Sofyan Chalid bin Idham Ruray
رفتن به کانال در Telegram
5 141
مشترکین
اطلاعاتی وجود ندارد24 ساعت
-157 روز
-5630 روز
آرشیو پست ها
إِنَّ مَثَلَ عِيسَى عِنْدَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ خَلَقَهُ مِنْ تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُنْ فَيَكُونُ
🌴 “Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah, adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya: "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia.” [Ali Imron: 59]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
📡Markaz Ta’awun Dakwah & Bimbingan Islam:
📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
💻Sumber: http://sofyanruray.info/renungan-untuk-umat-kristen-yang-berkeyakinan-allah-memiliki-anak/
🍃 Renungan untuk Umat Kristen yang Berkeyakinan Allah Memiliki Anak 🍂
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لَا أَحَدَ أَصْبَرُ عَلَى أَذًى يَسْمَعُهُ مِنَ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ، إِنَّهُ يُشْرَكُ بِهِ، وَيُجْعَلُ لَهُ الْوَلَدُ، ثُمَّ هُوَ يُعَافِيهِمْ وَيَرْزُقُهُمْ
🌿 “Tidak ada satu pun yang lebih sabar dari Allah ‘azza wa jalla atas ucapan jelek yang ia dengarkan, sungguh Dia dipersekutukan dan dianggap memiliki anak, kemudian Dia senantiasa memberi nikmat dan rezeki kepada mereka.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim, dan ini lafaz Muslim, dari Abu Musa Al-‘Asy’ari radhiyallahu’anhu]
📝#Beberapa_Pelajaran:
1) Sangat besar murka Allah jalla wa ‘ala atas orang-orang yang menyekutukan-Nya dan mengatakan Dia memiliki anak, karena mereka telah merendahkan-Nya padahal Dia senantiasa menganugerahkan nikmat dan rezeki kepada mereka.
2) Menyekutukan Allah adalah perendahan terhadap-Nya karena hakikat kesyirikan adalah menyamakan Allah yang Maha Besar lagi Maha Mulia dengan mahkluk yang lemah lagi hina, serta penentangan terhadap-Nya yang telah memerintahkan untuk mentauhidkan-Nya dan tidak menyekutukan-Nya dengan suatu apa pun.
3) Mengatakan Allah memiliki anak juga perendahan terhadap-Nya karena itu berarti menyamakan Allah dengan makhluk yang butuh kepada istri dan anak, maka tidaklah patut bagi umat Islam untuk mengucapkan Selamat Natal apalagi turut serta merayakan dan membantu perayaan kekafiran dan perendahan terhadap Allah ta’ala tersebut.
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
قَالَ اللَّهُ تَعَالَى: كَذَّبَنِي ابْنُ آدَمَ وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، وَشَتَمَنِي وَلَمْ يَكُنْ لَهُ ذَلِكَ، فَأَمَّا تَكْذِيبُهُ إِيَّايَ فَزَعَمَ أَنِّي لاَ أَقْدِرُ أَنْ أُعِيدَهُ كَمَا كَانَ، وَأَمَّا شَتْمُهُ إِيَّايَ، فَقَوْلُهُ لِي وَلَدٌ، فَسُبْحَانِي أَنْ أَتَّخِذَ صَاحِبَةً أَوْ وَلَدًا
🌴 “Allah ta’ala berfirman: Anak Adam mendustakan Aku padahal itu tidak patut baginya, ia juga mencaciku padahal itu tidak patut baginya. Adapun pendustaannya kepada-Ku adalah ia menyangka bahwa Aku tidak mampu menghidupkannya kembali seperti sebelumnya, sedangkan caciannya kepada-Ku adalah ia berkata bahwa Aku memiliki anak, Maha Suci Aku dari memiliki istri dan anak.” [HR. Al-Bukhari dari Ibnu Abbas radhiyallaahu’anhuma]
4) Renungan bagi umat Kristen untuk bertaubat kepada Allah ta’ala dengan masuk Islam dan memurnikan ibadah hanya kepada Allah ta’ala semata serta tidak mengatakan Allah memiliki anak, karena Allah ta’ala Dia-lah satu-satunya sesembahan yang benar, Dia tidak seperti makhluk yang beranak dan diperanakan, bahkan Nabi Isa ‘alaihissalaam yang kalian sebut Yesus pun telah memerintahkan kalian untuk beribadah kepada Allah semata.
➡ Perhatikanlah ayat berikut ini,
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ وَقَالَ الْمَسِيحُ يَا بَنِي إِسْرَائِيلَ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ إِنَّهُ مَنْ يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَقَدْ حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ وَمَأْوَاهُ النَّارُ وَمَا لِلظَّالِمِينَ مِنْ أَنْصَارٍ
🌿 “Sesungguhnya telah kafirlah orang-orang yang berkata: "Sesungguhnya Allah adalah Al-Masih putra Maryam", padahal Al-Masih (sendiri) berkata: "Hai Bani Israel, sembahlah Allah Tuhanku dan Tuhanmu" Sesungguhnya orang yang mempersekutukan (sesuatu dengan) Allah, maka pasti Allah mengharamkan kepadanya surga, dan tempatnya ialah neraka, tidaklah ada bagi orang-orang zalim itu seorang penolong pun.” [Al-Maidah: 72]
5) Secara akal sehat, seorang manusia seperti Nabi ‘Isa ‘alaihissalaam yang kalian sebut Yesus tidaklah patut disembah, karena beliau hanya manusia biasa seperti kita juga yang lahir dari rahim seorang ibu dan kelak akan wafat, bahkan kalian menyadari ia adalah manusia yang dilahirkan sehingga kalian merayakan hari kelahirannya walau ia sendiri tidak pernah memerintahkan kalian untuk merayakannya. Andai beliau pantas disembah karena lahir tanpa ayah maka sungguh Nabi Adam ‘alaihissalaam yang lebih patut disembah karena beliau lahir tanpa ayah dan ibu sekaligus.
➡ Allah ta’ala berfirman,
🚧 TRINITAS ADALAH AJARAN YAHUDI UNTUK MERUSAK AGAMA KRISTEN 🚫
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
➡ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
لَقَدْ كَفَرَ الَّذِين قَالُوا إِنَّ اللَّهَ ثَالِثُ ثَلاثَةٍ وَمَا مِنْ إِلَهٍ إِلا إِلَهٌ وَاحِدٌ
🌴 “Sungguh telah kafir orang orang (Kristen) yang mengatakan bahwa Allah adalah satu dari yang tiga, dan tidaklah sesembahan itu kecuali sesembahan yang satu (Allah subhaanahu wa ta’ala).” [Al-Maidah: 73]
📝#Beberapa_Pelajaran:
1) Nabi Isa ‘alaihissalaam diutus kepada umat Kristen untuk mengajak mereka beribadah kepada Allah ta’ala yang satu saja.
✅ Allah ta’ala berfirman,
وَلَمَّا جَاءَ عِيسَى بِالْبَيِّنَاتِ قَالَ قَدْ جِئْتُكُمْ بِالْحِكْمَةِ وَلِأُبَيِّنَ لَكُمْ بَعْضَ الَّذِي تَخْتَلِفُونَ فِيهِ فَاتَّقُوا اللَّهَ وَأَطِيعُونِ إِنَّ اللَّهَ هُوَ رَبِّي وَرَبُّكُمْ فَاعْبُدُوهُ هَذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ
🌴 “Dan tatkala Isa datang membawa keterangan, dia berkata: Sesungguhnya aku datang kepadamu dengan membawa hikmah dan untuk menjelaskan kepadamu sebagian dari apa yang kamu berselisih tentangnya, maka bertakwalah kepada Allah dan taatlah (kepada)ku. Sesungguhnya Allah Dialah Tuhanku dan Tuhan kamu, maka sembahlah Dia, ini adalah jalan yang lurus.” [Az-Zukhruf: 63-64]
2) Umat Kristen kemudian meninggalkan ajaran Nabi Isa ‘alaihissalaam dan terbagi menjadi empat kelompok.
✅ Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
🌵 "Umat Kristen ada empat kelompok: Al-Ya’qubiyyah, Al-Malkaaniyyah, An-Nusthuriyyah dan Al-Markussiyyah.
• Ya’qubiyyah berkata: Isa adalah Allah.
• Malkaaniyyah juga berkata demikian.
• Nusthuriyyah berkata: Isa adalah anak Allah.
• Markusiyyah berkata: Isa adalah satu dari yang tiga (Trinitas), maka Allah menurunkan ayat ini,
يَا أَهْلَ الْكِتابِ لَا تَغْلُوا فِي دِينِكُمْ وَلا تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلاَّ الْحَقَّ إِنَّمَا الْمَسِيحُ عِيسَى ابْنُ مَرْيَمَ رَسُولُ اللَّهِ وَكَلِمَتُهُ أَلْقاها إِلى مَرْيَمَ وَرُوحٌ مِنْهُ فَآمِنُوا بِاللَّهِ وَرُسُلِهِ وَلا تَقُولُوا ثَلاثَةٌ انْتَهُوا خَيْراً لَكُمْ إِنَّمَا اللَّهُ إِلهٌ واحِدٌ سُبْحانَهُ أَنْ يَكُونَ لَهُ وَلَدٌ لَهُ مَا فِي السَّماواتِ وَما فِي الْأَرْضِ وَكَفى بِاللَّهِ وَكِيلاً
“Wahai Ahli Kitab, janganlah kamu melampaui batas dalam agamamu, dan janganlah kamu mengatakan terhadap Allah kecuali yang benar. Sesungguhnya Al Masih, Isa putra Maryam itu, adalah utusan Allah dan (yang diciptakan dengan) kalimat-Nya yang disampaikan-Nya kepada Maryam, dan (dengan tiupan) roh dari-Nya. Maka berimanlah kamu kepada Allah dan rasul-rasul-Nya dan janganlah kamu mengatakan: "(Tuhan itu) tiga", berhentilah (dari ucapan itu). Itu lebih baik bagimu. Sesungguhnya Allah Tuhan Yang Maha Esa, Maha Suci Allah dari mempunyai anak, segala yang di langit dan di bumi adalah kepunyaan-Nya. Cukuplah Allah sebagai Pemelihara.” (An-Nisa: 171) [Tafsir Ibnu Katsir, 1/724]
4) Paulus, seorang Yahudi, dialah yang pertama kali mengajarkan doktrin Trinitas untuk merusak umat Kristen.
✅ Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
🌵"Pendapat lain:
• Malkaaniyyah yang berkata: Isa adalah Allah.
• Ya’qubiyyah berkata: Isa adalah anak Allah
• Nusthuriyyah berkata: Isa adalah satu dari yang tiga (Trinitas), yang mengajari mereka adalah seorang Yahudi yang bernama Paulus." [Tafsir Ibnu Katsir, 1/724]
4) Dalam ayat yang mulia ini terkandung penegasan bahwa orang-orang Kristen termasuk golongan orang-orang kafir karena meyakini Trinitas, dan selain keyakinan tersebut masih sangat banyak bentuk kekafiran mereka.
