fa
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

رفتن به کانال در Telegram

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

نمایش بیشتر
1 856
مشترکین
اطلاعاتی وجود ندارد24 ساعت
+17 روز
+2830 روز
آرشیو پست ها
Webinar Managed Care Edisi ke 6 Aktuaria dalam Managed Care Mengulas aktuaria berbasis risiko, premium setting, pemanfaatan u
Webinar Managed Care Edisi ke 6 Aktuaria dalam Managed Care Mengulas aktuaria berbasis risiko, premium setting, pemanfaatan utilization review dalam aktuaria. Ikuti Webinar Managed Care PAMJAKI Edisi Keenam dengan tema Aktuaria dalam Managed Care ⏰ 10.00 - 11.30 WIB 🎙️ Speaker : 1. dr. Taufik Hidayat, MM., AAK 2. dr. Elsa Novelia, MKM 3. ⁠Esthi Andayani, S.K.M., FSAI, AAIJ, AAK Moderator: Liza Festary FSAI, AAK 💻 Link zoom: https://bit.ly/JoinZoomMeeting-Ed-Ke6 💻 Virtual Background https://bit.ly/VB-WebinarMC-Edisi6 GRATIS! Bagi yang ingin mendapatkan e-sertifikat, biaya registrasi IDR 50.000 Daftar sekarang :https://bit.ly/Registrasi-WebinarMC-Edisi-6 #healthinsurance #pamjaki #gelarprofesi #health

Oleh: Iwan Kusworo Selamat pagi, Sahabat! Ada sebuah quote yang pernah saya dengar: “Luck favors the prepared.” Keberuntungan
Oleh: Iwan Kusworo Selamat pagi, Sahabat! Ada sebuah quote yang pernah saya dengar: “Luck favors the prepared.” Keberuntungan akan datang kepada mereka yang siap. Pagi ini, saat melanjutkan membaca What I Wish I Knew About Luck karya Tina Seelig, saya teringat lagi dengan quote tersebut. Di bagian berjudul Winds of Luck, Tina Seelig mengibaratkan keberuntungan seperti angin, dan kita adalah nahkoda dari kapal kita masing-masing. Kita tidak bisa mengendalikan kapan angin bertiup atau dari arah mana ia datang. Kadang hanya berupa hembusan kecil yang hampir tidak terasa. Kadang datang begitu kuat sehingga membawa kita jauh lebih cepat dari yang kita bayangkan. Namun tugas kita ternyata bukan menunggu angin. Tugas kita adalah menyiapkan kapal. Memperkuat kemampuan, memperjelas nilai-nilai yang kita pegang, dan mengetahui ke mana kita ingin berlayar. Lalu merekrut awak kapal. Karena keberuntungan jarang datang sendirian. Teman, mentor, pasangan, dan keluarga sering kali menjadi orang-orang yang membantu kita melihat peluang yang sebelumnya tidak terlihat. Dan tentu saja, kita tetap harus mengembangkan layar. Karena kapal yang paling bagus sekalipun tidak akan bergerak jika layarnya tidak pernah dikembangkan. Kita harus tetap hadir (show up), tetap belajar, tetap mencoba, tetap mengambil risiko, dan sesekali keluar dari zona nyaman. Sesekali pun kita bisa gagal. Yang juga menarik, tidak semua angin menguntungkan. Ada tailwinds yang membuat perjalanan terasa lebih ringan. Ada juga headwinds yang memperlambat kita, bahkan memaksa kita mengubah arah. Tetapi mungkin tidak semua perubahan arah adalah sesuatu yang buruk. Sering kali, baru setelah melihat ke belakang kita menyadari bahwa beberapa “angin yang melawan” justru membawa kita ke tempat yang lebih baik daripada tujuan awal yang kita rencanakan. Barangkali keberuntungan bukan sekadar tentang menunggu kesempatan datang. Melainkan tentang menjadi orang yang siap ketika kesempatan itu tiba. Dan ketika angin berubah arah, mungkin yang perlu kita lakukan bukan mengutuk anginnya, melainkan belajar mengatur layar. Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini? Have a nice day! ❤️ #INISIATIF

