ch
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

前往频道在 Telegram

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

显示更多
1 817
订阅者
+124 小时
+57
+1430
帖子存档
Jika ingin dikelola oleh kami dipersilahkan Bapak/ibu.. Insyaallah penyaluran donasi kepada yayasan Nurul Ashri akan dilakukan Jumat sore tanggal 11/08/2023 bapak/ibu 😊 Dana bisa ditransfer melalui rekening Duta 🏢 Bank Mandiri 1110013078304 a.n Yasyirli Amrina Jika telah menyalurkan dana silahkan konfirmasi ke 📞Narahubung 1. Novi Herawati @itawarehivon - 08116666332 2. Yasyirli Amrina @yasyirliamrina - 081276627748 3. Nindi Zuafni @zuafnindii - 081290116541 Terimakasih untuk para donatur yang sudah membagi rezekinya untuk berbagi kasih kepada saudara kita yang sedang membutuhkan, semoga diberikan kesehatan dan kebahagiaaan untuk para donatur 😊😊😍😘😘 Stay safe & healthy Uluran tangan kita sangat dibutuhkan bagi mereka yang membutuhkan.. InsyaaAllah kita akan memperoleh pahala yang besar dari hal tersebut.. 😊😊😊

✨ Berbagi Kebahagiaan di Bulan Muharram ✨ Bulan Muharram ini pengen banget buat berbagi kebahagiaan bareng anak yatim. InsyaA
✨ Berbagi Kebahagiaan di Bulan Muharram ✨ Bulan Muharram ini pengen banget buat berbagi kebahagiaan bareng anak yatim. InsyaAllah kita akan belanja bareng dengan Santri Yatim dan Penghafal Al Qur'an pada tanggal 12 Agustus 2023. Yuuuk ikut berbagi dan berikan kado terbaikmu untuk mereka☺️ Dari Sahl bin Sa’ad RA, berkata bahwa Rasulullah SAW bersabda: "Saya dan orang yang memelihara anak yatim itu dalam surga seperti ini. Beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengahnya serta merenggangkan keduanya.”

D) Start small. Tolerate failure. Learn. Seringkali keraguan untuk berubah adalah karena takut untuk salah. Ingat, inovasi tidak akan berhasil pertama kali. Perlu dicoba, diulang dan diperbaiki. Makanya mulailah dari yang kecil, ijinkanlah kesalahan terjadi, segera perbaiki kesalahan itu. E) Jangan malu, jangan takut, jangan ragu-ragu. Setiap kali mau berubah, kita pasti punya perasaan-perasaan seperti itu. Malu, atau takut, atau ragu-ragu. Ingat, jika Anda tidak berubah dan gagal, Anda akan lebih malu lagi. Change yourself, adapt to the new environment, embrace and learn new things. Salam Hangat Pambudi Sunarsihanto #INISIATIFStory

