es
Feedback
Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Sofyan Chalid bin Idham Ruray

Ir al canal en Telegram
5 142
Suscriptores
-324 horas
-167 días
-5530 días
Archivo de publicaciones
Pentingnya Ilmu Agama.mp38.23 MB

02 Agar Ramadhanmu Lebih Bermakna (Kitab Al-Wajiiz).mp324.79 MB

01 Agar Ramadhanmu Lebih Bermakna (Kitab Al-Wajiiz).mp327.91 MB

Inikah Ramadhan Terakhirku.mp318.79 MB

#Madrasah_Ramadhan: 📜 BEBERAPA AMALAN DI SEPULUH HARI TERAKHIR RAMADHAN 1) Meningkatkan Ibadah dan Lebih Semangat di Sepuluh Hari Terakhir Ramadhan Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersungguh-sungguh dalam beribadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan melebihi waktu yang lainnya.” [HR. Muslim] Al-Imam Asy-Syafi’i rahimahullah berkata, استحب أن يكون اجتهاده في نهارها كاجتهاده في ليلها “Dianjurkan untuk semangat beribadah di siang hari seperti semangat di malam hari.” [Lathooiful Ma’aarif: 204] 2) Lebih Fokus Ibadah dan Mengajak Keluarga untuk Ikut Beribadah Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata, كَانَ النَّبِيُّ صلى الله عليه وسلم إِذَا دَخَلَ الْعَشْرُ شَدَّ مِئْزَرَهُ وَأَحْيَا لَيْلَهُ وَأَيْقَظَ أَهْلَهُ “Nabi shallallahu’alaihi wa sallam apabila masuk sepuluh hari terakhir Ramadhan maka beliau mengencangkan sarungnya (tidak berhubungan suami istri dan mengurangi makan dan minum), menghidupkan malamnya (dengan memperbanyak ibadah) dan membangun keluarganya (untuk ibadah).” [HR. Al-Bukhari dan Muslim] 3) I’tikaf Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata, أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِه “Bahwasannya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau masih melakukan i’tikaf sepeninggal beliau.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim] 4) Sholat Malam Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ ، وَمَنْ قَامَ لَيْلَةَ الْقَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ “Barangsiapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu, dan barangsiapa sholat malam ketika lailatul qodr karena iman dan mengharapkan pahala maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu] 5) Doa Lailatul Qodr Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata, يَا رَسُولَ اللهِ، أَرَأَيْتَ إِنْ وَافَقْتُ لَيْلَةَ الْقَدْرِ مَا أَدْعُو؟ قَالَ: تَقُولِينَ: اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي “Wahai Rasulullah, doa apakah yang aku baca apabila aku mendapati lailatul qadr? Nabi shallallahu’alaihi wa sallam bersabda: Engkau mengucapkan, اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي ‘Allahumma innaka ‘Afuwwun tuhibbul ’afwa fa’fu anniy’ (Ya Allah sesungguhnya Engkau Maha Pemaaf lagi mencintai pemaafan, maafkanlah aku).” [HR. Ahmad, At-Tirmidzi, An-Nasai dan Ibnu Majah, Ash-Shahihah: 3337] ➡ Perhatian: Terdapat lafaz yang dha’if pada doa ini, yaitu tambahan lafaz Kariimun [كريم] setelah ‘Afuwwun [عفو] yang terdapat dalam Sunan At-Tirmidzi sebagaimana yang dijelaskan Asy-Syaikh Al-Muhaddits Al-Albani rahimahullah dalam Silsilah Al-Ahaadits Ash-Shahihah, 7/1011-1012. 💻 Sumber: 🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/625491947600291:0 🌐 http://sofyanruray.info/kemuliaan-lailatul-qodr-waktunya-tanda-tandanya-dan-amalan-amalannya/ 💻 Baca Juga "Ringkasan Pembahasan I'tikaf" 🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/625866537562832:0 🌐 http://sofyanruray.info/ringkasan-pembahasan-itikaf/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah

