fa
Feedback
𝐅𝐄𝐁𝐙 𝐒𝐇𝐀𝐑𝐄 𝐂𝐄𝐍𝐓𝐑𝐀𝐋

𝐅𝐄𝐁𝐙 𝐒𝐇𝐀𝐑𝐄 𝐂𝐄𝐍𝐓𝐑𝐀𝐋

رفتن به کانال در Telegram

نمایش بیشتر
کشور مشخص نشده استدسته بندی مشخص نشده است
1 165
مشترکین
اطلاعاتی وجود ندارد24 ساعت
-17 روز
-130 روز
آرشیو پست ها
bikin sendiri ae 🗿🗿🗿

Waktu itu gw kenal sama seorang cewek namanya Naya. Awalnya cuma gara-gara satu kelas. Dia sering duduk di belakang gw, dan entah kenapa hampir setiap hari selalu ada aja alasan buat ngobrol. Lama-lama kami jadi dekat. Hampir setiap malam kami chat. Kadang cuma bahas hal nggak penting sampai ketawa sendiri. Sampai akhirnya gw berani bilang kalau gw suka sama dia. Ternyata perasaan gw dibalas. Sejak hari itu, kami pacaran. Gw benar-benar sayang sama Naya. Kalau dia sakit, gw khawatir. Kalau dia sedih, gw selalu berusaha ada. Bahkan beberapa kali gw nolak ajakan teman cuma karena dia pengin ditemenin. Tapi sekitar enam bulan kemudian, Naya mulai berubah. Dia yang biasanya selalu cerita tiba-tiba jadi jarang ngomong. Chat gw sering dibalas lama. Kalau gw ajak ketemu, selalu ada alasan. Awalnya gw berpikir mungkin dia lagi banyak masalah. Sampai suatu malam, teman gw ngirim sebuah foto. Di foto itu, Naya sedang duduk berdua dengan cowok lain di sebuah kafe. Gw langsung nanya ke dia. "Lo lagi sama siapa?" Dia jawab, "Temen." Gw percaya. Sampai beberapa hari kemudian gw tahu kalau cowok itu bukan sekadar teman. Namanya Raka. Dan ternyata, mereka sudah dekat sejak beberapa bulan sebelumnya. Gw masih ingat malam ketika gw akhirnya ketemu Naya dan nanya semuanya. "Lo masih sayang sama gw?" Dia diam cukup lama. Lalu dia bilang, "Gw bingung." Cuma dua kata. Tapi dua kata itu cukup buat menghancurkan gw. Gw akhirnya tahu, selama gw sibuk mempertahankan hubungan kami, dia ternyata sudah punya perasaan untuk orang lain. Gw nggak marah. Gw cuma bilang, "Kalau emang lo lebih bahagia sama dia, pergi aja." Naya menangis dan minta maaf. Tapi kali ini gw nggak bisa bilang semuanya bakal baik-baik aja. Kami akhirnya berpisah malam itu. Beberapa bulan kemudian, gw dengar Naya benar-benar pacaran sama Raka. Aneh rasanya. Dulu gw pikir gw nggak bakal bisa hidup tanpa dia. Tapi ternyata waktu terus berjalan. Gw masih ingat Naya, masih ingat semua kenangan kami, tapi rasa sakitnya sudah nggak sama. Sampai suatu sore, gw nggak sengaja melihat mereka berjalan berdua. Naya sempat melihat gw. Kami saling menatap beberapa detik. Dia tersenyum kecil. Gw juga membalas senyumnya. Lalu gw berjalan pergi. Bukan karena gw sudah lupa. Tapi karena akhirnya gw sadar... nggak semua orang yang kita cintai ditakdirkan untuk tinggal. Ada yang datang cuma untuk memberikan kenangan, lalu pergi supaya kita belajar cara melepaskan.

═════════════════════════ MATI LU KONTOL ═════════════════════════ ⠀⣠⣶⣿⣿⣶⡄⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⣀⣤⣄⡀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⣿⣿⣿⣿⣿⣿⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⣾⣿⣿⣿⣿⡆⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠹⢿⣿⣿⡿⠃⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⣿⣿⣿⣿⣿⡏⢀⣀⡀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⣠⣤⣦⡄⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠈⠛⠿⣟⣋⣼⣽⣾⣽⣦⡀⠀⠀⠀ ⢀⣼⣿⣷⣾⡽⡄⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⣴⣶⣶⣿⣿⣿⡿⢿⣟⣽⣾⣿⣿⣦⠀⠀ ⣸⣿⣿⣾⣿⣿⣮⣤⣤⣤⣤⡀⠀⠀⠻⣿⡯⠽⠿⠛⠛⠉⠉⢿⣿⣿⣿⣿⣷⡀ ⣿⣿⢻⣿⣿⣿⣛⡿⠿⠟⠛⠁⣀⣠⣤⣤⣶⣶⣶⣶⣷⣶⠀⠀⠻⣿⣿⣿⣿⣇ ⢻⣿⡆⢿⣿⣿⣿⣿⣤⣶⣾⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⠿⠟⠀⣠⣶⣿⣿⣿⣿⡟ ⠈⠛⠃⠈⢿⣿⣿⣿⣿⣿⣿⠿⠟⠛⠋⠉⠁⠀⠀⠀⠀⣠⣾⣿⣿⣿⠟⠋⠁⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠙⢿⣿⣿⡏⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⣴⣿⣿⣿⠟⠁⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⢸⣿⣿⡇⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⣼⣿⣿⣿⠋⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⢸⣿⣿⣿⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⢸⣿⣿⣿⠁⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⢸⣿⣿⣿⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠸⣿⣿⠇⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⢸⣿⣿⣿⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⣼⣿⣿⡇⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀ ⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠻⣿⡿⠁⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀⠀