Sofyan Chalid bin Idham Ruray
رفتن به کانال در Telegram
5 167
مشترکین
-224 ساعت
-87 روز
-4730 روز
آرشیو پست ها
"Penyebar Ilmu Adalah Mujahid"
▶ Al-Allamah Muhammad bin Sholih Al-Utsaimin ~rahimahullah~bertutur :
(إن في نشرك للعلم نشرا لدين الله عز وجل
فتكون من المجاهدين في سبيل الله
لأنك تفتح القلوب بالعلم
كما يفتح المجاهد البلاد بالسلاح والإيمان.)
- شرح دعاء قنوت الوتر / ص12 -
⏩" Sesungguhnya, engkau menyebarkan ilmu, adalah menyebarkan agama Allah Azza wa Jalla, sehingga kedudukanmu laksana mujahid dijalan Allah, karena engkau membuka hati-hati manusia dengan ilmu, sebagaimana para mujahid membuka berbagai negeri dengan senjata dan keimanan".
--------------------------------------
📖 Syarh Du'a Qunut Al-Witr, hal 12
Ustadz Hilal abu Naufal hafizhahullah
📋 AYO LEBIH SEMANGAT MENUNTUT ILMU AGAMA DARIPADA MENGEJAR DUNIA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Kehidupan yang tidak berarti adalah kehidupan yang hanya mementingkan dunia, kemewahan dan kenikmatannya; tidak memikirkan akhirat, tidak mempelajari dan mengamalkan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya.
Allah ‘azza wa jalla berfirman,
يَعْلَمُونَ ظَاهِراً مِّنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ
“Mereka hanya mengetahui yang nampak dari kehidupan dunia, dan terhadap kehidupan akhirat mereka lalai.” [Ar-Ruum : 7]
Al-Imam Ibnu Katsir Asy-Syafi’i rahimahullah berkata,
أي : أكثر الناس ليس لهم علم إلا بالدنيا وأكسابها وشئونها وما فيها ، فهم حذاق أذكياء في تحصيلها ووجوه مكاسبها ، وهم غافلون عما ينفعهم في الدار الآخرة ، كأن أحدهم مغفل لا ذهن له ولا فكرة
“Maknanya: Kebanyakan manusia tidak perhatian terhadap ilmu kecuali ilmu dunia, yaitu ilmu tentang macam-macam profesi, urusan-urusan dunia dan berbagai permasalahannya. Maka mereka pun menjadi terampil lagi pandai dalam berbagai lapangan pekerjaan dan profesi untuk menghasilkan keuntungan dunia, namun mereka lalai terhadap ilmu dan amal yang bermanfaat untuk mereka di akhirat, sampai diantara orang-orang yang lalai itu seakan tidak pernah terbetik di benaknya dan tidak pernah berfikir untuk kehidupan akhiratnya.” [Tafsir Ibnu Katsir, 6/274]
WASPADAI MURKA ALLAH ‘AZZA WA JALLA
Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ اللهَ تَعَالى يُبْغِضُ كُلَّ عَالِمٍ بِالدُّنيَا، جَاهِلٍ بِالآخِرَة
“Sesungguhnya Allah ta’ala membenci setiap orang yang pandai dalam urusan dunia, tapi bodoh dalam urusan akhirat.” [HR. Al-Hakim dari Abu Hurairah radhiyallaahu’anhu, Shahihul Jaami’: 2760]
Asy-Syaikh Al-‘Allamah Abdul Aziz Ar-Rajihi hafizhahullah berkata,
أنه لم يتفقه في دينه مما يجب عليه أن يعلمه؛ لأنه شغل نفسه بأمور الدنيا، فجعل الدنيا أكبر همه، ومبلغ علمه
“Orang yang Allah benci dalam hadits ini adalah orang yang tidak berusaha memahami ilmu agama yang wajib untuk dipelajari, karena ia menyibukkan dirinya dengan urusan-urusan dunia, maka dunia menjadi keinginan terbesarnya dan puncak ilmunya.” [Syarh Shahih Ibni Hibban, 4/12]
ILMU AGAMA LEBIH BAIK DAN LEBIH DIBUTUHKAN DARIPADA HARTA
Al-Khalifah Ar-Rasyid Ali bin Abi Thalib radhiyallahu’anhu berkata,
الْعِلْمُ خَيْرٌ مِنَ الْمَالِ، الْعِلْمُ يَحْرُسُكَ، وَأَنْتَ تَحْرُسُ الْمَالَ، الْعِلْمُ يَزْكُو عَلَى الْعَمَلِ، وَالْمَالُ تُنْقِصُهُ النَّفَقَةُ
“Ilmu lebih baik daripada harta, ilmu menjagamu, sedang harta engkaulah yang menjaganya, ilmu bertambah jika diamalkan, sedang harta berkurang jika dibelanjakan.” [Al-Hilyah, 1/80]
Al-Imam Ahmad rahimahullah berkata,
النَّاسُ إِلَى الْعِلْمِ أَحْوَجُ مِنْهُمْ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ لِأَنَّ الرَّجُلَ يَحْتَاجُ إِلَى الطَّعَامِ وَالشَّرَابِ فِي الْيَوْمِ مَرَّةً أَوْ مَرَّتَيْنِ وَحَاجَتُهُ إِلَى الْعِلْمِ بِعَدَدِ أَنْفَاسِهِ
“Manusia lebih membutuhkan ilmu daripada makanan dan minuman, karena seseorang butuh makan dan minum dalam sehari hanya satu atau dua kali, sedang kebutuhannya terhadap ilmu adalah sebanyak hembusan nafasnya.” [Madaarijus Saalikin, 2/440]
Sumber: https://sofyanruray.info/ayo-lebih-semangat-menuntut-ilmu-agama-daripada-mengejar-dunia/
═══ ❁✿❁ ════
GABUNG TELEGRAM
t.me/taawundakwah
t.me/kajian_assunnah
t.me/kitab_tauhid
t.me/videokitabtauhid
t.me/kaidahtauhid
