Sofyan Chalid bin Idham Ruray
رفتن به کانال در Telegram
5 159
مشترکین
-224 ساعت
-77 روز
-4630 روز
آرشیو پست ها
Jaga Lisan, Diam di Rumah dan Tangisi Dosa
https://youtu.be/P2e4pdbUdOk
FIKIH TERKAIT CORONA (3)
HUKUM QUNUT NAZILAH, DZIKIR DAN DOA BERJAMA'AH
https://youtu.be/mt5fSUVbCs0
📋 PEMERINTAH WAJIB MENCEGAH ORANG YANG BERPENYAKIT MENULAR UNTUK MENDATANGI MASJID
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Termasuk kewajiban pemerintah adalah menjaga kemaslahatan umum dan mencegah kemudaratan, oleh karena itu wajib mencegah orang yang dapat menularkan penyakit untuk mendatangi masjid atau semua aktifitas yang terdapat padanya perkumpulan manusia.
Asy-Syaikh Zakariya Al-Anshari rahimahullah berkata,
وَقَدْ نَقَلَ الْقَاضِي عِيَاضٌ عَنْ الْعُلَمَاءِ أَنَّ الْمَجْذُومَ وَالْأَبْرَصَ يُمْنَعَانِ مِنْ الْمَسْجِدِ وَمِنْ صَلَاةِ الْجُمُعَةِ وَمِنْ اخْتِلَاطِهِمَا بِالنَّاسِ
“Al-Qodhi ‘Iyadh telah menukil dari para ulama rahimahumullah, bahwa penderita kusta atau penyakit kulit menular harus dilarang ke masjid, mengikuti sholat Jum’at dan bercampur dengan dengan manusia.” [Asnal Matholib, 1/215]
Asy-Syaikh Ibnu Hajar Al-Haitami rahimahullah juga berkata,
أَنَّ سَبَبَ الْمَنْعِ فِي نَحْوِ الْمَجْذُومِ خَشْيَةَ ضَرَرِهِ وَحِينَئِذٍ فَيَكُونُ الْمَنْعُ وَاجِبًا فِيهِ وَفِي الْعَائِنِ كَمَا يُعْلَمُ مِنْ كَلَامِهِمْ بِالْأَوْلَى
“Bahwa sebab dilarang bercampur dengan manusia pada semisal penderita kusta adalah karena dikhawatirkan bahayanya dapat menular, maka melarangnya bercampur dengan manusia adalah wajib, dan melarang orang yang dapat menimpakan penyakit ‘ain tentu lebih wajib lagi, sebagaimana diketahui dari penjelasan para ulama terdahulu.” [Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubro, 1/212]
PEMERINTAH HENDAKLAH MENCUKUPI KEBUTUHAN MASYARAKAT YANG DIKARANTINA APABILA MEREKA MISKIN
Asy-Syaikh Ibnu Hajar Al-Haitami rahimahullah berkata,
ينبغي إذا عُرف أحد بالإصابة بالعين أن يُجتنب ليحترز منه، وينبغي للسلطان منعه من مخالطة الناس ويأمره بلزوم بيته ويرزقه إن كان فقيرا، فإن ضرره أشد من ضرر المجذوم الذي منعه عمر رضي الله عنه والعلماء بعده من الاختلاط بالناس
“Sepatutnya apabila diketahui seseorang dapat menimpakan penyakit ‘ain untuk dihindari agar selamat dari keburukannya. Dan sepatutnya bagi pemerintah untuk mencegahnya bercampur dengan manusia, dan memerintahkannya untuk tetap di rumah dan dicukupi kebutuhannya oleh pemerintah apabila ia orang fakir (sehingga ia tidak pergi keluar untuk bekerja), karena bahayanya lebih parah dari penderita penyakit kusta yang dilarang bercampur dengan manusia oleh Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu dan para ulama setelah beliau.” [Al-Fatawa Al-Fiqhiyyah Al-Kubro, 1/212]
Apabila pemerintah tidak mampu mencukupi kebutuhannya dari Kas Negara, maka pemerintah boleh memerintahkan masyarakat yang mampu untuk mencukupi kebutuhan masyarakat yang tidak mampu, sebagaimana pernah diputuskan oleh Umar bin Khattab radhiyallahu’anhu.
Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/videos/556413204974349/
Simak #Video_Pendek On YouTube: https://youtu.be/kvfmWhKiD0c
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
Telegram:
http://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
WAG:
wa.me/628111833375
wa.me/628111377787
#Yuk_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
PRINSIP MUSLIM MENGHADAPI MUSIBAH DAN WABAH (03)
BERSABAR MENGHADAPI MUSIBAH DAN MENGHARAP PAHALA DARI ALLAH ﷻ
https://youtu.be/w2nkwQBdjDo
📋 PRINSIP ISLAM MENGHADAPI MUSIBAH DAN WABAH (2)
"Bertawakkal kepada Allah ‘azza wa jalla dan Jadilah Mukmin yang Kuat (Jangan Panik)"
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Allah tabaraka wa ta’ala berfirman,
قُلْ لَنْ يُصِيبَنَا إِلَّا مَا كَتَبَ اللَّهُ لَنَا هُوَ مَوْلَانَا وَعَلَى اللَّهِ فَلْيَتَوَكَّلِ الْمُؤْمِنُونَ
"Katakanlah: Tidak akan mungkin menimpa kami kecuali yang telah Allah takdirkan bagi kami, Dialah (Allah) Pelindung kami dan hendaklah hanya kepada-Nya orang-orang yang beriman itu bertawakkal." [At-Taubah: 51]
Asy-Syaikh Prof. Dr. AbdurRozzaq Al-Badr hafizhahullah berkata,
الواجب على كلٍّ مسلمٍ أن يكون في أحواله كلها معْتصمًا بربِّه جلّ وعلا متوكِّلاً عليه معتقدًا أنّ الأمور كلّها بيده
“Wajib bagi setiap muslim dalam semua kondisinya untuk selalu memohon perlindungan kepada Rabb-nya, Allah yang Maha Agung lagi Maha Tinggi, bertawakkal kepada-Nya dan meyakini bahwa segala sesuatu adalah takdir Allah jalla wa 'ala”.
Silakan melakukan sebab yang tidak bertentangan dengan syari’at, tapi hati harus selalu bergantung hanya kepada Allah, jangan bergantung hati kepada sebab, maka Allah pasti akan menolong.
Allah ta’ala berfirman,
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah maka cukuplah Allah sebagai Penolongnya.” [Ath-Tholaq: 3]
APA HAKIKAT TAWAKKAL?
Al-Hafiz Ibnu Rajab rahimahullah berkata,
وَحَقِيقَةُ التَّوَكُّلِ: هُوَ صِدْقُ اعْتِمَادِ الْقَلْبِ عَلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ فِي اسْتِجْلَابِ الْمَصَالِحِ، وَدَفْعِ الْمَضَارِّ مِنْ أُمُورِ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةِ كُلِّهَا، وَكِلَةُ الْأُمُورِ كُلِّهَا إِلَيْهِ، وَتَحْقِيقُ الْإِيمَانِ بِأَنَّهُ لَا يُعْطِي وَلَا يَمْنَعُ وَلَا يَضُرُّ وَلَا يَنْفَعُ سِوَاهُ
“Hakikat tawakkal adalah jujurnya hati dalam bergantung kepada Allah ‘azza wa jalla untuk meraih maslahat dan menolak mudarat dalam seluruh perkara dunia dan akhirat, serta memasrahkan semua urusan kepada Allah dan merealisasikan keimanan bahwa tidak ada yang memberi, yang menahan, yang menimpakan bahaya dan memberi manfaat selain-Nya.” [Jaami’ul ‘Uluumi wal Hikam, 2/497]
Syari’at juga menganjurkan untuk berobat tetapi janganlah hati kita bergantung kepada obat maupun dokter, karena yang melindungi kita dari penyakit dan menyembuhkan sakit kita hanyalah Allah ‘azza wa jalla.
