Penyejuk Hati 🩵🤍
رفتن به کانال در Telegram
🛡️Berbagi ilmu, motivasi, seminar/training 🛡️Follow Quran & Sunnah 🛡️Telegram: @dokter_dani 💎 Join juga Channel WA :Bahagia Itu Sederhana 👇 https://whatsapp.com/channel/0029VbB30DpD8SE07KG9JV2j
نمایش بیشتر1 026
مشترکین
-124 ساعت
-57 روز
-1630 روز
در حال بارگیری داده...
کانالهای مشابه
ابر برچسبها
اشارات ورودی و خروجی
---
---
---
---
---
---
جذب مشترکین
ژوئیه '26
ژوئیه '26
+7
در 0 کانالها
ژوئن '26
+7
در 0 کانالها
Get PRO
مه '26
+5
در 1 کانالها
Get PRO
آوریل '26
+5
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '26
+4
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '26
+6
در 1 کانالها
Get PRO
ژانویه '26
+2
در 1 کانالها
Get PRO
دسامبر '25
+10
در 1 کانالها
Get PRO
نوامبر '25
+4
در 1 کانالها
Get PRO
اکتبر '25
+5
در 1 کانالها
Get PRO
سپتامبر '25
+6
در 1 کانالها
Get PRO
اوت '25
+5
در 1 کانالها
Get PRO
ژوئیه '25
+10
در 1 کانالها
Get PRO
ژوئن '25
+5
در 1 کانالها
Get PRO
مه '25
+8
در 1 کانالها
Get PRO
آوریل '25
+8
در 1 کانالها
Get PRO
مارس '25
+5
در 1 کانالها
Get PRO
فوریه '25
+11
در 1 کانالها
Get PRO
ژانویه '25
+13
در 1 کانالها
Get PRO
دسامبر '24
+13
در 1 کانالها
Get PRO
نوامبر '24
+20
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '24
+22
در 1 کانالها
Get PRO
سپتامبر '24
+16
در 1 کانالها
Get PRO
اوت '24
+26
در 1 کانالها
Get PRO
ژوئیه '24
+10
در 1 کانالها
Get PRO
ژوئن '24
+25
در 1 کانالها
Get PRO
مه '24
+7
در 1 کانالها
Get PRO
آوریل '24
+16
در 2 کانالها
Get PRO
مارس '24
+34
در 1 کانالها
Get PRO
فوریه '24
+21
در 1 کانالها
Get PRO
ژانویه '24
+23
در 1 کانالها
Get PRO
دسامبر '23
+18
در 1 کانالها
Get PRO
نوامبر '23
+16
در 1 کانالها
Get PRO
اکتبر '23
+13
در 1 کانالها
Get PRO
سپتامبر '23
+10
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '23
+17
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '23
+25
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '23
+28
در 0 کانالها
Get PRO
مه '23
+23
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '23
+6
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '23
+9
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '23
+16
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '23
+16
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '22
+14
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '22
+5
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '22
+17
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '22
+16
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '22
+16
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '22
+23
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '22
+10
در 0 کانالها
Get PRO
مه '22
+34
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '22
+21
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '22
+28
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '22
+23
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '22
+18
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '21
+15
در 0 کانالها
Get PRO
نوامبر '21
+25
در 0 کانالها
Get PRO
اکتبر '21
+20
در 0 کانالها
Get PRO
سپتامبر '21
+46
در 0 کانالها
Get PRO
اوت '21
+38
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئیه '21
+22
در 0 کانالها
Get PRO
ژوئن '21
+13
در 0 کانالها
Get PRO
مه '21
+19
در 0 کانالها
Get PRO
آوریل '21
+28
در 0 کانالها
Get PRO
مارس '21
+55
در 0 کانالها
Get PRO
فوریه '21
+52
در 0 کانالها
Get PRO
ژانویه '21
+54
در 0 کانالها
Get PRO
دسامبر '20
+1 656
در 0 کانالها
| تاریخ | رشد مشترکین | اشارات | کانالها | |
| 27 ژوئیه | 0 | |||
| 26 ژوئیه | 0 | |||
| 25 ژوئیه | 0 | |||
| 24 ژوئیه | 0 | |||
| 23 ژوئیه | 0 | |||
| 22 ژوئیه | 0 | |||
| 21 ژوئیه | +1 | |||
| 20 ژوئیه | +2 | |||
| 19 ژوئیه | 0 | |||
| 18 ژوئیه | 0 | |||
| 17 ژوئیه | +2 | |||
| 16 ژوئیه | 0 | |||
| 15 ژوئیه | 0 | |||
| 14 ژوئیه | 0 | |||
| 13 ژوئیه | 0 | |||
| 12 ژوئیه | 0 | |||
| 11 ژوئیه | 0 | |||
| 10 ژوئیه | 0 | |||
| 09 ژوئیه | +1 | |||
| 08 ژوئیه | 0 | |||
| 07 ژوئیه | 0 | |||
| 06 ژوئیه | 0 | |||
| 05 ژوئیه | +1 | |||
| 04 ژوئیه | 0 | |||
| 03 ژوئیه | 0 | |||
| 02 ژوئیه | 0 | |||
| 01 ژوئیه | 0 |
پستهای کانال
Kenapa latihan / olahraga terus ?
