fa
Feedback
Teman Surga Official

Teman Surga Official

رفتن به کانال در Telegram

Memiliki jutaan teman itu mungkin hebat, tapi memiliki teman surga itu jauh lebih hebat #temansurga #sahabatsurga

نمایش بیشتر
5 130
مشترکین
اطلاعاتی وجود ندارد24 ساعت
+77 روز
-630 روز
آرشیو پست ها
photo content

Al Imam As Syafi _Rahimahullah _mengingatkan, _“Bersabarlah terhadap kerasnya sikap seorang guru, Sesungguhnya gagalnya mempelajari ilmu karena memusuhinya”_ Berbahagialah selagi masih ada guru yang sabar mengajari kita. Jangan pernah melupakan kebaikan para guru yang dengan telaten membimbing kita. Mereka yang telah mengantarkan kita pada titik ini dan kelak pada puncak keberhasilan di dunia dan akhirat. Seperti dalam lagu salah satu group band “_Aku ada karena kau pun ada….__”_ *Muliakan Gurumu, Berkah Ilmumu* Burhanuddin az-Zarnuji berkata, _“Orang-orang yang hadir di majlis ilmu itu banyak, namun mengapa yang keluar (berhasil) hanya sedikit? Hal itu, karena kebanyakan mereka tidak mengerjakan adab penuntut ilmu.”_ Catet tuh. Salah satu faktor yang menjadi kesuksesan para penuntut ilmu adalah komitmen mereka dalam menjaga adab alias sopan santun saat menjalani proses bejalar. Baik ketika menimba ilmu maupun perlakukan mereka terhadap para guru. Kenapa menjaga adab itu sangat penting, terutama bagi kita selaku pelajar? Mencintai ilmu berarti mencintai orang yang menjadi sumber ilmu. Menghormati ilmu berarti harus menghormati pula orang yang memberi ilmu. Itulah guru. Tanpa pengajaran guru, ilmu tak akan pernah bisa didapatkan oleh si murid. Seorang ulama, DR. Umar As-Sufyani _Hafidzohullah _mengatakan, _“Jika seorang murid berakhlak buruk kepada gurunya maka akan menimbulkan dampak yang buruk pula, hilangnya berkah dari ilmu yang didapat, tidak dapat mengamalkan ilmunya, atau tidak dapat menyebarkan ilmunya. Itu semua contoh dari dampak buruk.”_ Seperti apa bentuk memuliakan guru, kita bisa merujuk pada kitab _Ta’lim Muta’alim_ karya Sheikh Az-Zarnuji. Di antaranya, >> Seorang murid tidak berjalan di depan gurunya >> Tidak duduk di tempat gurunya >> Tidak memulai bicara padanya kecuali dengan izin guru >> Harus menjaga waktu, jangan mengetuk pintunya, tapi menunggu sampai guru keluar >> Seorang murid harus mencari kerelaan hati guru, harus menjauhi hal-hal yang menyebabkan guru marah, mematuhi perintahnya asal tidak bertentangan dengan agama >> Termasuk menghormati guru adalah juga dengan menghormati putra-putra guru, dan sanak kerabat guru >> Jangan menyakiti hati seorang guru karena ilmu yang dipelajarinya akan tidak berkah Inilah salah satu penerapan dari hadits Rasulullah saw: _“Tidak termasuk golongan kami orang yang tidak menghormati yang lebih tua dan menyayangi yang lebih muda serta yang tidak mengerti hak ulama”_ (HR. Ahmad). Mari kita tunjukkan tanda cinta untuk guru yang tak lekang oleh waktu. Awali dengan menunjukkan penghormatan kita pada semua guru. Agar ilmu mudah kita terima dan bermanfaat untuk semua. Muliakan gurumu, berkah ilmumu. Yuk! [] NB:⁣ *Mau buletin @temansurga versi pdf? Bantu share #BroadcastTemanSurga ini sebelum klik >>* https://taplink.cc/temansurga

