es
Feedback
Terapi Penyakit Hati (الدَّاءُ وَالدَّوَاءُ)

Terapi Penyakit Hati (الدَّاءُ وَالدَّوَاءُ)

Ir al canal en Telegram

Arsip Rekaman | Kitab : Ad-Daa' Wad Dawaa' | Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه الله | Kajian Rabu malam ba'da magrib di Masjid As-Sakinah Nogosari Boyolali

Mostrar más
El país no está especificadoLa categoría no está especificada
1 415
Suscriptores
+224 horas
+277 días
+34830 días
Archivo de publicaciones
20 Mei 18.02​.aac66.85 MB

🔈🔈 AUDIO REKAMAN : TERAPI PENYAKIT HATI 📖 Kitab : الداء والدواء ::: Pertemuan ke 17 ::: 💺Oleh : Al Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه اللــــــــه 🕌 Masjid As-Sakinah Gununglondo, Nogosari, Boyolali. ::: t.me/Terapi_PenyakitHati ◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️

Pert 16: Terapi Penyakit Hati

🔈🔈 AUDIO REKAMAN : TERAPI PENYAKIT HATI 📖 Kitab : الداء والدواء ::: Pertemuan ke 16 ::: 💺Oleh : Al Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه اللــــــــه 🕌 Masjid As-Sakinah Gununglondo, Nogosari, Boyolali. ::: t.me/Terapi_PenyakitHati ◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️

Yang Terdalam Dari Kesabaran Ibrahim ‘Alaihissalam [3] Mungkin bukan sekadar beratnya ujian.. tetapi sepinya perjuangan. Beliau mengenal Allah, ketika orang-orang terdekatnya justru menjauh dari-Nya. Beliau menyeru kepada tauhid, namun suaranya tenggelam di tengah manusia yang mencintai kesyirikan. Dan betapa menyedihkan.. saat seorang hamba telah melihat cahaya kebenaran, tetapi harus berjalan sendiri membawanya. Hingga Allah menyebut Ibrahim sebagai “ummatan”… Allah ta'ala berfirman: إِنَّ إِبْرَاهِيمَ كَانَ أُمَّةً قَانِتًا لِلَّهِ حَنِيفًا وَلَمْ يَكُ مِنَ الْمُشْرِكِينَ Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang berbuat syirik. (QS. An-Naḥl: 120) karena terkadang satu hati yang dipenuhi tauhid lebih bernilai daripada satu negeri yang kehilangan iman. Maka jangan terlalu bersedih jika hari ini engkau diuji dengan kesendirian dalam mempertahankan kebenaran… karena jalan menuju Allah memang sering terasa sepi. Dan boleh jadi, Allah sedang mendidik hatimu agar bergantung hanya kepada-Nya, sebagaimana Dia mendidik Ibrahim ‘Alaihissalam dahulu. http://t.me/Terapi_PenyakitHati

🔴🔴 SEDANG BERLANGSUNG... Taklim Rutin Salafy Nogosari Terapi Penyakit Hati| Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil  حفظه الله | Masjid As-Sakinah Nogosari Boyolali ▪️Pertemuan ke 17 📲 Aplikasi telegram √ https://t.me/TaklimNogosari ✍️ Hadir Di Majelis ilmu lebih Utama ———————————————— 🌐 Ayo dukung dakwah Ahlussunnah dengan men-Subscribe Channelnya.

📖 Kajian Kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa' "Dosa tidak selalu membuat manusia menangis.. kadang ia justru membuat hati terbiasa." ✨ Pembahasan: Bisikan Hati Para Pendosa 👤 Bersama: Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه الله 🗓 Rabu, malam ini 🕕 18.10 WIB 📡 Live t.me/taklimnogosari 📲 Rekaman t.me/Terapi_PenyakitHati "Maka kenalilah bisikan hatimu.. Sebab ada bisikan yang membuatmu menangis lalu kembali kepada Allah, dan ada bisikan yang membuatmu tersenyum di atas dosa-dosa."