Kan bukan atlit...
Jawab: supaya juga kuat IBADAH FISIK, kak 🙏
Repost oleh:
"Bahagia itu Sederhana"
👇👇👇
https://whatsapp.com/channel/0029VbB30DpD8SE07KG9JV2j
*Bagikan ke grup lain* ➡️
_semoga jadi amal jariyah kita semua, aamiin_
| 2 | BAGUS.. Rekaman Kajian Tawakkal 20 Juli 2026
👇https://www.youtube.com/live/SRuLWWQUUSU?si=P7GLZAXz5OzR0D7x
Poin penting :
1. Rezeki tidak akan tertukar, rezeki sudah Allah tetapkan, mau dijemput dengan jalan Halal?
2. Bolehkah ucapan " Usaha tidak mengkhianati hasil " ?
3. Kisah Sahabat Ali & Pencuri Tali - Pelana Kuda : Harta 2 Dirham di jalan Halal atau Haram
4. Wanita / istri bekerja : harus hati hati dengan fitnah laki-lami
5. Rezeki bukan cuma UANG
Sumber :
🎤 Ustadz Abdul Rahman Mubarak حَفِظَهُ اللهُ
Kitab Riyadush Shalihin
Penghuni Surga Seperti Hati Burung
Pertanyaan WA :
https://wa.me/+6282256892959 | 53 |
| 3 | Pedagang / Pengusaha / Pebisnis / Enterpreneur yang BERTAUHID 👍 | 77 |
| 4 | Keluarga
Dakwah
Taat
Sabar | 73 |
| 5 | Rumah tangga
Keluarga
Suami istri | 60 |
| 6 | Jangan takut
Jangan cemas
Jangan khawatir
Allah ada, Allah Maha hidup
Allah Maha kuasa atas segala sesuatu | 67 |
| 7 | *KAYA TANPA KITA SADARI*
Seorang laki-laki datang kepada Yunus bin Ubaid mengeluhkan *sempitnya keadaan (hidupnya).*
Maka Yunus berkata kepadanya: "Apakah kamu rela menukarkan penglihatanmu ini, yang dengannya kamu bisa melihat, dengan 100.000 dirham?"
(Tambahan: 100.000 dirham = uang yang banyak jika dalam rupiah)
Laki-laki itu menjawab: "Tidak."
Yunus berkata: "Kalau begitu, apakah kamu rela menjual kedua tanganmu dengan 100.000 dirham?"
Laki-laki itu menjawab: "Tidak.
Yunus berkata: "Kalau kedua kakimu?"
Laki-laki itu juga menjawab: "Tidak."
Maka Yunus pun mengingatkan laki-laki itu tentang nikmat-nikmat Allah yang ada padanya, lalu berkata:
أَرَى عِنْدَكَ مِئِينَ أُلُوفٍ وَأَنْتَ تَشْكُو الْحَاجَةَ
"Aku melihat kamu memiliki ratusan ribu (dalam bentuk nikmat), namun kamu masih mengeluhkan kekurangan!"
