Ask The Experts
前往频道在 Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
显示更多1 812
订阅者
无数据24 小时
+77 天
+2230 天
帖子存档
1 812
FEEDBACK CUSTOMER 📝
oleh: Paulus Aditya Hernawan
Haruskah kita mendengarkan dan mengiyakan semua feedback dari customer?
Banyak yang berpikir "customer selalu benar," tapi apakah benar semua feedback dari mereka harus diikuti?
Coba lihat gambar di atas ini. Kira-kira beginilah tampilan iPhone sekiranya Apple mengikuti semua feedback dari customernya. Gimana, masih tertarik buat beli? 😁Tidak semua customer feedback bernilai sama. Beberapa hanya cerminan preferensi pribadi, dan bukan kebutuhan mayoritas. Bagi kreator atau pemilik bisnis, kuncinya adalah mampu menyaring dan memprioritaskan mana yang memang penting. Lalu harus gimana? Tidak perlu buru-buru mengubah produk hanya karena satu atau dua komentar/feedback. Ada feedback yang berupa signal (pesan penting), atau juga noise (berisik gak jelas). Kategorikan, analisis, dan pastikan feedback yang diikuti benar-benar selaras dengan visi bisnis. Dengan pendekatan ini, kita tidak hanya mempertahankan kepuasan customer, tetapi juga memastikan bisnis tetap berkembang dengan arah yang jelas. #INISIATIF
1 812
Yth. Guru Besar, Senior, dan Sejawat
Pada Akhir 2024 Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan meluncurkan Buku Tabel Morbiditas Indonesia. Ingin tahu apa saja isinya, bagaimana pemanfaatannya serta harapan yang ingin dicapai demi terwujudnya layanan kesehatan yang lebih baik?
Jangan lewatkan Kopdar Pamjakian Edisi 4 Sambil Ngabuburit 😎
“Bedah Tabel Morbiditas Penduduk Indonesia”
Hari/Tanggal : Rabu/ 19 Maret 2025
Jam : 15.30 s/d 17.30
Media : bit.ly/KopdarPanjiEd-4
Terima kasih 🙏🏻
1 812
3 JENIS KEGAGALAN 😇
oleh: Paulus Aditya Hernawan
Banyak orang salah paham tentang kegagalan. Mereka pikir sukses = tidak pernah gagal.
Sebenarnya, kegagalan bukanlah masalah utama. Takut gagal justru jadi biang keroknya.
Kegagalan bukan lawan dari kesuksesan. Kegagalan justru bagian dari kesuksesan.
Ada 3 jenis kegagalan. Dan hanya 1 yang layak diterima.
Apa saja itu?
Kita terjun dulu ke bawah👇🏻
Kegagalan Jenis 1: Basic Failure 🎯
Ini adalah kesalahan yang sebenarnya bisa dihindari, karena sebenarnya bisa dicegah.
Contohnya:
- Salah kirim email.
- Salah dresscode.
- Lupa tanggal.
Hayo ngaku, siapa yang sering begini? Pelajaran: Jangan lakukan lagi.
PS:
Kegagalan tipe ini bukan yang membawa kita ke kesuksesan. Ini hanya kesalahan biasa. Lebih ke ceroboh sih.
Kegagalan Jenis 2: Complex Failure 🎯
Kegagalan ini lebih rumit. Terjadi karena banyak faktor yang saling terkait. Susah buat dikontrol, apalagi dibenerin.
Contohnya:
- Gagal impor karena negara asal sedang perang.
- Jemur baju tapi tertiup tornado.
Banyak penyebab, sulit dikendalikan. Bisa jadi pelajaran, tapi juga mahal harganya.
Kegagalan Jenis 3: Intelligent Failure 🎯
Inilah kegagalan yang layak dijadikan pelajaran.
Contohnya:
Mencoba ide baru → Gagal → Belajar → Berkembang.
Para inovator bukan tidak pernah gagal. Mereka gagal, tapi belajar dari situ.
