mre
Ir al canal en Telegram
302
Suscriptores
-224 horas
+207 días
Sin datos30 días
Archivo de publicaciones
302
Eh lucu amat didengerin beneran. Thanks Lune, appreciate it a lot. Yuk kepoin oceanfromtheblue 👍
302
Repost from N/a
Emreee, you're so cooool, very very very fun and cheerful juga orangnya. Same as the other, hope you long last with Morgan yaaa! And be happy!
302
Repost from N/a
hi emre anton yang lagi pusing pegang kepala 🫨 usernamenya gak asing bgt jujuuur. pertama kali liat langsung mikir oh bucin ya lalu aku mengeluarkan kata keramat #whenyah. semoga langgeng terus yaa
302
Repost from N/a
hi emree sering liat emre anton ini dari dulu dan awet bgt jd anton semoga anton selalu ya emre daaan kayaknya bucin jg niii long last ya sm morgan!! btw lagu yg di profile lu enak bgt
302
Stay safe buat temen temen yang hari ini turun ke jalan. Terima kasih sudah berjuang untuk menyuarakan aspirasi rakyat. Semoga hari ini diberikan kemudahan dan kelancaran. Selalu #SalingJaga ya guys 🫡
302
Repost from SUARA KITA.
HELP FORWARD‼️ UNTUK RIMBA YANG TAK MAMPU BERSUARA.
Di saat manusia masih sibuk menghitung kerugian dari kobaran yang melahap tanah Kalimantan, ada kehidupan lain yang perlahan kehilangan rumahnya tanpa pernah sempat meminta pertolongan. Kalimantan adalah rumah bagi sekitar 57.350 orangutan Kalimantan. Namun dalam kurun waktu kurang dari lima puluh tahun, populasinya telah menyusut hingga sekitar 80 persen. Kini, ketika 1.487 titik panas tercatat di seluruh wilayah Kalimantan, kepungan api kembali merayap mendekati habitat mereka.
Yang terbakar bukan semata pepohonan. Yang terbakar adalah tempat mereka berlindung, sumber pangan yang menopang hidup, dan ekosistem yang membutuhkan waktu puluhan tahun untuk kembali pulih. Asap yang mengepul pun tidak serta-merta berakhir ketika api dipadamkan. Masa asap selama dua hingga tiga bulan dapat berujung pada kelangkaan sumber makanan selama enam hingga tujuh bulan. Bahkan, untuk menggantikan satu pohon yang terbakar, dibutuhkan setidaknya 15 tahun dengan perawatan yang memadai. Dan di tengah semua itu, orangutan tidak memiliki pilihan untuk berpaling. Mereka hanya memiliki rimba, dan rimba itu sedang terbakar. Sejauh laporan terbaru, belum ditemukan orangutan yang mati akibat karhutla. Semoga angka itu tetap demikian. Namun, bukan berarti ancamannya telah usai. Ketika asap memaksa mereka keluar dari habitatnya untuk mencari udara dan makanan, batas antara rimba dan permukiman manusia pun perlahan runtuh. Orangutan bukan sekadar satwa endemik. Mereka adalah bagian dari ingatan ekologis negeri ini. Jika rumah mereka terus kita biarkan lenyap, kelak yang tersisa bukan lagi rimba yang dapat mereka huni, melainkan nama yang hanya kita kenal dari buku, dokumentasi, dan arsip sejarah. Karena itu, bagi siapa pun yang berkenan, mari turut membantu upaya penyelamatan orangutan dan pemulihan habitat mereka.
Borneo Orangutan Survival Foundation https://www.orangutan.or.id/fightfires https://www.orangutan.or.id/donate they also have a shop https://www.orangutan.or.id/shop Pawerful Voices (instagram.com/pawerfulvoices) https://kitabisa.com/campaign/pawerfulbersamakalimantan Centre for Orangutan Protection https://kitabisa.com/campaign/orangindo4orangutan Kalaweit Foundation https://kitabisa.com/campaign/bantukalaweit Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI) https://yiari.or.id/donasi/Tidak semua dari kita dapat turun langsung ke rimba. Tidak semua dari kita mampu memberikan banyak. Namun kita masih dapat memilih untuk tidak berpaling. Berdonasi jika mampu. Meneruskan informasi ini jika belum mampu. Sebab kepedulian pun perlu menemukan jalannya agar sampai kepada mereka yang sedang berjuang di lapangan. Sumber: CNN Indonesia, "Nasib Orangutan di Tengah Kepungan Karhutla Kalimantan", 22 Agustus 2026. Baca selengkapnya di CNN Indonesia. #PrayForKalimantan #PrayForIndonesia.
