Terapi Penyakit Hati (الدَّاءُ وَالدَّوَاءُ)
前往频道在 Telegram
Arsip Rekaman | Kitab : Ad-Daa' Wad Dawaa' | Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه الله | Kajian Rabu malam ba'da magrib di Masjid As-Sakinah Nogosari Boyolali
显示更多未指定国家未指定类别
1 415
订阅者
+424 小时
+297 天
+38130 天
帖子存档
❀ من القلب إلى القلب ❀
Dari Hati ke Hati
┈┉┅━❀━┅┉┈
Rezeki Sebelum Rezeki
Allah ta'ala berfirman:
وَمَن يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَل لَّهُ مَخْرَجًا وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ
“Barangsiapa bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberikan jalan keluar baginya dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka.” (QS. Ath-Thalaq: 2–3)
Jangan membaca ayat ini dengan cara yang membuatmu hanya mengejar rezeki, lalu menjadikan takwa sebagai alat untuk mendapatkannya.
Sebab jika takwa hanya engkau jalani demi dunia, maka ketika dunia tak kunjung datang, engkau akan merasa kecewa kepada jalan takwa.
Padahal, yang Allah inginkan bukan hanya agar engkau mendapatkan rezeki, tetapi agar engkau menjadi orang yang bertakwa.
Takwa bukanlah tangga yang kita naiki hanya untuk mengambil dunia. Takwa adalah rumah tempat hati menemukan ketenangan.
Maka jangan hanya bertanya: “Kapan rezekiku akan datang?”
Tetapi tanyakan: “Apakah aku telah menemukan rezeki terbesar, yaitu hati yang dekat dengan Allah?”
Karena boleh jadi rezeki dunia belum Allah berikan, tetapi Dia telah memberikan sesuatu yang lebih mahal:
hati yang tetap tenang ketika dunia belum berpihak, jiwa yang tetap berharap ketika pintu-pintu tertutup, dan keyakinan bahwa selama Allah ada di sisinya, ia tidak pernah benar-benar kehilangan apa pun.
┈┉┅━❀━┅┉┈
026. Dari Hati Ke Hati
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
🔈🔈 AUDIO REKAMAN :
TERAPI PENYAKIT HATI
📖 Kitab : الداء والدواء
::: Pertemuan ke 24 :::
💺Oleh : Al Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه اللــــــــه
🕌 Masjid As-Sakinah Gununglondo, Nogosari, Boyolali.
::: t.me/Terapi_PenyakitHati
◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️
❀ من القلب إلى القلب ❀
Dari Hati ke Hati
┈┉┅━❀━┅┉┈
Ayah & Keringatnya
Tidak ada tulang yang sekuat besi,
melainkan tulang punggung seorang ayah untuk keluarga yang dicintai.
Di atasnya dipikul harapan.
Di balik diamnya, ada lelah yang tak banyak diceritakan.
Dan di setiap tetes keringatnya,
ada cinta yang tak selalu terucapkan.
Mungkin ia tak pandai berkata,
“Ayah sayang kalian.”
Namun ia mengatakannya
dengan rutinitas yang tak pernah sederhana, beratapkan mataharu dan terkadang harus bermandikan hujan.
Begitu lelah ia berjuang…
hingga keringat yang membasahi wajahnya
sering kali menyembunyikan
air mata yang tak pernah ia ceritakan.
Allah Ta‘ala berfirman:
﴿لِيُنْفِقْ ذُو سَعَةٍ مِنْ سَعَتِهِ﴾
“Hendaklah orang yang mempunyai keluasan memberi nafkah menurut kemampuannya.” (QS. Ath-Thalaq: 7)
Maka, jika hari ini Ayah masih ada…
Bakti dan bahagiakanlah ia
sebelum yang tersisa hanyalah kenangan.
Dan jika ia telah tiada…
Doakanlah ia.
Teladanilah tanggung jawabnya.
Lanjutkan kebaikan yang dahulu ia ajarkan.
Ayah mungkin telah pergi…
Namun dari keringatnyalah
kita belajar untuk tetap berdiri.
┈┉┅━❀━┅┉┈
024. Dari Hati Ke Hati
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
❀ من القلب إلى القلب ❀
Dari Hati ke Hati
┈┉┅━❀━┅┉┈
Kalau Sabar Ada Batasnya
Kalau sabar ada batasnya…
Mungkin engkau akan pergi meninggalkan Allah.