Ciri-ciri intelligent failure: ✅ Berada di bidang baru → belum dikuasai siapa pun. ✅ Berorientasi tujuan → ada alasan jelas. ✅ Berdasarkan hipotesis → bukan asal coba. ✅ Skala kecil → meminimalkan risiko.Kalau kalian tidak pernah gagal, Artinya kalian tidak mencoba hal baru. Para ilmuwan gagal setiap hari, dan belajar dari sana. Dan dari kegagalan merekalah kita mendapatkan banyak penemuan besar. Sebenarnya ini bukan tentang gagal atau tidak. Tapi, apakah kita mau belajar dari kegagalan. Sekarang tanyakan pada diri sendiri: Apakah kita sedang menghindari kegagalan, Atau justru menghindari pertumbuhan? Mencoba, mungkin gagal. Tidak mencoba, sudah pasti gagal. #INISIATIF
1 812
🔠🔠🔠🔠🔠2️⃣🔠🔠🔠🔠 🇮🇩
Putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia kembali berlanjut bulan Maret ini. Satu di antara laga menarik yang layak ditunggu adalah pertemuan Australia kontra Timnas Indonesia. Australia akan menjamu Timnas Indonesia pada laga ketujuh Grup C ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 zona Asia di Sydney Football Stadium, Kamis (20/3/2025). Laga ini akan menjadi pertandingan yang sangat menentukan bagi perjalanan kedua tim untuk menggapai tiket ke Piala Dunia 2026. Timnas Indonesia untuk sementara berada diurutan ketiga dengan koleksi poin enam, hanya terpaut satu poin dari Australia untuk bersaing menjadi peringkat 2 sehingga bisa mendampingi Jepang menuju kelolosan otomatis ke Piala Dunia 2026. 🏆Nah, sembari menyaksikan dan memberi dukungan buat Timnas, kembali ada peluang seru-seruan juga buatmu untuk memenangkan Souvenir Kaos ATE INISIATIF masing-masing untuk 3 (tiga) Sobat ATE beruntung yang berhasil menebak 2 opsi polling sekaligus dengan tepat 🤔 Periode partisipasinya dimulai saat ini dan akan ditutup pada Kamis, 20 Maret 2025 pukul 16.00 WIB 🇲🇨
Syarat klaim : Sudah join di grup COMMIT ATE (Khusus Internal Duta BPJS Kesehatan)
https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1#INISIATIFDukungTimnas
1 812
+1
UPDATE SQUAD TIMNAS 🦅
Panitia Piala Dunia 2026 otw download lagu kebangsaan Indonesia Raya 🎼🇮🇩🏆🫡Usai selesainya proses pengambilan sumpah WNI Emil, Joey, dan Dean kini skuad sementara Timnas Indonesia total menjadi 30 orang. Kemungkinan nantinya akan dikerucutkan menjadi 26 yang akan didaftarkan untuk laga melawan Australia dan Bahrain 🔥 Persiapan Nobar Timnas Bulan Maret: 🇦🇺 vs 🇮🇩 (20/03/25 ~ Kick off 16.10 WIB) 🇮🇩 vs 🇧🇭 (25/03/25 ~ Kick off 20.45 WIB) #INISIATIFdukungTimnas
1 812
LEADERSHIP & CULTURE 🥰
oleh: Arisdiansah
Terlepas dari kehidupan pekerjaan yang anda alami saat ini, saya ingin mengajak anda membayangkan 2 keadaan di sebuah perusahaan.
Pertama, bayangkan anda bekerja 8 jam sehari, dan hidup bersentuhan dengan orang-orang yang "mencuri kebahagian" anda dengan sikap toxic, saling memanfaatkan, serta beban pekerjaan yang membuat orang stres, dan sebagainya.
Kedua, bayangkan juga jika anda bekerja 8 jam sehari dan anda bertemu rekan kerja yang menyenangkan, teamwork yang bagus, anda menemukan makna dan tujuan hidup disana, anda juga lelah tapi tetap happy. Apa bedanya?
Ternyata sadar atau tidak sadar kita harus mengakui sebuah kenyataan ini.
Kenyataan bahwa pada umumnya orang-orang diusia produktif menghabiskan sebagian besar waktunya itu di tempat kerja.
Orang pada umumnya bekerja mulai jam 8 pagi sampai jam 4 sore. Belum lagi jam perjalanan berangkat dan pulang. Bandingkan dengan waktu bersama keluarga, berapa besar perbedaan durasinya?