Dan jadilah mukmin yang kuat, yaitu mukmin yang bertawakkal kepada Allah ‘azza wa jalla dan tidak takut kepada sesuatu yang tidak nyata atau isu-isu yang tidak jelas.
Rasulullah shallalahu’alaihi wa sallam bersabda,
اَلْمُؤْمِنُ اَلْقَوِيُّ خَيْرٌ وَأَحَبُّ إِلَى اَللَّهِ مِنْ اَلْمُؤْمِنِ اَلضَّعِيفِ, وَفِي كُلٍّ خَيْرٌ
“Mukmin yang kuat imannya lebih baik dan lebih dicintai Allah daripada mukmin yang lemah imannya, namun pada keduanya terdapat kebaikan.” [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
Asy-Syaikh Al-‘Allamah Dr. Shalih Al-‘Ushaimi hafizhahullah berkata,
فينبغي للعبد أن يتوكل على الله سبحانه تعالى وأن يفوض أموره إليه وأن لايتجارى مع الخيالات الفاسدة فلا يكون الإنسان ضعيفا تأخذ به خيالات كل مأخذ
“Maka sepantasnya bagi seorang hamba untuk bertawakkal kepada Allah subhanahu wa ta’ala dan menyandarkan semua urusannya kepada-Nya, serta tidak mengikuti khayalan-khayalan yang rusak, maka janganlah seseorang itu lemah, sehingga dikuasai oleh ketakutan-ketakutan yang tidak berdasar.”
Simak #Video_Pendek On YouTube: https://youtu.be/w2nkwQBdjDo
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
Telegram:
http://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
WAG:
wa.me/628111833375
wa.me/628111377787
#Yuk_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
📋 FIKIH TERKAIT CORONA (2)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
HUKUM DAN CARA ADZAN “SHOLLU FI RIHAALIKUM”
Ada lima permasalahan terkait:
Pertama: Apabila terdapat masyaqqoh, beban bagi kaum muslimin untuk menghadiri sholat Jum’at atau sholat berjama’ah, seperti karena udara yang sangat dingin atau hujan, maka disunnahkan bagi Muadzin untuk mengucapkan dalam adzan,
صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ
"Shollu fi Rihaalikum".
"Sholatlah di tempat singgah kalian".
Atau,
أَلاَ صَلُّوا فِي الرِّحَالِ
"Alaa Shollu fir Rihaal".
"Sholatlah di tempat singgah kalian".
Atau,
صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ
"Shollu fi Buyuutikum."
“Sholatlah di rumah-rumah kalian”.
Sebagian ulama menjelaskan bahwa “Shollu fi rihaalikum” atau “Alaa shollu fir Rihaal” dibaca saat safar. Adapun ketika mukim yang dibaca adalah “Shollu fi buyuutikum”. Pendapat ini sesuai dengan hadits-hadits yang akan kita sebutkan insya Allah.
Jadi ini disunnahkan saat ada beban berat bagi kaum muslimin untuk ke masjid atau menghadiri sholat Jum’at dan Jama’ah, maka ketika ada bahaya seperti khawatir tertular virus corona, tentu lebih dianjurkan lagi bagi muadzin untuk mengamalkan tambahan lafaz adzan ini.
