fa
Feedback
Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Sofyan Chalid bin Idham Ruray

رفتن به کانال در Telegram
5 142
مشترکین
-124 ساعت
-167 روز
-5730 روز
آرشیو پست ها
#Fatwa_Ulama: 📝 Hukum Mengacungkan Telunjuk ketika Mendengar atau Mengucapkan Kalimat Tauhid ✒ Asy-Syaikh Al-'Allaamah Abdul Aziz bin Baz rahimahullah 📥 Tanya: Ketika iqamat untuk shalat sudah ditegakkan dan muazin telah sampai pada akhir kalimat iqamah yaitu Laa ilaaha illallaah aku melihat sebagian orang yang shalat menggenggam jari jemari tangan kanannya dan mengacungkan jari telunjuk. Demikian pula ketika sedang berlangsung khutbah Jum'at atau ketika sedang berada di majelis-majelis ilmu, apabila imam atau khatib mengulang kalimat Laa ilaaha illallaah aku melihat ada banyak orang yang mengangkat jari telunjuk kanannya, apakah ini disyari'atkan? 📤 Jawab: Aku tidak mengetahui sama sekali dasarnya di dalam masalah ini. Dan aku juga tidak mengetahui sama sekali adanya hadits yang shahih dari Nabi shallallahu'alaihi wa sallam tentang hal ini. Yang ada hanyalah riwayat memberikan isyarat dengan jari telunjuk ketika tasyahud awal dan akhir dalam shalat. Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam mengangkat jari telunjuknya sebagai isyarat untuk mentauhidkan Allah. Adapun setelah selesai shalat ketika berzikir seperti azan dan iqamah maka aku tidak mengetahui adanya riwayat yang shahih dalam masalah ini. ✅ Hanyalah Nabi shallallahu'alaihi wa salam memerintahkan kaum muslimin untuk menjawab orang yang azan dan iqamah, dan mengucapkan setelah azan dan iqamah; shalawat kepada Nabi shallallahu'alaihi wa sallam dan berdoa: اللَّهُمَّ رَبَّ هَذِهِ الدَّعْوَةِ التَّامَّة وَالصَّلاَةِ الْقَائِمَةِ آتِ مُحَمَّدًا الْوَسِيلَةَ وَالْفَضِيلَةَ وَابْعَثْهُ مَقَامًا مَحْمُودًا الَّذِي وَعَدْتَهُ “Allahumma Robba haadzihid da’watit taammati wash-sholaatill qooimah, Aati Muhammadanil wasiilata wal fadhiilah, wab’atshu maqoomam mahmuuda-nillladzi wa’adtahu.” "Ya Allah Pemilik seruan yang sempurna ini dan sholat yang ditegakkan, anugerahkanlah kepada Nabi Muhammad; wasilah (kedudukan yang tinggi di surga) dan keutamaan (melebihi seluruh makhluk), dan bangkitkanlah beliau dalam kedudukan terpuji (memberi syafa’at) yang telah Engkau janjikan.” [HR. Al-Bukhari dari Jabir bin Abdillah radhiyallahu'anhuma] ✅ Dan beliau bersabda tentang orang yang selesai berwudhu, مَا مِنْكُمْ مِنْ أَحَدٍ يَتَوَضَّأُ فَيُسْبِغُ الْوَضُوءَ ثُمَّ يَقُولُ: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ إِلَّا فُتِحَتْ لَهُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ الثَّمَانِيَةُ يَدْخُلُ مِنْ أَيِّهَا شَاءَ "Tidak seorang pun dari kalian yang berwudhu, lalu ia menyempurnakan wudhunya, kemudian berdoa: أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ وَأَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُ اللهِ وَرَسُولُهُ "Aku bersaksi bahwa tiada sesembahan yang benar kecuali Allah semata tiada sekutu bagiNya, dan aku bersaksi bahwa Muhammad itu hamba dan utusan Allah." Kecuali akan dibukakan baginya kedelapan pintu surga yg boleh dia masuki dari arah mana saja yang dia inginkan." [HR. Muslim] ✅ Dan At-Tirmidzi rahimahullah menambahkan dengan sanad yang shahih, اللَّهُمَّ اجْعَلْنِي مِنَ التَّوَّابِينَ، وَاجْعَلْنِي مِنَ المُتَطَهِّرِينَ “Allahummaj ‘alni minat tawwaabiina waj’alnii minal mutathohhiriin" "Ya Allah jadikanlah aku termasuk hamba-hambaMu yang selalu bertaubat dan menyucikan diri.” [HR. At-Tirmidzi] Maka disyari'atkan bagi seorang muslim dan muslimah untuk berdoa berdasarkan hadits-hadits tersebut. 📚 [Majmu' Al-Fatawa, 10/346-347] ✏ Al-Ustadz Almanazil Billah, Lc hafizhahullah 💻 Sumber: http://sofyanruray.info/hukum-mengacungkan-telunjuk-ketika-mendengar-atau-mengucapkan-kalimat-tauhid/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Gabung Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: 5D4F8547 🎬Youtube: Ta'awun Dakwah⁠⁠