Oleh: Dedi Priadi Secara biologis, porsi mendengar kita seharusnya dua kali lipat dari berbicara. Sialnya, kesombongan punya
Oleh: Dedi Priadi Secara biologis, porsi mendengar kita seharusnya dua kali lipat dari berbicara. Sialnya, kesombongan punya cara sendiri untuk merusak fungsi itu: membuat mulut bekerja lembur, sementara telinga memilih pensiun dini. Kita sering terjebak dalam hasrat besar untuk selalu menang dan mendominasi setiap percakapan. Padahal, kekuatan seorang manusia bukan terletak pada seberapa keras ia membantah, melainkan seberapa mampu ia mengendalikan diri. Ingatlah bahwa kata 𝘭𝘪𝘴𝘵𝘦𝘯 (mendengarkan) dan 𝘴𝘪𝘭𝘦𝘯𝘵 (diam) memiliki huruf yang sama persis. Ini adalah sebuah tamparan halus bagi ego kita: kita tidak akan pernah bisa benar-benar mendengar selama kita menolak untuk diam. Saat kita sibuk memotong pembicaraan, otak kita sebenarnya sedang menutup diri dari informasi baru. Kita menjadi keras kepala karena kita lebih mencintai suara pemikiran kita sendiri daripada kebenaran yang dibawa orang lain. Mendengarkan bukan berarti kita kalah atau menyerah kalah dalam sebuah perdebatan. Mendengarkan adalah tanda kematangan mental, sebuah keputusan sadar untuk menurunkan senjata ego demi memahami realitas yang lebih utuh. Ketika kita terus mendominasi, orang di sekitar kita akan perlahan menarik diri karena merasa tidak dihargai. Hubungan yang sehat hancur bukan karena perbedaan pendapat, melainkan karena hilangnya ruang aman untuk saling berbicara. Ibarat sebuah cangkir yang sudah penuh meluap dengan air panas, ia tidak akan bisa lagi menampung teh yang baru. Begitulah pikiran yang dominan; ia terlalu penuh dengan asumsi diri sendiri. Kita perlu mengosongkan sedikit ruang di dalam kepala kita dari ambisi untuk selalu terlihat benar. Hanya dengan cara itulah, kita bisa mengisi diri dengan kebijaksanaan dan pengetahuan yang baru. Menjadi pendengar yang baik justru akan membuat karisma dan wibawa kita naik berlipat ganda. Orang akan lebih segan pada pribadi yang tahu kapan harus diam, daripada yang terus-menerus menggurui. Mendengarkan dengan tulus itu seperti membuka pintu gerbang benteng yang selama ini kita jaga dengan ketat. Kita memberi jalan bagi kedamaian untuk masuk dan meredakan ketegangan di dalam dada. Cobalah untuk menahan diri, ambil napas dalam-dalam, dan biarkan orang lain menuntaskan kalimatnya sampai selesai. Kendalikan keinginan untuk menyerang balik, karena di situlah letak ujian kedewasaan kita yang sesungguhnya. Belajarlah untuk menciptakan keheningan (𝘴𝘪𝘭𝘦𝘯𝘵) di dalam pikiranmu yang riuh itu. Sebab, hanya ketika engkau mampu melunakkan ego untuk diam, engkau baru bisa benar-benar mulai mendengarkan (𝘭𝘪𝘴𝘵𝘦𝘯). #INISIATIF

BPJS TALK 2026 https://www.instagram.com/reel/DZ6gTTbzmym/?igsh=ejA1cTNweXd2eDRu btw, para peserta BPJS Talk yang telah mengu
BPJS TALK 2026 https://www.instagram.com/reel/DZ6gTTbzmym/?igsh=ejA1cTNweXd2eDRu btw, para peserta BPJS Talk yang telah mengupload video ke IG, diharapkan dapat melakukan koordinasi ke PIC kk @erizkiayu atau kk @yunrahap yah 🤝

BPJS TALK 2026 https://www.instagram.com/reel/DZ6h8LegmuK/?igsh=bHl0aGFpaWt0YzZu btw, para peserta BPJS Talk yang telah mengu
BPJS TALK 2026 https://www.instagram.com/reel/DZ6h8LegmuK/?igsh=bHl0aGFpaWt0YzZu btw, para peserta BPJS Talk yang telah mengupload video ke IG, diharapkan dapat melakukan koordinasi ke PIC kk @erizkiayu atau kk @yunrahap yah 🤝