Kedua: Ada tiga cara membacanya:
1. Dibaca setelah menyelesaikan semua lafaz adzan, berdasarkan hadits Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma. Dari Nafi’ rahimahullah, beliau berkata,
أَذَّنَ ابْنُ عُمَرَ فِي لَيْلَةٍ بَارِدَةٍ بِضَجْنَانَ، ثُمَّ قَالَ: صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ، فَأَخْبَرَنَا أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَأْمُرُ مُؤَذِّنًا يُؤَذِّنُ، ثُمَّ يَقُولُ عَلَى إِثْرِهِ: "أَلاَ صَلُّوا فِي الرِّحَالِ" فِي اللَّيْلَةِ البَارِدَةِ، أَوِ المَطِيرَةِ، فِي السَّفَرِ
“Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma mengumandangkan adzan di malam yang dingin di Dhajnan (sebuah bukit dekat Makkah), kemudian beliau membaca: Shollu fi rihaalikum. Maka beliau mengabarkan kepada kami bahwa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam memerintahkan muadzin untuk mengumandangkan adzan, setelah selesai kemudian membaca: Alaa shollu fir rihaal. Ketika itu malam sangat dingin atau hujan, dalam safar.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
2. Dibaca sebagai ganti “Hanyya ‘alassholaah”, sebagaimana dalam hadits Ibnu Abbas radhiyallahu’anhuma,
أَنَّهُ قَالَ لِمُؤَذِّنِهِ فِي يَوْمٍ مَطِيرٍ: إِذَا قُلْتَ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ، أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللهِ، فَلَا تَقُلْ: حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ، قُلْ: صَلُّوا فِي بُيُوتِكُمْ
"Ibnu Abbas radhiyallahu'anhuma berkata kepada muadzinnya ketika turun hujan: Apabila engkau telah mengucapkan “Ashadu anlaa ilaaha illallaah, asyhadu anna muhammadar rasulullah” maka jangan kamu katakan “Hayya ‘alassholaah” tapi katakanlah: Shollu fi buyuutikum.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
3. Dibaca setelah “Hayya ‘alassholaah” dan “Hayya ‘alalfalaah”, sebagaimana dalam hadits 'Amr bin Aus rahimahullah, beliau berkata, telah menyampaikan kepada kami seorang dari Bani Tsaqif,
أَنَّهُ سَمِعَ مُنَادِيَ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ -يَعْنِي فِي لَيْلَةٍ مَطِيرَةٍ فِي السَّفَرِ- يَقُولُ: حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ. حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ. صَلُّوا فِي رِحَالِكُمْ
"Bahwa beliau mendengar muadzin Nabi shallallahu'alaihi wa sallam di malam hari saat turun hujan ketika safar ia berseru: Hayya ‘alassholah, hayya ‘alalfalaah, shollu fi rihaalikum.” [HR. An-Nasaai, Ats-Tsamarul Mustathob: 135]
Simak #Video_Pendek On YouTube: https://youtu.be/HFSutBgUhuw
Simak Lanjutan Artikel: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/videos/554376848767766/
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Pembina: Ustadz Sofyan Chalid Ruray, Lc hafizhahullah
Telegram:
http://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
WAG:
wa.me/628111833375
wa.me/628111377787
#Yuk_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
📋 PRINSIP ISLAM MENGHADAPI MUSIBAH DAN WABAH (1)
"Mengimani Segala Sesuatu Terjadi dengan Takdir Allah 'Azza wa Jalla"
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Allah ‘azza wa jalla berfirman,
وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا
“Dan Allah yang menciptakan segala sesuatu, maka Dia menakdirkannya dengan sebaik-baiknya.” [Al-Furqon: 2]
Allah ‘azza wa jalla juga berfirman,
إِنَّا كُلَّ شَيْءٍ خَلَقْنَاهُ بِقَدَرٍ
“Sesungguhnya segala sesuatu kami yang menciptakannya dengan takdir.” [Al-Qomar: 49]
Termasuk musibah yang menimpa seorang hamba pada dirinya, hartanya, keluarganya dan negerinya adalah takdir Allah ‘azza wa jalla.
