Sofyan Chalid bin Idham Ruray
前往频道在 Telegram
5 146
订阅者
-524 小时
-197 天
-5530 天
帖子存档
🌹 JUJURKAH CINTAMU...?
Benarkah engkau mencintai pasanganmu, anakmu, orang tuamu, keluargamu atau sahabatmu...?
✅ Kalau benar cintamu maka tentu engkau akan menjaga mereka dari penderitaan yang paling dahsyat, yaitu azab neraka yang sangat pedih,
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا قُوا أَنفُسَكُمْ وَأَهْلِيكُمْ نَاراً وَقُودُهَا النَّاسُ وَالْحِجَارَةُ
“Wahai orang-orang yang beriman, peliharalah dirimu dan keluargamu dari api neraka, yang bahan bakarnya adalah manusia dan batu.” [At-Tahrim: 6]
✅ Kalau jujur cintamu maka tentu engkau ingin berkumpul kembali bersama mereka dalam kehidupan yang kekal abadi di negeri akhirat, di surga yang penuh kenikmatan,
الْأَخِلَّاءُ يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
“Orang-orang yang saling mencintai pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain, kecuali orang-orang yang bertakwa.” [Az-Zukhruf: 67]
إِلَّا الْمُتَّقِينَ يعني الموحِّدين
“Kecuali orang-orang yang bertakwa, yaitu orang-orang yang mengamalkan tauhid.” [Al-Imam Ibnul Jauzi rahimahullah, Zaadul Masir, 4/83]
✅ Maka tidak ada bukti cinta yang lebih hakiki di dunia ini selain menasihati dan mendidik orang-orang yang tercinta untuk melakukan amalan terbesar yang akan menjadi kunci surga dan menjauhi dosa terbesar yang akan mengekalkan pelakunya di neraka, yaitu mengamalkan tauhid dan menjauhi syirik.
══════ ❁✿❁ ══════
📝 HADIRILAH KAJIAN ISLAM ILMIAH BEDAH KITAB:
📚 AL-QOWA'IDUL ARBA' (EMPAT KAIDAH PENTING UNTUK MEMAHAMI HAKIKAT TAUHID DAN SYIRIK)
Penulis: Syaikhul Islam Muhammad bin Abdul Wahhab rahimahullah
⏰ Insya Allah Ahad, 8 Januari 2017, Pukul 09.00 - Selesai
🕌 Masjid Nurul Iman Blok M Square Lt. 7 Jakarta Selatan
🎙 Pemateri: Ustadz Sofyan Chalid Ruray hafizhahullah
📋 Kitab terjemahan akan dibagikan gratis insya Allah ta'ala.
Mohon ta'awun menyebarkan info dakwah ini. Jazaakumullaahu khayron.
💻 Sumber: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/727648904051261:0
📋 PETUNJUK DALAM MENYIKAPI KENAIKAN HARGA
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
✅ Sahabat yang Mulia Anas bin Malik radhiyallahu’anhu berkata,
غَلاَ السِّعْرُ عَلَى عَهْدِ رَسُولِ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللهِ، سَعِّرْ لَنَا، فَقَالَ إِنَّ اللَّهَ هُوَ الْمُسَعِّرُ، القَابِضُ، البَاسِطُ، الرَّزَّاقُ، وَإِنِّي لأَرْجُو أَنْ أَلْقَى رَبِّي وَلَيْسَ أَحَدٌ مِنْكُمْ يَطْلُبُنِي بِمَظْلِمَةٍ فِي دَمٍ وَلاَ مَالٍ
“Harga barang pernah naik di masa Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam, maka para sahabat berkata: Wahai Rasulullah, buatlah ketetapan harga untuk kami? Beliau bersabda: Sesungguhnya Allah Dia-lah yang mengatur harga, yang menahan, yang melapangkan dan yang Maha Memberikan rezeki, dan sungguh aku berharap untuk berjumpa dengan Rabbku dalam keadaan tidak ada seorang pun dari kalian yang menuntutku karena suatu kezaliman pada darah dan harta.” [HR. Ahmad, Abu Daud, At-Tirmidzi dan Ibnu Majah, Ghayatul Marom: 323]
📝 #Beberapa_Pelajaran:
1) Allah ta’ala Dia-lah yang menakdirkan segala sesuatu yang terjadi di alam ini, Dia-lah yang menetapkan harga, menyempitkan dan melapangkan rezeki, maka hendaklah setiap hamba hanya bersandar dan berdoa kepada-Nya, bersabar dan bertaubat kepada-Nya, serta senantiasa bertakwa kepada-Nya. Sahabat yang Mulia Abu Hurairah radhiyallahu’anhu berkata,
