es
Feedback

¡No caigas en manos de tramposos! Telemetrio encuentra y marca estos canales 👉 Si quieres ver la etiqueta, suscríbete

TradeStock Channel

TradeStock Channel

Ir al canal en Telegram

Providing Stocks Analysis, Market Analysis, Education, And Potential Daily Recommendation. Admin: @tradestock_admin visit our official website: www.tradestock.id

Mostrar más

📈 Análisis del canal de Telegram TradeStock Channel

El canal TradeStock Channel (@tradestockid) en el segmento lingüístico de Indonesio es un actor destacado. Actualmente la comunidad reúne a 20 252 suscriptores, ocupando la posición 5 963 en la categoría Economía y Finanzas y el puesto 3 186 en la región Indonesia.

📊 Métricas de audiencia y dinámica

Desde su creación el невідомо, el proyecto ha mostrado un crecimiento acelerado, reuniendo a 20 252 suscriptores.

Según los últimos datos del 14 octubre, 2026, el canal mantiene una actividad estable. En los últimos 30 días la variación de miembros fue de -220, y en las últimas 24 horas de 0, conservando un alto alcance.

  • Estado de verificación: No verificado
  • Tasa de interacción (ER): El promedio de interacción de la audiencia es 5.78%. Durante las primeras 24 horas tras publicar, el contenido suele obtener 3.21% de reacciones respecto al total de suscriptores.
  • Alcance de las publicaciones: Cada publicación recibe en promedio 1 171 visualizaciones. En el primer día suele acumular 651 visualizaciones.
  • Reacciones e interacción: La audiencia responde de forma activa: el promedio de reacciones por publicación es 2.
  • Intereses temáticos: El contenido se centra en temas clave como tradestock, foreign, www.tradestock.id, ikut, peluang.

📝 Descripción y política de contenido

El autor describe el recurso como un espacio para expresar opiniones subjetivas:
“Providing Stocks Analysis, Market Analysis, Education, And Potential Daily Recommendation. Admin: @tradestock_admin visit our official website: www.tradestock.id”

Gracias a la alta frecuencia de actualizaciones (últimos datos recibidos el 15 octubre, 2026), el canal mantiene la vigencia y un amplio alcance. La analítica demuestra que la audiencia interactúa activamente con el contenido, lo que lo convierte en un punto de referencia dentro de la categoría Economía y Finanzas.

20 252
Suscriptores
Sin datos24 horas
-677 días
-22030 días
Archivo de publicaciones
Lewat $ERAA gak nih??
Lewat $ERAA gak nih??

Selamat pagi, Global Rabu (14/10), Dow Jones Industrial Average turun -46,62 poin (-0,09%) ke level 51.621,48, indeks S&P 500 turun -86,51 poin (-1,11%) ke 7.718,94 dan NASDAQ Composite turun -511,51 poin (-1,88%) ke level 26.692,87. Domestik Rabu (14/10), IHSG ditutup naik +17,05 poin (+0,29%) ke level 5.943,02 dengan net foreign sell sebesar Rp104,01 B di pasar reguler. Sentimen pasar domestik masih cenderung negatif meski IHSG menguat 0,29% ke level 5.943,02. Penguatan dinilai belum mengonfirmasi terbentuknya bottom, mengingat aksi jual asing masih berlanjut dan tekanan rupiah tetap tinggi. Investor juga mencermati risiko pelemahan lanjutan akibat inflasi AS, kenaikan yield US Treasury, harga minyak, serta evaluasi MSCI. Sentimen Wall Street melemah seiring kenaikan inflasi AS pada September yang meningkatkan spekulasi bahwa The Fed akan kembali menaikkan suku bunga. S&P 500 turun 1,11%, Nasdaq melemah 1,88%, dan Dow Jones terkoreksi 0,09%. Tekanan terbesar datang dari sektor teknologi dan saham infrastruktur AI, sementara kenaikan imbal hasil dan kekhawatiran inflasi membebani minat risiko investor.

Transaksi masih sepi 😮‍💨😮‍💨
Transaksi masih sepi 😮‍💨😮‍💨

$ASLI bergerak di sektor konstruksi bangunan. Kinerja bisnisnya bergantung pada perolehan proyek, pelaksanaan pekerjaan, marg
$ASLI bergerak di sektor konstruksi bangunan. Kinerja bisnisnya bergantung pada perolehan proyek, pelaksanaan pekerjaan, margin kontrak, dan kemampuan mengelola arus kas Narasi ASLI saat ini lebih mengarah pada pemulihan bisnis konstruksi setelah perusahaan masih membukukan kerugian pada semester I 2026. Katalis yang perlu dipantau adalah perolehan kontrak baru, peningkatan pendapatan, perbaikan margin proyek, dan kemampuan perusahaan mengubah pendapatan menjadi laba bersih positif; tanpa bukti kontrak atau aksi korporasi baru yang terverifikasi, lonjakan harga saham sebaiknya tidak langsung dianggap mencerminkan perbaikan fundamental

5850 done ✅ semoga bisa kembali close diatas 6000 🤲🏻🤲🏻
5850 done ✅ semoga bisa kembali close diatas 6000 🤲🏻🤲🏻

