Ask The Experts
前往频道在 Telegram
Channel ini merupakan pengembangan dari Grup nasional ATE khusus Internal BPJS kesehatan yang membernya lebih dari 6.000 Orang Duta BPJS Kesehatan Selindo 🇲🇨 https://www.instagram.com/commit_asktheexperts?igsh=ZmpmN2xqbWFjZjBn
显示更多1 823
订阅者
+224 小时
+107 天
+1930 天
帖子存档
1 824
Salam INISIATIF ✅
ATE FM #edisi12
Dalam banyak kasus yang ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), pejabat negara kerap terjerat tindak pidana terkait gratifikasi dan suap. Umumnya, penerimaan gratifikasi dilakukan seorang penyelenggara negara, terutama seseorang yang memiliki jabatan dan memiliki wewenang untuk membuat keputusan.
Ketentuan gratifikasi diatur dalam Pasal 12B Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (UU Tipikor). Pasal 12B mengatur, Setiap gratifikasi kepada pegawai negeri atau penyelenggara negara dianggap pemberian suap, apabila berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.
Tapi apakah semua pemberian itu udah termasuk gratifikasi yang wajib dilaporkan? ketika itu terjadi, bagaimana kita harus menyikapinya?
Nah spesial buat kalian semua, kali ini ATE akan mengulas materi tersebut secara fun and meaningful pada Live ATE FM edisi 12 bersama kakak @OliviaSampouw dan kakak Monicha Shalimar yang dipandu oleh kakak admin @mumuamiruddin dan @mirdaherlinda 😍
Ayo berbagi cerita perjalanan harian/ mingguanmu di kantor/ rumah; kirim pesan-pesan biat sohib; atau sekedar nitip request lagu untuk kegiatan ATE FM sore ini 🥳😇🤩
1 824
Repost from BPJS Kesehatan Runners
Siang teman2, hari ini Pak @rudhysh akan menyelesaikan misinya dalam NusantaRun edisi ke-10.
Hayok, dukung bareng beliau buat misi ini. Bisa yok bisaa. Mohon doanya semoga diberi kelancaran untuk semuanya. Teman2 juga bisa membantu dengan berdonasi ya, link ada diatas. Yok gas! 🏆
1 824
Repost from BPJS Kesehatan Runners
Rek ayo rek mlaku mlaku nang Tunjungan
Rek ayo rek rame rame bebarengan,
Lagu Rek Ayo Rek ini mengajarkan kita untuk tidak berdiam, dan jalan-jalan mencari hiburan. Anak lari, hiburannya lari dong!
Saya, Rudhy Suksmawan, runners BPJS Kesehatan telah berlari sejauh 120km dari total 123 km untuk mewujudkan #AutisBerdaya di Jawa Timur. Saya dan teman-teman lain yang tergabung dalam NusantaRun edisi ke-10 akan membantu anak autis di Jawa Timur untuk mendapatkan kesempatan belajar dan bekerja seperti yang lain agar menjadi #AutisBerdaya.
Ayo rek, kita bergerak bersama. Selain saya, kamu bisa menjadi bagian dari gerakan ini, caranya mudah! Kamu bisa berdonasi melalui kitabisa.com/rudhysh untuk tergabung dan mendukung gerakan ini serta membantu anak autis khususnya di wilayah Jawa Timur.
Donasimu adalah harapan untuk membantu mewujudkan mimpi anak Autis di Jawa Timur. Oh ya, donasi ditutup tanggal 8 Januari 2023 ya.
#AutisBerdaya #NusantaRun #NusantaRun10 #NR10 #BPJSKesehatanRunners
1 824
Saya menyimak karya sahabat saya sejak kecil Ronny Adhikarya, mantan orang World Bank, yang selama ini keliling dunia membawakan ilmu yang dikuasainya, yakni Tacit Knowledge, ilmu soft skill, ilmu tersendiri yang saya lihat ikut menentukan sukses seseorang.