أَنَّ رَجُلًا جَاءَ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، سَعِّرْ، فَقَالَ: «بَلْ أَدْعُو» ثُمَّ جَاءَهُ رَجُلٌ، فَقَالَ: يَا رَسُولَ اللَّهِ، سَعِّرْ، فَقَالَ: بَلِ اللَّهُ يَخْفضُ وَيَرْفَعُ، وَإِنِّي لَأَرْجُو أَنْ أَلْقَى اللَّهَ وَلَيْسَ لِأَحَدٍ عِنْدِي مَظْلَمَةٌ
“Bahwa seseorang datang kepada Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam lalu berkata: Wahai Rasulullah, tetapkanlah harga untuk kami. Maka beliau bersabda: “Aku hanya bisa berdoa”. Kemudian datang lagi orang yang lain lalu berkata: Wahai Rasulullah tetapkanlah harga untuk kami. Maka beliau bersabda: Sesungguhnya Allah yang menurunkan dan menaikkan harga, dan sungguh aku berharap untuk berjumpa dengan Allah dalam keadaan tidak ada seorang pun yang menuntutku karena suatu kezaliman.” [HR. Ahmad dan Abu Daud, Shahih Ar-Raudh An-Nadhir: 405]
2) Kenaikan harga adalah karena kondisi pasar mengharuskan demikian, seperti karena kurangnya barang, atau banyaknya permintaan, atau naiknya harga BBM dan lain-lain. Adapun apabila kenaikan harga disebabkan ‘permainan’ para pedagang maka termasuk perbuatan zalim, dan tidak dibenarkan bagi para pedagang untuk menetapkan harga melebihi pasaran.
3) Hadits ini juga menunjukkan bahwa pemerintah tidak boleh menetapkan harga-harga barang, tetapi hendaklah membiarkan sesuai kondisi pasar yang berlaku, kecuali apabila para pedagang mempermainkan harga maka hendaklah pemerintah mengaturnya sesuai dengan harga yang sebenarnya (lihat Fatawa Al-Lajnah Ad-Daimah, 13/185 no. 6374 Pertanyaan no. 2).
4) Ulama berbeda pendapat tentang (الْمُسَعِّرُ) yang menetapkan harga, (القَابِضُ) yang menahan rezeki, (البَاسِطُ) yang melapangkan rezeki, (الرَّزَّاقُ) yang memberi rezeki, apakah termasuk nama-nama Allah atau tidak, pendapat yang dikuatkan oleh Al-‘Allamah Al-Muhaddits Asy-Syaikh Abdul Muhsin Al-‘Abbad hafizhahullah adalah, hanya Ar-Rozzaq yang merupakan nama Allah ta’ala...
💻 Baca Selengkapnya:
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/727571667392318:0
🔹 http://sofyanruray.info/petunjuk-dalam-menyikapi-kenaikan-harga/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah
✅ Mengingatkan Kembali, Semoga Bermanfaat Insya Allah, Mohon Bantu Dishare:
⏰ CARA MEMANFAATKAN WAKTU BA’DA ASHAR SAMPAI MAGHRIB DI HARI JUM'AT UNTUK BERDOA
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
يَوْمُ الْجُمُعَةِ اثْنَتَا عَشْرَةَ سَاعَةً، لاَ يُوجَدُ فِيهَا عَبْدٌ مُسْلِمٌ يَسْأَلُ اللَّهَ شَيْئًا إِلاَّ آتَاهُ إِيَّاهُ، فَالْتَمِسُوهَا آخِرَ سَاعَةٍ بَعْدَ الْعَصْرِ
🌴 “Hari Jum’at itu dua belas saat, tidak ada seorang muslim pun yang memohon sesuatu kepada Allah (pada salah satu saat) kecuali Allah akan mengabulkan permohonannya, maka carilah (waktu pengabulan itu) di akhir saat setelah Ashar.” [HR. An-Nasaai dari Jabir bin Abdullah radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 703]
✅ Al-Imam At-Tirmidzi rahimahullah berkata,
ورأى بعض أهل العلم من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم وغيرهم أن الساعة التي ترجى بعد العصر إلى أن تغرب الشمس
🍃 “Dan sebagian ulama, baik dari kalangan sahabat Nabi shallallahu’alaihi wa sallam maupun selain mereka berpendapat bahwa waktu yang diharapkan terkabulnya doa tersebut adalah ba’da Ashar sampai matahari terbenam.” [Shahihut Targhib, 1/171]
📖 Penjelasan:
1. Zhahir, yang nampak jelas bahwa makna hadits ini mutlak (umum), berdoa setelah Ashar sampai Maghrib dapat dilakukan kapan dan di mana saja.