#Madrasah_Ramadhan: 📝 RINGKASAN PEMBAHASAN I’TIKAF Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata, أَنَّ النَّبِيَّ صلى الله عليه وسلم كَانَ يَعْتَكِفُ الْعَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْرَمَضَانَ حَتَّى تَوَفَّاهُ اللَّهُ ثُمَّ اعْتَكَفَ أَزْوَاجُهُ مِنْ بَعْدِه “Bahwasannya Nabi shallallahu’alaihi wa sallam beri’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan sampai Allah mewafatkan beliau, kemudian istri-istri beliau masih beri’tikaf sepeninggal beliau.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim] Tujuan dan hikmah i’tikaf adalah, تسليم المعتكف: نفسه، وروحه، وقلبه، وجسده بالكلية إلى عبادة الله تعالى، طلباً لرضاه، والفوز بجنته، وارتفاع الدرجات عنده تعالى، وإبعاد النفس من شغل الدنيا التي هي مانعة عما يطلبه العبد من التقرب إلى الله – عز وجل – “Orang yang beri’tikaf menyerahkan dirinya, ruhnya, hatinya dan jasadnya secara totalitas untuk beribadah kepada Allah ta’ala, demi mencari ridho-Nya, menggapai kebahagian di surga-Nya, terangkat derajat di sisi-Nya dan menjauhkan diri dari semua kesibukan dunia yang dapat menghalangi seorang hamba untuk berusaha mendekatkan diri kepada Allah ‘azza wa jalla.” [Ash-Shiyaamu fil Islam: 459] Al-Hafizh Ibnu Rajab rahimahullah berkata, فمعنى الاعتكاف وحقيقته: قطع العلائق عن الخلائق للاتصال بخدمة الخالق وكلما قويت المعرفة بالله والمحبة له والأنس به أورثت صاحبها الإنقطاع إلى الله تعالى بالكلية على كل حال “Makna i’tikaf dan hakikatnya adalah memutuskan semua interaksi dengan makhluk demi menyambung hubungan dengan khidmah (focus beribadah ibadah) kepada Al-Khaliq, dan setiap kali menguat pengenalan seseorang kepada Allah, kecintaan kepada-Nya dan kenyamanan dengan-Nya maka akan melahirkan baginya keterputusan dari makhluk untuk berkosentrasi secara totalitas kepada Allah ta’ala di setiap keadaan.” [Lathooiful Maarif: 191] Dan sungguh menakjubkan, di tengah-tengah kesibukan Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam untuk mendakwahi seluruh umat manusia, memimpin negara dan mengurus istri-istri, keluarga dan berbagai permasalahan kaum muslimin, beliau masih beri’tikaf setiap tahun; memfokuskan diri untuk beribadah kepada Allah ta’ala di sepuluh hari terakhir Ramadhan dan memutuskan diri dari segala kesibukan dunia serta mengurangi interaksi dengan makhluk. Bahkan apabila beliau tidak sempat melakukannya maka beliau akan meng-qodho’ di bulan Syawwal atau di bulan Ramadhan berikutnya beliau akan beri’tikaf 20 hari, ini semuanya menunjukkan pentingnya i’tikaf dan termasuk sunnah mu’akkadah, sunnah yang sangat ditekankan. Beliau beri’tikaf demi meningkatkan ibadah kepada Allah subhanahu wa ta’ala di sepuluh hari terakhir Ramadhan, karena inilah hari-hari yang paling afdhal di bulan Ramadhan, terutama waktu malamnya, lebih utama lagi pada lailatul qodr yang lebih baik dari 1000 bulan. Namun sangat disayangkan banyak kaum muslimin justru kehilangan semangat dan ruh ibadah di akhir-akhir Ramadhan, apabila di awal Ramadhan masjid-masjid penuh sesak, di akhir Ramadhan pasar-pasar, mall-mall, jalan-jalan hingga tempat-tempat hiburan yang ramai dikunjungi, mereka menyelisihi petunjuk Allah dan Rasul-Nya. Ummul Mukminin Aisyah radhiyallahu’anha berkata, كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم يَجْتَهِدُ فِى الْعَشْرِ الأَوَاخِرِمَا لاَ يَجْتَهِدُ فِى غَيْرِهِ “Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersungguh-sungguh dalam beribadah di sepuluh hari terakhir Ramadhan melebihi waktu yang lainnya.” [HR. Muslim] 📚 PEMBAHASAN SELENGKAPNYA: 1. Makna I’tikaf 2. Syarat-Syarat I’tikaf ☛ Faidah Penting: Pensyaratan Niat & Tiga Macam Keluar dari Masjid Saat I’tikaf 3. Hukum I’tikaf 4. Tujuan & Hikmah I’tikaf 5. Waktu I’tikaf 6. Batas Waktu Minimal & Maksimal Beri’tikaf 7. Kapan Waktu Mulai & Akhir I’tikaf? 8. Amalan-amalan Saat Beri’tikaf 9. Hal-hal yang Mubah bagi Orang yang Beri’tikaf 10. Pembatal-pembatal I’tikaf 💾 Baca Selengkapnya: 🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/625866537562832:0 🌐 http://sofyanruray.info/ringkasan-pembahasan-itikaf/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafizhahullah ⤵ 📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr 📲 Gabung Group WA: 08111377787