BE READY TO BE DISRUPTED (Bersiap untuk di-“disrupsi”) Hari Senin pagi itu, saya menyetir sendiri menuju ke arah Gading Serpong. Saya akan menghadiri sebuah diskusi forum Kerjasama lintas organisasi. Ada beberapa perusahaan, beberapa instansi pemerintah dan beberapa universitas. Diskusi menarik tentang karakter lulusan universitas yang dibutuhkan di masa depan, dan bagaimana universitas dapat mempersiapkannya. Sebut saja namanya Tanti (bukan nama sebenarnya), dia adalah seorang pengelola universitas swasta di Indonesia. Saat makan siang, di sebelah saya, dia berkeluh kesah,”Sekarang ini universitas swasta agak susah. Universitas negeri mempersiapkan banyak jalur untuk masuk, dari yang jalur normal, sampai jalur mandiri beberapa gelombang. Akibatnya jumlah yang masuk ke universitas swasta jadi menurun. Tidak fair, ya?” Saya tersenyum, “Ibu Tantiiiiii, itu namanya Disrupsi. Semua mengalami. Mau universitas swasta, mau instansi pemerintah, atau terutama perusahaan swasta, semua pasti mengalami?” “Maksud Pak Pam?” Dunia penuh dengan ketidakpastian. Apakah itu Krisis ekonomi, Global resesi, Disrupsi, Ketidakpastian bisnis, Pandemi, Tahun politik, Perubahan regulasi (peraturan pemerintah), Perubahan perilaku pelanggan, perubahan peta kompetisi. Semua hal di atas menimbulkan ketidakpastian dalam bisnis kita, dalam organisasi kita, dalam karier kita. Apakah itu fair? Coba ditanyakan ke perusahaan taxi? Apakah fair kalau mereka harus menjalani semua bisnis bertahun-tahun, tetapi kemudian ada yang tiba-tiba datang dengan aplikasi online. Coba ditanyakan ke perusahaan cetak foto yang mencetai foto puluhan tahun, dan kemudian pelanggannya beralih ke upload foto secara digital. Coba ditanyakan ke Garmin yang membuat GPS, dan kemudian tiba-tiba Waze dan Google map menyediakan dengan gratis. Coba ditanyakan ke Nokia yang memproduksi selama puluhan tahun, dan tiba-tiba ada handphone lain yang lebih “smart’? Intinya, memang mungkin kehidupan (atau bisnis) ini tidak fair. Tetapi tetap saja kita gak boleh mengeluh dan meratap, yang kita perlu lakukan adalah bersiap-siap menghadapi disrupsi. Itulah mengapa handphone Nokia punah, itulah mengapa Kodak punah. Tetapi kalau bersiap-siap seperti Garmin dan Bluebird, mereka tetap bertahan (bahkan lebih Berjaya), meskipun ada disrupsi. Jadi mau jadi siapa nih? Mau jadi Nokia mobile phone? Mau jadi Kodak? Atau mau jadi Garmin, atau mau jadi Bluebird, yang bertahan dan Berjaya di tengah badai disrupsi. Tak hanya di dalam bisnis, di dalam kehidupan, sering kita harus berubah. Berubah adalah satu-satunya cara untuk senantiasa memperbaiki diri sendiri. Jika tidak berubah, kita tidak akan mengalami kemajuan. Change is not comfortable. But comfort and progress will never walk together. Kalau mau nyaman, siap-siap Anda tidak akan maju. Jika mau maju, ya siap-siap untuk tidak nyaman. Oleh karena tidak nyaman itulah, makanya jika kita mau berubah, biasanya kita dihambat oleh tiga hal ini: Malu, Takut, dan Ragu-ragu. Mau mengubah bisnis, mengubah perilaku, atau apapun, biasanya kita dihambat oleh tiga perasaan itu. Padahal, selama kita tidak bisa mengatasinya, ya kita tidak akan maju-maju. Jangan takut dan jangan ragu-ragu untuk berubah …. karena konsekuensi tidak berubah ternyata jauh lebih fatal. Apa yang bisa kita terapkan sehari-hari A) Senantiasa amati lingkungan eksternal sekitar Anda. Jangan sampai mereka berubah lebih cepat daripada Anda. Anda harus lebih cepat daripada lingkungan, lebih cepat daripada pasar, dan lebih cepat daripada kompetitor. B) Putuskan yang ingin Anda lakukan. Tak melakukan apa pun bukanlah pilihan. Sering, banyak sekali yang menentang kita pada saat kita punya ide. Tetapi, jika mereka ditanya, mereka juga tidak punya ide lain. Ikuti kata hati anda. Ingat, doing nothing is not an option. C) Belajarlah, gunakanlah dan adopsilah teknologi, dalam keseharian kita. Dalam bisnis, dalam cara kerja maupun dalam kehidupan kita. Masa depan adalah teknologi. Tanpa teknologi kita akan ketinggalan jaman.