*Buletin Teman Surga 205. Tanda Cinta Untuk Guru* *https://temansurga.com/buletin-teman-surga-205-tanda-cinta-untuk-guru/*   Pahlawan tanpa tanda jasa. Itulah gelar mulia yang diberikan kepada guru di negeri ini. Sudah fix kalo guru adalah sosok berjasa di balik perjalanan kita dalam menimba ilmu. Dari Taman Kanak-Kanak hingga Perguruan Tinggi. Baik di sekolah formal atau non formal. Minggu ini, para pahlawan itu berulang tahun. Yup, negara menetapkan tanggal 25 November sebagai Hari Guru Nasional. Lantas, bagaimana sikap terbaik kita sebagai tanda cinta untuk guru yang tak lekang oleh waktu? Biar nggak penasaran, kita spill caranya. *Guru Sumber Ilmu* Dalam Islam, guru memiliki kedudukan yang sangat tinggi dan mulia di sisi Allah SWT. Lantaran guru dengan keilmuannya bisa mengajar anak didik agar cerdas secara akademik dan terbangun kepribadian Islamnya. Nggak heran kalo dulu pemerintahan Islam, sangat menghargai profesi guru. Tak sekedar dikalulngi gelar pahlawan tanpa tanda jasa, tapi dijamin kesejahteraan hidupnya. Tanpa membedakan apakah guru PNS ataukah swasta atau honorer. Sama mulianya. Sejarah telah mencatat bahwa guru dalam naungan Islam mendapatkan penghargaan yang tinggi dari negara dengan memberikan gaji yang melampaui kebutuhannya. Diriwayatkan dari Ibnu Abi Syaibah, dari Sadaqoh ad-Dimasyqi, dar al- Wadl-iah bin Atha, bahwasanya ada tiga orang guru di Madinah yang mengajar anak-anak dan Khalifah Umar bin Khattab memberi gaji lima belas dinar (1 dinar = 4,25 gram emas; 15 dinar = 63,75 gram emas; bila saat ini 1 gram emas Rp. 850.000, berarti gaji guru pada saat itu setiap bulannya sebesar 54.187.500). Asyik banget ya. Kalo para guru terjamin kesejahteraannya, tentu bakal ngasih perhatian penuh dalam mendidik anak-anak muridnya. Nggak lagi dipusingkan untuk mencari tambahan pendapatan. Tidak hanya itu, negara menurut Islam juga wajib menyediakan semua sarana dan prasarana dengan maksimal dalam menunjang profesionalitas guru menjalankan tugas mulianya. Dalam kedudukannya sebagai sumber ilmu, perlakuan murid pada sang guru sangat terjaga adabnya. Seperti ditunjukkan para ulama. Nggak heran kalo mereka tumbuh dan menjadi tokoh-tokoh Islam yang dikenal karena ketinggian ilmunya. Apa aja sih yang dilakukan para ulama saat belajar pada guru-gurunya? _Pertama, fokus dengerin penjelasan guru._ Ibnul Jamaah mengatakan, _“Seorang penuntut ilmu harus duduk rapi, tenang, tawadhu’, mata tertuju kepada guru, tidak membe__ntangkan kaki, tidak bersandar, tidak pula bersandar dengan tangannya, tidak tertawa dengan keras, tidak duduk di tempat yang lebih tinggi juga tidak membelakangi gurunya”._ Bahkan diriwayatkan Yahya bin Yahya Al Laitsi tak beranjak dari tempat duduknya saat para kawannya keluar melihat rombongan gajah yang lewat di tengah pelajaran, Yahya mengetahui tujuannya duduk di sebuah majelis adalah untuk mendengarkan apa yang dibicarakan gurunya bukan yang lain. _Kedua, berbicara sopan kepada guru._ Para Sahabat Nabi _shallahu ‘alaihi wa sallam_, muridnya Rasulullah, tidak pernah kita dapati mereka memotog ucapannya atau mengeraskan suara di hadapannya. Bahkan Umar bin Khattab yang terkenal keras wataknya tak pernah meninggikan suaranya di depan Rasulullah. Dalam hadist Abi Said al Khudry _radhiallahu ‘anhu _juga menjelaskan, _“Saat kami sedang duduk-duduk di masjid, maka keluarlah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam kemudian duduk di hadapan kami. Maka seakan-akan di atas kepala kami terdapat burung. Tak satu pun dari kami yang berbicara”_ (HR. Bukhari). _Ketiga, sabar dalam membersamai sang guru._ Kalo kamu kena teguran karena tak mengerjakan tugas? Dapat hukuman lantaran bercanda kelewatan? Atau kena sentil karena gangguin teman? Woles aja. Meski sakit hati, bikin malu, dan ngerasa nggak nyaman, tetap bersabar dan jangan pernah berpaling dari kebaikan guru. Apalagi sampai bertindak kasar dan melawan. Atau malah menjelek-jelekkan nama baiknya di sosial media biar viral. Nggak banget.