2. Apabila dilakukan setelah sholat Ashar sambil menunggu sholat Maghrib di masjid maka ini lebih besar peluang dikabulkannya, karena orang yang menunggu sholat sama dengan orang yang sedang sholat.
3. Apabila sakit maka boleh dilakukan di rumah, lebih baik dilakukan di tempat ia melakukan sholat Ashar sambil menunggu Maghrib.
4. Seorang wanita juga dianjurkan untuk menunggu sholat Maghrib di tempat ia sholat Ashar di rumah seraya berdoa kepada Allah ta'ala.
5. Datang ke masjid lebih awal sebelum sholat Maghrib dengan maksud untuk berdoa setelah melakukan sholat tahiyyatul masjid.
📚 [Lihat Majmu' Fatawa Asy-Syaikh Ibni Baz rahimahullah, 30/270-271]
وبالله التوفيق وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
💻 Sumber: http://sofyanruray.info/cara-memanfaatkan-waktu-bada-ashar-sampai-maghrib-di-hari-jumat-untuk-berdoa/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
Nasehat Bagi Guru - Bagaimana Menjadi Pengajar Rabbani.mp323.16 MB
🚦 Usia
🕳8Jam larut dalam pekerjaan.
🕳2 Jam didalam kendaraan.
🕳7 Jam tidur.
🕳1 Jam chatting.
🕳1 Jam makan.
🕳30 Menit dikamar mandi.
🕳1 Jam rebahan istirahat.
🕳1 Jam berbicara dan ber gurau bersama sahabat.
🕳30 Menit bercanda dengan sang buah hati.
Sehari waktu yang terpakai aktifitas 22 jam, setara dengan 66 tahun jika usia kita 70 tahun maka yang tersisa adalah 4 tahun.
Yang kami maksudkan dari hitungan diatas, sekedar mengingatkan untuk kita menjaga dan memanfaatkan waktu.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman :
وَالْعَصْرِ إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْرِ
Demi masa. Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian, kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal shaleh dan saling menasehati supaya mentaati kebenaran dan saling menasehati supaya menetapi kesabaran.
[ al-‘Ashr/103: 1-3]
✍ Faedah Ustadz Ali Basuki Lc
═════❁✿❁ ══════
➡Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama⤵
🔹📻 Syi'ar Tauhid AM 675 khz
🔹📱WA Syi'ar Tauhid :
+6281281112207 (akhwat)
+6281281085959 (ikhwan)
🔹Channel Syiar Tauhid
🌐http://bit.ly/1QnqmIz
🔹Audio kajian Ahlussunnah :
🌐http://bit.ly/1k109Rv
🔹Bulletin Syi'ar Tauhid :
🌐 http://bit.ly/1NTYpWt
📚 BAGAIMANA DENGAN ORANG YANG MENANGIS KETIKA BERDOA, NAMUN TIDAK MENANGIS KETIKA MENDENGAR AL-QUR'AN?
➡ Asy-Syaikh Al-'Allamah Ibnu Baz rahimahullah menjawab,
ينبغي له أن يعالج نفسه ويخشع في قراءته أعظم مما يخشع في دعائه
🌴 "Sepatutnya ia mengobati jiwanya (yang berarti sedang sakit), dan hendaklah ia lebih khusyu' ketika membaca Al-Qur'an daripada ketika berdoa." [Majmu' Al-Fatawa, 11/346]
👉 Maka bagaimana pendapatmu dengan orang yang tersentuh hatinya, bergetar jiwanya bahkan menetes air matanya ketika mendengarkan nyanyian dan lagu-lagu 'islami', namun ketika mendengar dan membaca Al-Qur’an dan As-Sunnah biasa-biasa saja reaksinya...?!
