fa
Feedback
Atsar ID

Atsar ID

رفتن به کانال در Telegram

Kritik dan saran: redaksiatsarid@gmail.com Tentang Atsar ID : www.atsar.id/p/about.html Channel lainnya : @arsipebooksalafy @mahadsalafy Pembina : Ustadz Abu Muhammad Hardi Cirebon hafizhahullah Jazakumullahu khairan wa barakallahu fikum

نمایش بیشتر
8 252
مشترکین
اطلاعاتی وجود ندارد24 ساعت
-167 روز
-6730 روز
آرشیو پست ها
🌹🌷✋🏻 BERAPA KALI SEBAIKNYA MENGULANGI SALAM? ومن السنن: أن يسلم ثلاث مراتٍ حتى يسمعوه فإذا سمعوه من الأولى فيكفي، وإلا زاد الثانية إلى الثالثة. عن أنسٍ -رضي الله عنه-: "أن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- كان إذا سلم سلَّم ثلاثة، وإذا تكلم بكلمة أعادها ثلاثة". خطبة بعنوان " آداب السلام " لفضيلة الشيخ:د. خالد بن ضحوي الظفيري. Terjemahan dalam  Bahasa Indonesia "Dan di antara sunnah-mengucapkan salam-: "Mengucapkan salam hingga tiga kali agar mereka mendengarnya. Jika mereka mendengarnya pada salam yang pertama, maka itu sudah mencukupi. Jika tidak, maka ucapkalah salam yang kedua kalinya hingga tiga kali. Dari Sahabat Anas -semoga Allah meridhoinya-: 'Bahwa Rasulullah ﷺ jika memberi salam, beliau mengucapkannya hingga tiga kali, dan jika beliau berbicara dengan sebuah kata, beliau mengulanginya hingga tiga kali.'" Dinukil dari Khutbah Jumat As-Syaikh DR Kholid bin Dhowi Adh-Dhufairi Berjudul: Adab-Adab Salam Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy Telegram : t.me/atsarid Website : www.atsar.id

🌹🌸 PENTINGNYA ADAB DALAM MENUNTUT ILMU AGAMA قَالَ ابْنُ الْمُبَارَكِ لَا يَنْبُلُ الرَّجُلُ بِنَوْعٍ مِنْ الْعِلْمِ مَا لَمْ يُزَيِّنْ عَمَلَهُ بِالْأَدَبِ رَوَاهُ الْحَاكِمُ فِي تَارِيخِهِ Terjemahan dalam  Bahasa Indonesia Berkata Al Imam Abdulloh ibnul Mubarak : "Seorang laki-laki tidak akan menjadi mulia dengan salah satu disiplin ilmu jika ia tidak menghiasi amal perbuatannya dengan adab." Diriwayatkan oleh Al Hakim dalam Tarikh-nya. Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy Telegram : t.me/atsarid Website : www.atsar.id

🖐🌱 SEBARKAN SALAM WALAU SEDANG DI PASAR قال بشر بن حرب : خرجت مع #عبدالله_بن_عمر بن الخطاب  إلى السوق فجعل لا يمرُّ على صغير ولا كبير إلا قال : سلامٌ عليكم ، سلامٌ عليكم [ العيال لابن أبي الدنيا ٢٨٢ ] Terjemahan dalam  Bahasa Indonesia Bishr bin Harb berkata: "Aku pergi ke pasar bersama Abdullah bin Umar bin Khattab, dan dia tidak melewati seorang pun, baik kecil maupun besar, kecuali dia berkata: 'Salamun 'alaikum, salamun 'alaikum.'" (Kitab Al-'Aiyal karya Ibn Abi Ad-Dunya, halaman 282). Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy Telegram : t.me/atsarid Website : www.atsar.id

