ch
Feedback
Ask The Experts

Ask The Experts

前往频道在 Telegram

Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn

显示更多
1 811
订阅者
无数据24 小时
+77
+2230
帖子存档
Part (4) Setelah SMA, kita akan jadi tahu lebih banyak. Pengetahuan kita semakin bertambah. Tidak hanya akar pengetahuan yang
Part (4) Setelah SMA, kita akan jadi tahu lebih banyak. Pengetahuan kita semakin bertambah. Tidak hanya akar pengetahuan yang tertancam di dalam tanah, melainkan kita mulai menumbuhkan tunas pengetahuan di diri kita.

Part (3) Ketika kamu menjajaki sekolah dasar, kamu akan tahu sedikit. Itulah kenapa saat SD dan SMP, kamu mempelajari banyak
Part (3) Ketika kamu menjajaki sekolah dasar, kamu akan tahu sedikit. Itulah kenapa saat SD dan SMP, kamu mempelajari banyak hal. Kamu dipaksa untuk mempelajari semuanya sampai-sampai kamu bilang "GUEHH DISURUH NGERTI SEMUANYA INI HAHHH? NGACO LU". Iya, wajar. Karena fase itu kita harus tahu pondasi atau akar pengetahuan umat manusia. For what? Just for survive. atau setidaknya biar kalian ga bodo dan gampang dibodo-bodoin

Part (2) Sekarang, bayangkan sebuah lingkaran besar yang mewakili seluruh pengetahuan YANG DIKETAHUI umat manusia.
Part (2) Sekarang, bayangkan sebuah lingkaran besar yang mewakili seluruh pengetahuan YANG DIKETAHUI umat manusia.

APA PERBEDAAN ANTARA S1, S2, DAN S3? 📚📖 oleh: Mario Andaru Part (1) Aku barusan menemukan insight menarik soal ini oleh Mat
APA PERBEDAAN ANTARA S1, S2, DAN S3? 📚📖 oleh: Mario Andaru Part (1) Aku barusan menemukan insight menarik soal ini oleh Matt Might. Kalau kalian bingung apa perbedaan level akademis ini, maka akan aku kasih penjelasan yang sangat mudah dipahami. So, setelah baca ini, diharapkan kalian gak lagi menganggap remeh-temeh pendidikan dengan ngomong "ngapain sekolah tinggi-tinggi? gak penting!". Berterima-kasihlah kepada orang yang mati-matian mengejar PhD. Baca di bawah 👇