👉 Ketahuilah, dia adalah orang yang tertipu oleh setan. Dan tidak mungkin selamanya orang yang tidak bisa mengambil nasihat dari Al-Qur’an dan As-Sunnah akan mendapatkan nasihat dari nyanyian dan musik.
➡ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِين
🚧 “Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh azab yang menghinakan.” [Luqman: 6]
➡ Sahabat yang Mulia Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu’anhu ketika menjelaskan makna, “perkataan yang tidak berguna” beliau berkata,
الغناء، والله الذي لا إله إلا هو، يرددها ثلاث مرات
🚧 “Maksudnya adalah nyanyian, demi Allah yang tidak ada yang berhak disembah selain Dia,” beliau mengulangi sumpahnya tiga kali.” [Tafsir Ath-Thobari, 21/39, sebagaimana dalam Tafsir Ibnu Katsir, 6/330]
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda tentang alat-alat musik,
لَيَكُونَنَّ مِنْ أُمَّتِى أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّونَ الْحِرَ وَالْحَرِيرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِفَ
🚧 “Akan ada nanti segolongan umatku yang menghalalkan zina, sutera (bagi laki-laki diharamkan, pen), khamar dan alat-alat musik.” [HR. Al-Bukhari dari Abu Malik Al-‘Asy’ari radhiyallahu’anhu]
👉 Maka tidak ada dalam Islam yang namanya nyanyian islami atau lagu-lagu Islam, seperti yang mereka namakan dengan qasidah, nasyid dan lain-lain. Karena nyanyian, lagu dan musik diharamkan dalam Al-Qur’an dan As-Sunnah, bahkan ulama empat mazhab sepakat atas keharamannya. Maka orang yang menikmatinya, memiliki penyakit hawa nafsu dalam hatinya, entah dia sadar atau tidak.
💻 Sumber: https://www.facebook.com/taawundakwah/posts/1897530477146421:0
════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama ⤵
🔹📻 Syi'ar Tauhid AM 675 khz
🔹📱WA Syi'ar Tauhid :
+6281281112207 (akhwat)
+6281281085959 (ikhwan)
🔹Channel Syiar Tauhid
🌐http://bit.ly/1QnqmIz
🔹Audio kajian Ahlussunnah :
🌐http://bit.ly/1k109Rv
🔹Bulletin Syi'ar Tauhid :
🌐 http://bit.ly/1NTYpWt
📝 TANGGAPAN SINGKAT SOAL DOA DAN DZIKIR DI TAHUN BARU
بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيمِ
👉 Sebagian saudara-saudara kita kaum muslimin rahimahumullah berkata:
Terkait dengan dzikir di tahun baru, begini mestinya:
1- Dzikir itu bagian dari ibadah. Ibadah itu bergantung pada niatnya. Ini berbeda dengan mu'amalah. Mu'amalah tidak bergantung pada niat. Bisa langsung dihukumi dzahirnya.
📋 Jawab:
Ibadah bukan hanya bergantung niat, tapi juga cara. Walau niat baik namun caranya tidak meneladani Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam maka ibadahnya tertolak. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ فِيهِ فَهُوَ رَدٌّ
🌿 “Barangsiapa yang mengada-adakan perkara baru dalam agama kami ini yang tidak ada padanya maka ia tertolak.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu’anha]
2- Perlu diperhatikan, agar kita tidak memvonis orang lain dengan serampangan, apalagi dengan menggunakan kaidah "tasyabbuh bi al-kuffar", bisa berdampak fatal. Bahwa, ulama', ustadz dan kaum Muslim yang dzikir di malam tahun baru, sebenarnya ingin mengisi malam tahun baru, daripada bengong di depan tv, dugem, atau begadang di tempat-tempat maksiat, sambil mabuk, dsb. dibuatlah even akbar, agar umat tidak ke tempat maksiat, tetapi ke masjid, atau tempat dzikir. Apakah ini tasyabbuh dengan orang kafir, jelas tidak. Karena niat dan tujuannya jelas dzikir, bukan menyerupai orang kafir.
