[ BIG HIRING ] 𝐂𝐎𝐑𝐀𝐋𝐘𝐍 𝐍𝐀𝐔𝐓𝐈𝐂𝐀 𝐒𝐂𝐇𝐎𝐎𝐋
رفتن به کانال در Telegram
୨୧ 𝐎𝐂𝐄𝐀𝐍 𝐃𝐄𝐏𝐓𝐇𝐒 ୨୧ 𓇼 BOT OFC ── @CORALYNNOFC_BOT 𓆝 BOT MPPS ── @CoralynMpps_bot ୨୧ 𝐃𝐀𝐑𝐊 𝐒𝐄𝐀 ୨୧ 🪼 BLACKLIST ── @LembarHitamCns 🐚 SHITPOST ── @shtpstcns 𓆉 ˚。⋆ 𓆝 ⋆。˚ 𓆉
نمایش بیشترکشور مشخص نشده استدسته بندی مشخص نشده است
2 452
مشترکین
+1624 ساعت
+1567 روز
+26930 روز
آرشیو پست ها
🗣️ : Dia tidak membaca teks yang disiapkan partai. Dia merogoh saku jasnya, mengeluarkan flashdisk hitam itu, dan mengangkatnya tinggi-tinggi.
“Rakyat Indonesia,” suara Baskoro bergema di seluruh ruang sidang, stabil tanpa keraguan sedikit pun.
“Di tangan saya ini adalah bukti bahwa proyek bendungan yang akan kita sahkan hari ini adalah sebuah kejahatan. Saya tidak akan menjadi bagian dari konspirasi yang mengorbankan nyawa saudara-saudara saya. Detik ini juga, saya serahkan bukti ini kepada penegak hukum, dan saya menyatakan mengundurkan diri dari jabatan saya.”
Suara ketukan palu sidang mendadak riuh. Ruangan itu langsung pecah dalam kekacauan. diri.”
/Keeping the mic on ; taking a brief pause ; prepares to tell the story/
/take a breath: get closer to the mic again: look at the notes : smile again
🗣️ : Apa yang dilakukan Baskoro keesokan harinya?
Keesokan harinya, ruang sidang pleno parlemen dipenuhi riuh rendah anggota dewan. Kamera televisi menyala di setiap sudut, menyiarkan langsung jalannya pemungutan suara ke seluruh negeri. Di barisan depan, para petinggi partai duduk dengan senyum sinis, yakin bahwa Baskoro telah bertekuk lutut.
Ketika nama 'Baskoro' dipanggil untuk maju ke podium memberikan pernyataan akhir, seluruh ruangan mendadak sunyi.
Baskoro berjalan dengan langkah tegap. Dia tidak melihat ke arah kursi partainya. Dia langsung menatap lurus ke kamera utama yang menyiarkan wajahnya ke jutaan rumah di seluruh Indonesia.
/smile at the camera : and start talking/
🗣️ : Baskoro terdiam. Keringat dingin menetes di dahinya. Di titik ini, dia sadar. Di dalam politik, tidak ada yang namanya 'teman sejati'. Yang ada hanyalah 'saling memegang kartu as'. Dan malam itu, kartunya telah habis.
Dia melihat ke jendela. Menatap lampu-lampu kota yang tampak kecil dari lantai 30 gedungnya. Di bawah sana, ada jutaan rakyat yang menaruh harapan padanya. Dan di atas sini, ada segelintir orang yang siap menghancurkannya jika dia berkhianat.
/Keeping the mic on ; taking a brief pause ; prepares to tell the story/
/take a breath: get closer to the mic again: look at the notes : smile again
🗣️ : Tiba-tiba, telepon genggamnya berdering. Tanpa nama. Hanya nomor privat.
Baskoro mengangkatnya. Suara di seberang sana sangat tenang, namun dingin. Suara yang sudah sangat dia kenal—Sang Ketua Partai.