Bagaimana Inovasi Shinkansen menggambarkan Budaya Jepang 🇯🇵 Oleh: Muhammad Farid Maricar Kebanyakan orang mengenal Jepang dengan Bunga Sakuranya, dan sering kali lupa dengan 'Shinkansen'nya. Padahal, Shinkansen adalah satu dari banyak hal yang menjadi simbol Jepang, utamanya sebagai simbol kemampuan mereka dalam teknologi. Membaca sejarah Shinkansen sangat menarik sebenarnya, karena inovasi Shinkansen pada masa itu membuat Jepang menjadi negara pertama yang memiliki kereta cepat dengan kecapatan mencapai 200 km/jam. Yang menarik, hingga kini belum ada satupun korban akibat kecelakaan Shinkansen. Hal ini membuktikan kemampuan mereka membuat inovasi tanpa melupakan aspek-aspek 'safety' yang kadang dilupakan oleh orang-orang yang berusaha untuk membuat suatu inovasi terbaru. Hal ini bisa jadi karena budaya mereka untuk tetap meneliti sesuatu secara mendetail, walaupun harus menjawab kebutuhan untuk membuat inovasi tertentu. Hal ini nantinya akan menjadi kunci keberhasilan mereka dalam memaintain, dan dapat terus mengembangkan inovasi mereka ke arah yang lebih baik. Untuk membuat inovasi baru semisal shinkansen, kita tidak cukup dengan menambahkan sesuatu yang sudah ada, tetapi juga membuat sesuatu yang baru. Untuk membuat sesuatu yang baru, anda tidak hanya 'meniru' saja, tapi benar-benar menerawang untuk mendapatkan sesuatu yang belum pernah tercapai. Istilah keren orang zaman now, 'meninggalkan zona nyaman'. Tapi, apakah benar meninggalkan zona nyaman saja cukup? Berdasarkan sejarah inovasi shinkansen ini tentu tidak. Karena yang mereka lakukan bukanlah meninggalkan zona nyaman, melainkan memperluas zona nyaman. Memperluas zona nyaman berarti mereka melakukan sesuatu yang baru, tapi tanpa mengambil risiko yang tinggi dengan cara memperhitungkan sesuatu dengan benar-benar mendetail, tidak asal melangkah, dengan modal nekat dan semangat saja. Selain itu, untuk membuat suatu lompatan besar, kita tidak hanya perlu bekerja lebih keras, tapi juga perlu mempertimbangkan hal yang ada di sekitar kita, yaitu bagaimana bekerja lebih keras tadi tidak menghasilkan 'gesekan' yang bisa menyebabkan pekerjaan kita justru mendapatkan 'resistensi' dan berujung kegagalan. Biasanya, resistensi yang kita dapatkan adalah karena kelihatan angkuh, sombong, dan tidak memiliki empati pada orang lain. Salah satu budaya orang Jepang yang sangat saya kagumi adalah budaya 'Kenkyo' 謙虚 atau dalam bahasa Indonesia kadang kita sebut sebagai kerendahan hati. Di dalam budaya Jepang ada peribahasa 'deru kugi wa utareru', yang artinya paku yang menonjol akan dipukul, yang secara makna berarti orang yang suka menonjolkan diri, memamerkan dirinya, memperlihatkan apa yang dimilikinya akan cenderung dihancurkan oleh orang lain. Bahkan dampak dari filosofi tersebut mereka terkadang merasa kurang nyaman jika dipuji terlalu tinggi. Karenanya, ketika dipuji, biasanya mereka akan mengatakan hal-hal semisal "nggak kok, biasa aja". Jarang sekali melihat mereka terlihat berlagak, petantang petenteng, berusaha kelihatan paling hebat, walaupun dari sisi fundamental mereka sangat menguasai. Mungkin kita akan sangat jarang memberikan label 'si paling......' ketika berada di Jepang. So, kita tetap bisa kok berinovasi, menjadi lebih hebat, tanpa harus merendahkan orang lain, dan tetap rendah hati. Untuk berada di depan enggak selamanya tentang kelihatan berlari, terkadang kita tetap berjalan cepat dengan tetap tanpa ngos-ngosan, agar tak kehabisan stamina sebelum sampai di depan. Jadilah seperti bunga, yang tetap tumbuh dengan indah tanpa harus menjadi perusak di sekitarnya, yang terkadang tetap kelihatan lebih tinggi tapi tidak menghilangkan kehindahan bunga lain di sekitarnya. Untuk sebagai bahan bacaan menarik untuk membacanya di https://www.bbc.com/culture/article/20140714-built-for-speed-the-bullet-train #INISIATIF

Video inspirasi buat rekan-rekan Selindo calon generasi penerus. Semoga bermanfaat 🇮🇩 https://youtu.be/E_JXRP-XqaE?si=eYiOWhvy--YQ6OD5

photo content

oleh: Yusuf Siddiq Jadi, selain THR, kantor gue ngebagiin uang sebesar Rp700k ke setiap karyawan. Tugasnya adalah: ngajak kel
oleh: Yusuf Siddiq Jadi, selain THR, kantor gue ngebagiin uang sebesar Rp700k ke setiap karyawan. Tugasnya adalah: ngajak keluarga makan2, terus bacain pesan ini. Pesan dari manajemen kepada keluarga karyawan. Kata bos gue, kalau awkward pas bacain bilang gini: "makan2 ini yang bayarin bukan saya, tapi kantor saya. dan dari kantor nugasin ke saya buat baca pesan ini. tolong disimak, ya!" #INISIATIF #29Ramadhan

SI PALING JITU DAN LUCKY 🫰 Semangat Menolak Menyerah 💯 Selamat kepada Sobat ATE yang beruntung dalam undian Indonesia Vs Ba
SI PALING JITU DAN LUCKY 🫰
Semangat Menolak Menyerah 💯
Selamat kepada Sobat ATE yang beruntung dalam undian Indonesia Vs Bahrain: 1. Pak Idris Halomoan (Asdep PK Kepwil 1) 2. Abdur Rahman @abdurr_rahman (Staf PMPF Kab Malinau KC Tarakan) 3. Kahar Muzakar @Kaharmz (Kabag Yanser KC Tapaktuan) 4. Nonie Erinda @nonierinda (Relationship Officer KC Kupang) 5. Timoteus MP Tarigan @claykev (Staf KPI Kab Batubara KC Kisaran) 6. Sucipto Asika @suciptoasika (Staf Administrasi Kepesertaan KC Parepare) Trims atas partisipasinya dan sampai bertemu pada tebak2 seru selanjutnya 🙏 Fun and meaningful di ATE 🥰 #INISIATIF