photo content

photo content

photo content

☘️ *Forum Guru Untuk Negeri* ☘️ . . . Tanggal 25 Nopember selalu diperingati sebagai Hari Guru Nasional. Sebuah apresiasi kepada para guru yang senantiasa tanpa lelah mendidik generasi penerus bangsa. . Namun seiring berjalannya waktu para guru juga senantiasa ditantang dalam peningkatan profesionalisme mereka. Disi lain masalah kesejahteraan guru juga masih menjadi perhatian khususnya para guru di negeri tercinta Indonesia. . Pertanyaanya apakah ada keterkaitan antara profesionalisme guru dengan kesejahteraan guru yang ada saat ini? Lalu bagaimana pandangan Islam menyikapi profesionalisme dan kesejahteraan guru?Temukan jawabannya dalam acara *Diskusi Pendidikan Islam* dengan tema *"Profesionalisme dan Kesejahteraan Guru"* . 📅 Ahad, 27 Nopember 2022 ⏰ 07.00 – 12.00 📌 Asrama Haji Jakarta https://maps.app.goo.gl/ckkHefZZ1yQ8e7Mv9 💫Pembicara💫 👤 *Rukmana, S.Pd., M.P.d* _Fasilitator Nasional Pendidikan Guru Penggerak Kemendikbudristek_ 👤 *Arif Noor Dhaiman, S.Pd.I* _Praktisi Pendidikan_ _Penulis Buku Manajemen Kurikulum Masa Abbasiyah_ 👤 *Rendra Fahrurozie, S.Pd, M.E* _Praktisi Pendidikan_ _Penulis Buku Konsep Pendidikan Islam_ . Pendaftaran : https://bit.ly/diskusipendidikanislam . *Kuota Peserta Terbatas* . *Fasilitas* - Modul Materi bermanfaat - Sertifikat Acara - Snack dan Makan Siang . *_Siapkan infaq terbaik_* . Narahubung : 0838-1646-9073 (Pebrian) . Presented by: *FORUM GURU UNTUK NEGERI*