5) Kafirnya orang yang tidak mengkafirkan umat Kristen, atau membenarkan agama Kristen atau berkeyakinan semua agama sama, karena itu berarti pendustaan terhadap Al-Qur’an dan As-Sunnah yang telah mengkafirkan umat Kristen dan seluruh umat non Islam.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد.
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
💻Sumber: http://sofyanruray.info/trinitas-adalah-ajaran-yahudi-untuk-merusak-agama-kristen/
📝 Kesepakatan Ulama Islam Atas Haramnya Membantu, Menghadiri dan Mengucapkan Selamat Natal ⛔
✅ Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah telah menukil ijma’ ulama Islam,
وَكَمَا أَنَّهُمْ لَا يَجُوزُ لَهُمْ إِظْهَارُهُ فَلَا يَجُوزُ لِلْمُسْلِمِينَ مُمَالَاتُهُمْ عَلَيْهِ وَلَا مُسَاعَدَتُهُمْ وَلَا الْحُضُورُ مَعَهُمْ بِاتِّفَاقِ أَهْلِ الْعِلْمِ الَّذِينَ هُمْ أَهْلُهُ
🌴 “Sebagaimana tidak boleh bagi kaum musyrikin untuk menampakkan perayaan mereka, demikian pula tidak boleh bagi kaum muslimin untuk membantu, menolong dan ikut hadir dalam perayaan mereka berdasarkan kesepakatan ahlul ‘ilmi (ulama) yang benar-benar ahli.” [Ahkaam Ahli Dzimmah, 3/1245]
➡ Tidak diragukan lagi, mengucapkan selamat apalagi ikut hadir termasuk dalam ketegori ta’awun; membantu mereka dalam kebatilan, maka sepakat ulama melarangnya.
✅ Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah juga menukil ijma’ ulama Islam,
وَأَمَّا التَّهْنِئَةُ بِشَعَائِرِ الْكُفْرِ الْمُخْتَصَّةِ بِهِ فَحَرَامٌ بِالِاتِّفَاقِ مِثْلَ أَنْ يُهَنِّئَهُمْ بِأَعْيَادِهِمْ وَصَوْمِهِمْ، فَيَقُولَ: عِيدٌ مُبَارَكٌ عَلَيْكَ، أَوْ تَهْنَأُ بِهَذَا الْعِيدِ، وَنَحْوَهُ، فَهَذَا إِنْ سَلِمَ قَائِلُهُ مِنَ الْكُفْرِ فَهُوَ مِنَ الْمُحَرَّمَاتِ
🌴 “Adapun mengucapkan Selamat terhadap simbol-simbol kekafiran yang merupakan ciri khususnya, maka hukumnya haram berdasarkan kesepakatan (ulama), seperti seseorang mengucapkan Selamat terhadap hari raya orang-orang kafir dan puasa mereka, contohnya ia mengatakan: Semoga Hari Raya ini menjadi berkah bagimu, atau Semoga engkau bahagia dengan Hari Raya ini, dan yang semisalnya. Maka dengan sebab ucapannya ini, andai ia selamat dari kekafiran maka ia tidak akan lepas dari perbuatan yang haram.” [Ahkaam Ahli Dzimmah, 1/441]
✅ Asy-Syaikh Ibnu 'Utsaimin rahimahullah berkata,
تهنئة الكفار بعيد الكريسمس أو غيره من أعيادهم الدينية حرام بالاتفاق
🌴 “Memberi Selamat kepada orang-orang kafir dalam Perayaan Natal atau perayaan agama mereka yang lainnya adalah haram menurut kesepakatan (ulama).” [Majmu’ Al-Fatawa war Rosaail, 3/45]
➡ Maka apabila ada ulama setelahnya kemudian menyelisihi ijma’ tersebut, tidak boleh bagi kita mengikuti penyelisihan itu, karena ijma’ adalah hujjah dalam agama, telah pasti kebenarannya, adapun yang menyelisihinya pasti keliru.
✅ Allah ta’ala berfirman,
وَمَنْ يُشَاقِقِ الرَّسُولَ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُ الْهُدَى وَيَتَّبِعْ غَيْرَ سَبِيلِ الْمُؤْمِنِينَ نُوَلِّهِ مَا تَوَلَّى وَنُصْلِهِ جَهَنَّمَ وَسَاءَتْ مَصِيرًا
🌿 “Dan barangsiapa yang menentang Rasul sesudah jelas kebenaran baginya, dan mengikuti jalan yang bukan jalan orang-orang mukmin, Kami biarkan ia leluasa terhadap kesesatan yang telah dikuasinya itu dan Kami masukkan ia ke dalam Jahanam, dan Jahanam itu seburuk-buruk tempat kembali.” [An-Nisa: 115]
✅ Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata,
🌿 “Dalam ayat yang mulia ini terdapat pendalilan bahwa ijma’ umat ini adalah hujjah, dan bahwa ia maksum (terjaga) dari kesalahan.
➡ Sisi pendalilannya: Bahwa Allah telah mengancam siapa yang menyelisihi jalan kaum mukminin dengan ancaman kehinaan dan neraka.
✅ Dan jalan kaum mukminin dalam ayat ini dalam bentuk mufrod mudhof (satu kata yang disandarkan) sehingga maknanya mencakup seluruh keyakinan dan amalan kaum mukminin, apabila mereka telah sepakat untuk mewajibkan sesuatu, atau mensunnahkannya, atau mengharamkannya, atau memakruhkannya, atau membolehkannya maka itulah jalan mereka, barangsiapa menyelisihi satu perkara saja setelah terjadinya ijma’ maka ia telah mengikuti selain jalannya kaum mukminin.” [Taisirul Kaarimir Rahman fi Tafsiri Kalaamil Mannan, hal. 202]
📚 Baca Selengkapnya:
💻http://sofyanruray.info/membantu-salim-a-fillah-mentarjih-dan-menjawab-ulil-abshar-abdalla-tentang-natal-bag-1/
💻http://sofyanruray.info/membantu-salim-a-fillah-mentarjih-dan-menjawab-ulil-abshar-abdalla-tentang-natal-bag-2/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
➡ Dan firman Allah yang lain:
ﻟﻘﺪ ﻛﺎﻥ ﻟﻜﻢ ﻓﻲ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺃﺳﻮﺓ ﺣﺴﻨﺔ ﻟﻤﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺮﺟﻮ اﻟﻠﻪ ﻭاﻟﻴﻮﻡ اﻵﺧﺮ ﻭﺫﻛﺮ اﻟﻠﻪ ﻛﺜﻴﺮا
🌿 "Sungguh telah ada pada diri Rasulullah suri tauladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan yang banyak mengingat Allah." (Al-Ahzab: 21)
➡ Dan firman Allah yang lain (terkait perintah meneladani para sahabat radhiyallahu'anhum):
ﻭاﻟﺴﺎﺑﻘﻮﻥ اﻷﻭﻟﻮﻥ ﻣﻦ اﻟﻤﻬﺎﺟﺮﻳﻦ ﻭاﻷﻧﺼﺎﺭ ﻭاﻟﺬﻳﻦ اﺗﺒﻌﻮﻫﻢ ﺑﺈﺣﺴﺎﻥ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻭﺭﺿﻮا ﻋﻨﻪ ﻭﺃﻋﺪ ﻟﻬﻢ ﺟﻨﺎﺕ ﺗﺠﺮﻱ ﺗﺤﺘﻬﺎ اﻷﻧﻬﺎﺭ ﺧﺎﻟﺪﻳﻦ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﺑﺪا ﺫﻟﻚ اﻟﻔﻮﺯ اﻟﻌﻈﻴﻢ
🌿 "Dan orang-orang yang terdahulu lagi yang pertama-tama (masuk islam) diantara orang-orang Muhajirin dan Anshar dan orang-orang yang mengikuti mereka dengan baik; Allah ridho kepada mereka dan mereka pun ridho kepada Allah. Allah menyediakan bagi mereka surga-surga yang mengalir di bawahnya sungai-sungai. Mereka kekal di dalamnya selama-lamanya, hanya itulah kemenangan yang agung." (At-Taubah: 100)
🌿 Dan firman Allah yang lain:
اﻟﻴﻮﻡ ﺃﻛﻤﻠﺖ ﻟﻜﻢ ﺩﻳﻨﻜﻢ ﻭﺃﺗﻤﻤﺖ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻧﻌﻤﺘﻲ ﻭﺭﺿﻴﺖ ﻟﻜﻢ اﻹﺳﻼﻡ ﺩﻳﻨﺎ
🌿 "Pada hari ini telah Aku sempurnakan agamamu dan Aku cukupkan nikmat-Ku dan telah Aku ridhoi Islam sebagai agama bagimu." (Al-Maidah: 3)
✅ Ayat yang semakna dengan ini masih banyak sekali.
⛔ Maka mengada-adakan perbuatan bid'ah seperti maulid ini dapat memunculkan pemahaman salah bahwa Allah belum menyempurnakan agama bagi umat ini (karena apabila agama ini telah sempurna tidak patut ditambah-tambahi dengan bid'ah, pen).
🔥 Serta anggapan salah bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam belum menyampaikan apa yang seharusnya dilakukan oleh ummat ini (padahal beliau telah menyampaikan semua kebaikan sehingga tidak perlu lagi dengan bid'ah, pen).
⛔ Hingga datang orang -orang belakangan dan mengadakan sesuatu yang tidak diperbolehkan dalam agama, dan mereka menyangka bahwa hal itu dapat mendekatkan diri kepada Allah; maka tanpa diragukan lagi bahwa perbuatan ini sangat berbahaya karena itu adalah bentuk perlawanan kepada Allah dan Rasul-Nya, sebab Allah telah menyempurnakan agama ini bagi hamba-hamba-Nya dan mencukupkan nikmat bagi mereka.
🚧 Serta Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam telah menyampaikan sepenuhnya, dan tidaklah beliau tinggalkan satu jalan pun yang dapat mengantarkan ke surga dan menjauhkan dari neraka kecuali telah dijelaskannya kepada umat (maka ajaran Islam telah sempurna dan semuanya telah diajarkan oleh Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam, siapa yang berbuat bid'ah maka secara tidak langsung dia menuduh agama ini belum sempurna dan beliau belum mengajarkan semua kebaikan, pen).