Asy-Syukr Ibnu Abid Dunya, no. 36
By: fikihmuamalatkontempoter
_
Repost oleh:
"Bahagia itu Sederhana"
👇👇👇
https://whatsapp.com/channel/0029VbB30DpD8SE07KG9JV2j
*Bagikan ke grup lain* ➡️
_semoga jadi amal jariyah kita semua, aamiin_ | 72 |
| 8 | Belajar ikhlas dari kecewa:
Ketika orang tidak berterima kasih, padahal sudah dibantu... | 58 |
| 9 | Mengapa sulit khusyuk di dalam sholat ?
Karena peyebabnya ada di luar sholat... | 57 |
| 10 | INGIN URUSANMU DIPERMUDAH
Perbanyak baca Qur’an dan jangan tinggalkan! Urusan yang kau harapkan akan dimudahkan sekedar bacaan Qur’anmu.
Adh Dhiya mengatakan,
"Aku melihat nasihat ini, dan
aku pun telah berulang kali membuktikannya.”
(Syaikh Prof. Dr. Khalid Al Mushlih | @Dr_Almosleh
28/2/2022)
▪▪▪
Ikut Berbagi:
https://t.me/meniti_Assunnah
📎 | 39 |
| 11 | Ketika kita mengucapkan hal ini, “Ampunilah aku atas dosa-dosaku yang mereka tidak ketahui, aib-aibku yang tidak mereka ketahui,” itu secara langsung kita mengingatkan diri kita agar kita tidak ujub. Maka jangan ragu-ragu ikhwan, kalau antum dipuji, ucapkan doa tersebut.
اللَّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ
“Ya Allah janganlah Engkau siksa aku akibat perkataan mereka.”
واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ
“Dan ampunilah aku atas apa-apa yang tidak mereka ketahui tentang aibku dan dosa-dosaku.”
واجْعَلْنِي خَيْراً مِمَّا يَظُنُّونَ
“Dan mudah-mudahan aku lebih baik daripada apa yang mereka persangkakan.”
Dan itu semua mudah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala. Ketika seorang berusaha untuk ikhlas, berusaha melawan riya’, maka Allah bisa mengangkat derajatnya lebih tinggi. Itu mudah bagi Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Dan sebagian ulama berpendapat bahwasanya doa ini kita ucapkan dengan suara yang didengar oleh orang yang memuji. Sehingga mengingatkan orang yang memuji agar tidak berlebih-lebihan memuji kita, agar mereka sadar bahwa kita ini juga penuh kekurangan. Jangan ketika kita dipuji kita malah mesem-mesem, malah senyam-senyum, malah bangga. Tidak, kita ingatkan diri kita dan kita ingatkan dia.
Kita ingatkan kepada orang yang memuji kita tersebut bahwa kita ini bukan siapa-siapa, banyak kekuranganku yang kau tidak tahu.
Semoga dengan doa ini bisa terhindar daripada riya’, saya ulangi doanya:
اللَّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ، واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ واجْعَلْنِي خَيْراً مِمَّا يَظُنُّونَ
“Ya Allah janganlah Kau siksa aku atas apa yang mereka ucapkan, ampunilah aku atas apa yang mereka tidak ketahui, jadikan aku lebih baik daripada yang mereka persangkakan."
والله أعلمُ ﺑﺎ ﻟﺼﻮﺍﺏ
Ikut Berbagi:
https://t.me/meniti_Assunnah
Sumber: https://t.me/AsSunnah_Indonesia | 34 |
| 12 | DOA KETIKA DIPUJI AGAR TIDAK RIYA'
Ustadz Dr. Firanda Andirja, M.A حفظه الله تعالى
Ikhwan dan akhwat yang dirahmati oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala, tips agar kita terhindar dari riya‘, berkaitan dengan doa, doa ini diucapkan ketika kita dipuji oleh orang. Karena sesungguhnya pujian itu pengaruhnya sangat besar. Kalau orang tidak kuat, maka bisa jadi dirinya tertimpa dengan riya’.