Oleh: Iwan Kusworo Selamat pagi, Sahabat! Mau sedikit cerita... Sebenarnya pada awalnya saya cuma mau meniru-niru Pak Gatot W
Oleh: Iwan Kusworo Selamat pagi, Sahabat! Mau sedikit cerita... Sebenarnya pada awalnya saya cuma mau meniru-niru Pak Gatot Widayanto⁩ dengan klub buku BREED-nya. Melihat semangat beliau dalam membangun budaya membaca dan berbagi, saya berpikir, “Sepertinya hal seperti ini juga menarik untuk dicoba di tempat saya bekerja.” Dan dari niat yang sederhana itu, akhirnya lahirlah MLI Book Club. Bagi saya, sebuah komunitas tidak harus dimulai dengan program yang besar atau acara yang meriah. Yang paling penting adalah keyakinan bahwa apa yang kita lakukan adalah hal yang baik. Dalam hal ini, yaitu menjaga budaya membaca dan menyediakan ruang untuk belajar dan berdiskusi di tengah kesibukan pekerjaan sehari-hari. Selama tiga tahun terakhir, kami hanya berusaha menjaga ritual-ritual kecil supaya tetap hidup. Book review bulanan, berbagi insight buku di grup WhatsApp, saling merekomendasikan bacaan, dan hal-hal sederhana lainnya. Dan hari ini, teman-teman dari HRD berinisiatif membuat perayaan kecil untuk ulang tahun ke-3 komunitas ini. Saya sangat bersyukur, karena bagi saya ini merupakan bentuk dukungan positif dari perusahaan terhadap komunitas yang tumbuh di dalamnya. Melihat perjalanan ini, saya semakin percaya bahwa kebaikan memang punya cara yang unik untuk menyebar. Mungkin Pak Gatot dulu tidak pernah membayangkan bahwa semangat yang beliau tularkan melalui BREED akan menginspirasi lahirnya sebuah klub buku di tempat lain. Dan siapa tahu, suatu hari nanti akan ada lagi orang-orang lain yang terinspirasi untuk melakukan hal yang sama di lingkungan mereka. Who knows? Karena itu, mungkin kita memang tidak perlu terlalu sibuk memikirkan balasan. Cukup terus menebarkan hal-hal baik. Sebab bisa jadi, tanpa kita sadari, ada orang-orang yang akan menerimanya dan meneruskannya kembali kepada lebih banyak orang. Pay it forward ❤️ #INISIATIF

Jangan lihat teman Anda yang bisnisnya sudah maju karena sudah merintis dua puluh lima tahun lalu sedangkan Anda baru mulai tiga tahun lalu. Setiap orang punya kisahnya sendiri. Ketiga, jangan terlalu banyak melebih-lebihkan seolah semua kejadian disebabkan oleh kesalahan Anda sendiri. Salah seorang Guest dalam acara bedah buku mengatakan bahwa ia pernah bermitra dengan kerabat membangun bisnis warnet puluhan tahun lalu namun gagal. Ia kemudian bekerja keras mencari dana untuk menutup kerugian dan mengembalikan modal pokok kepada para mitra bisnisnya. Padahal resiko gagal setiap bisnis harusnya ditanggung bersama buan tanggung-jawab dia pribadi. Keempat, coba ambil pelajaran dari kejadian yang Anda alami agar menjadi pengalaman berharga agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Jangan beranggapan bahwa kegagalan bersifat permanen dan melekat karena kita justru bisa maju dengan mengalami beberapa kegagalan. Kelima, daripada fokus pada hal negatif dari penyesalan lebih baik mengambil hikmah positifnya. Bila pernah ditipu saat memulai bisnis, bukan berarti setiap bisnis penuh dengan tipu-menipu, namun ke depannya lebih selektif dalam memilih mitra bisnis dan melakukan riset pasar sebelum bisnis berjalan. #INISIATIF