Padahal Allah ta'ala berfirman:
إِنَّ اللَّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ
“Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (QS. Al-Baqarah: 153)
Kalau sabar ada batasnya…
Mungkin engkau akan mencari pertolongan kepada selain-Nya.
Padahal Allah ta'ala berfirman:
وَاسْتَعِينُوا بِالصَّبْرِ وَالصَّلَاةِ
“Mohonlah pertolongan dengan sabar dan salat.” (QS. Al-Baqarah: 45)
Sabar memang berat.
Sampai-sampai Allah tidak hanya berfirman:
اصْبِرُوا
Bersabarlah!
Namun juga:
وَصَابِرُوا
Kuatkan kesabaranmu!
(QS. Ali ‘Imran: 200)
Karena ada saatnya engkau bukan hanya diminta untuk bersabar…
Tetapi diminta untuk tetap bersabar ketika kesabaran itu sendiri terasa hampir habis.
Namun, lihatlah janji Allah:
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ
“Sesungguhnya orang-orang yang bersabar akan disempurnakan pahala mereka tanpa batas.” (QS. Az-Zumar: 10)
Amal-amal lain memiliki ukuran.
Namun pahala kesabaran…
Allah biarkan tanpa hitungan.
Maka ketika engkau merasa sudah tidak sanggup.. jangan berhenti.
Mungkin engkau bukan sedang berada di akhir kesabaran.
Mungkin engkau sedang berdiri di ambang pertolongan.
Bertahanlah…
Bukan karena engkau kuat.
Tetapi karena Allah bersamamu.
Dan sungguh…
Jika Allah bersamamu..
Apa yang harus engkau takutkan?
┈┉┅━❀━┅┉┈
024. Dari Hati Ke Hati
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
📖 Kajian Kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa'
"Jangan biarkan dunia membuatmu terlena. Dengarkanlah peringatan tentang azab, agar rasa takut membangunkanmu sebelum dosa menjadi kebiasaan dan ajal datang tanpa persiapan."
✨ Pembahasan:
Agar Tak Terlena...
(Renungan tentang Ancaman dan Azab)
👤 Bersama:
Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه الله
InsyaAllahu ta'ala :
🗓 Rabu, malam ini
🕕 18.20 WIB
📡 Live t.me/taklimnogosari
📲 Rekaman t.me/Terapi_PenyakitHati
"Kadang, yang paling kita butuhkan bukan nasihat yang menenangkan, tetapi peringatan yang menyadarkan, agar hati tak terlena dan langkah tak semakin jauh dari keselamatan."
🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿
046 | Husnuzan atau Angan?
Bagaimana mungkin engkau mengaku berbaik sangka kepada Allah, sementara langkahmu terus menjauh dari-Nya?
Perintah-Nya diremehkan, larangan-Nya dianggap ringan, dosa terus diulang, dan hati tetap merasa aman dari murka-Nya.
Bagaimana mungkin engkau berbaik sangka kepada Rabbmu, sementara perbuatanmu seakan-akan sedang menantang-Nya dengan peperangan?
Allah ﷻ berfirman:
وَذَٰلِكُمْ ظَنُّكُمُ الَّذِي ظَنَنْتُم بِرَبِّكُمْ أَرْدَاكُمْ فَأَصْبَحْتُم مِّنَ الْخَاسِرِينَ
“Itulah prasangkamu yang telah kamu sangkakan terhadap Rabbmu, yang telah membinasakanmu; maka jadilah kamu termasuk orang-orang yang merugi.” (QS. Fushshilat: 23)
Ketahuilah…
Husnuzan kepada Allah bukanlah alasan untuk terus bermaksiat, tetapi harapan yang mendorong seorang hamba untuk kembali dan memperbaiki amalnya.
Ia jatuh, lalu bangkit. Berdosa, lalu bertaubat. Jauh, lalu merindukan jalan pulang.
Adapun dosa yang terus dipelihara sambil berharap keselamatan tanpa taubat, bukanlah husnuzan…
Sebab tidak mungkin seseorang mengaku sedang menuju taman, sementara setiap langkahnya justru menuju jurang.