photo content

photo content

photo content

Perilaku kita akan terjaga kalo kenal islam lebih dalam. Gak berani nyerempet maksiat dan lebih banyak dekati taat. Di sini pentingnya kita ngaji. Getol menuntut ilmu agama sebagaimana gencarnya kita belajar di sekolah formal. Dan mengenyam pendidikan di pondok pesantren bisa jadi salah satu pilihan untuk mengenal Islam lebih dalam. Nggak cuman sarat dengan pendidika agama, tapi juga suasana belajar dan kesehariannya padat dengan kegiatan islami. Mulai dari dini hari, santri dikondisikan untuk menunaikan shalat tahajud. Lanjut muroja’ah (mengulang hafalan quran) secara mandiri sambil nunggu adzan shubuh berkumandang. Bada shubuh, ada kajian dengan ustadznya hingga waktu syuruq. Selesai kajian, mandi, sarapan, atau olahraga sebelum belajar di kelas sesuai jadwal pelajarannya. Bada dzuhur, lanjut belajar di kelas hingga ashar. Bada ashar disambung muroja’ah mandiri atau mungkin ada kelas tahsin hingga maghrib. Free time bagi santri untuk istirahat, sholat, makan malam, mandi mulai bada maghrib hingga isya. Bada isya, lanjut ngaji kitab hingga malam sekitar pukul 21 – 22. Lalu, istirahat deh hingga dibangunin lagi untuk tahajud. Kurang lebih seperti itu yang penulis tahu, siklus agenda santri di pondok. Tak salah kalo santri lebih besar peluangnya untuk mendalami keilmuan agama dibanding sekolah umum. Sehingga bisa melahirkan para pejuang tanah air seperti di era kemerdekaan dulu atau para pengemban dakwah yang konsisten menyampaikan kebenaran Islam untuk mengembalikan kejayaan Islam dan kaum muslimin. Jadi, menuntut ilmu di pondok pesantren, baik yang tradisional mapun yang modern adalah sebuah pilihan untuk mendalami ilmu agama sebagai bekal dalam keseharian. Gak masalah kalopun saat ini kita duduk di bangku sekolah umum. Yang penting terus tune in dengan Islam. Kenali Islam lebih dalam. Selalu alokasin waktu untuk ngaji setiap pekan. Tanpa tapi, tanpa nanti. Kuy! [] NB:⁣ *Mau buletin @temansurga versi pdf? Bantu share #BroadcastTemanSurga ini sebelum klik >>* https://taplink.cc/temansurga

*Buletin Teman Surga #203. Ini Jalan Santriku* https://temansurga.com/buletin-teman-surga-203-ini-jalan-santriku/ Sabtu 22 Oktober 2022 mayoritas pondok pesantren nusantara gencar merayakan hari Santri Nasional. Momen special bagi para santri, dan baru dilakukan setelah adanya penetapan hari santri secara resmi melalui Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 22 Tahun 2015 tentang Hari Santri. Berbagai kegiatan dilakukan oleh para santri, dari mulai pawai, lomba-lomba antar santri, de el el. Bisa jadi di antara kamu juga ada yang ikut dalam perayaan hari Santri ini ya guys? *SANTRI itu…* Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), kata “santri” setidaknya mengandung dua makna. Arti pertama adalah orang yang mendalami agama Islam, dan pemaknaan kedua adalah orang yang beribadah dengan sungguh-sungguh atau orang yang saleh. Kita sering mendengar kalo santri itu sebutan untuk mereka yang tengah belajar Islam lebih dalam di pondok pesantren. Nggak cuman ilmu keislamannya aja yang digenjot setiap hari, tapi juga budaya kesehariannya juga kental dengan kehidupan Islam. Nggak heran kalo seorang wali santri di salah satu pondok pesantren kota hujan ngasih catatan menarik tentang pengertian santri itu. Beliau bilang, kata Santri merupakan akronim alias kepanjangan dari masing-masing hurufnya. _S = Satrul ‘aurat_. Seorang santri itu selalu menutup auratnya dengan baik. Santri cowok batasnya pusar dan lutut kaki, sementara yang Perempuan auratnya adalah semua anggota badan, kecuali wajah dan dua telapak tangan. Kalo ada santriwati yang sudah menutup rambutnya tetapi masih menggunakan baju ketat, celana panjang dan tidak menutupi kakinya (dengan kaos kaki), atau santri cowok yang masih doyan pakai celana pendek di atas lutut berkeliaran di antara teman-teman sebayanya, berarti belum sempurna ke-santri-annya. Mungkin masih newbie. _A N= Amar ma’ruf Nahy munkar_. Seorang santri karakternya dekat dengan perilaku amar ma’ruf nahy munkar alias mengajak orang lain agar taat kepada aturan-aturan Allah dan Rasul Nya dan mencegah terjadinya kemungkaran. Dengan kata lain, santri itu seorang pengemban dakwah. Kalo ada santri yang cuek bebek dengan kondisi umat Islam dan ogah-ogahan terjun dalam aktifitas dakwah, dipertanyakan lagi ke-santri-annya. _T = Ta’lim_. Seorang santri itu berjiwa pembelajar. Tak pernah lelah menimba ilmu, terutama tsaqorah Islam, selama hayat masih di kandung badan. Baik di dalam lingkungan pondok pesantren maupun setelah terjun ke tengah masyarakat. Tak pernah puas dengan ilmu yang didapatnya agar bisa lebih banyak memberikan manfaat bagi orang lain. _R = Ruhamaa_. Seorang santri itu penyayang terhadap semua orang. Terutama sesama muslim. Tak terkecuali terhadap mereka yang beda keyakinan. Nggak ada dalam kamus seorang santri perilaku doyan ngebully, ngeprank, atau merendahkan sesama saudaranya. Justru dia akan berusaha melindungi dan menjaga nama baik saudara-saudaranya sesama muslim. _I = Islam._ Sebutan santri itu hanya bagi mereka yang bergama Islam. Fix. No debat. Seperti itulah penjelasan sederhana tentang Santri. Tertarik? *Salah Satu Pilihan* Sebagai seorang muslim, kita diajari kalo hidup nggak cuman di dunia. Ada kehidupan akhirat yang tengah menanti kita. Ada hari perhitungan alias yaumul hisab saat kita semua dikumpulkan di padang Mahsyar menunggu giliran dimintai pertangungjawaban amal ibadah kita selama di dunia. Kalo tabungan pahala dari amal sholeh kita surplus, tiket ke surga bakal kita dapat. Sebaliknya, kalo ternyata amal salah yang justru banyak menggerus tabungan pahala karena kemaksiatan yang kita lakukan, neraka jadi tempat kembalinya. Ngeri! Karena itu, seorang muslim dituntut untuk selalu menjaga perilakunya di dunia agar selalu dalam ridho Allah swt. Biar berlimpah tabungan pahalanya dan minus dosa. Allah swt berfirman, _“Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggungan jawabnya.”_ *(QS. Al-Isra : 36)*