#Madrasah_Ramadhan: 🌙 KEMULIAAN LAILATUL QODR, WAKTUNYA, TANDA-TANDANYA & AMALAN-AMALANNYA ✅ Allah ta’ala berfirman, إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ (1) وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ (2) لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ (3) تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ (4) سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ (5) 🌴 “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al-Qur’an pada lailatul qodr. Dan tahukah engkau apa lailatul qodr itu? Lailatul qodr adalah malam yang lebih baik dari seribu bulan. Turun para malaikat dan Jibril pada malam itu dengan izin Rabb mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh dengan keselamatan sampai terbit fajar.” [Al-Qodr: 1-5] 📝 Kemuliaan Lailatul Qodr Surat Al-Qodr adalah satu surat penuh yang berbicara tentang kemuliaan lailatul qodr, diantara kemuliaannya yang dijelaskan dalam surat yang mulia ini: 1) Malam yang Penuh Berkah Lailatul qodr adalah malam yang penuh dengan kebaikan-kebaikan yang melimpah, malam yang penuh dengan ketenangan dan keselamatan, malam yang dimuliakan dengan turunnya Al-Qur’an, sebagaimana pada ayat yang lain Allah ta’ala menegaskan, إِنَّا أَنزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةٍ مُّبَارَكَةٍ إِنَّا كُنَّا مُنذِرِينَ فِيهَا يُفْرَقُ كُلُّ أَمْرٍ حَكِيم “Sesungguhnya Kami menurunkan Al-Qur’an pada suatu malam yang diberkahi dan sesungguhnya Kami-lah yang memberi peringatan. Pada malam itu dijelaskan segala urusan yang penuh hikmah.” [Ad-Dukhan: 3-4] 2) Nilai Amal Shalih Dilipatgandakan Menjadi Lebih Baik dari Amalan 1000 Bulan Amal shalih pada malam itu lebih baik dari amal shalih yang dilakukan selama 1000 bulan (83 tahun 4 bulan) tanpa lailatul qodr, padahal jika seseorang hidup selama itu belum tentu dia memiliki amalan senilai itu apalagi lebih besar. Asy-Syaikh Abdur Rahman As-Sa’di rahimahullah berkata, “Amalan yang dilakukan ketika lailatul qadr lebih baik dari amalan selama seribu bulan tanpa lailatul qodr.” [Tafsir As-Sa’di, hal. 931] Dan ayat yang mulia menunjukkan bahwa keutamaan tersebut bersifat umum, siapa saja kaum muslimin yang beramal di malam tersebut maka insya Allah ia akan mendapatkan keutamaannya, tidak khusus orang-orang tertentu saja. Sama saja apakah ia menyadari malam itu lailatul qodr atau tidak. 3) Banyaknya Malaikat yang Turun Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ الْمَلَائِكَةَ تِلْكَ اللَّيْلَةَ فِي الْأَرْضِ أَكْثَرُ مِنْ عَدَدِ الْحَصَى “Sesungguhnya malaikat di malam tersebut di muka bumi lebih banyak dari jumlah batu-batu kerikil.” [HR. Ahmad dari Abu Hurairah radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 2205] Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Banyaknya malaikat yang turun di malam tersebut karena keberkahannya yang melimpah, dan malaikat turun bersama dengan turunnya berkah dan rahmat.” [Tafsir Ibnu Katsir, 8/444] 4) Malam Penentuan Takdir Tahunan Pada malam itu ditetapkan takdir secara terperinci selama satu tahun. Al-Imam Qotadah rahimahullah berkata, “Ditetapkan pada malam itu apa yang akan terjadi selama satu tahun sampai tahun berikutnya.” [Tafsir Ath-Thobari, 24/534] 5) Malaikat Mendoakan Orang yang Beribadah Para malaikat mengucapkan salam (mendoakan keselamatan) untuk orang-orang yang beribadah di malam tersebut. Al-Imam Asy-Sya’bi rahimahullah berkata, “Malaikat mendoakan keselamatan ketika lailatul qodr untuk orang-orang yang beribadah di masjid sampai terbit fajar.” [Tafsir Ibnu Katsir, 8/444] 📝 Pembahasan Berikutnya: ➡ Kapan Lailatul Qodr? ➡ Penghitungan Malam Ganjil Bisa Dihitung dari Depan dan Belakang ➡ Tanggal Terjadinya Lailatul Qodr yang Paling Sering ➡ Tanda-tanda Lailatul Qodr ➡ Amalan-amalan Lailatul Qodr 💻 Baca Selengkapnya: 🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/625491947600291:0 🌐 http://sofyanruray.info/kemuliaan-lailatul-qodr-waktunya-tanda-tandanya-dan-amalan-amalannya/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafizhahullah⤵ 📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr 📲 Gabung Group WA: 08111377787