t.me/akhlak_muslim
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
Medsos dan Website:
Facebook: facebook.com/taawundakwah
Instagram: instagram.com/taawundakwah
Website: taawundakwah.com
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
📹 PENGARUH SHOLAT TERHADAP AMALAN DI DUNIA DAN AKHIRAT
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Allah 'azza wa jalla berfirman,
إِنَّ الصَّلَاةَ تَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ
"Sesungguhnya shalat itu mencegah dari (perbuatan-perbuatan) keji dan mungkar." [Al-'Ankabut: 45]
Rasululllah shallallahu‘alaihi wa sallam bersabda,
إِنَّ أَوَّلَ مَا يُحَاسَبُ بِهِ الْعَبْدُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ مِنْ عَمَلِهِ صَلَاتُهُ فَإِنْ صَلُحَتْ فَقَدْ أَفْلَحَ وَأَنْجَحَ وَإِنْ فَسَدَتْ فَقَدْ خَابَ وَخَسِرَ ، فَإِنْ انْتَقَصَ مِنْ فَرِيضَتِهِ شَيْءٌ قَالَ الرَّبُّ عَزَّ وَجَلَّ : انْظُرُوا هَلْ لِعَبْدِي مِنْ تَطَوُّعٍ فَيُكَمَّلَ بِهَا مَا انْتَقَصَ مِنْ الْفَرِيضَةِ ؟ ثُمَّ يَكُونُ سَائِرُ عَمَلِهِ عَلَى ذَلِكَ
“Sesungguhnya amalan pertama seorang hamba yang akan diadili pada hari kiamat adalah sholat, apabila baik sholatnya maka ia telah menang dan selamat, namun apabila rusak sholatnya maka ia telah celaka dan merugi. Dan jika kurang sholat wajibnya, Allah berfirman: Lihatlah apakah hamba-Ku memiliki sholat sunnah? Maka dengan sholat sunnah tersebut disempurnakanlah kekurangan sholat wajibnya, kemudian semua amalan dihisab seperti itu.” [HR. Abu Daud dan At-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Shohihul Jami’: 2020]
Rasululllah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
أوَّلُ ما يحاسبُ بِهِ العبدُ يومَ القيامةِ الصَّلاةُ ، فإن صلُحَت صلُحَ سائرُ عملِهِ ، وإن فسَدت فسدَ سائرُ عملِهِ
“Amalan pertama seorang hamba yang akan dihisab pada hari kiamat adalah sholat, jika baik sholatnya maka baik pula seluruh amalannya, namun jika rusak sholatnya maka rusak pula seluruh amalannya.” [HR. Thabarani dalam Al-Aushat dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu, Shohihut Targhib: 376]
Sumber: https://sofyanruray.info/pengaruh-sholat-terhadap-amalan-di-dunia-dan-akhirat/
Simak #Video_Pendek di YouTube: https://youtu.be/zYFAHoSwrhU
═══ ❁✿❁ ════
GABUNG TELEGRAM
t.me/taawundakwah
t.me/kajian_assunnah
t.me/kitab_tauhid
t.me/videokitabtauhid
t.me/kaidahtauhid
t.me/akhlak_muslim
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
Medsos dan Website:
Facebook: facebook.com/taawundakwah
Instagram: instagram.com/taawundakwah
Website: taawundakwah.com
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
📋 KARENA WANITA HARUS DINASIHATI
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
وَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا فَإِنَّهُنَّ خُلِقْنَ مِنْ ضِلَعٍ وَإِنَّ أَعْوَجَ شَيْءٍ فِي الضِّلَعِ أَعْلاَهُ فَإِنْ ذَهَبْتَ تُقِيمُهُ كَسَرْتَهُ وَإِنْ تَرَكْتَهُ لَمْ يَزَلْ أَعْوَجَ فَاسْتَوْصُوا بِالنِّسَاءِ خَيْرًا
“Dan berilah nasihat dengan baik kepada para wanita, karena sesungguhnya wanita itu tercipta dari tulang rusuk (yang bengkok), dan tulang rusuk yang paling bengkok itu adalah bagian paling atasnya, jika engkau memaksa untuk meluruskannya engkau akan mematahkannya, namun jika engkau biarkan ia akan tetap bengkok, maka nasihatilah para wanita dengan baik.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu]
BEBERAPA PELAJARAN
1. Kewajiban menasihati wanita dengan metode yang lembut dan tidak membiarkannya dalam kebengkokan. Kesalahan wanita hendaklah diluruskan, namun dengan cara yang baik, tidak dengan cara yang kasar dan keras.
2. Bersikap kasar dan keras kepada wanita akan mematahkannya, maknanya adalah akan terjadi perceraian.
3. Isyarat bolehnya menceraikan seorang istri apabila tidak dapat diluruskan.
4. Anjuran untuk menggunakan metode pendekatan hati dalam menasihati, agar hati orang yang dinasihati lebih mudah menerima kebenaran. Dan sebaik-baik cara menasihati agar menyentuh hati adalah menyampaikan Al-Qur’an dan As-Sunnah.
5. “Politik” dalam mengatur wanita adalah dengan memaafkan kesalahannya dan bersabar menghadapi kebengkokannya serta tetap memberi nasihat dengan cara yang baik.