👅BAHAYANYA LIDAH عَنْ سَعِيدٍ الْجُرَيْرِيِّ، عَنْ رَجُلٍ قَالَ: رَأَيْتُ ابْنَ عَبَّاسٍ آخِذًا بِثَمَرَةِ لِسَانِهِ وَهُوَ يَقُولُ: وَيْحَكَ قُلْ خَيْرًا تَغْنَمْ وَاسْكُتْ عَنْ شَرٍّ تَسْلَمْ قَالَ: فَقَالَ لَهُ رَجُلٌ: يَا ابْنَ عَبَّاسٍ مَا لِي أَرَاكَ آخِذًا بِثَمَرَةِ لِسَانِكَ تَقُولُ كَذَا وَكَذَا؟ قَالَ: بَلَغَنِي أَنَّ الْعَبْدَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ لَيْسَ هُوَ عَلَى شَيْءٍ أَحْنَقَ مِنْهُ عَلَى لِسَانِهِ " Dari Sa'id Al-Jurairi, dari seorang laki-laki, ia berkata: Aku melihat Ibnu Abbas memegang ujung lidahnya dan berkata: "Celakalah engkau, berkatalah yang baik maka kamu akan beruntung, dan diamlah dari keburukan(jangan berkata buruk-red) maka kamu akan selamat." Maka laki-laki itu pun bertanya kepadanya: "Wahai Ibnu Abbas, mengapa aku melihatmu memegang ujung lidahmu dan berkata demikian dan demikian ?" Ibnu Abbas menjawab: "telah sampai kepadaku khabar bahwa seorang hamba pada hari kiamat tidak marah terhadap sesuatu melebihi kemarahannya terhadap lidahnya." Sumber : الكتاب: الزهد المؤلف: أبو عبد الله أحمد بن محمد بن حنبل Kitab : Az Zuhud Karya Al Imam Abu Abdillah Ahmad bin Muhammad bin Hambal Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy Telegram : t.me/atsarid Website : www.atsar.id

❤️DUA PERKARA YANG MEMBUAT HATI KERAS الفُضَيْلُ بْنُ عِيَاضٍ يَقُولُ: شَيْئَانِ يُقَسِّيَانِ القَلْبَ كَثْرَةُ الكَلَامِ وَكَثْرَةُ الأَكْلِ. Al Fudhail bin Iyadh berkata: "Ada dua hal yang mengeraskan hati: banyak berbicara dan banyak makan." Sumber : الكتاب: روضة العقلاء ونزهة الفضلاء Kitab : Raudhotul 'Uqolaa wa Nuzhatul Fudholaa Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy Telegram : t.me/atsarid Website : www.atsar.id

📹 BOLEHKAH BERDAKWAH DENGAN MEDIA? Termasuk pembahasan tentang berdakwah dengan tampil di video 🎙 Al Ustadz Usamah Mahri, Lc hafizhahullah https://youtu.be/yePHkjBAt0M Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy Telegram : t.me/atsarid Website : www.atsar.id

🎁 KEUTAMAAN SALING MEMBERI HADIAH Dari Abu Hurairah radhiyallahu 'anhu, Rasulullah shallallhu 'alaihi wasallam bersabda : تَهادُوا تَحابُّوا "Saling memberi hadiahlah kalian; niscaya kalian akan saling mencintai." -Hadits Hasan- (Shahih Al Adab Al Mufrad, 462) HR. Al Bukhari (Al Adab, 594) dan Abu Ya'la (6148) Baca selengkapnya : https://www.atsar.id/2018/12/keutamaan-saling-memberi-hadiah.html Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy Telegram : t.me/atsarid Website : www.atsar.id

Kami segenap asatidzah & pengelola Atsar ID mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1445 H تقبل الله منا ومنكم صالح الأعمال Semoga Allah menerima amalan kami dan kalian. Segala kesalahan mohon dimaafkan, kritik dan saran mohon disampaikan. Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy Telegram : t.me/atsarid Website : www.atsar.id

Repost from Arsip Ebook Salafy
⬇️ Download Ebook Fiqih Ringkas Shalat Ied @arsipebooksalafy

Repost from Arsip Ebook Salafy
📖 [EBOOK] FIQIH RINGKAS SHALAT 'IED ✍️ Asy Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan hafizhahullah 🎯 Diterbitkan oleh Darussalaf S
📖 [EBOOK] FIQIH RINGKAS SHALAT 'IED ✍️ Asy Syaikh Shalih bin Fauzan al Fauzan hafizhahullah 🎯 Diterbitkan oleh Darussalaf Sragen ⬇️ Download Ebook Arsip Ebook Salafy t.me/arsipebooksalafy