Saat berusia 11 tahun, Kobe Bryant memainkan 25 pertandingan basket penuh musim tanpa mencetak satu poin pun. “Waktu itu saya sangat buruk,” katanya mengenang. “Menyedihkan." Setelah musim itu, Kobe mengatakan dia mulai mengambil pendekatan matematika sederhana tentang bagaimana caranya untuk kelak menjadi salah satu pemain bola basket hebat sepanjang masa? “Saya mulai menatap tujuan jangka panjang, dan saya berkata, "Oke, tahun ini saya akan menjadi lebih baik dalam menggiring bola. Tahun depan, saya akan menjadi lebih baik dalam mengoper. Lalu Tahun setelah itu, saya akan mulai menjadi lebih baik dengan membuat bidikan saya sendiri. Begitulah seterusnya. "Saya pasti akan kembali ke sini" “Sediki demi sedikit dan sepotong demi sepotong, saya kemudian merasa menjadi lebih baik. Ketika saya kembali bermain pada musim berikutnya saya merasa sedikit lebih baik. Dan seterusnya musim setelah itu, saya seterusnya menjadi sedikit lebih baik." “Itu sedikit demi sedikit, sepotong demi sepotong,” ia mengulangi. “Itu adalah bentuk konsistensi dari pekerjaan. Konsistensi pekerjaan: Senin menjadi lebih baik. Selasa membaik. Rabu terus membaik, dstnya. Lakukan itu selama periode waktu—tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh tahun dan pasti Anda akan sampai ke tempat yang Anda inginkan." “Itu sangat sederhana,” katanya. “Ini matematika." Dalam Buku “Atomic Habits,” James Clear menulis tentang matematika sederhana dari pekerjaan yang konsisten. “Inilah cara matematika bekerja: jika Anda mendapatkan 1 persen lebih baik setiap hari selama satu tahun, Anda akan berakhir tiga puluh tujuh kali lebih baik pada saat Anda selesai di akhir tahun." Jika Anda mendapatkan tiga puluh tujuh kali lebih baik dari tahun ke tahun selama periode waktu—tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh tahun— Anda akan sampai ke tempat yang Anda inginkan. Ini matematika sederhana. Miliarder Dharmesh Shah pernah ditanya, apa kekuatan terbesar Anda? “Kekuatan terbesar saya,” katanya, “adalah kemampuan untuk membedakan antara keahlian dan bakat. Saya tidak membiarkan kekurangan/ ketiadaan bakat itu akan menahan pergerakan saya." Dalam hampir setiap wawancara yang saya dengarkan, Shah berbicara tentang pentingnya membedakan antara keahlian dan bakat. Keterampilan adalah kemampuan untuk melakukan sesuatu. Bakat adalah tingkat dimana Anda bisa memperoleh kemampuan untuk melakukan sesuatu. Jika misalnya Anda memiliki bakat untuk bola basket, itu berarti Anda akan menjadi lebih baik dalam bola basket daripada seseorang yang tidak memiliki bakat untuk bola basket. Sedangkan jika Anda tidak memiliki bakat untuk bola basket, itu berarti akan membutuhkan waktu lebih lama untuk menjadi jago dalam bola basket daripada jika Anda memang memiliki bakat. Untuk sebagian besar hal dalam hidup, yang lebih penting daripada bakat adalah kemampuan untuk berproses dalam jangka panjang, untuk secara konsisten dimasukkan ke dalam pekerjaan/ aktivitas keseharian kita, seperti kata Kobe, “selama periode waktu—tiga, empat, lima, enam, tujuh, delapan, sembilan, sepuluh tahun." “Jika Anda melakukan perhitungan tentang ini... Jika Anda terobsesi berlatih, dua sampai tiga jam setiap hari, lebih dari setahun, lebih dari dua tahun, lebih dari tiga tahun— Anda pasti akan membuat lompatan kuantum, bung.” — Kobe Bryant Ditulis oleh Billy Oppenheimer #INISIATIFStory