[Disarikan dari Fathul Baari, (9/253-254) dan ‘Umdatul Qori, (29/403-405)]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Sumber: https://sofyanruray.info/karena-wanita-harus-dinasihati/
═══ ❁✿❁ ════
Kajian Online Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah:
– Youtube: youtube.com/c/kajiansofyanruray
– Facebook: facebook.com/sofyanruray.info
– Instagram: instagram.com/sofyanruray.info
– Telegram: t.me/sofyanruray
– Twitter: twitter.com/sofyanruray
– Website: sofyanruray.info
– WA Group: wa.me/628111833375
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
TERSESAT KARENA GHULUW KEPADA HABIB, KIAI DAN USTADZ
Live Kajian Kitab Tauhid Masjid Ar-Riyadh Depok Jawa Barat
Youtube : https://youtu.be/G8ht5wtPTdo
Facebook: https://www.facebook.com/watch/?v=520439216033268
📋 LIHATLAH KE BAWAH, AGAR KITA TIDAK MEREMEHKAN NIKMAT ALLAH ﷻ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ؛ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ
"Lihatlah orang yang lebih rendah darimu, dan janganlah melihat orang yang lebih tinggi darimu, karena hal itu lebih dapat membuat kamu tidak meremehkan nikmat Allah bagimu." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah]
BEBERAPA PELAJARAN
1. Ketenangan hati yang terkait dengan apa yang kita miliki didapatkan dari dua hal:
Pertama: Cara pandang yang benar, contoh terkait harta, lihatlah orang yang lebih rendah daripada kita.
Kedua: Bersifat qona'ah, ridho terhadap pembagian Allah 'azza wa jalla.
2. Agar lebih qona'ah dalam perkara dunia, lihatlah orang yang lebih rendah daripada kita, agar kita semakin menyadari betapa besarnya nikmat Allah atas kita.
Karena betapa pun sedikit yang kita miliki, ada orang lain yang lebih sedikit. Sakit apa pun yang menimpa kita, ada orang lain yang lebih menderita.
3. Adapun dalam perkara agama, maka lihatlah orang yang lebih baik daripada kita, dan berusahalah meneladani dan berlomba dalam kebaikan.
Allah 'azza wa jalla berfirman,
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ
"Pada yang demikian itu (nikmat akhirat) hendaklah para hamba berlomba-lomba." [Al-Muthafifin: 26]
[Disarikan dari Taudhihul Ahkam, 7/287-288]
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Sumber: https://www.instagram.com/p/CHjQxO_Bnhi/
═══ ❁✿❁ ════
GABUNG TELEGRAM
https://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
https://t.me/kitab_tauhid
https://t.me/videokitabtauhid
https://t.me/kaidahtauhid
https://t.me/akhlak_muslim
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
Medsos dan Website:
Facebook: facebook.com/taawundakwah
Instagram: instagram.com/taawundakwah
Website: taawundakwah.com
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
📋 MENGAPA WANITA YANG TERBANYAK MASUK NERAKA?
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
اطَّلَعْتُ فِى الْجَنَّةِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا الْفُقَرَاءَ وَاطَّلَعْتُ فِى النَّارِ فَرَأَيْتُ أَكْثَرَ أَهْلِهَا النِّسَاء
"Aku menoleh ke surga maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah orang-orang fakir, dan aku menoleh ke neraka maka aku melihat kebanyakan penghuninya adalah kaum wanita." [Al-Bukhari dari Imron bin Hushain dan Muslim dari Ibnu Abbas radhiyallahu'anhum]
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam juga bersabda,
أُرِيتُ النَّارَ فَإِذَا أَكْثَرُ أَهْلِهَا النِّسَاءُ يَكْفُرْنَ قِيلَ أَيَكْفُرْنَ بِاللَّهِ قَالَ يَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ وَيَكْفُرْنَ الإِحْسَانَ لَوْ أَحْسَنْتَ إِلَى إِحْدَاهُنَّ الدَّهْرَ ثُمَّ رَأَتْ مِنْكَ شَيْئًا قَالَتْ مَا رَأَيْتُ مِنْكَ خَيْرًا قَط
“Aku diperlihatkan neraka, ternyata kebanyakan penghuninya adalah wanita, karena mereka kufur. Beliau ditanya: Apakah mereka kufur kepada Allah? Beliau menjawab: Mereka kufur kepada suami dan mengingkari kebaikan suami, yaitu andaikan engkau berbuat baik kepada seorang istri sepanjang waktu, kemudian sekali saja ia melihat kesalahanmu, maka ia berkata: Aku tidak pernah melihat kebaikan sedikit pun darimu.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma]
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam juga bersabda,
يَا مَعْشَرَ النِّسَاءِ، تَصَدَّقْنَ وَأَكْثِرْنَ الِاسْتِغْفَارَ، فَإِنِّي رَأَيْتُكُنَّ أَكْثَرَ أَهْلِ النَّارِ فَقَالَتِ امْرَأَةٌ مِنْهُنَّ جَزْلَةٌ: وَمَا لَنَا يَا رَسُولَ اللهِ أَكْثَرُ أَهْلِ النَّارِ؟ قَالَ: تُكْثِرْنَ اللَّعْنَ، وَتَكْفُرْنَ الْعَشِير
“Wahai para wanita bersedekahlah dan perbanyaklah istighfar (memohon ampun kepada Allah), karena sesungguhnya aku telah diperlihatkan bahwa kalian para wanita yang terbanyak menghuni neraka. Maka berkatalah seorang wanita yang pandai: Mengapa kami para wanita yang terbanyak menghuni neraka? Beliau bersabda: Karena kalian banyak melaknat dan kufur terhadap suami.” [HR. Al-Bukhari dari Abu Sa’id Al-Khudri dan Muslim dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhum, dan ini lafaz Muslim]
Dalam hadits yang lain,
لِأَنَّكُنَّ تُكْثِرْنَ الشَّكَاةَ، وَتَكْفُرْنَ الْعَشِيرَ
“Karena kalian banyak mengeluh dan kufur terhadap suami.” [HR. Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma]
BEBERAPA PELAJARAN
1. Durhaka kepada suami, tidak menaati perintahnya yang tidak menyelisihi syari’at dan tidak berterima kasih kepadanya, termasuk sebab terbanyak yang memasukkan wanita ke dalam neraka, karena mengingkari kebaikan suami termasuk dosa besar (lihat Syarhu Muslim lin Nawawi, 2/66).