Alhamdulillah, Ahlussunnah berhari raya bersama pemerintah. @atsarid
Alhamdulillah, Ahlussunnah berhari raya bersama pemerintah. @atsarid

📚 EBOOK BERMANFAAT 1⃣ Fikih Mudah Zakat Fitrah 2⃣ Syarah Hadits Seputar Hari Raya 3⃣ Tahniah (Ucapan Selamat Hari Raya), Hukum dan Waktunya Ketuk untuk mengunduh. Semoga bermanfaat. 🔎 t.me/arsipebooksalafy

Yuk Baca Nasihat dan Renungan di Akhir Ramadhan https://www.atsar.id/2018/06/renungan-di-akhir-ramadhan.html t.me/atsarid

Dan tidaklah pagi hari tiba sementara aku tidak melihat ada orang di halaman rumahku meminta bantuan, melainkan aku yakin bahwa musibah telah menimpaku hingga aku berharap ada pahala di sana” (Ibnu Abi Dunya dalam Makarimul Akhlaq) Hari-hari ini, di berbagai daerah adalah hari-hari donasi pembangunan. Pembebasan lahan, perluasan masjid, renovasi fasilitas pendidikan, penambahan asrama santri, dan lain-lain. Maka, selalu saja ada pesan atau poster masuk lewat grup maupun japri berisi ajakan ta'awun. Tawaran turut serta membantu. Jangan merasa terganggu! Itulah pintu kebaikan yang Allah bukakan untukmu. 3. Bagimu, Panitia! Sebelum orang lain, mulailah dari dirimu sendiri. Jangan hanya berharap pihak luar membantu, sementara dari dalam sendiri justru terlupa. Apa yang telah engkau sedekahkan, wahai Panitia? Berharaplah kemudahan dan bantuan itu kepada Allah semata. Hamba-hamba Allah hanyalah perantara. Semoga malam ini adalah malam Lailatul Qadar, malam yang nilainya lebih baik walau dibandingkan 1.000 bulan. Jangan sia-siakan! Jangan lewatkan! Selain tarawih, doa, dan membaca Al Qur'an, coba pikirkanlah sedekah terbaik apa yang bisa diberikan? ( Bahan Tausiyah Buka Bersama di Ma'had Minhajus Sunnah Muntilan. Kamis 26 Ramadhan 1443 H/28 April 2022 ) Oleh : Ustadz Abu Nasim Mukhtar hafizhahullah @anakmudadansalaf https://www.atsar.id/2022/05/kaum-dermawan-di-ramadhan.html Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy Telegram : t.me/atsarid Website : www.atsar.id

