fa
Feedback
Scaleup Club

Scaleup Club

رفتن به کانال در Telegram

Internet Marketer, Business Coach, & Entrepreneur. You can find more about me here: http://scaleup.club

نمایش بیشتر
5 840
مشترکین
اطلاعاتی وجود ندارد24 ساعت
اطلاعاتی وجود ندارد7 روز
اطلاعاتی وجود ندارد30 روز
آرشیو پست ها
Kemarin saya dikontak mas Fico Maulana untuk diberikan kehormatan "menjajal" produk beliau yang sedang launching, WPInstant. Secara singkat, WPInstant ini adalah tool untuk membuat theme sendiri. Kalo Anda dapet duit dari blogging, maka WPInstant sangat dibutuhkan. Kalo Anda fokusnya jualan online aja pake FB ads, maka WPInstant nggak terlalu dibutuhkan. Karena kebetulan saya punya income source dari keduanya, maka saya coba sendiri dan relatif bagus. Tadinya saya bingung diminta me-review secara mendalam, secara saya pribadi tidak menguasai coding dan hanya berstatus "pemakai". Nah, oleh karena itu, kalo Anda ada minat ingin tau lebih dalam tentang WPInstant dari pakarnya, saya rekomendasikan Anda baca dulu review dari @anditasb disini: https://www.facebook.com/anditasb/posts/10214348087951398 Atau dari @imamassamaqandy disini: https://www.facebook.com/imamherlambangassamaqandy/posts/837945703049760 dua orang ini TERBUKTI memang menghasilkan uang dari oprek-oprek website selama bertahun-tahun, dan selalu jadi rujukan saya kalau ada masalah apapun terkait dengan WP. Jika Anda benar-benar berminat untuk membeli, saran saya: Silakan dirampok ilmunya dan beli dari link mereka berdua.

photo content

sticker.webp0.35 KB

Doa saya, semoga Anda semua yang mengikuti channel ini, diberikan kemampuan untuk mendapatkan kehidupan yang lebih baik lagi dari cerita ngobrol singkat saya dengan driver Uber barusan. Mari kita doakan si bapak agar kisah hidupnya juga menjadi lebih baik di kemudian hari, kembali mendapatkan apa yang sudah pernah dimiliki; tentunya atas izin Allah. Amiin.. 🙏

Banyak hal di dunia ini yang priceless, tidak bisa diukur dengan harta dan benda. Berapapun uang yang Anda punya. Push yourself hard, tapi jangan sampai mengorbankan apapun. Masih ada hak keluarga kita, hak anak kita, hak pasangan kita, dan hak tubuh kita terhadap kita.

“Saya sekarang kos di cibiru. Mendekati ibu. Cuma saya gak mau ibu sedih kalau saya tinggal di rumah, makanya saya kos. Tinggal dekat tapi nggak serumah” Saya diam merenung. === Diskusi saya setelah ini dengan beliau bergeser ke topik seputar bandung dan sekitarnya. Sepertinya dia hanya butuh teman untuk melepaskan emosi sesaat. Let’s recap. 1/ Usia 45 tahun (ternyata) 2/ Pernah punya harta berlimpah. Lalu hilang segalanya. 3/ Kerja 22 jam sehari (sampai detik ini) 4. Pernah punya keluarga. Lalu hilang semuanya. Pertanyaan saya satu ke diri saya sendiri akhirnya: “Apa yang kau cari di dunia ini, nak?”

“This is part of our life. Tuhan sekarang ambil semua yang sudah pernah dikasih ke saya.” Saya terkejut. “Anak-anak gimana pak?” “Ya sekarang ikut ibunya. Better mereka ikut ibunya. Ibunya owner salah satu penerbitan besar di Indonesia.” “Istri saya minta divorce bukan karena saya bangkrut. Dia sudah minta sejak 2 tahun sebelum saya tumbang. Saya gak pernah di rumah. Tiap hari kerja siang malam. Saya dengan OB di kantor dulu, kunci malah saya yang pegang, bukan dia” “Dulu saya dibukain pintu, sekarang saya bukain pintu” Katanya sambil tertawa getir.

“Bapak berarti cuma ngerjain Uber ya? Nggak ada bisnis lain?” “Kalo saya masih ada bisnis lain, ini mobilnya punya saya pak, bukan punya bos”, katanya sambil ketawa. “Dulu saya sempat bisnis. Kerja trading oil ke perusahaan-perusahaan batu bara di Kalimantan. Kerja keras pagi siang malam. Dulu gampang cari uang. Tapi entah kenapa uang itu cuma ada di meja. Sampai sekarang, habis bersih tidak ada bekas. Rumah, mobil, tanah, semuanya hilang tak bersisa. Termasuk ISTRI dan ANAK”

“Saya terbiasa kerja dari muda pak. Paling sehari tidur cuma 2-3 jam. Maksimal 4 jam itu sudah paling mentok. Dulu saya jadi DJ, kerjanya malam.”

“Saya kerja 22 jam pak. Pulang ke rumah jam 4 pagi, jam 6 pagi sudah jalan lagi.” Dalam hati saya berkata: SADIS! “Nggak ada protes pak, orang rumah?” Dia diam sambil senyum.

“Pagi, pak.. Ke stasiun ya?” “Iya pak”, jawab saya. Akhirnya kita meluncur pagi tadi menembus gelap pekat kota bandung subuh hari. Dalam perjalanan, saya coba memecah hening. “Pak, memang berangkatnya pagi ya, jam 3 pagi masih standby..”, kata saya. “Iya pak. Saya workaholic”

Pertama kali ketemu, saya estimasi umurnya 50-an. Badannya agak gemuk, tinggi, rambut sudah putih semua, berjenggot cukup lebat, dan suaranya berat. Attitude-nya cukup baik, ramah.

Pagi tadi saya order Uber jam 3 pagi. Setelah order, ternyata dapet Uber-nya jauh banget, sekitar 18 menit. Saya biarin aja, ternyata nggak di cancel sama drivernya. Gak ada telpon sama sekali, sampe benar-benar dekat, baru ada telpon masuk. Ternyata beliau cukup pinter baca peta. Sampailah di rumah saya.

Saya mau sharing sesuatu yang agak “menohok” pikiran saya pagi ini; cerita bersama driver Uber pas nganter saya dari rumah ke stasiun Bandung

sticker.webp0.38 KB

Websitenya: JDMSE.com ☝️

Hari ini, jam 13.00, saya kebetulan diminta untuk mengisi acara di Jogja Digital Marketer mengenai Toko Online Internasional. Barangkali ada yang sedang di Jogja, monggo pinarak. Terima kasih atas waktunya 🙏☺️🙏