photo content

PARA FILOSOF DI PERAHU SANDEQ 🛥🤿 Bapak tua itu memandang laut. Wajahnya mengeriput. Kumis dan janggutnya berwarna putih kekuningan. Ketika saya temui di Pantai Balanipa, Polewali Mandar, Sulawesi Barat, dia lebih banyak diam sembari sesekali mengisap rokok kretek yang dijepit dua jemarinya. Bapak itu adalah seorang nakhoda perahu sandeq. Ketika saya tanya mana perahunya, dia menunjuk ke satu arah. Di sana, ada perahu dengan tiang layar berwarna putih, nampak anggun saat meniti ombak. Dia tersenyum. Di mata saya, sandeq adalah salah satu warisan jenius dari leluhur Mandar. Beberapa peneliti menyebutkan bahwa sandeq adalah perahu tercepat di dunia. Bentuk yang ramping dan pipih itu bisa melesat dan menembus ombak menggunung. Di lautan itu, sandeq melaju dengan kelihaian seorang ballerina. Sandeq tahu kapan saat menembus ombak, dan kapan saat berjalan anggun. Saya memandang bapak tua ini. Seorang kawan di Majene bercerita bahwa bapak tua ini adalah nakhoda legendaris yang saat berada di atas perahu, kalimatnya serupa dewa. Dia ibarat Sinbad yang pernah berlayar memembus tujuh samudera, dari Pantai Balanipa hingga tanah Marege (Australia). Saya teringat esai yang ditulis Ignas Kleden tentang kepemimpinan maritim. Ignas membandingkan kepemimpinan para nakhoda versus tuan tanah (feodalisme). Kata Ignas, tuan tanah adalah mereka yang melestarikan kuasa atas tanah, membangun hierarki antara pemimpin dan bawahan, serta melestarikan dominasi. Tapi seorang nakhoda lahir dari sistem yang sangat mengedepankan keahlian. Seorang nakhoda tidak dipilih secara demokratis oleh semua penghuni kapal. Dia adalah sosok paling senior, sosok yang paling memahami laut dan semua pergerakan ombak, juga bisa membaca bintang gemintang dan gerak semua hewan laut. Dia peka pada setiap hembusan angin. Di tengah ombak yang menerjang, seorang nakhoda tidak akan mengajak awak kapalnya berdiskusi demi mencari solusi. Dia tahu apa yang harus dilakukan. Setiap kalimatnya adalah perintah. Semua penumpang percaya kepadanya. Semua orang menambatkan selembar nyawa padanya. Ketika krisis menghadang dan kapal mulai oleng, nakhoda akan menyelamatkan semua penumpang. Di kalangan para nakhoda terdapat konsensus bahwa lebih baik tenggelam bersama kapal daripada lari sebagai pengecut. Laku moral dan kebajikan inilah yang menyebabkan Kapten Rifai, nakhoda kapal Tamponas 2 memilih karam bersama kapalnya. Juga Kapten Edward Smith, nakhoda Titanic yang tenang memilih bersama kapal saat memasuki kedalaman samudera. Entah, apakah para awak perahu pernah membaca filsafat, tapi mereka mengingatkan saya pada filsuf Plato yang pernah mengatakan bahwa pemimpin harusnya tidak dipilih secara demokratis. Pemimpin adalah mereka yang tahu dan paling paham apa yang harus dilakukan. Saya menoleh ke bapak tua di sebelah ini. Dia bercerita tentang tiga unsur di perahu sandeq. Pertama, cadik di kiri kanan. Katanya, cadik adalah simbol dari kuatnya karakter dan jati diri. Tanpa itu, manusia akan oleng. Kedua, palayyarang atau layar. Ini adalah simbol dari pentingnya tujuan dan arah ke mana seseorang hendak bergerak. Ketiga, warna putih di layar. Ini adalah simbol kesucian hati dan kejernihan jiwa. Hidup seseorang akan seimbang ketika menjaga kesucian hatinya. Kali ini saya yang terdiam dan menyerap kalimat bijak dari nakhoda perahu sandeq. Dia punya kearifan yang tercermin dari setiap helai kata2nya. Saya membayangkan para nakhoda yang tenang memandang ombak sembari tetap mengarahkan kapal. Saya membayangkan keberanian Kapten Rifai dan Kapten Edward Smith. "Pernahkah bapak ketakutan saat berada di laut, ketika ombak menghadang dan petir bersahut-sahutan" tanya saya kepadanya. "Nak, saya ini orang Mandar. Kami punya semboyan dari leluhur kami yakni 'dota lele ruppu dari na lele di lolangang'. Lebih baik hancur perahu daripada mundur dalam pelayaran," katanya. Saya memandang bapak ini dengan takjub. Dia bukan cuma filosof, tapi juga menyerap semua kearifan Mandar dalam setiap aliran darahnya. Di ufuk sana, perahu sandeq nampak berayun-ayun meniti ombak. Yusran Darmawan