Research dari Gallup juga menunjukkan tingkat kebahagiaan orang ditentukan dari di mana dan bagaimana dia bekerja.
Ketika seseorang bekerja di tempat yang baik, maka angka kebahagian hidupnya menjadi jauh lebih baik. Bahkan akhirnya berpengaruh kepada kebahagiaan di keluarganya.
Dari fenomena ini saya sebenarnya ingin mengajak berbicara dengan semua Leader yang membaca tulisan ini.
Sebesar atau sekecil apapun bisnis anda, asalkan di sana anda punya karyawan, maka sebenarnya anda telah mendapatkan amanah untuk membahagiakan kehidupan mereka.
Mulailah membangun suasana kerja dan culture yang baik. Dan culture itulah yang kemudian akan membentuk kinerja team yang optimal dan produktif.
Jadikan tempat kerja kita tidak sekedar tempat mencari uang. Jadikan perusahaan anda menjadi perusahaan di mana banyak orang menemukan kebahagiaan, persaudaraan, tujuan hidup, value, dan ketulusan.Pertama dan ini paling penting. Pilihlah orang baik yang bergabung di perusahaan anda. Lalu kemudian perlakukan team anda dengan baik. Dan mereka akan memberi yang terbaik untuk perusahaan anda. Bangun dan jaga culture perusahaan anda, didik mereka dengan hikmah. Dan jangan segan-segan untuk mengeluarkan orang-orang yang memang tidak "culture fit" dengan perusahaan anda. Mereka akan menjadi toxic yang akan merusak culture di perusahaan anda. Karena tugas Leader itu adalah merekrut orang-orang yang tepat, membangun culture yg baik dan kemudian mendidik mereka menjadi orang-orang yang hebat, baik, dan profesional dibidangnya masing-masing. #INISIATIF #TGIF
1 812
SITUATIONAL LEADERSHIP 🥸
oleh: Paulus Aditya Hernawan
Jadi leader itu harus gimana sih? Kok banyak standarnya kayaknya ya? - Selalu tampil di depan? - Pinter delegasi? - Membimbing? - Atau behind the scene aja? Jawabannya: tergantung 😀Kok gitu sih? Inilah yang dinamakan Situational Leadership. Di mana kepemimpinan harus bisa adaptif dan fleksibel, tergantung pada kondisi dan situasi yang dihadapi timnya. Agak teknikal gak apa2 ya 😄 Mari kita bahas di bawah 👇 Dari diagram di atas bisa kita lihat di sumbu X dan Y: 💡Directive Behavior (Seberapa banyak arahan yang diberikan?) 💡Supportive Behavior (Seberapa banyak dukungan yang diberikan?) Gaya kepemimpinan yang dipilih bergantung pada kesiapan individu atau tim (performance readiness), yang terbagi menjadi 4 tingkatan:
R1: Tidak mampu & tidak mau R2: Tidak mampu, tetapi mau R3: Mampu, tetapi tidak mau R4: Mampu & mauSetiap tingkatan kesiapan ini membutuhkan gaya kepemimpinan yang berbeda. A. Directing/Telling Style (S1) Kapan digunakan? Saat tim berada di tingkat R1 (tidak mampu & tidak mau). Kenapa? Karena mereka masih belum memiliki keterampilan dan tidak termotivasi, mereka membutuhkan arahan yang jelas dan terstruktur. Bagaimana caranya? ✅ Berikan instruksi detail ✅ Awasi dan koreksi secara langsung ✅ Pastikan tugas dipahami sebelum mulai Ini adalah pendekatan yang sangat leader-directed. B. Selling/Coaching Style (S2) Kapan digunakan? Saat tim berada di tingkat R2 (tidak mampu, tetapi mau). Kenapa? Tim sudah bersemangat, tetapi masih butuh bimbingan. Bagaimana caranya? ✅ Tetap berikan arahan yang jelas ✅ Jelaskan alasan di balik keputusan ✅ Gunakan komunikasi