photo content
+1

photo content

Bulan Rabiul awal dalam penanggalan tahun hijriah punya arti penting bagi kita. Lantaran di bulan ke tiga inilah sosok panutan kita sepanjang zaman, Nabi Muhammad saw dilahirkan. Pada hari Senin, 12 Rabiul Awwal tahun Gajah atau tahun 571 M. Tak heran kalo sepanjang bulan Rabiul Awwal umat Islam di berbagai tempat gencar merayakan peringatan Maulid Nabi saw sebagai wujud kecintaan kepada sosok paling berpengaruh sepanjang sejarah umat manusia. Tidak hanya bagi umat Islam, tapi juga bagi dunia. Yuk ikuti kajian tentang kekaguman dunia terhadap sosok yang sempurna Rasulullah Saw di : _Kajian online_ *"Cinta Nabi Everlasting"* ---- *Ngaji Warrior, Rabu 12 Okt.2022, PKL.19.30-21.00 wib.* ---- Klik dan ajak temen2 kamu semua, di ---- Link kajian Free : *s.id/ngajiwarrior* Persembahan: SIDIGS x @temansurgangalam

photo content

[ PODTAKU : PV ROAD TO NARUTO: 20TH SPECIAL ANIME ANNIVERSARY ] YOo Minna San, ketemu lagi bareng kita di PODTAKU (Podcast Tentang Otaku) Belum lama udah rilis nih PV perayaan 20 tahun Anime Naruto yang berjudul "Road to Naruto" Kisah perjalanan seorang anak bernama Uzumaki Naruto demi mengejar cita² nya menjadi seorang hokage PODTAKU hari ini Ngobrolin PV Road To Naruto : 20th Special Anime Anniversary Lebih jelasnya yuk gabung sharing PODTAKU Live Instagram @temansurga Rabu, 5 Oktober 2022 Bareng para Sensei & Senpai : Host : @alkaiito Guest Sharing : @amiizha.fa @davinyogaa @pebrianyp Support : @kajiananime #otaku #naruto #wibuhijrah #kajiananime #podtaku #kajianislam #wibumengaji #narutoshippuden #naruto20th

Foto dari Hafidz341
Foto dari Hafidz341

Foto dari Hafidz341
Foto dari Hafidz341