Oleh karenanya tidak boleh sembarangan kita memuji. Ada sebagian orang kalau kita puji dia kuat. Sebagaimana Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam terkadang memuji sebagian sahabatnya karena Nabi tahu bagaimana mereka kuat iman mereka. Tapi sebagian lain Nabi melarang sebagian sahabat memuji sebagai sahabat yang lain. Khawatir yang dipuji akhirnya bisa berubah. Bayangkan, seseorang sudah berusaha untuk ikhlas, tiba-tiba dia dipuji dengan pujian yang membuat dia bisa berubah, amalnya bisa berubah, bisa ujub, dia bisa merasa besar, dia bisa merasa hebat, kemudian tadinya ikhlas bisa berubah menjadi riya’.
Oleh karenanya dalam satu hadits, dari Abu Musa Radhiyallahu ‘Anhu, beliau berkata:
سَمِعَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم رَجُلاً يُثْنِي عَلَى رَجُلٍ وَيُطْرِيهِ فِي الْمِدْحَةِ
“Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mendengar ada seorang lelaki memuji seorang lelaki yang lain. Dan dia memuji berlebih-lebihan.”
فَقَالَ “أَهْلَكْتُمْ أَوْ قَطَعْتُمْ ظَهْرَ الرَّجُلِ ”
“Maka Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam berkata: ‘Kalian telah membinasakan saudara kalian yang kalian puji atau kalian telah mematahkan punggung orang yang kalian puji.'” (HR. Bukhari dan Muslim)
Ini menjadikan orang itu bisa binasa ketika seseorang dipuji dengan berlebih-lebihan. Kenapa bisa binasa? Karena agamanya jadi binasa. Bayangkan, dia tadinya ikhlas, tadinya tulus, bisa berubah menjadi orang yang ujub, bisa berubah menjadi orang yang riya’, gara-gara pujian.
Oleh karenanya, ikhwan.. Hati-hati, kita tidak sembarangan memuji orang lain. Karena tidak semua orang kuat untuk bisa dipuji, terkadang dengan pujian tersebut menjadikan agama mereka menjadi hancur.
Oleh karenanya dalam satu hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam mengatakan:
إِذَا رَأَيْتُمُ الْمَدَّاحِينَ فَاحْثُوا فِي وُجُوهِهِمُ التُّرَابَ
“Jika kalian melihat ada orang tukang muji (selalu muji sana muji sini, mungkin penjilat, mungkin cari muka dan yang lainnya), maka lemparkanlah pasir di wajah-wajah mereka.”
Karena pujian itu memang berbahaya.
Terus bagaimana kalau kita dipuji?
Ada doa yang diucapkan oleh sebagian sahabat atau para sahabat ketika mereka dipuji. Dan doa ini diucapkan oleh mereka agar mengingatkan diri mereka tentang hakikat diri mereka. Jadi kita ikuti doa para sahabat. Apa doa mereka ketika mereka dipuji?
اللَّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ
“Ya Allah janganlah Engkau menghukum aku akibat apa yang mereka ucapkan (yaitu akibat pujian mereka).”
واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ
“Dan ampunilah aku atas apa-apa yang tidak mereka ketahui.”
واجْعَلْنِي خَيْراً مِمَّا يَظُنُّونَ
“Dan jadikan aku lebih baik daripada apa yang mereka persangkakan.”
Ketika kita dipuji, setan terkadang membawa diri kita merasa diri kita besar. Maka segera kita lawan setan tersebut, segera kita mengingatkan siapa hakikat diri kita. Yaitu dengan kita mengucapkan:
اللَّهُمَّ لا تُؤَاخِذْنِي بِمَا يَقُولُونَ
“Ya Allah janganlah Engkau siksa aku dengan apa yang mereka ucapkan.”
Mereka tidak mengetahui hakikat diri kita. Makanya kita berkata lagi setelah itu:
واغْفِر لِي مَا لَا يَعْلَمُونَ
“Dan ampunilah aku atas apa-apa yang tidak mereka ketahui tentang diriku.”