photo content

DIGITAL TRANSFORMATION AWARDS 🎖🏹 Dalam rangka memeriahkan ulang tahun BPJS Kesehatan Tahun 2023, Direktorat TI BPJS Kesehat
DIGITAL TRANSFORMATION AWARDS 🎖🏹 Dalam rangka memeriahkan ulang tahun BPJS Kesehatan Tahun 2023, Direktorat TI BPJS Kesehatan menyelenggarakan lomba Digital Tranformation Awards untuk Fasilitas Kesehatan 🇲🇨 Yuk ikuti lomba Digital Tranformation Awards untuk Fasilitas Kesehatan dengan kategori lombanya sebagai berikut: 1. Video Testimoni Pemanfaatan Antrean Online Terbaik 2. Video Visualisasi Pemanfaatan Antrean Online Terbaik 3. Mobile JKN Corner Terbaik di FKRTL 4. Duta Mobile JKN di FKRTL Periode pelaksanaan lomba: Juli - Oktober 2023 🇲🇨 Jangan sampai ketinggalan! Link 🏆 #digitaltransformation #bpjskesehatan #hutbpjskesehatan55

Dan karena kita harus bekerja keras untuk mencapai mimpi kita, berarti kita harus tahu prioritas kita. Bekerja keras, mengembangkan kompetensi kita, mengembangkan karakter kita agar kita bisa meraih mimpi kita. Jangan terpengaruh teman teman kita untuk always have fun bersama mereka. Remember, you and our friends have different dream. Don't let them becoming the obstacles and prevent you from achieving our dreams. - Understand our priority - Stick to them - Work hard to achieve our dream d) Understand how to handle the failures Dalam perjalanan panjang kita untuk mencapai sukses, sayangnya perjalanan kita akan mengalami masa masa sulit dan banyak kegagalan. Jangan pernah percaya bahwa orang-orang sukses itu tidak gagal. Berkali-kali. Mereka semua pernah gagal. Tetapi mereka tahu bagaimana untuk bangkit dengan gagah berani setelah kegagalan yang mereka alami. e) Understand our limits Terakhir, jangan lupa mengenal limit dan batasan kita. Kita boleh bekerja keras mengejar mimpi dan ambisi kita. Tapi ingat semua orang punya limit dan batasan masih masih. Jangan sampai kerja keras kita di luar batas stress kita. Ingat, kita harus me-reward diri kita sendiri. Intinya adalah pada kata jangan "mudah" menyerah. Bukan jangan "pernah" menyerah. Karena banyak yang memaksakan diri dan akhirnya berakibat fatal pada miliknya yang paling berharga, keluarganya atau dirinya sendiri. Bukan berarti pula bahwa kita cepat pasrah, cepat menyerah dan tidak mem-push ourself. You still have to work hard. Harder than anyone else. Life is a marathon. It is going to be a long journey. Take a break and celebrate every single success that you achieve (no matter how small they are). Salam Hangat Pambudi Sunarsihanto #INISIATIFStory