📋 Jawab:
Tasyabbuh bisa saja dari segi pengkhususan waktu ibadah seperti waktu yang biasa digunakan oleh orang kafir untuk beribadah. Oleh karena itu Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam melarang sholat ketika matahari sedang terbit dan terbenam karena itu adalah waktunya orang-orang kafir beribadah kepada matahari. Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
صَلِّ صَلَاةَ الصُّبْحِ، ثُمَّ أَقْصِرْ عَنِ الصَّلَاةِ حَتَّى تَطْلُعَ الشَّمْسُ حَتَّى تَرْتَفِعَ، فَإِنَّهَا تَطْلُعُ حِينَ تَطْلُعُ بَيْنَ قَرْنَيْ شَيْطَانٍ، وَحِينَئِذٍ يَسْجُدُ لَهَا الْكُفَّارُ
🌿 "Lakukan sholat Shubuh, kemudian janganlah melakukan sholat sampai matahari terbit serta meninggi, karena ia terbit di antara dua tanduk setan, dan ketika itu orang-orang kafir sujud kepadanya..." [HR. Muslim dari 'Amr bin 'Abasah radhiyallahu’anhu]
3- Sekedar contoh, kalau logika tasyabbuh bi al-kuffar ini kita pakai, nanti peringatan maulid haram, karena menyerupai perayaan natal. Namun, Shalahuddin al-Ayyubi mengadakan ini atas restu para ulama', dengan tujuan untuk membangkitkan sosok Nabi, dan membakar semangat perjuangan umat, setelah membaca sirah Nabi yang agung. Jadi, apakah ini tasyabbuh bi al-kuffar? Jelas tidak.
📋 Jawab:
➡ Pertama: Bahkan perayaan maulid jelas sekali tasyabbuh kepada orang kafir yang merayakan natal. Asy-Syaikh Prof. DR. Shalih Al-Fauzan hafizhahullah berkata,
أنه مشابهة للنصارى في احتفالهم بمولد المسيح -عليه السلام-، وقد نهينا عن التشبه بهم
⛔ "Bahwa perayaan maulid menyerupai Nasrani dalam perayaan mereka terhadap maulid Nabi Isa 'alaihissalam, padahal sesungguhnya kita dilarang menyerupai mereka." [Transkrip Khutbah Jum'at]
➡ Kedua: Yang pertama merayakan maulid justru sekte sesat Syi'ah yang negaranya dihancurkan oleh Sholahuddin Al-Ayyubi rahimahullah, yaitu Dinasti Syi'ah Fathimiyah di Mesir, inilah sebabnya kaum Syi'ah sampai hari ini membenci beliau...
💻 Baca Selengkapnya: https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/725231214293030:0
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Channel Telegram Ustadz Sofyan Chalid bin Idham Ruray hafizhahullah ⤵
📮 Join Telegram: http://bit.ly/1TwCsBr
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/sofyanruray.info
🌐 Web: www.sofyanruray.info
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Dakwah_Tauhid
📗 Hastag: #Kajian_Sunnah
🌹 RENUNGAN BERMAKNA DI AKHIR TAHUN AKAN PENTINGNYA ILMU AGAMA
✅ Allah subhanahu wa ta’ala berfirman,
قُلْ هَلْ يَسْتَوِي الَّذِينَ يَعْلَمُونَ وَالَّذِينَ لا يَعْلَمُونَ إِنَّمَا يَتَذَكَّرُ أُولُو الألْبَابِ
🌴 “Katakanlah: "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui?" Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran.” [Az-Zumar: 9]
➡ Banyak sekali perbedaan antara orang yang berilmu dan tidak berilmu, diantaranya yang sangat mendasar adalah, orang yang mengetahui suatu kemungkaran dan akibat-akibat jeleknya akan lebih terdorong untuk meninggalkannya dan mewaspadainya.
✅ Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata, “Barangsiapa tidak mengetahui kecuali kebaikan saja, maka bisa jadi datang kepadanya keburukan sedang ia tidak menyadari bahwa itu adalah keburukan, sehingga mungkin ia melakukannya dan mungkin juga ia tidak mengingkarinya, sebagaimana orang yang telah mengetahui keburukan dapat mengingkarinya.” [Majmu’ Al-Fatawa, 10/301]
➡ Sebagai contoh, di setiap malam pergantian tahun masehi, kita bisa mengukur seberapa jauh perbedaannya dan betapa pentingnya ilmu agama dalam kehidupan seorang hamba, dan tidak usah terlalu jauh, lihatlah kepada diri kita sendiri.