➡ Sebagaimana dalam hadits yang shohih dari sahabat Abdullah bin 'Amr radhiyallahu'anhuma, Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:
ﻣﺎ ﺑﻌﺚ اﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻧﺒﻲ ﺇﻻ ﻛﺎﻥ ﺣﻘﺎ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺪﻝ ﺃﻣﺘﻪ ﻋﻠﻰ ﺧﻴﺮ ﻣﺎ ﻳﻌﻠﻤﻪ ﻟﻬﻢ، ﻭﻳﻨﺬﺭﻫﻢ ﺷﺮ ﻣﺎ ﻳﻌﻠﻤﻪ ﻟﻬﻢ
🌿 "Tidaklah Allah mengutus seorang Nabi kecuali wajib baginya untuk menunjukkan kebaikan yang diketahuinya bagi kaumnya dan memperingatkan keburukan yang diketahuinya bagi kaumnya." [HR. Muslim]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
📚 [Majmu' Fatawa Ibni Baz Rahimahullah, 1/178]
✏ Al-Ustadz Muhammad Qodri, Lc hafizhahullah
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
📱PIN BB: 5843BE7E
💻Sumber: http://sofyanruray.info/penjelasan-ilmiah-tentang-hukum-perayaan-maulid/
📝 Penjelasan Ilmiah tentang Hukum Perayaan Maulid 🍂
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
✒ Asy-Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah berkata,
ﻻ ﻳﺠﻮﺯ اﻻﺣﺘﻔﺎﻝ ﺑﻤﻮﻟﺪ اﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻻ ﻏﻴﺮﻩ؛ ﻷﻥ ﺫﻟﻚ ﻣﻦ اﻟﺒﺪﻉ اﻟﻤﺤﺪﺛﺔ ﻓﻲ اﻟﺪﻳﻦ؛ ﻷﻥ اﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻟﻢ ﻳﻔﻌﻠﻪ، ﻭﻻ ﺧﻠﻔﺎﺅﻩ اﻟﺮاﺷﺪﻭﻥ، ﻭﻻ ﻏﻴﺮﻫﻢ ﻣﻦ اﻟﺼﺤﺎﺑﺔ ﺭﺿﻮاﻥ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻰ اﻟﺠﻤﻴﻊ، ﻭﻻ اﻟﺘﺎﺑﻌﻮﻥ ﻟﻬﻢ ﺑﺈﺣﺴﺎﻥ ﻓﻲ اﻟﻘﺮﻭﻥ اﻟﻤﻔﻀﻠﺔ، ﻭﻫﻢ ﺃﻋﻠﻢ اﻟﻨﺎﺱ ﺑﺎﻟﺴﻨﺔ، ﻭﺃﻛﻤﻞ ﺣﺒﺎ ﻟﺮﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻭﻣﺘﺎﺑﻌﺔ ﻟﺸﺮﻋﻪ ﻣﻤﻦ ﺑﻌﺪﻫﻢ، ﻭﻗﺪ ﺛﺒﺖ ﻋﻦ اﻟﻨﺒﻲ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﺃﻧﻪ ﻗﺎﻝ: «ﻣﻦ ﺃﺣﺪﺙ ﻓﻲ ﺃﻣﺮﻧﺎ ﻫﺬا ﻣﺎ ﻟﻴﺲ ﻣﻨﻪ ﻓﻬﻮ ﺭﺩ» ﺃﻱ: ﻣﺮﺩﻭﺩ ﻋﻠﻴﻪ، ﻭﻗﺎﻝ ﻓﻲ ﺣﺪﻳﺚ ﺁﺧﺮ: «ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺑﺴﻨﺘﻲ ﻭﺳﻨﺔ اﻟﺨﻠﻔﺎء اﻟﺮاﺷﺪﻳﻦ اﻟﻤﻬﺪﻳﻴﻦ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻱ، ﺗﻤﺴﻜﻮا ﺑﻬﺎ ﻭﻋﻀﻮا ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺑﺎﻟﻨﻮاﺟﺬ ﻭﺇﻳﺎﻛﻢ ﻭﻣﺤﺪﺛﺎﺕ اﻷﻣﻮﺭ، ﻓﺈﻥ ﻛﻞ ﻣﺤﺪﺛﺔ ﺑﺪﻋﺔ ﻭﻛﻞ ﺑﺪﻋﺔ ﺿﻼﻟﺔ».
ﻓﻔﻲ ﻫﺬﻳﻦ اﻟﺤﺪﻳﺜﻴﻦ ﺗﺤﺬﻳﺮ ﺷﺪﻳﺪ ﻣﻦ ﺇﺣﺪاﺙ اﻟﺒﺪﻉ، ﻭاﻟﻌﻤﻞ ﺑﻬﺎ، ﻭﻗﺪ ﻗﺎﻝ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﺗﻌﺎﻟﻰ ﻓﻲ ﻛﺘﺎﺑﻪ اﻟﻤﺒﻴﻦ: {ﻭﻣﺎ ﺁﺗﺎﻛﻢ اﻟﺮﺳﻮﻝ ﻓﺨﺬﻭﻩ ﻭﻣﺎ ﻧﻬﺎﻛﻢ ﻋﻨﻪ ﻓﺎﻧﺘﻬﻮا} ﻭﻗﺎﻝ ﻋﺰ ﻭﺟﻞ {ﻓﻠﻴﺤﺬﺭ اﻟﺬﻳﻦ ﻳﺨﺎﻟﻔﻮﻥ ﻋﻦ ﺃﻣﺮﻩ ﺃﻥ ﺗﺼﻴﺒﻬﻢ ﻓﺘﻨﺔ ﺃﻭ ﻳﺼﻴﺒﻬﻢ ﻋﺬاﺏ ﺃﻟﻴﻢ} ﻭﻗﺎﻝ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ {ﻟﻘﺪ ﻛﺎﻥ ﻟﻜﻢ ﻓﻲ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺃﺳﻮﺓ ﺣﺴﻨﺔ ﻟﻤﻦ ﻛﺎﻥ ﻳﺮﺟﻮ اﻟﻠﻪ ﻭاﻟﻴﻮﻡ اﻵﺧﺮ ﻭﺫﻛﺮ اﻟﻠﻪ ﻛﺜﻴﺮا} ﻭﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ: {ﻭاﻟﺴﺎﺑﻘﻮﻥ اﻷﻭﻟﻮﻥ ﻣﻦ اﻟﻤﻬﺎﺟﺮﻳﻦ ﻭاﻷﻧﺼﺎﺭ ﻭاﻟﺬﻳﻦ اﺗﺒﻌﻮﻫﻢ ﺑﺈﺣﺴﺎﻥ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ ﻋﻨﻬﻢ ﻭﺭﺿﻮا ﻋﻨﻪ ﻭﺃﻋﺪ ﻟﻬﻢ ﺟﻨﺎﺕ ﺗﺠﺮﻱ ﺗﺤﺘﻬﺎ اﻷﻧﻬﺎﺭ ﺧﺎﻟﺪﻳﻦ ﻓﻴﻬﺎ ﺃﺑﺪا ﺫﻟﻚ اﻟﻔﻮﺯ اﻟﻌﻈﻴﻢ} ﻭﻗﺎﻝ ﺗﻌﺎﻟﻰ: {اﻟﻴﻮﻡ ﺃﻛﻤﻠﺖ ﻟﻜﻢ ﺩﻳﻨﻜﻢ ﻭﺃﺗﻤﻤﺖ ﻋﻠﻴﻜﻢ ﻧﻌﻤﺘﻲ ﻭﺭﺿﻴﺖ ﻟﻜﻢ اﻹﺳﻼﻡ ﺩﻳﻨﺎ} ﻭاﻵﻳﺎﺕ ﻓﻲ ﻫﺬا اﻟﻤﻌﻨﻰ ﻛﺜﻴﺮﺓ.
ﻭﺇﺣﺪاﺙ ﻣﺜﻞ ﻫﺬﻩ اﻟﻤﻮاﻟﺪ ﻳﻔﻬﻢ ﻣﻨﻪ ﺃﻥ اﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻟﻢ ﻳﻜﻤﻞ اﻟﺪﻳﻦ ﻟﻬﺬﻩ اﻷﻣﺔ، ﻭﺃﻥ اﻟﺮﺳﻮﻝ ﻋﻠﻴﻪ اﻟﺼﻼﺓ ﻭاﻟﺴﻼﻡ ﻟﻢ ﻳﺒﻠﻎ ﻣﺎ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﻟﻷﻣﺔ ﺃﻥ ﺗﻌﻤﻞ ﺑﻪ، ﺣﺘﻰ ﺟﺎء ﻫﺆﻻء اﻟﻤﺘﺄﺧﺮﻭﻥ ﻓﺄﺣﺪﺛﻮا ﻓﻲ ﺷﺮﻉ اﻟﻠﻪ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﺄﺫﻥ ﺑﻪ، ﺯاﻋﻤﻴﻦ ﺃﻥ ﺫﻟﻚ ﻣﻤﺎ ﻳﻘﺮﺑﻬﻢ ﺇﻟﻰ اﻟﻠﻪ، ﻭﻫﺬا ﺑﻼ ﺷﻚ ﻓﻴﻪ ﺧﻄﺮ ﻋﻈﻴﻢ، ﻭاﻋﺘﺮاﺽ ﻋﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻭﻋﻠﻰ ﺭﺳﻮﻟﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ، ﻭاﻟﻠﻪ ﺳﺒﺤﺎﻧﻪ ﻗﺪ ﺃﻛﻤﻞ ﻟﻌﺒﺎﺩﻩ اﻟﺪﻳﻦ، ﻭﺃﺗﻢ ﻋﻠﻴﻬﻢ اﻟﻨﻌﻤﺔ.
ﻭاﻟﺮﺳﻮﻝ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ ﻗﺪ ﺑﻠﻎ اﻟﺒﻼﻍ اﻟﻤﺒﻴﻦ، ﻭﻟﻢ ﻳﺘﺮﻙ ﻃﺮﻳﻘﺎ ﻳﻮﺻﻞ ﺇﻟﻰ اﻟﺠﻨﺔ، ﻭﻳﺒﺎﻋﺪ ﻣﻦ اﻟﻨﺎﺭ ﺇﻻ ﺑﻴﻨﻪ ﻟﻷﻣﺔ، ﻛﻤﺎ ﺛﺒﺖ ﻓﻲ اﻟﺤﺪﻳﺚ اﻟﺼﺤﻴﺢ ﻋﻦ ﻋﺒﺪ اﻟﻠﻪ ﺑﻦ ﻋﻤﺮﻭ ﺭﺿﻲ اﻟﻠﻪ عنهما ﻗﺎﻝ: ﻗﺎﻝ ﺭﺳﻮﻝ اﻟﻠﻪ ﺻﻠﻰ اﻟﻠﻪ ﻋﻠﻴﻪ ﻭﺳﻠﻢ: «ﻣﺎ ﺑﻌﺚ اﻟﻠﻪ ﻣﻦ ﻧﺒﻲ ﺇﻻ ﻛﺎﻥ ﺣﻘﺎ ﻋﻠﻴﻪ ﺃﻥ ﻳﺪﻝ ﺃﻣﺘﻪ ﻋﻠﻰ ﺧﻴﺮ ﻣﺎ ﻳﻌﻠﻤﻪ ﻟﻬﻢ، ﻭﻳﻨﺬﺭﻫﻢ ﺷﺮ ﻣﺎ ﻳﻌﻠﻤﻪ ﻟﻬﻢ» ﺭﻭاﻩ ﻣﺴﻠﻢ ﻓﻲ ﺻﺤﻴﺤﻪ.
