fa
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

رفتن به کانال در Telegram

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

نمایش بیشتر
1 821
مشترکین
+124 ساعت
+87 روز
+1730 روز
آرشیو پست ها
d) Clarify role and responsibility Kadang kadang kita ingin juga mengerjakan semuanya sendirian biar cepat. Padahal mungkin itu bukan responsibility kita. Harus jelas role and responsibility nya dan kemudian tetap bekerja dalam scope tersebut. Kalau dalam satu step ada hambatan dari member yang lain tanyakan mengapa dan apa yang bisa dibantu. e) Celebrate TOGETHER Ingat bahwa pada akhirnya ini adalah hasil kerja bersama sebuah team. Jangan pernah beranggapan bahwa itu adalah performance individual anda. Jangan pernah mengambil kredit untuk anda sendiri. Tetap celebrate kesuksesan tim bersama-sama. Dan Jangan menunggu sampai akhir tujuan untuk celebrate ... Anda bisa melakukan celebration pada saat menyelesaikan satu atau dua tahap saja. Celebrating quick wins akan membantu memotivasi tim anda. Saya menjalankan hal ini (teamworking) dalam pekerjaan saya dan dalam hobby saya. Salah satu hobby saya adalah menulis. Saya menemukan kebahagiaan dengan menulis, sekaligus mencoba untuk berbagi pengetahuan dan pengalaman yang saya dapatkan selama puluhan tahun bekerja. Saya menulis artikel setiap hari, dan saya publish di social media. Kemudian beberapa bulan kemudian, ada penerbit yang akan menerbitkan kumpulan artikel tersebut. Alhamdulillah, beberapa buku saya sudah diterbitkan oleh Penerbit Mizan dan Penerbit Buku Kompas. Beberapa malah menjadi best-sellers. Akhir-akhir ini saya melakukan experiment baru (semacam keluar dari zona nyaman, kalau kata motivator ...hehehhehe). Dari “menulis buku seorang diri”, saya mengajak beberapa kolega saya untuk menulis buku bersama-sama. Beberapa buku sudah kami hasilkan dengan cara tersebut. Hasilnya? Ternyata jauh lebih bagus. Dulu hanya saya yang menulis berdasarkan pengalaman saya (30 tahun pengalaman kerja saya, 20 tahun di antaranya dalam bidang HR). Buku saya yang terakhir, kami tulis bersama, 13 HR Directors dengan masing-masing 30-35 tahun pengalaman kerja, berarti ada total 400 tahun pengalaman kerja yang kami tuangkan dalam buku tersebut. Bukunya jauh lebih bagus. Pemasarannya jauh lebih mudah (sekarang ada 13 penulis yang akan memasarkan buku-buku tersebut kepada followers masing-masing). Bukunya jauh lebih laris. Teamwork memang sangat powerful. Baik dalam bisnis, maupun dalam hobby kita. By the way, kalau penasaran, buku terakhir yang kami terbitkan berjudul ”Leading across Generation” (Penerbit Buku Kompas). Buku yang baru kami launching minggu lalu, kami tulis bersama 13 HR Directors yang pernah bekerja di Unilever, Danamon, Indofood, Citibank, Danone, Bluebird, Standard Chartered, Nokia, General Electrics, Maybank, Mondelez, TNT, Nokia Siemens Networks, IBM, Bank Permata, BCA, Indosat, XL Axiata dan perusahaan-perusahaan besar lainnya. Buku ini bercerita tentang challenge yang terjadi dalam meningkatkan synergy antar generasi yang sering kali terjadi di semua organisasi. Bagaimana mengidentifikasi permasalahan, apa sebenarnya yang terjadi, apa akar permasalahannya, bagaimana solusinya, bagaimana mengembangkan high potential talents di organisasi kita, dan bagaimana melakukan mutual-learning antar generasi? Hal-hal di atas dibahas dan dikupas tuntas dalam buku tersebut. Silahkan mencarinya di toko buku on-line atau Gramedia terdekat. Salam Hangat. Pambudi Sunarsihanto