Allah ‘azza wa jalla berfirman,
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
“Tidak ada satu misbah pun di bumi dan tidak pula pada diri kalian, kecuali telah tertulis di al-lauhul mahfuz (kitab catatan takdir) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu mudah bagi Allah.” [Al-Hadid: 22]
Allah ‘azza wa jalla juga berfirman,
مَا أَصَابَ مِنْ مُصِيبَةٍ إِلَّا بِإِذْنِ اللَّهِ وَمَنْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ يَهْدِ قَلْبَهُ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ
“Tidak ada satu musibah pun yang terjadi kecuali dengan izin Allah, dan barangsiapa yang beriman kepada Allah (meyakini Allah yang menakdirkan musibah tersebut dan ia bersabar menghadapinya) maka Allah akan memberikan hidayah kepada hatinya. Dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” [Ath-Thagabun: 11]
Adanya wabah penyakit menular juga termasuk takdir Allah ‘azza wa jalla.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ، وَلاَ هَامَةَ وَلاَ صَفَرَ، وَفِرَّ مِنَ المَجْذُومِ كَمَا تَفِرُّ مِنَ الأَسَدِ
“Tidak ada penyakit menular dengan sendirinya tanpa izin Allah, tidak ada kesialan kecuali yang Allah tetapkan, tidak ada burung hantu pertanda musibah dan bulan Shafar tidaklah sial. Dan larilah dari penderita kusta sebagaimana engkau lari dari singa.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, dan ini lafaz Al-Bukhari]
Simak Selengkapnya: https://youtu.be/Ybv0fQv4XvU
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
Telegram:
http://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
WAG:
wa.me/628111833375
wa.me/628111377787
#Yuk_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
FIKIH TERKAIT CORONA (2)
HUKUM DAN CARA ADZAN "SHOLLU FI RIHAALIKUM"
https://youtu.be/HFSutBgUhuw
PRINSIP MUSLIM MENGHADAPI MUSIBAH DAN WABAH (02)
BERTAWAKKAL KEPADA ALLAH ﷻ DAN JADILAH MUKMIN YANG KUAT (JANGAN PANIK)
https://youtu.be/w2nkwQBdjDo
📋 FIKIH TERKAIT CORONA (1)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
TIGA KEADAAN TERKAIT MENINGGALKAN SHOLAT JUM'AT DAN JAMA'AH
Para ulama besar Ahlus Sunnah wal Jama’ah dari berbagai negeri telah memfatwakan, dan diikuti keputusan pemerintah kaum muslimin di berbagai negara termasuk negara kita:
Kaum muslimin hendaklah tidak melakukan sholat Jum’at dan Jama’ah untuk menghindari dan memutus rantai penularan wabah virus corona atau covid19.
Dan dikiaskan kepadanya semua aktivitas dan ibadah yang terdapat padanya perkumpulan manusia, seperti umroh, majelis ilmu dan lain-lain.
Fatwa dan keputusan ini sesuai dengan dalil-dalil dan kaidah-kaidah syari’at dan akal sehat. Bahkan bisa sampai pada tingkatan haram untuk sholat Jum’at dan Jama’ah di kondisi seperti ini, apabila kehadiran seseorang di masjid dapat membahayakan dirinya atau membahayak orang lain.
Badan Ulama Besar yang berkedudukan di negeri Al-Haramain menyebutkan tiga keadaan meninggalkan sholat Jum’at dan Jama’ah di masa tersebarnya wabah virus corona ini:
Pertama: Diharamkan bagi orang yang positif corona untuk menghadiri sholat Jum’at dan Jama’ah.
Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,
لَا يُورِدُ مُمْرِضٌ عَلَى مُصِحٍّ
“Janganlah menggabungkan yang sakit dengan yang sehat.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
Kedua: Orang yang telah ditetapkan oleh sebuah lembaga kesehatan untuk menjalani karantina, maka wajib atasnya menaati aturan kesehatan tersebut dan meninggalkan sholat Jama’ah dan Jum’at, dan hendaklah ia melakukan semua sholat di rumah atau di tempat karantinanya.
