Abdullah Haidir
رفتن به کانال در Telegram
3 441
مشترکین
-124 ساعت
-67 روز
-4030 روز
آرشیو پست ها
3 441
Itu teguran Rasulullah saw kepada Muaz. Bukan karena Muaz berbuat macam-macam, tapi karena dia ingin melakukan sunah, namun tidak tepat, yaitu membaca surat terlalu panjang dalam shalat fardhu berjamaah . Membaca Al-Quran tentu sunah, tapi tidak tepat menempatkannya, bisa jadi fitnah. Wallahu a'lam .
3 441
Praktek Sunah Yang Berubah Jadi Fitnah
Banyak nilai-nilai kebaikan yang apabila digunakan secara berlebihan, justeru dapat mengalihkan masyarakat dari substansinya, bahkan sampai dalam taraf jadi bahan olok-olok. Kesannya mengolok-olok nilainya, padahal yang diolok-olok adalah cara dia yang berlebihan dalam meyampaikan dan menerapkan nilai tersebut.
Istilah ‘Sunah’, ‘bid’ah’, ‘Khilafah’, ‘Taat ulil amri’ merupakan sebagian contoh dari kasus di atas. Sejatinya semua itu adalah terminologi yang asalnya dalam kajian keislaman memiliki bobot dan wibawa tersendiri.
Sunah Adalah landasan pijak dalam Islam setelah Al-Quran, namun ketika istilah ini dipakai untuk membuat polarisasi di kalangan umat, hingga ada masjid sunah, ustaz sunah, sampai ada laundry sunah, akhirnya ada yang mengolok-oloknya, lalu buat istilah tandingan, masjid wajib, ustaz wajib, dst. Akhirnya jadi saling cela dan hina. Bukan mencela sunahnya, tapi prakteknya.
Begitu juga istilah bid’ah, ini juga istilah syar’i yang sangat penting untuk mencegah adanya penyimpangan dasar dalam beragama. Dahulu para ulama ahlussunnah wal jamaah menyatakan bahwa penyimpangan manhaj dasar beragama adalah bid’ah dan pelakunya disebut sebagai ahli bid’ah, seperti kaum mu’tazilah, syiah, murjiah, dll. Tujuannya untuk mengingatkan umat agar tidak terjebak dengan kesesatan mereka.
Namun ketika ada pihak yang mudah sekali melontarkan vonis bid’ah dan kemudian menuduh pelakunya sebagai ahli bid’ah terhadap perkara-perkara yang sebenarnya masuk ranah khilafiyah yang diperdebatkan para ulama ahlusunnah dengan dalilnya masing-masing, maka istilah bid’ah terasa jadi momok bagi kalangan tertentu, khususnya muslim dari kalangan tradisional yang sering jadi sasaran tudingan bid’ah.
Saya tahun 80an ngaji kitab Riyadhusshalihin dengan seorang kyai Betawi dari kalangan tradisionalis, muqaddimah yang selalu beliau baca di antaranya; wa syarral umuuri muhdatsaatuha wa kulla muhdatsatin bid’ah wa kulla bid’atin dholaalah. Sekarang sudah jarang saya dengar mukaddimah tersebut dibaca di kalangan tradisional.
Istilah khilafah juga begitu. Sebuah konsep pemerintahan dalam Islam yang memiliki landasan syar’i dan historis kuat dalam Islam. Lalu ada pihak yang menjadi penerimaan terhadap konsep khilafah ‘seakan-akan’ sebagai penentu keimanan seseorang. Itupun setelah dikaji, konsep khilafahnya Adalah konsep yang cenderung sesuai dengan pemahamannya, bukan pemahaman umum yang disepakati. Bagi mereka, selama negara itu tidak menerapkan ‘khilafah’ ala mereka, maka dia bukan Darul Islam, tapi Darul Kufur. Berat. Lalu semua problematikan umat yang ada, apapun bentuknya, oleh mereka solusinya direduksi dengan menegakkan khilafah. Soal pengangguran, solusinya khilafah, solah stunting, solusinya khilafah, dll. Jadilah akhirnya istilah khilafah kehilangan marwahnya, lalu jadi bahan olok-olok.