Adab Sebagai Pekerja .mp38.58 MB

Membuang Sifat-sifat Munafik.mp324.00 MB

Solusi Kehidupan dalam Islam.mp324.32 MB

Hak-hak Pemerintah dan Rakyat Menurut Syari’at.mp333.69 MB

Jalan Menggapai Rahmat Allah Ta'ala.mp310.80 MB

#Madrasah_Ramadhan: 📜 HUKUM PERAYAAN NUZULUL QUR’AN PADA TANGGAL 17 RAMADHAN Perayaan Nuzulul Qur’an yang biasa dirayakan oleh sebagian orang pada tanggal 17 Ramadhan atau hari lainnya di bulan Ramadhan termasuk kategori bid’ah, mengada-ada dalam agama, tidak ada contohnya dari Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam dan mengandung beberapa pelanggaran: ➡ Pertama: Bermaksud Baik Tapi Menempuh Cara yang Salah Maksudnya baik ingin memuliakan Al-Qur’an tapi dengan cara yang justru bertentangan dengan Al-Qur’an, maka yang terjadi bukan menghormati Al-Qur’an malah menyelisihi Al-Qur’an. Karena Allah ta’ala berfirman dalam Al-Qur’an, أَمْ لَهُمْ شُرَكَاءُ شَرَعُوا لَهُمْ مِنَ الدِّينِ مَا لَمْ يَأْذَنْ بِهِ اللَّهُ “Apakah mereka mempunyai sembahan-sembahan selain Allah yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah!?” [Asy-Syuro: 21] Mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah artinya berbuat bid’ah dalam agama tanpa dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah, maka ayat Al-Qur’an yang mulia ini mengandung peringatan keras terhadap orang-orang yang berbuat bid’ah dalam agama, bagaimana mungkin dikatakan memuliakan Al-Qur’an dengan cara menyelisihinya?! Al-Imam Al-Mufassir Ibnu Jarir Ath-Thobari rahimahullah berkata, “Yang mensyariatkan untuk mereka agama yang tidak diizinkan Allah!?” Artinya: Mengada-ada (berbuat bid’ah) untuk mereka agama yang Allah tidak izinkan untuk mereka mengada-adakannya!?” [Tafsir Ath-Thobari, 21/522] Oleh karena itu semua bid’ah itu sesat, karena orang yang melakukannya seakan-akan menyaingi Allah dalam menetapkan syari’at. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلاَلَةٌ “Dan berhati-hatilah kalian terhadap perkara baru (bid’ah dalam agama) karena setiap bid’ah itu sesat.” [HR. Abu Dawud dan At-Tirmidzi dari ‘Irbadh bin Sariyah radhiyallahu’anhu] Sahabat yang Mulia Ibnu Umar radhiyallahu’anhuma berkata, “Setiap bid’ah itu sesat, meski manusia menganggapnya hasanah (baik).” [Dzammul Kalaam: 276] ➡ Kedua: Mengada-ada dalam Agama dan Menyelisihi Petunjuk Nabi Muhammad shallallahu’alaihi wa sallam Padahal kepada beliaulah Al-Qur’an diturunkan, dan beliau adalah sebaik-baiknya teladan di dalam mengamalkan Al-Qur’an, mengapa ada orang yang merasa lebih tahu dari beliau dalam membuat-buat cara baru untuk mengamalkan Al-Qur’an?! Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ “Barangsiapa yang mengada-ngada dalam agama kami ini suatu ajaran yang bukan daripadanya maka ia tertolak.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha] Dalam riwayat Muslim, مَنْ عَمِلَ عَمَلاً لَيْسَ عَلَيْهِ أَمْرُنَا فَهْوَ رَد “Barangsiapa yang melakukan suatu amalan yang tidak ada padanya perintah kami, maka amalan tersebut tertolak.” [HR. Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha] Mufti Saudi Arabia Asy-Syaikh Muhammad bin Ibrahim Aalusy Syaikh rahimahullah berkata, “Pendapat bolehnya menjadikan hari turunnya Al-Qur’an sebagai hari perayaan setiap tahun, maka walaupun orang yang merayakannya berniat baik akan tetapi perayaan tersebut tidak disyari’atkan, dan tidak ada satu pun riwayat dari Nabi shallallahu’alaihi wa sallam, tidak pula dari salah seorang Al-Khulafaaur Raasyidin, tidak seluruh sahabat, tidak tabi’in yang mengikuti mereka dengan baik, tidak salah seorang dari imam yang empat: Malik, Abu Hanifah, Syafi’i dan Ahmad bin Hanbal, serta tidak pula dari imam-imam lainnya yang patut diteladani dahulu maupun sekarang.” [Majallatul Buhutsil Islamiyah, 76/33] 💾 Baca Selengkapnya: 🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/625120757637410:0 🌐 http://sofyanruray.info/hukum-perayaan-nuzulul-quran-pada-tanggal-17-ramadhan/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵ 📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah 🌐 Web: www.taawundakwah.com 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo

#Madrasah_Ramadhan: 📚 KEUTAMAAN BERZAKAT KEPADA PENUNTUT ILMU SYAR'I ✅ Pertama: Kriteria Penuntut Ilmu Syar’I yang Berhak Mendapatkan Zakat Penuntut ilmu syar’i yang dimaksudkan di sini adalah orang yang menghabiskan seluruh waktunya atau sebagian besarnya untuk mempelajari, mengamalkan dan menyebarkan ilmu-ilmu agama yang berdasarkan Al-Qur’an dan As-Sunnah sesuai Pemahaman Salaf, mereka adalah para ulama, da’i dan santri Ahlus Sunnah wal Jama’ah. Asy-Syaikh Al-‘Allamah Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata, “Penuntut ilmu yang menghabiskan waktunya untuk menuntut ilmu syar’i, walau ia mampu bekerja, boleh diberikan bagian dari zakat, karena menuntut ilmu syar’i termasuk jihad fi sabilillah (berjuang di jalan Allah), dan Allah tabaraka wa ta’ala telah menjadikan jihad fi sabilillah sebagai bagian yang berhak mendapatkan zakat. Allah ta’ala berfirman, إِنَّمَا الصَّدَقَاتُ لِلْفُقَرَآءِ وَالْمَسَاكِينِ وَالْعَامِلِينَ عَلَيْهَا وَالْمُؤَلَّفَةِ قُلُوبُهُمْ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِى سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ وَفِى الرِّقَابِ وَالْغَارِمِينَ وَفِى سَبِيلِ اللَّهِ وَابْنِ السَّبِيلِ فَرِيضَةً مِّنَ اللَّهِ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ “Sesungguhnya zakat-zakat itu, hanyalah untuk orang-orang fakir, orang-orang miskin, amil-amil zakat, para muallaf yang dibujuk hatinya, untuk (memerdekakan) budak, orang-orang yang berutang, orang-orang yang di jalan Allah dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan (musafir), sebagai sesuatu ketetapan yang diwajibkan Allah; dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Hikmah.” [At-Taubah: 60] Adapun yang menghabiskan waktunya untuk menuntut ilmu dunia maka dia tidak diberikan bagian dari zakat, dan kita katakan kepadanya: Engkau sekarang bekerja untuk meraih dunia, sehingga mungkin bagimu untuk mendapatkan (harta) dunia dengan sebuah profesi, maka kami tidak berzakat kepadamu.” [Majmu’ Fatawa wa Rosaail Ibni Utsaimin rahimahullah, 18/263-264, no. 692] ✅ Kedua: Keutamaan Berzakat kepada Penuntut Ilmu Syar’i Menolong seorang Penuntut ilmu syar’i akan mendapatkan pahalanya dalam menuntut ilmu, mengamalkan dan mengajarkan, semakin luas ilmunya tersebar semakin banyak pula pahala orang yang menolongnya, tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda, مَنْ جَهَّزَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ فَقَدْ غَزَا ، وَمَنْ خَلَفَ غَازِيًا فِي سَبِيلِ اللهِ بِخَيْرٍ فَقَدْ غَزَا “Barangsiapa yang membantu perlengkapan orang yang berjihad di jalan Allah maka sungguh ia telah ikut berjihad, dan barangsiapa yang membantu keluarga seorang yang berjihad di jalan Allah dengan suatu kebaikan maka sungguh ia telah ikut berjihad.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Zaid bin Khalid Al-Juhani radhiyallahu’anhu] Asy-Syaikh Ibnul ‘Utsaimin rahimahullah berkata, ويؤخذ من هذا أن كل من أعان شخصا في طاعة الله فله مثل أجره فإذا أعنت طالب علم في شراء الكتب له أو تأمين السكن أو النفقة أو ما أشبه ذلك فإن لك أجرا أي مثل أجره من غير أن ينقص من أجره شيئا “Pelajaran yang bisa dipetik dari hadits ini, bahwasannya setiap orang yang menolong orang lain dalam melaksanakan ketaatan kepada Allah maka ia akan mendapatkan pahala yang sama dengan orang yang ditolongnya. Apabila engkau menolong seorang Penuntut ilmu dalam membeli buku-buku baginya, atau menyediakan asramanya, atau memberi infak kepadanya, atau yang semisal dengannya, maka engkau akan mendapatkan pahala seperti Penuntut ilmu tersebut tanpa mengurangi pahalanya sedikit pun.” [Syarhu Riyadhis Shalihin, 2/375] 📝 Pembahasan Berikutnya: ✅ Ketiga: Menolong Penuntut ilmu adalah Sebab Keluasan Rezeki ✅ Keempat: Kondisi Para Penuntut Ilmu Pada Umumnya ✅ Kelima: Penuntut Ilmu adalah Masa Depan Islam 💾 Baca Selengkapnya: 🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/624079721074847:0 🌐 http://sofyanruray.info/keutamaan-berzakat-kepada-penuntut-ilmu-syari/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafizhahullah ⤵ 📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr 📲 Gabung Group WA: 08111377787