TEAMWORK, MAKE THE DREAM WORK 🏆 Seorang peneliti bernama Enn Vilbaste menyampaikan bahwa serigala yang bergerombol akan bisa berburu dan mendapatkan mangsa yang jauh lebih besar. Serigala yang sendiri hanya mendapatkan mangsa yang kecil dan lama lama kelaparan dan mati. Serigala yang sendiri kadang kadang juga nggak berani lagi mencari mangsa yang buas. Mereka seringkali harus pergi ke rumah manusia dan berusaha mendapatkan binatang ternak seperti ayam dan bebek. Akibatnya pada saat manusia memergoki mereka, serigala akan lebih lemah dibandingkan manusia manusia satu kampung. Dan besar kemungkinan serigala akan tertangkap dan mati. Intinya pada saat bergerombol serigala akan mempunyai performance yang jauh lebih tinggi daripada kalau dia sendiran. Dan ternyata itu tidak hanya berlaku bagi serigala. Dalam situasi dan challenge business yang complex yang kita hadapi sekarang, there is no way we could do all of the task by ourselves. No matter how good you are. Anda memerlukan team untuk mencapai performance yang maximum. Dan ini berlaku bagi leader, ataupun bagi an ggota teamnya. Jadi di manapun anda berada anda harus menjadi team player yang bagus, supaya performance timnya bagus, dan juga performance anda sendiri bagus. It is as simple as that. Kita semua mengerti betapa kuatnya power teamwork dalam bisnis. Bahkan Patrick Lencioni, dalam bukunya “The Five Dysfunctions of a Team”, menulis “If you could get all the people in an organization rowing in the same direction, you could dominate any industry, in any market, against any competition, at any time.” ("Jika Anda bisa membuat semua orang dalam organisasi mendayung ke arah yang sama, Anda bisa mendominasi industri apa pun, di pasar mana pun, melawan persaingan apa pun, kapan saja." ) Tentu saja bekerja dalam team juga tidak mudah. Semuanya tetap membutuhkan kerja keras, kesabaran menghadapi karakter yang berbeda-beda dalam sebuah team. Itulah mengapa perlu kemampuan khusus (dan pengalaman bertahun-tahun yang perlu dilatih), agar kita menjadi team player yang baik. Kalau tidak, kita hanya akan berargumen, berdebat terus menerus, atau bahkan bertengkar dengan temperamen dalam sebuah team. Masalahnya biasanya banyak sekali artikel atau buku tentang bagaimana menjadi leader yang baik. Kita jarang sekali belajar atau mencoba improve dalam hal bagaimana menjadi team player yang baik. Padahal dua duanya sama pentingnya. In every situation, you need to be both: a good leader and a good teamplayer at the same time. Ini adalah beberapa tips untuk menjadi team player yang baik: a) Play your strength ..... Strength anda adalah modal dan kontribusi anda kepada team. Semakin bagus anda dalam suatu hal tentunya semakin bernanfaat bagi team. Dan semakin bagus performance tim tersebut. Identify strength anda dan share dengan team what you can do best. Mestinya tim anda harus mengumpulkan member dengan strength yang berbeda beda. Kalau anda mempunyai strength yang diketahui dan terasa manfaatnya akan lebih mudah untuk menerima anda dengan segala kelebihan dan kekurangan anda. b) BE HONEST about YOUR WEAKNESS Jujurlah dengan kekurangan anda. Setiap orang punya kelebihan dan kekurangan. Justru itulah alasan anda untuk join tim tersebut. Anda berkontribusi dengan kelebihan anda. Dan anda akan berinteraksi dengan mereka untuk memperbaiki kekurangan anda dan belajar dari mereka. Kalau anda sudah menguasai semua yang diperlukan dalam pekerjaan itu, anda akan bosan dan setelah beberapa lama ingin mendapatkan challenge atau job yang lain. So, jujurlah dengan tim anda bahwa anda mempunyai strength ini yang akan kotribusikan. Dan anda juga mempunyai kekurangan yang anda akan pelajari dari mereka. c) Communicate clearly. Berkomunikasilah dengan baik dan juga transparan lah dengan tim anda. Bicarakan secara terbuka, apa yang anda bisa lakukan, chalenge apa yang anda hadapi, bantuan apa yang anda bisa berikan dan bantuan apa yang anda harapkan dari yang lain.

UHC AWARDS 2023 🏆 Bukan hanya berhenti dijargon semata, tapi komitmen setiap Pimpinan Daerah harus ditunjukkan melalui dukun
UHC AWARDS 2023 🏆 Bukan hanya berhenti dijargon semata, tapi komitmen setiap Pimpinan Daerah harus ditunjukkan melalui dukungan kebijakan sampai dengan pengawalan implementasi di lapangan demi Indonesia yang lebih sehat ❤️ Selamat buat 22 Provinsi dan 334 Kabupaten/ Kota yang akan menerima penghargaan UHC Award 2023 🏆 Bagaimana dengan daerahmu? Apa sudah UHC juga? Link IG buat kamu bantu viralkan ❤️❤️

Repost from N/a
Flyer H-2 Menuju Perhelatan Akbar UHC Awards 2023 Mohon berkenan Bapak Ibu teman-teman semua untuk dapat share Flyer berikut
Flyer H-2 Menuju Perhelatan Akbar UHC Awards 2023 Mohon berkenan Bapak Ibu teman-teman semua untuk dapat share Flyer berikut khususnya di grup WA atau Telegram dengan para stakeholder dan di media sosial masing-masing. Diharapkan, tidak hanya Pemerintah Daerah yang menjadi peserta kegiatan saja yang terinformasi namun bisa menjadi Inspirasi bagi Pemda lainnya yang belum mencapai UHC. Saya siap! Kamu Siap! Kita Bisa!