🚧 Tidak boleh merayakan maulid Nabi shallallahu'alaihi wa sallam dan selain beliau, karena hal ini termasuk perkara bid'ah yang diada-adakan dalam agama. Nabi shallallahu'alaihi wa sallam tidak pernah mengerjakannya, tidak pula khulafaur rasyidin, dan seluruh sahabat radhiyallahu'anhum, dan tidak pula tabi'in yang mengikuti mereka dengan baik di masa-masa yang utama.
✅ Sedang mereka adalah orang-orang yang lebih tahu dengan Sunnah; lebih sempurna kecintaan kepada Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam dan lebih mengikuti syari'at dibandingkan dengan orang setelah mereka.
➡ Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
ﻣﻦ ﺃﺣﺪﺙ ﻓﻲ ﺃﻣﺮﻧﺎ ﻫﺬا ﻣﺎ ﻟﻴﺲ ﻣﻨﻪ ﻓﻬﻮ ﺭﺩ
🌿 "Barang siapa yang mengada-adakan sesuatu dalam agama yang tidak ada petunjuknya dari kami maka itu tertolak." (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu'anha)
⛔ Amalan yang tertolak artinya tidak diterima.
➡ Dalam hadits yang lain Nabi shallallahu'alaihi wa sallam bersabda:
ﻋﻠﻴﻜﻢ ﺑﺴﻨﺘﻲ ﻭﺳﻨﺔ اﻟﺨﻠﻔﺎء اﻟﺮاﺷﺪﻳﻦ اﻟﻤﻬﺪﻳﻴﻦ ﻣﻦ ﺑﻌﺪﻱ، ﺗﻤﺴﻜﻮا ﺑﻬﺎ ﻭﻋﻀﻮا ﻋﻠﻴﻬﺎ ﺑﺎﻟﻨﻮاﺟﺬ ﻭﺇﻳﺎﻛﻢ ﻭﻣﺤﺪﺛﺎﺕ اﻷﻣﻮﺭ، ﻓﺈﻥ ﻛﻞ ﻣﺤﺪﺛﺔ ﺑﺪﻋﺔ ﻭﻛﻞ ﺑﺪﻋﺔ ﺿﻼﻟﺔ
🌿 "Hendaknya kalian berpegang teguh dengan Sunnahku dan Sunnah Khulafaur Rasyidin setelahku yang mendapat petunjuk, berpegang teguhlah dengannya dan gigitlah erat dengan gigi geraham, dan berhati-hatilah dengan urusan yang diada-adakan dalam agama, karena sesungguhnya setiap yang diada-adakan adalah bid'ah dan setiap bid'ah itu sesat." (HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Irbadh bin Sariyah radhiyallahu'anhu)
🔥 Pada kedua hadits ini terdapat peringatan keras dari dosa memunculkan bid'ah dan melakukannya.
➡ Padahal Allah Ta'ala telah berfirman:
ﻭﻣﺎ ﺁﺗﺎﻛﻢ اﻟﺮﺳﻮﻝ ﻓﺨﺬﻭﻩ ﻭﻣﺎ ﻧﻬﺎﻛﻢ ﻋﻨﻪ ﻓﺎﻧﺘﻬﻮا
🌿 "Apa yang diberikan Rasulullah kepadamu maka terimalah dan apa-apa yang beliau larang bagimu maka tinggalkanlah." (Al-Hasyr: 7)
➡ Dan firman Allah ta'ala:
ﻓﻠﻴﺤﺬﺭ اﻟﺬﻳﻦ ﻳﺨﺎﻟﻔﻮﻥ ﻋﻦ ﺃﻣﺮﻩ ﺃﻥ ﺗﺼﻴﺒﻬﻢ ﻓﺘﻨﺔ ﺃﻭ ﻳﺼﻴﺒﻬﻢ ﻋﺬاﺏ ﺃﻟﻴﻢ
🌿 "Maka hendaklah orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul itu takut akan ditimpa fitnah (tersesat), atau ditimpa azab yang pedih." (An-Nur: 63)
➡ Kalau itu alasannya maka Nabi Adam 'alaihissalaam lebih patut untuk disembah, sebab beliau diciptakan ke dunia bukan saja tanpa bapak tetapi juga tanpa ibu.
➡ Allah ta'ala berfirman,
إِنَّ مَثَلَ عِيسَىٰ عِندَ اللَّهِ كَمَثَلِ آدَمَ ۖ خَلَقَهُ مِن تُرَابٍ ثُمَّ قَالَ لَهُ كُن فَيَكُونُ
🌴 "Sesungguhnya misal (penciptaan) Isa di sisi Allah adalah seperti (penciptaan) Adam. Allah menciptakan Adam dari tanah, kemudian Allah berfirman kepadanya, "Jadilah" (seorang manusia), maka jadilah dia." [Ali Imron: 59]
5. Katakan juga kepada mereka kapankah Yesus pernah mengatakan Aku-lah Tuhan Sang Pencipta yang patut disembah? Niscaya mereka tidak akan mendapatkan satu ayat atau sebuah bukti pun di dalam kitab mereka.
👉 Dan inilah salah satu tanda kekuasaan Allah yang tersisa dalam kitab mereka, yaitu meski mereka telah menambah dan mengurangi kitab Injil yang Allah turunkan, tapi mereka tidak berhasil menambah satu atau setengah ayat pun yang tegas menyatakan bahwa Yesus mengaku sebagai Tuhan yang pantas disembah.
➡ Lalu dari mana mereka mengadopsi keyakinan ini?
✅ Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,
وَيُقَالُ الْمَلْكَانِيَّةُ يَقُولُونَ: عِيسَى هُوَ اللَّهُ، وَالْيَعْقُوبِيَّةُ يَقُولُونَ: ابْنُ اللَّهِ والنُّسْطُورِيَّةُ يَقُولُونَ: ثَالِثُ ثَلَاثَةٍ عَلَّمَهُمْ رَجُلٌ مِنَ الْيَهُودِ يُقَالُ لَهُ بَوْلَسُ
🌵 "Dikatakan (bahwa sekte-sekte Kristen berbeda-beda pendapat):
• Malkaaniyyah berkata: Isa adalah Allah.
• Ya’qubiyyah berkata: Isa adalah anak Allah.
• Nusthuriyyah berkata: Isa adalah satu dari yang tiga (Trinitas).
Yang mengajari mereka adalah seorang Yahudi yang bernama Paulus." [Tafsir Ibnu Katsir, 1/724]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
📱PIN BB: Penuh
💻Sumber: http://sofyanruray.info/jika-natal-tiba-ada-peluang-besar-untuk-mendakwahi-umat-kristen/
📝 Jika Natal Tiba, Ada Peluang Besar untuk Mendakwahi Umat Kristen 📢
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
🚧 Di bulan Desember, seperti biasa ada hiruk pikuk umat Kristen merayakan natal, anehnya sebagian muslim pun ikut-ikutan 'heboh' dengan pernak-pernik natal dan mengucapkan Selamat natal.
📚 Padahal di hari-hari inilah terdapat salah satu peluang dakwah yang sangat besar bagi umat Islam terhadap orang Kristen, yaitu dengan mengajak mereka memikirkan fakta-fakta berikut ini:
1. Di hati kecil umat Kristen meyakini bahwa Yesus itu adalah manusia dan bukan Tuhan yang patut disembah. Buktinya mereka meyakini beliau adalah seseorang yang dilahirkan, bahkan mereka merayakan hari kelahirannya.
👉 Dan beliau sendiri telah menegaskan bahwa beliau adalah seorang yang dilahirkan, yang kelak akan mati dan dibangkitkan kembali di hari kiamat.
➡ Sebagaimana yang Allah sebutkan dalam firman-Nya,
وَالسَّلامُ عَلَيَّ يَوْمَ وُلِدْتُ وَيَوْمَ أَمُوتُ وَيَوْمَ أُبْعَثُ حَيًّا
🌴 “Dan kesejahteraan dilimpahkan kepadaku, pada hari kelahiranku, pada hari wafatku dan pada hari aku dibangkitkan hidup kembali.” [Maryam: 33]
2. Logikanya apabila Yesus dilahirkan maka beliau adalah manusia yang diciptakan dan bukan Pencipta. Sedang yang patut disembah hanyalah Sang Pencipta.
👉 Dan apabila beliau dilahirkan maka beliau butuh terhadap Tuhan yang sebenarnya untuk menjadikannya lahir melalui rahim seorang ibu. Sebagaimana beliau juga butuh kepada-Nya untuk memberi beliau makan. Sama dengan manusia lainnya yang juga makan makanan.
👉 Karena beliau adalah manusia dan bukan Tuhan, maka beliau pun tidak mampu menimpakan bahaya dan memberi manfaat. Renungkanlah dua ayat dalam surat Al-Maidah berikut ini:
➡ Allah ta'ala berfirman,
مَا الْمَسِيحُ ابْنُ مَرْيَمَ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ وَأُمُّهُ صِدِّيقَةٌ كَانَا يَأْكُلَانِ الطَّعَامَ انْظُرْ كَيْفَ نُبَيِّنُ لَهُمُ الْآَيَاتِ ثُمَّ انْظُرْ أَنَّى يُؤْفَكُونَ، قُلْ أَتَعْبُدُونَ مِنْ دُونِ اللَّهِ مَا لَا يَمْلِكُ لَكُمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَاللَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ
🌴 "Al-Masih putra Maryam itu hanyalah seorang rasul yang sesungguhnya telah berlalu sebelumnya beberapa rasul, dan ibunya seorang yang sangat benar, kedua-duanya biasa memakan makanan. Perhatikan bagaimana Kami menjelaskan kepada mereka (Ahli Kitab) tanda-tanda kekuasaan (Kami), kemudian perhatikanlah bagaimana mereka berpaling.
🌴 Katakanlah: Mengapa kalian menyembah selain Allah, sesuatu yang tidak dapat memberi mudarat kepada kalian dan tidak (pula) memberi manfaat? Dan Allah-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui." [Al-Maidah: 75-76]
3. Fakta bahwa umat Kristen meyakini Yesus adalah seseorang yang dilahirkan, dan sebelum kelahirannya dunia telah ada, serta umat manusia telah hidup sekian lama, kalau begitu siapakah Tuhan yang menciptakan dunia dan isinya sebelum kelahiran Yesus? Siapakah Tuhan yang patut disembah manusia sebelum kelahiran Yesus?
👉 Jawabannya tentu bukan Yesus, karena ketika itu beliau belum lahir dan belum dikenal. Maka tidak patut menyembah beliau. Yang patut disembah adalah Tuhan yang menciptakan beliau dan seluruh makhluk.