“Jika ujian seperti itu menimpamu.. jangan pernah menyangka Allah sedang membencimu. Karena luka yang sama pernah dirasakan oleh Nabi Ibrahim, kekasih Allah. Tetaplah menangis dalam doa, tetaplah lembut dalam dakwah, dan tetaplah teguh di atas tauhid. Sebab hidayah bukan berada di tangan orang yang mencintai.. melainkan di tangan Allah yang membolak-balikkan hati.” http://t.me/Terapi_PenyakitHati

Yang Terdalam Dari Kesabaran Ibrahim 'Alaihissalam [2] “Ketahuilah.. di antara ujian paling pedih dalam kehidupan, adalah ketika sebagian dari darah daging kita berjalan di atas keyakinan yang berbeda dari jalan menuju Allah. Di dunia, manusia mungkin menganggapnya biasa.. namun di sisi Allah, itulah perkara yang menentukan, apakah kelak dipertemukan kembali di Surga, atau dipisahkan selamanya oleh Neraka.” “Demikianlah ujian yang menimpa Nabi Ibrahim ‘alaihissalām, sejak usia belia, beliau telah diuji dengan kekafiran ayahnya sendiri, orang yang paling dicintai dan paling berharga dalam hidupnya. Betapa pedih, ketika hati ingin menyelamatkan, namun hidayah bukan milik seorang anak untuk diberikan.. melainkan semata milik Allah Rabb semesta alam.” Allah ta'ala mengabadikan ujian berat yang dialami Nabi Ibrahim ketika menghadapi kekafiran ayahnya dalam banyak ayat Al-Qur’an. Di antaranya: 1. Dakwah lembut Nabi Ibrahim kepada ayahnya Dalam surat Maryam: ﴿وَاذْكُرْ فِي الْكِتَابِ إِبْرَاهِيمَ ۚ إِنَّهُ كَانَ صِدِّيقًا نَبِيًّا ۝ إِذْ قَالَ لِأَبِيهِ يَا أَبَتِ لِمَ تَعْبُدُ مَا لَا يَسْمَعُ وَلَا يُبْصِرُ وَلَا يُغْنِي عَنْكَ شَيْئًا ۝ يَا أَبَتِ إِنِّي قَدْ جَاءَنِي مِنَ الْعِلْمِ مَا لَمْ يَأْتِكَ فَاتَّبِعْنِي أَهْدِكَ صِرَاطًا سَوِيًّا ۝ يَا أَبَتِ لَا تَعْبُدِ الشَّيْطَانَ ۖ إِنَّ الشَّيْطَانَ كَانَ لِلرَّحْمَٰنِ عَصِيًّا﴾ “Dan ceritakanlah dalam Kitab tentang Ibrahim. Sesungguhnya dia adalah seorang yang sangat membenarkan lagi seorang nabi. Ketika dia berkata kepada ayahnya: ‘Wahai ayahku, mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak mendengar, tidak melihat, dan tidak dapat menolongmu sedikit pun? Wahai ayahku, sungguh telah datang kepadaku ilmu yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukkan kepadamu jalan yang lurus. Wahai ayahku, janganlah engkau menyembah setan. Sesungguhnya setan itu durhaka kepada Ar-Rahman.’” [Maryam: 41–44] 2. Penolakan keras sang ayah terhadap dakwah Nabi Ibrahim ﴿ قَالَ أَرَاغِبٌ أَنْتَ عَنْ آلِهَتِي يَا إِبْرَاهِيمُ ۖ لَئِنْ لَمْ تَنْتَهِ لَأَرْجُمَنَّكَ ۖ وَاهْجُرْنِي مَلِيًّا ۝ قَالَ سَلَامٌ عَلَيْكَ ۖ سَأَسْتَغْفِرُ لَكَ رَبِّي ۖ إِنَّهُ كَانَ بِي حَفِيًّا ﴾ “Ayahnya berkata: ‘Bencikah engkau kepada tuhan-tuhanku wahai Ibrahim? Jika engkau tidak berhenti, pasti aku akan merajammu. Tinggalkanlah aku untuk waktu yang lama.’ Ibrahim berkata: ‘Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu. Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Rabbku. Sesungguhnya Dia sangat baik kepadaku.’” [Maryam: 46–47] 3. Nabi Ibrahim berlepas diri ketika jelas ayahnya musuh Allah ﴿ وَمَا كَانَ اسْتِغْفَارُ إِبْرَاهِيمَ لِأَبِيهِ إِلَّا عَنْ مَوْعِدَةٍ وَعَدَهَا إِيَّاهُ ۖ فَلَمَّا تَبَيَّنَ لَهُ أَنَّهُ عَدُوٌّ لِلَّهِ تَبَرَّأَ مِنْهُ ۚ إِنَّ إِبْرَاهِيمَ لَأَوَّاهٌ حَلِيمٌ ﴾ “Dan permohonan ampun Ibrahim untuk ayahnya hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepadanya. Maka ketika telah jelas baginya bahwa ayahnya adalah musuh Allah, Ibrahim berlepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim itu sangat lembut hatinya lagi penyantun.” [At-Taubah: 114] 4. Ketika Nabi Ibrahim menasihati ayah dan kaumnya ﴿ وَإِذْ قَالَ إِبْرَاهِيمُ لِأَبِيهِ آزَرَ أَتَتَّخِذُ أَصْنَامًا آلِهَةً ۖ إِنِّي أَرَاكَ وَقَوْمَكَ فِي ضَلَالٍ مُبِينٍ ﴾ “Dan ingatlah ketika Ibrahim berkata kepada ayahnya, Azar: ‘Apakah engkau menjadikan berhala-berhala sebagai tuhan? Sesungguhnya aku melihat engkau dan kaummu dalam kesesatan yang nyata.’” [Al-An‘ām: 74] Ayat-ayat ini menunjukkan bahwa beratnya ujian bukan hanya kehilangan harta atau tubuh.. tetapi ketika orang yang paling dicintai justru berada jauh dari tauhid. Dan dari sini kita belajar, cinta terbesar para nabi bukan sekadar berkumpul di dunia, tetapi ingin berkumpul kembali di Surga. http://t.me/Terapi_PenyakitHati