JAGOAN WARNA IBU DIRJAMPELKES ❤️ 1. Light Blue 2. Black 3. White Silakan japri evidennya bagi teman-teman yang memilih dengan
JAGOAN WARNA IBU DIRJAMPELKES ❤️ 1. Light Blue 2. Black 3. White Silakan japri evidennya bagi teman-teman yang memilih dengan benar 3 opsi sesuai jagoan Ibu Dirjampelkes tersebut. Sobat yang benar minimal 2 opsi, silakan japri juga yah. Tapi seperti biasa, anda akan direkap sebagai cadangan dahulu jika yang benar top 3 itu tidak memenuhi kuota souvenir yang disiapkan panitia ❤️ Konfirmasi dan pengiriman eviden dibuka mulai sore ini sd Pukul 18.00 WIB yah 🇮🇩

Yth. Bapak/Ibu Direksi, Senior Leaders, dan Duta BPJS Kesehatan  Mohon berkenan menyampaikan video mengenang kepergian kembali 2 Duta terbaik BPJS Kesehatan a.n Alm. Andriansyah dan a.n Alm. Asanto Pengabdian, kerja keras, dedikasi serta perjuangan mereka untuk JKN dan BPJS Kesehatan akan terus dikenang, dan menjadi bagian dari kisah sukses di masa mendatang.. https://www.instagram.com/reel/CpmQldmBgQN/?igshid=YmMyMTA2M2Y= Salam sehat selalu dan tetap semangat Bapak/Ibu seluruh Duta BPJS Kesehatan 🙏 Terima kasih Bapak/Ibu 🙏

Panduan Tabel Warna
Panduan Tabel Warna

Caranya mudah yakni dari 10 Opsi yang tersedia di fitur polling telegram ATE, kalian cukup memilih maksimal 3 (tiga) jenis wa
Caranya mudah yakni dari 10 Opsi yang tersedia di fitur polling telegram ATE, kalian cukup memilih maksimal 3 (tiga) jenis warna yang kira-kira menurut kamu adalah jagoan dari Ibu Dirjampelkes ❤️ 5 (lima) orang pemenang challenge Tebak Warna jagoan Ibu Dirjam kali ini akan mendapatkan souvenir kaos ATE ber-INISIATIF Tahun 2023 🏆

WE'RE BACK!!! 🏆 Stay tuned sore ini pada Pukul 15.00 WIB kita akan kenal lebih dekat dengan jagoan Ibu Direktur Jaminan Pela
WE'RE BACK!!! 🏆 Stay tuned sore ini pada Pukul 15.00 WIB kita akan kenal lebih dekat dengan jagoan Ibu Direktur Jaminan Pelayanan Kesehatan (Dirjampelkes). Kira-kira tema tantangannya apa yah? 😍🥰 Menangkan 5 (lima) buah Kaos ATE Ber-INISIATIF Edisi Tahun 2023 untuk 5 (lima) Sobat ATE yang beruntung. 🥳😁 ✅❤️ #Trivia #TriviaTime #FunandMeaningful

WE'RE BACK!!! 🏆 Menangkan 5 (lima) buah Kaos ATE Ber-INISIATIF Edisi Tahun 2023 untuk 5 (lima) Sobat ATE yang beruntung. 🥳�
WE'RE BACK!!! 🏆 Menangkan 5 (lima) buah Kaos ATE Ber-INISIATIF Edisi Tahun 2023 untuk 5 (lima) Sobat ATE yang beruntung. 🥳😁 Tetap stay tuned di Grup ATE untuk juknis challengenya ✅❤️ #Trivia #TriviaTime #FunandMeaningful