Turning Regret Into a Positive Force (Merubah Penyesalan Menjadi Hal Yang Positif) Oleh: Gatot Widayanto Siapa yang tidak pernah menyesal? Setiap dari kita tentu pernah mengalaminya meski intensitasnya berbeda antara seseorang dengan lainnya. Menyesal karena tidak diterima jurusan kedokteran padahal sejak kecil punya cita-cita ingin menjadi dokter. Menyesal karena tidak bekerja di perusahaan yang sudah menjadi impian. Menyesal karena tidak menikah dengan gadis / pria yang menjadi idaman hati. Tentu masih banyak lagi ragam penyesalan yang kita mungkin pernah alami atau mendengar dialami orang lain. Empat Jenis Penyesalan Daniel Pink telah mempelajari berbagai jenis penyesalan dari berbagai pelosok dunia dan dia mendapati ada enam belas ribu jenis penyesalan (regret) yang kemudian setelah ia pelajari lebih lanjut lagi ternyata bermuara pada empat penyesalan inti (core): 1.) Foundation Regret yang pada dasarnya berkisar pada penyesalan terkait “kalau saja dulu saya lakukan”. Misalnya dalam hal menetapkan target kesehatan pada saat masih muda sehingga hidupnya semakin terkendali dalam hal fisik sehingga saat ini masih terasa bugar, ketika sudah berusia. Boleh jadi saat usia sudah kepala 4 atau 5 menjadi sering sakit dan menyesali mengapa tidak selalu melakukan pemantauan kesehatan sejak masih muda dulu. Contoh lain adalah penyesalan mengapa tidak rajin menabung ketika masih usia produktif sehingga pada saat anak-anak membutuhkan banyak uang sekolah saat ini tidak mengalami kesulitan. 2.) Boldness Regret yaitu terkait hal-hal menarik dan menyenangkan yang “tidak pernah dilakukan padahal sebenarnya bisa”. Misalnya, saat muda mengapa tidak membelanjakan pendapatan untuk jalan-jalan ke Eropa, menikmati indahnya Menara Eiffel, misalnya. Atau bisa juga terkait dengan mengapa ketika masih muda tidak memulai bisnis dan sekarang melihat banyak teman yang sukses karena memulai bisnis sejak muda dan mereka mulai menikmati dari hasil bisnisnya. Sesuai dengan jenisnya pada dasarnya penyesalan ini terkait dengan mengapa tidak cerdas saat dulu itu? 3.) Connection Regret yaitu terkait hal-hal pembinaan hubungan yang tidak dirintis sejak awal dan sekarang terasa seperti kehilangan teman. Penyesalan ini bisa berupa merasa adanya kurang kepedulian terhadap persahabatan, kurang banyak membina sejak jaman sekolah, misalnya atau sering berada di rumah dan tidak mau banyak bergaul. Hal ini terasa ketika saat ini dunia terasa sepi, apalagi setelah anak-anak mulai besar dan sudah punya dunia sendiri. Ini termasuk dengan perasaan kurangnya rasa-iba terhadap sesama sehingga pada saat dibutuhkan tidak berada di sekitar dan saat ini kondisi sebaliknya terjadi bahwa saat kesepian tidak ada teman lagi. Seorang teman menyesal bahwa pada saat bibinya masih hidup dulu ingin sekali pergi ke Singapura namun tidak menemaninya padahal saat itu masih bisa, uang saat itu banyak. Sekarang bibi sudah meninggal dunia, merasa bersalah tidak membahagiakannya saat masih hidup. 4.) Moral Regret adalah terkait dengan hal-hal buruk, tidak etis, yang dilakukan pada saat dulu, misalnya suka mengambil (ngutil) barang di toko tanpa bayar. Penyesalan seperti ini membuat seseorang memikirkannya terus-menerus dan bertaubat meminta ampun kepada Tuhan atas perbuatan tercela yang pernah dilakukannya. Ray Dalio, seorang billionaire pendiri Bridgewater Associate menyesali dirinya ketika masih muda pernah memukul atasan (bos) nya saat sedang mabuk. Hal ini tak pernah ia lupakan meskipun bos nya sudah memaafkan sehari kemudian. Lima Langkah Apapun jenis penyesalannya ada tiga langkah penting yang perlu Anda lakukan agar penyesalan tersebut menjadi tindakan positif. Pertama, jangan biarkan perasaan menyesal terus menerus menggerogoti pikiran Anda karena yang sudah terjadi tidak mungkin bisa dirubah. Semakin sering Anda pikirkan, produktivitas Anda akan terganggu karena pikiran menjadi tidak fokus. Kedua, jangan biarkan pola pikir ‘jika saja dulu’ bercokol di diri Anda karena hal ini akan menghalangi potensi sesungguhnya dari Anda.