“Baskoro,” ujar suara itu. “Besok adalah hari besar kita. Saya harap kamu tidak lupa siapa yang membelikan rumah mewah yang kamu tinggali sekarang. Jangan sampai… lembar terakhir di map merahmu itu… berubah menjadi namamu sendiri.”
Klik. Telepon ditutup.
/Charming smile ; speaking confidently ; start to talking/
🗣️ : Baskoro bukan orang jahat sejak awal. Sepuluh tahun lalu, dia adalah pemuda idealis dari daerah. Dia berjanji membawa perubahan. Tapi politik ibu kota adalah mesin penggiling. Jika kamu tidak ikut menggiling, kamu yang akan digilas.
Malam itu, Baskoro harus mengambil keputusan terbesar dalam hidupnya. Esok hari adalah pemungutan suara untuk proyek mega-infrastruktur yang sebenarnya… cacat total. Proyek yang akan menyengsarakan jutaan rakyat, namun menguntungkan segelintir oligarki yang mendanai partainya.
/Charming smile ; speaking confidently ; start to talking/
🗣️ :Bayangkan sebuah ruangan kerja yang mewah. Jam dinding menunjukkan pukul dua pagi. Di luar, hujan deras mengguyur ibu kota. Di dalam ruangan itu, Senator Baskoro duduk sendirian. Di depannya ada sebuah map merah tebal.
Map itu bukan berisi rancangan undang-undang. Map itu berisi daftar nama.
Nama-nama orang yang telah membantunya naik ke puncak kekuasaan. Dan di samping setiap nama, ada satu kolom khusus bertuliskan: “Metode Eliminasi”.
/Keeping the mic on ; taking a brief pause ; prepares to tell the story/
/smile at the camera : and start talking/
🗣️ : so,guys! pernahkah kalian berpikir...apa harga yang harus dibayar untuk sebuah kursi di parlemen? apakah cukup dengan uang? ataukah.. adakah harga lain jauh lebih mahal, seperti jiwa kita sendiri?
malam ini,saya akan membawakan teori konspirasi ,saya ingin menceritakan kisah nyata yang terkubur rapi dalam arsip negara.kisah tentang "Senator Baskoro"
jdi ikuti jalan cerita saya,jngan sampe kelewatan kan sedikit pun tentang kisah ini,kita masuk ke jalan cerita nya
/enter the podcast room : sit on the chair : check all the requirements for a podcast: take headphones : smiling at the camera
🗣️ : hai semuanya selamat malam warga Coralyn nautica school!
gimana kabar kalian? sehat semuanya? semoga kalian semua sehat" yaa,jaga kesehatan oke? soalnya akhir" ini bnyak yg sakit jdi jaga kesehatan kalian oke?
sebelum kita mulai podcast nya saya ingin kenalan diri saya, berkenan dengan kalian semuanya,nama saya Liam Andrew bisa panggil saya Liam atau suaminya Giselle! 😂, ingetkan nama saya dan wajah tampan saya oke karena saya akan sering muncul didalam podcast,tanpa lama" lagi langsung kita mulai podcast nya!
/take notes on today's podcast : take a breath : look at the camera again : and smile/
/Stadium lights come on with the words 'ON AIR' : there is music in the background /
⋆⭒˚.⋆ ♱ PODCAST CORALYN NAUTICA SCHOOL♱ ⋆⭒˚.⋆
Judul Podcast
⋆♱✮♱⋆ "Senator Baskoro" ⋆♱✮♱⋆
*ੈ✩‧₊˚༺☆༻*ੈ✩‧₊˚
ִ ࣪𖤐 🔤🔤🔤🔤 : 18 Oktober 2026
ִ ࣪𖤐 🔤🔤🔤🔤: 19.00 pm
ִ ࣪𖤐 🔤🔤🔤🔤:Liam Andrew
ִ ࣪𖤐 🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤🔤 : Ofc Coralyn Nautica School
*ੈ✩‧₊˚༺☆༻*ੈ✩‧₊˚
⋆♱✮♱ Jangan sampe ketinggalan yaaa!? ⋆♱✮♱