Tapi kalau kita menyuruh burung untuk berenang di kolam, dia akan kesulitan. Hal yang persis sama berjalan dengan kompetensi dan budaya kerja di sebuah organisasi atau perusahaan. Bisa saja kita kompeten, tetapi bekerja di sebuah organisasi atau perusahaan yang budaya kerjanya tidak sesuai kan? “Don’t worry Mirtha. You can try new things again. You will never fail. You will just succed or otherwise you will learn …” Mirtha minum Virgin Mojito yang dia pesan. “Terus bagaimana agar di tempat baru nanti, saya bisa lebih sukses?” Ada beberapa hal yang bisa dilakukan: a) Come with the right attitude In the new places, you combine confidence and open mind. Anda datang membawa confidence, relevant competences experiences (kalau tidak , kan tidak akan di-recruit). Jadi katakan,”Alhamdulillah, saya bangga bisa join di sini. Saya datang dengan pengalaman dan kompetensi di bidang saya, tetapi saya harus belajar banyak tentang budaya kerja, kompetisi yang kita hadapi dan internal proses di sini. Saya perlu belajar banyak.” Kemudian datangi mereka satu per satu dengan humble, dan sampaikan dengan jujur,”Teach me, so we can collaborate.” b) Start with a great on-boarding Gunakan masa perkenalan dan on-boarding sebaik-baiknya. Belajarlah sebanyak-banyaknya dengan semua orang. Berperilaku seperti spons yang menyerap semua air, otak kita menyerap semua pengetahuan dulu. Baca banyak-banyak dokumen tentang internal perusahaan, financial report, internet. Siapkan semua meeting dengan baik, siapkan beberapa pertanyaan khusus yang akan di tanyakan. Prinsipnya sebenarnya sederhana, Learning, Performing, Developing. Belajar dulu sebanyak-banyaknya, kemudian Perform at maximum level, dan setelah itu Develop (both your business and your team) c) Build the relations with everyone Di manapun anda tidak bisa bekerja sendiri. Sebelum ada content ada context. Salah satu context yang paling penting adalah relationship. Be nice, be friendly, make everyone to be comfortable to talk to you, get help from you and help you when you need. Relationship starts with trust and your willingness to help them. d) Move quickly to collaboration Tidak ada orang yang mau selamanya ditanya, diminta jawaban, dan diminta tolong. Semua harus dua arah. Give and Take. Move quickly di mana sesegera mungkin anda memang akan bekerjasama dan berkolaborasi dengan semua orang untuk mencapai objective yang sama. e) Make everyone want to work with you Pada akhirnya anda akan berhasil, kalau anda tidak hanya mengerjakan job description anda. Tetapi juga berkontribusi dalam project-project cross-function di organisasi anda. Untuk itu anda harus menciptakan perasaan nyaman bagi semua orang untuk bekerja dengan anda. Mereka seharusnya nyaman bekerja sama dengan anda karena kompetensi anda, pengalaman anda, networking anda, tetapi juga kemauan anda yang tulus untuk membantu dan berkontribusi. Jadi ingat ya, kalau anda merasa gagal di sebuah organisasi don’t worry, keep trying, do your best and maximum effort. Tetapi kalau sudah berusaha maximal dan tidak cocok juga, just move on and find new opportunity. Dan kalau ingin lebih sukses di tempat baru, lakukan lima hal ini: • Come with the right attitude • Start with a great on-boarding • Build the relations with everyone • Move quickly to collaboration • Make everyone want to work with you Good luck, Mirtha. Malam sudah mulai larut, kami berpisah dan Mirtha berjanji akan update saya dengan perkembangan berikutnya. Salam Hangat Pambudi Sunarsihanto