INFO PODIUM 👑 Selamat dan sukses, kk @dayatpasau kembali mendapatkan Juara 2 Ganda pada Turnamen Tenis Meja PTM Pasar Grogol
INFO PODIUM 👑 Selamat dan sukses, kk @dayatpasau kembali mendapatkan Juara 2 Ganda pada Turnamen Tenis Meja PTM Pasar Grogol tanggal 20-21 Juni 2026 🙏🔥 #INISIATIF

Inilah 2 nama yang terpilih paling all out di sesi Trivia Quiz ATE (19 Juni 2026)💥 🏆 The chosen ones: 1️⃣ @DontRichPeopleDi
Inilah 2 nama yang terpilih paling all out di sesi Trivia Quiz ATE (19 Juni 2026)💥 🏆 The chosen ones: 1️⃣ @DontRichPeopleDifficultOk (Peringkat 3) – KC Jayapura 2️⃣ @dekaarensa (Peringkat 17) – KC Prabumulih Terima kasih buat semua peserta yang selalu semangat dalam rangkaian kegiatan. Sampai bertemu kembali di event ATE berikutnya. Stay tuned & stay competitive 🏆 https://www.instagram.com/p/DZ0-WOATfkJ/?igsh=MTJnbzNvejRnMXYweg== #INISIATIF #BecomingAnExpertWithATE

🔠🔠🔠🔠🔠🔠 🔠🔠🔠🇲🇨 GET READY!!! Babak 32 Besar Family 100 ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan tahun 2026 🇲🇨 Jum'at, 2
🔠🔠🔠🔠🔠🔠 🔠🔠🔠🇲🇨 GET READY!!! Babak 32 Besar Family 100 ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan tahun 2026 🇲🇨 Jum'at, 26 Juni 2026 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai) PIC Match 1 & 2: PIC Match 3 & 4:
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram

🔠🔠🔠🔠🔠🔠 🔠🔠🔠🇲🇨 GET READY!!! Babak 32 Besar Family 100 ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan tahun 2026 🇲🇨 Kamis, 25
🔠🔠🔠🔠🔠🔠 🔠🔠🔠🇲🇨 GET READY!!! Babak 32 Besar Family 100 ATE Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan tahun 2026 🇲🇨 Kamis, 25 Juni 2026 (Mulai Pukul 16.00 WIB - Selesai) PIC Match 1 & 2: PIC Match 3 & 4:
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram

Road to Top 16 Family 100 🏆 Setelah melalui pertandingan yang penuh strategi, kekompakan, dan adu cepat berpikir pada Jumat,
Road to Top 16 Family 100 🏆 Setelah melalui pertandingan yang penuh strategi, kekompakan, dan adu cepat berpikir pada Jumat, 19 Juni 2026, 4 tim terbaik berhasil mengamankan tiket menuju Babak Top 16 Family 100 🎉 Perjalanan belum usai. Masih ada 8 tiket terakhir yang akan diperebutkan pada pertandingan Kamis dan Jumat pekan ini. Persaingan dipastikan semakin ketat karena setiap tim akan berjuang untuk mengamankan tempat di jajaran 16 tim terbaik nasional 🔥

Kadang yang bikin semangat datang ke kantor bukan cuma soal pekerjaannya 🥰 Tapi karena ada tim yang saling support... Ada te
+9
Kadang yang bikin semangat datang ke kantor bukan cuma soal pekerjaannya 🥰 Tapi karena ada tim yang saling support... Ada teman yang siap bantu saat dibutuhkan... Ada ruang untuk tertawa di sela kesibukan... Dan ada energi positif yang bikin hari terasa lebih ringan... Karena lingkungan kerja yang nyaman nggak selalu tercipta dari hal besar. Sering kali justru dibangun dari perhatian-perhatian kecil setiap hari Menurutmu, momen sederhana apa yang biasa bikin bahagia di kantor? 👇 https://www.instagram.com/p/DZwZqj_Ca1g/?igsh=MW52ZmNuaXozOWNoYQ==

