fa
Feedback
Muslim Creator Class

Muslim Creator Class

رفتن به کانال در Telegram

Official Channel @muslimcreatorclass Insyaa Allah akan rutin membagikan insight yang bermanfaat seputar konten kreator muslim. Be creative and productive!

نمایش بیشتر
4 892
مشترکین
اطلاعاتی وجود ندارد24 ساعت
-127 روز
-5530 روز
آرشیو پست ها
Jadi jualan kelas itu wajar, apalagi kalau memang bisa bantu audiens naik level Menurut kalian, yang bikin risih itu jualannya atau caranya yang terlalu maksa?

Kalau dari awal kontennya edukatif, audiens merasa terbantu, dan trust sudah kebangun Jualan kelas jadi terasa lebih masuk akal Orang juga lebih mudah paham kenapa kelas itu ditawarkan

“Ujung-ujungnya jualan kelas” emangnya salah? Sebenarnya nggak salah kalau creator akhirnya jualan kelas Selama yang dibagikan memang punya value, materinya jelas, dan nggak cuma janji manis Masalahnya bukan di jualannya, tapi di cara jualannya

Jadi daripada beli angka, lebih baik bangun audiens yang beneran peduli Memang lebih pelan, tapi trust dan datanya jauh lebih sehat Menurut kalian, followers banyak tapi pasif masih kelihatan meyakinkan nggak?

Masalahnya, engagement bisa jadi turun Konten kita ditampilkan ke followers yang nggak benar-benar tertarik Akhirnya like, komen, save, dan share jadi kecil dibanding jumlah followers

Beli followers kelihatannya cepat, tapi efeknya bisa ngerusak akun.. Banyak orang tergoda beli followers karena pengen akun terlihat besar Padahal angka followers yang naik belum tentu bikin akun lebih dipercaya Apalagi kalau followers-nya pasif, bot, atau nggak sesuai target audiens

Jadi kalau konten terasa datar, coba jangan langsung mulai dari teori Mulai dari kejadian, keresahan, atau pengalaman kecil dulu Menurut kalian, lebih susah bikin cerita atau bikin kontennya relate?

Lewat cerita, pesan konten jadi lebih gampang diterima Audiens nggak merasa sedang digurui Mereka merasa sedang diajak melihat pengalaman atau sudut pandang yang relate

Konten bisa lebih relate kalau dibungkus dengan cerita.. Storytelling itu salah satu kunci biar konten terasa dekat dengan audiens Karena orang biasanya lebih mudah nyambung dengan cerita daripada penjelasan yang terlalu kaku Apalagi kalau ceritanya mirip dengan masalah yang pernah mereka alami

Jadi kalau masih malu nunjukin muka, mulai aja dari konten faceless dulu Pelan-pelan sambil latihan percaya diri dan baca respons audiens Kalau kalian lebih nyaman bikin konten pakai muka atau faceless?

Dalam konten, wajah memang bisa bantu bangun trust Tapi bukan satu-satunya faktor Hook, isi, visual, dan relevansi tetap punya pengaruh besar ke performa konten

Malu nunjukin muka bukan berarti konten nggak bisa FYP.. Banyak konten bisa tetap naik walau creatornya nggak tampil di kamera Formatnya bisa pakai text on screen, voice over, screen record, slideshow, atau footage sederhana Yang penting pesannya jelas dan bikin orang berhenti nonton

Kalau memang ngonten bisa bantu bangun skill, peluang, dan penghasilan Mulai aja pelan-pelan walau belum banyak yang dukung Pernah nggak ngerasa nggak disupport waktu mau mulai bikin konten?

Tapi kalau dipikir lagi, yang butuh berkembang itu kita sendiri Bukan mereka yang belum tentu tahu tujuan kita Jadi jangan terlalu nunggu validasi dari orang sekitar

Baru mulai ngonten tapi justru dapat ejekan dari teman sendiri? Kadang yang bikin berat bukan proses bikin kontennya Tapi karena circle sekitar belum tentu support Ada yang ngetawain, ngecilin, atau bikin kita ragu buat mulai

Jadi kalau bingung mau mulai dari mana, mulai aja dari tiga kebiasaan kecil ini Sedikit setiap hari, tapi arahnya jelas Dari tiga ini, mana yang paling berat menurut kalian?

Baca buku bikin cara berpikir lebih kebuka Olahraga bikin badan lebih kuat dan energi lebih stabil Posting konten bikin kita belajar menyampaikan ide, bangun skill, dan membuka peluang baru

Tiga hobi kecil ini bisa pelan-pelan ngubah arah hidup.. Kadang perubahan besar nggak selalu dimulai dari hal yang besar Bisa mulai dari baca buku, olahraga, dan posting konten secara rutin Kelihatannya sederhana, tapi efeknya bisa terasa kalau dilakukan terus

Jadi kalau mau personal branding lebih kuat, jangan cuma bahas produk terus Coba ceritakan proses dan alasan di baliknya juga Menurut kalian, lebih gampang percaya sama produk atau sama orang di balik produknya?

Dari cerita, audiens bisa lebih mudah merasa dekat Mereka nggak cuma melihat kita sebagai orang yang jualan Tapi sebagai sosok yang punya perjalanan, value, dan sudut pandang