⛔ Larangan Berbicara dan Berbuat Sia-sia Saat Mendengar Khutbah Jum'at dan Cara Membangunkan Orang yang Tidur 🚫 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ✅ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, إِذَا قُلْتَ لِصَاحِبِكَ يَوْمَ الْجُمُعَةِ أَنْصِتْ وَالإِمَامُ يَخْطُبُ فَقَدْ لَغَوْتَ 🌴 “Apabila engkau berkata kepada temanmu pada hari jum’at: Diamlah! Padahal imam sedang berkhutbah maka sungguh engkau telah berbuat sia-sia." [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu] 📝 #Beberapa_Pelajaran: 1. Hadits yang mulia ini menunjukkan wajibnya diam dan mendengar khutbah Jum'at serta haramnya berbicara. ✅ Al-Hafiz Ibnu Abdil Barr rahimahullah berkata, لا خلاف بين فقهاء الأمصار في وجوب الإنصات للخطبة على من سمعها "Tidak ada perbedaan pendapat di antara ahli-ahli fiqh dari berbagai negeri bahwa wajib atas orang yang mendengar khutbah (Jum'at) untuk diam." [Al-Istidzkar, 5/43] ✅ Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata, وسماه النبي صلى الله عليه وسلم لاغياً مع أنه آمر بالمعروف، فدل ذلك على وجوب الإنصات وتحريم الكلام حال الخطبة 🌴 "Dan Nabi shallallahu'alaihi wa sallam menamakannya sebagai orang yang berbuat sia-sia padahal ia memerintahkan yang ma'ruf, maka itu menunjukkan wajibnya diam dan haramnya berbicara saat khatib berkhutbah." [Majmu' Al-Fatawa, 30/252-253] 2. Ringkasan Beberapa Permasalahan: ➡ Mengucapkan salam dan menjawab salam serta mendoakan orang yang bersin ketika imam sedang khutbah juga terlarang. ➡ Bahkan melarang kemungkaran dengan lisan juga terlarang. ➡ Pengecualiaan bagi orang yang diajak berbicara oleh khatib karena suatu keperluan maka boleh berbicara sebatas keperluan. ➡ Boleh berbicara sebelum dan sesudah khatib berkhutbah atau ketika khatib diam di antara dua khutbah. ➡ Apabila ada orang yang mengucapkan salam hendaklah dijawab saat khatib selesai berkhutbah atau di antara dua khutbah. ➡ Boleh memberi isyarat kepada orang yang mengucapkan salam dan berjabat tangan tanpa berbicara. ➡ Ketika mendengar khatib menyebut nama Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam maka boleh bershalawat secara pelan, tidak dikeraskan. ➡ Juga boleh mengaminkan doa khatib secara pelan, tidak dikeraskan. ➡ Boleh berbicara dalam kondisi darurat seperti para petugas di Masjidil Haram yang menegur orang-orang yang duduk atau sholat di arus keluar masuk jama'ah. ➡ Dianjurkan sholat tahiyyatul masjid walau khatib sedang khutbah. ➡ Boleh merekam khutbah. 📚 [Lihat Fatawa Lajnah, 8/240-250] 3. Hadits yang mulia ini juga menunjukkan bahwa semua perbuatan sia-sia terlarang, seperti memainkan jari-jari, kerikil, jenggot, HP, pena dan lain-lain. ➡ Apalagi berbicara, bahkan menegur orang lain yang berbicara pun dihukumi sebagai perbuatan sia-sia, padahal asalnya disyari'atkan karena termasuk amar ma'ruf dan nahi munkar. ✅ Rasulullah shallallahu'alaihi wa sallam bersabda, وَمَنْ مَسَّ الْحَصَى فَقَدْ لَغَى 🌴 "Dan barangsiapa yang menyentuh (memainkan) kerikil maka ia telah berbuat sia-sia." [HR. Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu'anhu] 4. Lalu bagaimana cara menegur yang dibolehkan? Bagaimana pula dengan saudara kita yang tertidur saat khutbah Jum'at, apakah kita bangunkan atau biarkan saja? ➡ Jawabannya: Harus ditegur dengan memberi isyarat tanpa berbicara dan dibangunkan dengan cara menyentuhnya, tidak dengan ucapan. ✅ Asy-Syaikh Ibnu Baz rahimahullah berkata, يستحب إيقاظهم بالفعل لا بالكلام؛ لأن الكلام في وقت الخطبة لا يجوز 🌴 "Dianjurkan untuk membangunkan mereka dengan perbuatan bukan dengan ucapan, sebab berbicara ketika khutbah tidak boleh." [Majmu' Al-Fatawa, 30/252-253] 5. Mengkhususkan pembacaan hadits ini ketika imam sedang naik mimbar atau setelahnya, baik dibaca oleh imam maupun mu'adzin, termasuk bid'ah (lihat Fatawa Lajnah, 8/241-242). 💻 Sumber: http://sofyanruray.info/larangan-berbicara-dan-berbuat-sia-sia-saat-mendengar-khutbah-jumat-dan-cara-membangunkan-orang-yang-tidur/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Group WA: 08111377787