ARE YOU IN THE RIGHT HABITAT? (APAKAH ANDA BERADA DI HABITAT YANG TEPAT?) Malam itu Mirtha menangis, dia ingin curhat. Sudah terlalu lama dia menanggung beban ini. Mirtha sebelumnya adalah seorang superstar. Lulusan Universitas terbaik di Indonesia, kemudian bekerja sebagai Financial Analyst di sebuah perusahaan asing, kariernya cemerlang, dan mendapatkan beberapa kali promosi. Kemudian dia mendapatkan her dream job di sebuah perusahaan nasional. Suasana kerja, way of working dan budaya yang baru yang berbeda jauh, membuatnya frustasi, dan mempengaruhi performance-nya. Dia tadinya berusaha keras, tapi tiga tahun kemudian dia menyerah pada keadaan. Dia akan resign, tanpa pekerjaan, dengan record performance yang jelek, dan credibility yang rendah. Malam itu kami bertemu di sebuah restaurant di Jalan Wijaya sambil makan ikan dori dan cesar salad. “What should I do? I was a superstar before. And now should I fail?” Saya tersenyum dan berusaha menenangkannya. “You are still a superstar, you are just not in the right habitat now…” “What do you mean?”. … Dan saya pun bercerita tentang Eric Cantona. Banyak yang mengenal Eric Cantona sebagai pemain legendaris di Manchester United. Memenangkan 4 gelar Premier Leage, dan beberapa Cup lain dengan teknik yang sangat memukau. Tapi sedikit yang tahu bahwa kariernya sebenarnya berada di ambang kehancuran pada tahun 1991. Tahun-tahun itu saya masih kuliah di Nantes, Perancis. Dan saya mengikuti karier Cantona sebagai pemain yang teknisnya sangat bagus, tetapi tidak bisa mengontrol temperamennya. Dia pernah menendang pemain lain dengan tendangan karate dalam sebuah pertandingan. Publik membencinya. Bahkan banyak yang membawa telur busuk ke stadion, untuk dilemparkan ke Cantona. Desember tahun 1991, saat dia bermain di Nimes (saat dipinjamkan oleh Marseille), dia melemparkan bola ke wasit. Dia dihukum tidak boleh bermain 1 bulan. Dia memaki pada hakim etik sepakbola Perancis dengan memanggilnya,”Ideot!”. Hukumannya ditambah menjadi 2 bulan tidak boleh bermain. Dia pun menyatakan pensiun dari sepakbola. His career is over! Well he thought so … Platini (pemain legendaris Perancis, yang menjadi pelatih timnas Perancis), membujuknya dan menawarkan Cantona kepada beberapa pelatih di Inggris. Mengetahui teknik sepakbolanya yang bagus, pelatih Shieffield Wednesday merekrutnya. Dia bermain cemerlang beberapa bulan. Kemudian direcruit oleh Leeds United, di situ dia menjadi Juara Liga Inggris dua kali. Setelah itu dia pindah ke Manchester United, dan menjadi Juara Liga Inggris, empat kali! Sekarang Cantona dikenal sebagai King fo Seven. Tujuh gelar juara nasional: satu di Perancis, enam di Inggris. Orang yang sukses itu bukannya tidak pernah gagal. Mereka sering gagal, dan kemudian mencoba dan bangkit lagi. Buku favorit anak saya adalah buku Jepang yang berjudul,”Fall 7 times, Stand Up 8 times.” Orang gagal itu biasa, Eric Cantona, pemain sepakbola legendaris juga pernah gagal, tapi dia bangkit lagi. Bintang film terkenal John Travolta (yang dulu ngetop dengan Saturday Night fever and Grease), juga pernah nyungsep, ditelan kegagalan, sebelum akhirnya bangkit lagi dengan film yang membuatnya ngetop lagi,”Look Who’s Talking”. Semua perusahaan , semua organisasi, semua orang, pasti pernah gagal, kalau memang mereka berusaha sungguh-sungguh untuk mengetes limit mereka. Yang tak pernah gagal adalah mereka yang tak pernah mencoba mengetes limit mereka, dan hanya stay di zona nyaman mereka. Padahal zona nyaman akan membunuh mimpi dan cita-cita kita. Saya sampaikan ke Mirtha, bahwa it is perfectly OK, to try new things, and faiI . I did the same thing in the past. “Bukan berarti Mirtha bukan seorang super star lagi. You are still a super star. You are just in the wrong habitat, and you need to change the habitat so you can shine again!” Mirtha bertanya, ,”Maksudnya…?” Saya menjelaskan bahwa alam ini mengajarkan ke kita, ikan mampu berenang di kolam, kuda berlari di padang rumput, burung jago terbang dan monyet jago memanjat pohon.

Semangat pagi ✅🔥🫡 https://youtu.be/5W7d_HWPlgM

c) IF YOU WANT TO GO FAST GO BY YOURSELF, BUT IF YOU WANT TO GO FAR, GO WITH OTHERS Ingat bahwa pada sebuah perubahan, kalau anda berjalan terlalu cepat, anda tiba tiba menyadari anda sendirian di depan, dan anak buah anda berada jauh di belakang anda (dan perubahan itu tidak terjadi), tapi bila anda ingin mencapai tujuan dari perubahan itu, sering kali memang anda harus spend time dengan tim anda, dan tidak henti-hentinya menerangkan, memotivasi dan memberikan penghargaan kepada mereka. Terakhir, pesan apa yang bisa kita sampaikan kepada mereka yang selalu menolak perubahan? Pertama, sadarilah, bahwa perubahan akan terus berjalan. Terlepas dari anda suka atau tidak, the change will go on. Kedua, anda hanya punya dua choices, menerima perubahan (dan beradaptasi), atau menolak terus-terusan. Kalau anda menolak terus-terusan, kecewa terus-terusan, tentu saja anda tidak akan merasa Bahagia dalam diri anda sendiri. Stop doing that. Lakukan hal lain yang lebih positive daripada sekedar complain, kecewa dan khawatir terus. Tapi ada yang kehilangan jabatan (atau bahkan pendapatannya berkurang), sebagai akibat dari perubahan. Well, kalau anda memang bagus, cari opportunity lain. Kalau anda gak bagus, dan gak bisa dapat opportunity lain, ya tingkatkan kompetensi anda, supaya apapun yang terjadi, anda bisa mempertahankan atau bahkan meningkatkan level pendapatan anda. Pada akhirnya hanya ada dua pilihan bagi professional: Pilihan pertama, tinggal di organisasi itu dan komitmen 100%. ATAU Pilihan kedua, meninggalkan organisasi itu dan mencari pekerjaan lain di luar. That’s the only choices you have as professional. Pilihan untuk stay, tapi terus menerus kecewa, khawatir dan complain? Itu bukan pilihan seorang professional. Think again! Saya akan menutup artikel hari ini dengan sebuah quote dari Socrates, "Rahasia untuk sukses menjalani perubahan itu bukannya menghabiskan seluruh energi untuk berperang, tetapi mem-fokuskan seluruh energi untuk membangun masa depan yang lebih baik” Salam Hangat, Pambudi Sunarsihanto