🌃 Dulu, sebagian kita ada yang ikut merayakan Tahun Baru, dan mungkin ketika itu sama sekali tidak terbayang kalau ternyata perayaan tersebut hukumnya haram, lalu setelah kita menuntut ilmu agama kita pun mengerti walhamdulillah, bahwa perayaan tersebut hukumnya haram karena termasuk tasyabbuh (menyerupai) orang kafir.
➡ Bahkan kita juga mengerti bahwa tasyabbuh terhadap orang-orang kafir dapat mengantarkan kepada kekafiran.
➡ Inilah pentingnya ilmu wahai Saudaraku.
🌌 Dulu, kita tidak tahu bahwa hari perayaan dalam Islam bukan sekedar seremonial belaka, hanya kebiasaan atau tradisi atau urusan dunia, lalu setelah kita menuntut ilmu agama kita pun tahu ternyata hari perayaan diatur dalam Islam, tidak boleh ditambah.
➡ Inilah pentingnya ilmu wahai Saudaraku.
🌠 Dulu, kita ikut membantu untuk suksesnya perayaan Tahun Baru, setelah kita menuntut ilmu agama kita pun tahu tidak boleh tolong menolong dalam perkara yang haram.
➡ Bahkan dulu, diantara kita masih mengucapkan Selamat Natal dan Tahun Baru, setelah kita menuntut ilmu agama kita pun paham bahwa itu menunjukkan keridhoaan kita terhadap kesesatan dan ulama sepakat atas keharamannya.
➡ Inilah pentingnya ilmu wahai Saudaraku.
⛺ Dulu, kita tidak tahu bahwa membakar uang (rokok, petasan, mercon) adalah pemborosan harta, lalu setelah kita menuntut ilmu kita pun tahu bahwa hukumnya haram karena termasuk pemborosan dan penyia-nyiaan harta.
➡ Inilah pentingnya ilmu wahai Saudaraku.
🌃 Dulu, kita tidak tahu bercampur baur bahkan berdua-duaan dengan lawan jenis dan berpacaran hukumnya haram, lalu kita menuntut ilmu agama kita pun tahu keharamannya sebab itu semua mengantarkan kepada zina.
➡ Inilah pentingnya ilmu wahai Saudaraku.
🌌 Dulu, kita tidak tahu kalau musik, lagu-lagu dan nyanyian yang enak dinikmati ternyata hukumnya haram, lalu setelah kita menuntut ilmu kita pun mengerti keharamannya.
➡ Inilah pentingnya ilmu wahai Saudaraku.
🌠 Dan masih banyak lagi, kemungkaran yang dulu kita tidak mengetahuinya, dengan menuntut ilmu maka Allah ta’ala menganugerahkan hidayah kepada kita untuk mengenalnya dan menjauhinya.
➡ Inilah pentingnya ilmu wahai Saudaraku.
💻 Baca Selengkapnya:
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/725076310975187:0
🔹 http://sofyanruray.info/renungan-bermakna-di-akhir-tahun-akan-pentingnya-ilmu-agama/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Dakwah_Tauhid
📗 Hastag: #Kajian_Sunnah
💔 AWAS PETAKA ZINA DI MALAM TAHUN BARU...!
بسم الله الرحمن الرحيم
⛔ APABILA ZINA TELAH TERSEBAR
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
مِنْ أَشْرَاطِ السَّاعَةِ أَنْ يُرْفَعَ الْعِلْمُ وَيَثْبُتَ الْجَهْلُ وَيُشْرَبَ الْخَمْرُ وَيَظْهَرَ الزِّنَا
🌴 “Diantara tanda-tanda kiamat adalah diangkatnya ilmu, menguatnya kebodohan, diminumnya khamar, dan nampaknya perzinahan.” [HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Anas Bin Malik radhiyallahu’anhu]
➡ Al-Hafizh Ibnu Hajar rahimahullah berkata,
ويظهر الزنا أي يشيع ويشتهر بحيث لا يتكاتم به لكثرة من يتعاطاه
🌴 “Makna 'Dan nampaknya perzinahan' adalah tersebarnya perbuatan zina, ramai dilakukan, tatkala zina itu tidak dapat lagi disembunyikan karena banyaknya orang yang melakukannya (itulah diantara tanda kiamat).” [Fathul Bari, 12/114]
⛔ APA AKIBATNYA?