#Faidah_Tafsir: 🍃 Niat yang Benar dalam Beribadah 🍂 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ➡ Allah tabaraka wa ta’ala berfirman, وَمَا أُمِرُوا إِلاَّ لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ حُنَفَاءَ وَيُقِيمُوا الصَّلاةَ وَيُؤْتُوا الزَّكَاةَ وَذَلِكَ دِينُ الْقَيِّمَةِ 🌴 "Padahal mereka tidak diperintahkan kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ibadah hanya kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” [Al-Bayyinah: 5] ➡ Asy-Syaikh Al-‘Allamah Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata, وينبغي أن يستحضر النية، أي: نية الإخلاص في جميع العبادات. فينوى مثلاً الوضوء، وأنه توضأ لله، وأنه توضأ أمثالاً لأمر الله. فهذه ثلاثة أشياء: نية العبادة. ونية أن تكون لله. ونية أنه قام بها امتثالاً لأمر الله. فهذا أكمل شيء في النية. كذلك في الصلاة: تنوي أولاً: الصلاة، وأنها الظهر، أو العصر، أو المغرب، أو العشاء ن أو الفجر، أو ما أشبه ذلك، وتنوي ثانياً: أنك إنما تصلي لله عز وجل لا لغيره، لا تصلي رياء ولا سمعة، ولا لتمدح على صلاتك، ولا لتنال شيئاً من المال أو الدنيا، ثالثاً: تستحضر أنك تصلي امتثالاً لأمر ربك. 🌴 Sepatutnya orang yang beribadah untuk menghadirkan niat, yaitu niat yang ikhlas karena Allah dalam seluruh ibadah. Misalkan ketika hendak berwudhu, maka hendaklah ia berniat untuk melakukan wudhu, dan bahwa ia berwudhu karena Allah, dan bahwa ia berwudhu untuk menaati perintah Allah. Inilah tiga perkara dalam niat: 1. Niat melakukan ibadah, 2. Niat karena Allah, 3. Niat untuk menaati perintah Allah. Inilah niat yang paling sempurna. Demikian pula sholat, hendaklah; ✅ Pertama: Engkau berniat untuk melakukan sholat, apakah Zhuhur, Ashar, Maghrib, Isya atau Shubuh, atau sholat yang lainnya. ✅ Kedua: Engkau niatkan sholatmu karena Allah ‘azza wa jalla, bukan untuk selain-Nya, bukan karena riya’, sum’ah, ingin dipuji atas sholatmu itu dan bukan pula agar engkau mendapatkan harta atau nikmat dunia. ✅ Ketiga: Engkau hadirkan niat bahwa sholatmu untuk menaati perintah Rabbmu. 📚 [Syarhu Riyadhis Shaalihin, 1/14] ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Gabung Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍Twitter: @SofyanRuray 🌀www.facebook.com/sofyanruray.info 🌐www.sofyanruray.info 📱PIN BB: 5D4F8547 🎬Youtube: Ta'awun Dakwah⁠⁠