dua arah Di tahap ini, leader perlu membangun kepercayaan diri anggota tim sambil tetap memberi bimbingan. Selling/coaching di sini artinya leader bisa "menjual" atau menjelaskan kenapa harus melakukan suatu hal. C. Participating/Collaborating (S3) Kapan digunakan? Saat tim berada di tingkat R3 (mampu, tetapi tidak mau). Kenapa? Tim memang sudah terampil, tetapi kurang motivasi atau kepercayaan diri. Bagaimana caranya? ✅ Kurangi instruksi, perbanyak dukungan ✅ Libatkan dalam pengambilan keputusan ✅ Dengarkan dan berikan motivasi Di sini, pemimpin berperan sebagai fasilitator dan motivator, tidak hanya memberi instruksi saja. D. Delegating/Monitoring (S4) Kapan digunakan? Saat tim berada di tingkat R4 (mampu & mau). Kenapa? Mereka sudah mandiri dan tidak membutuhkan banyak bimbingan. Bagaimana caranya? ✅ Percayakan tugas sepenuhnya ✅ Beri kebebasan mengambil keputusan ✅ Pengawasan minimal, sambil monitor Seperti sudah dibahas tadi, tidak ada satu gaya kepemimpinan yang cocok untuk semua situasi. Gunakan Situational Leadership untuk menyesuaikan pendekatan berdasarkan kesiapan tim: 🔥 R1 ➡️ Telling (Beri instruksi) 🔥 R2 ➡️ Selling (Beri motivasi & arahan) 🔥 R3 ➡️ Participating (Dukung & fasilitasi) 🔥 R4 ➡️ Delegating (Percayakan) Leader = siap adaptasi dan fleksibel. Satu hal menarik 👇 Indonesia ternyata juga punya konsep leadership semacam ini, yang dicetuskan Ki Hajar Dewantara. Ing ngarsa sung tuladha: Saat berada di depan, maka pemimpin harus memberi teladan. Ing madya mangun karsa: Saat berada di tengah, maka pemimpin harus bisa menginspirasi. Tut wuri handayani: Saat berada di belakang, pemimpin harus bisa memberikan dukungan dan dorongan. Pemimpin harus selalu siap, adaptif, dan fleksibel, serta wajib paham apa dan bagaimana kondisi tim yang dipimpinnya 🫡 #INISIATIF
1 812
Last Day 🇮🇩
Update sementara Peserta Video Challenge: Ramadhan Series 😇
34. Kusudarsani Firdaus @SudarSani (Koord EP3RS KC Parepare)
https://www.instagram.com/share/BANRX_CN4a
35. Laura Stephany @laurastephny (PATT Frontliner KC Bandar Lampung)
https://www.instagram.com/share/BAI7isFUM3
36. Alma Azatil @muthialya19 (Staf Komunikasi dan Kesekretariatan KC Kendari)
https://www.instagram.com/share/BATF8AzO5r
37. Muhammad Irham Imran @Iang271 (PATT Frontliner KC Polewali)
https://www.instagram.com/share/_hf8TByyZ
38. Mohammad Vikriyansyah Lihawa @Lihawaaa (PATT Staf Komsek KC Gorontalo)
https://www.instagram.com/share/_lIFIlNDf
39. Irfan Rizky Maulana @irfanrizkym (Staf SDM dan Umum KC Merauke)
https://www.instagram.com/share/_c51Yx6f1
40. Emilia @christaliabahng (PATT Frontliner KC Bandar Lampung)
https://www.instagram.com/share/BAQWVyHup0
Deadline pengunggahan video: Rabu (Hari ini), 12 Maret 2025 (Maks Pukul 23.59 WIB)
1 812
MENCARI DA’I 😇
oleh: Yusran Darmawan
Demi mengisi bulan Ramadhan dengan hal-hal baik, saya dan kawan-kawan di Makassar menggelar “Unhas TV Mencari Da’i”. Ini ajang kompetisi yang diikuti semua santri, siswa, dan mahasiswa di Sulawesi Selatan.
Agar kompetisi ini menarik, kami mengajak Ustaz Das’ad Latif yang saat ini tengah hits. Penontonnya di Youtube sudah mencapai 700 juta orang. Bagi kami, sebuah kehormatan bisa kolaborasi dengan beliau.