Selamat Pagi Bapak dan Ibu, Izin menyampaikan undangan webinar yang diselenggarakan oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Keseha
Selamat Pagi Bapak dan Ibu, Izin menyampaikan undangan webinar yang diselenggarakan oleh Pusat Kebijakan dan Manajemen Kesehatan Universitas Gadjah Mada (PKMK FK-KMK UGM). Webinar Asuransi Kesehatan Swasta Hari/Tgl : Kamis 27 Maret 2025 Waktu : 13.00 – 14.15 WIB Link Zoom : https://pkmk.site/webinarPHI Meeting ID : 850 6378 2515 Password : anhss25

TENTARA KNIL (KONINKLIJK NEDERLANDSCH-INDISCH LEGER) 📖 Ia melirik ke kiri dan kanan, menyaksikan rekannya sesama keturunan Maluku. Eliano Reijnders Lekatompessy, Shayne Pattynama, Ragnar Oratmangoen, dan Joey Pelupessy berdiri di sampingnya. Mereka semua bangga berbaju timnas merah putih. Sejenak, Kevin Diks Bakarbessy menarik napas dalam-dalam. Ini lebih dari sekadar pertandingan. Ini adalah babak baru dari sebuah kisah panjang tentang pengkhianatan, keterasingan, perjuangan, dan akhirnya—kepulangan. #INISIATIF

SI PALING JITU 🏹 Nama-nama berikut ini berhasil memprediksi dengan tepat 2 (dua) polling pertanyaan pertandingan Timnas Indo
SI PALING JITU 🏹 Nama-nama berikut ini berhasil memprediksi dengan tepat 2 (dua) polling pertanyaan pertandingan Timnas Indonesia 🇮🇩 Vs Timnas Bahrain 1. Pak Idris Halomoan (Asdep PK Kepwil 1) 2. Timoteus MP Tarigan @claykev (Staf KPI Kab Batubara KC Kisaran) 3. Kahar Muzakar @Kaharmz (Kabag Yanser KC Tapaktuan) 4. Angga Apriawarman @anggaapriawarman (Staf Kepesertaan dan Penagihan Iuran Kab. Kutai Barat KC Samarinda) 5. Sucipto Asika @suciptoasika (Staf Administrasi Kepesertaan KC Parepare) 6. Furqan Pratama (Staf Kepesertaan dan penagihan iuran Kab. Bener Meriah KC Lhokseumawe) 7. Alvin Naufal Jacob @el_sibling (PATT Staf EP3RS KC Purwokerto) 8. Muhammad Al Hafizh Putra Reza @alhafizh_prm11 (PATT Staf Komsek KC Tasikmalaya) 9. Mega Andrini Febrianti @megaandrini (Verifikator Klaim KC Bogor) 10. Bambang Budianto @Bam_Boed (Staf EPP KC Pati) 11. Abdur Rahman @abdurr_rahman (Staf PMPF Kab Malinau KC Tarakan) 12. Nonie Erinda @nonierinda (Relationship Officer KC Kupang)
Karena slot giveaway Souvenir yang diumumkan hanya untuk 3 orang, tapi karena kali ini cukup banyak yang benar maka jumlah souvenirnya akan coba dicukupkan menjadi 6 (enam) orang. Seperti biasa penentuan 6 orang pemenangnya akan diundi oleh panitia (hasil pengundian akan diumumkan segera) 🏆
Trims atas partisipasinya dan sampai bertemu pada tebak2 seru edisi selanjutnya 🙏

Tanah Air Momen 🇮🇩 Timnas Indonesia menang kusanjung, kalah kudukung. 🦅🇮🇩✊

MENGENANG BLIJVERS, MENGENANG INDONESIA 🇮🇩 Maarten Paes berdiri di depan gawang. Sorak-sorai suporter menggema, bendera merah-putih berkibar di tribun. Tapi pikirannya melayang jauh, melintasi waktu dan lautan, ke seorang perempuan tua yang pernah mengajarinya memasak, yang selalu menyebut satu nama dengan lembut: Indonesia. oleh: Yusran Darmawan https://unhas.tv/maarten-paes-mengenang-blijvers-mengenang-indonesia/1?fbclid=IwZXh0bgNhZW0CMTEAAR2g6zztBwxzdCxF3t7KAh5rrpsN-h9B52-a2bHqyjvm3ZrCOhTpJZw--x0_aem_Bsz1Wx8NilBCNuSzrFdJQw #INISIATIF