Begitupula konsep ‘taat ulil amri’. Ini konsep yang nyata disebut dalam Al-Quran dan hadits. Pesan para ulama pun sangat banyak. Namun oleh pihak tertentu, konsep ini selalu dibenturkan dengan kewajiban menasehati pemimpin dan meluruskan kebijakan-kebijakan yang bengkok yang sebenarnya hal itu merupakan manhaj dasar beragama. Lalu dijatuhkanlah vonis bagi mereka yang menasehati dan mengkritik pemimpin secara terbuka sebagai kaum Khawarij, pemberontak, tidak sunah.
Bagi rezim yang zalim pandangan seperti ini tentu sangat disukai, sehingga pandangan mereka sering dipakai untuk menghadapi kaum Muslimin yang menolak kezaliman penguasa. Dari sinilah, nilai dan ajaran taat ulil amri jadi kehilangan wibawanya, dan akhirnya sering dijadikan olok-olok. Padahal dasarnya dia memang ajaran Islam.
Begitulah, sebuah nilai kebaikan jika tidak ditempatkan pada tempatnya dan digunakan serampangan, yang ada bukannya sunnah, tapi fitnah.
‘Afattaaanun anta yaa mu’aaz’ Apakah kamu mau jadi tukang fitnah, wahai Muaz (HR. Muslim).
3 441
SEKOLAH TERBUKA MADANI
Tahun ini ada empat alumni sekolah terbuka Madani yand diterima di PT Negeri. 2 di PNJ, 1 di Polimedia dan 1 di Poltekkes. Secara angka tidak banyak, tapi untuk sekolah terbuka dengan biaya dan fasilitas bersahaja serta jumlah siswa yang sedikit, jadi sangat membesarkan hati. Setiap tahun ada saja yang diterima PTN. Yang tidak diterima PTN pun kami usahakan dapat lanjut kuliah dan diusahakan dapat beasiswa.
Alhamdulillah sekolah sederhana berbiaya murah yang digagas teman2 praktisi pendidikan di. Beji telah meluluskan cukup banyak siswa dan melnjutkan ke jenjang lebih tinggi. Padahal banyak di antara mereka sebelumnya kesulitan melanjutkan studinya karena berbagai sebab. Dengan memberikan kelonggaran pada aspek tertentu, mereka dapat lanjut studi hingga lulus dan bahkan dapat lanjut kuliah...
Selain ilmu2 umum, kami utamakan juga pendidikan agama dan praktek2 ibadah plus tahsin dan tahfiz Al Quran. Saya ikut bantu2 berikan pendidikan agama.
Yang berminat daftar stau mendaftarkan puteranya silakan hubungi no HP yang tertera di brosur
3 441
*KAJIAN BULANAN MQLC*
_Assalamu’alaikum wr. wb_
Dzulhijjah bukan sekedar pergantian bulan, namun momentum untuk memperbanyak amal & mendekat kepada Allah SWT. Mari bersama menyambut hari-hari terbaik dengan ilmu dan hati yang lebih hidup dalam:
*Kajian Bulanan Muyassar Qur'an Learning Center*
🗓️ Ahad, 17 Mei 2026
⏰ 10.00 – 11.40 WIB
💻 Via Zoom & YouTube Live
📚Tema:
*"10 Hari Dzulhijjah: Hari-hari yang diagungkan Allah dalam Al-Qur'an"*
🎙️ Pemateri:
*K.H. Abdullah Haidir, Lc., M.Sos.*
_(Da'i & Direktur Shariah Consulting Center)_
🔗 Online via Zoom klik :
_https://us02web.zoom.us/j/9814703202?omn=87948769859_
🆔 Meeting ID: *981 470 3202*
*🌟Dihimbau kepada seluruh peserta dan guru MQLC, bahwa kegiatan ini wajib dihadiri.*
Jazakumullah Khairan
_Wassalamu’alaikum wr. wb_
Muyassar Qur'an Learning Center
==========================
ig : @muyassar.qlc
cp: 0822-9933-0903
3 441
JIKA KITA BELUM MAMPU BERHAJI
Di saat banyak saudara kita yang berbahagia karena dapat menunaikan ibadah haji, bagaimana halnya dengan kita yang belum mampu melakukan ibadah haji?