Yang Terdalam Dari Kesabaran Ibrahim 'Alaihissalalam [1] Kesabaran adalah suatu amalan yang paling berat dilakukan.. Terkadang ada darah dan airmata yang harus dikeluarkan.. Dan seperti itulah ujian dalam kehidupan.. Harus sabar dalam menjalankan perintah, sabar dalam menjauhi larangan serta sabar dalam menghadapi musibah. Dan semua itu dihadapi oleh para penghuni surganya Allah.. Salah satu contoh nyata.. Ibrahim 'alaihissalam. Allah ta'ala berfirman: {وَإِذِ ابْتَلَى إِبْرَاهِيمَ رَبُّهُ بِكَلِمَاتٍ فَأَتَمَّهُنَّ قَالَ إِنِّي جَاعِلُكَ لِلنَّاسِ إِمَامًا} Dan (ingatlah), ketika Ibrahim diuji Rabbnya dengan beberapa kalimat (perintah dan larangan), lalu Ibrahim menunaikannya. Allah berfirman, "Sesungguhnya Aku akan menjadikanmu imam bagi seluruh manusia.” (Al-Baqarah: 124) Mari kita selami dalamnya kesabaran Ibrahim 'alaihissalam, sebagai pelajaran dalam menghadapi kehidupan yang penuh ujian. Bersambung.. http://t.me/Terapi_PenyakitHati

Bismillah… Sahabat TPH (Terapi Penyakit Hati), insyaAllah beberapa hari ke depan kita akan bersama menelusuri serial “At-Tadzkir” sebuah tadzkirah tentang kesabaran Nabi Ibrahim. Tentang hati yang tetap sujud meski diuji bertubi-tubi. Tentang jiwa yang tetap tenang meski kehilangan banyak hal yang dicintai. Semoga rangkaian tadzkirah ini menjadi terapi bagi hati-hati kita… agar tidak mudah patah saat ujian datang, dan tidak mudah jauh dari Allah saat hidup terasa berat. http://t.me/Terapi_PenyakitHati

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 030 | Setiap Akibat Memiliki Sebab [14] Sikap Kaum Tsamud kepada Nabi Shalih ‘alaihis salam ﴿ فَكَذَّبُوهُ فَعَقَرُوهَا ﴾ “Lalu mereka mendustakannya, dan mereka pun menyembelih unta itu.” ﴿ فَدَمْدَمَ عَلَيْهِمْ رَبُّهُمْ بِذَنْبِهِمْ فَسَوَّاهَا ﴾ “Maka Rabb mereka membinasakan mereka disebabkan dosa mereka, lalu Allah meratakan mereka dengan tanah.” [Asy-Syams 14] Sebelum mereka menyembelih unta itu, mereka telah lebih dahulu menyembelih rasa takut kepada Allah di dalam dada mereka. Tak ada hati yang tiba-tiba lebih keras dari batu, kecuali hati yang terlalu sering menolak kebenaran hingga akhirnya Allah biarkan ia membatu. http://t.me/Terapi_PenyakitHati

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 029 | Setiap Akibat Memiliki Sebab [13] “Al-Qur’an diturunkan bukan hanya agar bibir pandai melantunkannya.. tetapi agar kelak di hadapan Allah, tak ada lagi mulut yang mampu berkata: ‘Dulu kami tidak tahu..’ Ia turun sebagai cahaya bagi hati yang gelap, sebagai peringatan bagi jiwa yang lalai, dan sebagai hujjah yang akan membela.. atau menuntut. Maka sungguh memilukan, ketika manusia hidup bersama ayat-ayat-Nya, namun mati dalam keadaan jauh darinya.” Karena kebinasaan manusia bukan karena jalan yang begitu gelapnya.. tetapi karena enggan mengikuti cahaya.” http://t.me/Terapi_PenyakitHati

