bangkrut karena melakukan kesalahan ini, yaitu tidak segera menutup bisnis. Ceritanya saya dulu adalah pebisnis batubara, baik trading maupun nambang sendiri (skala kecil) Singkat cerita bisnis mandek karena masalah beruntun. Ditipu buyer, lahan diprotes warga karena bikin banjir, jalan houling di stop sama ormas, dan belum dapat perpanjangan SPK. Harusnya waktu itu saya segera menutup bisnis dengan mentake over 8 kendaraan yang semua ada angsurannya. Yang saya lakukan justru mempertahankan semua dengan harapan menunggu momentum dan masalahnya saya harus terus nyetorin angsuran dalam kondisi bisnis stuck. Akhirnya yang ada makin tenggelam dan tenggelam dan tenggelam dengan hutang. Dan saya banyak ketemu kasus yg sama. Ini bukan tentang kita mudah menyerah atau tidak. Ini tentang realistis ataukah tetap egois dalam bisnis. Kita gak menyerah. Kita cari jalan lain 🔥
Video dan tulisan di atas mengajarkan kita sebuah pembelajaran hidup untuk tidak selalu memaksa mendobrak tembok, sesekali langkah mundur itu perlu untuk kemudian bangkit kembali meraih kemenangan. Jika perjuangan terasa udah mulai mentok, sesekali cobalah rehat sejenak untuk berdiskusi dengan atasan/ rekan/ keluarga yg lain, siapa tahu aja kita bisa menemukan solusi terbaik yang belum pernah terlihat sebelumnya ☕️
#INISIATIF #mindset #TGIF