Ask The Experts
前往频道在 Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
显示更多1 823
订阅者
+224 小时
+107 天
+1930 天
帖子存档
1 824
Dia sering dikontraskan dengan Neville Chamberlain, sosok jenius dan cemerlang yang diprediksi jadi pemimpin besar Inggris.
Tapi, justru ketakutan Churcill adalah sisi yang sangat dibutuhkan Inggris saat itu. Churcill adalah orang pertama yang memandang Hitler sebagai ancaman. Sementara saat itu banyak yang melihat Hitler sebagai kawan. Ketakutan Churcill ternyata menjadi penyelamat bagi Inggris sebelum Perang Dunia II. Dia pun dicatat sejarah.
Hari ini saya kembali bertemu kawan itu. Dia bercerita banyak mimpinya yang ingin digapai. Saya ingat dirinya yang dulu. Saya yakin, sejak dulu dia adalah orang hebat. Dia malas karena sekolah gagal menemukan potensi terbaiknya. Saat keluar sekolah, dia justru bisa melejit laksana roket.
Dia masih bercerita banyak hal. Saya pilih mendengarkan, sembari mencatat dalam hati. Dia keren.
1 824
CERITA TENTANG JUARA KELAS
www.timur-angin.com
Di satu kafe di Jakarta Timur, saya bertemu dengannya. Dia sahabat semasa SD hingga SMA di Pulau Buton. Dia masih ceria seperti dulu. Dalam satu perbincangan, dia cerita kalau dirinya sedang membangun rumah senilai miliaran rupiah di kampung kami.
Saya tahu dia tidak niat pamer. Saya pandangi kawan ini dari ujung kepala sampai ujung kaki. Saya tidak sedang berhadapan dengan kawan saya yang dulu. Dia sudah berubah. Dia mengelola banyak usaha. Dia kini sukses, bahkan lebih dari semua teman-teman sekolahnya.
Saya membayangkan dirinya dahulu. Dia seorang siswa paling malas. Kadang sekolah dan kadang tidak. Dia bukan siswa yang masuk radar guru-guru. Bahkan dia nyaris tinggal kelas. Saya masih ingat ada guru yang menyuruhnya berhenti sekolah. Dia sudah dianggap gagal. Mungkin, alasan itu membuatnya tidak kuliah.
Seusai bertemu dengannya, saya ceritakan pada ibu di kampung melalui telepon. Ibu saya adalah guru SD yang cukup mengenal semua kawan saya. Dia nyaris tak percaya pada apa yang saya katakan. Seorang anak yang dahulu divonis gagal total di sekolah, ternyata bisa melejit dan melampaui semua teman-temannya.
Saya teringat buku Barking up the Wrong Tree yang ditulis Eric Barker. Ada uraian tentang riset yang dilakukan oleh Karen Arnold, periset di Boston College. Karen mengikuti 81 orang lulusan terbaik SMA untuk melihat seperti apa karier mereka.
Sebanyak 95 persen yang lanjut kuliah, rata-rata IPK mereka adalah 3.6. Keberhasilan di SMA menentukan keberhasilan di perguruan tinggi. Mereka bisa diandalkan, konsisten, dan punya kehidupan yang baik.
Tetapi adakah di antara mereka yang jadi pemimpin besar? Atau sosok inspiratif yang mengubah dunia? Atau minimal jadi sosok yang melampaui kebanyakan warga di kampung halamannya? Jawabannya nol.
Karen berkesimpulan: “Mereka adalah orang hebat di dunia kerja. Mereka jadi karyawan yang baik. Tapi mereka bukan orang visioner. Mereka tinggal dalam sistem, bukan mengubah sistem.”
Mengapa orang nomor satu di sekolah jarang menjadi orang nomor satu di kehidupan nyata? Dia punya dua jawaban.
Pertama, sekolah menghadiahi siswa yang secara konsisten melakukan apa yang diperintahkan kepada mereka. Nilai akademis selalu berbanding lurus dengan nilai kedisiplinan. Nilai akademis adalah peramal yang bagus untuk kedisiplinan, kesungguhan, dan kemampuan mematuhi aturan.
“Pada dasarnya kita menghadiahi kepatuhan dan kemauan mengikuti sistem,” katanya. Banyak lulusan terbaik mengakui kalau mereka bukanlah yang tercerdas, tetapi mereka adalah pekerja keras. Ada yang bilang, ini hanya soal memberi apa yang diinginkan guru dan bukan benar-benar memahami pelajaran dengan lebih baik.