Hebatnya, kami tak perlu mengeluarkan uang sepeserpun untuk membayarnya. Padahal valuasinya pasti sangat tinggi. Tak hanya itu, dia juga menyiapkan satu bajunya yang sering dipakai dakwah sebagai hadiah bagi juara pertama.
Kami membuat seleksi via online. Ratusan siswa, santri, dan mahasiswa mengirimkan vidio ceramah. Kami hanya memilih 20 peserta, yang kemudian mendapat mentoring dari Ustaz Das’ad sebelum tampil di studio kami.
Sebelum acara final, seorang kawan di satu media, sempat meremehkan. Dia yakin tidak banyak ditonton. Kalau semua orang berpikir begitu, maka medsos hanya berisikan aksi joged, berantem, juga konten viral yang tidak mendidik.
Perlu ada sejumlah orang yang lawan arus, buat konten hal baik, dan syukur-syukur jika ditonton banyak orang.
Hasilnya sangat membahagiakan. acara itu meriah. Kantor kami didatangi banyak santri dan Majelis Taklim. Banyak orang rela berkolaborasi untuk hal-hal baik.
Tak hanya itu, beberapa sponsor besar bergabung. Mulai Bank Indonesia, Garuda, Pegadaian, operator seluler, serta beberapa pebisnis kuliner.
Namun, terima kasih saya haturkan ke kak Anwar No' Cappana, pemilik Grup Titah yang ikut berpartisipasi dikarenakan adanya kesamaan visi yakni menyebar hal baik. Juga buat Prof Adi Maulana yang telah membuka acara, serta selalu mendukung ikhtiar hal-hal baik.
Tentu saja terima kasih terbesar buat Ustaz Das’ad yang ikhlas membantu kami. Bahkan dia minta dibuatkan grup whatsapp yang isinya para finalis, dan dia akan membantu mereka berkembang. Terimakasih.
Silakan tonton video Das’ad yang sedang mementori peserta, dengan gaya dakwahnya yang khas, sebab selalu konsisten dengan logat Bugis Makassar, serta gaya komunikasi yang sangat membumi.
https://youtu.be/KAR6mDXkx2A?si=tZ7c1_il-NgIlo-l
#INISIATIF
1 812
METODE MENDIDIK ANAK SECARA TEORI 🫶
oleh: Agung Prasetyo Utomo
2 metode ini bukan masalah salah bener tetapi disesuaikan dengan kondisi keluarga dan masing masing anak... Bahkan dua anak bisa beda pakai cara yang mana... Yaitu PUSH dan PULL nama metodenya...
Metode pull dan push adalah dua pendekatan yang berbeda dalam mendidik anak. Berikut adalah penjelasan tentang kedua metode tersebut:
Metode Push:
- Fokus pada kekuatan dan kemampuan orang tua untuk "mendorong" anak agar mencapai tujuan tertentu.
- Orang tua memiliki peran aktif dalam mengarahkan dan mengontrol perilaku anak.
- Anak diharapkan untuk mematuhi perintah dan aturan yang ditetapkan oleh orang tua.
- Metode ini dapat efektif dalam jangka pendek, tetapi dapat menyebabkan anak merasa tertekan dan tidak memiliki kebebasan untuk membuat keputusan sendiri.
Metode Pull:
- Fokus pada kekuatan dan kemampuan anak untuk "menarik" diri sendiri ke arah tujuan tertentu.
- Orang tua memiliki peran sebagai fasilitator dan pendukung, bukan sebagai pengontrol.
- Anak diberikan kebebasan untuk membuat keputusan sendiri dan belajar dari kesalahan.
- Metode ini dapat efektif dalam jangka panjang, karena anak dapat mengembangkan kemampuan self-regulasi dan membuat keputusan yang lebih baik.
Contoh perbedaan antara metode push dan pull:
- Metode push: "Kamu harus makan sayuran ini, karena itu baik untuk kesehatanmu."
- Metode pull: "Apa yang kamu pikir tentang sayuran ini? Apakah kamu ingin mencobanya?"