Husnuzan adalah cahaya yang menuntun langkah untuk kembali; sedangkan angan-angan hanyalah selimut yang membuat seseorang tetap tertidur, meski fajar taubat telah lama menyingsing.
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
❀ من القلب إلى القلب ❀
Dari Hati ke Hati
┈┉┅━❀━┅┉┈
Ibu & Airmatanya
Tidak ada air mata yang lebih deras jatuh ke bumi, selain air mata seorang ibu untuk sang buah hati.
Begitulah ibu…
Ia menangis ketika melihat kita terluka, dan meneteskan air mata ketika melihat kita bahagia.
Bahkan mungkin,
saat kita tak pernah mengetahuinya, ada air mata yang jatuh dalam sunyi, di penghujung malam, ketika nama kita ia sebut dalam doa-doanya.
Maka jika hari ini ibumu telah pergi, jangan biarkan baktimu ikut terkubur bersamanya.
Allah ta'ala telah berfirman:
وَقُلْ رَبِّ ارْحَمْهُمَا كَمَا رَبَّيَانِي صَغِيرًا
“Dan ucapkanlah: Wahai Rabb-ku, sayangilah keduanya sebagaimana mereka berdua telah menyayangiku ketika aku masih kecil.” (QS. Al-Isrā’: 24)
Mungkin…
di bawah tanah sana,
ibu yang dahulu tak pernah lelah meneteskan air mata untukmu, kini sedang menanti
air mata doa-doamu untuknya.
Rasulullah ﷺ bersabda:
إِذَا مَاتَ الْإِنْسَانُ انْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ... أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُو لَهُ
“Apabila manusia meninggal dunia, terputuslah amalnya kecuali dari tiga perkara… atau anak saleh yang mendoakannya.” (HR. Muslim)
Maka teruslah berdoa dan berbuat baik untuknya.
Karena bisa jadi…
doa yang kau panjatkan dalam kesunyian, menjadi hadiah paling indah yang sampai kepada ibumu di alam penantian.
Semoga kelak Allah mempertemukan dengannya kembali
di tempat yang tidak ada lagi air mata, tidak ada lagi perpisahan, dan tidak ada lagi kata selamat tinggal.
Di surga-Nya.
┈┉┅━❀━┅┉┈
023. Dari Hati Ke Hati
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
❀ من القلب إلى القلب ❀
Dari Hati ke Hati
┈┉┅━❀━┅┉┈
Karena Rabbmu Sesayang Itu [2]
Pernahkah, setelah berulang kali jatuh ke dalam dosa, kau bertanya:
“Jika Allah tahu aku akan bermaksiat, mengapa aku diciptakan?”
Maka bayangkanlah seorang ibu…
Ia tahu anaknya kelak akan membuatnya lelah.
Mungkin membuatnya menangis.
Mungkin menyakiti hatinya.
Bahkan mungkin suatu hari mendurhakainya.
Namun ia tetap menginginkannya.
Karena ia ingin anak itu hadir…
agar ia dapat mencintainya.
Maka bagaimana dengan Rabbmu?
Dia tahu dosa-dosamu bahkan sebelum engkau dilahirkan.
Dia tahu berapa kali engkau akan jatuh, berapa kali engkau akan menangis, dan berapa kali engkau akan berjanji untuk tidak kembali kepada dosa.. lalu kembali lagi.
Namun Dia tetap menciptakanmu.
Bukan karena Dia membutuhkanmu…
Tetapi agar engkau mengenal-Nya, mencintai-Nya,
dan menemukan jalan pulang kepada-Nya.
Dan ketika engkau merasa terlalu kotor untuk kembali…
Dia tidak memanggilmu:
“Wahai pendosa…”
Dia memanggil dengan panggilan kasih sayang:
يَا عِبَادِيَ الَّذِينَ أَسْرَفُوا عَلَىٰ أَنْفُسِهِمْ لَا تَقْنَطُوا مِنْ رَحْمَةِ اللَّهِ
“Wahai hamba-hamba-Ku yang telah melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah berputus asa dari rahmat Allah.” (QS. Az-Zumar: 53)
Lihatlah…
Engkau telah berulang kali meninggalkan-Nya,
namun Dia masih mengakuimu sebagai hamba-Nya.