Kalau mereka tahu tentang dosa-dosaku tatkala bersendirian, dosa-dosaku tatkala tidak ada yang melihat, aib-aibku yang Engkau tutup Ya Allah, kalau mereka tahu tentu tidak ada seorangpun yang memujiku. Maka ampunilah aib-aibku tersebut. Ampunilah dosa-dosaku yang mereka tidak melihatnya sehingga mereka memujiku. | 42 |
| 13 | TIPS MEREDAHKAN AMARAH
Diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ada seorang lelaki berkata kepada Nabi shollallohu ‘alaihi wa sallam, “Berilah saya nasihat.” Beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan marah.” Lelaki itu terus mengulang-ulang permintaannya dan beliau tetap menjawab, “Jangan marah.” (HR. Bukhari). Imam Nawawi rohimahulloh mengatakan, “Makna jangan marah yaitu janganlah kamu tumpahkan kemarahanmu. Larangan ini bukan tertuju kepada rasa marah itu sendiri. Karena pada hakikatnya marah adalah tabi’at manusia, yang tidak mungkin bisa dihilangkan dari perasaan manusia.”
Rasulullah shollallohu ‘alaihi wa sallam juga pernah menasihatkan, “Apabila salah seorang dari kalian marah dalam kondisi berdiri maka hendaknya dia duduk. Kalau marahnya belum juga hilang maka hendaknya dia berbaring.” (HR. Ahmad, Shohih)
Dahulu ada juga seorang lelaki yang datang menemui Rosululloh shollallohu ‘alaihi wa sallam dan mengatakan, “Wahai Rosululloh, ajarkanlah kepada saya sebuah ilmu yang bisa mendekatkan saya ke surga dan menjauhkan dari neraka.” Maka beliau shollallohu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jangan tumpahkan kemarahanmu. Niscaya surga akan kau dapatkan.” (HR. Thobrani, Shohih)
Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin rohimahulloh juga mengatakan, “Bukanlah maksud beliau adalah melarang memiliki rasa marah. Karena rasa marah itu bagian dari tabi’at manusia yang pasti ada. Akan tetapi maksudnya ialah kuasailah dirimu ketika muncul rasa marah. Supaya kemarahanmu itu tidak menimbulkan dampak yang tidak baik.
Sumber:
https://muslim.or.id/34-jangan-marah.html | 54 |
| 14 | Kaya tanpa kita sadari..
Yaa Allah..... | 66 |
| 15 | Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: "Suatu hari aku bermajlis (menyampaikan nasihat), lalu aku melihat di sekelilingku ada lebih dari sepuluh ribu orang. Tidak ada seorang pun di antara mereka melainkan hatinya menjadi lembut atau matanya mencucurkan air mata.
Maka aku berkata kepada diriku sendiri: "Bagaimana nasibmu jika mereka semua selamat, sementara engkau binasa?!
Lalu aku berseru dengan lisan dan berdoa: "Wahai Tuhanku dan Tuanku! Jika Engkau menetapkan azab untukku esok hari di akhirat, maka janganlah Engkau beri tahu mereka tentang azabku, demi menjaga kemuliaan-Mu, bukan karena diriku. Agar mereka tidak berkata: Dia (Allah) mengazab orang yang dulu pernah menunjukkan jalan kepada-Nya."
(Shaidul Khatir: 1/249)
@ihsanulfaruqi | 97 |
| 16 | Kemenangan... | 101 |
| 17 | Kemenangan duniawi bisa diberikan kepada orang yang lebih rendah imannya dan bisa tertahan dari orang yang lebih tinggi imannya. Bahkan Allah bisa memenangkan sebagian orang kafir atas orang kafir lainnya, sebagaimana kemenangan Romawi atas Persia.
Allah berfirman,
يَنْصُرُ مَنْ يَشَاءُ وَهُوَ الْعَزِيزُ الرَّحِيمُ
“Dia menolong siapa yang Dia kehendaki. Dialah Yang Mahaperkasa lagi Maha Penyayang.” [QS. Ar-Rum: 5]
Kemenangan Romawi bukan berarti mereka menjadi kelompok paling beriman. Namun kemenangan itu memiliki dampak bagi kaum beriman, setidaknya secara maknawi. Maka jelas, kemenangan duniawi bukan ukuran mutlak kebenaran.
Kemenangan duniawi dipengaruhi banyak sebab: iman, dosa, kekuatan, kelemahan, strategi, keadaan zaman, dan hikmah Allah.