Dalam menggabungkan kedua metode tersebut, orang tua dapat menggunakan pendekatan berikut:
1. Berikan anak kebebasan untuk membuat keputusan sendiri, tetapi tetapkan batasan yang jelas.
2. Berikan anak kesempatan untuk belajar dari kesalahan, tetapi juga berikan bimbingan dan dukungan.
3. Fokus pada pengembangan kemampuan self-regulasi anak, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih baik.
=====
Dari teori itu.. kita sebagai orang tua emang harus belajar mengenali anak anak kita dan menentukan pola mana yang akan kita pakai agar anak anak kita menjadi generasi emas... Jangan sampai jadi generasi lemas dan cemas...
#INISIATIF
1 812
+9
7 BUTIR PELAJARAN KARIER 🫡
Oleh: Prasetya M Brata
Inilah prinsip-prinsip yang saya gunakan selama berkarier di perusahaan besar nasional. Dampaknya di setiap level jabatan menjadi pejabat termuda, bahkan loncat jabatan menjadi chief dan direksi. Pelajaran ini saya tulis 11 tahun lalu. Mungkin saja masih relevan. 😇
#INISIATIF
1 812
Provisional skuad Timnas Indonesia perdana dari coach Patrick Kluivert untuk pertandingan Kualifikasi Piala Dunia 2026 melawan Australia dan Bahrain.
Daftar ini masih menunggu 3 pemain yang sedang menjalani proses untuk menjadi WNI. 🇮🇩
sumber : Erick Thohir (Ketum PSSI)
Fyi Jadwal Timnas Indonesia dalam kualifikasi Piala Dunia 2026 Bulan Maret 2025: - Australia Vs Indonesia : Kamis, 20 Maret 2025 (Kick Off 16.10 WIB) - Indonesia Vs Bahrain : Selasa, 25 Maret 2025 (Kick Off 20.45 WIB)#INISIATIF #KitaGaruda #GarudaMendunia
1 812
Update sementara Peserta Video Challenge: Ramadhan Series 😇
1. Citra Okta Bangun @Citraoktabangun (PATT Staf EP3RS KC Makale)
https://www.instagram.com/share/_bhXt1n5q
2. dstnya
1 812
𝗞𝗼𝗸 𝗧𝗮𝗸𝘂𝘁 𝗔𝗜? 🤖
Oleh: Wicaksono
Di sudut kantin sekolah seni, di bawah poster pudar yang bertuliskan "𝘚𝘦𝘯𝘪 𝘈𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘗𝘦𝘳𝘭𝘢𝘸𝘢𝘯𝘢𝘯", Paklik Isnogud duduk santai. Wajahnya yang dihiasi kerutan penuh pengalaman tampak serius mengaduk kopi tubruknya, seolah mencari jawaban hidup di dasar cangkir.
Mahasiswa-mahasiswa seni berkumpul di sekelilingnya, mata mereka berbinar—entah karena semangat berdiskusi atau baru sadar mereka punya tugas yang belum dikumpulkan.
"Lama-lama saya kok merasa percuma belajar animasi, Paklik," keluh Agus, mahasiswa animasi yang lebih sering menggambar meme kritik sosial daripada tugas kuliah. "Apalagi pemerintah sekarang sering pakai AI buat bikin video animasi. Lha terus kita ini buat apa? Mau jadi karyawan AI?"
Paklik tertawa pendek. "Lho, takutnya bukan sama AI, tapi sama orang yang menguasai AI, Le!"
Mahasiswa-mahasiswa itu terdiam, mencoba mencerna maksudnya. Mbak Rara, mahasiswa desain grafis yang lebih sering membuat poster aksi sosial daripada logo perusahaan, menyela, "Maksudnya gimana, Paklik?"
Paklik meniup kopinya. "Begini. AI itu cuma alat, sama kayak pensil, kuas, atau software desain. Bedanya, AI ini pintar, bisa belajar dari data, bisa meniru gaya, dan bisa bikin sesuatu dalam sekejap. Tapi AI itu tetap alat. Sama seperti pisau, bisa buat masak, bisa juga buat hal lain tergantung siapa yang megang."
Mas Bejo, mahasiswa film yang lebih sering membuat video esai tentang kapitalisme daripada film pendek, menepuk meja. "Lha terus, kalau AI udah bisa bikin animasi sendiri, kita jadi pengangguran dong, Paklik?"