Kedua, sekolah hanya menghadiahi nilai tinggi pada kaum generalis. Tidak banyak pengakuan diberikan pada passion atau kemahiran siswa. “Para lulusan terbaik selalu sukses, secara pribadi dan profesional. Tapi mereka tidak pernah mengabdi total di satu arena di mana mereka menuangkan seluruh gairahnya. Biasanya itu bukan resep meraih kehebatan dan keunggulan” katanya.
Saya ingat anak saya Ara. Dia sangat bagus untuk pelajaran matematika, tapi dia sangat lemah untuk pelajaran bahasa Sunda. Hanya gara-gara itu dia tidak menjadi yang terbaik di kelasnya. Pendekatan generalis tidak membawa pada kemahiran.
Karen melihat semua lulusan terbaik selalu pragmatis. Mereka mengikuti aturan dan lebih menghargai nilai A ketimbang keterampilan serta pemahaman mendalam atas satu topik.
Sekolah memang punya aturan, tapi kehidupan tidak bekerja sebagaimana aturan di sekolah. Kehidupan punya struktur yang lebih rumit, sehingga pemenangnya adalah mereka yang kreatif dan jeli melihat di mana dirinya bisa mengembangkan potensi seluas-luasnya.
Karen menyebut beberapa nama yang gagal di sekolah kemudian jadi pemimpin dunia. Di antaranya adalah Winston Churcill, perdana menteri Inggris terhebat. Dia orang yang terbilang biasa-biasa saja di sekolah. Ketika jadi politisi pun, dia masih menjadi sosok yang biasa-biasa dan malah penakut.
1 824
Dia bilang: “Give your best, and let God do the rest.” Berikan yang terbaik, selanjutnya biarkan Tuhan menilai.
Kerjakan yang terbaik, setelah itu jangan pasrah begitu saja. Jika gagal evaluasi, dan terus tingkatkan. Sebab hasil tak pernah mengkhianati proses. Kalau pun hasil berkhianat, berarti dia tak siap mengikuti jalan pedang. Dia tak siap mengikuti jalan pendekar. Iya kan?
1 824
BAHAYA POSITIVE THINKING
Penulis: Yusran Darmawan
Dalam banyak aktivitas, kita selalu mendapat nasihat untuk selalu berpikir positif. Kita diajarkan untuk positive thinking ketika sedang melakukan satu pekerjaan besar. Bagi yang pernah membaca buku The Secret, pasti paham kuatnya mantra tentang berpikir positif.
Dalam buku Filosofi Teras, saya temukan pendapat para psikolog yang justru mengkritik positive thinking. Malah, positive thinking mulai dilihat sebagai masalah.
Dalam beberapa eksperimen, seseorang yang menerapkan positive thinking seringkali mendapatkan hasil yang lebih buruk dibandingkan mereka yang tidak menerapkannya.
Positive thinking dianggap menipu pikiran kita, beranggapan seolah-olah kita sudah mencapai yang diinginkan, sehingga melemahkan ketekunan dan keuletan kita untuk berusaha. Kita kehilangan daya juang karena dicekoki mantra positive thinking sehingga kita merasa cepat puas.
Beberapa psikolog merekomendasikan “mental contrasting” yaitu menggabungkan positive thinking (membayangkan hasil positif) dengan memikirkan hambatan apa saja yang bisa ditemui.
Penelitian menunjukkan bahwa mereka yang melakukan “mental contrasting” memiliki capaian yang lebih hebat ketimbang mereka yang memikirkan hal positif, atau mereka yang hanya membayangkan hal negatif saja.
Di buku ini, saya temukan artikel menarik di Newsweek berjudul The Tyranny of Positive Thinking Can Threaten Your Health and Happiness. Positive thinking bisa menyebabkan perasaan gagal, juga perasaan depresi. Anda merasa sedih ketika gagal, tiba-tiba Anda didera lagi rasa bersalah karena tidak bisa berpikir positif.
Misalnya, Anda tidak lulus ujian, sehingga merasa terpuruk. Tiba-tiba Anda merasa bersalah lagi karena tidak bisa bahagia. Kata psikolog, ini sama dengan dua kali dihantam palu godam yang bisa membuat Anda depresi.