➡ Allah ta’ala berfirman,
وَاتَّخَذُوا مِنْ دُونِهِ آلِهَةً لَا يَخْلُقُونَ شَيْئًا وَهُمْ يُخْلَقُونَ وَلَا يَمْلِكُونَ لِأَنْفُسِهِمْ ضَرًّا وَلَا نَفْعًا وَلَا يَمْلِكُونَ مَوْتًا وَلَا حَيَاةً وَلَا نُشُورًا
🌴 “Dan mereka menjadikan sesembahan-sesembahan selain daripada-Nya (untuk disembah), yang tidak mampu menciptakan apa pun, bahkan sesembahan-sesembahan itu sendiri adalah makhluk yang diciptakan, dan tidak kuasa untuk (menolak) sesuatu kemudaratan dari dirinya, dan tidak kuasa pula memberikan sesuatu kemanfaatan pun, dan (juga) tidak kuasa mematikan dan menghidupkan, dan tidak (pula) membangkitkan.” [Al-Furqon: 3]
4. Apabila mereka mengatakan bahwa Yesus patut disembah walau beliau manusia yang dilahirkan tapi beliau bukan manusia biasa, buktinya beliau lahir dari seorang perawan suci tanpa bapak dan tanpa ada seorang lelaki pun yang menggaulinya?
👉 Jawabannya sederhana tapi dahsyat, yaitu:
🎁 Bolehkah Ikut Merayakan Hari Ibu?
📝 Fatwa Himpunan Ulama Besar Ahlus Sunnah yang Tergabung dalam Komite Tetap untuk Pembahasan Ilmiah dan Fatwa:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
🚧 “Tidak boleh merayakan perayaan yang dinamakan Hari Ibu dan perayaan-perayaan bid’ah yang semisalnya, berdasarkan sabda Nabi shallallahu’alaihi wa sallam,
مَنْ عَمِلَ عَمَلًا لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهُوَ رَدٌّ
🎈 “Barangsiapa melakukan suatu amalan yang tidak kami perintahkan maka tertolak.” (HR. Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha)
👉🏾 Dan Perayaan Hari Ibu tidak termasuk amalan Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.
👉🏾 Tidak pula amalan Sahabat beliau radhiyallahu’anhum.
👉🏾 Dan tidak pula amalan Salaful Ummah.
👉🏾 Itu hanyalah bid’ah.
👉🏾 Dan tasyabbuh (menyerupai) orang-orang kafir.”
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
📚 [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daaimah, 3/86]
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
📱PIN BB: Penuh
💻Sumber: http://sofyanruray.info/bolehkah-ikut-merayakan-hari-ibu/
💻Simak juga: Mengapa Perayaan Hari Besar Selain Idul Adha dan Idul Fitri Termasuk Bid'ah?
🌐http://sofyanruray.info/mengapa-perayaan-hari-besar-selain-idul-adha-dan-idul-fitri-termasuk-bidah/
menurunkan pakaian untuk menutupi aurat para wanita. Yaitu pakaian takwa. Apabila mereka kaum wanita tidak mau bertakwa kepada Allah dan memperlihatkan aurat mereka, berarti mereka telah merobek tirai penutup antara diri mereka dengan Allah. Sebagaimana dia telah menyingkap aurat pada diri mereka sehingga tidak menjaga wajahnya dan mengkhianati suaminya maka Allah pun akan merobek tirai penutupnya. Karena balasan tergantung amalan yang dilakukan. Merobek itu berarti membuat bolongan pada tirai dari belakangnya. Wanita yang merobek adalah wanita yang terbuka auratnya (maka Allah menimpakan kejelekan kepadanya)." [Faidhul Qadir, 3/176]
✅ Beliau rahimahullah juga berkata,
لأنها لما لم تحافظ على ما أمرت به من التستر عن الأجانب ، جوزيت بذلك ، والجزاء من جنس العمل ، والظاهر أن نزع الثياب عبارة عن تكشفها للأجنبي لينال منها الجماع أو مقدماته ، بخلاف ما لو نزعت ثيابها بين نساء مع المحافظة على ستر العورة ، إذ لا وجه لدخولها في هذا الوعيد
🌿 "Karena wanita ini tidak melaksanakan dengan sebaik-baiknya apa yang diperintahkan kepadanya berupa menutup auratnya dari laki-laki asing yang bukan mahramnya, maka dia diberi balasan yang demikian. Dan balasan sesuai dengan amalan yang dilakukannya. Yang nampak, bahwa makna melepaskan pakaian itu ungkapan keadaan dimana dia menyingkapkan auratnya di hadapan laki-laki asing yang bukan mahramnya agar mendapatkan kelezatan berhubungan badan atau pendahuluan-pendahuluannya (bercumbu rayu). Berbeda halnya jika dia melepaskan pakaiannya di antara para wanita sambil tetap menjaga dan menutup auratnya. Sehingga tidak ada hubungannya dari tindakannya tersebut dari ancaman (tidak terkena ancaman) yang ada di dalam hadits ini." [Faidhul Qadir, 3/189]
✅ Penjelasan Himpunan Ulama Besar Ahlus Sunnah dalam Komite Tetap untuk Penelitian Ilmiah dan Fatwa:
مراده ﷺ والله أعلم : منعها من التساهل في كشف ملابسها في غير بيت زوجها على وجه تُرى فيه عورتها ، وتتهم فيه لقصد فعل الفاحشة ونحو ذلك ، أما خلع ثيابها في محل آمن ، كبيت أهلها ومحارمها لإبدالها بغيرها ، أو للتنفس ونحو ذلك من المقاصد المباحة البعيدة عن الفتنة- فلا حرج في ذلك
🌿 "Yang dimaksud beliau shallallahu'alaihi wa sallam, Wallahu A'lam, adalah larangan kepada para wanita untuk bermudah-mudahan melepas pakaiannya di selain rumah suaminya dalam keadaan terlihat auratnya dan menjadikan orang beranggapan bahwa dia memiliki hasrat untuk melakukan perbuatan asusila dan yang semisalnya. Adapun jika dia melepaskan pakaiannya di tempat yang aman seperti di rumah keluarganya atau di rumah mahramnya untuk ganti baju, beristirahat atau maksud- maksud yang lainnya yang diperbolehkan dan jauh dari fitnah (godaan), maka tidak masalah." [Fatawa Lajnah, 18/244]
✅ Asy-Syaikh Al-Faqih Al-'Allamah Muhammad bin Shalih Al Ustaimin rahimahullah berkata,
هذا الحديث إن صح (أن من وضعت ثيابها في غير بيت زوجها فقد هتكت الستر) ، هذا إن صح فالمراد أن المرأة تضع ثيابها في حال يخشى أن يطلع عليها من لا يحل له الاطلاع عليها
🌿 "Apabila hadits ini shahih, yakni hadits (wanita yang meletakkan pakaiannya di selain rumah suaminya maka dia telah merobek tirai penutup), apabila hadits ini memang shahih maka maksudnya adalah seorang wanita meletakkan pakaiannya pada kondisi yang dikhawatirkan akan terlihat orang-orang yang tidak dihalalkan untuk melihatnya." [Fatawa Nur 'alad Darbi, Dinukil dari Channel Kunuzul Fawaid As-Salafiyah]
🚧 Saudariku yang mulia rahimakillaah, apabila tidak boleh seorang wanita melepas pakaiannya di selain rumah suaminya agar auratnya dan kecantikannya tidak terlihat oleh laki-laki lain, apakah boleh dia menampilkan auratnya dan kecantikannya di media-media sosial...?!
✏ Al-Ustadz Almanazil Billah, Lc hafizhahullah
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
📱PIN BB: Penuh
💻 Sumber: http://sofyanruray.info/penjelasan-hadits-tentang-wanita-yang-melepas-pakaian-di-selain-rumah-suaminya/
🍒 Penjelasan Hadits tentang Wanita yang Melepas Pakaian di Selain Rumah Suaminya 🍇
ﺑِﺴﻢ اللهِ ﺍﻟﺮَّﺣْﻤَﻦ ﺍﻟﺮَّﺣِﻴﻢ
✅ Dari Abul Malih, beliau berkata, "Ada sekumpulan wanita yang datang dari negeri Syam menemui Aisyah. Aisyah bertanya, "Dari mana kalian ini?" Mereka menjawab, "Kami dari negeri Syam. "Aisyah menimpali, "Sepertinya kalian ini dari kampung yang kaum wanitanya biasa keluar masuk ke tempat pemandian (berpenampilan terbuka auratnya)?" Mereka menjawab, "Benar." Lalu Aisyah berkata, "Sesungguhnya aku telah mendengar Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
ما من امرأة تخلع ثيابها في غير بيتها إلا هتكت ما بينها وبين الله
🌹 "Tidak ada seorang wanita yang melepaskan pakaiannya (sehingga terlihat auratnya) di luar rumahnya kecuali dia telah merobek tirai penutup antara dia dengan Allah."
📚 [Dikeluarkan Abu Daud dalam Sunannya (no. 4010) dan lafaz ini miliknya, At Tirmidzi dalam Jami'nya (no. 2803), Ibnu Majah dalam Sunannya (no. 3750), Ahmad dalam Musnadnya (no. 25772) dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Shahihul Jami': 2710 dan Shahih Targhib wat Tarhib: 165]
✅ Dari Aisyah radhiyallahu'anha, beliau berkata, Aku mendengar Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
ما من امرأة تضع ثيابها في غير بيت زوجها إلا هتكت الستر بينها وبين ربها
🌹 "Tidak seorang wanita pun yang melepaskan pakaiannya di selain rumah suaminya kecuali dia telah merobek tirai penutup antara dia dengan Rabbnya."
📚 [Diriwayatkan At-Tirmidzi di dalam Jami'nya (no. 2838) dan yang lainnya, dishahihkan Syaikh Al Albani di dalam Ghayatul Maram: 194]
✅ Dalam riwayat yang lain dari Hadits Khairah Binti Abi Hadrab (Ummu Darda') radhiyallahu anha, dari Nabi shallallahu'alaihi wa sallam, beliau bersabda ,
ما من امرأَةٍ تضعْ ثِيَابها في غير بيت أحد من أُمَّهاتها إلا وهي هاتكة كل سِّتْر بينها وبين الرحمن
🌹 "Tidak ada seorang wanita pun yang meletakkan pakaiannya di selain rumah salah seorang ibunya kecuali dia telah merobek- robek setiap tirai yang menutupi antara dia dengan Ar-Rahman. "
📚 [Diriwayatkan Ahmad di dalam Al Musnad (no. 26496) dan yang lainnya]
✅ Dari Ummu Darda' radhiyallahu'anha, bahwa pada suatu Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam berpapasan dengannya dan bersabda, "Kamu baru saja datang dari mana wahai Ummu Darda?" Dia menjawab, "Dari tempat pemandian." Maka Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
ما مِن امرأةٍ تنزعُ ثيابَها في غير بيتها؛ إلا هتكتْ ما بينها وبين الله من ستر
🌹 "Tidak ada seorang wanita pun yang melepaskan pakaiannya di selain rumahnya kecuali dia telah merobek tirai penutup antara dirinya dengan Allah."