2. Sebab yang lainnya adalah karena banyak melaknat, dan makna melaknat ada dua:
• Pertama: Mencaci atau mencela (lihat Syarhu Riyadhis Shaalihin libnil ‘Utsaimin, 3/67)
• Kedua: Mendoakan orang lain agar dijauhkan dari kebaikan dan rahmat Allah (lihat Syarhu Muslim, 2/67)
3. Sebab yang lainnya adalah banyak mengeluh, dan bisa kemungkinan dua makna:
• Pertama: Mengeluhkan keadaan suami dan tidak menunaikan haknya, padahal sang suami telah banyak berbuat baik kepadanya.
• Kedua: Mengeluhkan rezeki yang Allah berikan, tidak bersyukur kepada-Nya dan tidak merasa tenang dengan ketetapan-Nya (lihat Ihkaamul Ahkaam, 1/346)
Baca Selengkapnya: http://sofyanruray.info/mengapa-wanita-yang-terbanyak-masuk-neraka/
═══ ❁✿❁ ════
Kajian Online Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah:
– Youtube: youtube.com/c/kajiansofyanruray
– Facebook: facebook.com/sofyanruray.info
– Instagram: instagram.com/sofyanruray.info
– Telegram: t.me/sofyanruray
– Twitter: twitter.com/sofyanruray
– Website: sofyanruray.info
– WA Group: wa.me/628111833375
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
📹 [Update Pertemuan Ke-4] Kajian 50 Masalah Akidah dan Manhaj (Kitab Ushulus Sunnah karya Imam Ahmad bin Hanbal rahimahullah)
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Download Buku Panduannya: https://t.me/taawundakwah/8725
Playlist: http://bit.ly/50_prinsip_sunnah
1. Jalan Keselamatan adalah Mengikuti Generasi Salaf
https://youtu.be/G-JE7LN6op0
2. Menjadi Ahlus Sunnah Harus Meninggalkan Bid'ah
https://youtu.be/AUfEH_S_eoM
3. Larangan Bermajelis dengan Golongan Menyimpang
https://youtu.be/Tp5AycWBfwg
4. Larangan Berdebat https://youtu.be/zn3r4Nqd9cQ
Bersambung insya Allah...
Kajian Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah:
– Youtube: youtube.com/c/kajiansofyanruray
– Facebook: facebook.com/sofyanruray.info
– Instagram: instagram.com/sofyanruray.info
– Telegram: t.me/sofyanruray
– Twitter: twitter.com/sofyanruray
– Website: sofyanruray.info
– WA Group: wa.me/628111833375
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
📋 LIHATLAH KE BAWAH, AGAR TIDAK MEREMEHKAN NIKMAT ALLAH ﷻ
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda,
انْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ أَسْفَلَ مِنْكُمْ، وَلاَ تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوْقَكُمْ؛ فَهُوَ أَجْدَرُ أَنْ لاَ تَزْدَرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ
"Lihatlah orang yang lebih rendah darimu, dan janganlah melihat orang yang lebih tinggi darimu, karena hal itu lebih dapat membuat kamu tidak meremehkan nikmat Allah bagimu." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah]
BEBERAPA PELAJARAN
1. Ketenangan hati yang terkait dengan apa yang kita miliki didapatkan dari dua hal:
Pertama: Cara pandang yang benar, contoh terkait harta, lihatlah orang yang lebih rendah daripada kita.
Kedua: Bersifat qona'ah, ridho terhadap pembagian Allah 'azza wa jalla.
2. Agar lebih qona'ah dalam perkara dunia, lihatlah orang yang lebih rendah daripada kita, agar kita semakin menyadari betapa besarnya nikmat Allah atas kita.
Karena betapa pun sedikit yang kita miliki, ada orang lain yang lebih sedikit. Sakit apa pun yang menimpa kita, ada orang lain yang lebih menderita.
3. Adapun dalam perkara agama, maka lihatlah orang yang lebih baik daripada kita, dan berusahalah meneladani dan berlomba dalam kebaikan.
Allah 'azza wa jalla berfirman,
وَفِي ذَلِكَ فَلْيَتَنَافَسِ الْمُتَنَافِسُونَ
"Pada yang demikian itu (nikmat akhirat) hendaklah para hamba berlomba-lomba." [Al-Muthafifin: 26]
[Disarikan dari Taudhihul Ahkam, 7/287-288]
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
Sumber:
https://www.instagram.com/p/CHjQxO_Bnhi/
https://www.facebook.com/1661721914060613/posts/2849297718636354/
═══ ❁✿❁ ════
GABUNG TELEGRAM
https://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
https://t.me/kitab_tauhid
https://t.me/videokitabtauhid
https://t.me/kaidahtauhid
https://t.me/akhlak_muslim
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
Medsos dan Website:
Facebook: facebook.com/taawundakwah
Instagram: instagram.com/taawundakwah
Website: taawundakwah.com
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
📋 YUK IKUT BAKSOS MENANGKAL PEMURTADAN DAN BERBAGAI KEGIATAN DAKWAH
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Kegiatan baksos dan kajian rutin untuk daerah rawan pemurtadan di pelosok Cianjur masih berlanjut. Alhamdulillah sampai hari ini sudah tiga orang muallaf.
Kegiatan berikutnya insya Allah akan diadakan hari Ahad, 29 Rabi'ul Awwal 1442 / 15 November 2020.
Simak Kajian Sebelumnya: https://youtu.be/E5_mKHkX3qQ
Yuk Bantu Operasional Kegiatan Dakwah dan Pendidikan:
BNI Syariah: 0496-0056-05
a/n: Yayasan Markaz Taawun Dakwah dan Bimbingan Islam
Penyaluran Zakat, Sosial dan Kemanusiaan:
BNI Syariah: 0496-0055-48
a/n. Yayasan Markaz Taawun Dakwah dan Bimbingan Islam.