Seorang psikolog mengatakan, beberapa orang justru memberi respon lebih baik pada hal negatif, sikap yang disebutnya “pesimisme defensif.” Maksudnya, dengan memikirkan sesuatu akan berjalan tidak sesuai rencana, maka seseorang bisa mengurangi kekhawatiran dan sering kali sanggup mengantisipasi semua tantangan.
Saya tak selalu sepakat dengan para psikolog ini. Seringkali perasaan cemas atas sesuatu yang belum terjadi bisa menjadi masalah baru. Kita sering kali berhalusinasi tentang sesuatu yang buruk, padahal hal itu sendiri belum terjadi. Kita depresi untuk sesuatu yang masih mengawang-awang.
Saya teringat seorang kawan yang positive thinking- nya sudah sampai level akut. Ketika ada cewek yang tersenyum, dia langsung meyakini cewek itu naksir padanya. Dia akan kembangkan semua analisis betapa dia digilai oleh cewek. Tapi ketika penolakan datang, dia seperti dihantam palu godam.Dia terpuruk.
Saya datang menghiburnya, dengan satu kalimat sakti: “Beruntung kamu tidak jadian dengannya. Cewek itu bodoh. Dia hanya mau sama pangeran bodoh di istana pasir. Dia tidak siap menjadi kekasih pendekar. Dia tidak siap mengikuti jalan pedang.” Niat saya sekadar menghibur. Ternyata dia bisa bangkit berkat kalimat itu. Dia mengiyakan kata-kata saya. Selanjutnya, dia kembali jadi figur yang percaya diri.
Buku Filosofi teras ini tidak menawarkan satu solusi final. Buku ini menggali kearifan Yunani dan Romawi kuno untuk diterapkan di masa kini. Yang ditawarkan adalah upaya untuk mengendalikan semua hal negatif dengan cara mengubah cara pandang kita, yakni melihat hal negatif itu sebagai sesuatu yang normal dan kita berdamai dengannya.
Artinya, kita mengakui bahwa sesuatu itu negatif, tapi kita tidak lantas tenggelam di situ. Kita punya kemampuan untuk mengubah hal negatif itu menjadi kekuatan positif sehingga ke depannya kita akan lebih tangguh dan kuat.
Pandangan ini mirip dengan ajaran Buddha yang mengatakan: “Diri adalah apa yang kita pikirkan.” Jika kita menganggap diri kita positif dan bernilai, maka semesta pun akan berkonspirasi untuk membantu kita menggapai pandangan itu.
Terkait positive thinking, saya teringat satu lirik dalam lagu soundtrack Asian Games di Jakarta lalu, yang kalau tak salah dinyanyikan Via Vallen.
1 824
ATE Edisi 383 kembali ke mode webinar dengan tema Tips Mengelola Dana Darurat di Tahun 2023. Stay tuned 🇮🇩🇮🇩🇮🇩
1 824
Saat seorang pemimpin bilang sesuatu, kita ikut membenarkannya. Kita tidak berbicara kritis sebab takut dia marah lalu menyingkirkan kita dari pusaran kekuasaan.
.
Kita sering kali lebih khawatir penilaian orang lain ketimbang berbicara apa adanya. Kita tahu bahwa kebenaran itu kadang kala pahit. Kita tak siap dengan kepahitan itu, dan lebih suka sesuatu yang manis, padahal yang manis itu bisa membahayakan.
.
Saat seorang pemimpin bertanya mana yang bagus antara sirup manis dan jamu pahit, kita sering merasa lebih nyaman menyebut sirup manis. Sebab jamu rasanya pahit dan bisa membuat seseorang marah. Padahal, sirup manis itu bisa menjadi penyakit, sedangkan jamu pahit justru bisa menyembuhkan.
.
Seorang bijak berkata, jika kita dalam posisi pemimpin, maka kita harus peka terhadap berbagai suara-suara yang masuk. Jangan biarkan emosi yang mengendalikan nalar. Tetap kritis dan rendah hati. Percayalah, keputusan hebat selalu lahir dari pikiran yang jernih, serta dari masukan yang juga jernih.
.
Jika tetap emosi, kita hanya akan menjadi tertawaan. Iya kan?
.
www.timur-angin.com
1 824
KISAH SEORANG RAJA YANG TELANJANG
.