📚 [Diriwayatkan Ahmad di dalam Al Musnad (6 / 362) , Ad Dulabi di dalam Al Asma' wal Kuna (2 / 134), Thabrani di dalam Al Mu'jamul Kabir (24 / 255) dan dishahihkan Syaikh Al Albani dalam Ash Shahihah: 3442]
📝 Penjelasan Makna Hadits:
➡ Bagi yang memperhatikan kandungan makna yang terdapat di dalam hadits-hadits yang mulia ini akan menemukan bahwa hadits-hadits ini menjadi dalil akan diharamkannya melepaskan pakaian bagi seorang wanita di selain rumahnya.
➡ Akan tetapi yang dimaksud dari hadits ini, Wallahu A'lam, adalah:
● Apabila dia melepaskan pakaiannya di tempat yang tidak aman dari pandangan laki-laki asing (non mahram).
● Atau khawatir akan terjadi fitnah (godaan).
● Atau dapat terjerumus ke dalam perkara-perkara yang Allah haramkan.
✅ Al-'Allamah Al-Munawi rahimahullah berkata,
(وضعت ثيابها في غير بيت زوجها) كناية عن تكشفها للأجانب ، وعدم تسترها منهم ، (فقد هتكت ستر ما بينها وبين الله عز وجل) لأنه تعالى أنزل لباسا ليوارين به سوأتهن ، وهو لباس التقوى ، وإذا لم يتقين الله ، وكشفن سوأتهن ، هتكن الستر بينهن وبين الله تعالى ، وكما هتكت نفسها ولم تصن وجهها وخانت زوجها يهتك الله سترها ، والجزاء من جنس العمل ، والهتك خرق الستر عما وراءه ، والهتيكة الفضيحة
🌿 "(Melepaskan pakaiannya di selain rumah suaminya) merupakan kiasan bahwa auratnya terlihat oleh orang-orang asing yang bukan mahramnya dan tidak mengenakan pakaian yang dapat menutupinya dari pandangan mereka. (Dia telah merobek-robek tirai yang menutupi antara dirinya dengan Allah) karena Allah Ta'ala telah
⛔ Boleh mengqishosh seorang muslim yang membunuh orang kafir, padahal Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam melarang.
⛔ Boleh taat kepada khalifah mereka meski menyelisihi ayat & hadits yang jelas, sebagaimana dalam kitab mereka “Ad-Daulah Al-Islamiyah” hal. 108.
➡ Dan masih banyak lagi yang dipaparkan Asy-Syaikh Abdur Rahman Ad-Dimasyqiyah secara detail dalam kitab beliau “Ar-Roddu ‘ala Hizbit Tahrir” silakan merujuk kitab tersebut.
🔥 PENEGASAN:
✅ Bagi yang mendalami dan memahami manhaj Ahlus Sunnah wal Jama’ah insya Allah dengan mudah memahami analisa sebab kebencian Hizbut Tahrir terhadap Arab Saudi, yaitu karena negeri Arab Saudi, baik pemerintah dan ulamanya memiliki peran yang sangat besar dalam memperjuangkan tauhid dan sunnah serta berpegang teguh dengan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai Pemahaman Salaf, yang sangat bertentangan dengan manhaj Hizbut Tahrir, bersamaan dengan itu para ulama Ahlus Sunnah baik yang memiliki hubungan langsung maupun tidak langsung dengan Arab Saudi, merekalah yang menyingkap kesesatan Hizbut Tahrir, maka Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah penghalang terbesar bagi “khilafah” khayalan dan berbagai kesesatan Hizbut Tahrir yang lainnya, dan bukanlah ini suatu analisa yang baru, tapi sudah disebutkan ulama Salaf sejak dulu.
➡ Al-Imam Yahya bin Ma’in rahimahullah berkata,
علامة أهل البدع الوقيعة في أهل الأثر
“Tanda ahlul bid’ah adalah menjelek-jelekan Ahlul Atsar (Ahlus Sunnah).” [As Sunnah lil Laalakaai, 1/179]
➡ Al-Imam Al-Auza’i rahimahullah berkata,
لَيْسَ مِنْ صَاحِبِ بِدْعَةٍ تُحَدِّثُهُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِخِلَافِ بِدْعَتِهِ بِحَدِيثٍ إِلَّا أَبْغَضَ الْحَدِيثَ
“Tidak ada satu pun pelaku bid’ah yang engkau sampaikan hadits Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam yang menyelisihi bid’ahnya, kecuali ia akan membenci hadits tersebut.” [Syarafu Ashaabil Hadits: 149]
➡ Al-Imam Ahmad bin Sinan Al-Qoththon rahimahullah berkata,
لَيْسَ فِي الدُّنْيَا مُبْتَدِعٌ إِلَّا وَهُوَ يُبْغِضُ أَهْلَ الْحَدِيثِ فَإِذَا ابْتَدَعَ الرَّجُلُ نُزِعَ حَلَاوَةُ الْحَدِيثِ مِنْ قَلْبِهِ
“Tidak ada di dunia ini seorang ahlul bid’ah pun kecuali ia membenci Ahlul Hadits (Ahlus Sunnah), dan apabila seseorang berbuat bid’ah maka akan dihilangkan manisnya hadits dari hatinya.” [Syarafu Ashaabil Hadits: 150]
➡ Al-Imam Abu Nashr bin Sallaam Al-Faqih rahimahullah berkata,
لَيْسَ شَيْءٌ أَثْقَلَ عَلَى أَهْلِ الْإِلْحَادِ، وَلَا أَبْغَضُ إِلَيْهِمْ مِنْ سَمَاعِ الْحَدِيثِ وَرِوَايَتِهِ بِإِسْنَادِه
“Tidak ada sesuatu yang lebih berat atas orang-orang yang sesat dan lebih dibenci oleh mereka dari mendengar hadits dan meriwayatkannya dengan sanadnya.” [Syarafu Ashaabil Hadits: 151]
➡ Al-Imam Abu ‘Utsman Ash-Shabuni rahimahullah berkata,
علامات البدع على أهلها بادية ظاهرة، وأظهر آياتهم وعلاماتهم: شدة معاداتهم لحملة أخبار النبي صلى الله عليه وسلم واحتقارهم واستخفافهم بهم
“Tanda-tanda ahlul bid’ah nampak jelas pada orang-orangnya, dan tanda mereka yang paling jelas adalah, kerasnya permusuhan, perendahan dan peremehan mereka terhadap para ulama pembawa hadits-hadits Nabi shallallahu’alaihi wa sallam.” [‘Aqidatus Salaf Ashhaabil Hadits: 101]
💻 Baca Selengkapnya: http://sofyanruray.info/mengapa-hizbut-tahrir-membenci-arab-saudi/
📮 Channel Telegram Website: https://telegram.me/sofyanruray
♻ Inikah Penyebab Hizbut Tahrir Membenci Arab Saudi…?!
🔥 Hizbut Tahrir adalah kelompok sesat yang banyak disingkap kesesatannya oleh para ulama Ahlus Sunnah wal Jama’ah, khususnya para ulama di Arab Saudi secara umum dan dua kota suci Makkah & Madinah secara khusus, dan berikut beberapa poin ringkasan penyimpangan Hizbut Tahrir yang dijelaskan oleh Asy-Syaikh Abdur Rahmman bin Muhammad Sa’id Ad-Dimaysqiyyah dalam kitab beliau “Ar-Roddu ‘ala Hizbit Tahrir”:
1) Kesibukan utama mereka adalah politik dan ajakan mendirikan khilafah, maka tidak akan engkau dapati mereka sibuk mengajak untuk membersihkan aqidah, menegakkan sholat, puasa, zakat & ibadah-ibadah lainnya.
2) Hijrahnya banyak anggota & tokoh-tokoh Hizbut Tahrir ke negeri-negeri kafir Eropa.
3) Tidak memiliki aqidah yang jelas, selain khilafah yang menurut aqidah mereka adalah prioritas, seakan-akan Allah menyatakan, “Tidaklah Aku menciptakan jin dan manusia kecuali untuk menegakkan khilafah”.
4) Menawarkan khilafah kepada tokoh Syi’ah Khomeini yang melakukan banyak kekafiran (sebagaimana disebutkan dalam majalah “Khilafah” mereka no. 18 tanggal 4-9-1989 M) dan mereka memuji kitab Khomeini yang berisi banyak kesyirikan dan kekafiran berjudul “Al-Hukumah Al-Islamiyah” dalam majalah mereka Al-Wa’i no. 26 tahun 1989 M, maka ini diantara yang menunjukkan rusaknya aqidah mereka.
5) Tidak memahami & berusaha mengobati perkara-perkara yang menyebabkan runtuhnya khilafah kaum muslimin, yaitu kesyirikan, bid’ah dan maksiat. Mereka ingin Allah ta’ala merubah mereka namun mereka tidak berusaha merubah diri mereka.
6) Para penceramah mereka selalu berceramah hanya dengan mengandalkan emosi & pembicaraan politik untuk menutupi kebodohan mereka terhadap ilmu agama, maka engkau tidak akan dapati tokoh-tokoh mereka memiliki halaqoh-halaqoh ilmu syar’i yang diprioritaskan.
7) Memusuhi aqidah tauhid & bersikap lembek dalam mengamalkannya, disertai ajakan untuk bersatu bersama kelompok-kelompok syirik seperti Syi’ah, Shufiyyah dan lain-lain.
8) Membolehkan orang kafir menjadi anggota parlemen Islam atau menjadi kepala daerah dan pemimpin pasukan di negeri muslim (sebagaimana dalam buletin “Ajwibah wa Asilah” yang diterbitkan oleh Pendiri HT An-Nabhani bulan Rabi’uts Tsani 1390 H/5-6-1970 M).
9) Kondisi mereka menunjukkan bahwa tujuan dapat membenarkan segala cara.
10) Kekacauan aqidah mereka dalam masalah Al-Qodha dan Al-Qodar.
11) Akal menurut mereka termasuk sumber agama, dan ini adalah hasil adopsi dari Mu’tazilah.
12) Berjilbab lebar sesuai syari’at menurut mereka adalah kemerosotan moral sebagaimana diisyaratkan An-Nabhani dalam “An-Nizhom fil Islam” hal. 10 dan 128.
13) Tidak ada bedanya menurut mereka antara Sunni dan Syi’ah, padahal jelas sekali kekafiran Syi’ah.
14) Meniadakan Amar Ma’ruf Nahi Munkar hingga tegak khilafah khayalan mereka, sebagaimana disebutkan dalam kitab mereka “Manhaj Hizbit Tahrir minat Taghyir” hal. 21.