🎁 CARA MUDAH MENGHITUNG ZAKAT EMAS, PERAK DAN UANG ✅ Nishob emas 85 gram. ✅ Nishob perak 595 gram. ✅ Nishob uang mengikuti mana yang paling rendah antara emas dan perak apabila diuangkan, karena itu lebih cepat untuk memenuhi kebutuhan orang-orang yang berhak menerima zakat. Maka apabila seseorang memiliki harta sejumlah nishob dan selama setahun tidak pernah berkurang, wajib dikeluarkan zakatnya sebesar 1/40 atau 2,5 %. ✅ Menggabungkan penghitungan nishob emas, perak, uang dan barang dagangan adalah boleh karena barang-barang ini memiliki kesamaan dari segi nilainya yang berharga dan kebolehan dikeluarkan dalam bentuk uang sesuai dengan nilainya (Lihat Al-Mausu’ah Al-Fiqhiyyah Al-Kuwaitiyyah, 23/267 & Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 8/324 no. 17943). 📝 Cara Menghitung Zakat Uang ✅ Misal harga emas Rp. 500.000 / gram dan nishob emas adalah 85 gram, maka nishob uang adalah Rp. 500.000 x 85 = Rp. 42.500.000. ✅ Misal harga perak Rp. 5.000 / gram dan nishob perak adalah 595 gram, maka nishob uang adalah Rp. 5.000 x 595 = Rp. 2.975.000. Karena nishob perak lebih rendah maka nishob uang mengikuti nishob perak, maka jika seseorang memiliki uang sebanyak Rp. 2.975.000, ia telah memenuhi syarat wajib zakat yang pertama, yaitu mencapai nishob. Kemudian syarat yang kedua adalah telah dimiliki selama satu tahun, misal seseorang memiliki uang di bulan Sya’ban tahun 1436 H sebanyak Rp. 2.975.000, sampai bulan Sya’ban tahun 1437 H uangnya tidak pernah berkurang dari jumlah tersebut, maka saat itulah wajib baginya untuk segera mengeluarkan zakatnya. Dan tidak boleh ditunda zakatnya sampai Ramadhan dengan alasan di bulan Ramadhan lebih utama, yang benar adalah lebih utama dikeluarkan di tanggal dan bulan ketika sudah mencapai satu tahun, karena saat itulah yang diwajibkan, dan zakat maal tidak ada kaitannya dengan Ramadhan, berbeda dengan zakat fitri (Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 8/325 no. 18316). Tapi andaikan sampai bulan Sya’ban 1437 H hartanya berkurang menjadi Rp. 2.000.000, kerena membeli satu keperluan, maka tidak wajib baginya berzakat. Kecuali sengaja dibelanjakan