Oleh: Yusran Darmawan
.
Lelaki tua itu datang menemui raja yang sedang bersama menteri dan pejabat. Dia bilang siap membuatkan satu baju terindah dunia yang penuh dengan perhiasan dan permata. Raja tertarik. Apalagi, dua minggu lagi akan ada karnaval.
.
Tapi, lelaki itu bilang ada syaratnya. Apakah gerangan? Hanya orang baik dan berhati tulus yang bisa melihat baju itu. Hanya orang jahat yang tidak melihat baju itu.
.
Raja menyanggupi. Dia menyerahkan dana awal berupa permata dan perhiasan mahal. Di satu ruangan istana, lelaki itu mulai bekerja. Sepekan pertama, Raja berkunjung. Dia melihat lelaki itu seolah-olah sedang menyulam.
.
Tapi, Raja tidak melihat bahan di situ. Dalam hati, Raja menggumam, “Apakah saya bukan orang baik sampai-sampai tidak melihatnya”
.
Lelaki itu berpura-pura memegang kain, kemudian bertanya pada Raja, “Bagaimana Yang Mulia. Indah kan?” Raja sesaat kebingungan. Raja ingin dianggap baik. Dia pun menjawab, “Wah, itu baju yang keren. Hebat.”
.
Hari karnaval tiba. Lelaki tua itu datang menemui Raja. Dia membawa nampan kosong. Kepada Raja dia berkata: “Yang Mulia, lihat mahakarya ini. Baju hebat ini akan membuat dirimu terlihat berkharisma di hadapan rakyat.”
.
Raja tidak melihat satu potong baju di nampan itu. Tapi dia takut dianggap bukan orang baik. Dia berpura-pura lihat dan menjawab, “Karya yang hebat. Saya suka sekali.”
.
Para menteri dan hulubalang juga tak melihat baju. Sebagaimana Raja, mereka takut dianggap jahat sehingga bisa diturunkan dari posisinya. Semuanya juga berpura-pura melihat. “Indah sekali Yang Mulia. Ini baju terhebat yang pernah saya lihat,” kata seorang menteri. Semua di ruangan itu berdecak kagum.
.
Raja dan lelaki itu masuk ke ruangan khusus. Raja membuka bajunya dan hanya memakai celana pendek. Dia bertelanjang dada. Lelaki itu seolah-olah memakaikan mahakarya itu ke Raja. Semua abdi istana yang melihatnya sontak berdecak kagum. Semuanya bilang itu baju hebat.
.
Ketika Raja ikut karnaval keliling kotaraja, semua rakyat melihatnya. Semua heran melihat Raja yang tak berbaju. Hingga akhirnya, seorang anak kecil berteriak: “Hei, lihat. Raja tidak memakai baju.” Anak itu tertawa keras. Semua orang ikut tertawa dan membenarkan suara anak kecil itu.
.
Raja pun merasa malu. Dia murka dan memerintahkan agar lelaki pembuat baju itu ditangkap. Rupanya, lelaki itu sudah lama kabur dan membawa perhiasan dari istana. Kisah ini menjadi desas-desus dan dibahas semua orang, meskipun pihak istana selalu menyangkalnya.
.
***
.
Kisah ini pernah saya temukan dalam Arabian Night atau Kisah 1001 malam. Banyak versi pada kisah ini. Inti ceritanya masih sama yakni ada seorang pemimpin yang selalu ingin dicap baik. Dia dikelilingi orang-orang yang serupa beo selalu membenarkan kalimat pemimpin itu.
.
Dalam hidup, kita sering bertemu karakter serupa. Kita sering bertemu pemimpin yang selalu ingin dianggap hebat oleh semua orang.
.
Mereka selalu ingin menjadi pusat perhatian semua orang. Mereka tidak mau terlihat bodoh. Mereka selalu ingin jadi titik pembicaraan, yang namanya selalu dibahas semua orang.
.
Kita sering menemui orang yang mengira dirinya hebat hanya karena semua orang di sekelilingnya mengatakan hebat. Kita pernah ketemu orang yang bangga sekali saat semua kalimatnya disambut tepuk tangan dan sorak banyak orang.
.