Paklik tertawa lebih keras. "Lha, itu pikiran yang bikin kalian kalah sebelum bertanding! Dulu orang juga panik waktu kamera digital menggantikan kamera film. Tapi lihatlah, yang tetap bertahan adalah mereka yang ngerti komposisi, pencahayaan, dan cerita! Bukan yang cuma modal kamera mahal."
Mahasiswa-mahasiswa itu mulai mengangguk-angguk. Paklik melanjutkan, "Takutlah sama orang yang ngerti AI dan tahu cara makainya. Kalau kalian cuma menggambar tanpa paham konsep, ya, gampang digantikan. Tapi kalau kalian bisa bikin karya yang menyentuh, yang punya rasa, yang punya makna, AI gak bakal bisa nyamain itu!"
Mbak Rara bersedekap. "Jadi intinya, kita harus paham cara kerja AI biar gak tergilas?"
Paklik tersenyum lebar. "Tepat sekali! AI bisa bikin animasi, tapi dia gak bisa merasakan keresahan sosial, gak bisa menangkap nuansa budaya dengan kedalaman yang sama kayak manusia. Kalau kalian cuma takut dan ngeluh, ya, selamat! Kalian cuma jadi penonton perubahan."
Agus, yang dari tadi cemberut, tiba-tiba bersinar matanya. "Jadi solusinya apa, Paklik?"
Paklik menyeruput kopinya, lalu berkata, "Belajarlah! Kuasai AI, bukan malah lari dari AI. Gunakan AI untuk mempercepat kerja, tapi jangan biarkan AI yang mengambil alih kreativitas kalian. Orang yang ngerti AI dan ngerti seni, dialah yang akan memimpin industri kreatif ke depan!"
Mahasiswa-mahasiswa itu saling pandang. Mas Bejo mengangkat gelas tehnya tinggi-tinggi. "Hidup kreativitas manusia!"
Paklik tertawa. "Hidup kreativitas! Dan jangan lupa, takutlah bukan pada AI, tapi pada orang yang tahu cara makainya!"
Di sudut kantin sekolah seni itu, dengan aroma kopi tubruk dan gorengan, revolusi kecil baru saja dimulai. (*)
#INISIATIF #TGIF
1 812
SOCIAL COMPARISON 😊
oleh: Iwan Kusworo
Rasa takut akan kegagalan (fear of failure), perfeksionisme, dan perbandingan sosial (social comparison) adalah 3 hal yang membuat kita sering mengkhawatirkan tentang pandangan orang lain ketika kita tidak bisa meraih kesuksesan. Dan cara pandang orang lain ini pula yang kemudian membentuk cara pandang kita dalam melihat diri kita sendiri.
Terkait social comparison, di jaman orang tua kita dulu mereka mungkin hanya bisa melakukan itu dengan membandingkan dirinya dengan rekan kerja di kantor, atau tetangga kiri kanan.
Kalau tetangga sebelah rumahnya beli mobil baru, besoknya dia langsung demam. Atau ketika rekan kerjanya naik jabatan, sore hari tekanan darahnya langsung naik. 🤯
Bayangkan jika social comparison ini kita pupuk hingga masa sekarang ini, di mana saat kita baru lima menit buka media sosial, begitu banyaknya orang di luar sana yang sedang “memamerkan” pencapaian mereka.
Di salah satu postingan Instagram ada satu teman kuliah yang kita tidak pernah jumpa belasan tahun sedang berfoto di depan Menara Eiffel bersama keluarganya. Sementara kita mungkin untuk pergi ke Jogja aja mesti nunggu pas outing dari kantor. 🤭
Ada rekan kerja dari kantor lama yang posting di LinkedIn bahwa dia baru saja dipromosikan dan sekarang naik jabatan memegang peran penting di perusahaan. Sementara kita mungkin sudah sekian tahun tidak mengalami kemajuan yang berarti dalam hal karir.
Media sosial sangat memfasilitasi kita dalam hal social comparison ini. Dan seringkali efek negatifnya sangat hebat ke kondisi psikologis kita.
Di buku “From Strength to Strength,” penulis memaparkan bahwa 3 hal ini (social comparison, fear of failure, perfectionism) akan membuat kita menjadi seorang “success addicts” (pecandu kesuksesan).