Jangan putus harapan dan berkecil hati, apapun kondisi kita, tetap hadirkan keinginan untuk beribadah haji, seraya terus bersoa mohon kepada Allah agar diberi kemampuan beribadah haji.
Juga tumbuhkan keyakinan, kalau Allah sudah izinkan dan mudahkan, kesempatan itu bisa datang apapun dan bagaimanapun caranya. Setelah itu tentu saja berikhtiar semaksimal mungkin agar kita mendapatkan kemampuan melaksanakan ibadah haji, tentu saja dengan cara yang halal.
Niat dan ikhtiar maksimal ini disatu sisi akan mendatangkan pertolongan Allah, sebab dalam surat Al Ankabut ayat 69 Allah berfirman; Siapa yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, maka Kami akan memberikan jalan-jalan pentunjuk kepadanya.
Di sisi lain, niat yang tulus akan menyebabkan seseorang mendapatkan pahala apa yang diniatkan, walau ternyata dia tidak dapat mewujudkannya. Dalam hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang niat melakukan kebaikan, namun dia tidak dapat melakukannya, Allah akan catat baginya kebaikan yang sempurna…”
Selagi niat dan azam kita tulus dan kuat akan melaksanakan ibadah haji jika memiliki kemampuan, maka niat tersebut akan menyebabkan kita tetap mendapatkan pahala ibadah haji walau ternyata kita tidak mampu melaksanakannya.
Di samping itu, ada amalan yang apabila kita lakukan, akan mendapatkan pahala haji dan umrah yang sempurna, bahkan ini dapat kita lakukan berkali-kali tanpa biaya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw dalam hadits Riwayat Tirmizi ‘Siapa yang shalat Subuh berjamaah lalu duduk berzikir hingga matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka dia bagaikan menunaikan haji sempurna, sempurna, sempuna.’
https://www.instagram.com/reel/DXGqESqD_XW/?igsh=MWxsMTMxeG1zbTRqaA==
3 441
Di saat banyak saudara kita yang berbahagia karena dapat menunaikan ibadah haji, bagaimana halnya dengan kita yang belum mampu melakukan ibadah haji?
Jangan putus harapan dan berkecil hati, apapun kondisi kita, tetap hadirkan keinginan untuk beribadah haji, juga tumbuhkan keyakinan, kalau Allah sudah izinkan dan mudahkan, kesempatan itu bisa datang apapun dan bagaimanapun caranya. Setelah itu tentu saja berikhtiar semaksimal mungkin agar kita mendapatkan kemampuan melaksanakan ibadah haji, tentu saja dengan cara yang halal.
Niat dan ikhtiar maksimal ini disatu sisi akan mendatangkan pertolongan Allah, sebab dalam surat Al Ankabut ayat 69 Allah berfirman; Siapa yang bersungguh-sungguh di jalan Kami, maka Kami akan memberikan jalan-jalan pentunjuk kepadanya.
Di sisi lain, niat yang tulus akan menyebabkan seseorang mendapatkan pahala apa yang diniatkan, walau ternyata dia tidak dapat mewujudkannya. Dalam hadits Riwayat Bukhari dan Muslim, Rasulullah saw bersabda, “Siapa yang niat melakukan kebaikan, namun dia tidak dapat melakukannya, Allah akan catat baginya kebaikan yang sempurna…”
Selagi niat dan azam kita tulus dan kuat akan melaksanakan ibadah haji jika memiliki kemampuan, maka niat tersebut akan menyebabkan kita tetap mendapatkan pahala ibadah haji walau ternyata kita tidak mampu melaksanakannya.
Di samping itu, ada amalan yang apabila kita lakukan, akan mendapatkan pahala haji dan umrah yang sempurna, bahkan ini dapat kita lakukan berkali-kali tanpa biaya. Sebagaimana sabda Rasulullah saw dalam hadits Riwayat Tirmizi ‘Siapa yang shalat Subuh berjamaah lalu duduk berzikir hingga matahari terbit, kemudian dia shalat dua rakaat, maka dia bagaikan menunaikan haji sempurna, sempurna, sempuna.’
https://www.instagram.com/reel/DXGqESqD_XW/?igsh=MWxsMTMxeG1zbTRqaA==
اکنون در دسترس! پژوهش تلگرام ۲۰۲۵ — مهمترین بینشهای سال 