00 Kriteria Dosa Besar (Muqoddimah Kitab Al-Kabaair).mp311.50 MB

⬆ Audio dan #Video_Kajian Romantika Pergaulan Rumah Tangga 📝 Ringkasan Kitab Fiqhut Ta'aamul baynaz Zaujain 💿 Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah 🎥 Link Video: ▶ Mengelola Konflik Rumah Tangga: https://youtu.be/F3Kx4h1Tj7Y ▶ Kepemimpinan Suami dalam Rumah Tangga: https://youtu.be/U7pL_C_9xmQ ▶ Jangan Sakiti Suamimu: https://youtu.be/wNIsrD6Bi7A 💾 Link Download Audio: ⏩ Mengelola Konflik Rumah Tangga » http://bit.ly/23GWgTV ⏩ Kepemimpinan Suami dalam Rumah Tangga » http://bit.ly/25JUS4N ⏩ Jangan Sakiti Suamimu » http://bit.ly/1UHdbE4 🏠 Disampaikan pada Kajian MT. Al-Fath dan MT. An-Nur di Villa cinere Mas, Jln. Merkurius Timur Raya No 2B Cinere, Jakarta Selatan 🌹 Semoga bermanfaat, mohon ta'awun menyebarkan dakwah tauhid dan sunnah. Jazaakumullaahu khayron wa baaroka fiykum. ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: 5D4F8547 🎬Youtube: Ta'awun Dakwah⁠⁠

Jangan Sakiti Suamimu.mp318.59 MB

Kepemimpinan Suami dalam Rumah Tangga.mp319.86 MB

Mengelola Konflik Rumah Tangga.mp318.39 MB

📇 Bolehkah Menitipkan Paraf Kehadiran? بسم الله الرحمن الرحيم 📑 Telah menjadi kebiasaan sebagian pegawai atau mahasiswa, meminta tolong teman kantor atau teman kuliahnya untuk menandatangani daftar kehadirannya, meskipun ia tidak hadir atau ia datang terlambat, agar diketahui atasannya atau dosennya bahwa ia datang tepat waktu. Apa hukum syari'atnya? 📝 Mari kita perhatikan tanya jawab bersama Faqihuz Zaman Asy-Syaikh Al-'Allaamah Muhammad bin Shalih Al-'Utsaimin rahimahullah berikut ini: 📥 Tanya: Terkadang teman kuliahku memintaku untuk menandatangani absensi sebagai tanda kehadirannya pada suatu perkuliahan meskipun ia tidak hadir, apakah perbuatan ini termasuk tolong menolong antar sesama ataukah termasuk kecurangan dan penipuan? 📤 Jawab: Perbuatan tersebut termasuk tolong menolong, namun dalam kebatilan yang disukai setan (bukan dalam kebaikan), karena setanlah yang menggodanya hingga ia menandatangani kehadiran orang yang sebenarnya tidak hadir. Maka dalam perbuatan tersebut terdapat tiga pelanggaran: ➡ Pertama: Kedustaan. ➡ Kedua: Mengkhianati penanggungjawab perkuliahan. ➡ Ketiga: Menjadikan orang yang tidak hadir tersebut berhak mendapatkan tunjangan yang biasanya diberikan kepada seorang mahasiswa karena kehadirannya (karena umumnya universitas di Arab Saudi mahasiswanya digaji layaknya pegawai di negeri kita, pent.) maka (jika ia mengambil tunjangan tersebut), berarti ia telah mengambil dan memakannya dengan cara yang batil. ⛔ Satu saja dari ketiga pelanggaran tersebut sudah cukup untuk mengatakan bahwa perbuatan ini haram dilakukan, meski yang nampak dari pertanyaan di atas, seakan-akan perbuatan ini termasuk tolong menolong antar sesama. 🚧 Oleh karena itu, tolong menolong antar sesama tidaklah terpuji secara mutlak, akan tetapi yang sesuai syari’at itulah yang terpuji, sedangkan yang menyelisihi syari’at maka tercela. ⛔ Dan hakikat perbuatan yang menyelisihi syari’at meski dinamakan amal sosial, hanyalah istilah yang tidak sesuai dengan kenyataannya. Karena apapun yang menyelisihi syari’at hakikatnya adalah perbuatan hewani, oleh sebab itu Allah subhanahu wa ta’ala mensifatkan orang-orang kafir dan musyrikin bagaikan hewan-hewan ternak. ✅ Sebagaimana firman Allah ta'ala, يَتَمَتَّعُونَ وَيَأْكُلُونَ كَمَا تَأْكُلُ الأنْعَامُ وَالنَّارُ مَثْوًى لَهُمْ 🌴 “Mereka bersenang-senang dan makan layaknya hewan-hewan, dan neraka adalah tempat tinggal mereka.” [Muhammad: 12] ✅ Dan juga firman-Nya, إِنْ هُمْ إِلا كَالأنْعَامِ بَلْ هُمْ أَضَلُّ سَبِيلا 🌴 ”Mereka itu tidak lain, hanyalah seperti binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat jalannya (dari binatang ternak itu).” [Al-Furqon: 44] 🚧 Maka setiap yang menyelisihi syari’at adalah perbuatan hewani, bukan insani. 📚 [Al-Fatawa Al-Islamiyah, 4/421] 💻 Sumber: http://sofyanruray.info/bolehkah-menitipkan-paraf-kehadiran/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Gabung Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: 5D4F8547 🎬Youtube: Ta'awun Dakwah