Berdasarkan hadits yang diriwayatkan Asy-Syarid bin Suwaid Ats-Tsaqafi radhiyallahu’anhu, beliau berkata,
كَانَ فِي وَفْدِ ثَقِيفٍ رَجُلٌ مَجْذُومٌ، فَأَرْسَلَ إِلَيْهِ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّا قَدْ بَايَعْنَاكَ فَارْجِعْ
“Pernah datang utusan dari Bani Tsaqif, dan diantara mereka ada orang yang menderita penyakit kusta, maka Nabi shallallahu’alaihi wa sallam mengirim pesan kepadanya: Kami telah membaiatmu, maka pulanglah (jangan masuk ke Madinah).” [HR. Muslim]
Ketiga: Barangsiapa khawatir tertular atau menularkan kepada orang lain, maka ada keringanan baginya untuk tidak menghadiri sholat Jum’at dan Jama’ah.
Berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam,
لَا ضَرَرَ وَلَا ضِرَارَ
“Janganlah membahayakan dan jangan pula membalas saling membahayakan.” [HR. Ibnu Majah dari Ibnu Abbas radhiyallahu’anhu]
Dan dalam semua keadaan di atas, apabila seseorang tidak menghadiri sholat Jum’at, maka hendaklah ia sholat Zhuhur empat raka’at di rumah. [Fatwa Badan Ulama Besar, 16-7-1441 H]
Apabila kita perhatikan rincian tiga keadaan di atas maka yang pertama dan kedua hukumnya haram untuk menghadiri sholat Jum’at dan Jama’ah, dan yang ketiga lebih afdhal tidak menghadirinya, karena mengambil keringanan yang Allah ‘azza wa jalla berikan lebih Allah sukai.
Namun dalam kondisi pemerintah telah memutuskan untuk tidak sholat Jum’at dan Jama’ah karena mengkhawatirkan akan semakin tersebarnya virus corona ini, maka menjadi wajib untuk meninggalkannya.
Para ulama dahulu juga telah menyebutkan bahwa sakit atau khawatir sakit adalah udzur meninggalkan sholat Jum'at dan Jama'ah.
Disebutkan oleh Al-Imam Al-Mardawi rahimahullah, “Dan diberi udzur bagi orang sakit untuk meninggalkan Jum’at dan Jama’ah tanpa ada perbedaan pendapat ulama, dan juga diberi udzur untuk meninggalkannya karena khawatir tertimpa sakit.” [Al-Inshof, 2/300]
Simak #Video_Pendek On YouTube: https://youtu.be/kvfmWhKiD0c
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
Telegram:
http://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
WAG:
wa.me/628111833375
wa.me/628111377787
#Yuk_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda, "Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
FIKIH TERKAIT CORONA (1)
TIGA KEADAAN TERKAIT MENINGGALKAN
SHOLAT JUM'AT DAN JAMA'AH
https://youtu.be/kvfmWhKiD0c
PRINSIP MUSLIM MENGHADAPI MUSIBAH DAN WABAH (1)
MENGIMANI SEGALA SESUATU TERJADI DENGAN TAKDIR ALLAH ﷻ
https://youtu.be/Ybv0fQv4XvU
📋 "LIBURAN" CORONA DENGAN BERPUASA
✍Fadhilatus Syeikh DR Sulaiman Ar-Ruhaili -hafizahulloh- menasehatkan :
"Libur dari pekerjaan dan berdiam diri dirumah, adalah kesempatan untuk memperbanyak puasa. Nabi shallalahu alaihi wasallam bersabda (artinya) :
"Hendaklah engkau berpuasa, sebab puasa itu amalan yang tiada bandingannya". [Shohih, Riwayat An-Nasa'i no 2193].
Maka nasehatku, baik untukku maupun kepada saudara²ku, untuk mengisi kesempatan ini dengan meningkatkan kuantitas puasa, memotivasi keluarga untuk berpuasa, terutama puasa senin kamis.
Semoga Allah senantiasa memelihara, dan menjaga serta melindungi kita semua pada perlindungan-Nya.