🌧 KAUM DERMAWAN DI RAMADHAN Abu Thalhah (Sahih Bukhari 1461 Muslim 998) termasuk orang kaya kaum Anshar. Kekayaannya berupa kebun-kebun kurma yang produktif. Bairaha' adalah nama kebun kurma miliknya yang paling berharga. Letaknya berhadap-hadapan dengan masjid. Nabi Muhammad ﷺ sering masuk ke sana untuk mereguk segarnya air sumur Bairaha'. Kebun kurma Bairaha' itu lalu disedekahkan Abu Thalhah. “ Sungguh! Harta yang paling aku cintai adalah Bairaha'. Sungguh! Kini, Bairaha' aku sedekahkan Lillahi. Aku berharap menjadi kebaikan dan tabungan di sisi Allah “, kata Abu Thalhah kepada Rasulullah ﷺ. Apa yang mendorong Abu Thalhah berlapang dada melepas aset paling berharga dan paling disuka sebagai sedekah? Sebab, telah turun firman Allah di dalam surat Ali Imran 92 : لَنْ تَنَالُوا الْبِرَّ حَتَّى تُنْفِقُوا مِمَّا تُحِبُّونَ وَمَا تُنْفِقُوا مِنْ شَيْءٍ فَإِنَّ اللَّهَ بِهِ عَلِيمٌ “ Kalian, belumlah dinyatakan meraih hakikat kebaikan, sampai kalian menginfakkan harta yang kalian cintai. Sekecil apapun infak yang kalian berikan, sesungguhnya Allah maha mengetahuinya” Jika kebaikan itu bertingkat-tingkat, maka ujud yang tertinggi adalah kesiapan dan kelapangan jiwa untuk memberikan aset terbaik dan miliknya yang paling berharga di jalan Allah. Walaupun demikian, sekecil apapun dan sesedikit apapun yang disalurkan di jalan Allah, tetap saja berpahala dan Allah membalasnya dengan berlipat-lipat. Nabi Muhammad ﷺ pernah mengajak sahabat-sahabatnya untuk bersedekah (Muslim 1017). Beliau memotivasi dengan menyebut bilangan yang dianggap sedikit. Bersedekah satu dinar, yang satu dirham, yang berupa baju, yang satu sha' (4 kali cakupan dua genggam tangan) kurma, yang satu sha' gandum, bahkan walau sepotong kurma. Berinfak atau bersedekah sangatlah luar biasa! Syaikh Al Utsaimin menerangkan (Syarah Riyadhus Shalihin 5/238), “ Nabi memberitakan bahwa setiap orang akan berada di bawah teduhan sedekahnya pada hari kiamat. Umat manusia saat itu, matahari didekatkan di atas kepala sejarak satu mil. Orang-orang yang gemar bersedekah, di atas kepala mereka adalah sedekah-sedekah yang telah diberikan; juga zakat. Mereka berada di bawah naungan sedekah pada hari kiamat” Keterangan Al Utsaimin di atas terkait sabda Nabi ﷺ : كُلُّ امْرِئٍ فِي ظِلِّ صَدَقَتِهِ حَتَّى يُفْصَلَ بَيْنَ النَّاسِ» " Setiap orang akan berada di naungan sedekahnya sampai keputusan manusia selesai” HR Ahmad dan Al Hakim dari sahabat Uqbah bin Amir dan disahihkan Al Albani dalam Shahihul Jami' (4510) Abul Khair Martsad, seorang perawi hadis di atas, begitu semangat mengamalkan. Sejak menyampaikan hadis ini, setiap hari beliau bersedekah meskipun sepotong roti atau sebiji bawang. Semangat bersedekah adalah semangat yang selalu menyala setiap hari. Setiap waktu. Bukan mingguan, bukan perbulan, bukan pertahun, apalagi hanya satu dua kali dalam satu tahun. Nabi Muhammad ﷺ bersabda (Bukhari 2389 Muslim 991) ; لَوْ كَانَ لِي مِثْلُ أُحُدٍ ذَهَبًا مَا يَسُرُّنِي أَنْ لاَ يَمُرَّ عَلَيَّ ثَلاَثٌ، وَعِنْدِي مِنْهُ شَيْءٌ إِلَّا شَيْءٌ أُرْصِدُهُ لِدَيْنٍ " Andai aku punya emas sebanyak gunung Uhud, aku tidak merasa tenang jika tiga hari berlalu sementara masih ada yang tersisa padaku. Kecuali sejumlah yang akan aku pakai melunasi utang” Oleh sebab itu : 1. Bulan Ramadhan adalah bulan sedekah. Sepuluh malam terakhir adalah waktu yang sangat istimewa, terutama malam ke-27. Ibnu Abbas (Bukhari 1803 Muslim 2308) menggambarkan Nabi Muhammad ﷺ sebagai pribadi yang sangat dermawan. Kedermawanan beliau semakin bertambah saat tiba bulan Ramadhan. Siapkah kita meneladani beliau? 2. Bagimu, Saudaraku! Jika ada ajakan sedekah, tawaran berinfak, jangan merasa terganggu! Jangan sempit hati! Jangan kesal dan jangan jengkel? Syukurilah! Sahabat Hakim bin Hizam mengatakan, “ Tidaklah pagi hari tiba, lalu aku melihat ada orang di halaman rumahku meminta bantuan kemudian aku bantu dia, melainkan aku yakini sebagai nikmat dari Allah yang membuatku memuji-Nya.

