Ask The Experts
前往频道在 Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
显示更多1 815
订阅者
+424 小时
+67 天
+1730 天
帖子存档
1 815
Waspada diri dan anak-anak kita 🙏
Di Tiktok ada konten, umur 20 tahun punya utang pinjol puluhan juta. Liat dari komennya mayoritas masih gen-z, yang mungkin masih kuliah atau fresh graduate 😳
#ketahananfinansial
1 815
RECHARGE YOUR ENERGY 👑
Menyambut long weekend dan sekaligus pemanasan menjelang Turnamen Nasional 😍Bersiap sore ini mulai pukul 17.15 WIB sd 20.15 WIB. Tersedia Souvenir seru-seruan 1 buah kaos ATE INISIATIF 2024 supported by MSDM buat 1 orang pemain terbaiknya. 🥰 Stay tuned di Grup Telegram Internal ATE (khusus Duta BPJS Kesehatan)😇 https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1 #Energy #Spirit #VGATE
1 815
ular cobra pun kalah, pada intinya susanto ini lebih banyak bisanya 😅
#multitalent #berpikirkreatif
1 815
Saya melihat wajah mertua saya, tante-tante istri saya, dan beberapa sepupu istri saya (yang kebetulan alumni dari Universitas tersebut) mendengarkan sharing saya hari itu.
“Beberapa bidang spesialisasi dokter akan digantikan oleh artificial intelligence, mereka akan mampu mendiagnosa dan mendeteksi penyakit manusia. Bahkan robot-robot canggih, akan mampu melakukan operasi bedah yang rumit”
Saya memutar video selama 1 menit yang menunjukkan hal itu. Saya mengakhiri session itu dengan bertanya,”Are you ready to change?”
Karena yang tidak berubah akan punah, Maka kita semua harus belajar dan berbenah, Yang lamban seperti gajah akan kehilangan arah, Yang terus bertahan adalah mereka yang mentalnya lincah, Dan mampu belajar cepat seperti larinya cheetah.
Saya mengakhiri sharing session itu dengan beberapa tanya jawab dan performance singkat tentang mind-reading yang saya lakukan dengan beberapa penonton.
**
The question is ,”Am I too harsh?” Well, I am not. I am just stating the fact.
Karena kenyataannya memang demikian. Kita semua harus belajar dan berubah, mengikuti cepatnya perubahan yang terjadi di dunia saat ini. Terus apa yang perlu kita lakukan? Ada beberapa rekomendasi yang kita bisa ikuti:
**
a) CONTINUE TO PERFORM AT WHAT YOU DO
Tetap fokus pada apa yang anda lakukan and always perform and contribute at the maxinum level.
b) READ, WATCH, OBSERVE, LEARN
Selalu mengamati apa yang terjadi di dunia luar sana. Lihat TV, dengerin Radio, browse Internet, baca buku, koran dan majalah.
c) UNDERSTAND THE CHANGE THAT IS HAPPENING
Perhatikan pattern perubahan yang sedang terjadi. Apa yang sedang berubah pada pola pikir manusia, perilaku konsumen, bisnis, regulasi, politik, trend demographic, trend urbanisasi, trend digital
d) LEARN SOMETHING NEW, INCREASE YOUR DIFFERENTIATORS
Anda sudah punya beberapa differentator yang mengantarkan anda ke karier anda sekarang. Pelajari competency baru, skills baru, dapatkan knowledge baru, sertifikasi profesi yang baru, pelajari bahasa asing lain. Belajarlah untuk mengerti pelanggan. Belajarlah untuk berkomunikasi dan berempati. Belajarlah ilmu marketing. Belajarlah ilmu penjualan. Belajarlah mengelola dan me-manage team anda dengan baik.
Semuanya akan menambah diffetentiator anda untuk menambah kesiapan anda di masa depan. Ini akan membuat kita semakin relevant, dan semakin unggul di depan competitor kita (ingat competitor kita adalah dokter-dokter lain dari negara lain atau aplikasi telemedicine atau artificial intelligence atau apapun yang suatu saat akan muncul di masa depan)
e) BE HUMBLE, KEEP AN OPEN MIND AND ALWAYS WANT TO LEARN
Terakhir .. kita harus mengerti ... we dont know what we dont know. Lets be humble and open mind. Mari kita belaiar, dari siapa saja dari pelanggan kita, dari bos kita, dari peer kita, dari supplier kita, dari anak buah kita, dari mereka yang lebih junior daripada kita, dari pegawai yang baru join di perusahaan kita. Kadang kadang anak baru yang masih muda ternyata membawa perspektif baru dan membuat kita belajar dari sudut yang lain. Let's be humble and keep an open mind.
Selamat mencoba dan semoga kita lebih siap untuk masa depan.
Salam hangat
Pambudi Sunarsihanto
#INISIATIF
1 815
KALAU TIDAK LINCAH, YA PASTI AKAN “PUNAH” ✅
**
oleh: Pambudi Sunarsihanto
Minggu lalu saya berkesempatan untuk sharing session di sebuah Reuni Akbar, Fakultas Kedokteran, di salah satu Universitas terbaik di Indonesia. Saya harus sharing di depan para dokter? This is new. What kind of story I need to tell?
Ibu Tiana (bukan nama sebenarnya) yang menjadi Ketua Ikatan Alumni-nya berpesan ke saya,”Pak Pambudi, dokter-dokter juga harus berubah. Karena dunia yang sudah berubah. Tolong Pak Pam bercerita seperti waktu saya dengarkan cerita Pak Pam beberapa minggu yang lalu. Tentang dunia yang berubah, tentang bagaimana kita harus berubah, belajar dan berbenah, serta berinovasi, agar terus sukses di masa depan. And please do not forget to show your magic” (Bu Tiana adalah seorang Direktur di sebuah BUMN ternama di negeri ini).