Tacit Knowledge tidak bisa dipelajarkan tapi nyata ada. Ibarat orang belajar naik sepeda, tidak bisa dijabarkan bagaimana teknik mulai praktik belajar naik sepeda, tapi berlangsung begitu saja. Itulah Tacit Knowledge. Anak yang memiliki kemampuan ini, punya modal lain menuju sukses hidupnya.
Anak saya waktu diwawancara via telpon oleh Profesor sebuah Universitas di Amerika Serikat, hanya ditanya apa kegiatan di luar sekolah dulu, dan bagaimana menghadapi kehidupan. Anak saya entah tahu dari mana (dia lulus Kanisius Jakarta), bilang hidupnya terorganisasi, organized. Profesornya langsung menerima masuk Universitasnya.
Bahwa orang pintar memang banyak. Namun pintar dengan nilai tambah X itu yang tidak banyak. Semua bidang kehidupan membutuhkan sosok pintar yang punya nilai tambah ini. Sosok ini yang bukan saja besar karyanya, kreatif, menyehatkan perusahaan tempat bekerjanya, sekaligus calon insan yang bakal meraih sukses hidup pribadinya.
Dalam rekrutmen HRD tentu ada juga yang tak tertulis, kalau faktor good looking juga ikut menentukan peluang menuju sukses seseorang. Saya pernah membaca beberapa studi yang pernah dilakukan ihwal peran good looking dalam sukses hidup seseorang. Selalu ada peluang lebih besar dimiliki mereka yang good looking. Kalau ujian, ada peluang lebih besar lulus kalau wajahnya enak dilihat. Kalau mencari pekerjaan juga lebih memilih yang good looking kalau pesaingnya pintarnya sama. Tapi good looking kan anugerah tidak bisa dipinta, atau diubah. Dan barang tentu bukan berarti yang tidak good looking tidak bisa sukses. Ini cuma bicara soal peluang lebih besar saja memihak kepada yang good looking.
Faktanya, wanita yang good looking kebanyakan malah menjadi penghambat, kerikil menuju sukses, karena umumnya kurang bertekun dalam studi, banyak godaan lelaki, risiko salah pilih calon suami, akhirnya berpotensi tidak sukses.
Jadi kalau ada dokter wanita yang cantik, itu luar biasa. Sekolah yang menuntut perlu bertekun dan sekolahnya lama, bisa berhasil dilaluinya. Mahasiswi kedokteran tidak sempat berdandan, tampil seadanya saking padatnya waktu untuk kuliah dan praktikum sepanjang hari. Dokter cantik, tentu lumayan pintar, tinggal perlu lihat kepribadiannya, apakah juga tergolong menonjol, dan cerdas pula soft skill-nya.
Salam sehat,
Dr HANDRAWAN NADESUL
1 824
UNTUK SUKSES ITU BUTUH APA SAJA?
Makna sukses bisa macam-macam. Suskes yang saya maksud apabila cita-cita dan mimpi seseorang bisa diraihnya. Sukses yang bagi seseorang bisa mengantarkannya ke pintu kebahagiaan hidup. Apakah saja yang umumnya dibutuhkan untuk seseorang meraih sukses dalam hidupnya?
Kemarin saya diinspirasi oleh sahabat Helena Elsina, seorang fasilitaor JRP yang memberi kursus menambah soft skill, ilmu dan keterampilan yang tidak diajarkan di sekolah, namun saya percaya kalau faktor ini ikut menentukan besarnya peluang sukses seseorang.
Bahwa prestasi akademis yang diraih seseorang mengantarkannya masuk pintu menuju sukses. Namun apakah orang memiliki soft skill yang mumpuni, yang akan menentukan apakah seseorang calon meraih sukses tetap berada di dalam, atau dikeluarkan dari ruang peluang sukses itu.
Sekolah cenderung mendahulukan prestasi akademis melebihi soft skill, budi pekerti, unggah ungguh, dan atribut personal bagaimana terampil melakukan hubungan antar manusia, personal relationship, berinteraksi beradaptasi dengan orang lain. Sejawat saya yang cum laude lulus dokter, tapi praktiknya tidak sesukses sejawat yang tidak lulus sehebat itu, tapi luwes bergaul, enak diajak bicara, dan elok kepribadiannya.