untuk lari dari kewajiban zakat maka tetap wajib berzakat. ✅ Bagaimana jika hartanya bertambah? Misal sampai di bulan Sya’ban tahun 1437 H hartanya menjadi Rp. 10.000.000, karena ada pertambahan di pertengahan tahun, maka hendaklah dihitung dari total hartanya (Lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 9/280 no. 282). Jadi, Rp. 10.000.000 x 2,5 % = Rp. 250.000. Maka Rp. 250.000, itulah zakat yang harus dikeluarkan. Dan apabila di tahun depan, yaitu di bulan Sya’ban 1438 H hartanya tidak pernah berkurang dari nishob, walau berkurang dari jumlah tahun sebelumnya, maka wajib atasnya mengeluarkan zakat lagi. ✅ Misal di tahun depannya lagi hartanya menjadi Rp. 5.000.000, sedang nishob masih tetap Rp. 2.975.000, maka wajib atasnya zakat sebesar 2,5 %, yaitu Rp. 125.000. ✅ Apabila hartanya bertambah sehingga menjadi Rp. 20.000.000, maka zakatnya menjadi Rp. 500.000. ✅ Dan apabila di tahun-tahun sebelumnya belum mengeluarkan zakat maka hendaklah diperkirakan berapa harta yang ia miliki di setiap tahun-tahun tersebut dan masing-masing dikeluarkan zakatnya. 📝 Pembahasan Selengkapnya: 1⃣ Kewajiban & Keutamaan Zakat 2⃣ Ancaman untuk yang Tidak Berzakat 3⃣ Kewajiban Zakat Emas, Perak & Uang 4⃣ Syarat Wajibnya 5⃣ Nishobnya 6⃣ Cara Menghitung Zakat Uang 7⃣ Zakat Emas & Perak Bisa Diuangkan 8⃣ Zakat Profesi Termasuk Mengada-ada dalam Agama 9⃣ Pajak Tidak Bisa Dianggap Zakat 🔟 Adakah Zakat Pada Tanah, Rumah dan Mobil? 💾 Baca Selengkapnya: 🌍 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/623983184417834:0 🌐 http://sofyanruray.info/cara-menghitung-zakat-emas-perak-dan-uang/ ══════ ❁✿❁ ══════ ➡ Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafizhahullah ⤵ 📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr 📲 Gabung Group WA: 08111377787 🌍 Fb: www.fb.com/sofyanruray.info 🌐 Web: www.sofyanruray.info 📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo 🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah

Perjalanan Masih Panjang.mp312.30 MB

I'tikaf Sunnah yang Agung.mp310.50 MB

Kunci Sukses Ramadhan.mp310.58 MB

Andai Ini Ramadhan Terakhirku.mp314.74 MB

Tafsir Ayat Puasa - 2.mp319.93 MB