Konfirmasi Transfer (WA):
wa.me/628111833375
wa.me/628111377787
Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum.
📋 HUKUM MENGUCAPKAN “ALMARHUM” dan “RIP” UNTUK ORANG YANG WAFAT
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Mengucapkan “Almarhum” dan “RIP” untuk orang yang wafat tidak boleh karena beberapa alasan:
1. Almarhum artinya yang dirahmati, padahal kita tidak dapat memastikan apakah Allah merahmatinya atau tidak, kecuali yang ditetapkan oleh dalil bahwa ia sudah pasti dirahmati seperti para nabi ‘alaihimussalaam dan sahabat radhiyallahu’anhum.
Maka yang disyari’atkan bagi kita adalah mendoakan seorang muslim yang wafat agar dirahmati.
Disebutkan dalam fatwa Al-Lajnah Ad-Daimah,
المشروع أن يقال في حق الميت المسلم: رحمه الله، لا المرحوم
“Disyari’atkan untuk dikatakan bagi mayyit yang muslim adalah, “Rahimahullah” (semoga Allah merahmatinya), bukan “Almarhum” (yang dirahmati).” [Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 9/141 no. 4335]
Lebih parah lagi apabila yang disebut “Almarhum” itu adalah orang kafir, karena Allah telah menetapkan azab baginya setelah wafat, maka mendoakannya agar dirahmati pun tidak boleh.
Allah ‘azza wa jalla berfirman,
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَنْ يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِنْ بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
“Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka, bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka jahanam.” [At-Taubah: 113]
2. Mengucapkan RIP (Rest in Peace) atau “Beristirahatlah dalam Damai” untuk orang yang wafat adalah kebiasaan orang-orang kafir maka tidak boleh bagi seorang muslim.
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّه بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari mereka.” [HR. Abu Daud dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Al-Irwa’: 1269]
3. Ucapan “RIP” tidak berdasarkan dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan tidak pula bermakna doa. Adapun yang disyari’atkan adalah mengucapkan istirja’ (innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’un) dan mendoakan agar si mayit yang muslim agar mendapatkan ampunan...
Baca Selengkapnya: https://sofyanruray.info/hukum-mengucapkan-almarhum-dan-rip-untuk-orang-yang-wafat/
Simak #Video_Pendek di YouTube: https://youtu.be/dEubByQsgx4
═══ ❁✿❁ ════
GABUNG TELEGRAM
https://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
https://t.me/kitab_tauhid
https://t.me/videokitabtauhid
https://t.me/kaidahtauhid
https://t.me/akhlak_muslim
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
Medsos dan Website:
Facebook: facebook.com/taawundakwah
Instagram: instagram.com/taawundakwah
Website: taawundakwah.com
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
Ahlus Sunnah Seharusnya Menjadi Contoh Penerapan Protokol Kesehatan Covid19
https://youtu.be/8kHrfK_I6Ps
Kuburan adalah Awal Perjalanan Negeri Akhirat yang Mengerikan
https://youtu.be/EYZkPzWMv5M
📹 KUMPULAN VIDEO PENDEK DAN TANYA JAWAB
(25 Rabi'ul Awwal 1442 / 11 Nov 2020)
1. Penuntut Ilmu Tidak Suka Ribut
https://youtu.be/OcEQMF_8pUY
2. Pokok Ilmu adalah Rasa Takut kepada Allah 'Azza wa Jalla
https://youtu.be/PcIw3GGMX8Q
3. Jadilah Penuntut Ilmu di Jalan Keselamatan
https://youtu.be/qgj14slVBms
4. Kehancuran Penghina Nabi Muhammad ﷺ
https://youtu.be/0SC1a9P7MhI
5. Bahaya Tidak Ikhlas dalam Menuntut Ilmu
https://youtu.be/gv1cwi12QA4
6. Cara Berniat dalam Menuntut Ilmu
https://youtu.be/Dhmu_Beyf14
7. Apa Hukum Akhwat Ikut MTQ?
https://youtu.be/LXFyDlZx_gA
8. Wajib Marah Ketika Nabi Muhammad ﷺ Dihina
https://youtu.be/QPODtlBLK8k
9. Artis Baru Hijrah Mengharamkan Kredit dan Membid'ahkan Maulid, Salah Berguru?
https://youtu.be/0PAg1d6wNic
10. Adakah Dalil Syahadat dalam Al-Qur’an?
https://youtu.be/pLJ0qse5YGg
Semoga bermanfaat, baarokallaahu fiykum.