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda,
إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَالرِّبَا فِي قَرْيَةٍ، فَقَدْ أَحَلُّوا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ
🌴 “Apabila zina dan riba telah nampak di suatu negeri, maka sungguh penduduk negeri itu telah menghalalkan azab Allah bagi diri-diri mereka.” [HR. Al-Hakim dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu’anhuma, Shahihut Targhib: 2401]
➡ Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam juga bersabda,
تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ: هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابَ لَهُ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجَ عَنْهُ؟ فَلا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ إِلا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ إِلا زَانِيَةٌ تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارٌ
🌴 “Pintu-pintu langit dibuka pada pertengahan malam, lalu menyerulah seorang penyeru: Apakah ada yang mau berdoa sehingga dikabulkan doanya? Apakah ada yang mau meminta sehingga diberikan permintaannya? Apakah ada orang yang tertimpa musibah (yang memohon pertolongan Allah) sehingga dihilangkan kesusahannya? Maka tidaklah seorang muslim pun yang berdoa dengan satu doa (di waktu tersebut) kecuali Allah akan mengabulkannya, kecuali seorang wanita pezina yang menjajakan kemaluannya dan seorang pemungut pajak.” [HR. Ath-Thabrani dari ‘Utsman bin ‘Abil ‘Ash Ats-Tsaqofi radhiyallahu’anhu, Ash-Shahihah: 1073]
➡ Rasulullah shallallahu’ alaihi wa sallam juga bersabda,
🌴 “Wahai kaum Muhajirin, waspadailah lima perkara apabila menimpa kalian, dan aku berlindung kepada Allah semoga kalian tidak menemuinya:
1) Tidaklah perzinahan nampak (terang-terangan) pada suatu kaum pun, hingga mereka selalu menampakkannya, kecuali akan tersebar di tengah-tengah mereka wabah penyakit tha’un dan penyakit-penyakit yang belum pernah ada pada generasi sebelumnya.
2) Dan tidaklah mereka mengurangi takaran dan timbangan, kecuali mereka akan diazab dengan kelaparan, kerasnya kehidupan dan kezaliman penguasa atas mereka.
3) Dan tidaklah mereka menahan zakat harta-harta mereka, kecuali akan dihalangi hujan dari langit, andaikan bukan karena hewan-hewan niscaya mereka tidak akan mendapatkan hujan selamanya.
4) Dan tidaklah mereka memutuskan perjanjian Allah dan perjanjian Rasul-Nya, kecuali Allah akan menguasakan atas mereka musuh dari kalangan selain mereka, yang merampas sebagian milik mereka.
5) Dan tidaklah para penguasa mereka tidak berhukum dengan kitab Allah, dan hanya memilih-milih dari hukum yang Allah turunkan, kecuali Allah akan menjadikan kebinasaan mereka berada di antara mereka.”
📚 [HR. Ibnu Hibban, dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu’anhuma, Ash-Shahihah: 106]
وبالله التوفيق، وصلى الله على نبينا محمد وآله وصحبه وسلم
💻 Sumber:
🔹 https://www.facebook.com/sofyanruray.info/posts/724947984321353:0
🔹 http://sofyanruray.info/apabila-zina-telah-tersebar/
══════ ❁✿❁ ══════
➡ Bergabunglah dan Sebarkan Dakwah Sunnah Bersama Markaz Ta’awun Dakwah dan Bimbingan Islam ⤵
📮 Join Telegram: http://goo.gl/6bYB1k
📲 Gabung Group WA: 08111377787
🌍 Fb: www.fb.com/taawundakwah
🌐 Web: www.taawundakwah.com
📱 Android: http://bit.ly/1FDlcQo
🎬 Youtube: Ta’awun Dakwah
📒 Hastag: #Mutiara_Sunnah
现已上线!2025 年 Telegram 研究 — 年度关键洞察 