Selamat pagi, Global Selasa (13/10), Dow Jones Industrial Average melemah -180,45 poin (-0,35%) ke level 51.670,10, indeks S&P 500 melemah -1,79 poin (-0,02%) ke level 7.805,45, dan NASDAQ Composite turun -41,52 poin (-0,15%) ke level 27.204,38. Domestik Selasa (13/10), IHSG ditutup melemah -10,17 poin (-0,17%) ke level 5.925,98, dengan net foreign buy sebesar Rp5,89B di pasar reguler. Top Net Foreign Buy: ASII +44,73B, TINS +35,28B, BRMS +34,45B. Top Net Foreign Sell: BMRI -120,07B, TLKM -74,76B, BBRI -65,31B. Sentimen domestik masih dibayangi ketidakpastian eksternal dan tekanan pada saham berkapitalisasi besar. Eskalasi geopolitik di Timur Tengah serta harga minyak yang masih tinggi meningkatkan kekhawatiran terhadap inflasi dan arah suku bunga global. Dari dalam negeri, tekanan jual pada sejumlah saham perbankan besar serta volatilitas arus dana asing turut membatasi penguatan IHSG. Meski demikian, IHSG berhasil memangkas tekanan setelah sempat turun hingga level 5.828 dan ditutup dekat level tertinggi hariannya. Sentimen global masih diwarnai kekhawatiran terhadap keberlanjutan reli saham berbasis AI, khususnya sektor semikonduktor, setelah muncul kekhawatiran terhadap tingginya belanja modal AI serta meningkatnya persaingan dari perusahaan chip China. Di sisi lain, musim laporan keuangan kuartal III AS mulai bergulir dengan kinerja sejumlah bank besar menjadi perhatian investor. Pasar juga mencermati data inflasi AS yang akan menjadi indikator penting bagi arah kebijakan suku bunga The Fed.

Pagi tadi sudah sentuh area support, semoga pertanda baik untuk bisa rebound
Pagi tadi sudah sentuh area support, semoga pertanda baik untuk bisa rebound

Selamat pagi, Global Senin (12/10), Dow Jones Industrial Average naik +195,60 poin (+0,38%) ke level 51.850,55, indeks S&P 500 turun -4,30 poin (-0,06%) ke 7.807,24 dan NASDAQ Composite turun -120,27 poin (-0,44%) ke level 27.245,90. Domestik Senin (12/10), IHSG ditutup turun -157,61 poin (-2,59%) ke level 5.936,15 dengan net foreign buy sebesar Rp81,10 B di pasar reguler. Sentimen pasar domestik tertekan setelah IHSG melemah 2,59% ke level 5.936,14, dipicu rumor sanksi terhadap sejumlah emiten yang menekan saham-saham konglomerasi. DSSA, BREN, PTRO, dan CUAN mencatat koreksi tajam. Ketidakpastian terkait pemeriksaan OJK serta potensi dampaknya terhadap evaluasi MSCI dan FTSE meningkatkan kehati-hatian investor. Pasar disarankan menunggu pengumuman resmi dan tidak mengambil keputusan transaksi berdasarkan rumor, sembari mencermati perkembangan tata kelola emiten. Wall Street ditutup beragam di tengah lonjakan harga minyak akibat serangan di Arab Saudi dan kekhawatiran inflasi. Dow Jones menguat 0,38%, sedangkan S&P 500 turun 0,06% dan Nasdaq melemah 0,44%. Investor cenderung berhati-hati menjelang laporan laba emiten dan data inflasi AS. Ekspektasi kebijakan The Fed yang lebih ketat turut membayangi sentimen pasar saham.

Berdasarkan rumor yang beredar, otoritas bursa akan mengumumkan sanksi terhadap sejumlah emiten dan perusahaan sekuritas pada Selasa (13/10) mendatang. Kabar tersebut juga dikaitkan dengan proses review Morgan Stanley Capital International (MSCI) terhadap pasar saham Indonesia. Sumber Kontan menyebutkan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saham yang diduga mengalami manipulasi harga, termasuk dengan melibatkan sejumlah perusahaan sekuritas. Sanksi yang dikenakan disebut dapat mencapai ratusan miliar rupiah. Sumber tersebut juga mengungkapkan kasus ini masih dalam pemeriksaan bersama BEI. Setelah pemeriksaan selesai, pihak OJK memastikan akan melakukan penegakan hukum dan pengenaan sanksi sesuai ketentuan.

IHSG: Informasi yang beredar di kalangan pelaku pasar Pasar saham Indonesia turun sekitar 2% pada sesi pertama perdagangan hari ini, menyusul rumor yang beredar bahwa MSCI berpotensi mengumumkan sanksi terhadap saham BREN, DSSA, dan RLCO pada pekan ini. Meskipun kemungkinan Indonesia diturunkan statusnya menjadi Frontier Market (pasar frontier) dinilai kecil, kami berpandangan bahwa MSCI akan tetap membekukan saham-saham Indonesia hingga November 2026, dengan kemungkinan paling cepat pembekuan tersebut dicabut pada Mei 2027

Ternyata breakdown 😤😤
Ternyata breakdown 😤😤

Watchlist Mingguan TradeStock, Ada saham apa di portofoliomu?🧐
Watchlist Mingguan TradeStock, Ada saham apa di portofoliomu?🧐