الانقطاع عن الأعمال والبقاءفي البيوت فرصة للإكثارمن الصوم وقد قال النبي صلى الله عليه وسلم : ( عليك بالصوم فإنه لا عدل له) فوصيتي لنفسي وإخواني أن نغتنم هذه الفرصة في الإكثار من الصوم وحث أهلينا على ذلك ولاسيما صيام الخميس والإثنين حمانا الله وإياكم وجعلنا في ذمته وحصنه وتحت كنفه
________________
🌐 Sumber :
https://twitter.com/solyman24/status/1240300123671887873?s=09
══════ ❁✿❁ ══════
📝 Alih Bahasa :
Hilal Abu NaufalMari bergabung & menyebarkan Dakwah Tauhid dan Sunnah bersama kami : 🔃 Join : 📮 t.me/hilalpalopo 📮 t.me/assunnah_palopo 🌐 Web: palopomengaji.com 🌎 fb.me/palopomengaji 📳 twitter.com/palopomengaji 🖼️ instagram.com/hilal_abunaufal 🖼️ instagram.com/palopomengaji
📋 BERBUAT DOSA DIKALA BENCANA
▶️ Dari An-Nu'man bin Basyir Al-Anshori -radhiyallohu anhuma- menuturkan :
« إِنَّ الْهَلَكَةَ كُلَّ الْهَلَكَةِ أَنْ تَعْمَلَ السَيئات فِي زَمَانِ الْبَلَاءِ »
"Sungguh sebenar-benar kebinasaan, adalah engkau berbuat dosa dikala bencana sedang melanda "[Al-Uqubaat, Ibnu Abid Dunya, 327]
📚Fadhilatus Syeikh, Prof DR Abdurrozzaq -hafizahulloh- menjelaskan :
وذلك أنَّ في البلاء تذكيرا للعبد بذنوبه؛ فربما تاب ورجع منها إِلَى الله عز وجل، وفيه زوال قسوة القلوب وحدوث رقتها، ويوجب للعبد الرجوع بقلبه إِلَى الله عز وجل، والتضرع له والاستكانة، ويوجب له الإقبال على الخالق وحده، فلا يحرم من هذا عند البلاء إلا من استحكمت غفلته.
"Hal itu karena bencana merupakan peringatan atas berbagai dosa si hamba. Bisa jadi dia bertaubat dan kembali kepada Allah Azza wa Jalla dari dosa-dosanya. Selain daripada itu, (bencana) juga dapat menghilangkan kerasnya hati dan menjadikannya lembut.
Wajib atas si hamba untuk ruju' (kembali) kepada Allah Azza wa Jalla dengan hatinya, seraya merendahkan diri dan tunduk kepada-Nya, menghadapkan diri hanya kepada-Nya semata. Maka tidak ada yang terhalang dari seluruh kebaikan tersebut, kecuali orang yang dikuasai oleh kelalaian
________________
🌐 Sumber :
https://www.al-badr.net/muqolat/5983
══════ ❁✿❁ ══════
📝 Alih Bahasa :
Hilal Abu NaufalMari bergabung & menyebarkan Dakwah Tauhid dan Sunnah bersama kami : 🔃 Join : 📮 t.me/hilalpalopo 📮 t.me/assunnah_palopo 🌐 Web: palopomengaji.com 🌎 fb.me/palopomengaji 📳 twitter.com/palopomengaji 🖼️ instagram.com/hilal_abunaufal 🖼️ instagram.com/palopomengaji
KENIKMATAN DUNIA UNTUK PENENTANG TAUHID HANYALAH ISTIDRAJ
Kitab Kaidah-kaidah Tauhid - Kaidah Tauhid Rububiyah Ke-33
https://youtu.be/-3dvXOdMpMQ
Kajian Online Insya Allah Selasa, 22 Rajab 1441 / 17 Maret 2020 Jam 09.30
📋 10 PRINSIP MENGHADAPI MUSIBAH DAN WABAH
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
1. Mengimani Segala Sesuatu Terjadi dengan Takdir Allah ‘azza wa jalla
2. Bertawakkal kepada Allah ‘azza wa jalla dan Jadilah Mukmin yang Kuat (Jangan Panik)
