fa
Feedback
Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Sofyan Chalid bin Idham Ruray

رفتن به کانال در Telegram
5 142
مشترکین
-124 ساعت
-207 روز
-5630 روز
آرشیو پست ها
Sebab-Sebab Keteguhan dalam Beragama.mp314.15 MB

004_Perintah_Tauhid_dan_Berbakti.mp39.58 MB

💔 APABILA ZINA TELAH TERSEBAR… بسم الله الرحمن الرحيم ➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا 🌴 “Diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu, menguatnya kebodohan, diminumnya khamar, dan nampaknya perzinahan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas Bin Malik radhiyallahu’anhu] ➡ Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata, ويظهر الزنا أي يشيع ويشتهر بحيث لا يتكاتم به لكثرة من يتعاطاه 🌴 “Makna 'Dan nampaknya perzinahan' adalah tersebarnya perbuatan zina, ramai dilakukan, tatkala zina itu tidak dapat lagi disembunyikan karena banyaknya orang yang melakukannya (itulah diantara tanda kiamat).” [Fathul Bari, 12/114] ⛔ APA AKIBATNYA? ➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ 🌴 “Apabila zina dan riba telah nampak di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka.” [HR. Al-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 2401] ➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda, تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ: هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابَ لَهُ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجَ عَنْهُ؟ فَلا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ إِلا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ إِلا زَانِيَةٌ تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارٌ 🌴 “Pintu-pintu langit dibuka pada pertengahan malam, lalu menyerulah seorang penyeru: Apakah ada yang mau berdoa sehingga dikabulkan doanya? Apakah ada yang mau meminta sehingga diberikan permintaannya? Apakah ada orang yang tertimpa musibah (yang memohon pertolongan Allah) sehingga dihilangkan kesusahannya? Maka tidaklah seorang muslim pun yang berdoa dengan satu doa (di waktu tersebut) kecuali Allah akan mengabulkannya, kecuali seorang wanita pezina yang menjajakan kemaluannya dan seorang pemungut pajak.” [HR. Ath-Thabrani dari ‘Utsman bin ‘Abil ‘Ash Ats-Tsaqofi radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1073] ➡ Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam juga bersabda, 🌴 “Wahai kaum Muhajirin, waspadailah lima perkara apabila menimpa kalian, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak menemuinya: 1) Tidaklah perzinahan nampak (terang-terangan) pada suatu kaum pun, hingga mereka selalu menampakkannya, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah ada pada generasi sebelumnya. 2) Dan tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan diazab dengan kelaparan, kerasnya kehidupan dan kezaliman penguasa atas mereka. 3) Dan tidaklah mereka menahan zakat harta-harta mereka, kecuali akan dihalangi hujan dari langit, andaikan bukan karena hewan-hewan niscaya mereka tidak akan mendapatkan hujan selamanya. 4) Dan tidaklah mereka memutuskan perjanjian Allah dan perjanjian Rasul-Nya, kecuali Allah akan menguasakan atas mereka musuh dari kalangan selain mereka, yang merampas sebagian milik mereka. 5) Dan tidaklah para penguasa mereka tidak berhukum dengan kitab Allah, dan hanya memilih-milih dari hukum yang Allah turunkan, kecuali Allah akan menjadikan kebinasaan mereka berada di antara mereka.” 📚 [HR. Ibnu Hibban, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Ash-Shahihah: 106] وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم 💻 Sumber: http://sofyanruray.info/apabila-zina-telah-tersebar/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah 📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah

♻ RINGKASAN MANAJEMEN MARAH 🔁 (Cara Mengelola dan Merubah Amarah Menjadi Kebaikan) بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ 📝 Kemarahan ada tiga bentuk: ➡ Pertama: Kemarahan yang Terpuji Marah yang terpuji adalah marah karena Allah, yaitu marah ketika terjadi pelanggaran terhadap syari’at Allah ta’ala. ➡ Kedua: Kemarahan yang Tercela Marah yang tercela adalah marah yang bukan karena Allah, yang berdasarkan pada sesuatu yang tercela, seperti marah karena kesombongan, hizbiyyah (fanatisme golongan), dan berbagai sebab yang tercela lainnya. ➡ Ketiga: Kemarahan yang Mubah Marah yang mubah adalah marah karena tabiat (sifat dasar manusia), seperti marah karena disakiti atau dihina, hukum asalnya mubah, namun dapat menjadi haram apabila mengantarkan kepada yang haram, seperti berbuat zalim, mencaci, mengghibah, bahkan memukul dan membunuh. Dan sebaliknya, marah karena tabiat ini dapat menjadi kebaikan yang besar apabila dikelola secara benar, yaitu sesuai tuntunan agama yang mulia ini. 📝 Cara Mengelola Kemarahan: ➡ Dari sahabat yang Mulia Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, أَنَّ رَجُلاً قَالَ لِلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم أَوْصِنِي قَالَ : لاَ تَغْضَبْ فَرَدَّدَ مِرَارًا قَالَ : لاَ تَغْضَبْ 🌱 “Bahwasannya seseorang berkata kepada Nabi shallallahu’alaihi wa sallam: Berilah aku wasiat. Beliau bersabda: Jangan marah. Orang tersebut meminta wasiat sampai beberapa kali. Beliau pun bersabda: Jangan marah.” [HR. Al-Bukhari] ➡ Para ulama menjelaskan, makna “Jangan marah” dalam hadits di atas mencakup lima makna: ✅ Pertama: Menghilangkan amarah dengan memaafkan (lihat Syarhu Shahihil Bukhari, 9/296). ✅ Kedua: Jangan mudah marah atau cepat marah (lihat Syarhu Riyadhis Shaalihin karya Asy-Syaikh Ibnul 'Utsaimin rahimahullah). ✅ Ketiga: Menjauhi sebab-sebab kemarahan (lihat Fathul Bari, 10/520). ✅ Keempat: Menghilangkan sifat sombong, karena itulah sebab kemarahan terbesar (lihat Fathul Bari, 10/520). ✅ Kelima: Tidak menuruti amarah atau melampiaskannya dengan cara yang salah (lihat Fathul Bari, 10/520) Cara yang Lainnya: ✅ Keenam: Meminta perlindungan kepada Allah ta’ala dari setan, dengan membaca: أَعُوذُ بِاللَّهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيمِ “A’uudzu billaahi minasy-syaithoonir-rojiim (Aku berlindung kepada Allah dari setan yang terkutuk).” ✅ Ketujuh: Berwudhu. ✅ Kedelapan: Diam, tidak berbicara apalagi berdebat dan saling mencaci. ✅ Kesembilan: Merubah posisi, jika sedang berdiri hendaklah duduk atau jika sedang duduk hendaklah berbaring. ✅ Kesepuluh: Melatih diri untuk tidak marah dan menahan emosi. Menahan marah adalah akhlak yang terpuji, dan akhlak yang terpuji terkadang dimiliki seseorang sebagai sifat dasarnya, dan terkadang ia perlu berjuang dan melatih diri untuk dapat memilikinya. ✅ Kesebelas: Mengedepankan prasangka baik kepada saudara kita yang membuat marah, karena prasangka baik melapangkan hati dan menghilangkan kemarahan terhadap orang yang menyakiti. ✅ Keduabelas: Senantiasa mengingat keutamaan menahan marah. ✅ Ketigabelas: Mengambil teladan dari orang-orang shalih. ✅ Keempatbelas: Mengingat akibat jelek kemarahan. Orang yang marah terkadang hilang akal sehatnya, sehingga ia mengatakan atau melakukan perbuatan-perbuatan tercela yang kelak ia sesali. ✅ Kelimabelas: Mengingat murka Allah dan azab-Nya yang pedih. Sahabat yang Mulia Abud Darda' radhiyallahu’anhu berkata, أقرب مايكون العبد من غضب الله تعالى إذا غضب “Saat yang paling dekat antara seseorang dengan kemurkaan Allah adalah apabila hamba tersebut sedang marah.” [Syarhul Bukhari libni Baththol, 9/297] Al-Imam Bakr bin Abdullah rahimahullah berkata, أطفئوا نار الغضب بذكر نار جهنم “Padamkanlah api kemarahan dengan mengingat api neraka jahannam.” [Syarhul Bukhari libni Baththol, 9/297] 💻 Baca Selengkapnya: http://sofyanruray.info/manajemen-marah/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah

Renungan Akan Negeri Yang Kekal dan Abadi.mp314.91 MB

5._Tanya_Jawab_Tabligh_Akbar_Semarang_2016[1].mp36.36 MB

4._Indahnya_Kesabaran.mp321.82 MB

3._Nasehat_untuk_Kaum_Muslimin.mp38.94 MB

2._Wahai_Anakku,_Kaulah_Harapanku.mp39.33 MB

1._Wahai_Anakku,_Kaulah_Harapanku.mp312.82 MB

🍒 ISTRI YANG MENJAGA DIRI SAAT SUAMI TIDAK ADA ✅ Allah ta’ala berfirman, فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللَّهُ 🌱 “Maka wanita-wanita yang shalihah, ialah yang taat (kepada Allah dan kepada suami) lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka).” [An-Nisa: 34] 📝 #Beberapa_Pelajaran: 1. Wanita yang shalihah adalah wanita yang beramal shalih, dan suatu amalan tidaklah disebut sebagai amal shalih kecuali terpenuhi padanya dua syarat: 🔸 Pertama: Ikhlas, dilakukan semata-mata karena Allah ta’ala, bukan untuk dipertontonkan dan mengharap pujian manusia. 🔸 Kedua: Meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, tidak berbuat bid’ah atau mengada-ada dalam agama. 2. Dalam ayat yang mulia ini Allah ta’ala menjelaskan tentang sifat wanita shalihah adalah yang senantiasa taat kepada Allah, dan taat kepada suami. ✅ Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata, “Maknanya: Wanita-wanita yang taat kepada Allah, dan kepada suami-suami mereka.” [Tafsir Ath-Thobari, 8/294 no. 9319] 3. Demikian pula Allah ta’ala menerangkan bahwa wanita shalihah adalah yang memelihara dirinya ketika suaminya tidak ada. ✅ Al-Imam Ath-Thobari rahimahullah berkata, “Maknanya: Wanita-wanita yang menjaga diri-diri mereka ketika suami-suami mereka tidak ada, yaitu menjaga kemaluan dan harta suami, serta menjaga hak Allah yang diwajibkan atas mereka dalam hal tersebut maupun dalam hal lainnya.” [Tafsir Ath-Thobari, 8/295] ↪ Maka menjaga diri yang dimaksud adalah menjaga kemaluannya dari zina dan menjaga harta suami, sehingga mencakup makna menjaga diri dari hal-hal yang bisa mengantarkan kepada zina, karena Allah ta’ala telah melarang zina dan melarang semua perbuatan yang mengantarkan kepada zina, seperti: 🔸 Memandang laki-laki lain yang bukan mahramnya, apakah secara langsung maupun melalui media. 🔸 Berbicara kepada laki-laki lain dengan bersenda gurau atau melembutkan suara, terlebih membicarakan hal-hal yang tidak penting, sama saja apakah secara langsung maupun melalui media-media sosial atau melalui HP, SMS, WA, BBM dan lain-lain. 🔸 Menampakkan aurat atau mempertontonkan kecantikan (tabarruj). 🔸 Campur baur (ikhtilat) dengan kaum lelaki, baik di tempat kerja, sekolah dan lain-lain. 🔸 Bersentuhan dengan laki-laki non mahram, hingga berdua-duaan. Semua ini adalah sarana yang mengantarkan kepada zina maka harus dijauhi. ✅ Allah ta’ala berfirman, وَلا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلا 🌱 “Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang buruk.” [Al-Isra: 32]. 4. Hendaklah suami dan istri bertawakkal kepada Allah ta’ala dalam penjagaan terhadap diri dan pasangannya dari perbuatan-perbuatan dosa dan semua kejelekan, sebab Allah ta’ala Dia-lah yang menjaga, bukan diri-diri kita yang lemah, inilah makna firman Allah ta’ala, “Memelihara diri ketika suaminya tidak ada, OLEH KARENA ALLAH TELAH MEMELIHARA (MEREKA).” ✅ Asy-Syaikh As-Sa’di rahimahullah berkata, “Karena penjagaan Allah dan taufiq-Nya terhadap mereka, bukan karena diri-diri mereka; karena nafsu selalu memerintahkan kepada kejelekan, akan tetapi barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah maka Allah akan mencukupinya dalam perkara yang penting baginya, baik dalam agamanya maupun dunianya.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 177] 5. Ayat yang mulia ini juga mengandung perintah kepada para suami untuk lebih berbuat baik kepada istri shalihah yang memiliki sifat-sifat tersebut. ✅ Al-Imam Ath-Thobari rahimahullah berkata, “Hendaklah kalian wahai para suami berbuat baik dan melakukan perbaikan kepada mereka.” [Tafsir Ath-Thobari, 8/297] 💻 Sumber: 🔹 https://facebook.com/sofyanruray.info/posts/510061839143303:0 🔹 http://sofyanruray.info/istri-yang-menjaga-diri-saat-suami-tidak-ada/ ➡ Bergabunglah di Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah ⤵ 📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/sofyanruray.info 🌐 Web: www.sofyanruray.info 📒 #Muslimah_Shalihah 📙 #Faidah_Tafsir

🌹 UNTUK DIRIKU... Wahai diri, ingatlah! Penderitaan dalam ketaatan, lebih baik daripada nikmat dalam maksiat. Tahan sedikit perihnya, karena kau tak mampu menahan sakitnya azab neraka. Lupakan semua indahnya yang memperdaya, karena surga jauh lebih indah. Bunuh semua rindu kepadanya, ganti dengan kerinduan untuk melihat wajah Allah. Buang semua keinginan berjumpa dengannya, tukar dengan semangat mendatangi taman-taman surga di bumi (majelis ilmu). Tinggalkan karena Allah, maka Dia akan menggantikan yang lebih baik untukmu, insya Allah ta’ala. 💻 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/646858048797014 ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah 📙 Hastag: #Serpihan_Hati

Tafsir Surat Al-Baqarah Ayat 21-22.mp314.63 MB

Fiqh Nikah Bab Persusuan 070816.mp36.55 MB

Adab Penuntut Ilmu.mp319.82 MB

02 Tablig Akbar Cawas.mp317.15 MB

01 Tablig Akbar Cawas.mp314.64 MB

Penyesalan Setelah Kematian.mp36.68 MB

Ketika Hati Ternodai.mp39.03 MB

Manfaatkan 5 Perkara Sebelum Datang 5 Perkara.mp35.81 MB

Sofyan Chalid bin Idham Ruray - آمار و تحلیل کانال تلگرام @sofyanruray