es
Feedback

¡No caigas en manos de tramposos! Telemetrio encuentra y marca estos canales 👉 Si quieres ver la etiqueta, suscríbete

LongText Loving you

LongText Loving you

Ir al canal en Telegram

📈 Análisis del canal de Telegram LongText Loving you

El canal LongText Loving you (@textlovinyou) en el segmento lingüístico de Indonesio es un actor destacado. Actualmente la comunidad reúne a 209 907 suscriptores, ocupando la posición 82 en la categoría Motivación y presupuesto y el puesto 65 en la región Indonesia.

📊 Métricas de audiencia y dinámica

Desde su creación el невідомо, el proyecto ha mostrado un crecimiento acelerado, reuniendo a 209 907 suscriptores.

Según los últimos datos del 07 agosto, 2025, el canal mantiene una actividad estable. En los últimos 30 días la variación de miembros fue de 2 324, y en las últimas 24 horas de 0, conservando un alto alcance.

  • Estado de verificación: No verificado
  • Tasa de interacción (ER): El promedio de interacción de la audiencia es 0%. Durante las primeras 24 horas tras publicar, el contenido suele obtener N/A% de reacciones respecto al total de suscriptores.
  • Alcance de las publicaciones: Cada publicación recibe en promedio 0 visualizaciones. En el primer día suele acumular 0 visualizaciones.
  • Reacciones e interacción: La audiencia responde de forma activa: el promedio de reacciones por publicación es 0.
  • Intereses temáticos: El contenido se centra en temas clave como cinta, rindu, hidup, kenang, kisah.

📝 Descripción y política de contenido

El autor describe el recurso como un espacio para expresar opiniones subjetivas:
“I love you - is it long enough ? WA https://whatsapp.com/channel/0029VaqGP1bLo4hYRPgm3b2x”

Gracias a la alta frecuencia de actualizaciones (últimos datos recibidos el 08 agosto, 2025), el canal mantiene la vigencia y un amplio alcance. La analítica demuestra que la audiencia interactúa activamente con el contenido, lo que lo convierte en un punto de referencia dentro de la categoría Motivación y presupuesto.

209 907
Suscriptores
Sin datos24 horas
+4857 días
+2 32430 días
Archivo de publicaciones
Kau begitu dekat, tapi terasa jauh, Seperti bintang yang tak bisa kugapai selalu. Aku diam, menahan pilu, Mencintaimu dalam sunyi yang tak pernah berlalu.

Aku menulis namamu di dalam hati, Tersembunyi rapi, tak bisa pergi. Walau ku tak bisa ungkapkan kini, Cintaku abadi, meski tak kau sadari.

Aku hanyalah bayangan samar, Mencintaimu tanpa bersandar. Tak mengharap kau kan sadar, Hanya ingin kau tetap bersinar.

Aku mencintaimu dalam senyap, Seperti angin yang menyentuh tanpa terlihat, Tak meminta balas, tak menuntut tempat, Hanya berharap kau selalu bahagia.

Aku tak pernah berani mengucap namamu, Tapi hatiku selalu memanggilmu. Dalam setiap tatapan yang kusembunyikan, Ada cinta yang tak pernah kau sadari.

Aku berdiri di sampingmu, Namun terasa sejauh bintang dan bulan. Aku ingin menyapamu, Tapi takut kehilangan bayanganmu.

Aku mencintaimu seperti laut mencintai pantai, Datang berulang kali, tapi selalu dihempas kembali. Aku berjuang untuk tetap tinggal, Tapi kamu memilih untuk pergi tanpa menoleh lagi.

Aku ingin kau bahagia, bahkan jika itu berarti aku harus belajar hidup tanpa hadirmu di sisiku.

Cintaku untukmu tidak menuntut balasan, karena mencintaimu saja sudah cukup untuk membuat hatiku utuh.

Aku lebih memilih menjadi bayangan yang tak terlihat, daripada menjadi beban bagi kebahagiaanmu.

Aku merindukanmu dalam setiap doa, tidak untuk kamu kembali padaku, tetapi biar kamu selalu diberkati dengan kebahagiaan sejati.

Cinta ini tak harus dimiliki, selama aku tahu kamu menemukan seseorang yang bisa menjagamu lebih baik dari yang aku bisa.

With you, even the ordinary feels magical.

My heart whispers your name with every beat.

You are my favorite hello and my hardest goodbye.

Andai rindu bisa bicara, Ia akan menyebut namamu. Setiap detik, setiap masa, Tanpa lelah, tanpa jemu.

Jauh di mata dekat di hati, Begitulah aku mengerti. Meski raga tak dapat menyentuh, Namun cinta tetap utuh.

Di antara bintang dan angin malam, Kutitip rindu dalam diam. Semoga kau rasakan getarnya, Sejauh apapun kita terpisah.

Aku bukan sekadar mencinta, Aku merindukanmu sepenuh jiwa. Bagai ombak yang rindu pantai, Tak bisa lari, selalu kembali.

Aku menunggu dalam hening, Menghitung waktu dalam sepi. Rinduku ini tak mungkin lari, Hanya untukmu sepanjang hari.