15) Pengkafiran mereka terhadap kaum muslimin dan tuduhan mereka bahwa negeri-negeri muslim adalah negeri-negeri kafir, sebagaimana dalam kitab mereka “Hizbut Tahrir” hal. 32, 103.
16) Bahkan menganggap Makkah dan Madinah bukan negeri Islam, sebagaimana dikatakan seorang tokoh Hizbut Tahrir dalam dialog bersama Asy-Syaikh Abdur Rahman Ad-Dimasyqiyyah.
17) Menolak hadits-hadits Ahad dalam aqidah, ini adalah kesesatan yang nyata.
18) Mengingkari azab kubur.
19) Mencela hadits-hadits tentang Imam Mahdi.
20) Fatwa-fatwa fiqh aneh Hizbut Tahrir:
⛔ Boleh berciuman & berjabat tangan dengan wanita non mahram (Buletin Hizbut Tahrir “Jawaabus Suaal” 29-05-1970 M yang disebarkan An-Nabhani).
⛔ Boleh melihat gambar porno.
⛔ Boleh bagi wanita mengenakan wig & celana “banthalun” dan boleh keluar mengikuti Pemilu meski dilarang suami (Buletin Hizbut Tahrir “Jawaabus Suaal” 17-02-1972 M yang disebarkan An-Nabhani)
⛔ Wanita boleh jadi anggota parlemen, sebagaimana dalam kitab mereka “Muqoddimatus Dustur” hal. 114 dan “Mitsaqul Ummah” hal. 72.
⛔ Boleh wanita menjadi qodhi, sebagaimana dalam kitab mereka “An-Nizhom Al-Ijtima’i fil Islam” hal. 89.
🌹 Bolehkah Seorang Wanita Menawarkan Dirinya untuk Dinikahi Laki-laki yang Shalih?
📝 Fatwa Himpunan Ulama Besar Ahlus Sunnah dalam Komite Tetap untuk Penelitian Ilmiah dan Fatwa:
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
هل تعرض المرأة نفسها للزواج؟
الجواب: إذا كان الأمر كما ذكر شرع لها أن تعرض نفسها على ذلك الرجل أو نحوه، ولا حرج في ذلك فقد فعلته خديجة رضي الله عنها وفعلته الواهبة المذكورة في سورة الأحزاب، وفعله عمر رضي الله عنه بعرضه ابنته حفصة على أبي بكر ثم على عثمان رضي الله عنهما.
📥 Tanya: Bolehkah seorang wanita menawarkan dirinya untuk dinikahi (laki-laki yang shalih)?
📤 Jawab: Jika memang ia seorang laki-laki yang shalih sebagaimana disebutkan maka disyari'atkan bagi wanita itu untuk menawarkan diri kepadanya atau yang semisalnya untuk dinikahi.
➡ Hal itu tidak mengapa baginya;
✅ Kerena itulah yang dilakukan Khadijah radhiyallahu'anha (kepada Nabi shallallahu'alaihi wa sallam untuk dinikahi beliau).
✅ Juga dilakukan oleh seorang wanita yang menawarkan dirinya (kepada Nabi shallallahu'alaihi wa sallam untuk dinikahi beliau), sebagaimana yang tersebut di surat Al-Ahzab.
✅ Juga dilakukan Umar bin Khattab radhiyallahu'anhu yang menawarkan putrinya Hafshah kepada Abu Bakr kemudian kepada Utsman bin 'Affan radhiyallahu'anhuma.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
📚 [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 18/48 no. 6400]
✏Al-Ustadz Muhammad Qodri, Lc hafizhahullah
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam:
📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
📱PIN BB: 5843BE7E
💻Sumber: http://sofyanruray.info/bolehkah-seorang-wanita-menawarkan-dirinya-untuk-dinikahi-laki-laki-yang-shalih/
Jika Anda meninggalkannya karena Allah ta’ala semata maka niscaya Allah ta’ala akan menggantikannya dengan wanita yang lebih baik insya Allah ta’ala.
Wallahul Muwaffiq.
➡ Ketiga: Assalamu'alikum
ustadz saya mau nanya
apa boleh kita mengharapkan seorang wanita menjadi janda hanya untuk kita nikahi? Jika boleh apa hukumnya? Jika tidak apa hukuman yang pantas saya terima?
📤 Jawab:
Wa’alaykumussalam,
1. Hal itu tidak pantas untuk dilakukan oleh seorang muslim. Dan bisa mengantarkan kepada dosa-dosa yang lebih besar (seperti membuka pintu-pintu zina dengan istri orang) dan pelanggaran hak terhadap sesama muslim (suami wanita tersebut).
2. Hendaklah bertaubat kpd Allah ta’ala dan carilah calon istri yang halal bagi Anda. Semoga Allah ta’ala mudahkan. Baarokallahu fiyk.
✏Al-Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
↪Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam↩
📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲Gabung Group WA: 08111377787
🌍www.facebook.com/taawundakwah
🌐www.taawundakwah.com
📱PIN BB: 5843BE7E
💻Sumber: http://sofyanruray.info/cinta-terlarang-sebab-akibat-dan-terapinya/
✅ Jika pengobatan terhadap penyakit gila ini belum juga bermanfaat maka hendaklah ia melihat dampak-dampak negatif penyakit ini dan kebaikan-kebaikan yang hilang karenanya, baik di dunia maupun di akhirat kelak.
✅ Jika penyakitnya belum sembuh juga hendaklah ia mengingat kejelekan-kejelekan lawan jenis tersebut.
✅ Jika ternyata seluruh terapi di atas juga belum bisa menghilangkan penyakit ini maka tidak ada lagi obatnya selain memohon pertolongan kepada Allah jalla wa ‘ala.
✅ Perhatian: Jika ia telah mendapatkan taufiq untuk mengobati penyakit ini janganlah dia menyebarkan aib-aib lawan jenisnya tersebut.
📚 [Diringkas dari Zadul Ma’ad, 2/265-274]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
📥Tanya Jawab:
➡ Pertama: Bismillah. Saya ada pertanyaan Ustadz. Jika ada seorang laki-laki yang bertaubat dari pacaran dan berkeinginan untuk segera menikah, manakah yang lebih baik diantara 2 hal ini? Apakah dia menikahi mantan pacarnya yang sudah dia putusin tersebut? Ataukah dia menikahi wanita lain selain mantan pacarnya tersebut? Jazakumullohu khoiron.
📤 Jawab:
Bismillaah wal Alhamdulillah. Hendaklah dia memilih wanita shalihah yang disenanginya. Wallahu A’lam. Wajazaakumullaahu khayron.
➡ Kedua: Assalamualaikum. Saya mau bertanya, bagaimana pandangan Islam kepada ajaran Islam kejawen (kebatinan)?
Saya dan pacar saya sudah saling mencintai dan sudah merencanakan pernikahan dalam waktu dekat, tetapi belakangan ini saya mengetahui bahwa dia dan keluarga menjalani ajaran Islam kejawen atau kebatinan yang sudah mendarah daging dan tidak bisa saya rubah keyakinannya. Orangtua saya jelas menentang dan mengharapkan saya mundur, apa yang harus saya lakukan ya mas, meneruskan ke pernikahan karena saya masih mencintai nya, walaupun nantinya saya diajak bergabung dan sesat? ataukah saya harus mundur dan memutuskan hubungan ini?
Terimakasih, Wassalamualaikum.
📤 Jawab:
Wa’alaykumussalam,
1. Ajaklah dia bertaubat. Jika dia tidak mau maka hendaklah Anda meninggalkannya dan memutuskan hubungan dengannya. Sebab penganut kejawen termasuk kaum musyrikin, sebagaimana yang telah kami jelaskan kekafiran dan kesyirikan kejawen atau kebatinan dalam artikel berjudul: Musibah Merapi Menyingkap Kesesatan Aliran Kebatinan (Kejawen) [lihat di www(dot)sofyanruray(dot)info]
2. Haram hukumnya menikahi kaum musyrikin. Allah ta’ala berfirman,
وَلَا تَنْكِحُوا الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى يُؤْمِنَّ وَلَأَمَةٌ مُؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكَةٍ وَلَوْ أَعْجَبَتْكُمْ وَلَا تُنْكِحُوا الْمُشْرِكِينَ حَتَّى يُؤْمِنُوا وَلَعَبْدٌ مُؤْمِنٌ خَيْرٌ مِنْ مُشْرِكٍ وَلَوْ أَعْجَبَكُمْ أُولَئِكَ يَدْعُونَ إِلَى النَّارِ وَاللَّهُ يَدْعُو إِلَى الْجَنَّةِ وَالْمَغْفِرَةِ بِإِذْنِهِ وَيُبَيِّنُ آيَاتِهِ لِلنَّاسِ لَعَلَّهُمْ يَتَذَكَّرُونَ
“Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Dan janganlah kamu menikahkan orang-orang musyrik (dengan wanita-wanita mukmin) sebelum mereka beriman. Sesungguhnya budak yang mukmin lebih baik dari orang musyrik, walaupun dia menarik hatimu. Mereka mengajak ke neraka, sedang Allah mengajak ke surga dan ampunan dengan izin-Nya. Dan Allah menerangkan ayat-ayat-Nya (perintah-perintah-Nya) kepada manusia supaya mereka mengambil pelajaran.” (Al-Baqoroh: 221)
3. Pacaran itu sendiri adalah perbuatan haram karena mengantarkan kepada perzinahan dan merupakan tradisi orang-orang kafir.
4. Benar sekali, bahaya lain yang dapat menimpa Anda adalah bisa jadi Anda turut sesat bersama mereka, cepat atau lambat, mungkin sadar maupun tidak, dan ini adalah bahaya terbesar yang akan mencelakakan Anda di dunia dan akhirat kelak.
5. Dengan memutuskan hubungan terlarang yang juga ditentang oleh orang tua, maka itu adalah sebaik-baik bakti Anda kepada orang tua, dan lebih dari itu menunjukkan ketakwaan Anda kepada Allah ta’ala dan lebih mementingkan keridhoan-Nya dan kebahagiaan di akhirat kelak dibanding kesenangan dunia yang sekejap ini.
6. Wanita muslimah shalihah masih sangat banyak insya Allah ta’ala.
Dan hendaklah shalatnya dengan kehadiran hati dan khusyu’ serta memperbanyak doa:
يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِك. يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قَلْبِي إلَى طَاعَتِك وَطَاعَةِ رَسُولِك
“Wahai (Rabb) Yang membolak-balikan hati tetapkanlah hatiku dalam agama-Mu, wahai (Rabb) yang memalingkan hati, palingkanlah hatiku kepada ketaatan kepada-Mu dan Rasul-Mu.”
Karena sesungguhnya, jika seseorang selalu berdoa dan merendah kepada Allah ta’ala maka hatinya akan dipalingkan dari penyakit tersebut, sebagaimana firman Allah ta’ala,
كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
“Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” [Yusuf: 24]
✅ KETIGA:
الثَّالِثُ: أَنْ يَبْعُدَ عَنْ سَكَنِ هَذَا الشَّخْصِ، وَالِاجْتِمَاعِ بِمَنْ يَجْتَمِعُ بِهِ، بِحَيْثُ لَا يَسْمَعُ لَهُ خَبَرًا وَلَا يَقَعُ لَهُ عَلَى عَيْنٍ وَلَا أَثَرٍ، فَإِنَّ الْبُعْدَ جَفَى. وَمَتَى قَلَّ الذِّكْرُ ضَعُفَ الْأَثَرُ فِي الْقَلْبِ، فَيَفْعَلُ هَذِهِ الْأُمُورَ وَلْيُطَالِعْ بِمَا تَجَدَّدَ لَهُ مِنْ الْأَحْوَالِ وَاَللَّهُ سُبْحَانَهُ أَعْلَمُ
“Menjauhi tempat tinggal lawan jenis tersebut, dan jangan bergaul dengan orang-orang yang mengenalnya, sehingga ia tidak lagi mendengarkan tentang kebaikannya (ketampanannya, kecantikannya, kekayaannya, dll), serta tidak lagi melihatnya dan merasakannya. Karena dengan berjauhan akan melupakannya, dan apabila sedikit penyebutan tentangnya maka melemah pula pengaruhnya di dalam jiwa, maka hendaklah ia lakukan perkara-perkara ini dan berusaha melihat hal-hal yang baru baginya (yang dapat melupakan si dia). Wallahu subhaanahu A’lam.
📚 [Majmu’ Al-Fatawa, 5/32]
📝 TERAPI TAMBAHAN DARI DOKTER LAIN, AL-‘ALLAMAH IBNUL QOYYYIM RAHIMAHULLAH:
✅ Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
وَعِشْقُ الصّوَرِ إنّمَا تُبْتَلَى بِهِ الْقُلُوبُ الْفَارِغَةُ مِنْ مَحَبّةِ اللّهِ تَعَالَى الْمُعْرِضَةُ عَنْهُ الْمُتَعَوّضَةُ بِغَيْرِهِ عَنْهُ فَإِذَا امْتَلَأَ الْقَلْبُ مِنْ مَحَبّةِ اللّهِ وَالشّوْقِ إلَى لِقَائِهِ دَفَعَ ذَلِكَ عَنْهُ مَرَضَ عِشْقِ الصّوَرِ وَلِهَذَا قَالَ تَعَالَى فِي حَقّ يُوسُفَ { كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إِنّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ } فَدَلّ عَلَى أَنّ الْإِخْلَاصَ سَبَبٌ لِدَفْعِ الْعِشْقِ وَمَا يَتَرَتّبُ عَلَيْهِ مِنْ السّوءِ وَالْفَحْشَاءِ الّتِي هِيَ ثَمَرَتُهُ وَنَتِيجَتُهُ
🌹 “Mabuk cinta terhadap sosok-sosok hanyalah tertimpa kepada orang yang hatinya kosong dari kecintaan kepada Allah, hati yang berpaling darinya dan mengganti-Nya dengan yang lain. Apabila hati telah dipenuhi dengan cinta kepada Allah ta’ala dan kerinduan untuk berjumpa dengan-Nya maka hal itu akan menghilangkan penyakit mabuk cinta terhadap sosok-sosok ini. Oleh karena itu Allah ta’ala berfirman,
كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
“Demikianlah, agar Kami memalingkan daripadanya kemungkaran dan kekejian. Sesungguhnya Yusuf termasuk hamba-hamba Kami yang terpilih.” [Yusuf: 24]
Maka hal ini menunjukkan bahwa memurnikan cinta kepada Allah ta’ala merupakan obat yang dapat menghilangkan penyakit mabuk cinta dan menghilangkan kejelekan dan kekejian (perzinahan) yang merupakan buah dan hasil dari mabuk cinta.”
➡ Ringkasan Terapi Mabuk Cinta dari Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah:
✅ Menikah, jika memungkinkan untuk menikahi lawan jenis yang telah membuatnya tergila-gila.
✅ Jika tidak memungkinkan, misalkan si wanita telah memiliki suami, atau seorang gelandangan mau menikahi anak raja, maka hendaklah BERPUTUS ASA dari menikahi wanita tersebut, sebab orang yang sudah berputus asa dari sesuatu ia tidak akan lagi berusaha mengejarnya dan memikirkannya.
✅ Jika ternyata penyakit ini belum juga hilang dengan “BERPUTUS ASA” berarti sungguh tabiatnya telah menyimpang jauh, maka akalnya harus diobati sebab hal ini termasuk jenis penyakit GILA, yaitu keterkaitan hati dengan sesuatu yang tidak mungkin ia raih, bagaikan seorang yang ingin menggapai matahari sementara ia sadar bahwa ia tidak mampu melakukannya.
⛔ CINTA TERLARANG, SEBAB, AKIBAT DAN TERAPINYA 💔
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
➡ DIAGNOSA DOKTER:
✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,
جُرْحٌ مَسْمُومٌ
🌴 "Luka yang beracun.” [Majmu’ Al-Fatawa, 5/32]
✅ Al-‘Allamah Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
هَذَا مَرَضٌ مِنْ أَمْرَاضِ الْقَلْبِ
🌴 “Ini termasuk salah satu penyakit hati.” [Zadul Ma’ad, 4/274]
➡ NAMA PENYAKIT:
▶ Mabuk Kepayang (‘isyq).
▶ Kasmaran.
▶ Kangen.
▶ Virus merah jambu.
▶ Tergila-gila.
▶ Dll (Silakan tambah sendiri).
➡ EFEK NEGATIF:
▶ Mengarah kepada syirik dalam mahabbah (cinta), karena termasuk syirik apabila seseorang mencintai makhluk dengan kadar yang sama dengan cintanya kepada Allah ta’ala, apalagi jika cintanya kepada makhluk melebihi cintanya kepada Allah ta’ala, dan lebih parah lagi jika dia hanya mencintai makhluk dan tidak mencintai Allah ta’ala sama sekali.
▶ Selalu ingat si dia (sedikit mengingat Allah ta’ala bahkan tidak sama sekali).
▶ Batin tersiksa apabila tidak bertemu atau tidak berhubungan (saling kontak).
▶ Mengantarkan kepada zina, baik zina mata, hati, lisan, tangan, kaki hingga kemaluan.
▶ Bila cinta ditolak dukun bertindak (termasuk syirik).
▶ Boros harta untuk menyenangkan si dia atau sekedar mau pamer harta.
▶ Menyia-nyiakan waktu.
▶ Menghalangi masuknya ilmu dalam diri.
▶ Merusak rumah tangga, baik rumah tangga orang maupun rumah tangganya sendiri.
▶ Dll (Silakan tambah sendiri).
➡SEBAB MUNCULNYA PENYAKIT:
▶ Terlalu sering kontak di BB, FB, WA, dll
▶ Terkena PANAH SETAN, yaitu melihat lawan jenis yang tidak halal baginya dan meneruskan pandangan pertama yang tidak disengaja
▶ Ikhtilat, campur baur dalam pergaulan antara laki-laki dan wanita, baik di tempat kerja, sekolah, majelis ta’lim, organisasi maupun di rumah
▶ Melihat sesama jenis yang dapat menggoda syahwat, seperti seorang laki-laki memandang pemuda tampan yang belum tumbuh jenggotnya (membawa kepada penyakit homoseks)
▶ Berhubungan dengan lawan jenis tanpa ada suatu kebutuhan yang mendesak dan atau tanpa adab-adab islami, baik secara langsung maupun melalui media-media sosial dan internet seperti FB, YM, Email, BBM, WA dan lain-lain.
➡ TERAPINYA:
✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah pernah ditanya,
مَسْأَلَةٌ: فِيمَنْ أَصَابَهُ سِهَامُ إبْلِيسَ الْمَسْمُومَةُ؟
📥 Pertanyaan: Bagaimana mengatasi apabila seorang terkena panah iblis yang beracun itu?
الْجَوَابُ: مَنْ أَصَابَهُ جُرْحٌ مَسْمُومٌ فَعَلَيْهِ مِمَّا يُخْرِجُ السُّمَّ وَيُبْرِئُ الْجُرْحَ بِالتِّرْيَاقِ وَالْمَرْهَمِ وَذَلِكَ بِأُمُورٍ مِنْهَا
📤 Jawaban: Barangsiapa yang menderita luka beracun maka WAJIB atasnya mengeluarkan racun dan mengobati luka tersebut dengan pencegahan dan obatnya, yaitu dengan beberapa perkara berikut ini:
✅ PERTAMA:
أَنْ يَتَزَوَّجَ أَوْ يَتَسَرَّى، فَإِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: {إذَا نَظَرَ أَحَدُكُمْ إلَى مَحَاسِنِ امْرَأَةٍ فَلْيَأْتِ أَهْلَهُ فَإِنَّمَا مَعَهَا مِثْلُ مَا مَعَهَا}. وَهَذَا مِمَّا يُنْقِصُ الشَّهْوَةَ وَيُضْعِفُ الْعِشْقَ
“Hendaklah ia MENIKAH atau memiliki hamba sahaya (yang didapatkan dari medan jihad, pen), karena Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
“Apabila seseorang melihat kecantikan seorang wanita hendaklah ia segera mendatangi istrinya, karena apa yang ada pada wanita itu sama saja dengan yang ada pada istrinya.”
Maka obat ini akan mengurangi syahwat dan melemahkan penyakit mabuk cinta.”
✅ KEDUA:
الثَّانِي: أَنْ يُدَاوِمَ عَلَى الصَّلَوَاتِ الْخَمْسِ وَالدُّعَاءِ وَالتَّضَرُّعِ وَقْتَ السَّحَرِ وَتَكُونُ صَلَاتُهُ بِحُضُورِ قَلْبٍ وَخُشُوعٍ وَلْيُكْثِرْ مِنْ الدُّعَاءِ بِقَوْلِهِ: يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِك. يَا مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قَلْبِي إلَى طَاعَتِك وَطَاعَةِ رَسُولِك، فَإِنَّهُ مَتَى أَدْمَنَ الدُّعَاءَ وَالتَّضَرُّعَ لِلَّهِ صُرِفَ قَلْبُهُ عَنْ ذَلِكَ كَمَا قَالَ تَعَالَى: كَذَلِكَ لِنَصْرِفَ عَنْهُ السُّوءَ وَالْفَحْشَاءَ إنَّهُ مِنْ عِبَادِنَا الْمُخْلَصِينَ
“Hendaklah ia menjaga shalat lima waktu dan senantiasa berdoa, merendahkan diri kepada Allah ta’ala (bersungguh-sungguh berdoa) di waktu sahur.
اکنون در دسترس! پژوهش تلگرام ۲۰۲۵ — مهمترین بینشهای سال 