📑 SALAH KAPRAH SEPUTAR NUZULUL QURAN Di bulan Ramadhan, tepatnya setiap memasuki malam ke-17 sebagian kaum muslimin di Indonesia biasanya rutin mengadakan suatu acara seremonial yang disebut perayaan/peringatan Nuzulul Quran. Biasanya acara tersebut diisi dengan pembacaan Alquran, ceramah agama dan diakhiri dengan doa dan makan-makan. Tujuan diadakannya acara ini adalah dalam rangka memuliakan malam tersebut yang merupakan malam turunnya Alquran (berdasarkan anggapan mereka). Maka perayaan/ peringatan seperti ini jelas merupakan salah kaprah, dalam memahami Nuzulul Quran ditinjau dari beberapa sisi: 1. Penetapan malam 17 Ramadhan sebagai tanggal turunnya Alquran jelas merupakan kekeliruan karena tidak ada landasan dalilnya Karena Allah menegaskan bahwa turunnya Alquran adalah di malam Lailatul Qadr, sebagaimana yang telah dipaparkan di atas, dan malam Lailatul Qadr berdasarkan riwayat- riwayat yang shahih jatuh di malam-malam ganjil di sepuluh hari terakhir di bulan Ramadhan, sehingga tidak masuk padanya malam 17. Kalau yang mereka maksudkan dengan peringatan Nuzulul Quran tersebut adalah awal pertama kali Nabi shallallahu alaihi wasallammenerima wahyu, maka penetapan malam tanggal 17 Ramadhan tersebut juga tidak berlandaskan dalil yang kuat. 2. Acara peringatan Nuzulul Quran atau yang semisalnya seperti Maulid Nabi dan Isra' Mi'raj tidak pernah sama sekali dicontohkan oleh para Sahabat Nabi, padahal mereka adalah orang yang paling mengagungkan Alquran, kalau itu kebaikan tentulah mereka orang yang terdepan mengamalkannya. Sehingga acara Nuzulul Quran dan yang semisalnya merupakan perkara yang tidak ada contohnya dalam urusan agama. 3. Alquran pun diturunkan bukan untuk diperingati setiap tahunnya. Namun tujuan utama diturunkannya Alquran tersebut adalah agar dibaca dan direnungkan maknanya. Allah berfirman, كِتَٰبٌ أَنزَلْنَٰهُ إِلَيْكَ مُبَٰرَكٌ لِّيَدَّبَّرُوٓا۟ ءَايَٰتِهِۦ وَلِيَتَذَكَّرَ أُو۟لُوا۟ ٱلْأَلْبَٰبِ "Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memerhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran." (QS. Shaad: 29) Al-Hasan AI-Bashri berkata, "Demi Allah, jika seseorang tidak merenungkan Alquran dengan menghafalkan huruf-hurufnya Ialu ia melalaikan hukum-hukumnya sehingga ada yang mengatakan, "Aku telah membaca Alquran seluruhnya." Padahal kenyataannya ia tidak memiliki akhlak yang baik dan tidak memiliki amal." [Lihat Tafsir Al-Qur'an Al -'Azhim, 2:418-419] Baca selengkapnya : https://www.atsar.id/2020/05/meluruskan-pemahaman-tentang-nuzulul-quran.html Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy Telegram : t.me/atsarid Website : www.atsar.id