🔐 Sudah Siapkah Bekalmu? بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ➡ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ 🌴 “Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan balasan amalanmu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.” [Ali Imran: 185] ➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, يَتْبَعُ الْمَيِّتَ ثَلاَثَةٌ فَيَرْجِعُ اثْنَانِ وَيَبْقَى مَعَهُ وَاحِدٌ يَتْبَعُهُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَعَمَلُهُ فَيَرْجِعُ أَهْلُهُ وَمَالُهُ وَيَبْقَى عَمَلُهُ 🌴 “Tiga perkara yang akan mengikuti mayyit, namun dua akan kembali dan hanya satu yang tinggal bersamanya; yang akan mengikutinya adalah keluarganya, hartanya dan amalnya, maka keluarganya dan hartanya kembali dan amalnya tetap tinggal.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas bin Malik radhiyallahu’anhu] 📝 Saudaraku rahimakumullah... Siapkan pundi-pundi bekalmu Untuk masa yang pasti menantimu Bila kematian datang menjemputmu Sampailah sudah batas hayatmu Tibalah saatnya kau bertaubat Dari segala perilaku jahat Hendaklah waspada wahai umat Sebelum ajalmu dijemput malaikat Di hari kiamat kau akan menyesal Karena kau pergi tanpa bekal Di tempat yang selalu dirundung sial Peristiwa yang menanti di balik ajal Tidakkah Anda merasa kecewa Sahabatmu yang senyum ceria Karena bekal yang cukup tersedia Sedang dirimu haus dahaga 📚 [Dari buku: Bimbingan Islam untuk Pribadi dan Masyarakat (terjemahan dari Taujihat Islamiyah li Islahil Fardi wal Mujtama’), hal. 60-61, karya Asy-Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu rahimahullah] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم 💻 Sumber: http://sofyanruray.info/sudah-siapkah-bekalmu/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Gabung Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: 5D4F8547 🎬Youtube: Ta'awun Dakwah⁠⁠