SI PALING JITU 👑 Kemenangan 1-0 atas Bahrain membuat Timnas Indonesia masih terus menjaga asa untuk tampil di Piala Dunia 20
SI PALING JITU 👑
Kemenangan 1-0 atas Bahrain membuat Timnas Indonesia masih terus menjaga asa untuk tampil di Piala Dunia 2026. Sampai bertemu di match selanjutnya 🇲🇨
Btw, Sobat ATE yang berhasil menebak 2 opsi sekaligus dengan tepat pada polling, yakni: - Timnas Indonesia menang selain opsi skor di atas dan - Timnas Indonesia Agar menyiapkan bukti capturean layar yg menunjukkan pilihannya (Wajib menebak benar 2 opsi yah). Kiranya bukti capturean tersebut berkenan dikirimkan via japri ke @MumuAmiruddin beserta data nama, jabatan dan asal unit kerjanya buat perekapan terlebih dahulu 🇲🇨 Konfirmasi tebakannya bisa kami tunggu sd Rabu, 26 Maret maks pukul 10.00 WIB 🎁 #INISIATIFdukungTimnas

Tebak Skor via IG 🇮🇩 Klik di sini
Tebak Skor via IG 🇮🇩 Klik di sini

SALAH PRIORITAS 🤔 oleh: Muhammad Farid Maricar Beberapa pekan terakhir, terutama selama Ramadhan, saya menyadari bahwa seben
SALAH PRIORITAS 🤔 oleh: Muhammad Farid Maricar Beberapa pekan terakhir, terutama selama Ramadhan, saya menyadari bahwa sebenarnya kita tidak sesibuk yang kita kira. Sering kali, kita hanya salah dalam menetapkan prioritas dan terlalu banyak mengejar ini dan itu, sehingga akhirnya kehilangan fokus. Pengalaman kemarin semakin membuat saya memahami hal ini. Saya melihat sensei dan mahasiswa di laboratorium mulai melakukan 'katazuke'. Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, mungkin "bersih-bersih" kurang tepat. Lebih sesuai jika disebut "merapikan" atau "beberes." Dalam bukunya yang terkenal, The Life-Changing Magic of Tidying Up, Marie Kondo menekankan bahwa beberes adalah kunci untuk mengorganisasikan diri kita. Dengan merapikan lingkungan sekitar, kita juga secara tidak langsung merapikan pikiran dan cara hidup kita. Saat melihat sensei dan mahasiswa lab melakukan katazuke, saya mulai berpikir, "Apakah selama ini yang membuat kita merasa sibuk sebenarnya adalah lingkungan kita yang berantakan?" Tidak hanya dalam arti fisik, tetapi juga dalam cara kita mengelola waktu, energi, dan pikiran. Kita sering menganggap bahwa kesibukan adalah tanda produktivitas. Semakin banyak yang dikerjakan, semakin merasa penting. Seperti meja yang penuh dengan kertas berserakan, bukan karena terlalu banyak pekerjaan, tetapi karena kita tidak pernah meluangkan waktu untuk merapikannya. Pada kenyataannya, kita sering kali hanya bergerak tanpa arah, menumpuk tugas tanpa menyelesaikannya dengan baik, atau bahkan justru menjebak atau memanipulasi orang lain untuk melakukannya. Biasanya orang-orang yang begini adalah orang yang tidak tahu diri, tidak mampu mengukur diri, menerima amanah tanpa paham kapasitas diri. Marie Kondo mengajarkan bahwa beberes bukan hanya tentang menata barang, tetapi juga tentang memilah apa yang benar-benar penting dalam hidup. Konsep ini juga berlaku dalam bagaimana kita mengatur jadwal dan prioritas. Mungkin inilah akar masalahnya, kita merasa kewalahan bukan karena beban kerja yang terlalu berat, tetapi karena kita tidak mampu membedakan hal yang esensial dari sekadar tugas tambahan. Kita tidak menyadari bahwa banyak hal dalam hidup yang sebenarnya bisa dieliminasi atau disederhanakan. Saya teringat konsep dalam filosofi Jepang yang disebut danshari (断捨離), yang berarti "menolak, membuang, dan melepaskan." Konsep ini tidak hanya berlaku untuk barang, tetapi juga untuk hidup kita secara keseluruhan. Menolak hal yang tidak perlu, membuang yang tidak lagi memberi manfaat, dan melepaskan kebiasaan yang menghambat. Ramadhan, sebagai bulan refleksi, mengajarkan saya bahwa kesibukan tidak selalu berarti efektivitas. Justru dengan menyederhanakan, kita bisa lebih fokus pada hal yang benar-benar penting, baik dalam pekerjaan, hubungan sosial, maupun hubungan dengan Allah. Mungkin selama ini kita bukan terlalu sibuk, melainkan belum benar-benar tahu apa yang harus diprioritaskan. Sebagai langkah awal, saya mulai melakukan 'katazuke' dalam banyak hal, terutama dalam pola pikir, barang-barang sekitar saya, bahkan isi komputer dan hard disk. Lalu, apa hubungan tulisan ini dengan foto bukunya? Buku yang ada di foto ini memberikan saya insight tentang bagaimana selama ini saya sangat mudah terdistraksi yang menyebabkan kelelahan yang tidak perlu. Salah satu kebiasaan saya dalam membaca adalah dengan mendengarkan penulisnya memberikan speech sehingga selain bisa mendapatkan insight dari buku tersebut dengan media audio visual, juga bisa mendapatkan hal yang mungkin belum sempat dituangkan penulisnya di buku tersebut. #INISIATIF