Dan di usia tertentu ketika kinerja kita sudah mulai menurun, dan kita mulai tertinggal dari rekan kerja yang masih muda, bisa dipastikan perasaan negatif seperti merasa diri tidak berguna, sudah usang, kuno, ketinggalan jaman, akan datang dan menghantui kita.
Buku apa yang sedang kalian baca pagi ini?
Have a Nice Day ❤️
#INISIATIF
1 812
Siapa tahu ada yang butuh, tinggal potong dan sesuaikan dgn desain videonya di aplikasi capcut atau aplikasi lainnya 🇮🇩
1 812
FAQ Video Challenge : Ramadhan Series 🫡
1. Teknik pengambilan Video, Portrait atau Landscape?
Jawab : sebaiknya Portrait karena sesuai dengan perkembangan video reels masa kini
2. Untuk aktifitas yang ditampilkan dalam video, apakah harus kegiatan selama ramadhan saja?
Jawab : Tidak mesti kegiatan ramadhan saja, pengambilan video kegiatan dll dapat diambil sebelum ramadhan (pengambilan januari sd maret 2025)
3. Apakah boleh menyisipkan beberapa dokumentasi foto diantara video yang dibuat?
Jawab : boleh
4. Untuk teknis pemilihan lirik dan musik dalam lagu .Feast ~ Nina, apakah ada syarat wajib diambil pada menit keberapa dan lirik lagu yang mana?
jawab : bebas, penggalan lirik/musik .Feast ~ Nina yang digunakan dalam video bisa disesuaikan dengan selera editor video
5. Apakah boleh menambahkan voice over seperti puisi, quote motivasi, dll diantara backsound video?
jawab : boleh, silakan disesuaikan sesuai selera editor video
More info: https://t.me/commit_asktheexperts/6170
1 812
KHIANAT 🤐
Oleh: Muhammad Farid Maricar
Pernah tahu ada orang, beliau diamanahkan untuk mengelola duit orang, lebih tepatnya duit untuk suatu event tertentu. Suatu hari, setelah menghitung duit tersebut, ternyata duit tersebut lebih dari perkiraan yang seharusnya. dan sayangnya karena orangnya nggak telaten dan nggak mau repot, pencatatannya kadang berantakan.
Uniknya, dalam pengelolaan tersebut, orang percaya saja dengan orang ini, jadi dia tidak perlu melakukan pelaporan pertanggung jawaban. Tapi, duit tadi tidak dimasukkannya ke kantong, yang dia lakukan adalah bertanya ke seorang imam, ustadz, ulama, yang di tempatnya tersebut dianggap ahli dalam ilmu.
Akhirnya dijawablah, agar biarkan duit tersebut, dan jika berlebih digunakan untuk event yang sama pada periode selanjutnya. Nah, akhirnya duit lebih tadi disimpan oleh orang ini, padahal kalau dipikir waktu itu dia juga kekurangan. Kalau dia ambil, enggak bakal ada yang tahu, kecuali dia dan Allah.
Tentunya, banyak di antara kita yang mungkin pernah ada di posisi-posisi seperti ini, dan tidak semua Allah berikan taufiq dan hidayah, untuk menjaga amanah di saat ada kesempatan untuk khianat.
Kita tidak pernah tahu, khianat-khianat kecil yang kita lakukan, biasakan, bisa jadi akan terus berkembang menjadi khianat-khianat dalam jumlah yang lebih besar. Korupsi itu tidak pernah terjadi dalam sejam, sehari, atau seminggu, biasanya bermula dari korupsi kecil-kecilan yang akhirnya jadi kebiasaan karena tidak diputus dan tidak ketahuan.
Seperti halnya kebaikan, yang setiap kebaikan walaupun kecil biasanya diikuti kebaikan lainnya, keburukan pun begitu, yang setiap keburukan biasanya diikuti dengan keburukan lainnya. Kalau kata buku Atomic Habits, peningkatan satu persen setiap hari, akan menjadi lebih banyak 37 kali lipat dalam setahun.
#INISIATIF
现已上线!2025 年 Telegram 研究 — 年度关键洞察 