101 Tafsir Surat Al-Qori'ah.mp36.73 MB

102 Tafsir Surat At-Takaatsur.mp311.71 MB

103 Tafsir Surat Al-'Ashr.mp311.23 MB

104 Tafsir Surat Al-Humazah.mp312.44 MB

🏠 Enam Adab Meminta Izin di Rumah 🏡 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 1. Adab Masuk Rumah ✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman, يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تَدۡخُلُواْ بُيُوتًا غَيۡرَ بُيُوتِكُمۡ حَتَّىٰ تَسۡتَأۡنِسُواْ وَتُسَلِّمُواْ عَلَىٰٓ أَهۡلِهَاۚ ذَٰلِكُمۡ خَيۡرٞ لَّكُمۡ لَعَلَّكُمۡ تَذَكَّرُونَ 🌿 “Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah yang bukan rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuninya. Yang demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat.” [An-Nuur: 27] ✅ Allah ta’ala juga berfirman, فَإِذَا دَخَلۡتُم بُيُوتٗا فَسَلِّمُواْ عَلَىٰٓ أَنفُسِكُمۡ تَحِيَّةٗ مِّنۡ عِندِ ٱللَّهِ مُبَٰرَكَةٗ طَيِّبَةٗۚ 🌿 “Maka apabila kamu memasuki rumah-rumah hendaklah kamu memberi salam kepada kepada dirimu sendiri, salam yang ditetapkan dari sisi Allah, yang diberkahi lagi baik.” [An-Nuur: 61] 2. Cara Minta Izin عن أبي موسى الأشعري قال: قال رسو الله صلى الله عليه وسلم: ((إذا استأذن أحدكم ثلاثا فلم يؤذن له فليرجع)) متفق عليه ✅ Dari Abu Musa Al-Asy'ari radhiyallahu’anhu, beliau berkata: Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: 🌿 “Apabila salah seorang di antara kalian meminta izin masuk tiga kali dan tidak ada jawaban, maka pulanglah." [Muttafaq ‘alaih] عن ربعي قال : حدثنا رجل من بني عامر؛ أنه استأذن على النبي صلى الله عليه وسلم وهو في بيت، فقال: أألج ؟ فقال رَسُول اللَّهِ صلى الله عليه وسلم لخادمه: (اخرج إلى هذا، فعلمه الاستئذان، فقل له، قل: السلام عليكم، أأدخل؟) فسمعه الرجل فقال: السلام عليكم أأدخل ؟ فأذن له النبي صلى الله عليه وسلم فدخل. رَوَاهُ أحمد و أبُو دَاوُدَ ✅ Dari Rib’i radhiyallahu’anhu, beliau berkata: 🌿 “Seorang lelaki dari Bani ‘Amir menceritakan kepada kami bahwa sesungguhnya ia minta izin (masuk) kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam ketika beliau tengah berada di dalam rumahnya, ia berkata: “Apakah aku boleh masuk?” Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda kepada pembantunya: “Keluarlah kepada orang ini, ajarkan dia cara meminta izin, dan katakan kepadanya: “Ucapkanlah “Assalamu’alaikum, apakah aku boleh masuk?” Lalu lelaki tersebut mendengarnya kemudian mengucapkan: “Assalamu’alaikum, apakah aku boleh masuk?” Maka Nabi shallallahu’alaihi wa sallam memberinya izin, lalu ia masuk.” [HR. Ahmad dan Abu Daud] 3. Posisi Berdiri bagi Orang yang Minta izin untuk Masuk (Agar Tidak Melihat Aurat Penghuni Rumah) عن عبد الله بن بسر قال: كان النبي صلى الله عليه وسلم إذا أتى باب قوم لم يستقبل الباب من تلقاء وجهه، ولكن من ركنه الأيمن أو الأيسر، ويقول: السلام عليكم ، السلام عليكم . رَوَاهُ أحمد و أبُو دَاوُدَ 🌿 Dari Abdullah bin Busr radhiyallahu’anhu, beliau berkata: "Bahwa Nabi shallallahu’alaihi wa sallam apabila mendatangi pintu rumah seseorang, beliau tidak menghadapnya akan tetapi menyamping di sebelah kanan atau kiri dan berkata: Assalamu'alaikum, Assalamu'alaikum.” [HR. Ahmad dan Abu Daud] 💻 Baca Selengkapnya: http://sofyanruray.info/enam-adab-meminta-izin-di-rumah/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: 5D4F8547 🎬Youtube: Ta'awun Dakwah⁠⁠

02 Diantara Tanda Akhir Zaman 2.mp38.93 MB

01 Diantara Tanda Akhir Zaman 1.mp314.94 MB

♻ Tiga Orang yang Pasti Ditolong Oleh Allah Subhanahu wa Ta'ala 🍃 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, ثَلاَثَةٌ حَقٌّ عَلَى اللهِ عَوْنُهُمْ الْمُجَاهِدُ فِي سَبِيلِ اللهِ وَالمُكَاتَبُ الَّذِي يُرِيدُ الأَدَاءَ وَالنَّاكِحُ الَّذِي يُرِيدُ العَفَافَ 🌿 “Ada tiga orang yang Allah wajibkan atas diri-Nya untuk menolong mereka: Orang yang berjihad di jalan Allah, budak yang memiliki perjanjian yang berniat memenuhi perjanjiannya, dan orang yang menikah dengan niat menjaga kesucian diri dari perzinahan.” [HR. At-Tirmidzi dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Shahihul Jami’: 3050] 📝 #Beberapa_Pelajaran: 1) Hadits yang mulia ini menunjukkan bahwa tiga perkara tersebut adalah urusan-urusan yang berat, kalaulah Allah tabaraka wa ta’ala tidak menolong seorang hamba maka ia tidak akan sanggup mengerjakannya, bahkan dalam semua urusan seorang hamba senantiasa membutuhkan pertolongan Allah ‘azza wa jalla. 2) Mana yang paling berat? Ath-Thibi rahimahullah berkata, وَأَصْعَبُهَا الْعَفَافُ لِأَنَّهُ قَمْعُ الشَّهْوَةِ الْجِبِلِّيَّةِ الْمَرْكُوزَةِ فِيهِ 🌿 “Dan yang paling berat adalah menjaga kesucian diri dari perzinahan, karena itu berarti memutus syahwat alamiah yang melekat kuat dalam diri seseorang.” [Tuhfatul Ahwadzi, 5/242] 3) Besarnya pahala amalan-amalan tersebut, dan untuk meraihnya perlu usaha dan perjuangan. 4) Anjuran menolong orang-orang yang mengamalkannya, baik dengan harta maupun dengan yang lainnya. 5) Orang yang menolong mereka akan mendapatkan pahala seperti mereka. 📚 [Disarikan dari Faidhul Qodir, 3/317] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم 💻 Sumber: http://sofyanruray.info/tiga-orang-yang-pasti-ditolong-oleh-allah-subhanahu-wa-taala/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Gabung Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: 5D4F8547 🎬Youtube: Ta'awun Dakwah⁠⁠