MANAGING RESISTANCE DURING THE CHANGE Seorang teman saya bekerja di sebuah organisasi. Dua tahun yang lalu, terjadilah sebuah perubahan, di mana beberapa organisasi bergabung (merge) menjadi satu organisasi. Tentu saja hal ini berdampak besar secara internal, di mana banyak orang tiba-tiba kehilangan jabatannya. Dan sejak saat itu, mulailah ada beberapa friksi, ada yang sangat mendukung perubahan tersebut, ada yang netral, ada yang sampai sekarang masih mempermasalahkan perubahan yang terjadi dan menyampaikan kekecewaan di mana-mana. Di antara mereka, ada yang bilang bahwa perubahan itu tidak berjalan mulus, ada yang bilang bahwa “yang berkuasa” sekarang kurang mendengarkan aspirasi karyawan-karyawan. Dan banyak feedback miring yang beredar. Apakah yang sebenarnya terjadi? Apakah anda pernah berada dalam situasi seperti itu? Bahwa apapun yang anda kerjakan selalu saja ada yang mengkomentari negative? Maju kena, mundur kena ….? It does not matter what you do, akan selalu ada orang yang mengkomentari negative tindakan anda, no matter what you do. Komentator (negative) ini berkeliaran di mana-mana, di sekolah anda, di kampus anda, di RT atau RW anda (pada saat anda mengadakan kegiatan bersama tetangga), di kantor anda, di group WA anda …. Di mana-mana akan ada komentator (negative) ini. Saya mengamati banyak perubahan dan transformasi yang terjadi. Phenomena ini bisa disebut dengan rule 60-20-20. Dalam setiap perubahan yang akan anda jalankan, akan ada: 60% supporter, 20% yang netral, 20% yang akan menolak perubahan tersebut (resistance). That's the best case scenario. Jarang sekali ada perubahan yang langsung disambut oleh semuanya dengan positive. Jadi pertama kali sadarilah, YOU ARE NOT ALONE ! Semua leaders merasakan apa yang anda rasakan saat ini. Jadi pasti akan ada minimal 20% yang akan menolak perubahan tersebut Terus analisa lebih dalam dari ketiga sudut ini: - Aspek apa yang akan benar-benar berubah - Kepada siapa perubahan ini akan berpengaruh? - Bagaimana perubahan akan berdampak mereka? What should you do? 1. Konsentrasilah pada supporter supporter anda, mereka adalah change agent yang akan membantu anda mengimplementasikan perubahan. Spend time anda dengan mereka, terangkan ke mereka, motivate them dan penghargaan kepada mereka 2. Usahakan mengajak yang netral menjadi supporter anda, dengan menjelaskan dan memberikan contoh teman teman mereka yang sudah berhasil melakukan perubahan tersebut, visualize the success and celebrate the quick win 3. Untuk yang masih resistance, don’t spend too much time on them, haters will continue to be haters, tapi hati hati, jangan sampai mereka ini menjadi noisy minority yang suaranya terdengar lebih keras daripada silent majority, dan akhirnya banyak yang beranggapan bahwa mereka mewakili majority. Jadi anda masih harus meng-adresse concern mereka tanpa spending too much time, remember your focus is to keep your supporters and to influence the neutrals. So, what is the summary: a) YOU ARE NOT ALONE Pada saat perubahan akan selalu ada supporter, neutral and resistance. Jadi kalau ada resistance yang anda hadapi, anggap saja itu hal yang biasa dialami setiap leader. Semakin berat resistance nya, berarti semakin tinggi level leadership anda. b) YOU SHOULD NOT BE ALONE Focus pada supporter anda, motivate them, terangkan kepada mereka dan hargailah mereka. Usahakan untuk meng-influence yang netral menjadi supporter anda. Spend minimum time untuk yang resistance, while still address their concern. Tapi terutama tunjukkan success story, quick winning dan reward yang didapatkan oleh teman-teman atau tim-tim lain yang sudah menjalankan perubahan tersebut