MANA YANG UTAMA MEMBACA AL-QUR'AN DARI MUSHAF ATAU DARI HP? Al-Allamah Asy-Syaikh Shalih Al-Fauzan hafizhahullah Pertanyaan: Apakah membaca Al-Qur'an dari HP itu lebih afdhal atau dari Mushaf, yakni Mushaf kertas yang ma'ruf, dan apa beda keduanya? Jawaban: Tiada perbedaan antara keduanya, semuanya itu tulisan Al-Qur'an. Maka membaca melalui mushaf itu lebih utama, karena mushaf itu memang disiapkan untuk itu dan lebih jelas penulisannya. Maka membaca lewat Mushaf itu lebih utama daripada melalui HP, dan membaca melalui HP itu boleh saja. http://cutt.us/eCGAW 〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️ MEMBACA AL-QUR'AN DENGAN HP DI MASJID Al-Allamah Ubaid Al-Jabiry rahimahullah berkata: "Jika di masjid ada mushaf-mushaf al-Qur'an maka tidak sepantasnya membaca al-Qur'an dengan HP. Dan aku membenci hal itu, karena mushaf itu, membawanya dan melihat kepadanya itu termasuk ibadah, sementara HP itu tidak demikian. Dan terkadang hal itu akan berakibat mushaf-mushaf ditinggalkan dan tidak dimanfaatkan. Sumber: Channel Ala Khutha Ash-Shahabiyaat 〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️ APAKAH DIPERSYARATKAN BERSUCI KETIKA MEMBACA AL QUR’AN YANG ADA DI HP? Asy-Syaikh Ubaid bin Abdillah al Jabiry rahimahullah Pertanyaan: Semoga Allah berbuat baik kepada Anda. Ada yang bertanya: Apakah wajib bersuci ketika akan membaca Al Qur’an dari HP (handphone)? Jawaban: Menurutku, membaca Al Qur’an hanya satu cara walaupun kami nasihatkan agar membacanya dengan menggunakan mushaf karena ini yang lebih utama. Dan cara membaca seperti ini (dengan mushaf) lebih menunjukkan sisi ta'abbud (ibadah) dan juga merupakan hukum asal dari membaca Al Qur’an. Dan kesimpulannya, bahwasanya bersuci (ketika membaca Al Qur’an) hukumnya mustahab (sunnah), diperintahkan dengan makna perintah yang bersifat sunnah bukan wajib, sama saja baik hadats besar maupun kecil. http://ar.miraath.net/fatwah/8514 〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️ HUKUM MEMBACA AL-QUR'AN DARI HP TANPA BERWUDHU Asy-Syaikh Al-Allamah Abdul aziz Alu Asy-Syaikh hafizhahullah 📫 Pertanyaan: Jazakumullahu khaira, dan ini ada pendengar wanita berkata: Saya ingin bertanya tentang hukum membaca Al-Quran melalui HP tanpa berwudhu apakah boleh? 🔓 Jawaban : Tidak mengapa karena yg ada di tanganmu bukanlah mushaf, akan tetapi itu adalah HP. http://www.mufti.af.org.s ————— Kompilasi dari @forumsalafy https://www.atsar.id/2018/11/jangan-salah-inilah-hukum-membaca-al.html Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy Telegram : t.me/atsarid Website : www.atsar.id

📑 MANFAATKAN MOMEN RAMADHAN INI! SEBELUM HILANG DAN TAK KEMBALI Thalhah bin Ubaidillah radhiyallahu 'anhu mengatakan, Ada dua orang dari kabilah Baliy datang menemui Rasulullah ﷺ. Mereka berdua masuk Islam bersama-sama. Salah satu dari mereka lebih kuat kesungguhannya daripada yang lain. Maka, orang yang lebih bersungguh-sungguh ikut berjihad dan meninggal. Adapun yang satunya, dia hidup setahun lebih lama. Aku pun bermimpi, saat aku di pintu jannah, aku bertemu keduanya. Ada yang keluar dari jannah dan mengizinkan masuk bagi yang meninggal belakangan. Lalu keluar lagi dan mengizinkan masuk untuk yang meninggal dalam jihad. Dia pun kembali menemuiku dan mengatakan, 'Kembalilah, ini belum waktumu.' Pada pagi harinya, Thalhah pun bercerita kepada orang-orang dan mereka heran dengannya. Lalu, sampailah hal tersebut kepada Rasulullah ﷺ dan mereka bercerita kepada beliau. Beliau pun bersabda, "Kenapa kalian heran?" Mereka mengatakan, "Wahai Rasulullah, orang ini dahulu orang yang paling bersungguh-sungguh dan meninggal dalam jihad. Namun, justru orang yang kedua masuk ke jannah sebelumnya." Rasulullah ﷺ pun mengatakan, أَلَيْسَ قَدْ مَكَثَ هَذَا بَعْدَهُ سَنَةً قَالُوا بَلَى قَالَ وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَ وَصَلَّى كَذَا وَكَذَا مِنْ سَجْدَةٍ فِي السَّنَةِ "Bukankah dia hidup setahun lebih lama daripada yang ini?" "Ya." jawab para shahabat. "Bukankah dia mendapati bulan Ramadhan, lalu puasa dan salat dan melakukan sujud demikian dan demikian dalam setahun?" "Ya." kata para shahabat. فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ "Maka antara mereka berdua lebih jauh daripada langit dan bumi." Shahih Sunan Ibni Majah 3925 Manfaatkan hari-hari dan malam Ramadhan ini, sebelum lewat dan takkan kembali. Jangan sampai kita menyesal kemudian karena waktu tak akan terulang. https://www.atsar.id/2017/06/manfaatkan-momen-ramadhan-ini-sebelum-pergi.html Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy Telegram : t.me/atsarid Website : www.atsar.id