📋 UNTAIAN NASIHAT YANG INDAH DI AKHIR TABLIGH AKBAR “MENCINTAI WALI-WALI ALLAH 'AZZA WA JALLA”
Asy-Syaikh Prof. DR. Abdur Rozzaq Al-Badr hafizhahullah
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
1. Bersemangatlah dan berjuanglah untuk menjadi wali Allah ‘azza wa jalla. Allah ‘azza wa jalla berfirman,
وَالَّذِينَ جَاهَدُوا فِينَا لَنَهْدِيَنَّهُمْ سُبُلَنَا وَإِنَّ اللَّهَ لَمَعَ الْمُحْسِنِينَ
“Dan orang-orang yang berjuang untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar bersama orang-orang yang berbuat baik.” [Al-‘Ankabut: 69]
2. Perbanyaklah berdoa kepada Allah ta’ala, karena doa adalah kunci pembuka segala kebaikan dunia dan akhirat, dan hidayah serta anugerah untuk menjadi wali di tangan Allah ‘azza wa jalla, maka bermohonlah kepada-Nya dengan penuh keyakinan akan dikabulkan, terutama di waktu-waktu mustajabah. Allah ta'ala berfirman,
وَقَالَ رَبُّكُمُ ادْعُونِي أَسْتَجِبْ لَكُمْ إِنَّ الَّذِينَ يَسْتَكْبِرُونَ عَنْ عِبَادَتِي سَيَدْخُلُونَ جَهَنَّمَ دَاخِرِينَ
“Dan Rabbmu berfirman: Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahannam dalam keadaan hina dina.” [Ghafir: 60]
3. Cintailah orang-orang shalih dan jangan membenci mereka, karena dengan itu akan menyempurnakan iman kita dan akan menjadi sebab kita dikumpulkan bersama orang-orang shalih tersebut di hari kiamat. Sahabat yang Mulia Ibnu Mas’ud radhiyallahu’anhu berkata,
جَاءَ رَجُلٌ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، كَيْفَ تَقُولُ فِي رَجُلٍ أَحَبَّ قَوْمًا وَلَمْ يَلْحَقْ بِهِمْ؟ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: «المَرْءُ مَعَ مَنْ أَحَبَّ»
“Datang seseorang kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam seraya berkata: Wahai Rasulullah bagaimana dengan orang yang mencintai suatu kaum namun dia belum mampu beramal seperti mereka? Maka Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Seseorang akan bersama dengan siapa yang dia cintai.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim]
Jika engkau melihat seorang yang berilmu; seorang da’i atau ustadz yang mengajak kepada Sunnah Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, cintailah dia.
Jika engkau melihat seseorang yang bersemangat mengamalkan adab dan akhlak syari’at; menjalankan perintah Allah dan menjauhi larangan-Nya, cintailah dia.
4. Hendaklah engkau menuntut ilmu syar’i, yang berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah, karena dengan ilmu akan dapat dibedakan antara yang benar dan salah, sunnah dan bid’ah; karena ilmu adalah cahaya bagi pemiliknya, maka luangkanlah waktumu setiap hari untuk menuntut ilmu syar’i.
5. Bertemanlah dengan orang-orang shalih dan jauhilah pertemanan dengan orang-orang yang lalai dari mengingat Allah ta’ala, karena dengan itu akan membantumu untuk istiqomah dan selamat dari penyimpangan.
6. Jauhilah pintu-pintu kejelekan yang semakin banyak di hari-hari ini, yang aku maksudkan adalah website-website internet dan channel-channel televisi yang menyebarkan keburukan. Wajib bagimu untuk berhati-hati darinya agar selamat agamamu, aqidahmu dan pendekatan dirimu kepada Allah tabaraka wa ta’ala.
7. Hisablah dirimu sebelum Allah 'azza wa jalla menghisabmu, dan timbanglah amalanmu sebelum ditimbang pada hari perjumpaan dengan Allah, karena hari ini adalah hari untuk beramal dan tidak ada hisab, sedangkan besok (hari kiamat) adalah hari hisab dan tidak ada lagi amalan.
Baca Selengkapnya: https://sofyanruray.info/untaian-nasihat-yang-indah-di-akhir-tabligh-akbar-mencintai-wali-wali-allah-azza-wa-jalla/
Kajian Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah:
- Youtube: youtube.com/c/kajiansofyanruray
- Facebook: facebook.com/sofyanruray.info
- Instagram: instagram.com/sofyanruray.info
- Telegram: t.me/sofyanruray
- Twitter: twitter.com/sofyanruray
- Website: sofyanruray.info
- WA Group: wa.me/628111833375
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah.
Adakah Dalil Syahadat dalam Al-Qur'an?
https://youtu.be/pLJ0qse5YGg
📋 MENAKAR KEJUJURAN CINTAMU
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Seorang ulama pernah menangis ketika membahas maulid Nabi Muhammad ﷺ, beliau menangis karena mencintai dan merindukan Nabi ﷺ.
Beliau adalah Asy-Syaikh Al-‘Allamah Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah. Dan inilah diantara nasihat beliau,
وليس حب النبي ﷺ يكون بالموالد وإقامتها، وإنما حبه ﷺ يقتضي اتباعه، والتمسك بشريعته، والذب عنها، والدعوة إليها، والاستقامة عليها، هذا هو الحب قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُم [آل عمران:31] فحب الله ورسوله ليس بالموالد ولا بالبدع، ولكن حب الله ورسوله يكون بطاعة الله ورسوله، وبالاستقامة على شريعة الله، بالجهاد في سبيل الله، بالدعوة إلى سنة الرسول ﷺ وتعظيمها والذب عنها والإنكار على من خالفها، هكذا يكون حب الرسول ﷺ، ويكون بالتأسي به في أقواله وأعماله، والسير على منهاجه عليه الصلاة والسلام، والدعوة إلى ذلك.
هذا هو الحب الصادق الذي يدل عليه العمل الشرعي، والعمل الموافق لشرعه.
“Bukanlah mencintai Nabi ﷺ dengan merayakan maulid, akan tetapi mencintai beliau ﷺ adalah dengan meneladani beliau, dan berpegang teguh dengan syari’at beliau, membela ajaran beliau, mendakwahkannya dan istiqomah di atasnya. Inilah cinta yang sebenarnya,
قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُم
“Katakanlah (kepada umatmu wahai Muhammad): Kalau kalian benar cinta kepada Allah, ikutilah aku (Muhammad), maka Allah akan mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.” [Ali Imron: 31]
Maka cinta kepada Allah dan Rasul-Nya bukan dengan perayaan maulid dan berbuat bid’ah, mengada-ada dalam agama.
Akan tetapi cinta kepada Allah dan Rasul-Nya dengan cara:
– Menaati Allah dan Rasul-Nya.
– Istiqomah di atas syari’at Allah.
– Berjihad di jalan Allah.
– Mengajak kepada sunnah Rasul ﷺ.
– Mengagungkan sunnah.
– Membela sunnah.