Sosok ini ini dikepung semacam kesadaran palsu bahwa dirinya akan selalu jadi pusat perhatian. Padahal, orang sekitarnya sengaja memujinya hanya karena mengincar sesuatu. Saat satu kenyataan menguak topeng seseorang yang merasa hebat ini, para pendukungnya akan kabur dan membiarkannya sendirian.
.
Kisah ini mengajarkan kita bahwa demi untuk tampil luar biasa, seseorang yang merasa dirinya hebat bisa melakukan apa pun, bahkan hal bodoh sekali pun.
.
Orang ini tidak paham bahwa di luaran sana, malah orang-orang sibuk bergunjing dan menertawakan dirinya. Apa daya, dia dikelilingi orang oportunis yang selalu membenarkan tindakannya.
.
Di sisi lain, kita pun harus berani mengakui betapa kita ikut andil dalam orkestra kebodohan ini.
1 824
Pentingnya memberikan pemahaman dan pembelajaran sedari dini kepada anak apabila ditinggal sendiri di rumah untuk tidak percaya kepada siapapun apalagi orang yang tidak dikenalnya. 🙏🏻🙏🏻
1 824
NOKTAH MERAH PERKAWINAN
Penulis : Yusran Darmawan
Bersama istri dan beberapa kawan, saya menonton film Noktah Merah Perkawinan yang tengah trending di satu platform film berbayar. Kisahnya tentang cinta segitiga, tentang perselingkuhan, tentang bagaimana mempertahankan pernikahan.
Bagi saya, konfliknya tak seberapa. Lebih banyak soal ego dan tengkar penuh emosi. Ada campur tangan orang tua. Si lelaki merasa tidak bahagia di rumah. Dia lebih nyaman di tempat kerja. Kebetulan, di situ ada perempuan manis yang bikin hatinya mekar.
Hingga separuh film, saya merasa apa yang terjadi normal-normal saja. Hubungan lelaki dan perempuan itu di tempat kerja hanya sebatas sering ngobrol, sering antar pulang, sering kirim pesan, dan sering jalan bersama. Keduanya saling menjaga batasan.
Namun saat lelaki itu pulang ke rumah, dia akan bertengkar hebat dengan istrinya, sampai-sampai wajah memerah dan tubuh bergetar karena emosi.
“Ah, itu sih cemen,” kata seorang kawan. Dia tak habis pikir mengapa hal sesederhana itu bisa jadi bahan pertengkaran hebat dalam film itu.
Dia sering melihat perselingkuhan yang lebih parah dari itu. Temannya diam-diam membelikan apartemen untuk pacar gelapnya, lalu datang bobo di akhir pekan. Ada pula pria yang menguras hartanya demi selingkuhan. Ada juga yang nikah siri di kampung sebelah lalu punya anak.
Ada juga kawan yang selingkuh tipis-tipis. Ada yang pakai jasa Open BO. Ada pula yang melakukannya gratis. Dia gunakan aplikasi M..t, berwarna hijau, untuk janjian dengan seseorang di hotel.
Perselingkuhan bukan hanya dilakukan laki-laki. Malah, ada pula perempuan yang melakukannya. Seorang kawan di kantor yang sangar dan bertato akan meneteskan air mata saat ditanya tentang kenapa bercerai. Rupanya istrinya memilih selingkuh dengan pria kaya-raya.
Di kota sebesar Jakarta, ada banyak celah dan ruang bagi seseorang untuk selingkuh. Terlambat pulang kantor adalah hal biasa. Bilang saja macet. Banyak yang menyapa keluarga hanya melalui aplikasi karena mengaku sibuk dan tidak bisa pulang tepat waktu.
“Yang penting main cantik,” kata kawan itu. Dia mengklaim ada 1001 cara untuk selingkuh, dan tidak ketahuan. Ada pula yang memakai dalil agama untuk menutupi tindakan tindakan nikah diam-diam, tanpa sepengetahuan istrinya.
Hingga kini, saya belum ada pikiran selingkuh. Padahal, saya sih setuju-setuju saja, sepanjang saya yang dibiayai oleh perempuan. Ini jelas gak mungkin. Perempuan hanya mau membiayai jika ada dua syarat. Pertama, punya wajah seganteng Nicholas Saputra. Kedua, punya daya tempur yang dahsyat.
Nah, saya jelas tidak punya dua hal itu. Ini bukan bohong yaa. Ini beneran.
现已上线!2025 年 Telegram 研究 — 年度关键洞察 