Ini bagian dari kerja HRD. Dulu saya tahu Matahari Group tahun 80-an, bagaimana perusahaan merekrut supervisor buat toko, owner Pak Hari Darmawan sendiri yang ikut turun tangan. Calon supervisor yang sudah lulus semua uji kasryawan, dikonsinyir di villa milik Pak Hari, diajak ngobrol, makan bareng, olahraga bareng, dari situ akan tampak siapa calon supervisor yang laik dipilih. Dari cara menjawab, merespons pertanyaan, membawkan diri, termasuk unggah ungguh, tertangkap dengan pertemuan beberapa hari hidup bareng. Nyatanya memang, supervisor pilihannya tepat. Mereka sosok yang genah, enak diajak bicara, luwes pembawaannya. Soal pandai, pintar, cerdas menjadi nomor dua, oleh karena yang berijazah SMA saja malah dipilih, karena kelebihan soft skill-nya ini, saya kira.
Semakin susah menemukan orang baik. Orang yang memiliki soft skill tinggi juga tercakup faktor integritas seseorang, tahu bersikap-pikir-laku baik, benar, dan bijak. Maka sekarang muncul pertimbangan, mending memilih orang pintar tapi tidak baik, atau memilih orang tidak pintar tapi baik?
Tidak pintar masih bisa diasah, dikursus, ditutoring, tapi kalau sudah tidak baik, tidak ada cara untuk mengubahnya. Ini soal soft skill, dan ini alasan lain, kenapa sesungguhnya sekolah, pendidikan nasional seharusnya sudah perlu mempertimbangkan ulang hadirnya kurikulum soft skills, budi pekerti salah satunya.
Saya mengamati dalam perjalanan saya berpraktik dokter, ketemu pasien, dan orang-orang yang minta surat keterangan sehat untuk bekerja, saya duga, peran memiliki soft skill tinggi, lebih menentukan seseorang diterima bekerja, melebihi hanya bobot ijazah. Ijazah hanya selembar kertas yang menentukan status akademis seseorang, tapi yang menentukan sukses nantinya adalah karya. Apa yang yang dihasilkan.
Saya mengamati, ada sekolah yang menggenjot siswanya untuk meraih prestasi akademis tinggi, dan mengejar agar selalu memenangkan lomba internasional. Namun kalau diamati, kebanyakan rendah soft skillnya. Mereka siswa yang bukan menjadi somebody dalam perjalanan karier menuju sukses hidupnya. Kalaupun sukses, mereka umumnya bukanlah sosok terpuji, yang mengilhami banyak orang.
Sebaliknya, sekolah-sekolah yang tidak mengejar semata prestasi akademis, sekolah katolik umumnya (pengalaman melihat pendidikan anak saya dulu, dan saya sendiri), berbeda produk lulusannya. Mungkin kalah pintar, kalah berpestasi akademis dibanding sekolah yang menggenjot prestasi akademis, dengan anak-anak yang digenjot akademisnya, tapi anak-anak sekolah katolik kebanyakan kemudian akan menjadi lebih sebagai seseorang, sebagai somebody. Sosok yang memikirkan orang lain (thinks for others). Kepribadian yang disukai semua orang. Ini modal lain menuju suksesnya.
1 824
INSPIRATIF ✅
Pemberian penghargaan dari Bapak Direktur SDM dan Umum kepada @OliviaSampouw (Kabid PMR KC. Gorontalo) sebagai INISIATIF Ambassador Inspiratif Kategori Integritas Tahun 2022. 🇮🇩
Turut hadir mendampingi:
Bapak Ka. Corpu
Ibu Depdirbid MSDMRM
Ibu Depdirwil Sulutenggomalut
Bapak Asdepbid MBORM
Kakak Kabid SDMUKP KC. Gorontalo
Ayo mari kita semua senantiasa hidup Ber-INISIATIF dalam kehidupan sehari-hari 🇮🇩🇮🇩🇮🇩
#INISIATIF #Inisiatifstory #Integritas #Inspiratif
现已上线!2025 年 Telegram 研究 — 年度关键洞察 