3. Bersabar Menghadapi Musibah dan Mengharap Pahala dari Allah ‘Azza wa Jalla
4. Bertaubat kepada Allah ‘azza wa jalla
5. Bertakwa kepada Allah ‘azza wa jalla
6. Meningkatkan Ibadah dan Berbuat Baik kepada Orang Lain
7. Senantiasa Berdoa dan Memohon Perlindungan kepada Allah ‘azza wa jalla
8. Merujuk kepada Lembaga atau Individu yang Berkompeten dan Mewaspadai Hoaks
9. Menempuh Sebab-sebab Pencegahan dan Pengobatan
10. Mewaspadai Musibah yang Lebih Besar, yaitu Kerusakan Aqidah, Ibadah dan Akhlak
Baca Selengkapnya: https://web.facebook.com/sofyanruray.info/posts/1530640860418724
#GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
Telegram:
http://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
WAG:
wa.me/628111833375
wa.me/628111377787
#Yuk_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
📋 MEMBEDAH PAHAM LIBERAL BERBAJU 'ISLAM' NUSANTARA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
13. Meluruskan Syubhat "Mana yang Benar Nanti Kita Lihat di Hari Kiamat" https://youtu.be/miN7mG0BIKA
12. Meluruskan Syubhat "Semua Manusia Mulia Apa Pun Agamanya" https://youtu.be/AMF05omXTeA
11. Salah Kaprah Tuduhan Radikal Terhadap Islam https://youtu.be/2ryiy2_fP30
10. Hukum Salam Lintas Agama dalam Sambutan https://youtu.be/z_mTi-63McA
9. Benarkah Cadar Tidak Ada dalam Al-Qur'an dan Menyerupai Yahudi? https://youtu.be/M9TbWKXbpcA
8. Penjelasan Makna Islam dan Jawaban Syubhat "Tiga Agama Pengikut Nabi Ibrahim 'alaihissalam" https://youtu.be/N_CdTIqdxPk
7. Hakikat Islam Moderat https://youtu.be/Hx8BJh9F-1c
6. Tafsir Hermeneutika, Akar Penyimpangan Disertasi Menghalalkan Zina https://youtu.be/CpHATsCgWs8
5. Toleransi Beragama Jangan Kebablasan https://youtu.be/vJdlDu3qHGw
4. Menjawab Teori "Kebenaran itu Relatif" https://youtu.be/xDJK8TvaTtM
3. Jawaban Syubhat "Semua Agama Mengajarkan Kebaikan" https://youtu.be/jTA5dShltzM
2. Beragam Alasan Menolak Syari'at https://youtu.be/XoJdiT3TGoE
1. Membenarkan Semua Agama Menyelisihi Ijma' dan Akal Sehat https://youtu.be/w04MAeg_2Fc
0. Sekilas Asal Muasal Paham 'Islam' Nusantara https://youtu.be/BOe3UaPulRw
GABUNG TELEGRAM DAN GROUP WA TA'AWUN DAKWAH & BIMBINGAN ISLAM
Pembina: Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah
Telegram:
http://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
WAG:
wa.me/628111833375
wa.me/628111377787
#Yuk_share. Rasulullah shallallaahu'alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
"Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya." [HR. Muslim dari Abu Mas'ud Al-Anshori radhiyallaahu'anhu]
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
DUA MACAM ANUGERAH ALLAH 'AZZA WA JALLA
Kitab Kaidah-kaidah Tauhid - Kaidah Tauhid Rububiyah Ke-32
https://youtu.be/3fo4AaOVdaM
اکنون در دسترس! پژوهش تلگرام ۲۰۲۵ — مهمترین بینشهای سال 