CONGRATULATION 🏆 Pemenang challenge Trivia Time Edisi tebak top 3 genre buku jagoan Bapak Dirum diraih oleh: 1. Kakak @Eperd
CONGRATULATION 🏆 Pemenang challenge Trivia Time Edisi tebak top 3 genre buku jagoan Bapak Dirum diraih oleh: 1. Kakak @Eperdian (Verifikator Rujukan KC. Ambon) 2. Kakak @Devi_Aprian1 (Staf Utilisasi dan Pencegahan Kecurangan, KC. Singkawang) 3. Kakak @fradiladitha (Staf PIKEU Kab Lahat KC. Lubuklinggau) 4. Kakak @lizanurul (Staf SDM dan Komin KC. Pati) 5. Kakak @Ilham_lq (Kabid SDMUKP KC. Pematangsiantar) Ayo mari kita semua sukseskan transformasi mutu layanan 🇮🇩 Link share

“Tapi kadang anak buah kita kan belum sanggup mengerjakan pekerjaan yang penting dan strategis?” “Makanya saya gak pernah hanya mendelegasikan … saya harus *DEVELOP-AND-DELEGATE*, saya harus develop mereka dulu, setelah mereka mampu baru saya delegate. Jadi ada sense of urgency yang membuat saya harus develop, karena tanpa mendevelop mereka, semua kerjaan harus saya kerjakan sendirian, capek lah? Saya nya capek, dan mereka gak berkembang.” “Terus ada apakah ada satu tips praktis lagi yang kita bisa jalankan sehari-hari?” “Mantan boss saya di Hongkong mengajarkan saya satu hal. Namanya *ONE LITTLE DIFFERENCE*. Setiap hari saat kita mau pulang, sesaat sebelum shut down laptop kita, urungkan niat itu. Kemudian kerjakan lagi satu hal. Jawab satu email, buat satu presentasi, atau kirim apresiasi ke team anda, atau apapun. Sesaat sebelum anda pulang, kerjakan satu hal lagi. Itu yang membedakan anda dengan yang lain. One difference every day, berarti lima hal lebih productive setiap minggu, dan 300 hal lebih productive setiap tahun." Sebagai penutup kami memesan crepe coklat. “David, how about career? Sepertinya karier David lancar-lancar aja?” “Yes, Alhamdulillah…” “Apa rahasianya?” “Karena saya tidak hanya bekerja, saya bekerja sambil menambah port-folio saya. Jadi saya bekerja sambil belajar… belajar sebanyak-banyaknya, supaya saya bisa mendapatkan posisi berikutnya yang lebih baik lagi. Remember, do not only work, but you work and you have to *GROW YOURSELF, AND KEEP LEARNING* Live is about Learning.so you have to learn new things, everyday. Setelah breakfast, kami saling berpamitan. Saya berterima kasih pada David untuk diskusi pagi itu. Saya mencatat beberapa tips untuk meningkatkan productivity kita … a) START EARLIER b) LIVE CLOSER c) IDENTIFY YOUR BIG ROCKS d) MANAGE YOUR PRIORITY e) DEVELOP AND DELEGATE f) ONE LITTLE DIFFERENCE g) GROW YOURSELF, KEEP LEARNING Tiba-tiba saya tertawa dalam hati, ternyata tujuh tips itu bisa disingkat menjadi “SLIM-DOG”. ** Salam Hangat Pambudi Sunarsihanto