SI KAYA DAN SI MISKIN 😇 Oleh: Agung Prasetyo Utomo Ada seorang syaikh yang hidup sederhana. Dia makan sekadar kebutuhan untu
SI KAYA DAN SI MISKIN 😇 Oleh: Agung Prasetyo Utomo Ada seorang syaikh yang hidup sederhana. Dia makan sekadar kebutuhan untuk bertahan-hidup saja. Karena profesinya nelayan, pagi-pagi dia memancing ikan. Setelah mendapat banyak ikan, dia membelah ikan-ikan itu menjadi dua: batang tubuh ikan itu dibagi-bagikan kepada tetangganya, sementara ke-palanya dia kumpulkan untuk dimasak sendiri. Karena terbiasa makan kepala ikan itulah sehingga dia diberi julukan Syaikh Kepala Ikan. Dia seorang sufi yang memiliki banyak murid. Salah seorang muridnya hendak pergi ke Mursia, sebuah daerah di Spanyol. Kebetulan Syaikh Kepala Ikan ini mempunyai seorang guru sufi besar di sana (Syaikh Al-Akbar). "Tolong kamu mampir ke kediaman guruku di Mursia, dan mintakan nasihat untukku," pesan syaikh kepada muridnya. Si murid pun pergi untuk berdagang. Setibanya di Mursia, dia mencari-cari rumah Syaikh Al-Akbar itu. Dia membayangkan akan bertemu dengan seorang tua, sederhana, dan miskin. Tapi ternyata orang menunjukkannya pada sebuah rumah besar dan luas. Dia tidak percaya, mana ada seorang sufi besar tinggal di sebuah bangunan yang mewah dan mentereng, penuh dengan pelayan-pelayan dan sajian-sajian buah-buahan yang lezat. Dia terheran-heran: "Guru saya hidup dengan begitu sederhana, sementara orang ini sangat mewah. Bukankah dia gurunya guru saya?" Dia pun masuk dan menyatakan maksud kedatangannya. Dia menyampaikan salam gurunya dan memintakan nasihat untuknya. Syaikh pun bertutur, "Bilang sama dia, jangan terlalu memikirkan dunia." Si murid tambah heran dan sedikit marah, tidak mengerti. Syaikh ini hidup sedemikian kaya, dimintai nasihat oleh orang miskin malah menyuruh jangan memikirkan dunia. Akhirnya dengan kesal dia pulang. Saat gurunya mendengar nasihat yang diperoleh melalui muridnya dia hanya tersenyum dan sedikit sedih. Si murid mengernyitkan kening tambah tidak paham. Apa maksud nasihat itu? Guru itu menjawab, "Syaikh Akbar itu benar. Menjalani hidup tasawuf itu bukan berarti harus hidup miskin. Yang penting hati kita tidak terikat oleh harta kekayaan yang kita miliki dan tetap terpaut dengan Allah Swt. Bisa jadi orang miskin harta, tapi hatinya terus memikirkan dunia. Saya sendiri ketika makan kepala ikan, masih sering membayangkan bagaimana enaknya makan daging ikan yang sebenarnya?" Kisah ini menunjukkan dua hal: menjadi orang kaya itu tidak mesti jauh dari kehidupan sufi dan menjadi orang miskin tidak otomatis mendekatkan orang pada kehidupan sufistik. Syaikh Al-Akbar yang disebut di atas adalah Muhyiddin Ibn 'Arabî, salah satu sufi besar dan cemerlang dalam sejarah perkembangan tasawuf.
Seorang sufi lain mengatakan, kehidupan tasawuf adalah membiarkan tanganmu sibuk mengurusi dunia dan membiarkan hatimu sibuk mengingat Allah Swt.
Semoga bermanfaat🙏 #INISIATIF #24Ramadhan