**
Saya datang di kampus itu sekitar jam 10 pagi. Udara cerah menyambut saya dan istri saya yang menemani. Saya menuju lapangan basket di kampus itu, dan ternyata reuni akbarnya ada di sana. Pesertanya ratusan alumni dari berbagai Angkatan (tentu saja ada yang sudah sangat senior, dan ada yang masih relatively junior, datang dari berbagai kota di Indonesia, dan mereka juga mempunyai gelar spesialis yang berbeda-beda).
**
Di depan ratusan dokter itu, saya bertanya dengan berteriak kencang-kencang, "Bapak-bapak dan ibu-ibu, lebih enak jadi dokter pada jaman dulu atau pada jaman sekarang?”
“Jaman duluuuuuu!!!”, mereka kompak.
“The world has changed. Dunia sudah berubah….”, saya berkomentar. Kemudian saya bertanya lagi, "Seandainya sekarang anda mempunya anak atau cucu, apakah anda merekomendasikan mereka untuk menjadi dokter…”
Mereka menjawab dengan riuh ramai. Sekitar 75% menjawab IYA (Mereka akan merekomendasikan anak/cucu mereka menjadi dokter), dan sekitar 25% menjawab TIDAK (Mereka TIDAK akan merekomendasikan anak/cucu mereka menjadi dokter).
Saya berkomentar lagi,”Voila! The world has really changed. Dulu jumlah dokter yang merekomendasikan anak cucu mereka menjadi dokter jauh lebih banyak, kan? And I will tell you why”. Now I got their attention, dan mereka penasaran ….
**
“Di Indonesia ada tiga kalangan masyarakat. Kalangan atas, kalangan menengah, dan kalangan bawah.
Kalangan atas, mulai nyaman berobat ke Singapura atau Penang. Kalangan bawah berobat ke warung, membeli obat jual bebas yang murah. Kalangan menengah mulai nyaman berobat menggunakan aplikasi telemedicine seperti klikdokter, halodoc, linksehat dan lain-lain. Pelanggan mulai berkurang, dunia berubah, berarti dokter juga harus belajar dan berubah!”
Seorang peserta bertanya, “Apa yang harus kita pelajari?”
Saya menjawab, "Saya pernah bekerja dan tinggal di Singapura, Malaysia, Thailand, China dan Indonesia. Saya pernah berobat, dan mengantarkan anak-anak saya berobat di negara-negara itu. Secara kecerdasan dan kemampuan, mungkin saja dokter-dokter di Indonesia selevel. Tetapi secara rata-rata di sana saya menemui dokter-dokter yang lebih customer focus, lebih mampu berkomunikasi dan empati kepada pasien.”
Ada yang mengangkat tangan,”Tapi gak semuanya kan Pak?“
Saya bertanya lagi,”Ada nggak di sini yang pernah bertemu dokter di negara-negara itu sebagai pasien? Bukan sebagai turis atau kunjungan kerja. Ada nggak yang pernah berobat ke lima negara itu dan membandingkan pelayanan mereka?”
Tidak ada tangan yang terangkat.
“Exactly, because you never compare yourself with others. Kita sedang berkompetisi, dengan negara-negara lain dan dengan aplikasi digital. Mari belajar dan mengevaluasi diri.”
**
Seorang peserta lain bertanya,”Terus apa yang perlu kami lakukan agar kami terus relevant?”
Saya meneruskan jawaban saya, "Pak, di agama saya, ayat yang pertama kali diturunkan bukanlah perintah untuk solat, bukan perintah untuk bersedekah atau berpuasa. Ayat yang pertama kali diturunkan adalah BACALAH. Artinya kita disuruh terus belajar. Belajar untuk mengenali pelanggan, belajar untuk berkomunikasi (dan berempati) pada pelanggan, selain terus mempertajam ilmu kedokteran bapak dan ibu sekalian.”
1 815
Sembari menikmati akhir pekan, boleh meluangkan waktu membaca tulisan yang menurut saya enak dibaca dan berkesan, setidak-tidaknya memiliki beberapa Lesson learn yang mungkin bisa kita pakai juga dalam pengabdian keseharian kita sebagai Duta BPJS Kes, semoga cocok 🙏
1. Sebelum mengerjakan sesuatu, coba susun/ persiapkan konsep dengan matang. Plan A sd beberapa plan cadangan lainnya
2. Harus mengingat kembali sebuah konsep mutlak dalam perjalanan hidup bahwa badai (tantangan) itu pasti akan selalu ada, kita boleh rehat sejenak tapi jangan berpikir untuk menyerah
3. Jangan berhenti di usaha duniawi saja, mari tawakkal sembari berharap bantuan dari Tuhan dan alam semesta (banyak-banyak berdoa)
Takdir Ali Mazi adalah senantiasa berhadapan dengan badai. Banyak babakan hidupnya yang diisi dengan konflik. Dia penuh siasat, tapi banyak pula siasat untuk menyingkirkannya. Dia sering ditikam dari belakang. Hebatnya, politisi Sultra ini selalu keluar dari situasi sulit. Dia seperti burung phoenix yang terbakar jadi debu, setelah itu bangkit kembali. INSPIRE YOU 🙏
现已上线!2025 年 Telegram 研究 — 年度关键洞察 