🕋 Anjuran Sholat Tahiyyatul Masjid Walau Imam Sedang Khutbah 🕌 بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ✅ Sahabat yang Mulia Jabir bin Abdillah radhiyallahu’anhuma berkata, جَاءَ سُلَيْكٌ الْغَطَفَانِيُّ يَوْمَ الْجُمُعَةِ، وَرَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَخْطُبُ فَجَلَسَ، فَقَالَ لَهُ “يَا سُلَيْكُ قُمْ فَارْكَعْ رَكْعَتَيْنِ، وَتَجَوَّزْ فِيهِمَا” ثُمَّ قَالَ : “إِذَا جَاءَ أَحَدُكُمْ يَوْمَ الْجُمُعَةِ وَالْإِمَامُ يَخْطُبُ فَلْيَرْكَعْ رَكْعَتَيْنِ وَلْيَتَجَوَّزْ فِيهِمَا” 🌴 “Sulaik Al-Ghothofani datang ke masjid pada hari Jum’at ketika Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam sedang berkhutbah, ia pun langsung duduk. Maka beliau bersabda kepadanya: Wahai Sulaik, berdirilah, lalu sholatlah dua raka’at dan ringankanlah sholatmu. Kemudian beliau bersabda: Jika seorang dari kalian datang ke masjid pada hari Jum’at dan imam sedang berkhutbah maka hendaklah ia melakukan sholat (tahiyyatul masjid) dua raka’at, dan hendaklah ia meringankan sholatnya.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim, dan lafaz milik Muslim] 📝 #Beberapa_Pelajaran: 1) Dianjurkan untuk menghadiri sholat Jum’at dengan bersegera sebelum khatib naik mimbar dan hendaklah melakukan sholat tahiyyatul masjid ketika pertama tiba di masjid. 2) Apabila seseorang datang terlambat setelah khatib naik mimbar, tetap disunnahkan baginya untuk sholat tahiyyatul masjid walau khatib sedang khutbah dan dimakruhkan baginya untuk duduk sebelum sholat dua raka’at. 3) Dalam keadaan ini, disunnahkan sholat yang ringan, tidak memperpanjang bacaan agar dapat segera mendengarkan khutbah. 4) Bolehnya khatib berbicara kepada jama’ah apabila ada suatu keperluan, dan jama’ah yang diajak berbicara boleh menjawab karena dalam riwayat yang lain, Sulaik ditanya terlebih dahulu oleh Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam: أَصَلَّيْتَ يَا فُلَانُ قَالَ لَا قَالَ قُمْ فَارْكَعْ 🌴 “Apakah engkau sudah sholat wahai Fulan? Beliau menjawab: Belum. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Bangkitlah lalu sholat.” 5) Anjuran untuk selalu memerintahkan yang ma’ruf dan melarang yang mungkar serta membimbing kepada kemaslahatan dalam setiap keadaan, tempat dan waktu. 6) Sholat tahiyyatul masjid dikerjakan dua raka’at. 7) Sholat sunnah di siang hari juga dua raka’at, dua raka’at. 8) Sholat tahiyyatul masjid masih bisa dikerjakan walau seseorang sudah sempat duduk apabila ia belum mengetahui sebelumnya. 9) Sholat tahiyyatul masjid tidak boleh ditinggalkan meski di waktu-waktu terlarang untuk sholat, karena pendapat yang kuat insya Allah adalah, sholat-sholat sunnah yang memiliki sebab boleh dikerjakan meski di waktu-waktu terlarang. 10) Sholat sunnah tahiyyatul masjid termasuk sunnah mu’akkadah, namun apabila sudah dikumandangkan iqomah maka hendaklah segera memutuskan sholat sunnah apa pun dan ikut sholat berjama’ah. 📚 [Disarikan dari Syarhu Muslim lin Nawawirahimahullah, 6/164-165] وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم 💻 Sumber: http://sofyanruray.info/anjuran-sholat-tahiyyatul-masjid-walau-imam-sedang-khutbah/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Gabung Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: 5D4F8547 🎬Youtube: Ta'awun Dakwah⁠⁠