– Mengingkari orang yang menyelisihi sunnah.
– Meneladani beliau ﷺ dalam ucapan dan amalan.
– Senantiasa berjalan di atas manhaj beliau ﷺ dan mendakwahkannya.
Inilah cinta yang jujur kepada Nabi Muhammad ﷺ, yaitu cinta yang dibuktikan dengan amalan syar’i, dan amalan itu sesuai dengan petunjuk beliau ﷺ.” [Fatawa Nur ‘alad Darbi, 1/254-255]
Sumber: https://sofyanruray.info/menakar-kejujuran-cintamu/
═══ ❁✿❁ ════
Ikuti Kajian Online Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah:
– Youtube: https://www.youtube.com/c/kajiansofyanruray
– Facebook: https://www.facebook.com/sofyanruray.info
– Instagram: https://www.instagram.com/sofyanruray.info
– Telegram: https://t.me/sofyanruray
– Twitter: https://twitter.com/sofyanruray
– Website: https://sofyanruray.info
– WA Group: wa.me/628111833375
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
📋 TELADAN YANG INDAH DALAM MEMAAFKAN
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
Nabi yang Mulia Yusuf 'alaihissalaam adalah seorang nabi yang pernah mendapatkan perlakuan yang tidak baik dari saudara-saudaranya sendiri.
Beliau dibuang ke dalam sumur, lalu terpisah dengan orang tuanya dalam waktu yang lama, dan dengan sebab itu pula beliau dijual sebagai budak oleh orang-orang zalim yang menemukan beliau, sampai akhirnya beliau dipenjara karena tidak mau memenuhi ajakan untuk berbuat dosa dari tuannya.
Dan tatkala beliau telah menjadi pejabat negara, datanglah saudara-saudara beliau tersebut dalam keadaan lemah dan membutuhkan pertolongan beliau, maka beliau memilih untuk memaafkan dan menolong mereka, bukan membalas perbuatan mereka.
Bahkan tatkala berbicara dengan mereka, beliau memilih kata-kata yang tidak menyindir atau menyinggung mereka. Allaahu Akbar, inilah akhlak mulia yang luar biasa.
Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
وقول يوسف لأبيه وإخوته : هذا تأويل رؤياي من قبل قد جعلها ربي حقا وقد أحسن بي إذا أخرجني من السجن يوسف ولم يقل : أخرجني من الجب حفظا للأدب مع إخوته وتفتيا عليهم : أن لا يخجلهم بما جرى في الجب وقال : وجاء بكم من البدو ولم يقل : رفع عنكم جهد الجوع والحاجة أدبا معهم وأضاف ما جرى إلى السبب ولم يضفه إلى المباشر الذي هو أقرب إليه منه فقال : من بعد أن نزع الشيطان بيني وبين إخوتي فأعطى الفتوة والكرم والأدب حقه ولهذا لم يكن كمال هذا الخلق إلا للرسل والأنبياء صلوات الله وسلامه عليهم.
“Dan ucapan Yusuf ‘alaihissalaam kepada ayah dan saudara-saudaranya,
هَذَا تَأْوِيلُ رُؤْيَايَ مِنْ قَبْلُ قَدْ جَعَلَهَا رَبِّي حَقًّا وَقَدْ أَحْسَنَ بِي إِذْ أَخْرَجَنِي مِنَ السِّجْنِ
“Inilah ta’bir mimpiku yang dahulu itu; sesungguhnya Rabbku telah menjadikannya suatu kenyataan. Dan sesungguhnya Rabbku telah berbuat baik kepadaku, ketika Dia membebaskan aku dari penjara.” [Yusuf: 100]
Beliau tidak berkata “Rabbku mengeluarkan aku dari sumur” karena menjaga adab terhadap saudara-saudaranya dan pemuliaan kepada mereka, agar mereka tidak merasa malu dengan apa yang mereka lakukan di sumur tersebut.
Beliau berkata selanjutnya,
وَجَاءَ بِكُمْ مِنَ الْبَدْو
“Dan (Rabbku) membawa kalian dari dusun padang pasir.” [Yusuf: 100]
Beliau tidak berkata “Yang membawa kalian ke sini adalah kesusahan karena kelaparan dan kebutuhan” sebagai adab kepada mereka.
Dan berikutnya, beliau menyandarkan perlakuan saudara-saudaranya kepada sebab (yaitu godaan setan), bukan kepada mereka sebagai pelaku yang sebetulnya lebih pantas disalahkan. Beliau berkata,
مِنْ بَعْدِ أَنْ نَزَغَ الشَّيْطَانُ بَيْنِي وَبَيْنَ إِخْوَتِي
“Setelah setan merusakkan (hubungan) antaraku dan saudara-saudaraku.” [Yusuf: 100]
Maka beliau memberikan hak terhadap kemuliaan, kedermawanan dan adab, oleh karena itu tidak mungkin sempurna akhlak ini kecuali dalam diri para rasul dan nabi sholawaatullaahu wa salaamuhu ‘alaihim.” [Madaarijus Saalikin, 2/380-381]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
Sumber: https://sofyanruray.info/teladan-yang-indah-dalam-memaafkan/
═══ ❁✿❁ ════
GABUNG TELEGRAM
https://t.me/taawundakwah
https://t.me/kajian_assunnah
https://t.me/kitab_tauhid
https://t.me/videokitabtauhid
https://t.me/kaidahtauhid
https://t.me/akhlak_muslim
Gabung WAG Ketik: Daftar
Kirim ke wa.me/628111833375
Atau wa.me/628111377787
Medsos dan Website:
Facebook: https://www.facebook.com/taawundakwah
Instagram: https://www.instagram.com/taawundakwah
Website: https://taawundakwah.com
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah. Rasulullah shallallaahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِهِ
“Barangsiapa menunjukkan satu kebaikan maka ia akan mendapatkan pahala seperti orang yang mengamalkannya.” [HR. Muslim dari Abu Mas’ud Al-Anshori radhiyallaahu’anhu]
Artis Baru Hijrah Mengharamkan Kredit dan Membid'ahkan Maulid, Salah Berguru?
https://youtu.be/0PAg1d6wNic
📋 CARA TERBAIK MENGHADAPI GOLONGAN- GOLONGAN YANG MEMUSUHI ISLAM
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
PKI bangkit kembali?