HOW TO IMPROVE YOUR PRODUCTIVITY? Hari Minggu yang cerah, saya kali ini breakfast dengan seorang sahabat di Pandor, sebuah caffe terkenal di Jakarta Selatan. Sebut saja nama sahabat saya, David (bukan nama sebenarnya tentu saja). Beberapa kali saya bertemu David, selalu saja ada yang saya pelajari. David ini sedang menjadi Director di sebuah perusahaan, dan sebelumnya pernah menjabat sebagai director di beberapa perusahaan lainnya di industri yang berbeda beda. Ini menarik, orang lain biasanya pindah perusahaan di industry yang sama, David begitu mudahnya pindah dari satu industry ke industry lain. David ini juga suka sharing pengalamannya, bahkan beberapa bukunya sudah diterbitkan oleh penerbit terkemuka di Indonesia. David mempunyai keluarga yang bahagia, anak-anaknya mendapatkan beasiswa di luar negeri, sejak program S-1. Saya bertanya-tanya dalam hati,”There must be something right that he is doing to achieve all of those things. Bagaimana dia bisa juggling dengan begitu banyak priorities dalam hidupnya. Apakah itu?” David datang dengan penuh kesederhanaan, mengendarai mobil mungilnya sendiri. Menyapa saya dengan ramah. Ternyata kami sama-sama memesan Eggs benedict dan orange juice. Sambil menunggu kami pun mulai ngobrol. “Tell me David, banyak banget yang dicapai David, sementara banyak orang ngurus pekerjaan saja sudah repot, what is your secret?” “I start earlier …” katanya dengan tone datar. “Se-simple itu?”, tanya saya lagi. “Yes, se-simple itu. Kita hanya punya waktu 24 jam. Kalau mau mencapai lebih banyak dari yang lain, you have to work harder, and start earlier. Saya mulai bekerja jam 4.30. Saya menulis artikel-artikel saya, setiap hari. Kemudian saya mengerjakan beberapa tugas terkait asosiasi professional, dan baru saya berangkat bekerja untuk focus pada pekerjaan saya.”, tutur David. Saya mencatat di notepad saya, "Secret No. 1, *START EARLIER*” Kemudian saya bertanya lagi,”Tapi bagaimana bisa start earlier? Banyak di antara kita yang rumahnya jauh? Di Bekasi, BSD , atau di Tangerang yang perlu waktu 2 jam pagi hari, dan 2 jam malamnya?” David menjawab,”Then my rule No.2 is *LIVE CLOSER*..” “Tinggalnya yang lebih dekat? Gimana caranya? Rumah di Jakarta mahal kan?” “Saya kos, atau sewa apartemen kecil. Di manapun saya bekerja, jarak tempuh saya ke kantor adalah 15 atau 20 menit. Jadi saya punya banyak waktu, dan terutama saya bisa sampai di kantor dengan mood yang fresh. Sementara orang lain sudah kesal dengan kemacetan. Belum kerja aja udah kesel. Padalah it is very important to start your day early and fresh with positive mood kan?” Makanan kami datang, kami mulai makan. Sambil makan, saya bertanya lagi,”Tapi kan tetap saja ada banyak yang David harus kerjakan, antara pekerjaan, asoisiasi, menulis buku, menjadi ayah dan suami, bagaimana mengaturnya?” “My next rule adalah *IDENTIFY YOUR BIG ROCKS*. Apakah focus terbesar yang harus dilakukan bulan. Saya tulis prioritas-prioritas paling terpenting yang harus saya capai. Saya catat, saya ingat, saya laksanakan sebagai prioritas. Dan jangan sampai lepas.” “Jadi setelah itu tinggal masalah time management?” tanya saya. “Bukan. Kita gak bisa mengelola waktu. Kita semua hanya punya 24 jam. You don’t manage your time, you *MANAGE YOUR PRIORITIES*! Artinya pastikan setiap hari bahwa kita mengerti prioritas kita, dan akan tercapai dengan baik. Bahwa setiap hari aka nada urgency, crisis itu biasa. Tapi ingat, pastikan semua priorities berjalan dan tercapai” David meminum orange juice nya, saya merasa bersalah membombardir dengan pertanyaan-pertanyaan saya. Dia seperti membaca pikiran saya,”Its ok. Saya enjoy talking dan sharing tentang hal ini. Go on ..” “Bagaimana dengan pekerjaan di kantor. Pasti banyak banget. Tapi David selalu pulang tepat waktu, bahkan saya lihat IG nya penuh dengan dinner dengan teman-temannya, beberapa cantik-cantik lagi, hehehehe…” David hanya tersenyum sambil meneruskan,”Jadi boss gak boleh egois. Gak boleh mengerjakan semua pekerjaan seorang diri… harus dibagi-bagi ke team membernya kan. ?”

Beberapa tahun belakangan ini, simpang siur saya mendengar kalau beliau ada terkena batu sandungan di jabatannya, belum lagi sering terdengar juga kalau akhir-akhir ini beliau rutin keluar masuk RS untuk berobat hingga akhirnya kini terdengar bahwa beliau telah wafat. Saya sebagai mantan timnya yang pernah merasakan sentuhan dan didikan beliau tentu mendoakan segala doa terbaik buat beliau, semoga amal, ibadah, dedikasi, ilmu dan pengalaman yang selama ini telah beliau berikan untuk Organisasi, Nusa dan Bangsa kelak menjadi pemberat amalnya di hari kemudian. Salam hormatku Mumu