🌹 Saudariku, Kapankah Engkau Sadar Bahwa Dirimu adalah Cobaan Terbesar Bagiku…? بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ ✅ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَا تَرَكْتُ بَعْدِي فِتْنَةً أَضَرَّ عَلَى الرِّجَالِ مِنَ النِّسَاءِ 🍂 “Tidaklah aku tinggalkan fitnah (cobaan) yang lebih berbahaya bagi kaum lelaki melebihi cobaan wanita.”[HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Usamah bin Zaid radhiyallahu’ahuma] 📝 #Beberapa_Pelajaran: 1) Hadits yang mulia ini menegaskan bahwa wanita adalah cobaan yang paling berbahaya bagi kaum lelaki. Al-Hafizh Ibnu Hajar Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, “Dalam hadits ini ada pelajaran bahwa fitnah wanita lebih dahsyat dari pada fitnah yang lainnya, dan itu dipersaksikan oleh firman Allah ta’ala, زُيِّنَ لِلنَّاسِ حُبُّ الشَّهَوَاتِ مِنَ النِّسَاءِ “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini (syahwat), yaitu: wanita-wanita…” (Ali Imron: 14) Maka Allah menjadikan para wanita bagian dari kecintaan lelaki terhadap syahwat, dan Allah memulai dengan penyebutan wanita sebelum berbagai bentuk syahwat yang lain, sebagai isyarat bahwa para wanita adalah pokok dalam hal tersebut.” [Fathul Baari, 9/138] Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga mengingatkan, إِنَّ الدُّنْيَا حُلْوَةٌ خَضِرَةٌ، وَإِنَّ اللهَ مُسْتَخْلِفُكُمْ فِيهَا، فَيَنْظُرُ كَيْفَ تَعْمَلُونَ، فَاتَّقُوا الدُّنْيَا وَاتَّقُوا النِّسَاءَ، فَإِنَّ أَوَّلَ فِتْنَةِ بَنِي إِسْرَائِيلَ كَانَتْ فِي النِّسَاءِ “Sesungguhnya dunia itu manis dan hijau, dan sesungguhnya Allah menguasakannya kepada kalian, lalu Allah melihat bagaimana kalian beramal, maka berhati-hatilah terhadap cobaan dunia dan berhati-hatilah terhadap cobaan wanita, karena fitnah (cobaan) pertama yang menimpa Bani Israil adalah pada wanita.” [HR. Muslim dari Abu Sa’id Al-Khudri radhiyallahu’anhu] 2) Wajib berhati-hati dan menjauhi fitnah wanita, tidak boleh merasa aman. Al-‘Allamah Al-Faqih Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata, وإخبار النبي صلى الله عليه وسلم بذلك يريد به الحذر من فتنة النساء، وأن يكون الناس منها على حذر؛ لأن الإنسان بشر إذا عرضت عليه الفتن، فإنه يخشى عليه منها “Maksud pengabaran Nabi shallallahu’alaihi wa sallam dalam hadits ini adalah agar (kaum lelaki) berhati-hati dari godaan wanita, dan manusia hendaklah selalu waspada, karena manusia hanyalah orang biasa, apabila diperhadapkan kepada cobaan maka dikhawatirkan ia akan terjerumus.” [Syarhu Riyadhus Shaalihin, 3/151] 3) Wajib menutup semua pintu fitnah dari kedua belah pihak, baik laki-laki maupun wanita; ✅ Kaum lelaki diperintahkan menjaga pandangan, ✅ Kaum wanita diperintahkan untuk berhijab; menutup aurat, ✅ Dilarang bercampur baur (ikhtilat) antara lelaki dan wanita. Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Dapat dipetik pelajaran dari hadits ini untuk menutup semua jalan yang memunculkan fitnah dengan wanita, maka setiap jalan yang memunculkan fitnah dengan wanita wajib bagi kaum muslimin untuk menutupnya, karena itu wajib bagi seorang wanita untuk berhijab dari laki-laki non mahram, hendaklah ia menutup wajahnya, demikian pula menutup kedua tangan dan kakinya menurut pendapat banyak ulama. Demikian pula wajib atas seorang wanita untuk menjauhi ikhtilat (campur baur) dengan kaum lelaki, karena ikhtilat dengan kaum lelaki adalah fitnah dan sebab yang menjerumuskan ke dalam kejelekan dari kedua belah pihak, baik dari pihak lelaki maupun wanita.” [Syarhu Riyadhus Shaalihin, 3/151-152] 💻 Baca Selengkapnya: http://sofyanruray.info/saudariku-kapankah-engkau-sadar-bahwa-dirimu-adalah-cobaan-terbesar/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵ 📡Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam: 📮Join Channel Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲Gabung Group WA: 08111377787 🌍www.facebook.com/taawundakwah 🌐www.taawundakwah.com 📱PIN BB: 5D4F8547 🎬Youtube: Ta'awun Dakwah⁠