Syi’ah juga bergerak?
Liberal dan sekuler tak ketinggalan?
Bahkan semua golongan sesat bersatu untuk memusuhi Islam?
Juga berusaha menyesatkan dan menjauhkan kaum muslimin dari ajaran Islam yang sebenarnya?
Saudaraku rahimakumullah, jangan engkau heran, sudah menjadi ketetapan Allah ‘azza wa jalla bahwa pertarungan antara kebenaran dan kebatilan akan terus bergolak sampai hari kiamat.
Jangan pula engkau khawatirkan agama ini, karena agama ini milik Allah, Dia pasti akan selalu menjaganya.
Khawatirkan saja dirimu, kalau engkau tidak benar-benar beriman dan meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam maka pertolongan Allah semakin jauh darimu.
Jika engkau benar dalam keimanan, yaitu mengimani semua yang Allah wajibkan untuk diimani dan menjauhi semua perbuatan dosa, terutama menjauhi dosa-dosa yang membatalkan keimanan, yaitu kesyirikan dan kekafiran, maka Allah ‘azza wa jalla akan selalu menolongmu, sebagaimana janji-Nya,
إِنَّا لَنَنصُرُ رُسُلَنَا وَٱلَّذِينَ ءَامَنُوا۟ فِى ٱلْحَيَوٰةِ ٱلدُّنْيَا وَيَوْمَ يَقُومُ ٱلْأَشْهَٰدُ
“Sesungguhnya Kami menolong rasul-rasul Kami dan orang-orang yang beriman dalam kehidupan dunia dan pada hari berdirinya saksi-saksi (hari kiamat).” [Al-Mukmin: 51]
Jika engkau berpegang teguh dengan sunnah Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam dan tidak menyelisihi petunjuk beliau, tidak pula mengada-ngada dalam agama, maka Allah ‘azza wa jalla akan selalu menolongmu, sebagaimana janji-Nya,
يَٰٓأَيُّهَا ٱلنَّبِىُّ حَسْبُكَ ٱللَّهُ وَمَنِ ٱتَّبَعَكَ مِنَ ٱلْمُؤْمِنِينَ
“Wahai Nabi, cukuplah Allah (yang akan selalu menjadi Penolong) bagimu dan bagi orang-orang mukmin yang mengikutimu.” [Al-Anfal: 64]
Al-Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,
والحق منصور وممتحنٌ! فلا تعجب فهذي سنة الرحمن
“Dan kebenaran itu selalu ditolong dan diuji, maka tak perlu kamu heran karena ini adalah sunnah (ketetapan) Allah yang Maha Penyayang.” [Nuniyah, 2/14]
Dan ketahuilah, tidak ada jalan terbaik untuk menghadapi orang-orang yang memusuhi dakwah tauhid dan sunnah kecuali dimulai dengan ILMU AGAMA, ilmu yang bersumber pada Al-Qur’an dan As-Sunnah yang sesuai dengan pemahaman Salaf.
Kita pelajari ilmu ini dengan baik, amalkan dan sebarkan seluas-luasnya. Inilah solusi terbaik menghadapi dan menghancurkan semua kebatilan dan para pengusungnya.
Allah ‘azza wa jalla berfirman,
وَقُلْ جَاءَ الْحَقُّ وَزَهَقَ الْبَاطِلُ إِنَّ الْبَاطِلَ كَانَ زَهُوقًا
“Dan katakanlah: Telah datang yang benar dan telah lenyap yang batil, sungguh yang batil itu pasti lenyap.” [Al-Isra’: 81]
Al-Imam Al-Mufassir As-Sa’di rahimahullah berkata,
أي: هذا وصف الباطل، ولكنه قد يكون له صولة وروجان إذا لم يقابله الحق فعند مجيء الحق يضمحل الباطل، فلا يبقى له حراك. ولهذا لا يروج الباطل إلا في الأزمان والأمكنة الخالية من العلم بآيات الله وبيناته
“Maknanya: Sudah sifat kebatilan akan selalu lenyap, namun terkadang kebatilan itu memiliki kekuatan dan tersebar jika tidak ada kebenaran yang menghadangnya, maka tatkala kebenaran itu datang, kebatilan pun melemah, sampai tidak tersisa gerakannya. Oleh karena itu tidaklah tersebar kebatilan kecuali di masa-masa dan di tempat-tempat yang kosong dari ilmu tentang ayat-ayat Allah ‘azza wa jalla dan penjelasan-penjelasannya.” [Tafsir As-Sa’di: 464]
Maka kembali ke majelis ilmu yang mempelajari Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai pemahaman Ahlus Sunnah wal Jama’ah adalah kunci utama kekuatan umat Islam.
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم.
Sumber: https://sofyanruray.info/cara-terbaik-menghadapi-golongan-golongan-yang-memusuhi-islam/
Ikuti Kajian Online Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray, Lc hafizhahullah:
– Youtube: youtube.com/c/kajiansofyanruray
– Facebook: facebook.com/sofyanruray.info
– Instagram: instagram.com/sofyanruray.info
– Telegram: t.me/sofyanruray
– Twitter: twitter.com/sofyanruray
– Website: sofyanruray.info
– WA Group: wa.me/628111833375
#Yuk_share agar menjadi amalan yang terus mengalir insya Allah.
اکنون در دسترس! پژوهش تلگرام ۲۰۲۵ — مهمترین بینشهای سال 