Engkau telah melupakan-Nya,
namun Dia tidak pernah melupakanmu.
Engkau merasa tidak pantas untuk kembali, namun Dia masih membukakan pintu.
Maka jangan bertanya:
“Mengapa aku diciptakan, padahal aku akan bermaksiat?”
Mungkin pertanyaan yang lebih layak kau renungkan adalah:
“Mengapa, setelah semua maksiatku, Rabbku masih memberiku kesempatan untuk kembali?”
Karena…
Rabbmu sesayang itu.
┈┉┅━❀━┅┉┈
022. Dari Hati Ke Hati
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
❀ من القلب إلى القلب ❀
Dari Hati ke Hati
┈┉┅━❀━┅┉┈
Karena Rabbmu Sesayang Itu
Mungkin pernah terlintas dalam benakmu:
“Islam terlalu banyak aturan.
Harus shalat lima kali sehari.
Harus berpuasa Ramadan.
Harus membayar zakat.
Harus berhaji jika mampu.
Mengapa tidak cukup beriman saja?”
Namun, cobalah melihatnya dari sisi yang lain…
Tidak semua yang diwajibkan adalah beban. Ada kewajiban yang lahir dari kasih sayang.
Seorang ayah yang mencintai anaknya tidak akan membiarkannya tumbuh tanpa aturan.
Ia menyuruhnya belajar, meski sang anak ingin bermain.
Ia melarangnya mendekati bahaya, meski sang anak belum memahami alasannya.
Sang anak hanya melihat larangan. Sang ayah melihat keselamatan.
Lalu bagaimana dengan Rabbmu?
Rabb yang menciptakanmu,
mengetahui kelemahanmu,
dan paling mengetahui apa yang menyelamatkanmu.
Mungkinkah syariat-Nya diturunkan untuk menyusahkanmu?
Allah ta'ala berfirman:
﴿لَا يُكَلِّفُ اللَّهُ نَفْسًا إِلَّا مَا آتَاهَا﴾
“Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan apa yang Allah berikan kepadanya.” (QS. Ath-Thalaq: 7)
Allah tidak membutuhkan shalatmu.
Tidak membutuhkan laparmu.
Tidak membutuhkan hartamu.
Engkaulah yang membutuhkan semuanya.
Shalat menjaga hatimu.
Puasa mendidik jiwamu.
Zakat menyucikan hartamu.
Dan syariat menjaga langkahmu agar tidak tersesat.
Maka jangan hanya melihat beratnya kewajiban.
Lihatlah siapa yang memerintahkannya.
Dia tidak selalu memberimu apa yang kau inginkan, tetapi Dia selalu memberimu apa yang menyelamatkan.
Iya… karena Rabbmu sesayang itu.
┈┉┅━❀━┅┉┈
020. Dari Hati Ke Hati
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
❀ من القلب إلى القلب ❀
Dari Hati ke Hati
┈┉┅━❀━┅┉┈
Sebelum Menjadi Rindu
Sering kali kita baru mencari cahaya
ketika langkah mulai diselimuti gelap.
Baru merindukan matahari
ketika dingin mulai menggigit tubuh.
Begitulah kita…
Sering kali baru menyadari nilai sebuah nikmat
setelah ia hampir terlepas dari genggaman.
Maka jangan menunggu gelap
untuk mensyukuri cahaya.
Jangan menunggu kehilangan
untuk menghargai keberadaan.
Dan jangan menunggu hati menjadi keras
untuk kembali kepada Allah.
Allah ta'ala berfirman:
وَاشْكُرُوا لِي وَلَا تَكْفُرُونِ
__“Bersyukurlah kepada-Ku
dan janganlah kalian mengingkari nikmat-Ku.” (QS. Al-Baqarah: 152)__
Sebab sering kali,
yang kita rindukan setelah pergi
adalah nikmat yang dahulu kita abaikan.
Karena tidak semua yang pergi
akan kembali…
Maka hargailah,
syukurilah,
dan jagalah…
Sebelum menjadi rindu.