WAKTUNYA BERPARTISIPASI KING 👑
Buat mempermudah Sobat ATE, berikut kami lampirkan rekap informasi Lomba/Kompetisi HUT ke 58 BPJS Kesehatan yang telah diumumkan di kanal resmi (MTV) dan grup COMMIT 🇮🇩
1. Lomba Video Kearsipan dan Keterbukaan Informasi Publik (Closed: 10 Juni 2026) Info lebih lanjut : https://t.me/c/1287712664/213962 2. Lomba Stand Up Comedy (Closed: 12 Juni 2026) ⌛ Info lebih lanjut : https://t.me/c/1287712664/213972 3. Lomba Catur Antar Mahasiswa dan BPJS Kesehatan (Closed: 17 Juni 2026) ⌛ Info lebih lanjut : https://t.me/c/1287712664/215520 4. 🔤🔤2️⃣ Lomba Video Life at BPJS Kesehatan: Aku dan Peranku di BPJS Kesehatan (Deadline: 21 Juni 2026) ‼️⚠️ Info lebih lanjut : https://t.me/c/1287712664/213963 5. 🔤🔤3️⃣ Lomba Catur Antar Instansi (Deadline: 22 Juni 2026) ‼️⚠️ Info lebih lanjut : https://t.me/c/1287712664/215524 6. Lomba Public Speaking BPJS Talk (Deadline: 26 Juni 2026) ‼️⚠️ Info lebih lanjut : https://t.me/c/1287712664/215105 7. Lomba BPJS Idol 2026 (Deadline: 28 Juni 2026) ‼️⚠️ Info lebih lanjut : https://t.me/c/1287712664/215491 #INISIATIF #HUT58BPJS

Assalamu alaikum Babak Top 16 Family 100 📢 Empat Tim Pertama hasil match Kamis, 18 Juni 2026 telah berhasil mengamankan tike
Assalamu alaikum Babak Top 16 Family 100 📢 Empat Tim Pertama hasil match Kamis, 18 Juni 2026 telah berhasil mengamankan tiket ke Babak 16 Besar Family 100 Semarak HUT ke-58 BPJS Kesehatan. Kira-kira tim mana lagi yang akan menyusul?
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram

Oleh: Teguh Arifiyadi Saya membuat aturan sederhana soal jam kerja. Saya melarang tim saya punya habit bekerja lebih dari jam
Oleh: Teguh Arifiyadi Saya membuat aturan sederhana soal jam kerja. Saya melarang tim saya punya habit bekerja lebih dari jam 8 malam atau mengadakan rapat di akhir pekan, kecuali jika terpaksa atau faktor eksternal yang tidak bisa dihindari. Pekerjaan kami tidak menuntut waktu yang ugal-ugalan, kami masih punya opsi untuk berhenti sebelum benar-benar lelah. Tubuh punya hak untuk istirahat, keluarga mereka di rumah juga punya hak untuk menikmati bercengkrama setelah pulang kerja. Pekerjaan yang bisa diselesaikan dengan diskusi ringan di group, tidak perlu dijadikan bahan rapat berjam-jam. Sesuatu yang bisa diputuskan di level pelaksana, tidak perlu jadi bahan diskusi panjang di level manajerial. Mubadzir lah. Pengalaman saya, rapat lebih dari 3 jam per sesi itu efektifitasnya lebih rendah, kecuali rapat negosiasi yang membutuhkan keterampilan adu mulut dan debat kusir. Jika materi rapatnya banyak, kami bagi substansi pekerjaaan ke masing-masing anggota atau tim kecil. Setelah selesai, dikompilasi online, dan dibahas pada sesi rapat berikutnya. Jika ada anggota tim saya punya habit kerja hingga tengah malam dan mengorbankan banyak akhir pekan, saya tidak memujinya sebagai pegawai yang berintegritas. Justru sebaliknya, bisa jadi ia termasuk tipikal pegawai yang gagal membuat perencanaan target dengan baik, tidak memiliki manajemen waktu yang bagus, dan tidak mampu mengelola SDM dengan baik. Jadi, jangan membanggakan itu. Toh jika mereka sakit karena lelah bekerja, paling-paling saya hanya bisa ucapkan GWS, BPJS. Masih sakit juga? Saya bisa apa? Biarlah para bos di teras sana yang bekerja melebihi jam kerja pada umumnya. Mereka punya tanggung jawab lebih besar dan tidak punya opsi yang lebih fleksibel seperti pegawai pada umumnya. Para bijak bestari berseloroh, bahwa orang stres itu adalah orang yang mencari uang hingga stres, dan menghabiskan uangnya kembali untuk menghilangkan stressnya itu. Demikian juga dengan orang-orang yang mengorbankan kesehatannya demi uang, dan pada akhirnya, mereka mengorbankan uangnya demi mendapatkan kembali kesehatannya. Kita tidak mau menjadi bagian dari orang-orang itu. Cara menikmati pekerjaan itu sama pentingnya dengan cara menikmati hidup. Secukupnya saja. Sunatullah, semua yang berlebihan itu lebih bayak mudharatnya. #INISIATIF #TGIF