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 028 | Setiap Akibat Memiliki Sebab [12] Kita pernah mengikat sebuah janji.. sebelum dunia dan segala isinya ada. Bahwa Allah adalah Rabb kita, dan hanya kepada-Nya dipersembahkan ibadah yang mulia. ﴿ أَلَسْتُ بِرَبِّكُمْ ۖ قَالُوا بَلَىٰ شَهِدْنَا ﴾ "Bukankah Aku ini Rabb kalian?" Kita menjawab: "Benar, kami bersaksi." Agar kelak tiada alasan di hari pembalasan dengan ucapan: ﴿ إِنَّا كُنَّا عَنْ هَذَا غَافِلِينَ ﴾ "Sesungguhnya dahulu kami lalai tentang perkara ini." [Al-A'raf 172] Maka siapa yang hari ini tersesat dari jalan Rabb-nya.. Itu karena ia terlalu lama melupakan janji pertamanya. http://t.me/Terapi_PenyakitHati

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 027 | Setiap Akibat Memiliki Sebab [11] Saat perselisihan harta mulai banyak terjadi, Allah turunkan ayat tentang saksi dan pencatatan. Karena pertengkaran adalah akibat.. dan lalainya menjaga hak adalah sebab. "Jika salah seorang lupa, maka yang seorang lagi mengingatkannya.” [Al-Baqarah 282] Maka Allah hadirkan sebab penjaganya, saksi yang saling mengingatkan. Begitulah syariat dibangun.. Menutup pintu kerusakan sebelum ia terjadi, dan menjaga manusia sebelum mereka saling melukai. http://t.me/Terapi_PenyakitHati

🔴🔴 SEDANG BERLANGSUNG... Taklim Rutin Salafy Nogosari Terapi Penyakit Hati| Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil  حفظه الله | Masjid As-Sakinah Nogosari Boyolali ▪️Pertemuan ke 16 📲 Aplikasi telegram t.me/TaklimNogosari ✍️ Hadir Di Majelis ilmu lebih Utama √ http://t.me/taklimnogosari ———————————————— 🌐 Ayo dukung dakwah Ahlussunnah dengan men-Subscribe Channelnya.

📖 Kajian Kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa' "Takdir berjalan dengan sebab yang nyata, sedang akibat menanti di ujung cerita." ✨ Pembahasan: Berselimut Dosa, Berangan Surga 👤 Bersama: Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه الله 🗓 Rabu, malam ini 🕕 18.10 WIB 📡 Live t.me/taklimnogosari 📲 Rekaman t.me/Terapi_PenyakitHati "Maka belajarlah Qur’an dan Sunnah, agar dosa tak membuatmu terlena oleh angan ampunan semata."

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 026 | Setiap Akibat Memiliki Sebab [10] Jangan salahkan gelap.. bila engkau sendiri memadamkan cahaya petunjuk. Sebab kehinaan tak turun tanpa alasan, dan luka hati tak datang tanpa pelanggaran. “Itu disebabkan apa yang diperbuat tangan kalian.” [Al-imran 182] Maksiat yang dianggap ringan.. bisa menjelma kehinaan yang panjang. Dan dosa yang terus dipeluk.. sering menjadi sebab hilangnya pertolongan. http://t.me/Terapi_PenyakitHati

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 025 | Setiap Akibat Memiliki Sebab [9] Saat amanah dijadikan jalan memperkaya diri.. maka kehancuran sedang dipanggil pelan-pelan menuju negeri. Harta yang dikumpulkan dengan khianat.. mungkin tampak nikmat di dunia sesaat. Namun ingat.. ada hisab yang tak pernah salah mencatat. Agar harta itu tidak hanya berputar di antara orang-orang kaya saja. [Al-Hasyr 7] Sebab setiap suap yang disembunyikan tangan.. akan menjadi bara yang menyala di hari peradilan. http://t.me/Terapi_PenyakitHati

🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿 024 | Setiap Akibat Memiliki Sebab [8] Kalian umat yang dimuliakan… menjadi saksi bagi seluruh manusia. Dengan Al-Qur’an yang hidup di dada, dan surga sebagai balasan yang indah di sana. Namun kemuliaan tak datang begitu saja… ia lahir dari iman yang dijaga. Meniti sunnah dalam suka dan duka, lalu istiqamah hingga ujung usia. Sebab setiap akibat ada jalannya… dan setiap kemuliaan ada sebabnya. "agar kalian menjadi saksi atas manusia dan Rasul menjadi saksi atas kalian.” [Al-Baqarah 143] http://t.me/Terapi_PenyakitHati