┈┉┅━❀━┅┉┈
019. Dari Hati Ke Hati
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
🔈🔈 AUDIO REKAMAN :
TERAPI PENYAKIT HATI
📖 Kitab : الداء والدواء
::: Pertemuan ke 23 :::
💺Oleh : Al Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه اللــــــــه
🕌 Masjid As-Sakinah Gununglondo, Nogosari, Boyolali.
::: t.me/Terapi_PenyakitHati
◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️
🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿
045 | Husnuzan bukan Angan
Allah Ta'ala berfirman:
أَنَا عِنْدَ ظَنِّ عَبْدِي بِي
"Aku sesuai dengan prasangka hamba-Ku kepada-Ku." (HR. Al-Bukhari no. 7405 dan Muslim no. 2675)
Betapa banyak yang berlindung di balik hadis ini seraya berkata,
"Aku masih bermaksiat, tidak mengapa... Allah Maha Pengampun. Aku husnuzan kepada-Nya."
Padahal itu bukan husnuzan, melainkan angan-angan yang menipu.
Bukankah seorang budak yang durhaka kepada tuannya tidak akan berkata,
"Aku akan terus membangkang... tuanku pasti memaafkanku."
Yang memenuhi hatinya justru rasa takut, malu, lalu bergegas mencari keridaan tuannya.
Demikian pula seorang mukmin. Ketika tergelincir dalam dosa ia berkata,
"Aku akan bertaubat, memperbaiki amal, dan meninggalkan maksiat. Aku yakin Allah maha penerima taubat, maha pengampun, dan tidak akan menyia-nyiakan amal kebaikan hamba-Nya."
Inilah husnuzan yang benar, bukan berharap kepada ampunan sambil menetap di dalam maksiat, tetapi berharap kepada rahmat Allah sambil berlari menuju taubat dan ketaatan.
Sebab, prasangka terbaik kepada Allah selalu dibuktikan dengan amal terbaik untuk Allah.
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
📖 Kajian Kitab Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa'
"Harapan yang benar melahirkan amal. Angan-angan yang kosong hanya melahirkan penyesalan."
✨ Pembahasan:
Harapan Atau Angan-angan?
👤 Bersama:
Al-Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه الله
InsyaAllahu ta'ala :
🗓 Rabu, malam ini
🕕 18.15 WIB
📡 Live t.me/taklimnogosari
📲 Rekaman t.me/Terapi_PenyakitHati
"Jangan merasa aman karena luasnya rahmat Allah, sementara langkahmu terus menjauh dari-Nya. Sebab jujurnya harapan selalu mengantarkan pemiliknya kepada ketaatan."
❀ من القلب إلى القلب ❀
Dari Hati ke Hati
┈┉┅━❀━┅┉┈
Bahagia Lewat Berbagi
Tidak semua kebahagiaan hadir saat kita menerima. Ada kebahagiaan yang justru tumbuh saat tangan ini memberi, saat hati ini peduli, dan saat hidup ini menjadi sebab kebahagiaan bagi orang lain.
Barangkali selama ini engkau mencarinya di tempat yang jauh. Padahal, bisa jadi kebahagiaan itu sedang menunggumu di balik senyum yang berhasil kau hadirkan, di balik air mata yang berhasil kau hapuskan, atau di balik doa tulus dari hati yang bebannya pernah kau ringankan.
Ketika seorang yang semula gelisah menjadi tenang karena bantuanmu, seorang yang semula lapar menjadi kenyang karena pemberianmu, atau seorang yang semula menangis kembali tersenyum karena kepedulianmu, saat itulah Allah sedang memperlihatkan kepadamu salah satu kenikmatan paling indah yang Dia anugerahkan kepada hamba-hamba-Nya yang gemar berbuat baik.
Rasulullah ﷺ bersabda:
أَحَبُّ الْأَعْمَالِ إِلَى اللَّهِ عَزَّ وَجَلَّ سُرُورٌ تُدْخِلُهُ عَلَى مُسْلِمٍ...
"Amalan yang paling dicintai Allah adalah engkau memasukkan kebahagiaan ke dalam hati seorang muslim..." (HR. ath-Thabrani; dihasankan oleh al-Albani)
Betapa indahnya takdir seorang mukmin. Ia membahagiakan orang lain, namun Allah menghadiahkan kebahagiaan itu kembali ke dalam dadanya.