🔤🔤🔤 🔤 👏 Satu Langkah Lagi Menuju Tangga Juara ⚔️ Sembilan tim terbaik masih bertahan dalam persaingan. Hanya selangkah l
🔤🔤🔤 🔤 👏 Satu Langkah Lagi Menuju Tangga Juara ⚔️ Sembilan tim terbaik masih bertahan dalam persaingan. Hanya selangkah lagi untuk mengibarkan panji kebanggaan unit kerja di Babak Final Number Detective ATE. Stay tuned untuk pengumuman jadwal hari pertandingannya di pekan depan 🏆🇲🇨
Pastikan seluruh pemain dan pendukung telah join di grup COMMIT Ask the Experts (Grup terbatas hanya untuk internal BPJS Kesehatan) --> Link Telegram

Oleh: Iwan Kusworo Selamat pagi, Sahabat! Ada satu bagian di buku What I Wish I Knew About Luck karya Tina Seelig yang saya b
Oleh: Iwan Kusworo Selamat pagi, Sahabat! Ada satu bagian di buku What I Wish I Knew About Luck karya Tina Seelig yang saya baca pagi ini, dari satu section berjudul Life isn't fair. Kalimat itu terdengar agak mengganggu. Kita tentu berharap bahwa hidup itu adil, bahwa semua orang mendapatkan kesempatan yang sama, dan bahwa usaha akan selalu berbanding lurus dengan hasil. Namun kenyataannya, tidak demikian. Ada orang yang lahir dalam keluarga yang mendukung, ada yang tidak. Ada yang dianugerahi kesehatan yang baik, ada yang sejak awal harus menghadapi berbagai keterbatasan. Seperti yang diceritakan Pak Emil dalam sesi hari Sabtu lalu, ada orang tua yang dikaruniai anak dengan kondisi autism dan harus menjalani perjuangan yang mungkin tidak pernah mereka bayangkan sebelumnya. Pak Emil kemudian mengajukan pertanyaan yang menarik: “Kalau kesulitan adalah takdir, dan takdir itu sesuatu yang baik, apakah kita akan dengan sukarela memilih kesulitan itu?” Saya tidak yakin banyak dari kita akan menjawab “ya”. Dan mungkin memang bukan itu pertanyaannya. Dalam banyak hal, kita tidak diberi hak untuk memilih kartu apa yang dibagikan kepada kita. Ada aspek kehidupan yang merupakan takdir, sesuatu yang berada di luar kendali kita. Tetapi ada satu kalimat di buku ini yang menarik perhatian saya: “Your choices, in turn, shape how the world will respond to you.” Pilihan kita, pada gilirannya, membentuk bagaimana dunia akan merespon kita. Kita bisa mengartikan dunia di sini dengan Tuhan atau semesta. Mungkin kita tidak memilih untuk mengalami kesulitan tertentu. Tidak ada seorang pun yang bangun pagi dan dengan sadar berkata, “Saya ingin hidup saya menjadi lebih sulit.” Namun kita tetap memiliki pilihan bagaimana meresponnya. Memilih untuk belajar daripada menyerah. Memilih untuk meminta bantuan daripada memendam semuanya sendiri. Memilih untuk tetap mengasihi ketika keadaan tidak sesuai harapan. Memilih untuk menemukan makna di tengah penderitaan. Dan pilihan-pilihan kecil itu, sedikit demi sedikit, mengubah respon dunia kepada kita. Orang lain datang membantu. Hubungan menjadi lebih kuat. Kemampuan baru berkembang. Karakter terbentuk. Bahkan kadang-kadang, dari sesuatu yang awalnya tampak seperti beban, lahir kasih sayang dan kebijaksanaan yang tidak mungkin muncul dengan cara yang lain. Kesulitan itu sendiri mungkin bukan sesuatu yang akan kita pilih. Tetapi siapa diri kita setelah melewati kesulitan itu, mungkin justru menjadi sesuatu yang sangat berharga. Barangkali di situlah letak perbedaan antara menerima takdir secara pasif dan merespon takdir secara aktif. Kita tidak selalu bisa memilih apa yang terjadi pada kita. Tetapi kita selalu memiliki kesempatan untuk memilih apa yang akan kita lakukan terhadap apa yang terjadi pada kita. Buku apa yang sedang Anda baca pagi ini? Happy a nice day! ☕📚 #INISIATIF