fa
Feedback
Notes Fii

Notes Fii

رفتن به کانال در Telegram

Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain.

نمایش بیشتر
650
مشترکین
+224 ساعت
+67 روز
+6130 روز
آرشیو پست ها
photo content

photo content

photo content

photo content

sticker.webp0.18 KB

Menjaga keselamatan sekerat daging yang bernama hati. instagram.com/finialfifarhani t.me/notesfii #notesfii #ceritakopibelumu
Menjaga keselamatan sekerat daging yang bernama hati. instagram.com/finialfifarhani t.me/notesfii #notesfii #ceritakopibelumusai

Perihal syukur, kiranya Nabi shalallahu alaihi wasallam berkata kepada Mu'adz, "Demi Allah, sungguh aku mencintaimu. Maka jan
Perihal syukur, kiranya Nabi shalallahu alaihi wasallam berkata kepada Mu'adz, "Demi Allah, sungguh aku mencintaimu. Maka jangan kau lupa untuk membaca setiap kali usai shalat, اللهم أعني على ذكرك و شكرك و حسن عبادتك "Ya Allah, bantulah aku untuk senantiasa berdzikir, bersyukur, dan beribadah kepadaMu dengan baik." (HR. At Tirmidzi dan Ahmad) . instagram.com/finialfifarhani t.me/notesfii #notesfii #ceritakopibelumusai

sticker.webp0.37 KB

sticker.webp0.12 KB

photo content

sticker.webp0.18 KB

AKU BAHAGIA #Maafkan Aku bahagia saat mampu dengan lapang dada memaafkan kesalahan orang lain. Aku bahagia saat hati ini dengan ikhlas memaafkan kesalahan orang lain. Sifat orang mukmin itu selalu memberi udzur pada orang lain, mencari alasan untuk memaafkannya. Sebagaimana Hamdun al-Qashshar berkata: "Apabila salah seorang saudaramu tergelincir dalam kesalahan, maka carilah 70 alasan untuk memaafkannya. Jika hatimu berat menerimanya, ketahuilah bahwa aib itu sebenarnya ada pada dirimu." Saat aku memaafkan orang lain, maka lapanglah dadaku, tentramlah jiwaku. Aku ingin sekali dimaafkan oleh Allah, maka sekuat mungkin untuk memaafkan orang lain. Allah Subhaanahu wata'ala berfirman, ... و ليعفوا و ليصفحوا ألا تحبون أن يغفر الله لكم و الله غفور رحيم "... Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang." (QS. An Nur : 22) Sakit memang terasa saat hati ini dilukai oleh lisan-lisan yang tidak terdidik. Sakit memang terasa saat hati ini dihianati. Sakit memang terasa saat harga diri tak lagi dihargai. Namun ternyata lebih sakit lagi saat aku tak mampu memaafkan mereka. Namun ternyata lebih sakit lagi saat dendam itu bersarang dihatiku, menimbulkan benih-benih penyakit yang lainnya. Teringat teladannya Abu Bakar Ash Shiddiq rahimahullah, ketika salah seorang kerabat beliau rahimahullah , yakni Misthah yang beliau nafkahi hidupnya terlibat pada fitnah keji terhadap putri beliau Aisyah radhiallahu 'anha. Beliau pun marah terhadapnya serta memutuskan nafkah yang selama ini beliau berikan kepadanya. Akan tetapi, ketika turun firman Allah Subhaanahu wata'ala didalam QS. An Nur : 22 tersebut, beliau pun memaafkannya. Beliau berkata, "Demi Allah, tentu saja waha Rabb kami." Maka beliau memberikan kembali nafkah yang dulu biasa diberikannya." (HR. Al Bukhori) Maka maafkanlah... . instagram.com/fii.farhani t.me/notesfii #notesfii #ceritakopibelumusai