Sebab, terkadang jalan tercepat menuju hati yang bahagia bukanlah sibuk mencari siapa yang akan membahagiakan kita, melainkan berusaha menjadi sebab kebahagiaan bagi sesama.
┈┉┅━❀━┅┉┈
019. Dari Hati Ke Hati
https://t.me/Terapi_PenyakitHati
❀ من القلب إلى القلب ❀
Dari Hati ke Hati
┈┉┅━❀━┅┉┈
Harapan Yang Terkhianati
Tidak sedikit orang yang mengira bahwa kecintaannya kepada orang-orang saleh akan menjadi jalan keselamatan. Mereka menyebut namanya ketika berdoa, menggantungkan harapan kepadanya, bahkan mempersembahkan bentuk-bentuk ibadah yang seharusnya hanya milik Allah.
Mereka membayangkan, "Kelak ia akan mengenaliku. Ia akan membelaku. Ia akan menyelamatkanku."
Namun Allah telah menyingkap tabir Hari Kiamat sebelum hari itu benar-benar tiba.
وَإِذَا حُشِرَ النَّاسُ كَانُوا لَهُمْ أَعْدَاءً وَكَانُوا بِعِبَادَتِهِمْ كَافِرِينَ
"Dan apabila manusia dikumpulkan, sesembahan itu menjadi musuh bagi mereka dan mengingkari ibadah mereka." (QS. Al-Ahqaf: 6)
Betapa dahsyat kenyataan itu. Orang yang selama ini diharapkan menjadi penolong, justru berlepas diri. Orang yang selama ini diagungkan, justru mengingkari semua ibadah yang ditujukan kepadanya. Sebab orang-orang saleh tidak pernah mengajarkan manusia untuk menyembah mereka. Mereka hanya mengajak manusia untuk menyembah Allah semata.
Jangan biarkan cinta yang seharusnya mengantarkanmu kepada tauhid, justru menyeretmu kepada penyesalan yang tidak lagi berguna.
Karena di Hari Kiamat, yang menyelamatkanmu bukanlah siapa yang paling engkau agungkan, tetapi kepada siapa ibadah itu engkau memurnikan.
┈┉┅━❀━┅┉┈
018. Dari Hati Ke Hati
http://t.me/Terapi_PenyakitHati
🌿 التَّذْكِيرُ مِنْ كِتَابِ «الدَّاءِ وَالدَّوَاءِ» 🌿
044 | Tertipu di Pintu Rahmat [4]
Betapa banyak amalan yang Allah janjikan menjadi sebab ampunan. Karena itu, engkau pun menaruh harapan agar dosa-dosamu dihapuskan.
Namun ketahuilah, harapan tidak akan berbuah hanya dengan mengumpulkan amal, sementara dosa-dosa besar terus dipelihara dan dinikmati tanpa taubat.
Allah Ta'ala berfirman:
﴿إِنْ تَجْتَنِبُوا كَبَائِرَ مَا تُنْهَوْنَ عَنْهُ نُكَفِّرْ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَنُدْخِلْكُمْ مُدْخَلًا كَرِيمًا﴾
"Jika kalian menjauhi dosa-dosa besar yang dilarang mengerjakannya, niscaya Kami akan menghapus kesalahan-kesalahan kalian dan memasukkan kalian ke tempat yang mulia." (QS. An-Nisa': 31)
Jangan hanya membaca janji ampunan, tetapi bacalah pula syarat yang mengiringinya. Sebab janji Allah tidak pernah meleset, namun ia diperuntukkan bagi mereka yang memenuhi ketentuannya.
Jika dosa-dosa besar terus dirangkul tanpa penyesalan, sementara hati hanya bersandar pada janji pahala, maka boleh jadi harapan itu hanyalah debu yang beterbangan, sirna sebelum sampai kepada tujuan.
http://t.me/Terapi_PenyakitHati
🔈🔈 AUDIO REKAMAN :
TERAPI PENYAKIT HATI
📖 Kitab : الداء والدواء
::: Pertemuan ke 22 :::
💺Oleh : Al Ustadz Teuku Abdurrahman Abu Nabil At-Tuwasza حفظه اللــــــــه
🕌 Masjid As-Sakinah Gununglondo, Nogosari, Boyolali.
::: t.me/Terapi_PenyakitHati
◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️◼️