Karena itu, bersama iman, orang beriman tetap wajib mengambil sebab-sebab kekuatan. Iman tidak berarti meninggalkan persiapan. Tetapi kekuatan juga tidak menjamin kemenangan tanpa pertolongan Allah.
Jika kaum beriman terluka atau kalah, bukan berarti mereka hina. Allah berfirman,
وَلَا تَهِنُوا وَلَا تَحْزَنُوا وَأَنْتُمُ الْأَعْلَوْنَ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ إِنْ يَمْسَسْكُمْ قَرْحٌ فَقَدْ مَسَّ الْقَوْمَ قَرْحٌ مِثْلُهُ وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ وَلِيَعْلَمَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا وَيَتَّخِذَ مِنْكُمْ شُهَدَاءَ وَاللَّهُ لَا يُحِبُّ الظَّالِمِينَ
“Janganlah kalian merasa lemah dan janganlah kalian bersedih hati, padahal kalianlah yang paling tinggi derajatnya jika kalian beriman. Jika kalian ditimpa luka, maka kaum itu pun telah ditimpa luka yang serupa. Hari-hari itu Kami pergilirkan di antara manusia, agar Allah mengetahui orang-orang yang beriman dan menjadikan sebagian kalian sebagai syuhada. Allah tidak mencintai orang-orang zalim.” [QS. Ali ‘Imran: 139–140]
Ayat ini sangat jelas. Orang beriman tetap tinggi selama mereka beriman, meskipun sedang terluka. Hari-hari kemenangan dan kekalahan memang Allah pergilirkan sebagai ujian.
Maka pertolongan yang pasti bagi kaum beriman bukan selalu kekuasaan duniawi, tetapi hidayah, keteguhan, kemenangan akhirat, dan kesudahan akhir bagi agama Allah.
Siapa yang memahami ini, ia tidak akan goyah ketika melihat kekalahan lahiriah. Ia tidak akan mengukur kebenaran hanya dari siapa yang sedang menang. Sebab kemenangan duniawi bisa datang dan pergi, sedangkan janji Allah tetap benar dan tidak pernah meleset.
Wallahu a'lam
#nasihat | 97 |
| 18 | Kemenangan dari Allah Tidak Selalu Berarti Menang Secara Duniawi
Seri Belajar Tauhid (Keyakinan Keesan dan Keagungan Allah) :
Janji pertolongan Allah kepada orang beriman pasti benar. Namun pertolongan Allah tidak selalu berbentuk kemenangan perang, kekuasaan, atau dominasi duniawi.
Ada pertolongan yang paling agung, yaitu kemenangan di akhirat, dimana orang beriman dimasukkan ke surga, sedangkan orang kafir mendapat balasan kehinaan di neraka.
Ada pula pertolongan di dunia berupa hidayah, keteguhan di atas kebenaran, kemampuan menegakkan hujah, berdakwah, beribadah, dan menikmati ilmu. Maka orang yang terbunuh sebagai syahid, atau ditekan hidupnya karena iman, tidak disebut kalah secara hakiki. Dalam pandangan wahyu ilahi, ia tetap orang yang ditolong.
Ada juga pertolongan yang tampak pada akhir perjalanan sejarah. Kadang suatu generasi tidak melihat langsung kemenangan itu, tetapi Allah memenangkannya melalui generasi setelahnya, atau menimpakan kehinaan kepada musuh-musuhnya dengan cara yang Allah kehendaki.
Adapun kemenangan duniawi berupa kekuasaan dan dominasi lahiriah, ini tidak selalu diberikan kepada setiap kelompok beriman. Iman memang sebab besar datangnya kemenangan. Dosa dan lemahnya iman juga bisa menjadi sebab tertahannya kemenangan. Tetapi hubungan antara iman dan kemenangan duniawi bukan hubungan matematis yang pasti.
Tidak benar jika kita berkata: “Kalau suatu kelompok lebih beriman, pasti langsung menang secara duniawi.” Sebagaimana tidak benar pula menyimpulkan: “Kalau mereka kalah, berarti mereka pasti lebih buruk imannya.”