HOW TO UNDERSTAND OURSELVES 🎖🏹 Hari itu kami melakukan sharing session kepada talenta talenta yang masih muda. Hadir di panel adalah beberapa senior leader yang sudah kenyang makan asam garam kehidupan dalam proses mengembangkan karier yang akhirnya berkembang pesat. Mereka saling sharing pengalaman mereka, challenge yang mereka alami dan apa yang membuat mereka berhasil menapak karier sampai posisi puncak. Dan talenta talenta yang masih muda itu pun terkesima dan sangat terkesima mendengarkan kisah hidup mereka (yang senior) yang disampaikan dengan jujur, open dan tanpa tedeng aling aling. Semua menceritakan bagaimana mereka berjuang membangun karier mereka, termasuk high points dan lowest points of their careers. Ada yang menceritakan bagaimana dalam masa masa sulit sebagai expatriate di di negara lain, keluarganya stress dan harus dirawat psikiater. Ada yang menceritakan bahwa pada satu tahun yang sulit, dia kehilangan ibunya (meninggal) dan bercerai dengan suaminya. Ada yang menceritakan bagaimana dalam sebuah krisis di kantornya, dia diteror dan harus dikawal oleh bodyguard selama 24 jam. Semua ceritanya menarik, karena memang mereka semua belajar bahwa untuk maju, ternyata mereka semua harus menghadapi challenge yang luar biasa! Tidak ada nahkoda handal yang lahir di lautan yang tenang. Semua nahkoda handal harus mampu berlayar di lautan yang penuh ombak, topan dan badai. Tetapi semua pembicara pada hari itu agree bahwa one of the most important factor of our success is to understand ourselves (mengerti diri kita sendiri). Tentu saja ini relevan, karena tidak semua orang bisa mengikuti path (jejak) yang sama. Semua orang perlu membikin peta, rencana dan jejak langkahnya sendiri. Karena tidak ada jenjang karier (career path) yang bisa dicopy paste dan dilakukan oleh orang lain. Every path is unique. Makanya understanding ourselves is becoming very important and relevant. Kemudian ada seorang peserta yang mengacungkan pertanyaan. Dan dia bertanya,"What do you means by understanding ourselves?" Bener juga pertanyaannya, dan pinter juga nih anak. Semuanya bisa bilang you have to understand ourselves. Tapi maksudnya apa sih? Nah, hari ini kita kupas yuk tentang understanding ourselves. Apa yang harus kita mengerti dari diri kita, jiwa kita, personality kita dan karakter kita? Nah, inilah hal hal yang harus kita mengerti dari diri kita sendiri.... a) Understand our dream Pertama kali kita harus tahu tujuan hidup kita. Understand our dream. Accept the fact that everybody's dream is different. Gantungkan cita cita setinggi langit. Jangan takut kalau kita ditertawakan orang karena mimpi kita kelihatan mustahil. Bangun dari mimpi kita, dan bekerja keraslah untuk mencapai mimpi kita. b) Understand our potentials Kedua , kita harus membangun percaya diri kita. Semua orang sukses adalah orang-orang yang mempunyai percaya diri (self confidence) yang tinggi. Dan kita bisa membangun self confidence ini dengan mendata semua achievement yang kita miliki di masa lalu. Kita daftar hal-hal di mana kita lebih baik dari orang lain. Kita daftar hal hal di mana kita enjoy melakukannya. Dan kita daftar di mana passion kita. Di situlah area di mana kita akan berpotensi untuk berprestasi lebih tinggi dari yang lain. Lakukan ketiga langkah ini: Understand our potential, Build our confidence and… Perform at maximum level c) Understand our priority Kita sudah tahu dream kita. Kita sudah tahu potensi kita. Itu ibaratnya kita sedang memegang kunci mobil. Kita tahu tujuan kita. Dan bensin mobil kita sedang penuh. Apa yang kita tunggu? Putar kuncinya, Nyalakan mesinnya dan jalankan mobilnya! Kita sudah tahu tujuan kita. Kita tahu potensi kita. Apa lagi yang kita tunggu? Mulailah bekerja keras, meraih sukses kita dan menggapai mimpi kita. Tidak ada yang bisa menggantikan kerja keras. Kita terpaksa harus bekerja keras siang dan malam. Itu yang dilakukan oleh orang-orang sukses sebelum kita. Dan itu yang harus kita lakukan sekarang. Tidak ada jalan pintas menuju kesuksesan kita.

PEMENANG LOMBA MENULIS TERIMA KASIH JKN-ku_BCM.pdf5.43 KB

Karena Belajar dari Mentor adalah salah satu jalan pintas menuju kesuksesan. Sudah menemukan Mentormu? 🏆 Tidak sedikit orang
Karena Belajar dari Mentor adalah salah satu jalan pintas menuju kesuksesan. Sudah menemukan Mentormu? 🏆 Tidak sedikit orang yang menganggap bahwa coaching dan mentoring merupakan dua hal yang sama. Padahal, kedua metode pelatihan ini memiliki perbedaan dari segi jangka waktu hingga fokus pelatihan. Coaching merupakan metode pelatihan yang melibatkan individu yang lebih berpengalaman sebagai coach dan peserta yang dibimbing sebagai coachee. Dalam metode ini, coach memberikan saran dan bimbingan kepada karyawan untuk mengembangkan skill, kinerja, atau karier mereka. Tujuan yang ingin dicapai dalam program coaching tidak ditentukan oleh coach, melainkan coachee. Coach tidak menetapkan tujuan tersebut, tetapi membantu atau mendampingi coachee agar bisa mencapai tujuan yang dibuat. Singkatnya, coaching bukanlah cara untuk mengajar atau memberikan petunjuk kepada peserta pelatihan. Mentoring merupakan kegiatan pendampingan dalam bentuk bimbingan dan pengawasan mengenai perkembangan seseorang. Proses ini melibatkan seorang mentor yang memiliki keahlian dan pengalaman dalam membantu mentee yang memiliki keterbatasan pengetahuan atau skill dalam melakukan sesuatu. Proses mentoring melibatkan interaksi yang saling mendukung antara mentor dan mentee. Mentoring memberikan banyak manfaat baik bagi mentor maupun mentee alias individu yang dibimbing. Pertama, mentor dan mentee bisa saling berbagi pengetahuan sekaligus memperluas jaringan. Kedua, mentee bisa mendapatkan pengembangan karier setelah mendapatkan bimbingan dari mentor. Ketiga, mentee bisa membentuk pola pikir baru dan mempelajari metode penyelesaian masalah sehingga bisa bertahan di dunia kerja. Sudah Menemukan Mentormu? 🎖