“Maukah aku beritakan kepadamu, kepada siapa syaitan-syaitan itu turun? Mereka turun kepada tiap-tiap affak (pendusta) lagi atsim (yang banyak dosa), Mereka menghadapkan pendengaran (kepada syaitan) itu, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang pendusta.” (Asy Syu’ara: 221-223) Maka jika seseorang mengetahui bahwa berakhlak buruk itu mengantarkan kepada hal ini, maka hendaknya ia menjauhinya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, الْمُسْلِمُ مَنْ سَلِمَ الْمُسْلِمُونَ مِنْ لِسَانِهِ وَيَدِهِ “Seorang muslim adalah orang yang kaum muslimin selamat dari gangguan lisan dan tangannya.” (HR. Al Bukhari) Keempat: Hendaknya dia senantiasa menghadirkan dalam benaknya gambaran akhlak Rasulullah shallallahu alaihi wasallam Allah ta’ala berfirman, لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الآخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا “Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari kiamat dan Dia banyak menyebut Allah.” (Al Ahzab: 21) وَإِنَّكَ لَعَلى خُلُقٍ عَظِيمٍ “Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Al Qalam: 4) Kelima : Senantiasa berdoa, meminta kepada Allah agar dianugerahi akhlaq yang mulia Beberapa doa yang warid dari Nabi shallallahu ‘alaihi wassalam di antaranya adalah sebagai berikut, اللَّهُمَّ أَحْسَنْتَ خَلْقِي فَأَحْسِنْ خُلُقِي “Ya Allah Engkau telah memperbagus penciptaanku, maka baguskanlah akhlakku.” (HR. Ahmad, dishahihkan oleh Asy Syaikh Al Albani) اَللَّهُمَّ أَهْدِنِيْ ِلأَحْسَنِ اْلأَعْمَالِ ، وَأَحْسَنِ اْلأَخْلاَقِ ، لاَ يَهْدِي ِلأَحْسَنِهَا إِلاَّ أَنْتَ ، وَقِنِي سَيِّئِ اْلأَعْمَالِ ، وَسَيِّئِ اْلأَخْلاَقِ ، لاَ يَقِي سَيِّئَهَا إِلاَّ أَنْتَ “Ya Allah berilah petunjuk kepadaku untuk berbuat sebaik-baik amalan, sebaik-baik akhlak, tidak ada yang bisa menunjuki untuk berbuat sebaik-baiknya kecuali Engkau. Dan lindungi kami dari jeleknya amalan dan jeleknya akhlak, dan tidak ada yang melindungi dari kejelekannya kecuali Engkau”. (HR. An Nasa’i) اَللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوْذُ بِكَ مِنْ مُنْكَرَاتِ اْلأّخْلاَقِ وَاْلأَعْمَالِ وَاْلأَهْوَاءِ وَاْلأَدْوَاءِ “Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari kemungkaran-kemungkaran akhlak, amalan-amalan, hawa nafsu, dan penyakit-penyakit.” (HR. AtTirmidzi dan dishahihkan oleh Al-Albani) Referensi: Makarimul Akhlaq, Asy Syaikh Muhammad bin Shalih Al Utsaimin Qutufun min Syamaaili Muhammadiyyah, Asy Syaikh Muhammad bin Jamil Zainu https://www.atsar.id/2018/02/cara-mengubah-akhlak-jelek-menjadi-akhlak-baik.html Atsar ID | Arsip Fawaid Salafy Telegram : t.me/atsarid Website : www.atsar.id