Allah Ta‘ala berfirman:
وَلَوْ يَشَاءُ اللَّهُ لَانْتَصَرَ مِنْهُمْ وَلَكِنْ لِيَبْلُوَ بَعْضَكُمْ بِبَعْضٍ
“Seandainya Allah menghendaki, niscaya Dia akan membalas mereka secara langsung. Akan tetapi, Dia hendak menguji sebagian kalian dengan sebagian yang lain.” [QS. Muhammad: 4]
Ayat ini menunjukkan bahwa Allah mampu memenangkan orang beriman secara langsung. Namun Allah menjadikan dunia sebagai tempat ujian. Karena itu, kemenangan dan kekalahan dipergilirkan agar tampak siapa yang benar imannya, siapa yang sabar, dan siapa yang tetap teguh.
Allah juga berfirman:
وَإِمَّا نُرِيَنَّكَ بَعْضَ الَّذِي نَعِدُهُمْ أَوْ نَتَوَفَّيَنَّكَ فَإِلَيْنَا مَرْجِعُهُمْ ثُمَّ اللَّهُ شَهِيدٌ عَلَى مَا يَفْعَلُونَ
“Dan jika Kami perlihatkan kepadamu sebagian dari apa yang Kami ancamkan kepada mereka, atau Kami wafatkan engkau, maka kepada Kamilah mereka kembali. Kemudian Allah menjadi saksi atas apa yang mereka kerjakan.” [QS. Yunus: 46]
Ayat ini mengajarkan bahwa seorang mukmin tidak harus melihat seluruh janji Allah terjadi di masa hidupnya. Bisa jadi sebagian janji itu tampak sekarang, dan sebagian lain terjadi setelah ia wafat. Namun semuanya tetap berada dalam ilmu, kekuasaan, dan keadilan Allah.
Memang Allah pernah menjanjikan kekuasaan di bumi kepada Nabi ﷺ dan para sahabatnya. Allah berfirman,
وَعَدَ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنْكُمْ وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ لَيَسْتَخْلِفَنَّهُمْ فِي الْأَرْضِ كَمَا اسْتَخْلَفَ الَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ وَلَيُمَكِّنَنَّ لَهُمْ دِينَهُمُ الَّذِي ارْتَضَى لَهُمْ وَلَيُبَدِّلَنَّهُمْ مِنْ بَعْدِ خَوْفِهِمْ أَمْنًا يَعْبُدُونَنِي لَا يُشْرِكُونَ بِي شَيْئًا وَمَنْ كَفَرَ بَعْدَ ذَلِكَ فَأُولَئِكَ هُمُ الْفَاسِقُونَ
“Allah telah menjanjikan kepada orang-orang yang beriman di antara kalian dan mengerjakan amal saleh bahwa Dia sungguh akan menjadikan mereka berkuasa di bumi sebagaimana Dia telah menjadikan orang-orang sebelum mereka berkuasa. Dia sungguh akan meneguhkan bagi mereka agama yang telah Dia ridhai untuk mereka. Dia sungguh akan mengganti keadaan mereka, setelah sebelumnya berada dalam ketakutan, menjadi aman. Mereka menyembah-Ku dan tidak mempersekutukan Aku dengan sesuatu pun. Barang siapa kafir setelah itu, maka mereka itulah orang-orang fasik.” [QS. An-Nur: 55]
Janji ini benar dan Allah menunaikannya kepada Nabi ﷺ dan para sahabat. Tetapi ayat ini tidak berarti setiap kelompok beriman di setiap zaman pasti mendapat bentuk kekuasaan duniawi yang sama. | 72 |
| 19 | Ust. Khalid berpesan :
1. Jangan pernah ada 1 hari tidak dengar ceramah
2. Setiap hari dengar ceramah
3. Tidak boleh tidak
4. Karena makin dalam ilmu agama anda, makin tebal iman, maka = makin rajin beramal shalih, main sabar menghadapi masalah-masalah
5. lmu agama, kalau perlu 1 hari 3x, 3x judul yang berbeda | 124 |
| 20 | Pentingnya selalu belajar ilmu agama bagi semua orang, khususnya wanita | 120 |