photo content

AKU BAHAGIA #Maafkan Aku bahagia saat mampu dengan lapang dada memaafkan kesalahan orang lain. Aku bahagia saat hati ini dengan ikhlas memaafkan kesalahan orang lain. Sifat orang mukmin itu selalu memberi udzur pada orang lain, mencari alasan untuk memaafkannya. Sebagaimana Hamdun al-Qashshar berkata: "Apabila salah seorang saudaramu tergelincir dalam kesalahan, maka carilah 70 alasan untuk memaafkannya. Jika hatimu berat menerimanya, ketahuilah bahwa aib itu sebenarnya ada pada dirimu." Saat aku memaafkan orang lain, maka lapanglah dadaku, tentramlah jiwaku. Aku ingin sekali dimaafkan oleh Allah, maka sekuat mungkin untuk memaafkan orang lain. Allah Subhaanahu wata'ala berfirman, ... و ليعفوا و ليصفحوا ألا تحبون أن يغفر الله لكم و الله غفور رحيم "... Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang." (QS. An Nur : 22) Sakit memang terasa saat hati ini dilukai oleh lisan-lisan yang tidak terdidik. Sakit memang terasa saat hati ini dihianati. Sakit memang terasa saat harga diri tak lagi dihargai. Namun ternyata lebih sakit lagi saat aku tak mampu memaafkan mereka. Namun ternyata lebih sakit lagi saat dendam itu bersarang dihatiku, menimbulkan benih-benih penyakit yang lainnya. Teringat teladannya Abu Bakar Ash Shiddiq rahimahullah, ketika salah seorang kerabat beliau rahimahullah , yakni Misthah yang beliau nafkahi hidupnya terlibat pada fitnah keji terhadap putri beliau Aisyah radhiallahu 'anha. Beliau pun marah terhadapnya serta memutuskan nafkah yang selama ini beliau berikan kepadanya. Akan tetapi, ketika turun firman Allah Subhaanahu wata'ala didalam QS. An Nur : 22 tersebut, beliau pun memaafkannya. Beliau berkata, "Demi Allah, tentu saja waha Rabb kami." Maka beliau memberikan kembali nafkah yang dulu biasa diberikannya." (HR. Al Bukhori) Maka maafkanlah... . instagram.com/fii.farhani t.me/notesfii #notesfii #ceritakopibelumusai

AKU BAHAGIA #Maafkan Aku bahagia saat mampu dengan lapang dada memaafkan kesalahan orang lain. Aku bahagia saat hati ini dengan ikhlas memaafkan kesalahan orang lain. Sifat orang mukmin itu selalu memberi udzur pada orang lain, mencari alasan untuk memaafkannya. Sebagaimana Hamdun al-Qashshar berkata: "Apabila salah seorang saudaramu tergelincir dalam kesalahan, maka carilah 70 alasan untuk memaafkannya. Jika hatimu berat menerimanya, ketahuilah bahwa aib itu sebenarnya ada pada dirimu." Saat aku memaafkan orang lain, maka lapanglah dadaku, tentramlah jiwaku. Aku ingin sekali dimaafkan oleh Allah, maka sekuat mungkin untuk memaafkan orang lain. Allah Subhaanahu wata'ala berfirman, ... و ليعفوا و ليصفحوا ألا تحبون أن يغفر الله لكم و الله غفور رحيم "... Dan hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak suka bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun Maha Penyayang." (QS. An Nur : 22) Sakit memang terasa saat hati ini dilukai oleh lisan-lisan yang tidak terdidik. Sakit memang terasa saat hati ini dihianati. Sakit memang terasa saat harga diri tak lagi dihargai. Namun ternyata lebih sakit lagi saat aku tak mampu memaafkan mereka. Namun ternyata lebih sakit lagi saat dendam itu bersarang dihatiku, menimbulkan benih-benih penyakit yang lainnya. Teringat teladannya Abu Bakar Ash Shiddiq rahimahullah, ketika salah seorang kerabat beliau rahimahullah , yakni Misthah yang beliau nafkahi hidupnya terlibat pada fitnah keji terhadap putri beliau Aisyah radhiallahu 'anha. Beliau pun marah terhadapnya serta memutuskan nafkah yang selama ini beliau berikan kepadanya. Akan tetapi, ketika turun firman Allah Subhaanahu wata'ala didalam QS. An Nur : 22 tersebut, beliau pun memaafkannya. Beliau berkata, "Demi Allah, tentu saja waha Rabb kami." Maka beliau memberikan kembali nafkah yang dulu biasa diberikannya." (HR. Al Bukhori) Maka maafkanlah... . instagram.com/fii.farghani t.me/notesfii #notesfii #ceritakopibelumusai

photo content

رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا "Wahai Rabbku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan sentosa." (QS. Ibrahim : 35)
رَبِّ اجْعَلْ هٰذَا الْبَلَدَ اٰمِنًا "Wahai Rabbku, jadikanlah negeri ini negeri yang aman dan sentosa." (QS. Ibrahim : 35) Hal yang harus banyak kita syukuri, negeri aman, damai, dan sentosa. Kebebasan beribadah pun kita dapati, bebas menggunakan pakaian syar'i, bebas hadir ke majlis ilmu, dan masih banyak lagi kebebasan kita dalam menegakkan agama ini. Semoga bukan hanya negeri ini saja yang telah merdeka, tapi... Merdekakan diri dari beribadah kepada selainNya. Merdekakan diri dari syubhat dengan ilmu. Merdekakan diri dari syahwat dengan sabar. Semangat... instagram.com/fii.farhani t.me/notesfii