🔤🔤🔤 🔤🔤🔤🔤🔤🔤🎖🏆 Supported by Kepbid MSDM, Kepbid MKU, Kepbid KPM dan Kepbid KOMSI 🙏 TOP 3 FAMILY 100 ATE 🎬 - Juara 1 : Tim Ceria Kepwil X (Ibu Mondang @yovitavianandasari @Khiadarlan100814/ KC Palu dan Ibu @MerytaOR/ Kepwil X) - Juara 2 : Tim KW 6 A (Kakak @suryoadi @Fiansyah @prasetyopam @dwfera/ KC Pati) - Juara 3 : Tim In Mama Ina We Trust/ Kantor Pusat (Kakak @GalihWicaksono94 Rina Rachmaliyanti @lilidipura/ Kepbid Halreg dan @OnePotChickenRice/ KC Muara Teweh) TOP 3 STAND UP COMEDY ATE 🎤 - Juara 1: Kakak @MWSabar (KC Denpasar) - Juara 2: Kakak @Oce_eco (Kepbid SDSU) - Juara 3: Kakak @ayyub_Ibrahim (KC Lubuklinggau) - Juara Favorit: Kakak Nia Paramita (KC Surabaya) TOP 3 VIRTUAL GAMES ATE 🎮 - Juara 1: Kakak @andinamanik (KC Balikpapan) - Juara 2: Kakak Desak Made Ari Wahyuni (KC Denpasar) - Juara 3: Kakak @dirgarianto (KC Balikpapan) Klik ini untuk info detailnya 🎖🇲🇨 #INISIATIF #Family100 #StandUpComedy #VirtualGames #HUTBPJSKesehatan55

Repost from Ask The Experts
🔤🔤🔤🔤 🔤🔤🔤 #edisi393⚠️ Beban kerja yang terlalu banyak tentu dapat mempengaruhi seseorang. Bukan hanya fisik, namun ment
🔤🔤🔤🔤 🔤🔤🔤 #edisi393⚠️ Beban kerja yang terlalu banyak tentu dapat mempengaruhi seseorang. Bukan hanya fisik, namun mental juga dapat terpengaruh karena perasaan stres yang timbul akibat beban kerja yang dianggap terlalu berat. Stres yang terjadi akibat pekerjaan memang terbilang umum terjadi, namun apabila terus dibiarkan maka lama kelamaan dapat menimbulkan masalah pada kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan. Perasaan stres berlebih tidak hanya menciptakan emosi negatif, namun juga membuat tingkat produktivitas seseorang menjadi lebih rendah dan kesulitan untuk berkonsentrasi dalam menyelesaikan pekerjaan. 🇲🇨 KELAS MENTAL HEALTH ⚠️ KELAS MENTAL HEALTH 🤫 KELAS MENTAL HEALTH 🔥 Stay tuned pada edisi ATE kali ini karena materi spesialnya telah disiapkan dan akan diulas langsung oleh salah satu Tim Kesehatan Mental Pegawai di BPJS Kesehatan. 📣‼️ 📝📝📝📝 📝📝📝🤗 https://t.me/+K3eK0MkLG2MyYTk1

CV elka.pdf2.40 KB